Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-
Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.Yang mana makalah ini diajukan untuk
memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Birokrasi, serta dapat mengetahui bagaimana keadaan
birokrasi di era reformasi dan apa sesungguhnya reformasi birokrasi itu. Penulis menyadari
bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan-kekurangan, hal ini disebabkan
keterbatasan pengetahuan, waktu, serta sumber yang penulis miliki. Oleh karena itu kritik dan
saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan untuk perbaikan penyusunan makalah
selanjutnya. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pembimbing Mata Kuliah
Birokrasi, semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi kami dan juga para
pembaca lainnya.
BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang
Gerakan reformasi yang dipelopori oleh mahasiswa pada tahun 1998 menuntut perbaikan kondisi
Indonesia setelah hancur lebur ketika akhir era orde baru. Pada masa orde baru birokrasi
dijadikan premium mobile pemerintah untuk membangun kekuatan politik sehingga Birokrasi
yang seharusnya netral maka berubah menjadi monoloyalitas. Maka gerakan reformasi 1998
menuntut reformasi birokrasi di Indonesia agar terwujud tujuan-tujuan bangsa Indonesia.
Makalah reformasi birokrasi ini kami susun dengan tujuan mengetahui konsep tentang reformasi
birokrasi dan bagaimana keadaan birokrasi di era reformasi saat ini.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana konsep reformasi birokrasi yang dicanangkan oleh pemerintah ?
2.Bagaimana kondisi birokrasi Indonesia di era reformasi ?
3.Bagaimana kilas balik reformasi birokrasi di Indonesia ?

C.Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.Untuk mengetahui konsep-konsep reformasi birokrasi.
2.Untuk mengetahui bagaimana keadaan birokrasi di era reformasi, dan
3.Unutk pemenuhan tugas matakuliah birokrasi.
BAB II PEMBAHASAN 1.

Reformasi Birokrasi A.

Pengertian Reformasi Birokrasi


Reformasi Birokrasi adalah suatu perubahan signifikan elemen-elemen birokrasi seperti
kelembagaan, sumber daya manusia aparatur, ketatalaksanaan, akuntabilitas, aparatur,
pengawasan dan pelayanan publik, yang dilakukan secara sadar untuk memposisikan diri
(birokrasi) kembali, dalam rangka menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan yang dinamis.
Perubahan tersebut dilakukan untuk melaksanakan peran dan fungsi birokrasi secara tepat, cepat
dan konsisten, guna menghasilkan manfaat sesuai diamanatkan konstitusi. Perubahan kearah
yang lebih baik, merupakan cerminan dari seluruh kebutuhan yang bertitik tolak dari fakta
adanya peran birokrasi saat ini yang masih jauh dari harapan. Reformasi birokrasi merupakah
salah satu upaya pemerintah untuk mencapai good governance. Melalui reformasi birokrasi,
dilakukan penataan terhadap system penyelangggaraan pemerintah uang tidak hanya efektif dan
efisien, tetapi juga reformsi birokrasi menjadi tulang punggung dalam perubahan kehidupan
berbangsa dan bernegara. Menurut KEMENPAN, reformasi birokrasi merupakan langkah
sreategis membangun sumber daya aparatur Negara yang professional, memliki daya guna dan
hasil guna yang professional dalam rangka menunjang jalannya pemerintah dan pembangunan
social.
.

Penyebab Munculnya Reformasi Birokrasi


Menurut Miftah Thoha (2008:106-108), ia mengatakan bahwa ada beberapa factor yang bisa
mendorong terjadinya reformasi birokrasi, yaitu :
a.Adanya kebutuhan melakukan perubahan dan pembaharuan. Adanya kebutuan melakukan
perubahan dan pembaharuan aparatur Negara dan pemerintah itu sangat tergantung dari
kebutuhan dari pimpinan nasioanal kita. Jika pimpinan politik nasional merasa butuh untuk
dilakukan perubahan, pasti
perubahan itu akan terwujud. Kebutuhan itu didukung oleh kebjakan politik yang strategis dan
dijadikan suatu program nasional dengan dukungan seluruh komponen rakyat.

b.Memahami perubahan yang terjadi di lingkungan strategis nasional. Perubahan lingkungan


strategis nasional Indonesia adalah, terjadi krisis ekonomi/moneter dan perubahan system politik
nasional. Dua kejadian ini yang perlu dijadikan dorongan dan rencana adanya perubahan dan
pembaruan aparatur.

c.Memahami perubahan yang terjadi di lingkungan strategis global. Perubahan lingkungan


strategis global tidak berdiri sendiri, ia memperhatikan factor perubahan global. Perubahan
global antara lain system desentralisasi dan demokrasi yang sedang banyak dipakai oleh Negara
Negara yang menginginkan juga terjadinya kepemerintahan yang baik.Selain itu, perkembangan
teknologi informasi yang mulai diterapkan dalam pemerintahan yang elektronik.

d.Memahami perubahan yang terjadi dalam paradigma manajemen pemerintahan. Perubahan


global sangat erat kaitannya dengan paradigm tata kelola pemerintah yang baik. Desentralisasi,
otonomi, demokrasi, akuntabilitas public, transparansi, dan ditegakkannya hukum merupakan
dorongan-dorongan yang kuat terhadap lahirnya perubahan dalam lahirnya manajemen
pemerintah.

C.Visi dan Misi Reformasi Birokrasi


Adapun visi reformasi birokrasi yang tercantum dalam lembaran Grand design
Reformasi Birokrasi Indonesia adalah terwujudnya pemerintahan kelas dunia. Visi
tersebut menjadi acuan dalam mewujudkan pemerintahan kelas dunia, yaitu pemerintahan yang
professional dan berintegritas tinggi yang mampu menyelenggarakan pelayanan prima kepada
masyarakat dan manajemen pemerintahan yang demokratis agar mampu menghadapi tantangan
pada abad ke 21 melalui tata pemerintahan yang baik pada tahun 2025. Sedangkan Misi
reformasi birokrasi Indonesia adalah :

a.Membentuk/ menyempurnakan peraturan perundang-undnagan dalam rangka mewujudkan tata


kelola pemerintahan yang baik.

b.Melakukan penataan dan penguatan organisasi, tatalaksana, manajemen sumber daya manusia
aparatur, pengawasan, akuntabilitas, kualitas pelayanan public, mindset, dan cultural set.

c.Mengembangkan mekanisme control yang efektif

d.Mengelola sengketa administrated secara efektif dan efisien.

D.Tujuan Reformasi Birokrasi


Reformasi birokrasi bertujuan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang profersional
dengan karakteristik adapif, berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dan bebas KKN, mampu
melayani public, netral, sejahtera, berdedikasi dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode
etik aparatur Negara. dapun area perubahan yang menjadi tujuan reformasi birokrasi meliputi
seluruh aspek manajemen pemerintahan, seperti yang dikemukanan pada table dibawah ini :
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Reformasi Birokrasi adalah suatu perubahan signifikan elemen-elemen birokrasi seperti
kelembagaan, sumber daya manusia aparatur, ketatalaksanaan, akuntabilitas, aparatur,
pengawasan dan pelayanan publik, yang dilakukan secara sadar untuk memposisikan diri
(birokrasi) kembali, dalam rangka menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan yang dinamis.
Menurut Grand design reformasi birokrasi Indonesia 2025 maka tujuan dari pelaksanaan
reformasi birokrasi adalah untuk mewujudkan birokrasi yang akuntabel, efisien, efektif yang
didukung oleh SDM berkualitas. Kondisi birokrasi di era reformasi pun belum bisa dikatakan
baik, karena masih banyak ditemukan birokrat yang arogan dan menganggap rakyatlah yang
membutuhkannya, praktik KKN yang masih banyak terjadi, dan mentalitas birokrat yang masih
jauh dari harapan. Untuk melaksanakan fungsi birokrasi secara tepat, cepat, dan konsisten guna
mewujudkan birokrasi yang akuntabel dan baik, maka pemerintah telah merumuskan sebuah
peraturan untuk menjadi landasan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi di Indonesia, yaitu
peraturan nomor 80 tahun 2011 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Indonesia 2010-2025.

DAFTAR PUSTAKA
Thoha, Miftah. 2008. Reformasi Pemerintah Indonesia di Era Reformasi. Jakarta: Prenada Media
Group
Buku 5: Kriteria Ukuran Keberhasilan Reformasi Birokrasi Indonesia. 2011. KEMENPAN RB
Peraturan Presiden RI nomor 80 tahun 2011 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi
Indonesia 2010-2025.
Buku Saku Reformasi Birokrasi yang dikeluarkan oleh BPN Republik Indonesia

DAPUS: http://www.academia.edu/6205065/Makalah_Reformasi_Birokrasi_Indonesia
sistem pengendalian intern pemerintah (spip)

Cikal bakal SPIP dimulai dengan adanya Instruksi Presiden No. 15 Tahun 1983 tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengawasan dan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengawasan Melekat, Keputusan Menteri PAN No. 30 Tahun 1994 tentang
petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat yang diperbaharui dengan Keputusan Menteri PAN
No. KEP/46/M.PAN/2004. Unsur-unsur Waskat adalah Pengorganisasian, Personil, Kebijakan,
Perencanaan, Prosedur, Pencatatan, Pelaporan, Reviu Intern.

Selanjutnya pada tanggal 28 Agustus 2008 keluarlah Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2008
tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)yang merupakan adaptasi dari COSO.
Unsur-unsur SPIP adalah Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Pengendalian,
Informasi dan Komunikasi, serta Pemantauan Pengendalian Intern.

PP No. 60 Tahun 2008 merupakan penjabaran lebih lanjut dari Pasal 55 ayat (4) dan Pasal (58)
ayat (1) dan (2) UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

sistem Pengendalian Internal Pemerintah

1 . D e f i n i s i
Pengendalian merupakan suatu tindakan/aktivitas yang dilakukan manajemenuntuk
memastikan (secara memadai , b u k a n mutlak ) tercapainya tujuan dan
sasaranorganisasi.Pengendalian internal pemerintah merupakan proses yang integral pada
tindakand a n k e g i a t a n ya n g d i l a k u k a n s e c a r a t e r u s m e n e r u s o l e h p i m p i n a n
d a n s e l u r u h pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan
organisasimelalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan,
pengamananaset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

2.Tujuan.
Pengendalian dibuat untuk :
a.Mengamankan harta kekayaan;
b.Meneliti keakuratan dan dapat dipercayanya data akuntansi;
c.Meningkatkan efisiensi operasi;
d.Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.

Sistem Pengendalian Internal Pemerintah dibuat untuk :


a. mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien;
b. memberikan informasi keuangan secara akurat;
c. menjaga aset yang dimiliki oleh negara;
d. menjaga ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
3. Unsur-unsur Pengendalian
a . L i n g k u n g a n P e n g e n d a l i a n ( control environment );
b.Penilaian Risiko (risk assessment );
c . A k t i v i t a s P e n g e n d a l i a n ( control activities);
d . K o m u n i k a s i d a n i n f o r m a s i ( communication and information);
e . P e m a n t a u a n ( pemantauan).

a.Lingkungan Pengendalian
A g a r t e r c i p t a l i n g k u n g a n p e n g e n d a l i a n ya n g m e m a d a i p i m p i n a n i n s t a n s i
h a r u s menciptakan:a. penegakan integritas dan nilai etika;
b. komitmen terhadap kompetensi;
c. kepemimpinan yang kondusif;
d. pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengankebutuhan;
e. pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yangtepat;
f. penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehattentang pembinaan sumber daya manusia;
g. perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah yang efektif;

b.penilaian resiko

Unsur pengendalian intern yang kedua adalah penilaian risiko. Penilaian


riskod i m u l a i d e n g a n p e n e t a p a n m a k s u d d a n t u j u a n I n s t a n s i P e m e r i n t a h
y a n g j e l a s d a n konsisten. Selanjutnya Instansi pemerintahan mengidentifikasi secara efisien
dan efektif resiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan tersebut. Terhadap
resiko yang telahteridentifikasi, dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya te rhadap
pencapaian tujuan.P i m p i n a n i n s t a n s i p e m e r i n t a h m e r u m u s k a n p e n d e k a t a n
m a n a j e m e n d a n k e g i a t a n pengendalian risiko yang diperlukan untuk memperkecil resiko.

c. aktivitas pengendalian
Unsur sistem pengendalian intern yang ketiga adalah kegiatan pengendalian. Kegiatan
pengendalian internal adalah kebijakan dan prosedur yang dapatmembantu memastikan
dilaksanakannya arahan pimpinan Instansi Pemerintah untuk mengurangi risiko
yang telah diidentifikasi selama proses penilaian risiko. Aktifitas pengendalian
meliputi:
a. reviu atas kinerja Instansi Pemerintah ;
b. b. pembinaan SDM;
c. c. pengendalian atas pengelolaan sistem informasi;
d. d. pengendalian fisik atas aset;
e. e. penetapan dan reviu atas indikator dan ukuran kinerja;
f. f. pemisahan fungsi;
g. g. otorisasi atas transaksi dan kejadian yang penting;
h. h. pencatatan yang akurat dan tepat waktu atas transaksi dan kejadian;
i. i. pembatasan akses atas sumber daya dan pencatatannya;
j. j. akuntabilitas terhadap sumber daya dan pencatatannya; dan
k. k. dokumentasi yang baik atas Sistem Pengendalian Intern sertatransaksi dan kejadian
penting.
d. Informasi dan komunikasi

Unsur pengendalian intern keempat adalah informasi dan komunikasi.Instansi


Pemerintah harus memiliki informasi yang relevan dan dapat diandalkan
baik i n f o r m a s i k e u a n g a n m a u p u n n o n - k e u a n g a n , y a n g b e r h u b u n g a n
d e n g a n p e r i s t i w a eksternal dan internal. Informasi tersebut harus direkam dan
dikomunikasikan kepada pimpinan Instansi Pemerintah dan lainnya di seluruh Instasni
Pemerintah yangm e m e r l u k a n d a l a m b e n t u k s e r t a d a l a m k e r a n g k a w a k t u ya n g
m e m u n g k i n k a n ya n g bersangkutan melaksanakan pengendalian internal dan tanggung
jawab operasional.

e. Monitoring
Pemantauan merupakan unsur pengendalian intern yang kelima atau terakhir.P e m a n t a u a n
Sistem Pengendalian Internal dilaksanakan melalui
p e m a n t a u a n berkelanjutan, evaluasi terpisah dan tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan
reviulainnya. Pemantauan berkelanjutan diselenggarakan melalui kegiatan
pengelolaan rutin,supervisi, pembandingan, rekonsiliasi, dan tindakan lain yang terkait dalam
pelaksanaantugas. Evaluasi terpisah diselenggarakan melalui penilaian sendiri, reviu, dan
pengujian

efektivitas SPI yang dapat dilakukan aparat pengawasan internal pemerintah atau
pihak eksternal pemerinrah dengan mengunakan daftar uji pengendalian intern.Tindak lanjut
rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya harus segera diselesaikandan dilaksanakan sesuai
dengan mekanisme penyelesaian rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya yang
ditetapkan.

Dapus :
http://www.academia.edu/4481256/tugas_resume_Sistem_Pengendalian_Internal_Pemerintah