Anda di halaman 1dari 7

1.

LATAR BELAKANG
Dalam era globalisasi saat ini perkembangan industri dan perekonomian harus diimbangi
oleh kinerja perusahaan yang baik sehingga dapat tercipta dan tercapainya tujuan-tujuan
yang ingin dicapai oleh suatu organisasi perusahaan tersebut. Untuk dapat mencapai
tujuan tersebut di butuhkan keahlian baik dalam bidang finansial maupun non finansial.
Aspek terpenting dalam suatu perusahaan adalah bagaimana tata kelola yang telah
dijalankan oleh suatu perusahaan tersebut, salah satunya adalah sistem pengendalian
manajemen yang baik.
Dalam sebuah sistem pengendalian manajemen yang baik dapat membantu dalam proses
pembuatan keputusan dan memotivasi setiap individu dalam sebuah organisasi agar
melakukan keseluruhan konsep yang telah ditentukan. Sistem pengendalian manajemen
adalah suatu proses yang menjamin bahwa sumber-sumber diperoleh dan digunakan
dengan efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan organisasi, dengan kata lain
pengendalian manajemen dapat diartikan sebagai proses untuk menjamin bahwa sumber
manusia, fisik dan teknologi dialokasikan agar mencapai tujuan organisasi secara
menyeluruh.
Dalam menjalankan aktivitas operasional, suatu organisasi perusahaan tidak terlepas dari
proses transaksi penjualan secara kredit. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses
transaksi dan menarik minat pelanggan serta dapat bersaing dengan perusahaan sejenis,
dari transaksi penjualan secara kredit tersebut memunculkan adanya piutang usaha.
Pengendalian terhadap piutang usaha sangat perlu dilakukan oleh setiap organisasi usaha,
karena hal ini berkaitan dengan penerimaan pendapatan nantinya. Semakin baik dalam
proses pengendalian yang dilakukan oleh manajemen perusahaan terhadap piutang usaha
tersebut, maka akan semakin meminimalisir terjadinya piutang tak tertagih.
Sebagaimana diketahui, piutang merupakan salah satu bagian penting dalam harta lancar
perusahaan. Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri bahwa pengendalian piutang
merupakan suatu perangkat alat yang perlu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, karena
piutang yang tidak dapat ditagih merupakan faktor yang akan merugikan perusahaan.
Dengan kata lain resiko tidak tertagihnya piutang dari para pelanggan, adalah tanggung
jawab bersama di antara fungsionaris perusahaan.
Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram merupakan perusahaan jasa swasta yang
bergerak dalam bidang jasa pelayanan kesehatan, pendapatan terbesar dari kegiatan
operasional yang dilakukan oleh Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram adalah dari
penerimaan pelayanan atas jasa kesehatan yang dilakukan kepada pasien. Rumah Sakit

1
Islam Siti Hajar Mataram memiliki beberapa kategori pasien yaitu pasien umum, pasien
kerjasama atau rekanan serta pasien BPJS (tetapi sejak bulan januari 2017 Rumah Sakit
Islam Siti Hajar Mataram sudah tidak berkerjasama lagi dengan BPJS, semoga hal ini
tidak berlangsung lama). Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram menjalankan
kerjasama dalam hal pelayanan secara kredit terhadap beberapa rekanan yang ada.
Sehingga pengendalian intern terhadap piutang usaha perlu di lakukan untuk
meminimalisir terjadinya piutang tak tertagih dari transaksi pelayanan secara kredit.
Berdasarkan penjelasan latar belakang sebelumnya, maka penulis melakukan penelitian
dengan judul Analisis Pengendalian Intern Piutang Usaha Dalam Meminimalisir
Piutang Tak Tertagih (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Islam Siti Hajar
Mataram).
2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka rumusan masalah yang akan di kaji dalam
penelitian ini adalah:
Bagaimana analisis pengendalian intern piutang usaha dalam meminimalisir piutang tak
tertagih pada Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram.
3. TUJUAN PENELITIAN
Untuk dapat mengetahui analisis pengendalian intern piutang usaha dalam meminimalisir
piutang tak tertagih pada Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram.
4. TINJAUAN PUSTAKA
A. LANDASAN TEORI
Pada umumnya, perusahaan-perusahaan lebih menyukai penjualan secara tunai,
karena dengan demikian perusahaan akan dapat menghemat sejumlah biaya dan dapat
menghindarkan diri dari sejumlah risiko yang sangat mungkin timbul jika penjualan
dilakukan secara kredit. Namun, untuk meningkatkan penjualan, di samping
melakukan penjualan tunai, perusahaan juga melayani pembelian secara kredit kepada
pelanggan.Penjualan secara kredit ini kemudian akan menimbulkan piutang dagang
yang muncul sebagai salah satu akun dalam neraca perusahaan, khususnya dalam
kelompok aktiva lancar karena normalnya piutang dagang berjangka waktu pendek.
Piutang merupakan komponen aktiva lancar yang penting dalam aktivitas ekonomi
suatu perusahaan karena merupakan aktiva lancar perusahaan yang paling besar
setelah kas. Piutang timbul karena adanya penjualan barang atau jasa secara kredit,
bisa juga melalui pemberian pinjaman. Adanya piutang menunjukkan terjadinya

2
penjualan kredit yang dilakukan perusahaan sebagai salah satu upaya perusahaan
dalam menarik minat beli konsumen untuk memenangkan persaingan.
Piutang merupakan kebiasaan bagi perusahaan untuk memberikan kelonggaran-
kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu melakukan penjualan. Kelonggaran
yang diberikan biasanya dalam bentuk mempernolehkan para pelanggan tersebut
membayar kemudian atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan. Soemarso
(2004:338)
1. Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Piutang
Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah seperti yang dikemukakan oleh
Bambang Riyanto (2001:85-87) sebagai berikut :
1. Volume Penjualan Kredit
Makin besar proporsi penjualan kredit dari keseluruhan penjualan
memperbesar jumlah investasi dalam piutang. Dengan makin besarnya volume
penjualan kredit setiap tahunnya bahwa perusahaan itu harus menyediakan
investasi yang lebih besar lagi dalam piutang. Makin besarnya jumlah piutang
berarti makin besarnya resiko, tetapi bersamaan dengan iu juga memperbesar
profitability.
2. Syarat Pembayaran Penjualan Kredit
Syarat pembayaran penjualan kredit dapat bersifat ketat atau lunak. Apabila
perusahaan menetapkan syarat pembayaran yang ketat berarti bahwa
perusahaan lebih mengutamakan keselamatan kredit daripada pertimbangan
profitabilitas. Syarat yang ketat misalnmya dalam bentuk batas waktu
pembayaran yang pendek, pembebanan bunga yang berat pada pembayaran
piutang yang terlambat.
3. Ketentuan Tentang Pembatasan Kredit
Dalam penjualan kredit perusahaan dapat menetapkan batas maksimal atau
plafond bagi kredit yang diberikan kepada para langganannya. Makin tinggi
plafond yang ditetapkan bagi masing-masing langganan berarti makin besar
pula dana yang diinvestasikan dalam piutang. Sebaliknya, jika batas maksimal
plafond lebih rendah, maka jumlah piutang pun akan lebih kecil.
4. Kebijaksanaan Dalam Mengumpulkan Piutang
Perusahaan dapat menjalankan kebijaksanaan dalam pengumpulan piutang
secara aktif atau pasif. Perusahaan yang menjalankan kebijaksanaan secara
aktif, maka perusahaan harus mengeluarkan uang yang lebih besar untuk

3
membiayai aktivitas pengumpulan piutang, tetapi dengan menggunakan cara
ini, maka piutang yang ada akan lebih cepat tertagih, sehingga akan lebih
memperkecil jumlah piutang perusahaan. Sebaliknya, jika perusahaan
menggunakan kebijaksanaan secara pasif, maka pengumpulan piutang akan
lebih lama, sehingga jumlah piutang perusahaan akan lebih besar.
5. Kebiasaan Membayar Dari Para Langganan
Kebiasaan para langganan untuk membayar dalam periode cash discount akan
mengakibatkan jumlah piutang lebih kecil, sedangkan langganan membayar
periode setelah cash discount akan mengakibatkan jumlah piutang lebih besar
karena jumlah dana yang tertanam dalam piutang lebih lama untuk menjadi
kas.
2. Perputaran Piutang
Kelancaran penerimaan piutang dan pengukuran baik tidaknya investasi dalam
piutang dapat diketahui dari tingkat perputarannya. Perputaran piutang adalah
masa-masa penerimaan piutang dari suatu perusahaan selama periode tertentu.
Piutang yang terdapat dalam perusahaan akan selalu dalam keadaan berputar.
Perputaran piutang akan menunjukkan berapa kali piutang yang timbul sampai
piutang tersebut dapat tertagih kembali ke dalam kas perusahaan. Dari pengertian
yang telah diuraikan diatas, dapat disimpulkan bahwa perputaran piutang terdiri
dari dua variabel yaitu total penjualan kredit dan rata-rata piutang.
3. Resiko Kerugian Piutang
Suatu organisasi perusahaan dalam menjalankan aktivitas operasional yang
berkaitan dengan penjualan atau pelayanan secara kredit perusahaannya sering
kali mengalami beberapa resiko dalam mendapatkan piutang dari hasil tagihan
yang akan dilakukan oleh suatu organisasi perusahaan.
Setiap usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan akan mengandung
resiko yang tidak dapat dihindari. Dalam hal ini resiko hanya bisa dikendalikan
agar berada dalam batas yang wajar. Resiko yang timbul karena transaksi
penjualan secara kredit disebut resiko kerugian piutang.
Resiko kerugian piutang terdiri dari beberapa macam yaitu :
1. Resiko tidak dibayarnya seluruh tagihan (Piutang)
2. Resiko tidak dibayarnya sebagian piutang
3. Resiko keterlambatan pelunasan piutang
4. Resiko tidak tertanamnya modal dalam piutang

4
4. Metode Penentuan Kerugian Piutang
1. Metode cadangan / Metode Penghapusan Tidak Langsung (Allowance
Method)
Dengan metode ini, piutang tidak tertagih ditentukan setiap akhir periode
akuntansi. Metode ini mencatat pengumpulan - kerugian piutang yang
didasarkan pada taksiran tertentu atas jumlah piutang tak tertagih. Agar tujuan
penandingan antara biaya dan pendapatan tercapai, kerugian piutang tak
tertagih harus ditentukan secara periodik.
2. Metode Penghapusan Langsung (Direct Write-Off Method)
Metode ini merupakan metode yang sangat sederhana, dan lebih didasarkan
kepada suatu kenyataan daripada suatu taksiran. Pencatatan terhadap piutang
tak tertagih dilakukan pada saat piutang tersebut diketahui secara pasti tidak
tertagih.
3. Metode Penyisihan
Sebagian besar perusahaan menggunakan metode konsep penyisihan untuk
mengukur piutang tak tertagih. Konsep kunci dalam konsep penyisihan adalah
mencatat beban piutang tak tertagih dalam dalam periode yang sama dengan
pendapatan penjualan.
4. Metode Persentase Penjualan
Metode persentase penjualan menghitung beban piutang tak tertagih sebagai
persentase dari penjualan kredit bersih. Metode ini juga disebut pendekatan
laporan laba rugi karena berfokus pada jumlah beban.
5. Metode Analisis Umur Piutang
Analisa umur piutang mendasarkan perhitungannya pada konsep adanya resiko
piutang yang tidak dapat ditagih kepelanggan karena beberapa alasan. Piutang
yang diragukan tidak dapat ditagih ini semakin lama semakin menumpuk maka
salah satu tindakan yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan menyusun
kriteria lamanya piutang yang sampai saat ini belum dapat ditagih. Piutang yang
tidak dapat tertagih ini karena beberapa sebab, antara lain karena adanya
kemungkinan perusahaan terlalu mudah dalam pemberian piutang dalam arti
persyaratan yang ditetapkan terlalu longgar. Atau bahkan memang track record
pelanggan itu sendiri yang kurang baik. Metode umur piutang usaha juga disebut
pendekatan neraca karena berfokus pada piutang usaha.

5
B. PENELITIAN TERDAHULU
Adapun beberapa penelitian terdahulu mengenai penelitian yang penulis lakukan
adalah sebagai berikut :
1. Analisis Pengendalian Intern Piutang Usaha Dalam Upaya Meningkatkan
Efektivitas Pengendalian Intern Di Perusahaan Pembiayaan PT. FIF Dan PT.
Summit Oto Finance Cabang Makasar. Hasil penelitian menyatakan bahwa
secara keseluruhan kedua perusahaan pembiayaan tersebut telah memiliki
pengendalian intern atas piutang usaha yang baik. (Marlina, 2008)
2. Peranan Pengendalian Piutang Usaha Dalam Meminimalisir Kerugian Pada PT.
FIF Cabang Medan. Hasil penelitian ini menyatakan dilihat dari hasil rasio
perputaran dan rata-rata penerimaan piutang PT. FIF Cabang Medan mengalami
peningkatan. (Olla Auryna, 2009)
5. KERANGKA BERPIKIR PENELITIAN

ANALISA PENGENDALIAN METODE


INTERN PENGUKURAN

MEMINIMALISIR PIUTANG TAK


TERTAGIH

6. ALAT ANALISA YANG DIGUNAKAN


Penelitian ini akan dilakukan dengan metode survei dan observasi secara langsung pada
variabel maupun objek yang akan diteliti. Analisis yang digunakan adalah analisis
deskriptifkualitatif,metode deskriptif kualitatif adalah metode analisis dengan terlebih
dahulu mengumpulkan data yang didapat dari hasil penelitian berupa fakta-fakta verbal
atau keterangan yang akan dibutuhkan untuk dapat menarik kesimpulan yang dibutuhkan
dari penelitian yang akan dilakukan. Sasaran dari penelitian ini adalah mencari atau
menggambarkan fakta secara faktual tentang analisis pengendalian intern piutang usaha
dalam meminimalisir piutang tak tertagihyang ada pada Rumah Sakit Islam Siti Hajar
Mataram.

6
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uac
t=8&ved=0ahUKEwj5meGe1MXSAhWGqY8KHUbuBe4QFghCMAU&url=http%3A%
2F%2Fejournal.unsrat.ac.id%2Findex.php%2Femba%2Farticle%2Fdownload%2F1849%
2F1460&usg=AFQjCNFs3nDDr_gwQ5yLMBPa4rFXPKFE9g