Anda di halaman 1dari 13

POMPA DAN KOMPRESOR

PENDAHULUAN
Fluida adalah suatu zat (substansi) yang dapat mengalir dan alirannya kontinyu.
Macam fluida dan mesin pemindahnya
Fluida dilihat dari sifatnya :
Fluida mampu mampat (compressible)
Fluida tak mampu mampat (incompressible)
Fluida mampu mampat antara lain : udara, gas dan uap
Fluida tak mampu mampat antara lain : air, pelumas dan pasta.
Mesin yang digunakan untuk memindahkan fluida mampu mampat disebut kompressor.
Mesin yang digunakan untuk memindahkan fluida yang tak mampu mampat disebut pompa.
Pompa dan kompressor disebut mesin-mesin utilitas.
1. Pengertian Pompa
Pompa merupakan salah satu peralatan yang dipakai untuk mengubah energi mekanik
(dari mesin penggerak pompa) menjadi energi tekanan fluida yang dipompa.
Pada umumnya pompa digunakan untuk :
1. Memindahkan fluida dari satu tempat ke tempat lain yang lebih tinggi posisinya,

(Sumber : http://pompair.com/wp-content/uploads/2015/12/Pasang-Pompa1.jpg (11 sep.2016))

Kenapa tinggi Suction pompa harus 9 m ?


Apakah ada kaitannya dengan temperatur fluida yang pompakan ?
Apa efeknya kalau tinggi suction lebih dari 9 m ?
2. Memindahkan fluida dari satu tempat ke tempat lain yang lebih tinggi tekanannya,

(Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Thermal_power_station#/media/File:Feedwater-heating.png (11 sep. 2016))

Apa yang terjadi bila terjadi tekanan balik dari boiler ?


Dinamakan apa fenomena tersebut ?
Bagaimana cara mengatasi problem tersebit ?

3. Memindahkan fluida dari satu tempat ke tempat lain dengan jarak tertentu.

(Sumber : http://pompair.com/wp-content/uploads/2016/05/Pompa-PDAM.jpg (11 sep. 2016))

4. Untuk sirkulasi.

( Sumber : http://www.batan.go.id/ensiklopedi/02/01/01/05/01.gif (11 sep. 2016))


Pengubahan energi mekanik menjadi energi tekan fluida tersebut di atas dapat dicapai
dengan beberapa cara, antara lain :
1. Pengubahan energi mekanik dengan menggunakan alat semacam sudu atau impeler
dengan bentuk tetentu.

2. Dengan menggunakan gerak bolak-balik piston atau alat semacamnya.

(Sumber : http://blackknight-radyo.blogspot.co.id/2012/04/laporan-pompa.html (11 sep. 2016))


(Sumber : http://aoghs.org/technology/oil-well-pump/ (11 sep. 2016))

3. Dengan pertukaran energi menggunakan fluida perantara baik gas atau cair.
Fluida perantara ini diberi kecepatan tinggi dan dicampur dengan fluida yang
dipompa yang berkecepatan rendah. Cara ini biasa digunakan pada pompa jet (jet-
pump).
(Sumber : http://www.globalsecurity.org/military/library/policy/army/fm/5-484/Ch4.htm (11 sep. 2016))
(Sumber :
http://www.sandaishop.com/INFORMATION/info%20pompa%20menurut%20prinsip%20dan%20cara%20kerjanya.html (11
sep. 2016))

4. Dengan menggunakan udara atau gas bertekanan tinggi yang diinjeksikan kedalam
suatu saluran yang berisi fluida yang dipompa.

(Sumber : http://www.cherd.ichemejournals.com/article/S0263-8762(11)00314-5/fulltext (11 sep. 2016))


(Sumber : http://oilandgasprocessing.blogspot.co.id/p/oil-and-gas-processing_10.html (11 sep. 2016))

Komponen utama sistem pemompaan adalah:


1. Pompa
2. Mesin penggerak: motor listrik, mesin diesel atau sistem udara
3. Pemipaan, digunakan untuk membawa fluida
4. Kran/katup, digunakan untuk mengendalikan aliran dalam sistem
5. Sambungan, pengendalian dan instrumentasi lainnya
6. Peralatan pengguna akhir, yang memiliki berbagai persyaratan (misalnya tekanan,
aliran) yang menentukan komponen dan susunan sistem pemompaan. Contohnya
adalah alat penukar panas, tangki dan mesin hidrolik.
Head Pompa
Head pompa adalah energi per satuan berat yang harus disediakan untuk mengalirkan
sejumlah zat cair yang direncanakan sesuai dengan kondisi instalasi pompa, atau tekanan
untuk mengalirkan sejumlah zat cair, yang umumnya dinyatakan dalam satuan panjang.
Menurut persamaan Bernaully, ada tiga macam head (energi) fluida dari sistem instalasi
aliran, yaitu energi tekanan, energi kinetik dan energi potensial
Hal ini dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :
Persamaan Bernaully :
1 12 2 22
+ + 1 + = + + 2 +
2 2

2 1 22 12
=( )+( ) + (2 1 ) +
2

2
= + + +
2

Dimana :
= Head total pompa

= pompa karena perbedaan tekanan



2
= pompa karena perbedaan kecepatan
2
= = statis
=

1. Head Tekanan
Head tekanan adalah perbedaan head akibat tekanan yang bekerja pada permukaan zat cair
pada sisi tekan dengan head akibat tekanan yang bekerja pada permukaan zat cair pada sisi
isap.
Head tekanan dapat dinyatakan dengan rumus :
2 1
= ( )

2. Head Kecepatan
Head kecepatan adalah perbedaan antar head kecepatan zat cair pada saluran tekan dengan
head kecepatan zat cair pada saluran isap.
Head kecepatan dapat dinyatakan dengan rumus :
22 12
= ( )
2

3. Head Statis Total


Head statis total adalah perbedaan tinggi antara permukaan zat cair pada sisi tekan dengan
permukaan zat cair pada sisi isap.
Head statis total dapat dinyatakan dengan rumus :
= (2 1 )
Tanda + : Jika permukaan zat cair pada sisi isap lebih rendah dari sumbu pompa
(Suction lift).
Tanda : Jika permukaan zat cair pada sisi isap lebih tinggi dari sumbu pompa
(Suction head).

4. Kerugian head (head loss)


Kerugian energi per satuan berat fluida dalam pengaliran cairan dalam sistem perpipaan
disebut sebagai kerugian head (head loss).
Head loss terdiri dari :

a. Mayor head loss (mayor losses)


Merupakan kerugian energi sepanjang saluran pipa yang dinyatakan dengan rumus :

2
=
2
=
= Faktor gesekan
= Panjang pipa
= Kecepatan rata rata cairan dalam pipa
= Diameter dalam pipa

Harga (faktor gesekan) didapat dari diagram Moody sebagai fungsi dari Bilangan
Reynold (Reynolds Number) dan Kekasaran relatif (Relative Roughness ), yang
nilainya dapat dilihat pada grafik sebagai fungsi dari nominal diameter pipa dan kekasaran
permukaan dalam pipa () yang tergantung dari jenis material pipa.
Sedangkan besarnya Reynolds Number dapat dihitung dengan rumus :

=

Dimana :
=
= Massa jenis cairan
= Kecepatan rata rata cairan
= Diameter dalam pipa
= Viscositas absolut cairan
Apabila aliran laminer ( < 2000), faktor gesekan () dapat dicari dengan pendekatan
rumus :
64
=

Dan apabila aliran transien dan turbulen ( > 2000), faktor gesekan () dapat dicari
dengan bantuan diagram Moody.

b. Minor head loss (minor losses)


Merupakan kerugian head pada fitting dan valve yang terdapat sepanjang sistem
perpipaan. Dapat dicari dengan menggunakan Rumus :

2
=
2
Dimana :
=
= jumlah untuk diameter yang sama
= koefisien gesek
= Kecepatan rata rata cairan
= Percepatan gravitasi

Besaran ini menyatakan kerugian pada fitting dan valve dalam ukuran panjang ekivalen dari
pipa lurus.

Viskositas
Viskositas adalah besarnya tahanan terhadap aliran suatu fluida. Viskositas didefinisikan
sebagai perbandingan antara gaya geser atau gaya antara lapisan-lapisan aliran fluida yang
bersinggungan terhadap perubahan kecepatan rata-rata yang tegak lurus terhadap terhadap
arah dari gerakan fluida tersebut.

=


Dimana :
= viskositas absolut
= tegangan geser
= kecepatan aliran fluida
= jarak tegak lurus terhadap aliran
Viskositas absolut ; apabila diukur dalam sistem Metris satuannya adalah poise dan diukur
dalam gram massa per sentimeter detik. Apabila diukur dalam sistem British satuannya
adalah slug per feet detik.
Satuan lain dari viskositas absolut adalah poise, hubungan antara keduanya adalah sebagai
berikut :
= 0,002089
Viskositas kinematik () = viskositas absolut dibagi dengan density

= =

Dalam sistem Metris satuan dari viskositas kinematik adalah ;
2
=

Dalam sistem British satuan dari viskositas kinematik adalah 2
Hubungan antara keduanya adalah :
2 = 0,001076
Viskositas absolut Viskositas kinematik
Fluida
poise Slug/ft-detik stoke ft2/detik
Udara 178,3 0,3723 x 10-6 0,1455 0,1566 x 10-3
Air 0,01144 23,89 x 10-6 0,01145 12,32 x 10-6

Berat jenis
Fluida
gram/cm3 pound/ft3
Udara 0,001224 0,0765
Air 1,000 62,34
DIAGRAM MOODY
Moody diagram sangat bermanfaat untuk menghitung aliran yang terjadi pada suatu pipa.

Empat bagian dari diagram Moody adalah:


Aliran laminar (laminar flow) Re <2000 - garis lurus di sisi kiri Moody
Aliran turbulen pipa halus (smooth pipe turbulent flow) (kurva gelap berlabel "smooth
pipe " dalam diagram Moody - adalah fungsi dari - hanya di wilayah ini)
wilayah benar-benar bergolak (completely turbulent region) (bagian dari diagram di
atas dan ke kanan dari garis putus-putus berlabel " complete turbulence " - adalah
fungsi dari / hanya di wilayah ini)
daerah transisi (bagian dari diagram antara "smooth pipe" garis padat dan " complete
turbulence " garis putus-putus - adalah fungsi dari kedua Re dan / di wilayah ini
dan ini bukan persamaan eksplisit untuk )
Tabel di bawah yang tepat memberikan nilai kekasaran pipa untuk beberapa bahan pipa
umum. Ini dapat digunakan untuk menghitung rasio kekasaran pipa, /.

1. Pengertian Kompresor
Kompresor merupakan mesin untuk menaikkan tekanan udara dengan cara
memampatkan gas atau udara yang kerjanya didapat dari poros. Kompresor biasanya
bekerja dengan menghisap udara atmosfir. Jika kompresor bekerja pada tekanan yang
lebih tinggi dari tekanan atmosfir maka kompresor disebut sebagai penguat (booster),
dan jika kompresor bekerja dibawah tekanan atmosfir maka disebut pompa vakum.
Kompressor dilihat dari gerakan utamanya digolongkan menjadi kompressor turbo dan
kompressor perpindahan (displacement).
Kompressor turbo terdiri dari :
Kompressor sentrifugal
Kompressor aksial
Dilihat dari tekanannya dikelompokan menjadi :
fan (kipas), tekanannya kurang dari 1 mka
Blower (peniup), tekanannya 1 10 mka
Kompressor, tekanannya lebih dari 10 mka.
Kompressor displacement yaitu :
Kompressor piston
Kompressor skrup
Kompressor root/lobe
Kompressor sudu luncur
Dalam kompresor centrifugal, suatu kecepatan keliling yang tinggi diberikan kepada fluida
yang sedang dikompresi, yang mana kecepatan keliling tersebut dikarenakan adanya putaran
impeller dengan kecepatan 3.000 27.000 rpm. (bahkan dalam hal yang khusus
kecepatannya sampai 100.000 rpm ).
Berdasarkan tekanannya, kompresor sentrifugal dibedakan menjadi :
1. Ventilator (1 m kolom air)
2. Blower (3 m kolom air)
3. Kompresor (> 3 m kolom air)
Berdasarkan perbandingan tekanan
1. Ventilator (Pd/Ps) = 1 s/d 1,1
2. Blower (Pd/Ps) = 1,1 a/s 3,0
3. Kompresor (Pd/Ps) = lebih besar dari 3,0
Berdasar konstruksinya dapat dibedakan menjadi :
1. Kompresor Radial
2. Kompresor Aksial
Selanjutnya berdasarkan tekanan Kompresor dapat dibedakan menjadi :
1. Kompresor tekanan rendah (25 atg)
2. Kompresor tekanan menengah (25 atg 100 atg)
3. Kompresor tekanan tinggi (100 atg 500 atg)
Berdasarkan pada kwantitas udara segar yang dialirkan :
1. Kompresor kecil (160 m3/Jam)
2. Kompresor menengah (160 m3/Jam 4000 m3/Jam
3. Kompresor besar (> 4000 m3/Jam)
Dalam merencanakan blower biasanya didasarkan pada kompresi adiabatis, atau kompresi
isotermis.