Anda di halaman 1dari 8

Perbandingan Sifat Fisis Senyawa Logam dengan Senyawa Non Logam

Logam Non Logam


Padatan logam termasuk
Padatan non logam biasanya
1. penghantar listrik yang 1.
bukan penghantar listrik
baik
2. Mempunyai kilap logam 2. Tidak mengkilap
Kuat dan keras (apabila
Kebanyakan non logam tidak
3. digunakan sebagai logam 3.
kuat dan lunak
paduan)
Dapat dibengkokkan dan Biasanya rapuh dan patah bila
4. 4.
diulur dibengkokkan atau diulur
Penghantar panas yang
5. 5. Sukar menghantarkan panas
baik
Kebanyakan logam
Kebanyakan non logam
6. memiliki kerapatan yang 6.
memiliki kerapatan rendah
besar
Kebanyakan logam Kebanyakan non logam
7. memiliki titik didih dan 7. memiliki titik didih dan titik
titik leleh yang tinggi leleh yang rendah

Halaman ini menjelaskan asal mula terbentuknya dua dayatarik antarmolekul yang paling lemah
gaya dispersi van der Waals dan dayatarik dipol-dipol.
Apakah dayatarik antarmolekul itu?
Ikatan antarmolekul versus ikatan intramolekul
Dayatarik antarmolekul adalah dayatarik yang terjadi antara suatu molekul dan molekul
tetangganya. Gaya tarik yang mengikat molekul secara tersendiri (sebagai contoh, ikatan
kovalen) dikenal dengan dayatarik intramolekul. Dua kata tersebut membingungkan yang mana
untuk lebih amannya membuang salah satu diantaranya dan tidak digunakan lagi. Istilah
intramolekul tidak akan digunakan lagi pada bagian ini.
Semua molekul mengalami dayatarik antarmolekul, meskipun pada beberapa kasus dayatarik
yang terjadi sangatlah lemah. Pada gas seperti hidrogen, H 2. Jika kamu memperlambat gerak
molekul melalui pendinginan, dayatarik cukup besar bagi molekul untuk tetap bersama sampai
pada akhirnya membentuk cairan dan kemudian padatan.
Pada kasus hidrogen dayatarik sangat lemah yang mana molekul membutuhkan pendinginan
sampai 21 K (-252C) sebelum dayatarik cukup kuat untuk mengkondensasi hidrogen menjadi
cairan. Dayatarik antarmolekul yang dimiliki oleh helium lebih lemah molekul tidak ingin tetap
bersama untuk membentuk cairan sampai temperatur menurun sampai 4 K (-269C).
Gaya van der Waals: gaya dispersion
Gaya dispersi (salah satu tipe dari gaya van der Waals adalah yang kita setujui pada halaman ini)
yang juga dikenal dengan gaya London (dinamakan demikian setelah Fritz London
mengusulkan untuk pertama kalinya).
Asal mula gaya dispersi van der Waals
Dipol-dipol yang berubah-ubah sementara
Dayatarik yang ada di alam bersifat elektrik. Pada molekul yang simetris seperti hidrogen,
bagaimanapun, tidak terlihat mengalami distorsi secara elektrik untuk menghasilkan bagian
positif atau bagian negatif. Akan tetapi hanya dalam bentuk rata-rata.

Diagram dalam bentuk lonjong (the lozenge-shaped) menggambarkan molekul kecil yang
simetris H2, boleh jadi, atau Br2. Tanda arsir menunjukkan tidak adanya distorsi secara
elektrik.
Akan tetapi elektron terus bergerak, serta merta dan pada suatu waktu elektron tersebut mungkin
akan ditemukan di bagian ujung molekul, membentuk ujung -. Pada ujung yang lain sementara
akan kekurangan elaktron dan menjadi +.
Catatan: (dibaca delta) berarti agak (slightly) karena itu + berarti agak positif.

Kondisi yang terakhir elektron dapat bergerak ke ujung yang lain, membalikkan polaritas
molekul.
Selubung lingkarang yang konstan dari elektron pada molekul menyebabkan fluktuasi dipol
yang cepat pada molekul yang paling simetris. Hal ini terjadi pada molekul monoatomik
molekul gas mulia, seperti helium, yang terdiri dari atom tunggal.
Jika kedua elektron helium berada pada salah satu sisi secara bersamaan, inti tidak terlindungi
oleh elektron sebagaimana mestinya untuk saat itu.

Dipol-dipol sementara yang bagaimana yang membemberikan kenaikan dayaarik


antarmolekul
Bayangkan sebuah molekul yang memiliki polaritas sementara yang didekati oleh salah satu
yang terjadi menjadi termasuk non-polar hanya saat itu saja. (kejadian yang tidak disukai, tetapi
hal ini menjadikan diagram lebih mudah digambarkan! Pada kenyataannya, satu molekul lwbih
menyukai memiliki polaritas yang lebih besar dibandingkan yang lain pada saat seperti itu dan
karena itu akan menjadi yang paling dominan).

Seperti molekul yang ditemukan pada bagian kanan, elektronnya akan cenderung untuk ditarik
oleh ujung yang agak positif pada bagian sebelah kiri.
Hal ini menghasilkan dipol terinduksi pada penerimaan molekul, yang berorientasi pada satu
cara yang mana ujung + ditarik ke arah ujung yang lain.

Pada kondisi yang terakhir elektron pada bagian kiri molekul dapat bergerak ke ujung yg lain.
Pada saat terjadi hal ini, meraka akan menolak elektron pada bagian kanan yang satunya.

Polaritas kedua molekul adalah berkebalikan, tetapi kamu masih memiliki yang + tertarik -.
Selama molekul saling menutup satu sama lain polaritas akan terus berfluktuasi pada kondisi
yang selaras karena itu dayatarik akan selalu terpelihara.
Tidak ada alasan kenapa hal ini dibatasi pada dua molekul. Selama molekul saling mendekat
pergerakan elektron yang selaras dapat terjadi pada molekul yang berjumlah sangat banyak.
Diagram ini menunjukkan bagaimana cacat secara keseluruhan dari molekul yang berikatan
secara bersamaan pada suatu padatan dengan menggunakan gaya van der Waals. Pada kondisi
yang terakhir, tentunya, kamu akan menggambarkan susunan yang sedikit berbeda selama
meraka terus berubah tetapi tetap selaras.
Kekuatan gaya dispersi
Gaya dispersi antara molekul-molekul adalah lebih lemah dibandingkan dengan ikatan kovalen
diantara molekul. Hal ini tidak memungkinkan untuk memberikan harga yang eksak, karena
ukuran dayatarik bervariasi sekali dengan ukuran dan bentuk molekul.
Seberapa jauh ukuran molekul mempengaruhi kekuatan ikatan daya dispersi
Titik didih gas mulia adalah

helium -269C
neon -246C
argon -186C
kripton -152C
xenon -108C
radon -62C
Semua unsur tersebut berada pada molekul monoatomik.
Alasan yang mendasari bahwa titik didih meningkat sejalan dengan menurunnya posisi unsur
pada golongan adalah kenaikan jumlah elektron, dan juga tentunya jari-jari atom. Lebih banyak
elektron yang kamu miliki, dan lebih menjauh sejauh mungkin, yang paling besar memungkikan
dipol sementara terbesar dan karena itu gaya dispersi paling besar.

Karena dipol sementara lebih besar, molekul xenon lebih melekat (stickier) dibandingkan dengan
molekul neon. Molekul neon akan berpisah satu sama lain pada temperatur yang lebih rendah
dibandingkan molekul xenon karena itu neon memiliki titik didih yang lebih rendah.
Hal ini adalah suatu alasan (semua yang lainnya sebanding) molekul yang lebih besar memiliki
lebih banyak elektron dan lebih menjauh dari dipol sementara yang dapat dihasilkan dan
karena itu molekul yang lebih besar lebih melekat.
Seberapa jauh bentuk molekul mempengaruhi kekuatan gaya dispersi
Ukuran molekul juga begitu. Molekul yang panjang kurus dapat menghasilkan dipol sementara
yang lebih besar berdasarkan pada pergerakan elektronnya dibandingkan molekul pendek gemuk
yang mengandung jumlah elektron yang sama.
Molekul yang panjang kurus juga dapat lebih dekat satu sama lain dayatarik meraka lebih
efektif jika molekul-molekulnya benar-benar tertutup.
Sebagai contoh, molekul hidrokarbon butana dan 2-metilpropan keduanya memiliki rumus
molekul C4H10, tetapi atom-atom disusun berbeda. Pada butana atom karbon disusun pada rantai
tunggal, tetapi 2-metilpropan memiliki rantai yang lebih pendek dengan sebuah cabang.

Butana memiliki titik didih yang lebih tinggi karena gaya dispersinya lebih besar. Molekul yang
lebih panjang (dan juga menghasilkan dipol sementara yang lebih besar) dapat lebih berdekatan
dibandingkan molekul yang lebih pendek dan lebih gemuk 2-metilpropan.
Gaya van der Waals: interaksi dipol-dipol
Molekul seperti HCl memiliki dipol permanen karena klor lebih elektronegatif dibandingkan
hidrogen. Kondisi permanen ini, pada saat pembentukan dipol akan menyebabkan molekul saling
tarik menarik satu sama lain lebih dari yang meraka bisa lakukan jika hanya menyandarkan pada
gaya dispersi saja.
Hal ini sangat penting untuk merealisasikan bahwa semua molekul mengalami gaya dispersi.
Interaksi dipol-dipol bukan suatu alternatif gaya dispersi penjumlahannya. Molekul yang
memiliki dipol permanen akan memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan
molekul yang hanya memiliki dipol yang berubah-ubah secara sementara.
Agak mengherankan dayatarik dipol-dipol agak sedikit dibandingkan dengan gaya dispersi, dan
pengaruhnya hanya dapat dilihat jika kamu membandingkan dua atom dengan jumlah elektron
yang sama dan ukuran yang sama pula. Sebagai contoh, titik didih etana, CH3CH3, dan
fluorometana, CH3F adalah:

Kenapa dipilih dua molekul tersebut untuk dibandingkan? Keduanya memiliki jumlah elektron
yang identik, dan jika kamu membuat model kamu akan menemukan bahwa ukurannya hampir
sama seperti yang kamu lihar pada diagram. Hal ini berarti bahwa gaya dispersi kedua molekul
adalah sama.
Titik didih fluorometana yang lebih tinggi berdasarkan pada dipol permanen yang besar yang
terjadi pada molekul karena elektronegatifitas fluor yang tinggi. Akan tetapi, walaupun
memberikan polaritas permanen yang besar pada molekul, titik didih hanya meningkat kira-kira
10.
.
Berikut ini contoh yang lain yang menunjukkan dominannya gaya dispersi. Triklorometan,
CHCl3, merupakan molekul dengan gaya dispersi yang tinggi karena elektronegatifitas tiga klor.
Hal itu menyebabkan dayatarik dipol-dipol lebih kuat antara satu molekul dengan tetangganya.

Dilain pihak, tetraklorometan, CCl4, adalah non polar. Bagian luar molekul tidak seragam - in
pada semua arah. CCl4 hanya bergantung pada gaya dispersi

Karena itu manakah yang memiliki titik didih yang lebih tinggi? CCl 4 tentunya, karena
CCl4molekulnya lebih besar dengan lebih banyak elektron. Kenaikan gaya dispersi lebih dari
sekedar menggantikan untuk kehilangan interaksi dipol-dipol.
Titik didihnya adalah:

CHCl3 61.2C
CCl4 76.8C

Ikatan ion jauh lebih kuat daripada ikatan kovalen karena ikatan ion terjadi akibat gaya Coulomb (gaya
elektrostatis), sedangkan ikatan kovalen terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron ikatan.
Berikut adalah perbandingan sifat fisika senyawa ion dengan senyawa kovalen.
Senyawa ion Senyawa Kovalen
1. Mempunyai titik didih dan titik leleh1. Mempunyai titik didih dan titik leleh
yang tinggi yang rendah
2. Cairan dan larutannya dapat menghantar2. Dalam wujud apapun tidak dapat
listrik (bersifat elektrolit), padatannya menghantar listrik
tidak dapat.
3. Semua senyawa elektrovalen pada suhu3. Pada suhu kamar ada yang berwujud
kamar berwujud padat padat, cair maupun gas.

Ikatan Logam
Gaya tarik menarik seperti pada molekul-molekul polar dapat juga terjadi antara muatan positif
dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari LAUTAN ELEKTRON yang bergerak bebas.
Interaksi inilah yang dikenal sebagai ikatan logam.
Unsur-unsur logam menunjukkan sifat-sifat yang khas, seperti umumnya berupa zat padat pada
suhu kamar, dapat ditempa dan merupakan penghantar listrik dan panas yang baik.
Sifat-sifat tersebut dapat dimaklumi setelah melihat bagaimana atom-atom logam dalam
membentuk ikatan logam. Atom-atom logam mempunyai elektron valensi yang kecil, sehingga
elektron valensi dapat bergerak bebas dan sangat mudah dilepaskan akibatnya elektron-elektron
valensi tersebut bukan hanya milik salah satu ion logam tetapi merupakan milik bersama ion-ion
logam yang terjejal dalam kisi kristal logam. Dapat dikatakan bahwa elektron valensi dalam
logam terdelokalisasi, membaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion positif
logam yang telah melepaskan sebagian elektron valensinya. Akibatnya terjadi interaksi antara
kedua muatan (elektron bermuatan negatif dengan ion logam yang bermuatan positif) yang
berlawanan dan membentuk ikatan logam. Gaya tarik menarik ini cukup kuat sehingga pada
umumnya unsur logam mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.
Kekuatan ikatan logam dipengaruhi oleh:
1. jari-jari atom, makin besar jari-jari atom menyebabkan ikatan logam semakin lemah
2. jumlah elektron valensi, makin banyak elektron valensinya ikatan logam semakin
kuat
3. jenis elektron s, p atau d. logam-logam blok s ikatannya paling lemah dan logam-
logam blok d ikatan logamnya paling kuat (kelas 11).