Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH PKN

ASAS KEWARGANEGARAAN

Disusun oleh :
1. Haedar Ahmad Hanafi 153122410
2. Farida Miftakhuljannah 153122410
3. Yustar Afif Priambodo 15312241028

PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa, kami panjatkan puja dan
puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah PKn
tentang Asas Kewarganegaraan ini dengan baik dan selesai tepat waktu.

Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Dra. Marwanti Widyastuti
M.Pd. selaku dosen pengampu Pendidikan Kewarganegaraan yang membimbing
kami dalam pengerjaan tugas makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada teman-teman kami yang selalu setia membantu selama proses pembuatan
makalah ini. Dalam makalah ini kami menjelaskan tentang Asas
Kewarganegaraan.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susuan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segaa saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Asas Kewarganegaraan


ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan ilmu bagi pembaca dalam hal
Asas Kewarganegaraan.

Yogyakarta, September 2016

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dewasa ini banyak warga Indonesia yang masih kurang mengerti arti dari
Kewarganegaraan Indonesia. Hal ini dekarenakan karena kurangnya
kesadaran warga Indonesia terhadap statusnya sebagai warga negara.
Banyak warga Indonesia yang belum mengetahui bagaimana cara orang
asing bisa menjadi warga Indonesia. Warga Indonesia pada umumnya belum
memahami tentang beberapa Asas Kewarganegaraan yang dianut oleh Negara
Indonesia.
Pandangan warga negara Indonesia Secara umum, apabila warga asing
telah berdomisili di Indonesia maka akan menjadi warga negara Indonesia,
namun mereka belum mengetahui secara pasti tahap-tahapnya seperti apa.
Kebingungan warga Indonesia tentang status kewarganegaraan ini mulai
muncul ketika dilaksanakannya gelaran Piala AFF Suzuki Cup di Indonesia
Pada Tahun 2010. Saat itu terdapat dua orang asing yang merubah statusnya
menjadi warga negara Indonesia, sehingga diperbolehkan membela Timas
Indonesia.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari kewarganegaraan Indeonesia?
2. Apa saja asas kewarganegaraan?
3. Apa saja unsur kewarganegaraan?

C. Tujuan
1. Mengetahui arti dari kewarganegaraan Indonesia
2. Mengetahui asas-asas kewarganegaraan
3. Mengetahui unsur-unsur kewarganegaraan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kewarganegaraan Indonesia
Istilah kewarganearaan (citizenship) memiliki arti keanggotaan yang
menunjukan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara
(Winarno, 2007 : 49). Kewarganegaraan adalah konsep dari kewargaan.
Misalnya warga dari suatu kabupaten disebut sebagai warga kabupaten,
apabla ditarik kesimpulan secara umum maka orang yang menetap di suatu
wilayah disebut warga, warga dari suatu negara dalam hal ini Indonesia
dinamakan Warga Indonesia.
Menurut Peraturan Penutup Undang-Undang No. 62 Tahun 1958 Pasal II
tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia yang di dalam mennjelasankan
bahwa kewarganwgaraan diartikan segala jenis hubungan dengan suatu
negara yang mengakibatkan adanya kewajiban negara itu untuk melindungi
orang yang bersangkutan. Sedangkan menurut UU Kewarganegaraaan
Republik Indonesia, kewarganegaraan adalah segala hal yang berhubungan
dengan negara.
Undang-undang yang mengatur tentang Kewarganegaraan adalah Undang-
undang Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan (Sunarso, dkk, 2015
: 30). Menurut Undang-Undang no.12 tahun 2006 yang menjadi warga negara
Indonesia adalah:
1. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau
berdasarkan perjanjian pemerintah Republik Indonesia dengan negara
lain sebelum undang-undang ini berlaku sudah menjadi warga negara
Indonesia (WNI).
2. Anak yang yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan
ibu warga negara Indonsia.
3. Anak yang yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga
negara Indonesia dan ibu warga negara asing.
4. Anak yang yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga
negara asing dan ibu warga negara Indonesia.
5. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara
Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau
hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada
anak tersebut.
6. Anak yang lahir dalam tenggang waktu tiga ratus (300) hari setelah
ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya warga
negara Indonesia.
7. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga
negara Indonesia.
8. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga
negara asing yang diakui oleh seorang ayah warga negara Indonesia
sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut
berusia 18 tahun atau belum kawin.
9. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu
lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
10. Anak yang baru lahir yang di temukan di wilayah negara Republik
Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.
11. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan
ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui
keberadaannya.
12. Anak yang lahir di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seoarang
ayah dan ibu warga negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara
tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada
anak yang bersangkuan.
13. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan
kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibu meninggal dunia sebelum
mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
Menurut Winarno ( 2007 : 40-50) Pengertian kewarganegaraan dibedakan
menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
1. Kewarganegaraan dalam Arti Yuridis dan Sosiologis
a) Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan
hukum antara orang-orang dengan negara. Adanya ikatan hukum itu
menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu, yaitu orang tersebut
berada di bawah kekuasaan negara yang bersangkutan. Tanda dari
adanya ikatan hukum, misalnya akta kelahiran, surat pernyataan,
bukti kewarganegaraan, dan lain-lain.
b) Kewarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan ikatan
hukum, tetapi ikatan emosional, seperti ikatan perasaan, ikatan
keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air. Dengan
kata lain, ikatan ini lahir dari penghayatan warga negara yang
bersangkuan.
Sebagai warga negara Indonesia yang ideal sebaiknya memiliki
kewarganegaraan secara yuridis yang merupakan ikatan formal dengan
negara, maupun kewarganegaraan secara sosiologis yang merupakan ikatan
emosional dalam negara yang bersangkutan.

2. Kewaarganegaraan dalam Arti Formil dan Materiil


a) Kewarganegaraan dalam arti formil menunjukan pada tempat
kewarganegaraan. Dalam sistematika hukum, masalah
kewarganegaraan berada pada hukum publik.
b) Kewarganegaraan dalam arti materiil menunjuk pada akibat hukum
dari status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga
negara.

Dengan memiliki suatu kewarganegaraan, artinya seseorang telah terikat


hukum oleh negara yang bersangkutan, sehingga berkewajiban untuk tunduk
pada hukum negara tersebut. Selain itu, negara juga melindungi warga
tersebut dari kekuasaan negara lain.
Jadi, kewarganegaraan merupakan suatu hubungan negara dengan warga
negaranya sehingga terciptalah hubungan timbal balik diantara keduanya.
Hubungan timbal balik tersebut pada warga negaranya berupa hak dan
kewajiban warga negara terhadap negaranya, sedangkan pada negaranya
yaitu kewajiban untuk menjamin dan melindungi warga negaranya tanpa
kecuali.