Anda di halaman 1dari 3

HIPERTENSI

Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau tekananan darah tinggi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah
yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal. Hipertensi dalam
bahasa inggrisnya adalah Hypertension, berasal dari dua kata yaitu Hyper yang berarti tinggi,
dan Tension yang berarti tegangan. Kondisi ini dikenal sebagai pembunuh diam-diam
karena jarang memiliki gejala yang jelas. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda
memiliki hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah. Hipertensi akan meningkatkan
risiko penyakit jantung dan stroke.
Definisi Hipertensi atau tekanan darah tinggi menurut WHO adalah peningkatan tekanan
darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada
dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang.

Sampai saat ini, hipertensi masih merupakan tantangan besar di Indonesia. Betapa tidak,
hipertensi merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer
kesehatan. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan, sebagian besar kasus
hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis. Hal ini terlihat dari hasil pengukuran tekanan
darah pada usia 18 tahun ke atas ditemukan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar
25,8%, dimana hanya 9.4% penduduk yang sudah mengetahui memiliki hipertensi. Di
samping itu, pengontrolan hipertensi belum adekuat meskipun obat-obatan yang efektif
banyak tersedia.

Penyebab Hipertensi
Penyebab hipertensi belum bisa dipastikan pada lebih dari 90 persen kasus. Seiring
bertambahnya usia, kemungkinan Anda untuk menderita hipertensi juga akan meningkat.

Faktor risiko hipertensi termasuk obesitas, terlalu banyak minum alkohol, merokok, dan
riwayat keluarga. Salah satu aspek yang paling berbahaya dari hipertensi adalah bahwa
setiap individu mungkin tidak tahu bahwa memilikinya karena tidak pernah memeriksakan
tekanan darahnya. Hampir sepertiga dari orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi
tidak tahu itu. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah tinggi adalah
melalui pemeriksaan tekanan darah yang teratur. Hal ini terutama penting jika kita memiliki
saudara atau keturunan tekanan darah tinggi.

Berikut ini adalah faktor-faktor pemicu yang diduga dapat memengaruhi peningkatan risiko
hipertensi.
Berusia di atas 65 tahun.
Mengonsumsi banyak garam.
Kelebihan berat badan.
Memiliki keluarga dengan hipertensi.
Kurang makan buah dan sayuran.
Jarang berolahraga.
Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein).
Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.
Gejala Hipertensi
Jika tekanan darah Anda sangat tinggi, mungkin ada gejala tertentu untuk melihat keluar
untuk, termasuk:
Sakit kepala yang berat
Kelelahan atau kebingungan
Masalah penglihatan (kemungkinan komplikasi ke retina mata)
Nyeri dada
Sulit bernafas
Denyut jantung tidak teratur
Adanya darah dalam urin (kemungkinan komplikasi ke ginjal)
Berdebar di dada, leher, atau telinga

Hipertensi yang tidak diobati dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk stroke, penyakit
jantung, gagal ginjal dan masalah mata. Kekuatan darah dalam menekan dinding arteri ketika
dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh menentukan ukuran tekanan darah. Tekanan yang
terlalu tinggi akan membebani arteri dan jantung Anda, sehingga pengidap hipertensi
berpotensi mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit ginjal.

Diagnosis Hipertensi
Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam
dua bilangan, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan darah saat
jantung berdetak memompa darah keluar. Sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan
darah saat jantung tidak berkontraksi (fase relaksasi) . Saat ini darah yang baru saja dipompa
keluar jantung (tekanan sistolik), berada di pembuluh arteri dan tekanan diastolik juga
menunjukkan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah.

Menurut JNC (Joint National Committee) VIII 2014, Klasifikasi Hipertensi terdiri dari :
KLASIFIKASI TEKANAN DARAH SISTOL TEKANAN DARAH DIASTOL
(mmHg) (mmHg)
Normal <120 <80
Pre-hipertensi 120-139 80-89
Hipertensi grade I 140-159 90-99
Hipertensi grade II >= 160 >=100

Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi


Jika tekanan darah Anda tinggi, pantaulah dengan ketat sampai angka tersebut turun dan
bisa dikendalikan dengan baik. Dokter biasanya menyarankan perubahan pada gaya hidup
yang termasuk dalam pengobatan untuk hipertensi sekaligus pencegahannya. Langkah
tersebut bisa diterapkan melalui:
Mengonsumsi makanan sehat.
Mengurangi konsumsi garam dan kafein.
Berhenti merokok.
Berolahraga secara teratur.
Menurunkan berat badan, jika diperlukan.
Mengurangi konsumsi minuman keras.

Mencegah hipertensi lebih mudah dan murah dibandingkan dengan pengobatan. Karena itu,
pencegahan sebaiknya dilakukan seawal mungkin. Jika didiamkan terlalu lama, hipertensi
bisa memicu terjadinya komplikasi yang bahkan bisa mengancam jiwa pengidapnya.

Referensi :
1. www.alodokter.com
2. www.depkes.go.id
3. Infodatin Hipertensi. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI