Anda di halaman 1dari 5

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH KALIMANTAN BARAT


RUMKIT BHAYANGKARA PONTIANAK

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan
yang optimal bagi masyarakat. Salah satu yang tertuang dalam Undang undang
No.23 Tahun 1992 tentang kesehatan bertujuan melindungi pemberi dan penerima
jasa pelayanan kesehatan serta memberi kepastian hukum dalam rangka
meningkatkan, mengarahkan dan memberi dasar bagi pembangunan kesehatan.
Dalam pembangunan kesehatan. Dalam pembangunan kesehatan perlu dilakukan
peningkatan pelayanan kesehatan termasuk peningkatan Pelayanan Radiologi di
Rumah Sakit.
Pelayanan gizi di rumah sakit adalah pelayanan yang diberikan dan
disesuaikan dengan keadaan pasien berdasarkan keadaan klinis, status gizi, dan
status metabolism tubuh. Keadaan gizi pasien sangat berpengaruh pada proses
penyembuhan penyakit, sebaliknya proses perjalanan penyakit dapat berpengaruh
terhadap keadaan gizi pasien. Sering terjadi kondisi pasien yang semakin buruk
karena tidak tercukupinya kebutuhan zat gizi untuk perbaikan organ tubuh. Selain
itu, masalah gizi lebih dan obesitas erat hubungannya dengan penyakit
degenerative, seperti diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan
penyakit kanker, memerlukan terapi gizi untuk membantu penyembuhannya.

B. Definisi
1. Pelayanan Gizi Rawat Inap
Pelayanan Gizi rawat adalah pelayanan gizi yang dimulai dari proses
pengkajian gizi, diagnosis gizi, intervensi gizi meliputi perencanaan ,
penyediaan makanan, penyuluhan/edukasi dan konseling gizi serta monitoring
dan evaluasi gizi.
2. Pelayanan Gizi Rawat Jalan
Pelayanan Gizi Rawat Jalan adalah serangkaian proses kegiatan asuhan
gizi yang berkesinambungan dimulai dari asesmen / pegkajian, pemberian
diagnosis, intervensi gizi dan monitoring evaluasi kepada klien / pasien di
rawat jalan.
Asuhan gizi rawat jalan pada umumnya disebut kegiatan konseling gizi
dan penyuluhan gizi.
C. Tujuan
Pedoman ini dibuat sebagai acuan pelayanan gizi di Rumah Sakit
Bhayangkara Tk.III Anton Soedjarwo, hal ini karena pelayanan gizi adalah salah
satu komponen penting dalam penatalaksanaan pasien yang dapat berperan
meningkatkan mutu gizi, sehingga pengobatan terhadap pasien menjadi lebih
terarah.
BAB II
RUANG LINGKUP

A. Unit Rawat Inap

1. Ruang Lingkup Pelayanan Gizi Rawat Inap meliputi Skrining Gizi dan Proses
Asuhan Gizi Terstandar (PAGT ).
2. Skrining Gizi bertujuan untuk mengidentifikasi pasien yang beresiko, tidak
beresiko malnutrisi atau kondisi khusus.
3. PAGT dilakukan pada pasien yang beresiko kurang gizi, sudah mengalami kurang
gizi dan atau kondisi khusus dengan penyakit tertentu.

B. Unit Rawat Jalan


Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Anton Soedjarwo Pontianak tidak dapat
melakukan Pelayanan Gizi Di Unit Rawat Jalan.
BAB III
TATALAKSANA

A. Skrining Gizi
a. Skrining dilakukan pada pasien baru 1 x 24 jam setelah pasien masuk RS.
b. Metode skring dilakukan adalah (MST)
c. Bila hasil skrining menunjukkan pasien beresiko malnutrisi, maka dilakukan
pengkajian / assessment gizi dan dilanjutkan dengan langkah-langkah proses
asuhan gizi terstandar
B. Proses Asuhan Gizi Terstandar ( PAGT )
a. Assesment /Pengkajian Gizi.
b. Assesment Gizi terdiri atas anamnesa riwayat gizi, data biokoimia, pengukuran
antropometri, pemeriksaan fisik klinis dan riwayat personal
c. Menentukan diagnosis gizi.
d. Intervensi gizi.
e. Monev ( Monitoring dan Evaluasi ).
BAB IV
DOKUMENTASI

Sop Pelayanan Gizi