Anda di halaman 1dari 21

Sri Wahyuni, S.

Farm, Apt (guru Smk Farmasi Yasari Parepare)

Pengantar

Kekurangan bahan bacaan untuk suatu mata pelajaran dirasakan hampir pada semua mata

pelajaran. Hal ini berkaitan dengan berbagai faktor seperti keterbatasan buku teks yang

tersedia, diktat ataupun hand-out yang masih kurang memadai. Karena itu, jika suatu buku

mata pelajaran dapat diterbitkan oleh seorang guru maka hal itu patut mendapat sambutan

hangat dari semua pihak.

Kepada siswa, jadikanlah buku ini sebagai bacaan dan panduan utama. Hal ini tidak berarti

siswa tidak perlu lagi membaca pustaka lain, dan terlebih lebih tidak berarti dengan memiliki

buku ini, siswa tidak perlu lagi mengikuti pelajaran sepenuhnya.

Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu

penerbitan buku ini. Semoga kita dapat meneruskan dan mengembangkan kebiasaan menulis

sehingga dari hari ke hari akhirnya kita mampu mengisi kebutuhan pendidikan dan

pengajaran ilmu kesehatan masyarakat dengan buku buku yang diperlukan.

Parepare, Agustus 2012

Penulis
KATA

PENGANTAR i

DAFTAR

ISI.. ii

BAB I KONSEP ILMU KESEHATAN

1. Pengertian Sehat.. 1

2. Mengapa Sehat itu perlu?. 2

3. Pengertian Ilmu Kesehatan Masyarakat 2

4. Ruang lingkup Ilmu Kesehatan Masyarakat 3

5. Tujuan Usaha Kesehatan Masyarakat 3

6. Prinsip prinsip Kesehatan Masyarakat 4

7. Usaha Kesehatan Masyarakat.. 4

8. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan 5

BAB II SARANA PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

1. PUSKESMAS.. 8

1. Pengertian Puskesmas.. 8

2. Fungsi Puskesmas.. 8

3. Upaya kesehatan Wajib Puskesmas.. 8

4. Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas 8

5. Pengelolaan Obat di Puskesmas. 8


B. RUMAH SAKIT. 9

1. Pengertian Rumah Sakit 9

2. Klasifikasi Rumah Sakit. 10

3. Fungsi Rumah Sakit..

C.PERBEDAAN PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS DAN RUMAH

SAKIT.. 10

BAB III KESEHATAN LINGKUNGAN

1. Pengertian Kesehatan Lingkungan 12

2. Masalah Kesehatan Lingkungan .. 13

3. Sanitasi Lingkungan. 14

4. Upaya Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup. 27

5. Penyakit-Penyakit Lingkungan. 28

BAB IV USAHA KESEHATAN SEKOLAH, UKG UKM, DAN UKJ

1. Usaha Kesehatan Sekolah 31

2. Usaha Kesehatan Gigi 33

3. Usaha Kesehatan Mata.. 33

4. Usaha Kesehatan Jiwa 35

SEMESTER II

BAB V GIZI DAN USAHA PERBAIKAN GIZI

1. Gizi. 38

2. Karbohidrat .. 38

3. Lemak.. 38

4. Protein.. 39

5. Vitamin. 39

6. Mineral.. 40
7. Serat Kasar. 40

8. Air. 40

9. Makanan Sehat dan Bergizi 40

10. Pengukuran Status Gizi 41

11. Kelompok Rentan Gizi.. 42

12. Pembinaan Keluarga Mandiri Sadar Gizi. 44

13. Penyakit Gizi.. 45

14. Upaya Perbaikan Gizi 51

BAB VI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

1. Pengertian Pertolongan Pertama.. 54

2. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan.. 54

3. Jenis Gangguan Umum,Gejala,Penyebab,&Pertolongannya.. 54

4. Peralatan P3K dan Cara Penggunaannya 60

5. Obat-obatan yang perlu disediakan pada P3K.. 61

BAB VII KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

1. Batasan Kesehatan Kerja.. 63

2. Diterminan Kesehatan Kerja. 64

3. Kemampuan Kerja. 66

4. Faktor Fisik dalam Bekerja 67

5. Faktor Manusia dalam Bekerja.. 70

6. Ergonomi 71

7. Psikologi Kerja 72

8. Kecelakaan Kerja.. 72

DAFTAR

PUSTAKA. 76
BAB I

KONSEP KESEHATAN MASYARAKAT

1. A. Pengertian Sehat

Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa

sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan beda mati pun seperti kendaraan bermotor atau

mesin, jika dapat berfungsi secara normal, maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa

kendaraannya dalam kondisi sehat. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya

merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokterpun akan menyatakan pasiennya sehat

manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien

berfungsi secara normal. Namun demikian, pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah

demikian. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2

adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta

bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Pengertian sehat tersebut

sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975

sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik

fisik, mental, dan sosial. Batasan kesehatan tersebut di atas sekarang telah diperbaharui bila

batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik,

mental, dan sosial, maka dalam Undang-Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4

aspek, yakni: fisik(badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Batasan kesehatan tersebut

diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru. Pengertian kesehatan saat

ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti

bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi

juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan

sesuatu secara ekonomi. Bagi yang belum memasuki dunia kerja, anak dan remaja, atau bagi
yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku arti produktif secara sosial.

Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah

mencapai prestasi yang baik, sedang produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau

para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat, bukan

saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat. Keempat dimensi kesehatan

tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok

atau masyarakat. Itulah sebabnya, maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat

aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain

sebagai berikut:

1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak

adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi

normal atau tidak mengalami gangguan.

2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.

Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.

Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya,

misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.

Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian,

kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha

Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik

keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana

seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.

3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau

kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status

sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.
4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti

mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya

sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau

mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh

sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni

mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi

siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan

lainnya bagi usia lanjut.

B. Mengapa Sehat Itu Perlu?

Kesehatan bukanlah segalanya, akan tetapi tanpa kesehatan segalanya itu tiada arti. Pada

dasarnya setiap orang sangat mengidam-idamkan kondisi tubuh yang sehat. Mengapa

demikian? Karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia. Kesehatan berperan

penting dalam kehidupan setiap manusia, karena :

kesehatan merupakan salah satu faktor penentu kualitas sumber daya manusia.

kesehatan sebagai suatu syarat untuk mewujudkan perkembangan jasmani, rohani

(mental), dan sosial yang serasi,

kesehatan sebagai syarat untuk melakukan aktivitas secara optimal dan pada gilirannya

akan berpengaruh terhadap prestasi dan produktivitas.

Menyadari arti dan peran penting kesehatan, maka Pemerintah Republik Indonesia melalui

Departemen Kesehatan turut mencanangkan program Kesehatan Bagi Semua tahun 2000

(Health or All by the year 2000). Tujuannya agar masyarakat Indonesia, baik di perkotaan

maupun di pedesaan menjadi masyarakat yang sehat dan kuat untuk melaksanakan

pembangunan nusa dan bangsa kita yang kini sedang giat-giatnya dilakukan. Hal ini

merupakan rekomendasi dari konferensi kesehatan se dunia di Alma Ata, Kazhaktan, tahun

1978.
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang

dilakukan oleh pemerintah dan/atau masyarakat. Hal ini berarti, bahwa dalam rangka

mewujudkan derajat kesehatan ini, kesehatan pribadi, kelompok, atau masyarakat harus

diupayakan. Upaya mewujudkan kesehatan ini dilakukan oleh pribadi, kelompok,

masyarakat, baik secara lembaga oleh pemerintah, ataupun swadaya masyarakat (LSM).

Dilihat dari sifat upaya mewujudkan kesehatan tersebut dapat dilihat dari dua aspek,yaitu

pemeliharaan kesehatan dan peningkatan kesehatan.

Pemeliharaan kesehatan mencakup 2 aspek juga, yakni: preventif (pencegahan penyakit) dan

promotif (peningkatan kesehatan) itu sendiri. Kesehatan perlu ditingkatkan karena kesehatan

seseorang itu relatif dan mempunyai bentangan yang luas. Oleh sebab itu, upaya kesehatan

promotif mengandung makna kesehatan seseorang, kelompok atau pribadi harus selalu

diupayakan sampai ke tingkat kesehatan yang optimal.

C. Pengertian Ilmu Kesehatan Masyarakat

Untuk dapat mengerti dengan baik tentang kesehatan masyarakat berikut kegiatan-

kegiatannya, kita pahami batasan batasan berikut :

Kesehatan

Menurut Undang-undang No.23 tahun 1992 pasal 1 ayat 1, kesehatan meliputi kesehatan

badan, rohani (mental) dan sosial, dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat,

dan kelemahan.

Kesehatan rohani (Kesehatan Jiwa)

Menurut Undang-undang No.23 tahun 1992 pasal 24 ayat 1, kesehatan jiwa adalah suatu

kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal

dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

Kesehatan Sosial
Kesehatan sosial adalah perikehidupan dalam masyarakat; perikehidupan ini harus

sedemikian rupa sehingga setiap warga negara mempunyai cukup kemampuan untuk

memelihara dan memajukan kehidupannya sendiri serta kehidupan keluarganya dalam

masyarakat yang memungkinkannya bekerja, beristirahat dan menikmati hiburan pada

waktunya.

Masyarakat

Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama,

sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan tentang dirinya sebagai satu

kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.

Jadi Kesmas adalah suatu usaha kelompok masyarakat untuk selalu berada pada keadaan

sejahtera baik badan, jiwa, dan sosial serta hidup produktif dari segi sosial dan ekonomis.

Menurut Winslow, Kesehatan Masyarakat adalah suatu ilmu dan seni yang bertujuan

mencegah timbulnya penyakit, memperpanjang masa hidup, dan mempertinggi nilai

kesehatan serta efisiensi melalui usaha usaha masyarakat yang terorganisasikan untuk :

1. Menciptakan lingkungan hidup yang sehat.

2. Pendidikan dalam soal-soal kebersihan perorangan,

3. Pengorganisasian usaha-usaha kedokteran dan perawatan, dalam usaha untuk

memperoleh diagnosa (pengenalan kelainan) sedini mungkin dan pengobatan serta

pencegahan penyakit,

4. Serta mengembangkan organisasi-organisasi kesejahteraan masyarakat agar dapat

menjamin setiap orang memperoleh tingkat kehidupan yang banyak dan cukup untuk

memelihara kesehatannya.
D. Ruang lingkup Ilmu Kesehatan Masyarakat

Secara garis besar, ruang lingkup Ilmu Kesehatan Masyarakat, antara lain:

Epidemiologi

Biostatik/Statistik Kesehatan

Kesehatan lingkungan

Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku

Administrasi Kesehatan Masyarakat

Gizi Masyarakat

Kesehatan Kerja

E. Tujuan Usaha Kesehatan Masyarakat

Tujuan usaha Kesehatan Masyarakat ialah agar setiap warga masyarakat dapat mencapai

derajat kesehatan yang setinggi-tingginya baik jasmani, rohani, maupun sosialnya serta

diharapkan berumur panjang.

Objek dan Bidang Kajian Ilmu Kesehatan

Sesuai dengan fokus bidang kajian yang dipelajari dan hakikat masalahnya, maka ilmu

kesehatan dalam perkembangannya dapat dikelompokkan menjadi:

1. Ilmu kesehatan pribadi (personal health) yang fokus bidang kajiannya adalah orang per

orang (pribadi).

2. Ilmu kesehatan masyarakat (public health) yang fokus bidang kajiannya adalah kelompok

manusia dalam masyarakat.

Kedua sifat keilmuan ini akhirnya masing-masing berkembang menjadi cabang ilmu sendiri.

F. Prinsip prinsip Kesehatan Masyarakat

Agar usaha kesehatan masyarakat dapat terlaksana dengan baik maka ada beberapa prinsip

pokok yang harus terpenuhi, yaitu:


1. Usaha Kesehatan Masyarakat lebih mengutamakan tindakan pencegahan (preventif)

daripada pengobatan (kuratif).

2. Dalam melaksanakan tindakan pencegahan selalu menggunakan cara-cara yang ringan

biaya dan berhasil guna.

3. Dalam melaksanakan kegiatannya lebih menitikberatkan pada masyarakat, baik

sebagai pelaku (subyek) dan sasaran (obyek) atau dengan kata lain suatu usaha dari,

oleh dan untuk masyarakat.

4. Dalam melibatkan masyarakat sebagai pelaku maka sasaran yang diutamakan adalah

masyarakat yang terorganisir.

5. Ruang lingkup usaha lebih mengutamakan masalah-masalah kesehatan

kemasyarakatan daripada kesehatan perorangan karena bila tidak ditanggulangi

dengan segera dapat mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat luas.

G. Usaha Kesehatan Masyarakat

1. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular

Penyakit menular adalah penyakit infeksi yang dapat dipindahkan dari orang atau hewan

sakit, dari reservoir ataupun dari agent lainnya ke manusia sehat. Penyakit infeksi adalah

penyakit yang disebabkan oleh suatu bibit penyakit seperti bakteri, virus, ricketsia, jamur,

protozoa dan cacing.

1. Kesehatan Ibu dan anak

Usaha KIA bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu-ibu secara teratur

dan terus menerus dalam waktu sakit dan sehat , pada masa antepartum, postpartum, dan

masa menyusui serta pemeliharaan anak-anaknya dari mulai lahir sampai masa pra sekolah.

1. Hygiene dan Sanitasi Lingkungan


Higiene dan sanitasi lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik, biologis, sosial dan

ekonomi yang mempengaruhi kesehatan manusia, dimana lingkungan yang berguna

ditingkatkan dan diperbanyak, sedangkan yang merugikan diperbaiki atau dihilangkan.

1. Usaha Kesehatan Sekolah, mata, dan jiwa serta usaha gizi akan dibahas lebih lanjut.

2. Pendidikan Kesehatan kepada masyarakat

Tujuan pendidikan kesehatan kepada masyarakat adalah untuk membantu masyarakat agar

dapat hidup sehat dengan usahanya sendiri. Setelah diberikan pendidikan misalnya mandi

yang teratur dan memakai sabun dapat menghindarkan penyakit kulit, cuci tangan sebelum

makan dapat menghindari penyakit perut menular dan lain-lain.

1. Perawatan kesehatan masyarakat

Adalah usaha perawatan yang dijalankan dalam masyarakat yang dilakukan dalam waktu

sakit maupun sehat, guna meningkatkan derajat kesehatan, memperbaiki hygiene lingkungan,

pencegahan penyakit dan rehabilitasi.

Keluarga Berencana

Adalah upaya manusia untuk mengatur secara sengaja kehamilan dalam keluarga, secara

tidak melawan hukum dan moral pancasila demi kesejahteraan keluarga.

1. Usaha Rehabilitasi

Adalah usaha untuk mengembalikan bekas penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat

berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat sesuai dengan kemampuannya.

1. Usaha Farmasi

Adalah usaha yang berkaitan dengan tugas pemerintah dalam menyediakan obat-obat, bahan

obat, perbekalan kesehatan lainnya yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat, termasuk

juga pengaturan dan pengawasan penyimpanan, peredaran dan pemakainya.

1. Laboratorium
Usaha kesehatan tidak akan berjalan baik tanpa bantuan dari laboratorium. Laboratorium ini

diperlukan untuk pemeriksaan.

1. Statistik Kesehatan

Statistik adalah suatu pernyataan jumlah atau keterangan yang sebaik-baiknya dinyatakan

dengan angka dari keadaan yang timbul dalam masyarakat. Data yang penting untuk

perencanaan dalam bidang kesehatan adalah :

Data demografi, yaitu tentang jumlah penduduk beserta pembagiannya berdasarkan

umur dan jenis kelamin.

Data vital statistik, yaitu tentang angka kelahiran, kematian, perkawinan.

Data tentang kesehatan, yaitu menyangkut macam penyakit dan kasus-kasus penyebab

kematian dan sebagainya.

Data tentang hygiene dan sanitasi lingkungan, yaitu tentang sumber air rumah tangga,

pengolahan limbah rumah tangga, keadaan perumahan dan lain-lain.

Data mengenai fasilitas kesehatan, seperti jumlah rumah sakit, puskesmas, KIA,

jumlah tenaga medis dan lain-lain.

Data mengenai lembaga pendidikan kesehatan, anggaran kesehatan dari pemerintah

dan sumber-sumber fisik seperti alat-alat kesehatan dan obat-obatan.

1. Administrasi usaha Kesehatan Masyarakat

Terdiri atas penyusunan rencana kerja, penyusunan rencana pelaksanaan, koordinasi,

pengawasan, penilaian dan tata usaha.

H. Faktor faktor yang mempengaruhi Kesehatan

1. Penyebab Penyakit (Agent)

Penyebab penyakit dapat dibagi dalam dua golongan yaitu:

1. Golongan Eksogen yaitu penyebab penyakit yang terdapat di luar tubuh manusia yang

dapat menyerang perorangan dan masyarakat.terbagi atas :


Yang nyata dan hidup, penyebab penyakit ini sering disebut bibit penyakit seperti bakteri,

virus, cacing, protozoa, jamur, dan sebagainya.

Yang nyata tak hidup terdiri dari zat-zat kimia(racun), trauma, kekurangan zat makanan.

Yang berbentuk abstrak, misalnya di bidang ekonomi (kemiskinan), Bidang sosial (orang

tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga sering melakukan tindakan-

tindakan yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku di masyarakat), bidang mental (tidak

berperikemanusiaan).

1. Golongan Endogen yaitu sifat seseorang yang dasarnya sudah ditentukan sejak lahir,

yang memudahkan timbulnya penyakit tertentu.termasuk golongan ini adalah

penyakit turunan misalnya asma, buta warna, diabetes dan sebagainya.

2. Manusia sebagai Tuan Rumah (Host)

Manusia sebagai tuan rumah, yaitu manusia yang dihinggapi penyakit, merupakan faktor

yang sangat penting. Bila seseorang ditulari bibit penyakit, maka belum tentu orang tersebut

akan menderrita sakit karena tergantung dari beberapa hal. Salah satu diantaranya ialah daya

tahan tubuh orang tersebut. Daya tahan tubuh yang tinggi, baik badan, jiwa maupun sosialnya

dapat menghindarkan manusia dari berbagai jenis penyakit. Daya tahan tubuh ini dapat

dipertinggi dengan jalan :

Makanan yang sehat cukup kualitas maupun kuantitas

Vaksinasi untuk mencegah infeksi penyakit tertentu

Cara hidup yang teratur, bekerja, beristirahat, berekreasi dan menikmati hiburan pada

waktunya

Berpengetahuan luas dengan menuntut ilmu di bangku sekolah maupun dari

pengalaman hidup di masyarakat

Patuh pada ajaran agama

Berolahraga secara teratur


Daya tahan masyarakat tergantung pada daya tahan perorangan yang membentuk masyarakat

itu. Makin tinggi daya tahan perorangan dan makin banyak orang yang meningkatkan daya

tahan tubuhnya maka makin tinggi pula daya tahan masyarakat, sehingga kesehatan

masyarakat akan semakin terjamin.

1. Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup adalah segala sesuatu baik benda maupun keadaan yang berada di sekitar

yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia dan masyarakat.

Lingkungan hidup dapat dibagi dalam 4 golongan yaitu :

1. Lingkungan biologik, terdiri atas organisme yang berada di sekitar manusia

2. Lingkungan fisik terdiri atas benda-benda yang tak hidup yang berada di sekitar

manusia. Termasuk di dalamnya udara, sinar matahari, tanah, dan air

3. Lingkungan ekonomi,merupakan lingkungan yang abstrak misalnya sifat sosial,

kebiadaban, egoistis.

Dalam hal hubungan manusia dengan lingkungan yang mengandung bahaya baginya, ada

dua tindakan yang dapat diambil agar tetap sehat, yaitu :

Tindakan yang ditujukan kepada manusia sendiri agar mempunyai daya tahan tubuh

yang tinggi serta menghindari kontak dengan bibit penyakit dan penyebab penyakit

lainnya

Tindakan yang ditujukan kepada lingkungan hidup manusia dengan maksud

mengubah lingkungan hidup, sehingga faktor yang buruk dapat diatasi sehingga tidak

membahayakan kesehatan manusia.

Kata-kata Penting

Sehat

Sakit

Promotif
Preventif

Kuratif

Rehabilitatif

Gaya hidup sehat

Upaya kesehatan

Perilaku sehat

Rangkuman

Kesehatan adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan

sosial, serta bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.

Sehat menurut WHO mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan

ekonomi.

Ilmu kesehatan pribadi fokus bidang kajiannya adalah orang per-orang (pribadial).

Ilmu kesehatan masyarakat fokus bidang kajiannya adalah kelompok manusia dalam

masyarakat.

Ilmu kesehatan lingkungan atau disebut sanitasi lingkungan merupakan ilmu kesehatan

yang mempelajari semua faktor yang ada pada lingkungan yang berkaitan dengan

perkembangan fisik dan kesehatan.

Ilmu kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan masyarakat di dalam suatu

masyarakat pekerja dan lingkungannya yang bertujuan untuk memperoleh derajat kesehatan

yang setinggi-tingginya melalui usaha-usaha preventif, promotif dan kuratif.

Latihan Uji Pemahaman

A. Lengkapilah dengan jawaban yang tepat!

1. Pengertian sehat menurut UU No. 23 Tahun 1992.

2. Sebutkan arti dan peran penting kesehatan bagi manusia .

3. Apakah tujuan mempelajari ilmu kesehatan


4. Fokus bidang kajian ilmu kesehatan pribadi adalah

5. Apakah yang dimaksud dengan upaya kuratif?

6. Apakah yang dimaksud dengan upaya rehabilitatif?

7. Apakah yang dimaksud dengan upaya preventif?

8. Apakah yang dimaksud dengan upaya promotif?

B. Berilah penjelasan dengan singkat dan benar!

1. Jelaskan tujuan Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Kesehatan ikut

mencanangkan program kesehatan bagi semua di tahun 2000(Health for All by the)!

2. Jelaskan aspek-aspek kesehatan menurut WHO

3. Jelaskan tolok ukur kesehatan dari aspek ekonomi bagi seorang pelajar!

4.Jelaskan tentang perbedaan kesehatan pribadi (personal health) dan kesehatan masyarakat

(public health)?

5. Jelaskan manfaat mempelajari ilmu kesehatan bagi kita dan masyarakat!

6. Jelaskan beberapa perilaku yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan!

C. Jelaskan sikap anda

1. Pada tempat anda bekerja, jika ada teman anda merokok di dalam ruang bagaimana sikap

anda?

2. Dalam suatu perjamuan pesta ulang tahun teman karib anda, datang seeorang yang

menawari minuman keras, tindakan apakah yang anda lakukan, mengapa demikian?

A. PUSKESMAS

1. Pengertian Puskesmas

Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat

pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping

memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah

kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.


Fungsi Puskesmas

1.

1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya

2. Membina Kesehatan Masyarakat

3. Memberikan Pelayanan secara menyeluruh

Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas

Upaya Kesehatan Wajib adalah upaya yang harus diselenggarakan oleh setiap Puskesmas

yang ada di wilayah Indonesia.Upaya Kesehatan Wajib meliputi :

1. Upaya Promosi Kesehatan

2. Upaya Kesehatan Lingkungan

3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana

4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

5. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

6. Upaya Pengobatan

Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas

Upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat

serta yang disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas.Upaya Kesehatan Pengembangan

tersebut adalah :

1. Upaya Kesehatan Sekolah

2. Upaya Kesehatan Olahraga

3. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat

4. Upaya Kesehatan Kerja

5. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

6. Upaya Kesehatan Jiwa

7. Upaya Kesehatan Mata


8. Upaya Kesehatan Usia Lanjut

9. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional

Pengelolaan Obat di Puskesmas

Pengelolaan obat di puskesmas dapat dilakukan oleh seorang apoteker atau seorang asisten

apoteker. Tugas pokoknya adalah mengelola obat-obatan di puskesmas yang meliputi :

1. Perencanaan, yaitu menyusun perkiraan kebutuhan obat tahun yang akan datang.

2. Pengadaan, yaitu melaksanakan pengambilan obat dari Gudang Farmasi.

3. Penerimaan, yaitu melaksanakan penerimaan obat yang diserahkan dari institusi yang

lebih tinggi, atau menerima pengembalian obat dari bawah.

4. Penyimpanan, yaitu kegiatan untuk mengamankan persediaan obat.

5. Distribusi, yaitu kegiatan menyerahkan obat ke unit-unit pelayanan.

6. Penggunaan, yaitu pemanfaatan obat untuk penderita yang sesuai.

7. Pencatatan dan Pelaporan, yaitu kegiatan membuat catatan dan laporan untuk tata

usaha obat-obatan di puskesmas.

Sistem Rujukan

Rujukan menurut SK Menteri Kesehatan RI Nomor 032/Birhub/72 tahun 1972, yakni

pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap suatu kasus penyakit atau masalah

kesehatan secara vertikal dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang kepada unit yang

berkemampuan cukup, atau secara horizontal dalam arti sesama unit yang setingkat

kemampuannya.

Jenis rujukan :

1. Rujukan Medis :

Konsultasi penderita, untuk keperluan diagnostik, pengobatan, tindakan operatif dan

lain-lain

Pengiriman bahan (spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap


Mendatangkan atau mengirim tenaga yang lebih kompeten atau ahli untuk

meningkatkan mutu pelayanan pengobatan setempat.

1. Rujukan Kesehatan

Survey epidemiologi dan pemberantasan penyakit atas kejadian luar biasa atau

berjangkitnya penyakit menular

Pemberian pangan atas terjadinya kelaparan di suatu wilayah

Penyidikan sebab keracunan, bantuan teknologi penanggulangan keracunan dan

bantuan obat-obatan atas terjadinya keracunan massal.

Pemberian makanan, tempat tinggal dan obat-obatan untuk pengungsi atas terjadinya

bencana alam

Saran dan teknologi untuk penyediaan air bersih atas masalah kekurangan air bersih

bagi masyarakat umum

Pemeriksaan spesimen air di Laboratorium Kesehatan dan sebagainya.

B. RUMAH SAKIT

1. Pengertian Rumah Sakit

Rumah sakit adalah suatu struktur terorganisasi yang menggabungkan semua profesi

kesehatan, fasilitas diagnostik dan terapi, alat dan perbekalan kesehatan serta fasilitas fisik ke

dalam suatu sistem terkoordinasi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

1. Klasifikasi Rumah Sakit

Berdasarkan kepemilikannya, Rumah Sakit digolongkan :

1) Rumah Sakit Pemerintah, yaitu Rumah Sakit yang langsung dikelola oleh Departemen

Kesehatan; Pemerintah Daerah, DepHanKam, maupun BUMN.

2) Rumah Sakit Swasta, Berdasarkan SK Menkes No 860b/Menkes/SK/XII/1987 tgl 11

Desember 1987 Rumah Sakit Swasta diklasifikasikan menjadi Rumah Sakit Swasta Pratama,

Rumah Sakit Swasta Madya, dan Rumah Sakit Swasta Utama.


Berdasarkan Klasifikasi Rumah Sakit Dibedakan atas :

1) Rumah Sakit Umum Kelas A, yaitu Rumah Sakit Umum yang mempunyai fasilitas dan

kemampuan pelayanan medik spesialistik luas dan sub spesialistik luas, umumnya dengan

kapasitas tempat tidur lebih dari 1000 bed.

2) Rumah Sakit Umum Kelas B, yaitu Rumah Sakit Umum yang mempunyai fasilitas dan

kemampuan pelayanan medis sekurang-kurangnya 11 orang spesialistik dan sub spesialistik

terbatas, kapasitas tempat tidur 500-1000 bed.

3) Rumah Sakit Umum Kelas C, yaitu Rumah sakit Umum yang mempunyai fasilitas dan

kemampuan pelayanan medis spesialistik dasar dengan kapasitas tempat tidur 150-500 bed.

4) Rumah Sakit Umum Kelas D, yaitu Rumah Sakit Umum yang mempunyai fasilitas dan

kemampuan pelayanan medis dasar dengan kapasitas tempat tidur 50-150 bed.

Berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan, Rumah Sakit dikelompokkan menjadi :

1) Rumah Sakit Umum, yaitu rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan kepada

semua jenis penyakit dari yang bersifat dasar, spesialistik, dan sub spesialistik

2) Rumah Sakit khusus, yaitu rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan

berdasarkan penyakit tertentu. Misalnya : Rumah Sakit jiwa, Rumah Sakit Kusta, Rumah

Sakit jantung.

3. Fungsi Rumah Sakit

Fungsi Rumah Sakit antara lain :

1) Menyelenggarakan pelayanan medik

2) Menyelenggarakan pelayanan penunjang medik dan non-medik

3) Menyelenggarakan pelayanan rujukan

4) Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan

5) Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan

6) Menyelenggarakan administrasi umum dan keuangan