Anda di halaman 1dari 13

Analisis dan Simulasi Gelombang Berulang Kompleks (Khairunnisa)

ANALISIS DAN SIMULASI GELOMBANG BERULANG


KOMPLEKS DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA
PEMROGRAMAN MATLAB
Khairunnisa(1)
(1)
Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Banjarmasin

Ringkasan
Sinyal sinusoida dengan frekuensi yang berubah-ubah adalah salah satu sinyal yang pa-
ling banyak digunakan dalam uji coba peralatan elektronika. Respon suatu saluran pada
gelombang jenis ini dapat ditentukan dengan mudah, baik secara matematis maupun
secara pengukuran, dan hasilnya pun dapat diperluas sehingga mencakup juga bentuk-
bentuk gelombang lain yang direpresentasikan oleh serangkaian gelombang sinusoida.
Perlu adanya semacam bahasa pemrograman yang mudah dipahami untuk membantu
kita menganalisis persamaan dan bentuk gelombang dengan perulangan. Salah satu pe-
rangkat lunak yang mendukung adalah Matlab.
Kata Kunci : Sinusoida, gelombang berulang kompleks, matlab

1. PENDAHULUAN Setiap fungsi gelombang yang periodik


(berulang pada setiap interval waktu tertentu)
Analisis sinyal atau gelombang bisa dikata- dapat dinyatakan sebagai jumlah fungsi sinus
kan sudah merupakan makanan sehari-hari ba- dan kosinus yang tak berhingga banyaknya
gi orang-orang yang berkecimpung dalam bi- yang dihubungkan secara harmonis. Dari ben-
dang teknik elektro. Walaupun keahlian mereka tuk gelombang yang dihasilkan, kita dapat me-
masing-masing terkonsentrasi pada ruang ling- nentukan apa dan bagaimana sifat dari rangkai-
kup yang berbeda-beda, seperti tenaga listrik, an yang kita buat, dan apa guna rangkaian, se-
elektronika, telekomunikasi atau sistem kontrol, hingga memudahkan kita untuk menganalisis
tetapi pengetahuan dasar yang wajib mereka sistem yang terdiri dari rangkaian tersebut.
miliki adalah sama, salah satu pengetahuan Fungsi gelombang yang dihasilkan dapat ki-
dasar tersebut adalah kemampuan untuk me- ta gambarkan secara manual dengan mengikuti
nganalisis gelombang. prosedur penggambaran sketsa grafik yang su-
Hampir semua bahasan teknik elektro pasti dah kita dapatkan dalam pelajaran matematika
melibatkan gelombang. Seperti : Rangkaian Lis- umum. Tetapi untuk gelombang yang merupa-
trik, Pemrosesan Sinyal Digital, Teori Kontrol, kan bentuk penggambaran frekuensi kompleks,
Aljabar Linier, Sinyal dan Sistem, Sistem Linier, yang juga merupakan bahasan yang tidak dapat
Matematika Terapan, Matematika Teknik Ting- dihindari dalam bidang teknik elektro, apalagi
kat Lanjut dan banyak lagi. jika kita berbicara tentang tak berhingga, tentu
Jika kita berbicara masalah gelombang ten- kita akan mengalami kesulitan dalam penggam-
tunya tidak akan lepas dari bahasan frekuensi barannya. Walaupun dengan keuletan yang
kompleks yang merupakan bagian dari respon tinggi, tetap saja akan memakan waktu yang
yang dihasilkan suatu rangkaian listrik dan lama. Untuk itu perlu adanya semacam bahasa
memberikan ragam bentuk sinyal atau gelom- pemrograman yang mudah dipahami untuk
bang fungsi pemaksa, misal : arus searah, eks- membantu kita dalam menggambar bentuk ge-
ponensial, gelombang pulsa, segiempat, gigi lombang yang kita inginkan, salah satunya pe-
gergaji atau sinusoida. rangkat lunak yang mendukung adalah Matlab.
Di antara semua bentuk gelombang, gelom-
bang eksponensial dan sinusoida merupakan 2. GELOMBANG BERULANG KOMPLEKS
bentuk gelombang yang paling mudah dibang-
kitkan dan juga paling mudah dianalisis. Ala- Setiap bentuk gelombang yang lain daripa-
sannya adalah karena respon suatu saluran pa- da gelombang sinus atau kosinus, yang beru-
da gelombang jenis ini dapat ditentukan dengan lang kembali pada setiap selang waktu yang
mudah, baik secara matematis maupun secara teratur (regular interval) dinamakan sebagai ge-
pengukuran, dan hasilnya pun dapat diperluas lombang berulang kompleks (complex repetitive
sehingga mencakup juga bentuk-bentuk gelom- wave).
bang lain yang direpresentasikan oleh serang- Sinusoida merupakan salah satu fungsi ma-
kaian gelombang sinusoida. tematika berulang yang paling sederhana. Si-
Jurnal INTEKNA, Tahun XII, No. 2, Nopember 2012 : 140 - 152

nyal sinusoida dengan frekuensi yang berubah- Persamaan (2) disebut sebagai deret Fourier
ubah adalah salah satu sinyal yang paling ba- trigonometri dari f(t).
nyak digunakan dalam uji coba peralatan elek- Nilai koefisien a dan b dapat ditentukan de-
tronika. Fungsi-fungsi berulang lainnya seperti ngan mengintegrasikan kedua ruas persamaan
gelombang segiempat, gelombang segitiga dan (2) sepanjang periodanya, yaitu :
gelombang gigi gergaji, yang merupakan ben- T T ~ T (3)
f (t )dt
1
a 0 dt ( a n cos n 0 t bn sin n 0 t ) dt
tuk-bentuk gelombang penting dalam teknik 0 0
2
n 1 0
elektro, tidak sesederhana fungsi sinusoida. Kita selesaikan persamaan setiap suku dalam
Spektrum untuk setiap geelombang berulang
sigma () pada persamaan (3), yakni :
kompleks dapat diperoleh dengan suatu metode T T T
matematis yang dikenal sebagai metode Fou- (a cos n t b sin n t )dt = a cos n t dt b sin n t dt
n 0 n 0 n 0 n 0
rier. 0 0 0

=
an
sin n0t T0 bn cos n0t T0
n0 n0
f(t) f(t)
A
T T =
an
sin n0T sin n0.0
f (t) cost n0

n cos n0T cos n0 .0


b
0
2
3
2
2 t 0 t n0
f (t) sint
-A Karena, T = 2/0, maka
T
(a) (b)
(a cos n 0 t bn sin n 0 t ) dt =
an
sin n 2 sin 0
n 0
n
f(t) f(t) 0
T T

bn
cos n 2 cos 0
n 0

= n 0 0 n 1 1
0 t 0 t
a b
n0 n0
= 0 (nol)
(c) (d)
setiap suku dalam sigma () adalah 0 (nol),
maka :
Gambar 1. Fungsi berulang (a) sinusoida (b) ~ T =0
segitiga (c) segiempat (d) gigi gergaji (an cos n0t bn sin n0t )dt
n 1 0
3. METODE FOURIER sehingga persamaan (3) diubah menjadi :
T T
(4)
Fungsi Berulang
f ( t )dt 1 a dt
0

0
2 0

Jika suatu fungsi f(t) mempunyai bentuk ge-


Persamaan (4) diselesaikan, sedemikian hingga
lombang (yaitu lengkungan f(t) yang dilukis ter-
didapat persamaan untuk a0 :
hadap sumbu waktu t) sedemikian hingga : T T
f (t ) f (t T ) 2 f (t )dt a0 dt a0 t 0 a 0 [ T - 0 ] a0T
T
(1)
0 0
maka fungsi itu dikatakan berulang dengan peri-
Sehingga :
oda T. (Frekuensi f T1 Hz) T
2 (5)
Ahli matematika Perancis Jean Baptise Jo- a0
T f (t ) dt
0
seph Fourier membuktikan bahwa setiap fungsi
Jika kedua ruas persamaan (3) dikalikan de-
berulang sembarang dapat diwakili oleh suatu
deret sinusoida tak hingga (Mismail, 1997 : ngan cos m 0 t dan m adalah bilangan bulat,
181), yaitu : maka :
f (t ) 12 a 0 a1 cos 0 t a 2 cos 2 0 t ... b1 sin 0 t b2 sin 2 0 t ... T
T ~ T

f (t ) cos m t dt cos m t
0 0
1
2 a 0 dt a n cos n 0 t dt
0 0 n 1 0
Secara ringkas ditulis sebagai : ~ T

~ bn sin n 0 t dt
f (t ) 12 a 0 (a n cos n 0 t bn sin n 0 t ) (2) n 1
n 1
(6) 0

dimana : Jika diselesaikan analisa matematikanya untuk


0 = 2f = (frekuensi sudut dasar) setiap integral :
a0
s in m 0 t T0
T
an & bn = koefisien Fourier yang besarnya 0
1
2
a 0 co s m 0t d t =
2m0
tergantung pada f(t)
a0 = ordinat rata-rata atau komponen searah f(t) =
a0
s in m 2 s in 0
2m0
(a1cos 0t + b1sin 0t) = komponen dasar yang
mempunyai frekuensi dan perioda sama seperti =
a0
0 0 = 0 (n o l)
gelombang aslinya. 2m0
Analisis dan Simulasi Gelombang Berulang Kompleks (Khairunnisa)

Untuk persamaan dalam sigma. Dengan Sehingga persamaan (6), untuk m = n, dapat
mengingat rumus fungsi trigonometri : ditulis sebagai :
cos A cos B = [cos (A + B) + cos (A B)] T T

cos A sin B = [sin (A + B) sin (A B)] f (t) cos m0t dt


0
= an cos m0t cos n0t dt
0
sin A cos B = [sin (A + B) + sin (A B)] T T T
sin A sin B = -[cos (A + B) cos (A B)] f (t) cos n0t dt = an cos n0t cos n0t dt an cos2 n0t dt
Ada dua kemungkinan nilai m dan n, 0 0 0

yaitu : m n dan m = n T
T
Untuk m n f (t) cos n t dt
0
0 = an
2
T T
cosm t cosn t dt = cos(m n) t cos(mn) t dt
0
0 0
1
2 0 0 0 Maka :
T T
1 1 2
T 0
1
=
2 (m n)0
sin(m n)0t
(m n)0
sin(m n)0t an f (t ) cos n 0t dt (7)
0
1 sin(m n)2sin0 sin(m n)2sin0
= n = 1,2,3,(bilangan bulat)
2 (m n)0 (m n)0 Jika kedua ruas persamaan (3) dikalikan de-
1 00 0 0 ngan sin m0t dan m adalah bilangan bulat,
= = 0 (nol)
2 (m n)0 (m n)0 dengan cara yang sama :
T T T
cosmtsinnt dt = sin(mn)t sin(mn)t dt
0
0 0
1
2 0 0 0
f (t) sinm t dt 0
T (8)
1 1 0
1
= cos(mn)0t cos(mn)0t T 1 ~ T ~ T

2(mn)0 (mn)0 0 sinm0t 2 a0dt an cosn0t dt bn sinn0t dt
1cos(mn)2cos0 cos(mn)2cos0 0 n1 0 n1 0
= Jika diselesaikan analisa matematikanya
2 (mn)0 (mn)0
untuk setiap integral :
1 11 11 a0
cos m0t T0
T
= =0(nol)
2(mn)0 (mn)0 1
0 2
0a sin m0t dt =
2m0
Untuk m = n
a0
T T
cos m2 cos 0
cos m t cos n t dt = cos n t cos n t dt
=
0
0 0
0
0 0 2m0
T
cos n t dt = cos n t d (sin n t )
T
2
a0
0 0 0
1 1 = 0 (nol)
= cos n t sin n t sin n t d (cos n t )
0 0
=
0 0 0 0
2m0
= cos n t sin n t sin n t dt
0 0
2
0
Untuk m n
= cos n t sin n t (1 cos n t ) dt
T T

0 0
2
0
sinmtcosnt dt = sin(mn)t sin(mn)t dt
0
0 0
1
2 0 0 0

= cos n t sin n t dt cos n t dt


T
2 1 1 1
0 0 0 = cos(mn)0t cos(mn)0t
2(mn)0 (mn)0 0
= cos n t sin n t t
T
2 cos n t dt 2 T
0 0 0 0
0
1cos(mn)2cos0 cos(mn)2cos0
= (cos n2 sin 2 T ) (cos 0 sin 0 0) =
2 (mn)0 (mn)0
= T
T 1 11 11
0
cos 2 n 0 t dt =T
2
= = 0 (nol)
2(mn)0 (mn)0
Atau, T T
T T
sinm t sinn t dt = cos(mn) t cos(mn) t dt
1

cosm0tsinn0t dt = cosn0t sinn0t dt


0 0 2 0 0 0
0
0 0 T
1 1 1
T
sin(m n)0t sin(m n)0t
sin(nn) t sin(nn) t dt
=
= 1
2 0 0 0 2 (m n)0 (m n)0 0
T T 1 sin(m n)2sin0 sin(m n)2sin0
= 1
2 0 sin(nn) t dt sin2n t dt
0
1
2 0 0
=
2 (m n)0

(m n)0


= 1 1

2 2n0
cos2n0t 0 4n10 cos4n cos0
T
=
1 00

00
= 0 (nol)
2 (m n)0 (m n)0
= 1
4n0 11 = 0 (nol) Untuk m = n
Setiap suku di ruas kanan pada persamaan (6) T T

di atas adalah sama dengan nol. Kecuali untuk


0
sin m0t cos n0t dt =
0
sin n0t cos n0t dt
T
T = 1
sin( n n)0t sin( n n)0t dt
m = n, untuk persamaan
cos m0t cos n0t dt : 2 0
T T

0
T T
= 1
2 0 sin(n n)0 t dt 1
2 0 sin 2n0 t dt
a n cos m 0 t cos n 0 t dt = a n cos n 0 t dt 2
= 1 1
cos 2n0 t
T
1
cos 4n cos 0
0 0 2 2 n0 4 n0
0

= an
T = 1
4 n0 1 1 = 0 (nol)
2
Jurnal INTEKNA, Tahun XII, No. 2, Nopember 2012 : 140 - 152

T T
Tampak persamaan (10) merupakan kasus
sin m t sin n t dt = sin n t sin n t dt
0
0 0
0
0 0
khusus untuk persamaan (11), dimana n = 0.
T
sin n t dt = sin n t d (cos n t)
T
2
0 0 0 Karena alasan itu juga, maka suku konstan-
= sin n t cos n t cos n t d (sin n t )
0 0

0 0 0 0 tanya menggunakan 12 a 0 bukan a 0 . Dengan


= sin n t cos n t cos n t dt 0 0
2
0
cara yang sama, dapat juga dibuktikan bahwa
= sin n t cos n t (1 sin n t) dt 2 integrasi sepanjang setiap selang T memberi-
0 0 0

= sin n t cos n t dt sin n t dt


kan hasil yang sama (misal : dari t0 sampai de-
2
0 0 0 ngan t0 + T) yaitu :
t 0 T
= sinn0t cosn0t t0
T
2 sin2 n0t dt
T
2
0
= (sin n2cosn2 T) (sin0cos0 0)
a0
T f (t )dt
t0
(14)

= T t 0 T
2
f (t ) cos n t dt
Atau,
T an (15)

0
sin 2 n0t dt =T T
0 2 t0
t 0 T
Setiap suku di ruas kanan pada persamaan (8) 2
di atas adalah sama dengan nol. Kecuali untuk
T
bn
T f (t ) sin n t dt 0 (16)


t0
m = n, untuk persamaan sin m0t sin n0t dt :
0 n = 1,2,3,(bilangan bulat)
T T
bn sin m0t sin n0t dt = bn sin n0t dt 2
0 0 Bentuk Kompleks
T Berdasarkan Rumus Euler, dimana diru-
muskan : e = cos + j sin
= bn j
2
maka :
Sehingga persamaan (8), untuk m = n, dapat
ditulis sebagai : e jn0t e jn0t (cos n0t j sin n0t) (cos n0t j sin n0t)
=
T T 2 2
f (t)sin m t dt
0
0 = bn sin m0t sin n0t dt
0
=
2 cos n0t
= cos n0t
T T T
2
e jn0t e jn0t (cos n0t j sin n0t) (cos n0t j sin n0t)
f (t)sin n t dt 0 = bn sin n0t sin n0t dt bn sin2 n0t dt =
0 0 0 j2 j2
2 j sin n0t
T
T
f (t)sin n t dt
0
0 = bn
2
=
j2
= sin n0t

Sehingga :
Maka : e jn 0t e jn 0 t
T
cos n 0 t =
2 2 (17)
T 0
bn f (t ) sin n0t dt (9)
jn 0 t
e e jn 0 t
sin n 0 t =
n = 1,2,3,(bilangan bulat) (18) j2
Persamaan (13) dapat ditulis kembali se-
Koefisien Fourier dapat kita tulis kembali : bagai :
~

T
f (t ) = 1
2
a0 (a n cos n 0 t bn sin n 0 t )
2 n 1

T 0
a0 f (t )dt (10) ~
e jn 0t e jn 0t e jn 0t e jn 0t
= 1
2
a0 (a n bn )
n 1 2 j2
~
e jn 0t e jn 0t e jn 0t e jn 0t
2
T
= 1
a0 (a n jbn )
an f (t ) cos n 0t dt (11) 2
n 1 2 2
T0 1
? ingat : j
j
2
T ~
a e jn 0t a n e jn 0t jbn e jn 0t jbn e jn 0t
= 12 a0 ( n
T 0
bn f (t ) sin n 0 t dt (12) )
n 1 2 2

n = 1,2,3,(bilangan bulat) ~
a jbn jn0t a n jbn
f (t ) 12 a 0 e jn0t n e
Adalah koefisien untuk deret Fourier n 1 2 2
trigonometri : (19)
~
f (t ) 12 a 0 (a n cos n 0 t bn sin n 0 t ) (13)
n 1
Misalkan : c n a n jbn dan c n* a n jbn
2 2
Analisis dan Simulasi Gelombang Berulang Kompleks (Khairunnisa)

Maka : ~
a jbn jn0t an jbn
2
t 0 T
f (t ) cos n0tdt j T2
t 0 T
f (t ) sin n 0tdt
f (t) = 12 a0 e jn0t n e
cn =
T
t0 t0 n1 2 2
2


~
t 0 T t0 T
= c0 e jn0t cn e jn0t cn
= 1
T
t0
f (t ) cos n 0 tdt j T1
t0
f (t ) sin n 0 tdt n1
~ ~
t 0 T = c0 e jn0t cn e jn0t cn
= 1
T f (t )(cos n t j sin n t)dt
t0
0 0
n1 n1
Untuk deret sigma ke-2, nilai minus ()
t 0 T t 0 T
penjumlahan menurut bilangan bulat dari 1 ke ~
f (t ) cos n0tdt j T f (t ) sin n0tdt
2 2
T lebih praktis jika diadakan penjumlahan dari 1
* t0 t0
c =
n 2 ke -~, dan c0 tidak ditulis lagi karena sudah
t0 T t0 T termasuk pada suku e jn 0t c n dalam batas sig-
= 1
T f (t) cos n tdt j f (t) sin n tdt0
1
T 0 ma 0 n ~ untuk n = 0, sehingga :
t0 t0 ~ ~
t0 T f (t ) e jn0t c n e jn0t
cn
= 1
T f (t)(cos n0t j sin n0t)dt
t0
n 0 n 1

Sehingga : Atau secara ringkas :


t0 T

f (t)(cos n t j sin n t)dt


~

e
1
cn = jn 0t
T
t0
0 0
f (t ) cn (24)
t0 T
n~

f (t)e
jn0t
cn 1
T
dt (3.20)
t0
Dengan cn berdasarkan persamaan (20) adalah
(20)
Dan t 0 T
t0 T
f (t )e
jn 0 t
cn 1
dt
f (t)(cos n0t j sin n0t)dt
cn* = 1 T (25)
T
t0
t0
t0 T

f (t)e
jn0t Persamaan (24) dikenal sebagai bentuk
cn* = 1
T
dt (3.21)
t0
kompleks dari gelombang berulang.
(21)
*
Perhatikan bahwa : c n = c n (mengganti n 4. MATLAB
pada c n menjadi -n) Matlab memiliki beberapa jendela pada mo-
nitor. Dari semua jendela itu jendela Command
t 0 T merupakan tempat interaksi utama Matlab. Jen-
f (t )e
jn 0t
cn 1
T dt (22) dela tersebut ditunjukkan dalam gambar 2.
t0 Tulisan adalah prompt Matlab. Pada saat
jendela Command aktif, kursor (umumnya ber-
Jika n = 0, maka : kedip) seharusnya tampak di sebelah kanan
t0 T prompt. Prompt dan kursor menunjukkan bahwa
f (t ) e
1 j ( 0 ) 0 t Matlab sedang menunggu perintah untuk men-
c0 = T
dt
t0 jawab suatu persoalan persamaan matematika.
t0 T

f (t ) e Operasi Matematika Sederhana


1 0
c0 = T
dt
t0
Seperti sebuah kalkulator, Matlab dapat me-
t0 T ngerjakan matematika sederhana. Cukup de-
c0 = 1
T f (t )dt
t0
ngan menuliskan persamaan yang ingin dipe-
cahkan, dan dengan menekan tombol Enter ()
di keyboard, Matlab akan segera menampilkan
Bandingkan dengan persamaan (14), tampak hasil perhitungannya. Contoh :
bahwa : 10 + 3 + 7
ans =
c0 12 a 0 (23) 20
10 + 5 ;
Persamaan (19) dapat ditulis kembali sebagai :
Jurnal INTEKNA, Tahun XII, No. 2, Nopember 2012 : 140 - 152

Matlab menyebut jawaban sebagai ans Pada Matlab versi 6, jendela M-file bisa
(singkatan dari answer). Semicolon (titik koma) langsung di temukan di tool bar : Start Pro-
yang diletakkan pada akhir baris, membuat Mat- gram Matlab M-file. File bisa disimpan di
lab mengerjakan perintah tersebut tetapi tidak mana saja. Untuk menjalankan program cukup
menampilkan hasilnya. dengan mengisi stack jendela command sesuai
dengan lokasi dimana file di simpan, kemudian
dengan cara yang sama ketikkan nama file di
jendela command

Gambar 2. PC Command Window

Tabel 1. Operasi Aritmatik Dasar Matlab yang


akan digunakan

Contoh
Perintah
Operasi Simbol Persamaan Gambar 3. Jendela Script M-File
Matlab
Matematika
Penambahan + 5+3 5+3 Variabel
Pengurangan 22 - 10 22 10
Perkalian * 3,5 x 2 3,5 * 2
Seperti bahasa komputer lainnya, Matlab
Pembagian / atau \ 56 : 8 56/8 = 8\56 mempunyai aturan penamaan variabel. Aturan
Pemangkatan ^ 52 5^2 penamaan variabel Matlab selengkapnya ada-
Sinus sin sin sin (pi) lah sebagai berikut :
Cosinus cos cos cos (pi) - Nama variabel harus terdiri dari satu kata tan-
Tangen tan tan tan (pi) pa spasi.
(Hanselmen, Littlefield, 2001 : 5) Contoh yang benar : gelombang_berulang,
fungsi_sinusoida
Script M-File Contoh yang salah : gelombang berulang,
Beberapa perintah bisa langsung diketikkan fungsi sinusoida
di jendela command, tapi jika kita ingin mengu- - Nama variabel dibedakan antara huruf kecil
lang perintah, kita harus mengetikkan ulang pe- dan huruf capital.
rintah tersebut. Hal ini mudah jika masalah yang Contoh : sinyal, Sinyal, siNYal dan SINYAL,
dihadapi sederhana. Akan tetapi jika jumlah pe- semuanya adalah variabel yang berbeda.
rintahnya sangat banyak, maka mengetikkan - Panjang maksimal nama variabel adalah 31
kembali perintah-perintah tersebut tentu akan karakter, dan karakter setelah karakter ke-31
sangat melelahkan dan membosankan. Untuk diabaikan.
itu, Matlab menyediakan suatu format teks file - Nama variabel harus diawali dengan huruf.
yang disebut script M-file. Ciri format teks Contoh yang benar : S1, R3, resistor3.
script M-file adalah nama file diakhiri dengan Contoh yang salah : 2resistor, 3rangkaian
ekstensi .m. Contoh nama file script M-file : - Variabel dengan karakter tanda baca tidak di-
sinusoida.m, sinyal_kompleks.m. perbolehkan karena banyak di antaranya
Pada Matlab versi 5 ke bawah, jendela M- yang mempunyai arti tersendiri dalam Matlab.
file dibuka dari menu File New M-file. Su- Seperti : titik (.) , koma (,), titik koma (;), tanda
atu jendela teks editor akan ditampilkan dan kita petik ( dan ), tanda seru (!) dsb.
bisa langsung mengetikkan program yang kita Matlab memiliki beberapa variabel khusus,
inginkan. File disimpan di folder Matlab\work\ salah satunya yang akan sering digunakan da-
Untuk menjalankan program cukup dengan lam tulisan ini adalah : pi , yang pada matema-
mengetikkan nama file di jendela command ke- tika dikenal sebagai dan bernilai 22/7 atau
mudian tekan enter (). sekitar 3,14.
Analisis dan Simulasi Gelombang Berulang Kompleks (Khairunnisa)

Perintah-perintah Matlab Khusus dan menskala sumbu y dengan skala yang


a. linspace sesuai. Format penulisannya :
Perintah linspace adalah salah satu perin- ezplot (y) Menggambar grafik fungsi y
tah Matlab untuk operasi array, yaitu ope- ezplot (y , [a b]) Menggambar grafik
rasi yang dilakukan pada beberapa bilang- fungsi y untuk a t b
an dalam waktu yang sama. Format penu-
lisan perintah linspace didefinisikan sebagai h. stem
linspace(nilai_pertama, nilai_terakhir, Berfungsi untuk membuat suatu grafik dari
jumlah_elemen) titik-titik data dalam suatu fungsi, dihubung-
kan dengan sumbu mendatar oleh suatu
b. plot garis. Dalam penggambaran sinyal atau
Perintah plot digunakan untuk menggam- gelombang, fungsi stem bermanfaat untuk
barkan grafik dua dimensi. Format penulis- menggambarkan spektrum dari gelombang.
an perintah plot didefinisikan sebagai : Format penulisannya :
plot(x , y) stem (x , y)
Artinya, Matlab akan menggambarkan fung-
si y = f(x) terhadap variabel-variabel x. 5. HASIL DAN PEMBAHASAN
Sumbu vertikal adalah titik-titik y dan sumbu
horizontal adalah titik-titik x. Untuk lebih jelasnya memahami pembuatan
plot (x , y , x , z) program tampilan simulasi gelombang berulang
Adalah perintah untuk menggambarkan gra- kompleks, akan lebih baik jika terlebih dahulu
fik dua fungsi (y = f(x) dan z = f(x)) dalam membuat semacam persoalan sehingga aplika-
satu grafik terhadap variabel yang sama (x). si program bisa lebih mudah dipahami. Bentuk-
bentuk gelombang yang dibahas adalah bentuk
c. axis gelombang yang sering kita temukan dalam
Perintah axis berfungsi untuk pengontrolan rangkaian listrik.
lengkap terhadap penskalaan dan tampilan
sumbu vertikal dan horizontal pada grafik. Analisa Gelombang Berulang untuk Pulsa
Format perintah yang biasanya digunakan Segi Empat
adalah: Misalkan suatu rangkaian menghasilkan
axis ([x_min x_max y_min y_max]) bentuk pulsa seperti yang ditunjukkan dalam
gambar 4 berikut :
d. xlabel dan ylabel
Berfungsi untuk memberi label (keterangan) f(t)
T
pada sumbu vertikal dan horizontal. Format
6
penulisannya adalah :
xlabel ( label sumbu x )
ylabel ( label sumbu y ) -2 -1 0 1 2 3 5 6 t

e. syms
Adalah perintah untuk menciptakan variabel Gambar 4. Gelombang Pulsa Segiempat
simbolik sehingga variabel-variabel tidak
perlu didefinisikan terlebih dahulu. Jumlah Dari gambar bisa kita lihat bahwa :
variabel tidak dibatasi. Format penulisannya
adalah : 0 2 t 1
syms variabel1 variabel2 variabel3
f (t ) 6 1 t 1 dan f (t 4) f (t )
0 1 t 2
f. symsum
Fungsi sysum digunakan untuk menemukan
2 2
jumlah simbolik suatu ekspresi. Bentuk for- T = 4, maka 0 =
mat penulisan fungsi symsum : T 4 2
- symsum (f , a , b) menghasilkan
b Berdasarkan persamaan (14), (15) dan (16),
f ( x) maka :
20
t T

T t0
a
a0 = f (t)dt
g. ezplot
2 6 1
Fungsi ezplot untuk menggambarkan grafik =
2 1

6 dt t1 3[1 (1)] 3 2 6
fungsi simbolik dalam domain 2 t 2 4 1 4
Jurnal INTEKNA, Tahun XII, No. 2, Nopember 2012 : 140 - 152

t T 5
20
an = f (t)cosn0t dt 4

T t0 3

n 32 n
1 2
21 1
=
4 1
6 cosn0t dt 3 cos t dt
1 2
sin t
n 2 1
1

fungs i f(t)
0
6 n n 6 n n 6 n
= sin sin sin (sin ) 2sin -1

n 2 2 n 2 2 n 2 -2

12 n -3
= sin
n 2 -4

t0 T
2 -5

f (t)sinn t dt
-2 -1 0 1 2 3 4 5 6
bn = 0 wak tu t
T t0
Gambar 5. Simulasi Komponen Gelombang
1
2 1 1 n 3 2 n Dasar untuk Gelombang Pulsa Segi Empat
= 6 sin n0t dt 3 sin t dt cos t Gambar 4
4 1 1 2 n 2 1
6 n n 6 Simulasi Matlab untuk Gelombang Berulang
= cos cos 0 0 0
2 n
Persamaan (26) adalah persamaan gelom-
n 2
bang berulang untuk gelombang pulsa segi em-
pat gambar 4. Program dibuat untuk beberapa
Maka, deret fourier trigonometri untuk harmonisa sehingga pada gelombang tampak
gelombang pulsa segi empat gambar (4) perubahan bertahap yang terjadi setiap harmo-
adalah : nisa.
Script Matlab :
~
1
a 0 a n cos n 0 t
syms t x;
f (t ) = f=12/(x*pi))*(sin(x*pi/2))*(cos(x*pi*t/2));
2 n 1
symsum (f,1,1);
1 ~
12 n
f (t ) = 6 sin cos n 0 t y = 3+ans;
n 1 n
2 2 t = linspace (0,10,1000);
ezplot(y);
karena 0 = /2 ylabel ('f(t)')
karena 0 = /2~
12 n nt
f (t ) = 3
grid on;
sin cos (5.1)
~ n 1 n
12 n2 nt2
f (t ) 3
3+12/ cos(1/2 t)
sin cos (26)
n 1 n 2 2 7

Simulasi Matlab untuk Komponen Gelom- 5


bang Dasar
4
Sesuai definisi sebelumnya bahwa suku
(a1 cos 0 t b1 sin 0 t ) adalah : komponen 3
f(t)

2
dasar yang mempunyai frekuensi dan perioda
sama seperti gelombang aslinya. Di mana : 1

12 12 0
a1 sin dan b1 0
2 -1

Sehingga komponen dasarnya adalah : -6 -4 -2 0 2 4 6


12 t t

cos
2 Gambar 6. Simulasi Gelombang Berulang untuk
Script Matlab : Gelombang Pulsa Segi Empat Gambar 4
t = linspace (-10,10,1000); (harmonisa ke-1)
y = (12/(pi))*(cos(pi*t/2));
y1 = 0; Analisa Gelombang Berulang untuk Gelom-
x1 = 0; bang Gigi Gergaji
plot (t,y,'b',t,y1,'k',x1,t,'k'); Misalkan suatu rangkaian menghasilkan
axis ([-2 6 -5 5]); bentuk gelombang seperti yang ditunjukkan
xlabel ('waktu t'); dalam gambar 11. Dari gambar 11 bisa kita lihat
ylabel ('fungsi f(t)'); bahwa :
grid on; f(t) = t - t
Hasil simulasi ditunjukkan dalam gambar 5. f(t + 2) = f(t)
Analisis dan Simulasi Gelombang Berulang Kompleks (Khairunnisa)

3+12/ cos(1/2 t)-4/ cos(3/2 t) 3+12/41/ cos(41/2 t)-...+12/ cos(1/2 t)

7
6
6

5
5

4
4

3 3
f(t)

f(t)
2 2

1
1

0
0
-1

-6 -4 -2 0 2 4 6 -6 -4 -2 0 2 4 6
t t

Gambar 7. Simulasi Gelombang Berulang untuk Gambar 10. Simulasi Gelombang Berulang
Gelombang Pulsa Segi Empat Gambar 4 untuk Gelombang Pulsa Segi Empat Gambar 4
(harmonisa ke-3) (harmonisa ke-150)

3+12/ cos(1/2 t)-...+4/3/ cos(9/2 t)


f(t)
7
T
6

5
4


3

f(t)

0 2 t
2

1

0

-1
Gambar 11. Gelombang Gigi Gergaji
-6 -4 -2 0 2 4 6
t
2
T = 2, maka 0 = 1
Gambar 8. Simulasi Gelombang Berulang untuk 2
Gelombang Pulsa Segi Empat Gambar 4
(harmonisa ke-10) Berdasarkan persamaan (14), (15) dan (16),
maka :
3+12/41/ cos(41/2 t)-...+12/ cos(1/2 t) t0 T
2
7 a0 =
T
t0
f (t ) d t

6
2 1 1 2 1
5
=
2
t dt t
2

2
[ 2 ( )2 ] 0

4
t 0 T
2
3 an = f (t ) cos n t dt
f(t)

0
T t0
2
2 1 1
2
t cos n0t dt t cos nt dt
n
= t d (sin nt ) dt
1
0 =
1
n

t sin nt sin nt dt
1
n
1

t sin nt cos nt
n


-1
1 1
-6 -4 -2 0 2 4 6 = t sin nt 2 cos nt
t
n n
1 1 1 1
= sin n 2 cos n sin( n) 2 cos( n)
Gambar 9. Simulasi Gelombang Berulang untuk n n n n
Gelombang Pulsa Segi Empat Gambar 4 1 1 1 1
= sin n 2 cos n sin n 2 cos n = 0
(harmonisa ke-100) n n n n
Jurnal INTEKNA, Tahun XII, No. 2, Nopember 2012 : 140 - 152

t 0 T
2 Simulasi Matlab untuk Gelombang Berulang
bn =
T f (t) sin n t dt
t0
0 Persamaan (27) adalah persamaan gelom-
bang berulang untuk gelombang gigi gergaji
2 1 1
=
2
t sin n0 t dt t sin nt dt
n
t d (cos nt ) dt gambar 11.



1 1 1 syms t x;
= t cos nt cos nt dt t cos nt sin nt
n n n f = 2*((-1)^(x+1))*sin(x*t)/x
1 1 1 symsum (f,1,10)%angka 10 menunjukkan
cos n sin n cos(n) sin(n)
n
= harmonisa ke-10
n n
y = ans
1 2 cos n 2(1)n 1
= 2 cos n pretty (y)
n n n t = linspace (0,10,1000);
ezplot(y)
Maka, deret fourier trigonometri untuk
gelombang gigi gergaji gambar 11 adalah : 2 sin(t)

~ 2
f (t ) = b
n 1
n sin n 0 t
1.5

n 1
2(1)
~ 1

f (t ) =
n 1
n
sin n 0 t 0.5

0 0

f(t)
=1
-0.5

n 1
~
2(1) -1

f (t ) sin nt (27) -1.5


n 1 n
-2

Simulasi Matlab untuk Komponen Gelom- -6 -4 -2 0 2 4 6


t
bang Dasar
Komponen dasar dari gelombang gigi ger-
gaji di atas adalah : 2 sin t Gambar 13. Simulasi Gelombang Berulang
untuk Gelombang Gergaji Gambar 11
Script Matlab : (harmonisa ke-1)
t = linspace (-10,10,1000);
y = 2*sin(t); 2 sin(t)-sin(2 t)+2/3 sin(3 t)

plot (t,y,'k') 3
axis ([-10 10 -2.5 2.5])
xlabel ('waktu t') 2

ylabel ('fungsi f(t)')


grid on; 1

0
f(t)

2.5

2 -1

1.5
-2
1

-3
0.5
fungsi f(t)

-6 -4 -2 0 2 4 6
0
t

-0.5

-1 Gambar 14. Simulasi Gelombang Berulang


-1.5
untuk Gelombang Gergaji Gambar 11
(harmonisa ke-3)
-2

-2.5
-10 -8 -6 -4 -2 0 2 4 6 8 10 Analisa Gelombang Berulang untuk Gelom-
waktu t bang Sinusoida tersearahkan Setengah Ge-
lombang (half-wave rectified)
Gambar 12. Simulasi Komponen Gelombang Misalkan suatu rangkaian menghasilkan
Dasar untuk Gelombang Gigi Gergaji Gambar bentuk gelombang seperti yang ditunjukkan
11 dalam gambar 17.
Analisis dan Simulasi Gelombang Berulang Kompleks (Khairunnisa)

2 s in(t)-s in(2 t)+ 2/3 s in(3 t)-...-1/5 s in(10 t) 1


2 14 2 1 4 1
a0 = 1 cos2t dt sin2t [sin sin( )]
3
4 2 14 2 2
2
1 1 2
= [sin (sin )] [11]
1
2 2
0 t T
f(t)

20
-1
an = f (t)cosn0t dt
T t0
-2
2 14 2 1 1
-3
=
4
1
cos2t cos2nt dt 41 cos2t(1n) cos2t(1n) dt
2 4
1

1 1 1 4
-6 -4 -2 0 2 4 6
= sin2t(1n) sin2t(1n)
2(1n) 2(1n)
t
1 4

Gambar 15. Simulasi Gelombang Berulang 1 sin 1 (1n) sin 12 (1n) sin 12 (1n) sin 12 (1n)
= 2
untuk Gelombang Gergaji Gambar 11 2(1n) 2(1n) 2(1n) 2(1n)
(harmonisa ke-10) 1sin 1 (1n) sin 12 (1n)
= 2
2 sin(t)-sin(2 t)+2/3 sin(3 t)-...-1/50 sin(100 t)
(1n) (1n)
t T
4
20
bn = f (t)sinn0t dt
3 T t0
2 14 2 1 1
2 =
4
1

cos2t sin2nt dt 41 sin2t(1n) sin2t(1n) dt
2 4
1 1

1 1 1 4
= cos2t(1n) cos2t(1n)
0
2(1n) 2(1n) 1
f(t)

1 cos 12 (1n) cos 12 (1n) cos 12 (1n) cos 12 (1n)


-1

=
-2 2(1n) 2(1n) 2(1n) 2(1n)
-3
=0

-4
Maka, deret fourier trigonometri untuk hal-
-6 -4 -2 0 2 4 6
t wave rectifier gambar 17 adalah :
~
f (t ) a n cos n 0 t 0 = 2
Gambar 16. Simulasi Gelombang Berulang n 1

untuk Gelombang Gergaji Gambar 11 ~


1 sin 12 (1 n) sin 12 (1 n)
f (t ) cos 2nt (28)
(harmonisa ke-100) n 1 (1 n) (1 n)

f(t) Simulasi Matlab untuk Komponen Gelom-


bang Dasar
1 Komponen dasar dari gelombang half-wave
rectifier di atas adalah :
1 sin sin 0
cos 2t
2 0
3
4

2

4
0
4

2
3
4
t
Script Matlab
syms t x;
Gambar 17. Half Wafe Rectified f1 = sin(0.5*pi*(1+0.999))/(1+0.999);
f2 = sin(0.5*pi*(1-0.999))/(1-0.999);
0 34 t 14 y = (1/pi)*(f1 + f2)*cos(2*0.999*t);
ezplot (y);
f (t ) cos 2t 14 t 14 title ('komponen dasar half-wave rectifier');
0 1
t 34 grid on
4

f (t ) f (t ) Simulasi Matlab untuk Gelombang Berulang


Persamaan (5.7) adalah persamaan gelom-
2
T = , maka 0 = 2 bang berulang untuk sinusoida tersearahkan
setengah gelombang gambar 17.
Jurnal INTEKNA, Tahun XII, No. 2, Nopember 2012 : 140 - 152

Script Matlab half-wave rec tifier

syms t x;
1.6
f1 = sin(0.5*pi*(1+x))/(1+x);
f2 = sin(0.5*pi*(1-x))/(1-x); 1.4
sigma = (1/pi)*(f1 + f2)*cos(2*x*t);
y = symsum (sigma,0.0000001,2); 1.2

f = (1/pi)+ y;

f(t)
ezplot (f); 1

title ('half-wave rectifier')


0.8
ylabel('f(t)');
grid on 0.6

k o m p o n e n d a s a r h a lf-w a ve re c t ifie r -6 -4 -2 0 2 4 6
0.6
t

0.4
Gambar 21. Simulasi Gelombang Berulang
0.2 untuk Half-wave rectifier Gambar 17
(Harmonisa ke-10)
0

half-wave rec tifier


-0 . 2

-0 . 4 1.6

-0 . 6 1.4
-6 -4 -2 0 2 4 6
t

1.2
f(t)

Gambar 18. Simulasi Komponen Gelombang


1
Dasar untuk Half-wave rectifier Gambar 17
0.8
h a lf-w a ve re c t ifie r

1.5
0.6

-6 -4 -2 0 2 4 6
t

1
Gambar 22. Simulasi Gelombang Berulang
f(t)

untuk Half-wave rectifier Gambar 17


(Harmonisa ke-100)
0.5

6. PENUTUP
-6 -4 -2 0 2 4 6
t

Kesimpulan
Gambar 19. Simulasi Gelombang Berulang - Gelombang berulang atau fungsi periodik
untuk Half-wave rectifier Gambar 17 f(t) dapat dinyatakan sebagai jumlah suatu
(Harmonisa ke-2) deret tak berhingga yang disebut sebagai
Deret Fourier.
h a lf-w a ve re c t ifie r - Deret Fourier adalah suatu deret trigonome-
tri yang memiliki koefisien-koefisien yang
1.6
diperoleh dari suatu fungsi tertentu melalui
1.4
pengintegralan.
- Perioda T merupakan perioda dari frekuensi
1.2
gelombang dasar.
f(t)

1
- Frekuensi 0 merupakan frekuensi dasar
untuk harmonisa pertama
0.8
- Ketakberhinggaan penjumlahan koefisien
0.6
deret merupakan kesulitan utama untuk
menggambar atau menvisualisasikan ge-
-6 -4 -2 0 2 4 6
t lombang periodik yang terjadi dalam setiap
harmonisa.
Gambar 20. Simulasi Gelombang Berulang - Matlab sebagai bahasa pemrograman kom-
untuk Half-wave rectifier Gambar 17 putasi teknis, mampu membuat suatu tam-
(Harmonisa ke-3) pilan gelombang dengan perintah-perintah
Analisis dan Simulasi Gelombang Berulang Kompleks (Khairunnisa)

yang lebih sederhana daripada bahasa 6. DAFTAR PUSTAKA


pemrograman lainnya.
- Dengan Matlab kita bisa membuat berbagai 1. Hanselman, Duane dan Bruce Littlefield.
bentuk gelombang periodik, tanpa harus su- (2001). Matlab Bahasa Komputasi Teknis.
sah payah menghitung dan menganalisa ti- Pearson Education Asia Pte. Ltd. Penerbit
tik-titik koordinat data untuk menentukan ANDI Yogyakarta.
bentuk kurva setiap perioda. 2. Hayt, William H., Jr., dan Jack E.
- Dari hasil simulasi pemrograman Matlab, Kemmerly. (1992). Rangkaian Listrik Jilid 2.
dengan mudah kita dapat membuktikan Edisi keempat. Penerjemah Pantur Silaban
bahwa Deret Fourier merupakan fungsi Ph.D. Erlangga. Jakarta.
umum bagi semua gelombang berulang. 3. Kreyszig, Erwin. (1993). Matematika Teknik
- Integral trigonometri merupakan ilmu mate- Lanjutan. Edisi ke-6. PT Gramedia Pustaka
matika utama yang harus dikuasai untuk Utama. Jakarta.
membuat tampilan gelombang berulang 4. Mismail, Budiono. (1997). Rangkaian Listrik
kompleks. Jilid Kedua. Penerbit ITB. Bandung,
5. Roddy, Dennis, dan John Coolen. (2002)
Saran Komunikasi Elektronika Jilid 1. Edisi Ketiga.
- Untuk menggunakan Matlab, tentunya para Penerjemah IKamal Idris. Erlangga . Jakar-
pengguna harus menguasai ilmu matemati- ta.
ka dasar, karena bahasa pemrograman
yang digunakan berdasarkan pada persa-
maan-persamaan matematika.
- Agar bisa lebih mudah memahami, pada
saat mempelajari Matlab supaya langsung
berhadapan dengan komputer dan lang-
sung mempraktekkan apa yang tertulis di
panduan.
- Dari semua kemampuan dan fasilitas yang
dimilikinya, memang Matlab hanya diperun-
tukkan untuk orang-orang fisika dan teknik.
Tetapi kalau dipelajari lebih jauh, Matlab ju-
ga bisa digunakan dalam disiplin ilmu lain-
nya.
- Khusus bagi yang tidak suka matematika,
untuk analisis gelombang berulang kom-
pleks dalam penulisan ini, pemahaman ma-
tematika (terutama integral trigonometri)
merupakan suatu keharusan, jadi dibutuh-
kan keuletan. INT 2012