Anda di halaman 1dari 2

Jaringan Gabus (Pengertian & Fungsi

Jaringan Gabus Tumbuhan)


juni hartono Sabtu, 14 November 2015 Jaringan Tumbuhan
Jaringan gabus adalah jaringan yang tersusun oleh sel-sel parenkim gabus. Jaringan ini
memiliki sel gabus yang mati dan kosong. Bentuknya memanjang dan berdinding gabus.
Untuk lebih jelasnya, cermati dibawah ini.

Jaringan gabus berfungsi melindungi jaringan-jaringan di bawahnya dari kehilangan air.


Jaringan gabus pada tumbuhan dikotil dibentuk oleh kambium gabus atau felogen yang ada di
bawah epidermis. Jaringan gabus terbagi menjadi dua macam. Jaringan gabus yang dibentuk
kambium gabus ke arah luar dan selselnya mati disebut felem. Sedangkan jaringan gabus
yang dibentuk kambium gabus ke arah dalam dan sel-sel yang hidup menyerupai parenkim
disebut feloderm.
Jaringan ini mempunyai sifat lebih kuat daripada epidermis, terdapat di bagian tepi alat-
alat tumbuhan. Pada tumbuhan yang berumur panjang, bila epidermis telah mati atau tidak
aktif, maka jaringan gabus ini menggantikan fungsi epidermis yaitu sebagai pelindung
jaringan di bawahnya.
Jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus yang disebut felogen. Sel-sel gabus
mengandung suberin dan kutin.
Letak jaringan gabus rapat antara satu dengan yang lainnya. Ruang antarselnya tidak ada,
sehingga sukar ditembus air dan gas. Dengan adanya celah-celah atau pori-pori pada lapisan
gabus yang disebut lentisel, maka kesulitan itu dapat ditanggulangi karena air dan gas-gas
bisa menerobos
dan melaluinya.
Jaringan gabus dibedakan menjadi tiga.
a. Eksodermis
Jaringan gabus terdiri atas tiga bagian, yaitu gabus yang terdapat di bagian dalam dari
tumbuhan sehingga berfungsi sebagai pembatas antara jaringan-jaringan di dalam tumbuhan.
Jaringan ini terletak di luar dan mengandung suberin pengganti epidermis.
b. Endodermis
Pada bagian endodermis yang masih muda, dinding selnya terdiri atas selulosa dan
bersifat elastis, sedangkan endodermis yang sudah tua atau dewasa pada dinding selnya
terjadi penebalan penebalan berupa titik-titik atau pita dari zat kayu dan mengandung suberin
serta kutin yang disebut titik atau pita kaspari.
c. Periderm (Kulit Gabus)
Periderm dibagi menjadi tiga bagian berikut.
1) Felogen (Kambium Gabus)
Felogen merupakan kambium gabus yang merupakan lapisan sel yang meristematis.
Felogen dapat terbentuk dari berbagai jaringan hidup, misalnya epidermis, parenkim korteks
yang sel-selnya dapat berubah menjadi meristematik. Felogen ke arah luar membentuk gabus
(felem) dan ke arah
dalam membentuk parenkim (feloderm). Felogen, felem, dan feloderm membentuk jaringan
kulit gabus (periderm).
2) Felem (Gabus)
Felem merupakan lapisan gabus sebagai produk dari felogen yang terbentuk ke arah luar.
3) Feloderm (Parenkim Gabus)
Jaringan ini dapat dikatakan hampir homogen dengan parenkim korteks yang terbentuk ke
arah dalam sehingga hanya terdapat di lapisan paling dalam. Dengan adanya jaringan gabus
maka bagian dalam tumbuhan hidup terpisah dari udara luar. Untuk itulah diperlukan adanya
hubungan antara
bagian dalam tumbuhan dengan udara luar untuk menunjang berbagai macam proses
kehidupan. Dalam hal ini, pada jaringan gabus batang terdapat lentisel.