Anda di halaman 1dari 14

Jurnal Skripsi Pendidikan Biologi, Agustus 2017

PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK METODE GALLERY WALK


UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA

Frety Suster Mariam. H


Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi


Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Dosen Pendidikan Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

ABSTRAK

Penelitian ini berawal dari observasi pendahuluan di SMAN 1


Pebayuran-Bekasi yang memperoleh data bahwa pembelajaran seringkali
disampikan menggunkaan metode ceramah, sehingga pembelajaran kurang
optimal khususnya dalam pembelajaran biologi. Dipilihlah model pembelajaran
berbasis proyek karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Purwandari di
SMAN 13 Tasikmalaya tahun ajaran 2015/2016 dalam penelitiannya terlihat
antusias siswa pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal ini disebabkan
penggunaan model pembelajaran berbasis proyek metode gallery walk dapat
mempermudah siswa memahami pelajaran yang diberikan dan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk
meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem ekskresi manusia dengan
menggunakan model pembelajaran berbasis proyek metode gallery walk di kelas
XI IPA SMAN 1 Pebayuran-Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode eksperimen yaitu Quasi Eksperimen dengan desain penelitian
Nonequivalent Control Group Design dimana peneliti ingin mengetahui hubungan
sebab akibat setelah diberikan suatu perlakuan. Untuk mengolah data penulis
menggunakan pretest, posttest, dan gain. Setelah data dikumpulkan kemudian
pengolahannya dilakukan dengan analisis statistik non parametris yaitu uji Mann
whittney. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dengan menggunakan
model pembelajaran berbasis proyek metode gallery walk mengalami peningkatan
lebih baik dengan rata-rata N-gain 0,72, sedangkan rata-rata N-gain pada kelas
kontrol 0,64. Sebagaimana dapat dilihat dari perhitungan nilai gain dengan
menggunakan uji t diperoleh bila taraf signifikan 0,05 hasil perhitungan Thitung
posttest = (7,78) > Ttabel (2,67) maka Ho ditolak dan Hi diterima. Dengan
demikian terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis proyek metode gallery
walk terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem ekskresi manusia.
Kata kunci: Berbasis Proyek, Hasil Belajar, Sistem Ekskresi Manusia

1
ABSTRACT

This research started from preliminary observation at SMAN 1


Pebayuran-Bekasi which get the data that learning is often disampikan
menggunkaan lecture method, so that less optimal learning especially in biology
learning. Selected project-based learning model because based on research
conducted by Purwandari in SMAN 13 Tasikmalaya 2015/2016 academic year in
his research looks enthusiastic students during teaching and learning activities
(KBM). This is due to the use of project-based learning model gallery walk
method can facilitate students understand the lessons given and can improve
student learning outcomes. The purpose of this study is to improve student
learning outcomes on human excretion system material by using a project-based
learning model of gallery walk method in class XI IPA SMAN 1 Pebayuran-
Bekasi. The method used in this research is experimental method that is Quasi
Eksperimen with design of Nonequivalent Control Group Design where the
researcher want to know the cause and effect relationship after given a treatment.
To process the author data using pretest, posttest, and gain. After the data is
collected then the processing is done by non parametris statistical analysis that is
Mann whittney test. Based on the results of the study it is known that by using
project-based learning model gallery walk method has improved better with
average N-gain 0.72, while the average N-gain in the control class is 0.64. As can
be seen from the calculation of the value of gain by using t test is obtained when
the significant level 0.05 calculation results Thitung posttest = (7.78)> Ttable
(2.67) then Ho rejected and Hi accepted. Thus there is the influence of project-
based learning model gallery walk method of student learning outcomes on the
material excretion system of humans.

Keywords: Project Based, Learning Outcomes, Human Excretion System

2
PENDAHULUAN media yang jarang digunakan yaitu
mikroskop karena sebagaian lensanya
Pendidikan merupakan tidak hanya mengalami kerusakan, sehingga
dipandang sebagai usaha pemberian menghambat proses pembelajaran. Hal ini
informasi dan pembentukan keterampilan mengakibatkan dalam proses pembelajaran
saja, namun diperluas sehingga mencakup siswa hanya berperan sebagai penerima
usaha untuk mewujudkan keinginan, materi dan guru lebih aktif menyampaikan
kebutuhan dan kemampuan individu materi. Kegiatan pembelajaran seperti ini
sehingga tercapai pola hidup pribadi dan cenderung siswa kurang aktif, bersikap
sosial yang memuaskan, pendidikan bukan individual sehingga kerjasama antar siswa
semata-mata sebagai sarana untuk persiapan masih kurang dan tidak mendapatkan
kehidupan yang akan datang, tetapi untuk kesempatan yang cukup untuk menemukan
kehidupan anak sekarang yang sedang dan memahami konsep secara mandiri,
mengalami perkembangan menuju ke tingkat kurangnya pembelajaran yang bersifat hands
kedewasaannya (Ihsan, 2003:5). on yaitu proses pembelajaran yang
mendorong siswa untuk meningkatkan
Menurut Undang-Undang Republik kreatifitas dan berfikir kreatif. Dalam
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang KURTILAS pendidik hanya bertindak
Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal (1) sebagai fasilitator, dan peserta didik dituntut
pendidikan adalah Usaha sadar dan terencana lebih aktif dalam proses pembelajaran.
untuk mewujudkan suasana belajar dan Pada mata pelajaran Biologi
proses pembelajaran agar peserta didik khususnya materi biologi mengenai sistem
secara aktif mengembangkan potensi dirinya sistem dikelas XI yang terdiri dari : Sistem
untuk memiliki kekuatan spiritual pernafasan, pencernaan, peredaran darah,
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, gerak, rata-rata nilai yang diperoleh siswa
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan pada materi sistem ekskresi yaitu 70-80, dari
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa 45 orang siswa yang mencapai nilai KKM
dan Negara (Syah, 2007:20). hanya 40%. Sedangkan 60% belum
Belajar merupakan tindakan dan mencapai nilai sesuai KKM yang diterapkan
perilaku siswa yang kompleks, sebagai yaitu 75. Dengan rata-rata hanya 24 orang
tindakan belajar hanya dialami oleh siswa siswa yang mampu memahami pembelajaran
sendiri. Dimyati dan Mudjiono (1996:7) didalam kelas. Dilihat dari hasil belajar
mengemukakan siswa adalah penentu siswa, dalam mengatasi hal tersebut, guru
terjadinya atau tidak terjadinya proses dapat menggunakan metode lain yang dapat
belajar. Berhasil atau gagalnya pencapaian membuat siswa lebih memahami materi
tujuan pendidikan amat tergantung pada sistem ekskreasi. Peran guru sangat jelas
proses belajar dan mengajar yang dialami yaitu memberikan pembelajaran tentang
siswa dan pendidik baik ketika para siswa itu pengetahuan dan keterampilan.
di sekolah maupun di lingkungan Berdasarkan masalah tersebut
keluarganya sendiri (Sagala, 2012:13). perlu dicari model pembelajaran yang dapat
meningkatkan hasil belajar siswa, salah
Berdasarkan hasil studi satunya adalah melalui model pembelajaran
pendahuluan, pembelajaran biologi di SMA berbasis proyek metode gallery walk pada
Negeri 1 Pebayuran-Bekasi seringkali materi sistem ekskresi manusia diharapkan
disampaikan menggunakan metode ceramah proses pembelajaran menyenangkan dan
dengan bantuan slide power point adapun dapat memotivasi peserta didik untuk lebih

3
meningkatkan hasil belajar, dan respon yang Pembelajaran berbasis proyek
baik dalam pembelajaran sehingga nilai memungkinkan siswa mengembangkan
KKM terpenuhi. Pembelajaran sistem wawasan dan pengetahuan dari mata
ekskresi manusia di SMA, memiliki tuntuan pelajaran tertentu. Pengetahuan yang
kompetensi dasar dimana siswa mampu diperoleh menjadi lebih bermakna dan KBM
menjelaskan keterkaitan antara struktur, menjadi lebih menarik, karena pengetahuan
fungsi dan proses serta kelainan/penyakit tersebut bermanfaat bagi dirinya sendiri,
yang dapat terjadi pada sistem ekskresi lebih memahami dan mampu memecahkan
(Rustaman, 2000:104) masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan pembelajaran berbasis proyek adalah
Konsep sistem ekskresi manusia agar siswa mampu merancang, dan
pada mata pelajaran Biologi di SMA menciptakan sendiri sebuah karya dengan
merupakan suatu konsep yang cukup rumit, kreativitas yang tinggi dan mempunyai nilai
karena di dalamnya dibahas keterkaitan ekonomis. Karya tersebut tentunya dengan
antara suatu organ dengan organ lainnya memanfaatkan sumber daya alam atau
sehingga menciptakan suatu sistem kerja bahkan dari bahan barang bekas yang dapat
pada sistem ekskresi, baik secara fisik digunakan sebagai solusi dari permasalahan
maupun fungsional. Kompetensi dasar lingkungan berkaitan dengan sampah yang
sebagai standar minimal yang harus dikuasai semakin meresahkan diberbagai kalangan
oleh siswa pada sistem ekskresi adalah siswa (Komalasari, 2014:71).
mampu menjelaskan keterkaitan antara
struktur, fungsi dan proses serta Adapun implementasi model
kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada pembelajaran berbasis proyek mengikuti
sistem ekskresi pada manusia dan hewan. enam langkah yaitu: membentuk kelompok
Sehingga diperlukan adanya suatu proses dan orientasi tema, merencanakan kegiatan
pembelajaran yang mendorog situasi kreatif, kelompok, melaksanakan inverstigasi,
inovatif, dan bermakna (Susilana, 2006:61) merencanakan laporan, mempresentasikan
laporan dan evaluasi.
Sistem ekskresi memiliki struktur
konsep yang menggabungkan antara Hasil belajar adalah hasil dari suatu
abstraksi konsep, keterkaitan antara suatu proses perubahan perilaku akibat adanya
organ dengan organ lainnya, sehingga interaksi individu antar individu dengan
diperlukan fasilitas model pembelajaran lingkungannya yang dijadikan sebagai
yang sesuai dengan karakter konsep tersebut. pengalaman. Hasil proses belajar dapat
Pembelajaran berbasis proyek sebagai model ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti
pembelajaran yang melibatkan siswa dalam berubah pengetahuannya (Sudjana, 1987:28)
suatu proyek tertentu, karena dalam sintaks
disajikan langkah-langkah mulai dari siswa Berdarkan uraian tersebut, maka
mengobservasi, merumuskan, melaksanakan yang menjadi tujuan penelitian ini adalah
hingga mengevaluasi hasil proyeknya, untuk mengetahui peningkatan hasil belajar
seperti proyek membuat alat peraga. Selain siswa pada materi sistem ekskresi manusia
itu, siswa pada akhirnya diharapkan
Adapun manfaat penelitian ini
mempunyai pengalaman belajar yang
secara teoritis dapat menambah sumber
bermakna baik berupa bekal keterampilan,
pengetahuan, pengalaman, serta dapat
sikap, maupun nilai-nilai moral yang relevan
mengetahui secara langsung situasi dan
dengan profesi yang akan diembannya
kondisi yang dialami siswa pada umumnya
(Rustaman, 2000:141).
dan siswa kelas XI IPA SMAN 1 Pebayuran-

4
Bekasi. Model Pembelajaran berbasis proyek kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 yang masing-
metode gallery walk memungkinkan siswa masing berjumlah 33 orang.
berkesempatan untuk aktif dalam kegiatan
pembelajaran pembelajaran, sehingga dapat Metode dan instrument
meningkatkan hasil belajar dengan pengumpulan data hasil belajar siswa yaitu
memberikan pengalaman baru dan suasana menggunakan metode tes berbentuk tes
belajar dengan memberikan pengalaman objektif (pilihan ganda) yang terdiri dari 40
baru dan suasana belajar yang lebih menarik soal dengan skor 1 bila menjawab benar, dan
bagi siswa, selain itu dapat memberikan skor 0 jika menjawab salah.
informasi pada guru-guru tentang pentingnya Uji coba instrument yang telah
penggunaan model pembelajaran dalam dilakukan pada tanggal 9 Mei 2017 dengan
proses belajar mengajar, dan sebagai bahan jumlah soal objektif sebanyak 40 soal.
masukan bagi sekolah untuk meningkatkan Setelah dilakukan uji coba soal dianalisis
hasil belajar dengan menggunakan model dengan menggunakan software Anates
pembelajaran berbasis proyek metode pilihan ganda versi 4.0.2 dan secara manual
gallery walk. Hasil penelitian ini bagi menggunakan Microscoft Excel 2010. 20
peneliti selanjutnya dapat dijadikan sebagai Soal yang telah dianalisis dengan kualitas
bahan rujukan untuk mengembangkan aspek baik, dilihat dari validitas, reabilitas, tingkat
lain dari pembelajaran berbasis proyek
kesukaran dan daya pembeda.
metode gallery walk yang belum diteliti.
Berdasarkan hasil uji coba
METODE PENELITIAN menyatakan bahwa yang telah dianalisis
Metode yang digunakan dalam diperoleh hasil dengan kualifikasi rendah
penelitian ini adalah Quasi Exsperimen hingga tinggi. Dari 40 soal tes diperoleh 32
karena dalam desain ini kelompok butir soal yang valit dari 8 soal yang gugur.
ekskperimen menggunakan kelas Hasil uji reliabilitas sebesar 0,82. Hal ini
pembanding sebagai kelas kontrol tetapi berarti, tes yang di uji termasuk dalam
tidak dapat sepenuhnya berfungsi untuk kriteria sangat tinggi. Hasil perhitungan
mengontrol variabel-variabel luar yang dalam uji daya beda butir tes dan perangkat
mempengaruhi pelaksanaan ekskperimen. tes, diperoleh hasil untuk uji daya beda butir
tes adalah 16 soal tergolong baik, 14 butir
Untuk menentukan kelompok soal tergolong cukup dan 2 butir soal
ekskperimen dan kelompok kontrol, telah tergolong kurang Setelah dibandingkan
dilakukan pengujian kesetaraan kelas. Uji dengan kriteria tingkat kesukaran, maka
kesetaraan yang dilakukan dalam penelitian tingkat kesukaran tergolong sedang. DARI
ini berdasarkan hasil belajar siswa. 32 butir soal hanya 20 soal yang digunakan
Selanjutnya dilakukan pengujian dengan dalam penelitian.
rumus uji t.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada penelitian ini, langkah-langkah
atau prosedur yang ditempuh yaitu Hasil
melakukan observasi dan wawancara dengan
Hasil keterlaksanaan pembelajaran
guru biologi yang mengajar di SMAN 1
dengan model pembelajaran berbasis proyek
Pebayuran-Bekasi. Berdasarkan rekomendasi
metode gallery walk pada materi sistem
dari guru mata pelajaran biologi yang
ekskresi manusia dapat diketahui dari hasil
bersangkutan, pada penelitian ini yang
pengamatan melalui lembar observasi berupa
dijadikan subjek penelitian adalah siswa

5
aktivitas guru dan siswa. Data diperoleh
dengan pengamatan langsung yang
dilakukan oleh observer pada saat proses Pertemuan ke 2
pembelajaran berlangsung. Hasil analisis
data keterlaksanaan yang didapatkan oleh 0% Terlaksana
observer pada proses pembelajaran dapat
dilihat pada Tabel 3.9 sebagai berikut: Tidak
100% Terlaksana
Tabel 3.9
Persentase Keterlaksanaan Model
Pembelajaran Berbasis Proyek Metode
Gallery walk Diagram 3.2 Keterlaksanaan
Aktivitas Pembelajaran Guru
Presentase Keterlaksanaan (%) Pertemuan Kedua
Guru Siswa
Pertem
Terlaksa Tidak Terla Tida Untuk mengetahui peningkatan
na Terla Kuali ksan k Kuali Peningkatan Hasil Belajar dengan dan Tanpa
uan
ksana fikasi a Terla fikasi Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis
ksan
a
Proyek Metode Gallery Walk. Setelah
I 90,00% 50,00 88,00 12,00 dilakukan pengolahan data, hasil analisis
% % % statistika nilai tes awal (pretest) dan tes akhir
Sang Sang
II 100,00% -
at
89,00 11,00
at (posttest) yang diperoleh dari siswa kelas
% % eksperimen menggunakan model
Baik Baik
Rata- 95,00% 25,00 89,00 12,00 pembelajaran berbasis proyek metode
rata % % %
gallery walk pada materi sistem ekskresi
manusia dapat dilihat pada Tabel 3.10
Adapun rata-rata keterlaksanaan sebagai berikut:
aktivitas guru pada proses pembelajaran
Tabel 3.10 Rekapitulasi Hasil Belajar
pertemuan 1 dan pertemuan 2 hasil analisis Rata-rata dan Posttest yang Menggunakan Model
data menunjukan kriteria sangat baik Pembelajaran Berbasis Proyek Metode Gallery
(95,00%) dan tidak terlaksana (25,00%) walk
sehingga dapat dilustrasikan pada diagram
No Hasil Pretest Posttest N-Gain Kategori
lingkaran sebagai berikut:
Jumla 2625 23,82
1 1145
h
Pertemuan ke 1 Tinggi
Rata- 72%
2 34,69 79,54
5% rata
Terlaksana

Tidak Pada tabel 3.10 dilihat bahwa kelas


95% Terlaksana
eksperimen dapat memperoleh rata-rata
posttest 79,54 sehingga disimpulkan bahwa
hasil belajar siswa melalui proses
pembelajaran dengan menggunakan model
Diagram 3.1 Keterlaksanaan pembelajaran berbasis proyek metode
Aktivitas Pembelajaran Guru gallery walk mengalami perbedaan. Nilai tes
Pertemuan Pertama awal 34,69 setelah diberikan perlakuan
menjadi 79,54 dan perolehan N-Gain

6
memiliki nilai rata-rata 0,72. Sedangkan Pembahasan
untuk mengetahui pengaruh model
pembelajaran berbasis proyek metode Hasil analisis observasi pada
gallery walk dan tanpa dapat dilihat pada pertemuan pertama aktivitas guru
tabel. memperoleh nilai 83% artinya ada 3 tahapan
yang tidak dapat terlaksana yaitu pada
Tabel 3.12 pendahuluan dan tahap konfirmasi. Pada
Rekapitulasi Data Posttest Siswa pada pendahuluan hal ini dikarenakan masih
Materi Sistem Ekskresi Manusia
adanya adaptasi sehingga ada beberapa yang
Nilai Rata-rata Hasil Kriteria tidak terlaksana dan keterbatasan waktu
Hasil
Belajar dikarenakan guru belum terbiasa mengelola
Pretest Posttest N- waktu pembelajaran. Begitupun untuk
Gain aktivitas siswa memperole 88% artinya ada
Eksperimen 34,69 79,54 72% Sedang
Kontrol 27,03 62,18 64%
beberapa tahapan yang tidak terlaksana dan
aktivitas siswa tidak seluruhnya terlaksana
dengan baik misalnya pada saat apersepsi
Tabel 3.12 menunjukan rata-rata nilai tidak semua siswa dapat mengemukakan
posttest pada kelas eksperimen yaitu 79,54 pendapatnya dengan tepat.
lebih besar dibandingkan rata-rata posttest
pada kelas kontrol yaitu 62,18 sedangkan Keterlaksanaan model pembelajaran
untuk nilai N-gain kelas eksperimen berbasis proyek pada pertemuan kedua
memiliki nilai lebih tinggi yaitu 72% mengalami peningkatan, peningkatan terjadi
sedangkan kelas kontrol memiliki nilai 64% pada aktivitas guru dengan memperoleh nilai
dengan kriteria sedang untuk kedua kelas. 100% artinya bahwa semua tahapan
Perbedaan nilai rata-rata dikelas terlaksana dengan baik. Sama halnya dengan
menggunakan model pembelajaran berbasis aktivitas siswa mengalami peningkatan
proyek metode gallery walk dan tanpa dengan memperoleh nilai 88%, hal ini
menggunakan model pembelajaran berbasis dikarenakan ada beberapa siswa yang belum
proyek metode gallery walk dapat dilihat berani mengemukakan pendapatnya.
pada Grafik 3.5 sebagai berikut: Persentase keterlakasanaan aktivitas
79,54 Menggunakan model guru dari kedua pertemuan yaitu 90%
80 pembelajaran berbasis dengan kriteria sangat baik. Adapun pada
62,18 proyek metode gallery keterlaksanaan aktivitas siswa memperoleh
Nilai rata-rata

60 walk persentase 83% dengan kriteria sangat baik.


Aktivitas yang tinggi pada umumnya diikuti
34,69 Tanpa menggunakan
40 dengan hasil belajar yang tinggi (Susilowati,
27,03 model pembelajaran 2013:88). Hal ini sejalan dengan pernyataan
20 berbasis proyek
metode gallery walk
Dalyono (2005:84) yang menyatakan bahwa
0,720,64 perwujudan pembelajaran yang baik dapat
0 dilihat dari aktivitas siswa pada kegiatan
Pretest Posttest N-Gain pembelajaran, semakin tinggi aktivitas siswa
Grafik 3.5 maka hasil belajar yang dicapai juga akan
Rata-rata Hasil Belajar Siswa Kelas yang
semakin baik
Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis
Proyek Metode Gallery walk dan Tanpa Syah (2006:116). Belajar dapat
diartikan berhasil jika terjadi perubahan
dalam diri siswa, namun tidak semua

7
perubahan perilaku dapat dikatakan belajar gallery walk menurut Syaiful Bahri
karena perubahan tingkah laku akibat belajar Djamarah dan Aswan Zain 2006:83), adalah
memiliki perwujudan yang khas. Jadi salah
satu keterlaksanaan pembelajaran berhasil 1. Dapat merombak pola pikir siswa dari
karena guru mampu mengkondisikan siswa yang sempit menjadi lebih luas dan
saat pembelajaran berlangsung. menyeluruh dalam memandang dan
memecahkan masalah yang dihadapi
Dilihat dari tahapan yang ada pada dalam kehidupan.
masing-masing media pembelajaran yang 2. Membina siswa menerapkan
digunakan maka pembelajaran tanpa pengetahuan, sikap, dan keterampilan
menggunakan model pembelajaran berbasi terpadu, yang diharapkan berguna dalam
proyek metode gallery walk akan lebih kehidupan sehari-hari bagi siswa.
mudah diikuti oleh guru sehingga 3. Sesuai dengan prinsip-prinsip didaktik
keterlaksanaan pun lebih tinggi. modern, Prinsip tersebut dalam
pelaksanaannya harus memperhatikan
Kendala yang dijumpai pada model kemampuan individual siswa dalam
pembelajaran berbasis proyek metode kelompok, bahan pelajaran tidak terlepas
gallery walk kurangnya pengetahuan awal dari kehidupan riil sehari-hari yang
pada materi yang dipelajarinya karena penuh masalah, pengembangan
kurang adanya buku sumber tambahan. kreativitas, aktivitas dan pengalaman
Kemudian kendala yang dijumpai pada siswa banyak dilakukan, menjadikan
proses pembelajaran tanpa model teori, praktik, sekolah, dan kehidupan
pembelajaran berbasis proyek metode masyarakat menjadi satu kesatuan yang
gallery walk adalah kurangnya konsentrasi tak terpisahkan.
siswa karena merasa bosan dengan proses Sedangkan menurut Anatta (dalam
pembelajaran tanpa model ataupun media. Susanti, 2008:62) menyebutkan model
Jadi dapat disimpulkan keterlaksanaan guru pembelajaran berbasis proyek metode
dalam proses pembelajaran dipengaruhi oleh gallery walk dapat meningkatkan motivasi,
guru itu sendiri semakin guru banyak belajar dimana siswa tekun dan berusaha kerasa
dan sering mengajar maka semuanya juga dalam mencapai proyek dan merasa bahwa
akan lebih mudah dalam melaksanakan belajar dengan proyel lebih menyenangkan
pembelajaran tersebut. dari pada komponen kurikulum yang lain.
Pendapat ini sesuai yang dikemukakan oleh
Data kelas yang menggunakan
Made wina (2008:54) bahwa model
model pembelajaran berbasis proyek metode
pembelajaran berbasis proyek merupakan
gallery walk diperoleh melalui hasil pretest
strategi yang sangat tepat untuk
dan posttest. Data yang diperoleh kemudian
mendapatkan partisipasi kelas secara
dianalisis untuk mengukur hasil belajar
keseluruhan dan secara individual.
siswa. Setelah pembelajaran dengan
Hasil belajar yang baik ini
menggunakan model pembelajaran berbasis
mempunyai alasan bahwa pembelajaran
proyek metode gallery walk rata-rata nilai
dengan menggunkan model pembelajaran
posttest sebesar 79,54 dengan kategori baik
berbasis proyek siswa lebih aktif dan kritis
dan memiliki nilai rata-rata N-gain sebesar
memahami materi yang mereka dapatkan
0,72 dengan kategori tinggi.
dengan cara mencari jawabn atas pertanyaan
Hal ini dikarenakan keuntungan dan yang didapatkannnya mengenai materi
dan keunggulan menggunkaan model tersebut. selain itu faktor siswa juga sangat
pembelajaran berbasis proyek metode berpengaruh dalam proses pembelajaran saat

8
siswa dituntut untuk lebih kritis dalam b. Yang visual menjadi rugi, yang auditif
belajar dan lebih luas dalam (mendengar) yang besar menerimanya
mengekskpresikan kemampuannya. c. Bila selalu digunakan dan terlalu lama,
Data hasil penelitian menunjukkan membosankan (Djamarah, 2010:97)
bahwa hasil belajar siswa pada materi sistem
ekskresi manusia pada kelas tanpa Faktor-faktor yang mempengaruhi
menggunakan model pembelajaran berbasis hasil belajar meningkat dari sebelumnya bisa
proyek metode gallery walk rata-rata nilai dari sarana prasarana sekolah, guru yang
posttest sebesar 62,18 dengan kategori mengajar, keadaan sekolah yang menunjang
sedang dan memiliki nilai rata-rata N-gain dalam pembelajaran maupun sumber-sumber
sebesar 0,64 dengan kategori sedang. Hal buku diperpustakaan yang banyak.
tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar Menurut Slameto (2003:54) bahwa
siswa pada materi sistem ekskresi manusia faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
dengan menggunakan model pembelajaran banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan
berbasis proyek metode gallery walk lebih menjadi dua golongan saja, yaitu:
baik dari pada tanpa menggunakan model a. Faktor internal, yaitu faktor yang ada di
pembelajaran berbasis proyek metode dalam diri individu yang sedang belajar,
gallery walk. meliputi faktor jasmaniah (kesehatan
Berbeda dengan pembelajaran tanpa dan cacat tubuh), faktor psikologis
menggunakan model pembelajaran berbasis (intelegensi, perhatian, minat, bakat,
proyek metode gallery walk hasilnya lebih motif, kematangan dan kesiapan), dan
rendah karena terlihat selama proses faktor kelelahan (jasmani dan rohani).
pembelajaran kurangnya aktivitas siswa, b. Faktor ekskternal, yaitu faktor yang ada
siswa cenderung pasif karena interaksi hanya di luar individu yang sedang belajar.
berlangsung satu arah dan proses hanya Faktor ekskternal yang berpengaruh
terjadi aktivitas pemberian informasi yang terhadap hasil belajar dapat
harus dihafal, pembelajaran semacam ini dikelompokkan menjadi tiga, yaitu
menyebabkan siswa menjadi bosan. Proses keluarga, sekolah dan masyarakat.
belajar mengajar pada kelas kontrol ini
dengan menggunakan metode ceramah. Selain faktor-faktor di atas siswa juga
Metode ceramah adalah metode yang boleh minim informasi dari luar misalnya dari
dikatakan metode tradisional. internet karena sekolah yang dijadikan
tempat penelitian berada di pedesaan
Kelebihan metode ceramah: sehingga sumber-sumber yang harusnya
a. Guru mudah menguasai kelas mendukung dalam proses pembelajaran
b. Mudah mengorganisasikan tempat sangatlah kurang dan ini akan berdampak
duduk/kelas pada hasil belajar siswa dan kebanyak guru
c. Dapat diikuti oleh siswa yang besar mengajar dengan menggunakan metode
d. Mudah mempersiapkan dan ceramah sehingga siswa kurang antusias
melaksanakannya dalam mengikuti proses pembelajaran.
e. Guru mudah menerangkan pelajaran
Uji hipotesis menunjukan hasil
dengan baik
bahwa t hitung > t tabel dengan nilai t hitung =
Kelemahan metode ceramah: 7,78 > t tabel = 2,63 sehingga dapat
disimpulkan posisi Ho ditolak dan Ha
a. Mudah menjadi verbalisme (pengetian diterima. Hasil perhitungan Gain juga
kata-kata) menunjukkan adanya perbedaan yang terlihat

9
dari nilai t hitung uji hipotesis gain < dari bahwa dan menghasilkan alat peraga IPA
nilai t tabel. Sehingga berdasarkan data dengan baik.
penelitian dapat disimpulkan bahwa
penggunaan model pembelajaran berbasis Sejalan juga dengan penelitian yang
proyek metode gallery walk berpengaruh dilakukan Ni Kt Nik Aris Sandi Dewi, dkk
positif terhadap peningkatan hasil belajar (2015) yang berjudul Pengaruh Model
siswa. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project
Based Learning) Terhadap Hasil Belajar IPA
Hasil yang didapatkan sejalan Siswa Kelas IV SDN 8 Banyuning-
dengan penelitian yang dilakukan oleh Buleleng. Hasil penelitian menunjukkan
Susriati dan Jagantara (2014) yang berjudul bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA
Pengaruh stategi pembelajaran berbasis antara siswa yang belajar dengan model
proyek terhadap pemahaman konsep siswa pembelajaran Berbasis Proyek (Project
SMA Negeri 2 Bekasi Utara menunjukkan Based Learning) dengan siswa yang belajar
bahwa hasil pengamatan siswa rata-rata kelas dengan model pembelajaran konvensional.
eksperimen yang menggunakan model Rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang
pembelajaran berbasis proyek metode belajar dengan model pembelajaran berbasis
gallery walk lebih tinggi secara signifikan proyek pada kelas eksperimen adalah 22,07
dari pada hasil pengamatan siswa rata-rata yang berada pada kategori tinggi sedangkan
pada kelas kontrol yang menggunakan rata-rata siswa yang belajar dengan
metode ceramah. menggunakan pembelajaran konvensional
pada kelas kontrol adalah 17,27 berada pada
Sejalan pula dengan penelitian yang kategori sedang. Hasil penelitian tersebut
dilakukan oleh Karina dkk (2014:9) menunjukkan bahwa hasil belajar dengan
menyatakan dalam penelitiannya adanya menggunakan model pembelajaran berbasis
perbedaan yang signifikan model proyek telah mengalami peningkatan.
pembelajaran terhadap variabel-variabel
kemampuan pemecahan masalah dan Hal ini sejalan Anatta (dalam
kecerdasan emosional sehingga hasil belajar Susanti, 2008:62) menyebutkan model
siswa dapat meningkat. Demikian pula pembelajaran berbasis proyek metode
Penelitian yang dilakukan oleh Susilowati, gallery walk dapat meningkatkan motivasi,
dkk (2013:90-93) bertujuan untuk dimana siswa tekun dan berusaha kerasa
mengetahui pengaruh model pembelajaran dalam mencapai proyek dan merasa bahwa
berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa. belajar dengan proyel lebih menyenangkan
dari pada komponen kurikulum yang lain.
Berdasarkan hasil analisis data yang Pendapat ini sesuai yang dikemukakan oleh
telah dilakukan menunjukan bahwa model Made (2008:54) bahwa model pembelajaran
pembelajaran berbasis proyek berdampak berbasis proyek merupakan strategi yang
positif terhadap hasil belajar siswa karena sangat tepat untuk mendapatkan partisipasi
model pembelajaran ini tergolong kelas secara keseluruhan dan secara
pembelajaran yang mendukung siswa untuk individual.
melakukan suatu penyelidik sehingga siswa
lebih berperan aktif dalam proses Keterlaksanaan proses pembelajaran
pembelajaran. Selain itu hasil penelitian yang berdampak pada hasil belajar siswa
yang dilakukan oleh Widiatmoko dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Pamelasari (2012:189) juga menunjukkan Faktor utama yang paling mempengaruhi
proses pembelajaran yaitu faktor internal

10
yang merupakan faktor dari dalam diri siswa permasalahan (problem) yang sangat
tersebut. Jika siswa sedang dalam berada menantang, dan menuntun siswa untuk
pada kondisi yang kurang baik maka siswa merancang, memecahkan masalah, membuat
akan kesulitan menyerap materi walaupun keputusan, melakukan kegiatan investigasi,
menggunakan berbagai metode. Selain itu, serta memberikan kesempatan kepada siswa
faktor pendekatan pembelajaran juga untuk bekerja secara mandiri dengan tujuan
berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. agar siswa mempunyai kemandirian dalam
menyelesaikan tugas yang dihadapinya.
Jika guru memberikan materi
dengan cara yang membosankan, maka siswa PENUTUP
akan jenuh dan sulit untuk menerima materi.
Hal yang paling baik adalah siswa dapat Simpulan
menikmati proses pembelajaran, ikut aktif
Berdasarkan analisis data hasil
dan berpartisipaso didalamnya, dapat
penelitian mengenai pengaruh model
menyampaikan gagasan-gagasannya dan
pembelajaran berbasis proyek metode
mampu menjelaskan kembali materi yang
gallery walk terhadap hasil belajar siswa
telah didapatkannya setelah proses
pada materi sistem ekskresi manusia dapat
pembelajaran.
diambil kesimpulan sebagai berikut:
Dari beberapa penelitian yang telah
1. Keterlaksanaan proses pembelajaran
dilakukan bahwa model pembelajaran
aktivitas guru dengan menggunakan
berbasis proyek metode gallery walk sangat
model pembelajaran berbasis proyek
berpengaruh terhadap hasil belajar siswa
metode gallery walk memperoleh rata-
karena siswa diikut sertakan dalam proses
rata nilai 90% terlaksana dari dua
pembelajaran dikelas sehingga bebas
pertemuan. Sedangkan untuk lembar
mengeksplor kemampuan mereka sendiri.
observasi siswa memperoleh rata-rata
Yahya Muhammad Mukhlis, (2010) nilai 88% terlaksana dengan kategori
menyatakan bahwa pembelajaran berbasis sangat baik.
proyek merupakan model pembelajaran yang 2. Hasil belajar menggunakan model
memberikan kesempatan kepada guru untuk pembelajaran berbasis proyek metode
mengelola pembelajaran dikelas dengan gallery walk pada materi sistem ekskresi
melibatkan kerja proyek. Adapun menurut manusia pada kelas yang tanpa
Purnama Yudi (2007), menyatakan bahwa memperoleh rata-rata nilai posttest
sebuah model pembelajaran yang tepat untuk sebesar 62,18 dengan kategori sedang
memenuhi kebutuhan, dimana siswa dan rata-rata N-gain sebesar 0,64
dilibatkan langsung dalam memecahkan dengan kategori sedang. Sedangkan
permasalahan dalam tugasnya, mengizinkan siswa pada kelas dengan menggunakan
siswa untuk membangun dan mengatur model pembelajaran berbasis proyek
pembelajarannya. Made Wena (2009), metode gallery walk 79,54 dan N-gain
mendefinisikan pembelajaran berbasis 0,72 dengan kualifikasi sangat baik.
proyek memberikan kesempatan kepada guru 3. Terdapat pengaruh model pembelajaran
untuk mengelola pembelajaran dikelas berbasis proyek metode gallery walk
dengan melibatkan kerja proyek. Kerja terhadap hasil belajar siswa pada materi
proyek adalah suatu bentuk kerja yang sistem ekskresi manusia. Hal ini
memuat tugas-tugas yang kompleks ditunjukkan pengujian hipotesis
berdasarkan kepada pertanyaan dan menunjukan hasil bahwa t hitung > t tabel

11
dengan nilai t hitung = 7,78 > t tabel = 2,63 Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur
taraf signifikan 5%. Penelitian suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta : Rineka Cipta
Saran
Asmani, J.M. 2011. 7 Tips Aplikasi PAKEM
Berdasarkan hasil penelitian yang (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif,
diperoleh dan telah dikemukakan, peneliti dan Menyenangkan). Jogjakarta:
menyarankan beberapa hal sebagai berikut: Diva Press. Anderson, Lorin W. et.
al. 2010. Pembelajaran, Pengajaran,
1. Model pembejaran berbasis proyek
dan Asesmen. Yogyakarta : Pustaka
diharapkan dapat dijadikan sebagai
Pelajar.
alternatif strategi pembelajaran yang
dapat diterapkan dalam pembelajaran Astuti, Wiji Ani dkk, 2004. Penerapan
IPA khususnya mata pelajaran Metode Gallery Walk Dalam
biologi untuk meningkatkan hasil Meningkatkan Motivasi Belajar Dan
belajar. Prestasi Belajar Matematika,
2. Pelaksanaan model pembelajaran Universitas Muhammadiyah
berbasis proyek memerlukan Purworejo 9(4): 64-65.
persiapan yang matang, baik dari
pemilihan materi, penguasaan konsep Bowman, S.L. 2005. The Gallery Walk: An
oleh guru maupun alokasi waktunya. Opening, Closing, and Review
3. Bagi peneliti yang akan melakukan Activity. Online. Tersedia di
penelitian dengan menggunakan http://www.Bowperson.com. (diakses
model pembelajaran berbasis proyek 12-04-2015)
diharapkan mampu mengelola waktu
pembelajaran dengan baik agar dapat Campbell, N. A, et al 2008. Biologi Edisi
terlaksana dengan baik sesuai yang Kedelapan Jilid 3. Jakarta:Erlangga
diharapkan dan dapat melakukan Hake, Richard. R. 1998. Analizing
penelitian dengan meneliti diranah Change/Gain Scores. American
yang berbeda agar dapat melihat Educational Research Associations
keefektivitasan penggunaan model Division D, Measurement and
pembelajaran berbasis proyek. Research Methodology Journal
DAFTAR PUSTAKA Herlanti, Yanti. 2006. Tanya Jawab Seputar
Ara, H. dan Imam, M. 2012. Pengelolaan Penelitian Pendidikan Sains. Jakarta :
Pendidikan. Kaukaba: Yogyakarta UIN Syarif Hidayatullah

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Hidayat, Arad an Sadjidin. 2015. A Model Of


Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Management Stategy for A Quality
Rineka Cipta. Learning in Islamic Higher
Education (IHE). Vol. 3, No.5
Arikunto, S & Cepi, S.A.J. 2008. Evaluasi Bandung : Universitas Islam Negeri
Program Pendidikan (edisi kedua). Sunan Gunung Djati Bandung
Jakarta: Bumi Aksara.
Ihsan, Fuad. 2003. Dasar-Dasar
Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta : Rineka Cipta
Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi
Aksara

12
Komalasari, Kokom. 2014. Pembelajaran Hasil Belajar Peserta Didik Pada
Kontekstual, Konsep dan Aplikasi. Mata Pelajaran Matematika Materi
Bandung: PT Refika Aditama Lambang Bilangan Semester 1 Kelas
IV Tahun 2012 MI Islamiyah
Lestari, Tutik. 2015. Peningkatan Hasil Banyuputih Batang. UIN Walisongo
Belajar Kompetensi Dasar Semarang. 7(3): 53-55. .(Akses, tgl
Menyajikan Contoh-contoh Ilustrasi 23-07-17/15-27)
Dengan Model Pembelajaran Project
Based Learning Dan Metode Retno, Dwi. 2013. Penerapan Model
Pembelajaran Demonstrasi Bagi Pembelajaran Project Based
Siswa Kelas XI Multimedia SMK Learning (PjBL) Pada Materi Pokok
Muhammadiyah Wonosari.(Akses, tgl Larutan Asam Dan Basa Di Kelas XI
5-08-17/18-24) IPA 1 SMA Negeri 2 Karanganyar
Tahun Ajaran 2013/2014 .(Akses, tgl
Mustafa REY & Muammer ALIK, 2008. 25-07-17/16-29)
Combining different conceptual
change methods within 5E model: A Rusman, 2011, Model-model Pembelajaran.
sample teaching design of 'cell' Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
concept and its organelles, Asia-
Pacific Forum on Science Learning Rusman, 2014, Model-model Pembelajaran.
and Teaching, Volume 9, Issue 2, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Article 12, p.1.(Akses, tgl 2-08-
Sagala, Syaiful. 2014. Konsep dan Makna
17/21-23)
Pembelajaran. Bandung : Alfabeta
Pratiwi, dkk. 2007. Biologi Untuk SMA Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran
Kelas XI. Jakarta : Erlangga Berorientasi Standar Proses
Purwanto, Ngalim M. 2013. Prinsip Pendidikan. Jakarta : Kencana
prinsip dan Teknik Evaluasi Slavin, R.E. 2005. Cooperative learning
Pengajaran. Bandung: PT Remaja Teori, Riset dan Praktik. Bandung:
Rosda Karya Nusa Media
Rahayu, Yayu Nurhayati. 2014. Statistika Subana, dkk. 2000. Statistik Pendidikan.
Pendidikan (Teori dan Aplikasi). Bandung: Pustaka Setia
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN
Sunan Gunung Djati Bandung. Tidak Sudjana, Nana. 2009. Dasar-dasar Proses
Belajar-Mengajar. Bandung: Tarsito
Publikasikan
Sudjana, Nana. 2009. Dasar-dasar Proses
Ridwan, yusup. 2013. Pengasaan Konsep Belajar-Mengajar. Bandung: Sinar
dan Kreativitas siswa SMA pada Baru Algensindo
Materi Pokok Sistem Ekskresi
Melalui Penerapan Model Projec Sugiyono. 2007. Metode Penelitian
Based Learning (PjBL), Universitas Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Indonesia, Bandung: JP2F [Diunduh : Bandung : Alfabeta
7 Januari-2017] [Pukul 17:03 WIB]
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian
Rohyeni, 2015. Efektivitas Penerapan Pendidikan. Bandung : Alfabeta
Metode Gallery Walk Meningkatkan

13
Suhana, Cucu. 2014. Konsep Strategi
Pembelajaran. Bandung : PT Refika
Aditama
Syah, Muhibbin. 2007. Psikologi Pendidikan
dengan Pendeketan Baru. Bandung:
PT Remaja Rosda Karya
Sugiyono, 2013. Metode Penelitian
Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Penerbit Alfabet
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative
Learning. Surabaya: Pustaka Pelajar
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative
Learning Teori dan Aplikasi Paikem.
Yogyakarta: Pustaka Belajar
Sutirman, 2013. Media & Model-model
Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta:
Graha Ilmu
Titu, Anita. 2015. Penerapan Model
Pembelajaran Project Based
Learning (PjBL) Untuk
Meningkatkan Kreativitas Siswa
Pada Materi Konsep Masalah
Ekonomi. Universitas Negeri Jakarta
.(Akses, tgl 5-06-17/21-30)
Trianto. 2010. Model Pembelajaran
Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara
Trianto, 2015. Mendesain Model
Pembelajaran, INOVATIF,
PROGRESIF DAN KONTEKSTUAL.
Jakarta: PT Kharisma Putra Utama
Una Lailis Tsani dkk, 2016. Evektivitas
Model Pembelajaran Berbasis
Proyek dengan Metode Gallery Walk
pada Materi Sel di SMA Unnes
Journal Of Biology education 7(2):
72-79. .(Akses, tgl 8-08-17/20-23)

14