Anda di halaman 1dari 14

PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR

Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

LAMPIRAN NOTA KESEPAKATAN ANTARA PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR DENGAN


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN GIANYAR
NOMOR : 050/7709/BAPPEDA DAN LITBANG - 170/576/DPRD
TANGGAL : 3 AGUSTUS 2017
TENTANG : KEBIJAKAN UMUM PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA
DAERAH TAHUN ANGGARAN 2017

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG PENYUSUNAN KEBIJAKAN UMUM PERUBAHAN APBD

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang


Pengelolaan Keuangan Daerah, yang dijabarkan dalam Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa Pemerintah Daerah bersama dengan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dapat melakukan perubahan APBD apabila
terjadi : Pertama, perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan
umum APBD; Kedua, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran
anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja; dan
Ketiga, keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya
harus digunakan.
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran
2017 sebagaimana yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar
Nomor 8 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun
Anggaran 2017 (Lembaran Daerah Kabupaten Gianyar Tahun 2016 Nomor 8)
dan Peraturan Bupati Gianyar Nomor 123 Tahun 2016 tentang Penjabaran
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017, yang telah
berjalan nampaknya ada beberapa yang perlu dan mendesak untuk disesuaikan.
Penyesuaian ini harus dilaksanakan sesuai ketentuan yaitu melalui Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Perubahan anggaran memiliki arti
yang cukup penting dalam perjalanan suatu anggaran yang memberikan
gambaran adanya kesiapan dari setiap pelaksanaan anggaran. Dengan
perubahan anggaran, disamping untuk menyempurnakan materi anggaran induk
sebagai akibat menyesuaikan dengan kondisi yang berkembang, juga sarana
untuk menunjang teknis administrasi. Sedangkan dari segi pendapatan selalu
diupayakan tercapainya pentahapan penerimaan daerah, sehingga semua

1
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

kegiatan dan program serta belanja lainnya dapat pula dilaksanakan tepat pada
waktunya.
Dalam pelaksanaan perubahan, perlu mengikuti mekanisme sebagai
mana yang dipersyaratkan dalam peraturan perundang-undangan, yang didahului
dengan penyusunan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2017. Beberapa hal yang
melatarbelakangi penyusunan Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun
Anggaran 2017 adalah penambahan penerimaan dari sisa lebih perhitungan
anggaran tahun 2016, penambahan maupun pengurangan penerimaan
pendapatan, pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, antar
jenis belanja dan adanya kebutuhan-kebutuhan belanja serta pembiayaan yang
sulit dihindari dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan upaya
mengoptimalkan fungsi dan tugas pokok untuk meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat.
Implikasi kondisi di atas menuntut perlu dilakukan penyesuaian-
penyesuaian, berkaitan dengan upaya-upaya peningkatan sumber-sumber
pendanaannya. Bekenaan dengan hal tersebut, agar perubahan-perubahan baik
dibidang pendapatan daerah, dibidang belanja daerah maupun dibidang
pembiayaan daerah mempunyai landasan hukum yang kuat, maka perlu dibuat
Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun
Anggaran 2017 yang nantinya memuat berbagai strategi dan prioritas
pembangunan yang akan dilaksanakan dan disesuaikan dengan situasi maupun
kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat.

1.2. TUJUAN PENYUSUNAN KEBIJAKAN UMUM PERUBAHAN APBD


Tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan kebijakan umum
perubahan APBD adalah sebagai berikut :
1. Untuk memenuhi kewajiban yuridis dalam penyelenggaraan pemerintahan
daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
13 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah.
2. Sebagai pedoman dalam penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran
Sementara (PPAS) Perubahan serta Perubahan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017, yang selanjutnya akan dijadikan

2
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)


Perubahan bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah.

1.3. DASAR HUKUM PENYUSUNAN KEBIJAKAN UMUM PERUBAHAN APBD


Penyusunan kebijakan umum perubahan APBD secara normatif
merupakan salah satu tugas dan wewenang pemerintah daerah untuk memenuhi
aspirasi, kebutuhan daerah, pendapatan, belanja dan berbagai aspek
pembangunan daerah. Adapun produk hukum yang dijadikan dasar hukum dalam
penyusunan kebijakan umum perubahan APBD Tahun 2017 Kabupaten Gianyar
sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara
yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4438);
6. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);
7. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan

3
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

Keuangan Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005


Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan
dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4585);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan
Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4614);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4737);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat
Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18
Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5887);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara, dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4817);
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah.
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2016 tentang Pedoman
Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran
2017;
18. Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar Nomor 5 Tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembar Daerah Kabupaten
Gianyar Tahun 2016 Nomor 5);
19. Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar Nomor 8 Tahun 2016 tentang
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 (Lembaran
Daerah Kabupaten Gianyar Tahun 2016 Nomor 8);
20. Peraturan Bupati Gianyar Nomor 29 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas

4
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

Peraturan Bupati Gianyar Nomor 20 Tahun 2016 tentang Rencana Kerja


Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar Tahun 2017 (Berita Daerah
Kabupaten Gianyar Tahun 2017 Nomor 29);
21. Peraturan Bupati Gianyar Nomor 123 Tahun 2016 tentang Penjabaran
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017.

5
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

BAB II
PERUBAHAN KEBIJAKAN UMUM APBD

Berdasarkan Pasal 154 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun


2006, Perubahan APBD dapat dilakukan apabila terjadi: a) perkembangan yang tidak
sesuai dengan asumsi KUA; b) keadaan yang menyebabkan harus dilakukan
pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja;
c) keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus
digunakan dalam tahun berjalan; d) keadaan darurat; dan e) keadaan luar biasa.

Esensi perubahan APBD sebenarnya merupakan redesain anggaran dengan


beberapa indikator, yaitu (1) perubahan yang memberi manfaat, (2) perubahan yang
lebih efisien dan tepat sasaran, dan (3) perubahan APBD yang berorientasi pada
pengentasan kemiskinan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan
meningkatan mutu kualitas pendidikan serta peningkatan pelayanan publik.

Pelaksanaan Perubahan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah memiliki


peran penting di dalam menjaga kelangsungan penyelenggaraan pemerintahan,
pembangunan daerah serta untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, menciptakan
lapangan kerja demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu belanja
Pemerintah Daerah yang termuat di dalam Perubahan APBD tidak hanya diarahkan
untuk menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan investasi saja,
tetapi juga diarahkan untuk : (i) menciptakan pemerataan lapangan pekerjaan,
(ii) peningkatan pelayanan pendidikan, (iii) peningkatan pelayan kesehatan
masyarakat, (iv) mengurangi kesenjangan dan strata sosial ekonomi masyarakat,
(v) upaya pelestarian lingkungan hidup, (vi) peningkatan penyediaan pelayanan publik,
serta (vii) pengembangan dan pelestarian seni budaya.

Kebijakan Pemerintah Daerah dalam pengelolaan Perubahan APBD dituangkan


ke dalam bentuk Kebijakan Umum Perubahan APBD yang nantinya memuat strategi
dan prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan dan disesuaikan dengan kondisi
sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat.

6
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

2.1 PERUBAHAN ASUMSI DASAR KEBIJAKAN UMUM APBD TAHUN 2017

Asumsi dasar yang mempengaruhi terjadinya perubahan APBD tahun


2017 adalah : (1) adanya penerimaan daerah yang tidak sesuai dengan asumsi
KUA yang ditetapkan sebelumnya. Hal ini disebabkan antara lain karena
terjadinya perubahan pencapaian target pendapatan daerah, adanya sisa lebih
perhitungan anggaran tahun 2016 yang berbeda dari asumsi sebelumnya, dan
penyesuaian terhadap pendapatan dari dana perimbangan; (2) adanya
perkembangan kebutuhan masyarakat dan evaluasi terhadap penyelenggaraan
APBD yang mengakibatkan terjadinya perubahan program, kegiatan, target dan
sasaran, termasuk pendanaannya. Di samping itu, situasi dan kondisi
perekonomian nasional dan daerah, juga merupakan hal penting lainnya sebagai
asumsi penyusunan Kebijakan Umum Perubahan APBD. Beberapa faktor lainnya
yang menjadi asumsi penyusunan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar, seperti
pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, jumlah kunjungan wisata dan nilai ekspor.

2.1.1. Pertumbuhan Ekonomi

Kinerja perekonomian Kabupaten Gianyar yang sangat tergantung


pada sektor kepariwisataan sehingga situasi keamanan yang kondusif,
baik regional maupun nasional, memberikan pengaruh terhadap laju
pertumbuhan ekonomi. Perkembangan ekonomi Kabupaten Gianyar juga
tidak terlepas dari kondisi perekonomian nasional dan dunia. Dengan
berbagai upaya yang telah dilakukan, tahun 2013 ekonomi Kabupaten
Gianyar mampu tumbuh sebesar 6,84 persen. Tantangan perekonomian
regional sebagai dampak dari krisis global, telah mempengaruhi
perekonomian regional, dimana pertumbuhan ekonomi Gianyar tahun
2014 dan tahun 2015 menurun menjadi 6,80 persen dan 6,34 persen.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan dan kinerja perekonomian global
yang membaik, tahun 2016 ekonomi Gianyar tumbuh sebesar 6,46
persen dibandingkan dengan tahun 2015. Pada Tahun 2017 diharapkan
pertumbuhan ekonomi Gianyar dapat mencapai target yang telah
diproyeksikan sebesar 7,18 persen. Laju Pertumbuhan Ekonomi Gianyar
dapat dilihat dalam Tabel 1.

2.1.2. Laju Inflasi


Perkembangan laju inflasi di Kabupaten Gianyar tidak terlepas dari
dinamika kondisi perkonomian regional maupun nasional. Adanya
kebijakan pemerintah untuk menyesuaian harga minyak Nasional sesuai

7
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

harga minyak dunia cukup berpengaruh terhadap laju inflasi. Angka inflasi
PDRB di Kabupaten Gianyar pada tahun 2013 hingga tahun 2016
berfluktuasi pada kisaran 2,5 8 persen. Tahun 2017 inflasi diharapkan
tetap terjaga pada kisaran 2,5 8 persen. Laju inflasi Kabupaten Gianyar
dapat dilihat dalam Tabel 1.

2.1.3. Kunjungan Wisatawan ke Gianyar


Kunjungan wisatawan ke obyek dan daya tarik wisata, baik yang
dikelola oleh pemerintah, swasta, dan masyarakat di Kabupaten Gianyar
pada tahun 2015 sebanyak 1.917.691 orang atau menurun sekitar 0,2%
dari tahun 2014 sebanyak 1.921.819 orang. Namun demikian, kondisi
keamanan yang relatif kondusif serta kuantitas dan kualitas sarana
prasarana pendukung kepariwisataan yang terus ditingkatkan ditambah
promosi pariwisata yang gencar dilaksanakan oleh pemerintah telah
memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan ke Kabupaten
Gianyar. Pada tahun 2016 terjadi peningkatan kunjungan wisatawan
menjadi 2.953.631 orang. Khusus kunjungan wisatawan ke obyek wisata
yang dikelola Pemerintah Kabupaten Gianyar, sampai dengan bulan April
2017 tercatat sebanyak 564.085 orang baik wisatawan domestic maupun
manca negara. Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar dapat
dilihat dalam Tabel 1.

2.1.4. Nilai Ekspor Barang Kerajinan Kabupaten Gianyar


Kegiatan ekspor memiliki peranan penting sebagai salah satu
penggerak perekonomian Kabupaten Gianyar karena sebagian besar
masyarakat Gianyar bergerak pada bidang industri kerajinan yang
berkembang secara alamiah di hampir seluruh wilayah Kabupaten Gianyar.
Pasang surut nilai ekspor industri kerajinan dari Kabupaten Gianyar
ditentukan oleh kondisi perekonomian global, terutama kondisi pasar atau
negara tujuan. Krisis global pada tahun 2009 yang meluas hingga ke
Benua Eropa dan Amerika masih berdampak pada nilai ekspor barang
kerajinan dari Kabupaten Gianyar di tahun 2015 hingga 2016. Sesuai
penerbitan Surat Kerterangan Asal, ekspor dari Gianyar mengalami
penurunan sebesar 16,55% persen dari senilai US$22.903.130,96 pada
tahun 2014 menjadi US$19.112.988,76 dan pada tahun 2015 kembali
mengalami penurunan sebesar 2,22% pada tahun 2016 menjadi
US$18.687.638,21. Dengan terpilihnya Presiden Amerika yang baru yaitu
Donald Trump melalui kebijakan proteksi barang dalam negerinya dapat

8
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

menjadi salah faktor yang menghambat pertumbuhan ekspor Kabupaten


Gianyar mengingat Amerika merupakan negara tujuan ekspor utama
Kabupaten Gianyar. Sampai dengan bulan Mei 2017 realisasi ekspor
Kabupaten Gianyar mencapai US$7.738.948,20 Realisasi ekspor barang
kerajinan dari Kabupaten Gianyar dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1
Perkembangan Asumsi Dasar Ekonomi Makro Kabupaten Gianyar

NO INDIKATOR 2013 2014 2015 2016 2017*) KET

PERTUMBUHAN *) Data
1 6,84 6,80 6,34 6,46 7,18
EKONOMI (%) Proyeksi
*) Data
2 TINGKAT INFLASI 7,35 8,03 2,70 2,94 0,11 s/d Mei
2017
*) Data
KUNJUNGAN s/d
3 WISATAWAN 1.408.650 1.921.819 1.917.691 2.953.631 564.085 bulan
(ORANG) April
2017
*) Data
s/d
NILAI EKSPOR
4 20.042.421,13 22.903.130,96 19.112.988,76 18.687.638,21 7.738.948,20 bulan
(US $)
Mei
2017

Sumber data: Hasil analisis Tim Bappeda, BPS Gianyar, Dinas Pariwisata Kab. Gianyar dan Dinas Perindustrian
dan Perdagangan Kab. Gianyar

2.2 PERUBAHAN KEBIJAKAN PENDAPATAN DAERAH

Kebijakan Pendapatan Daerah mempergunakan pendekatan yang terukur


dan rasional terhadap potensi pendapatan yang ada. Potensi pajak daerah terus digali
secara optimal sejalan dengan perkembangan kemampuan masyarakat dan
pertumbuhan bidang kepariwisataan di Kabupaten Gianyar serta secara bertahap
melakukan perubahan sistem pemungutan pajak daerah. Hal ini menyebabkan
perubahan pencapaian target pendapatan daerah. Di samping itu, adanya sisa lebih
perhitungan anggaran tahun 2016 hasil audit BPK yang berbeda dari asumsi
sebelumnya dan penyesuaian dana perimbangan juga menjadi dasar kebijakan
perubahan pendapatan daerah.

Sesuai struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017,
Pendapatan Daerah yang semula dirancang sebesar Rp.1.754.198.695.661,91
meningkat sebesar Rp.65.258.564.095,34 (3,72%) sehingga dalam Perubahan APBD
Tahun 2017 Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp.1.819.457.259.757,25.
Perubahan ini disebabkan oleh adanya :

9
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

1. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar


Rp.56.620.206.100,13 (9,28%) dari rencana semula sebesar
Rp.610.218.627.522,51 menjadi Rp.666.838.833.622,64. Peningkatan
PAD ini bersumber dari peningkatan Pendapatan Pajak Daerah sebesar
Rp.8.024.600.000,00 (1,75%), peningkatan Hasil Retribusi Daerah
sebesar Rp.1.822.700.000,00 (4,69%), peningkatan pendapatan dari
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar
Rp.1.625.611.023,15 (26,55%), dan peningkatan Lain-lain Pendapatan
Asli Daerah yang Sah sebesar Rp.45.147.295.076,98 (42,07%).
2. Peningkatan Dana Perimbangan sebesar Rp.194.909.917,33 (0.02%) dari
rencana semula sebesar Rp.954.905.321.000,00 menjadi
Rp.955.100.230.917,33. Peningkatan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil
Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak mengalami peningkatan sebesar
Rp.194.909.917,33 (0,63%). Sementara itu Dana Alokasi Umum dan
Dana Alokasi Khusus tidak mengalami perubahan.

3. Peningkatan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar


Rp.8.443.448.077,88 (4.47%) dari rencana semula sebesar
Rp.189.074.747.139,40 menjadi Rp.197.518.195.217,28. Peningkatan
ini bersumber dari peningkatan Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi atau
Pemerintah Daerah Lainnya sebesar Rp.8.084.158.078,28 (6,78%), dan
peningkatan Dana Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah
Daerah Lainnya sebesar Rp.359.290.000,00 (5,49%). Sementara itu
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus tidak mengalami perubahan.

2.3 PERUBAHAN KEBIJAKAN BELANJA DAERAH

Perubahan anggaran belanja daerah dilakukan dalam rangka memenuhi


beban pengeluaran atas Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung terkait
perkembangan kebutuhan masyarakat dan evaluasi terhadap penyelenggaraan
APBD Induk Tahun Anggaran 2017. Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017
mengalami perubahan dari rancangan semula sebesar
Rp.2.088.917.279.632,15 berkurang sebesar Rp.31.176.017.198,40 (1,49%)
menjadi Rp.2.057.741.262.433,75 dengan perincian sebagai berikut:

1. Peningkatan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.30.279.984.325,22


(2,75%) dari semula sebesar Rp.1.101.834.394.127,72 menjadi
Rp.1.132.114.378.452,94 yang terdiri dari :

a. Belanja Pegawai mengalami perubahan dari Rp.791.693.231.097,81

10
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

menjadi Rp.765.355.584.510,44 atau menurun sebesar


Rp.26.337.646.587,37 (3,33%);

b. Belanja Bunga mengalami perubahan dari Rp.4.590.000.000,00


menjadi Rp.9.465.000.000,00 atau meningkat sebesar
Rp.4.875.000.000,00 (106,21%);

c. Belanja Hibah mengalami perubahan dari Rp.63.348.721.300,00


menjadi Rp.104.083.930.300,00 atau meningkat sebesar
Rp.40.735.209.000,00 (64,30 %);

d. Belanja Bantuan Sosial tidak mengalami perubahan yaitu tetap sebesar


dari Rp.2.185.800.000,00.

e. Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah


Desa mengalami peningkatan dari Rp.57.318.207.169,91 menjadi
Rp.61.251.800.000,00 atau meningkat sebesar Rp.3.933.580.912,59
(6,86%);

f. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan


Pemerintah Desa dan Partai Politik mengalami perubahan dari
Rp.182.198.434.560,00 menjadi Rp.189.272.275.560,00 atau
meningkat sebesar Rp.7.7073.841.000,00 (3,88%);

g. Belanja Tidak Terduga tidak mengalami kenaikan tetap sebesar


Rp.500.000.000,00.

2. Penurunan Belanja Langsung sebesar Rp.61.456.001.523,62 (6,23%) dari


semula sebesar Rp.987.082.885.504,43 menjadi Rp.925.626.883.980,81
yang terdiri dari :

a. Belanja Pegawai mengalami perubahan dari Rp.57.139.506.068,00


menjadi Rp.51.388.653.045,00 atau menurun sebesar
Rp.5.750.853.023,00 (10,06%);

b. Belanja Barang dan Jasa mengalami perubahan dari


Rp.411.325.515.273,43 menjadi Rp.434.651.087.633,59 atau
meningkat sebesar Rp.23.325.572.360,16 (5,67%);

c. Belanja Modal mengalami perubahan dari Rp.518.617.864.163,00


menjadi Rp.439.587.143.302,22 atau menurun sebesar
Rp.79.030.720.860,78 (15,24%);

11
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

2.4 PERUBAHAN KEBIJAKAN PEMBIAYAAN DAERAH

Pembiayaan Daerah mengalami penurunan karena adanya penurunan


Penerimaan Pembiayaan dari Rp.356.064.009.970,24 menjadi
Rp.256.254.428.676,50 atau turun sebesar Rp.99.809.581.293,50 (28,03%)
yang bersumber dari penurunan SiLPA tahun anggaran sebelumnya dari
Rp.260.064.009.970,24 menjadi Rp.131.838.428.676,50 yaitu turun sebesar
Rp.128.225.581.294,14 (49,31%) dan Penerimaan Pinjaman Daerah yang
meningkat sesuai perjanjian yaitu dari Rp.96.000.000.000,00 menjadi
Rp.124.416.000.000,00 atau naik sebesar Rp.28.416.000.000,00 (29,60%).
Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Daerah yang dipergunakan untuk
penyertaan modal pada Perusahaan Daerah (BUMD) sebesar
Rp.17.970.426.000,00.
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 yang meliputi
pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah dapat dilihat dalam Tabel 2.
Tabel 2
Rancangan Perubahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah Tahun
2017

RENCANA ANGGARAN BERTAMBAH/


NO URAIAN SEBELUM PERUBAHAN (Rp) SETELAH PERUBAHAN (BERKURANG) %
(Rp) (Rp)

[1] [2] [3] [4] [5] [6]

1 PENDAPATAN
1,754,198,695,661.91 1,819,457,259,757.25 65,258,564,095.34 3.72

1.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH


610,218,627,522.51 666,838,833,622.64 56,620,206,100.13 9.28
1.1.1 Pendapatan Pajak Daerah
457,949,908,539.08 465,974,508,539.08 8,024,600,000.00 1.75
1.1.2 Hasil Retribusi Daerah
38,825,584,000.00 40,648,284,000.00 1,822,700,000.00 4.69
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
1.1.3
Dipisahkan 6,122,557,469.43 7,748,168,492.58 1,625,611,023.15 26.55
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang
1.1.4
Sah 107,320,577,514.00 152,467,872,590.98 45,147,295,076.98 42.07

1.2 DANA PERIMBANGAN 954,905,321,000.00 955,100,230,917.33 194,909,917.33 0.02


1.2.1 Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
30,820,114,000.00 31,015,023,917.33 194,909,917.33 0.63
1.2.2 Dana Alokasi Umum
705,975,450,000.00 705,975,450,000.00 - -
1.2.3 Dana Alokasi Khusus
218,109,757,000.00 218,109,757,000.00 - -

LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG


1.3
SAH 189,074,747,139.40 197,518,195,217.28 8,443,448,077.88 4.47
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan
1.3.3
Pemerintah Daerah Lainnya 119,271,231,139.00 127,355,389,217.28 8,084,158,078.28 6.78
1.3.4 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
63,253,828,000.00 63,253,828,000.00 - -
Bantuan Keuangan dari Provinsi atau
1.3.5
Pemerintah Daerah Lainnya 6,549,688,000.00 6,908,978,000.00 359,290,000.00 5.49

2 BELANJA
2.088.917.279.632,15 2,057,741,262,433.75 (31,176,017,198.40) (1.49)

12
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

RENCANA ANGGARAN BERTAMBAH/


NO URAIAN SEBELUM PERUBAHAN (Rp) SETELAH PERUBAHAN (BERKURANG) %
(Rp) (Rp)

[1] [2] [3] [4] [5] [6]

2.1 BELANJA TIDAK LANGSUNG


1.101.834.394.127,72 1,132,114,378,452.94 30,279,984,325.22 2.75
2.1.1 Belanja Pegawai
791.693.231.097,81 765,355,584,510.44 (26,337,646,587.37) (3.33)
2.1.2 Belanja Bunga
4.590.000.000,00 9,465,000,000.00 4,875,000,000.00 106.21
2.1.3 Belanja Subsidi 0,00 0,00 0,00 0,00

2.1.4 Belanja Hibah


63.348.721.300,00 104,083,930,300.00 40,735,209,000.00 64.30
2.1.5 Belanja Bantuan Sosial
2.185.800.000,00 2,185,800,000.00 0,00 0,00
Belanja Bagi Hasil kepada
2.1.6
Provinsi/Kab/Kota & Pemerintah Desa 57.318.207.169,91 61,251,788,082.50 3,933,580,912.59 6.86
Belanja Bantuan Keuangan kpd Prov/
2.1.7 Kab/Kota & Pemerintahan Desa dan
Partai Politik 182.198.434.560,00 189,272,275,560.00 7,073,841,000.00 3.88
2.1.8 Belanja Tidak Terduga
500.000.000,00 500,000,000.00 0,00 0,00

2.2 BELANJA LANGSUNG


987.082.885.504,43 925,626,883,980.81 (61,456,001,523.62) (6.23)
2.2.1 Belanja Pegawai
57.139.506.068,00 51,388,653,045.00 (5,750,853,023.00) (10.06)
2.2.2 Belanja Barang dan Jasa
411.325.515.273,43 434,651,087,633.59 23,325,572,360.16 5.67
2.2.3 Belanja Modal
518.617.864.163,00 439,587,143,302.22 (79,030,720,860.78) (15.24)

SURPLUS / (DEFISIT)
(334.718.583.970,24) (238,284,002,676.50) 96,434,581,293.74 (28.81)

3 PEMBIAYAAN DAERAH

3.1 PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH


356.064.009.970,00 256,254,428,676.50 (99,809,581,293.50) (28.03)
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun
3.1.1
Anggaran Sebelumnya (SiLPA) 260.064.009.970,64 131,838,428,676.50 (128,225,581,294.14) (49.31)

3 .1 .4 Penerimaan Pinjaman Daerah


96.000.000.000,00 124,416,000,000.00 28,416,000,000.00 29.60

3.2 PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH


21.345.426.000,00 17,970,426,000.00 (3,375,000,000.00) (15.81)
Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah
3.2.2
Daerah 17.970426.000,00 17,970,426,000.00 0,00 0,00
3.2.2 Pembayaran Pokok Hutang
3.375.000.000,00 0,00 (3,375,000,000.00) (100.00)

PEMBIAYAAN NETTO
334.718.583.970,24 238,284,002,676.50 (96,434,581,293.74) (28.81)

SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN


- - 0,00
TAHUN BERKENAAN -

13
PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR
Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

BAB III
PENUTUP

Demikian Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja


Daerah Tahun Anggaran 2017 ini dibuat untuk menjadi pedoman dalam penyusunan
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran
2017 dan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2017.

Gianyar, 3 AGUSTUS 2017

PIMPINAN
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
BUPATI GIANYAR KABUPATEN GIANYAR
SELAKU SELAKU
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

A.A. GDE AGUNG BHARATA DRS. I WAYAN TAGEL WINARTA


KETUA

DRS. I MADE TOGOG, M.Si.


WAKIL KETUA

I KETUT JATA, SH
WAKIL KETUA

14