Anda di halaman 1dari 40

PENGAWASAN NORMA KESEHATAN KERJA

PENGAWASAN NORMA KESEHATAN KERJA PELAYANAN KESEHATAN KERJA Oleh : Dr. Diana Rosa Email : dr_dianaocha@yahoo.co.id Balai

PELAYANAN KESEHATAN KERJA

PENGAWASAN NORMA KESEHATAN KERJA PELAYANAN KESEHATAN KERJA Oleh : Dr. Diana Rosa Email : dr_dianaocha@yahoo.co.id Balai

Oleh :

Dr. Diana Rosa

Email : dr_dianaocha@yahoo.co.id

Balai K3 Bandung - KEMENAKER R.I

PENDAHULUAN

Adanya sumber bahaya di tempat kerja (UU 1/1970) :

Keadaan Mesin/Pesawat/Alat Kerja/Bahan

Lingkungan Kerja

Sifat Pekerjaan

Cara Kerja

Proses Produksi

Perlindungan kerja

Kewajiban melaksanakan syarat-syarat

keselamatan kerja

POKOK BAHASAN :

Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja :

1. Tujuan, Tugas Pokok dan Fungsi Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja

2. Prinsip-prinsip penyelenggaraan Pelayanan

Kesehatan Kerja

3. Syarat-Syarat Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja

4. Bentuk dan ketentuan/tata cara penyelenggaraan

pelayanan kesehatan kerja.

5. Mekanisme pengesahan penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja.

6. Tindak lanjut dan pelaporan hasil penyelenggaraan

Pelayanan Kesehatan Kerja

Pengawasan Kesehatan dan Lingkungan Kerja

Pengawasan Kesehatan dan Lingkungan Kerja adalah Serangkaian kegiatan pengawasan dari semua tindakan yang dilakukan
Pengawasan Kesehatan dan
Lingkungan Kerja adalah Serangkaian
kegiatan pengawasan dari semua
tindakan yang dilakukan oleh pegawai
pengawas ketenagakerjaan atas
pemenuhan pelaksanaan peraturan
perundang-undangan atas obyek
pengawasan Kesehatan dan
Lingkungan Kerja.
DASAR HUKUM
DASAR HUKUM
Permennakertrans No. Per. 03/Men/1982 Permennaker No. Per. 01/Men/1998
Permennakertrans No. Per. 03/Men/1982
Permennaker No. Per. 01/Men/1998
DASAR HUKUM Permennakertrans No. Per. 03/Men/1982 Permennaker No. Per. 01/Men/1998

I. Tujuan Pelayanan Kesehatan Kerja

Permennakertrans No. 03/Men/1982

Memberikan bantuan kepada Tenaga Kerja dalam penyesuaian diri dengan pekerjaannya Melindungi Tenaga Kerja thd setiap
Memberikan bantuan kepada Tenaga Kerja
dalam penyesuaian diri dengan pekerjaannya
Melindungi Tenaga Kerja thd setiap gangguan
kesehatan yang timbul dari pekerjaan atau
lingkungan kerja
Meningkatkan kesehatan badan, kondisi
mental (rohani) dan kemampuan fisik tenaga
kerja
Memberikan pengobatan dan perawatan serta
rehabilitasi bagi Tenaga Kerja yang sakit

PELAYANAN KESEHATAN KERJA

(Occupational Health Services)

Pelayanan Kesehatan yang dilakukan untuk pencegahan, diagnosa, menangani kecelakaan kerja atau penyakit yang
Pelayanan Kesehatan
yang dilakukan untuk
pencegahan, diagnosa,
menangani kecelakaan
kerja atau penyakit
yang berhubungan
dengan pekerjaan serta
pemberian rehabilitasi
terhadap pekerja yang
mengalami kecelakaan
atau penyakit di tempat
kerja.
Salah satu lembaga K3
di perusahaan, sebagai
sarana perlindungan
tenaga kerja terhadap
setiap gangguan
kesehatan yang timbul
dari pekerjaan atau
lingkungan kerja
Sarana
penyelenggaraan upaya
kesehatan kerja yang
bersifat komprehensif
(promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitatif)
Diatur dalam
Permennakertrans NO.
03 Tahun 1982
komprehensif (promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif) Diatur dalam Permennakertrans NO. 03 Tahun 1982

TUGAS POKOK & FUNGSI

PENYELENGGARAAN PKK

1) Pemeriksaan kesehatan TK (awal, berkala, khusus)

2) Pembinaan & pengawasan atas penyesuaian pekerjaan thd TK

3) Pembinaan & pengawasan terhadap lingkungan kerja 4) Pembinaan & pengawasan perlengkapan sanitair 5) Pembinaan & pengawasan perlengkapan kesehatan TK 6) Pencegahan dan pengobatan thd. penyakit umum & PAK 7) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) 8) Pendidikan kesehatan untuk TK dan latihan untuk petugas P3K 9) Memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan

tempat kerja, pemilikan alat pelindung diri yang diperlukan dan

gizi serta penyelenggaraan makan di tempat kerja

10)Membantu usaha rehabilitasi akibat kecelakaan atau PAK 11)Pembinaan dan pengawasan thd TK dgn kelainan tertentu dalam kesehatannya 12)Memberikan laporan berkala tentang PKK kepada pengurus

Hak & Kewajiban
Hak & Kewajiban
Hak & Kewajiban 1.Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan Pelayanan Kesehatan Kerja. 2.Pengurus wajib memberikan

1.Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan

Pelayanan Kesehatan Kerja.

2.Pengurus wajib memberikan Pelayanan Kesehatan Kerja sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

II. PRINSIP PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN

KERJA

A. Pelayanan Kes.Kerja wajib melaksanakan Tugas

Pokok Pelayanan Kes.Kerja secara komprehensif :

1. Promotif (Pembinaan/Peningkatan)

2. Preventif (Pencegahan)

Promotif (Pembinaan/Peningkatan) 2. Preventif (Pencegahan) 3. Kuratif (Pengobatan) 4. Rehabilitatif (Pemulihan) “

3. Kuratif (Pengobatan)

4. Rehabilitatif (Pemulihan)

“ Menitikberatkan upaya Promotif dan Preventif

UPAYA KESEHATAN KOMPREHENSIF

UPAYA PREVENTIF
UPAYA PREVENTIF

Px. Kes Awal, Berkala, Khusus

Penempatan/pemindahan TK sesuai kondisi kesehatan Tenaga Kerja

Penerapan higiene dan sanitasi

Penerapan prinsip ergonomi kerja

Prosedur kerja aman (SOP)

APD/PPE

Pelaporan PAK

Pemantauan & pengendalian Lingk. kerja & alat2

produksi

Pemberian makanan sesuai kebutuhan gizi

Vaksinasi

UPAYA KESEHATAN KOMPREHENSIF

UPAYA PROMOTIF

Pendidikan & pelatihan kesehatan kerja atau K3

Safety talk, safety meeting, dll

Olah raga/senam kesegaran jasmani

Program bebas rokok, bebas HIV/AIDS atau IMS di tempat kerja

Bahan KIE (Komunikasi, Informasi & Edukasi) kesehatan kerja

UPAYA KURATIF

Pemberian P3K

Pengobatan, perawatan Tk yang sakit

Operasi, dll.

UPAYA REHABILITATIF

Pemberian prothese dan orthose

Fisiotherapi

Konsultasi psikologis

Dll.

B. Penanggungjawab Pelayanan Kesehatan Kerja :

Dokter Pemeriksa Kesehatan Tenaga Kerja (dokter yang ditunjuk oleh pengusaha atau kepala instansi/lembaga dan disahkan oleh

Direktur setelah memenuhi syarat sesuai peraturan perUndang-

Undangan yang berlaku untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja).

Tenaga Pelaksana :

1.Dokter Pemeriksa Kesehatan Tenaga Kerja (tugas merangkap) 2.Dokter Perusahaan :

setiap dokter yang ditunjuk atau bekerja di perusahaan yang

bertugas dan bertanggungjawab atas higiene/sanitasi, keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.

Tenaga pelaksana

3. Paramedis Perusahaan :

tenaga paramedis yang ditunjuk atau ditugaskan untuk

melaksanakan atau membantu penyelenggaraan tugas-

tugas higiene perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan atas petunjuk dan bimbingan dokter perusahaan.

tugas higiene perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan atas petunjuk dan bimbingan dokter perusahaan.
tugas higiene perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan atas petunjuk dan bimbingan dokter perusahaan.
tugas higiene perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan atas petunjuk dan bimbingan dokter perusahaan.
tugas higiene perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan atas petunjuk dan bimbingan dokter perusahaan.

C. TEKNIS PENYELENGGARAAN PROGRAM/KEGIATAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA MENGACU PADA PRINSIP-PRINSIP :

1. Program/kegiatan Kesehatan Kerja berupa upaya kesehatan yg

Program/kegiatan Kesehatan Kerja berupa upaya kesehatan yg bersifat komprehensif & terpadu, dgn menitikberatkan

bersifat komprehensif & terpadu, dgn menitikberatkan pada upaya

Promotif & Preventif.

2. Upaya kesehatan yang bersifat Promotif & Preventif disesuaikan dengan hasil penilaian risiko potensi bahaya yang ada di perusahaan.

3. Upaya kesehatan yang bersifat Kuratif & Rehabilitatif minimal berupa pelayanan kesehatan kesehatan kerja yang bersifat dasar, yaitu :

a. Pemberian P3K

b. Pengobatan (rawat jalan tingkat pertama)

4. Perencanaan Program & Kegiatan pelayanan kes.kerja dibuat dgn skala prioritas dan mempertimbangkan kondisi perusahaan, permasalahan kesehatan di perusahaan maupun masalah kesehatan umum lainnya.

Teknis penyelenggaraan 5. Program/kegiatan pelayanan kes. Kerja terutama ditujukan untuk Pencegahan Penyakit Akibat Kerja

Teknis penyelenggaraan

5. Program/kegiatan pelayanan kes. Kerja terutama ditujukan untuk Pencegahan Penyakit Akibat Kerja (PAK), Peningkatan derajat kes.kerja, dan Peningkatan kapasitas kerja melalui program/kegiatan :

Pemeriksaan Kesehatan tenaga kerja

Penempatan tenaga kerja disesuaikan dengan status kesehatannya

Promosi/peningkatan kesehatan tenaga kerja

kesehatannya  Promosi/peningkatan kesehatan tenaga kerja  Pencegahan PAK melalui perbaikan kondisi kerja (Program

Pencegahan PAK melalui perbaikan kondisi kerja (Program Ergonomi kerja)

P3K, Pengobatan, rehabilitasi, rujukan kesehatan, pemberian kompensasi akibat kecelakaan dan PAK

Pengembangan organisasi, program & budaya KesJa.

kesehatan, pemberian kompensasi akibat kecelakaan dan PAK  Pengembangan organisasi, program & budaya KesJa.
D . Pelaksanaan program/kegiatan KesJa diintegrasikan/dikoordinasikan dengan program Panitia Pembina Keselamatan dan

D. Pelaksanaan program/kegiatan

D . Pelaksanaan program/kegiatan KesJa diintegrasikan/dikoordinasikan dengan program Panitia Pembina Keselamatan dan

KesJa diintegrasikan/dikoordinasikan

dengan program Panitia Pembina

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), serta melibatkan Ahli K3, Ahli

K3 Kimia, HI, Petugas K3 & personil K3

lainnya yang ada di perusahaan yang

bersangkutan.

melibatkan Ahli K3, Ahli K3 Kimia, HI, Petugas K3 & personil K3 lainnya yang ada di

III. SYARAT PENYELENGGARAAN

PELAYANAN KESEHATAN KERJA Permenaker No 03 tahun 1982

PELAYANAN KESEHATAN KERJA Permenaker No 03 tahun 1982 A. SYARAT LEMBAGA PKK 1. Memiliki personil Kesehatan

A. SYARAT LEMBAGA PKK

1. Memiliki personil Kesehatan Kerja :

a.

b.

LEMBAGA PKK 1. Memiliki personil Kesehatan Kerja : a. b. Dokter Penanggungjawab Kesehatan Kerja Tenaga pelaksana

Dokter Penanggungjawab Kesehatan Kerja

Tenaga pelaksana (dokter perusahaan dan atau

paramedis perusahaan)

Petugas administrasi : pencataan dan pelaporan

c.

2. Memiliki sarana dan prasana pelayanan kesehatan kerja.

perusahaan) Petugas administrasi : pencataan dan pelaporan c. 2. Memiliki sarana dan prasana pelayanan kesehatan kerja.

3. Pelayanan kesehatan kerja yang ada di perusahaan mendapat pengesahan dari instansi di bidang ketenagakerjaan sesuai wilayah kewenangannya.

di bidang ketenagakerjaan sesuai wilayah kewenangannya. 4. Pelayanan kesehatan kerja yang dilaksanakan oleh pihak

4. Pelayanan kesehatan kerja yang dilaksanakan oleh pihak di luar perusahaan wajib dilengkapi dengan Nota Kesepahaman (MoU) penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja antara pengusaha dengan kepala unit pelayanan kesehatan yang bersangkutan dan dilaporkan ke instansi di bidang ketenagakerjaan sesuai wilayah kewenangannya.

kesehatan yang bersangkutan dan dilaporkan ke instansi di bidang ketenagakerjaan sesuai wilayah kewenangannya .
B. SYARAT PERSONIL PELAYANAN KESEHATAN KERJA
B. SYARAT PERSONIL PELAYANAN KESEHATAN KERJA

1. Dokter Penanggungjawab pelayanan kesehatan kerja :

Ditunjuk oleh perusahaan/instansi

Dilaporkan ke instansi ketenagakerjaan setempat

Telah memperoleh penunjukan (SKP) dari Dirjen Binwasnaker Kemnaker R.I sebagai Dokter Pemeriksa Kesehatan Tenaga Kerja

2. Tenaga Pelaksana (Dokter Perusahaan dan atau Paramedis Perusahaan) :

Memiliki Sertifikat Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja

(atau sertifikat lainnya) sesuai peraturan perundangan yang berlaku

Mematuhi etika profesi dokter dan tenaga kesehatan lainnya sesuai kode etik profesi dan peraturan perundangan yang

berlaku.

etika profesi dokter dan tenaga kesehatan lainnya sesuai kode etik profesi dan peraturan perundangan yang berlaku.
3 . Dokter Perusahaan : a) Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dokter, atau sejenisnya sesuai

3. Dokter Perusahaan :

a) Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dokter, atau

: a) Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dokter, atau sejenisnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku. b)

sejenisnya sesuai peraturan perundangan yang

berlaku. b) Surat Izin Praktek (SIP) dokter yang masih berlaku dari instansi yang berwenang.

Catatan : Untuk perusahaan/instansi yang dokter perusahaannya lebih dari 1 (satu) orang yang wajib memiliki
Catatan :
Untuk perusahaan/instansi yang dokter perusahaannya lebih dari 1
(satu) orang yang wajib memiliki SKP cukup 1 orang (penanggung
jawabnya saja), tetapi dokter perusahaan yang lain wajib memiliki
sertifikat pelatihan hiperkes
1 orang (penanggung jawabnya saja), tetapi dokter perusahaan yang lain wajib memiliki sertifikat pelatihan hiperkes

SARANA PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI PERUSAHAAN

No Jenis Sarana A. SARANA DASAR : 1 Ruangan : a.Ruang tunggu b.Ruang periksa c.Ruang/almari
No
Jenis Sarana
A.
SARANA DASAR :
1
Ruangan :
a.Ruang tunggu
b.Ruang periksa
c.Ruang/almari obat
d.Kamar mandi dan WC
2
Perlengkapan Medis :
a.Tensimeter dan stetoskop
b.Termometer
c.Sarung tangan
d.Alat bedah ringan (minor set)
e.Lampu senter
f. Obat-obatan
g.Sarana/ Perlengkapan P3K
h.Tabung oksigen dan isinya

SARANA PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI PERUSAHAAN

3 Perlengkapan umum: a.Meja dan kursi b.Tempat tidur pasien c.Wastafel d.Timbangan badan e.Meteran/pengukur tinggi
3
Perlengkapan umum:
a.Meja dan kursi
b.Tempat tidur pasien
c.Wastafel
d.Timbangan badan
e.Meteran/pengukur tinggi badan
f.Kartu status
g.Register pasien berobat
B.
SARANA PENUNJANG :
1
Alat Pelindung Diri (APD)
2
Alat evakuasi : tandu, ambulance/ kendaraan
pengangkut korban, dll.
3
Peralatan penunjang diagnosa : spirometer,
4
audiometer dll.
Peralatan pemantau/pengukur lingkungan kerja :
sound level meter, lux meter, gas detector dll.

D. Rujukan Pelayanan

Kesehatan Kerja

D. Rujukan Pelayanan Kesehatan Kerja a. perawatan yang lebih lengkap; b. keperluan penentuan diagnosis dan penilaian

a.

perawatan yang lebih lengkap;

b.

keperluan penentuan diagnosis dan penilaian tingkat kecacatan akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja;

c. Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan

penunjang lainnya;

d. Tindakan operatif, rehabilitatif dan lain-lain.

Pemeriksaan kesehatan, pengobatan dan

Konsultasi kepada dokter spesialis terkait, untuk

rehabilitatif dan lain- lain . Pemeriksaan kesehatan, pengobatan dan Konsultasi kepada dokter spesialis terkait, untuk

IV. TATA CARA PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA

Permennakertrans No. 03/1982

Diselenggarakan sendiri oleh perusahaan :

Poliklinik perusahaan

Rumah sakit perusahaan

Diselenggarakan melalui pengadaan ikatan/kerja sama dengan dokter atau pelayanan kesehatan lain :

JPK (Jaminan Pelayanan Kesehatan Kerja) Jamsostek/BPJS

Dokter praktek swasta

Puskesmas

Poliklinik swasta

Rumah sakit

Dan lain-lain

Diselenggarakan secara bersama antar beberapa

perusahaan :

Rumah sakit pekerja

Poliklinik kawasan industri

Dan lain-lain

Bentuk Penyelenggaraan Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja Dan Tingkat Bahaya Di Tempat Kerja

No

Jumlah

. Tenaga

Kerja

Tingkat

Bahaya

Cara Penyelengaraan

1

> 500 orang

Rendah atau

Berbentuk klinik

 

tinggi

Dipimpin oleh seorang dokter yg praktek tiap hari kerja

 

Tiap shift kerja mempekerjakan lebih 500 orang, harus ada poliklinik jaga tiap shift

2

200 500 orang

Tinggi

Idem

3

200 500 orang

Rendah

Berbentuk klinik, buka tiap hari kerja (dilayani oleh paramedis)

 

Dipimpin oleh dokter yg praktek tiap 2 (dua) hari sekali

4

100 200 orang

Tinggi

Idem

5

100 200 orang

Rendah

Berbentuk klinik, buka tiap hari kerja (dilayani oleh paramedis)

 

Dipimpin oleh dokter yg praktek tiap 3 (tiga) hari sekali

6

< 100 orang

Dapat menyelenggarakan PKK bersama

(bergabung) dengan perusahaan lain

No . 1. Pelayanan kesehatan preventif dan promotif PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI PERUSAHAAN Pelayanan Keterangan
No . 1. Pelayanan kesehatan preventif dan promotif
No
.
1.
Pelayanan kesehatan
preventif dan promotif
PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI PERUSAHAAN Pelayanan Keterangan
PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI
PERUSAHAAN
Pelayanan
Keterangan
Pembinaan kepada tenaga kerja minimal 1 bulan sekali Pengawasan dan pembinaan lingkungan kerja minimal 2
Pembinaan kepada tenaga kerja
minimal 1 bulan sekali
Pengawasan dan pembinaan
lingkungan kerja minimal 2 bulan
sekali
2. Pelayanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif
2.
Pelayanan kesehatan
kuratif dan rehabilitatif
Memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif selama hari kerja dan selama ada shift kerja dengan 500
Memberikan pelayanan kuratif dan
rehabilitatif selama hari kerja dan
selama ada shift kerja dengan 500
orang tenaga kerja atau lebih
Pelayanan oleh dokter perusahaan
setiap hari kerja
Pelayanan oleh paramedis/ perawat
dapat dilakukan untuk shift kerja ke-
2(dua) dan seterusnya.

PELAYANAN KESEHATAN KERJA MELALUI KERJASAMA DI LUAR PERUSAHAAN

No.

1

2

3

4

Jumlah Tenaga Kerja > 1000 orang
Jumlah Tenaga Kerja
> 1000 orang
500 s.d 1000 orang
500 s.d 1000 orang
200 s.d 500 orang
200 s.d 500 orang
1 s.d 200 orang
1 s.d 200 orang
Cara Penyelengaraan  Hanya untuk pelayanan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif serta rujukan  Pelayanan
Cara Penyelengaraan
Hanya untuk pelayanan yang bersifat kuratif dan
rehabilitatif serta rujukan
Pelayanan kesehatan preventif dan promotif melalui
kunjungan perusahaan minimal setiap 1(satu) bulan
sekali
Pelayanan kuratif dan rehabilitatif serta rujukan
diberikan setiap hari kerja dan selama ada shift kerja
dengan 500 orang tenaga kerja atau lebih
Pelayanan kesehatan preventif dan promotif melalui
kunjungan perusahaan minimal setiap 3(tiga) bulan
sekali
Pelayanan kuratif dan rehabilitatif serta rujukan
selama jam kerja
Pelayanan kesehatan preventif dan promotif melalui
kunjungan perusahaan minimal setiap 6(enam) bulan
sekali
Pelayanan kuratif dan rehabilitatif serta rujukan
selama jam kerja

V. TINDAK LANJUT PENYELENGGARAAN PKK

A.

MONITORING

1. Pemantauan hasil pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja :

Pemantauan secara langsung dapat dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan pengukuran kondisi kesehatan tenaga kerja maupun lingkungan kerja.

Pemantauan secara tidak langsung dilakukan dengan cara melihat data dan pelaporan yang sudah ada.

MONITORING…

2. Kegiatan pencatatan dan pelaporan.

Untuk mendapatkan data hasil pelaksanakan kegiatan dari waktu ke waktu.

Untuk umpan balik (feed back) dalam beberapa kasus/masalah kesehatan kerja, baik yang bersifat individu maupun kelompok.

Pencatatan yang diperlukan antara lain meliputi hasil pemantauan, prevalensi, insidens penyakit dan angka kecelakaan akibat kerja.

B. EVALUASI

1. Data hasil monitoring pencatatan tersebut di atas dilakukan analisa dan evaluasi terhadap kasus-kasus penyakit dan kecelakaan yang sering terjadi dikaitkan dengan faktor-faktor bahaya di tempat kerja dan data-data lainnya.

2. Hasil analisa dan evaluasi tersebut digunakan sebagai dasar untuk penyusunan program pengendalian terhadap faktor bahaya kesehatan serta penetapan metode/cara kerja yang lebih sehat dan aman, sehingga produktifitas perusahaan tetap tinggi/meningkat.

3. Membuat matriks atau tabel

C.PELAPORAN

Pengurus Perusahaan :

Menyampaikan laporan pelaksanaan PKK disampaikan kepada Dinas Tenaga Kerja setempat dengan tembusan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi up. Direktur Pengawasan Norma K3.

Dokter dan Tenaga Kesehatan :

Memberikan keterangan-keterangan tentang Pelaksanaan

Kesehatan Kerja kepada Pegawai Pengawas Keselamatan dan

Kesehatan Kerja jika diperlukan

Setiap tiga (3) bulan sekali disampaikan kepada instansi yang berwenang di bidang Ketenagakerjaan.

D. PENGAWASAN

Dilakukan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan sesuai wilayah kewenangannya dengan cara :

a. Pengawasan pertama : pengawasan pada saat pegawai pengawas melakukan

pengawasan awal dalam rangka menilai persyaratan penyelenggaraan

pelayanan kesehatan kerja yang akan dkeluarkan pengesahaannya oleh instansi yang menangani bidang ketenagakerjaan;

PENGAWASAN

b. Pengawasan berkala : pengawasan ketenagakerjaan yang dilakukan secara rutin oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja yang sudah disyahkan;

c. Pengawasan khusus : pengawasan yang dilakukan berdasarkan hasil monitoring, evaluasi dan pelaporan perusahaan dan pengaduan kasus dari

pekerja atau masyarakat berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan

kesehatan kerja.

Dalam melaksanakan pengawasan, pegawai pengawas menggunakan daftar

periksa atau check list yang sudah ditentukan (Lampiran 5);

Apabila dalam pengawasan tersebut ditemukan hal hal yang belum sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, maka pegawai pengawas melakukan pembinaan dan membuat nota pemeriksaan dan tindakan lain sesuai ketentuan yang berlaku;

Hasil pengawasan yang dituangkan dalam nota pemeriksaan wajib ditindaklanjuti oleh pengusaha dalam waktu sesuai yang telah ditetapkan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan.

Pelaporan

Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja

Jenis Pelaporan meliputi :

1)

Jumlah kunjungan pasien yang berobat, terdiri dari :

Kunjungan baru

Kunjungan lama (ulangan)

Diagnosa penyakit

Penyakit akibat kerja atau penyakit yang diduga

2)

disebabkan oleh pekerjaan Data kecelakaan kerja

3)

Laporan hasil pemeriksaan kesehatan tenaga kerja

Pemeriksaan kesehatan awal

Pemeriksaan kesehatan berkala

Pemeriksaan kesehatan khusus

3)

Laporan hasil pemantauan/pengukuran lingkungan kerja

4)

Hasil kegiatan kesehatan kerja lainnya

VI. MEKANISME PENGESAHAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA

Di perusahaan ………… oleh Disnaker Kab/Kota Lintas Kab/Kota ………. Oleh Disnaker Provinsi

Lintas Propinsi …….… Oleh Kemnaker

Dokumen Pengawasan

Pelayanan Kesehatan Kerja

Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja :

Permenaker No 03 Th 1982

Bentuk & cara pelayanan

Pelaksanaan Tugas Pokok PKK

Laporan bulanan :

Penyakit Umum

Hasil pemeriksaan kesehatan

Penyakit akibat kerja

Dokter penanggung jawab : SKP dokter pemeriksa kesehatan TK dan Sertifikat pelatihan hiperkes (Permenaker No. 1 Th 1976)

Paramedis perusahaan : Sertifikat hiperkes

(Permenaker No. 1 Th 1979)

Dokumen Pengawasan

Pelayanan Kesehatan Kerja

Data perusahaan/instansi, bentuk penyelenggaraan, personil dan sarana penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja (sesuai formulir lampiran 2.B),

Struktur organisasi pelayanan kesehatan kerja,

Surat Penunjukan dokter penanggung jawab pelayanan kesehatan kerja

dari pimpinan perusahaan/instansi yang bersangkutan,

Surat pernyataan dokter penanggung jawab (sesuai formulir lampiran

2.C)

Salinan Surat Keputusan Penunjukan (SKP) Dokter Pemeriksa Kesehatan Tenaga Kerja bagi dokter penanggung jawab pelayanan kesehatan kerja,

Rencana program dan kegiatan yang akan dilaksanakan minimal dalam 1 tahun berjalan.

PELAYANAN KESEHATAN KERJA

KENDALA

ORGANISASI KESEHATAN DI PERUSAHAANPELAYANAN KESEHATAN KERJA KENDALA • TERGANTUNG KONDISI PERUSAHAAN • KEBERADAAN / KEDUDUKAN PEMAHAMAN PERUSAHAAN /

TERGANTUNG KONDISI PERUSAHAAN

KEBERADAAN / KEDUDUKAN

PEMAHAMAN PERUSAHAAN / PEKERJA BELUM TEPATTERGANTUNG KONDISI PERUSAHAAN • KEBERADAAN / KEDUDUKAN D O K T E R : • PARUH

D O K T E R : DOKTER :

PARUH WAKTU

“PINDAH PRAKTEK”

KURATIF