Anda di halaman 1dari 6

Usaha catering rumahan merupakan usaha penyedian aneka makanan untuk jumlah

yang cukup besar. Usaha katering rumahan saat ini cukup diminati karena kebutuhan akan
makanan tidak pernah ada habisnya apalagi untuk penyedian makanan dalam jumlah besar.
Selain itu bila dilihat dari sudut pandang efisiensi dan biaya, usaha ini banyak menghemat
biaya investasi usaha. Seperti, tempat dan peralatan rumah tangga dapat menggunakan yang
telah ada sebagai langkah awal.
Selain itu, dilihat dari sisi pasar, masyarakat yang cenderung konsumtif memberikan
peluang keuntungan yang besar.
ANALISIS SWOT
2.1 Strength ( Kekuatan )
Membuka usaha makanan seperti nasi box untuk saat ini cukup menjanjikan
karena dewasa ini masyarat yang cenderung konsumtif dan memperhatikan efisiensi waktu,
tempat dan tenaga lebih memilih hal seperti ini ditangani oleh pihat tertentu yang kompeten.

2.2 Weaknesses ( Kelemahan )


Kelemahan dari usaha ini terdapat pada pemasaran. Pemasaran yang hanya
mengandalkan pesanan terkadang hanya berpatok pada waktu tertentu. Jadi kami harus
handal melobi pihak yang menjadi target pasar.

2.3 Opportunities( Peluang )


Peluang bisnis ini akan sangat menjanjikan sekali, hal ini karena saingan untuk usaha
ini bisa dikatakan belum banyak. Selain itu kita juga dapat mengurangi jumlah pengangguran
di daerah tempat tinggal kita, karena kita dapat mempekerjakan orang-orang di sekitar kita
untuk membantu usaha yang sedang kita jalankan ini.

2.4 Threats( Ancaman )


Ancaman dari usaha ini adalah makanan ini akan cepat basi . Hal ini dapat disebabkan
pada saat pemasaran makanan tersebut sudah dimasukan dalam kemasan karena proses
pemasaran tidak dilakukan dengan cara produksi langsung ditempat/dipasar. Ancaman yang
lain adalah akan banyak pihak lain yang akan meniru usaha kita ini, hal ini tentu akan
membuat saingan yang baru bagi kita.

III. PRODUK DAN JASA


Kegiatan usaha yang akan kami kembangkan meliputi pembuatan dan pemasaran
produk yang dipasarkan dengan cara pemesanan dan jasa lain yang terkait dengan produk-
produk tersebut, termasuk:
1 Pembuatan produk kami kerjakan dengan bersih mementingkan kebersihan serta kesehatan
makanan
2. Kami juga menyediakan pesananan berupa snack seperti kue, jajanan pasar untuk kebutuhan
rapat, pengajian dan sebagainya.

IV. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN


3.1 Aspek Pasar/ Target Pasar
Yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan.Sudah menjadi kelaziman bahwa
usaha di bidang makanan bekerja berdasarkan kebutuhan konsumen serta berdasar pada
pesanan. Kegiatan produksi dimulai seperti biasa disesuaikan dengan kebutuhan serta jika
mendapat pesanan, maka kegiatan produksi dilakukan setelah pesanan telah diterima. Maka,
tanpa pesanan tambahan dari konsumen, kegiatan produksi makanan belum bisadikatakan
bekerja dengan maksimal. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah
pemasaran, keuangan dan administrasi. Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat
yang ingin memakan makanan yang sehat dan bergizi. Pesaing kita dari perusahaan makanan
lainnya.
3.2 Pemasaran
- Peluang Pasar
Peluang pasar untuk makanan yang mengenalkan makanan yang sehat dan bergizi cukup
baik. Dari segi bisnis, kecenderungan belum banyak bermunculannya jenis usaha makanan
tersebut di daerah Sidareja, tentu saja membuka peluang untuk usaha ini. Lagipula, potensi
pasar usahajenis ini belum banyak digarap orang. Orang-orang juga akan semakin mengerti
pentingnya memperhatikan rasa dan kebersihan sehingga pemasarannya bisa saja cukup asal
standar harga tidak terlalu tinggi.
- Daerah Pemasaran (Market Segmenting)
Untuk daerah pemasaran produk ini yaitu baru sekitar wilayah area proses produksi dan
tempat-tempat tertentu khusussnya di daerah Sidareja karena masih dalam tahap promosi.
- Pasar Sasaran (Market Targeting)
Untuk sasaran dari produk ini adalah semua kalangan dari mulai untuk anak-anak, remaja dan
orang dewasa sehingga sasaran pemasaran dari produk makanan ini bisa cukup luas.

V. ASPEK TEKNIK DAN MANAJEMEN


4.1 Aspek Teknis
a. Sifat Proyek
Penjualan produk makanan ini mengutamakan pemesanan dan promosi yang akan
disebarkan melalui pamflet, radio dan mulut ke mulut.
b. Jenis dan Jumlah Produk
Jenis produk ada dua yaitu dalam bentuk makanan berat yang berupa nasi dan lauk pauknya
serta makanan ringan.

c. Lokasi
Lokasi dari produksi makanan ini yaitu bertempat di rumah pribadi di JalanRaya Kunci
Nomor 50c Rt 02 Rw 5 dusun Cikondang desa Kunci Kecamatan Sidareja kabupaten Cilacap.
d. Peralatan

Kebutuhan Peralatan Masak


Kompor gas
Wajan besar
Wajan kecil
Panci kecil
Panci besar
Baskom
Oven
Tabung gas
Aneka peralatan kecil lainnya

4.2 Aspek Manajemen


Bisnis ini dimiliki perseorangan yang dibantu beberapa pegawai dalam hal pengelolaan
makanan.

Penanggung jawab

Bendahara

Produksi

Distribusi

Pemasaran

VI. Kondisi Keuangan dan Strategi Keuangan


5.1 Kebutuhan Dana
Untuk modal awal memulai usaha ini karena merupakan home industriesmaka hanya
diperlukan biaya sebesar Rp 2.000.000,- yang diperoleh daridana pribadi.
5.2 Strategi keuangan
Dana berasal dari modal pribadi, apabila terjadi lonjakanpermintaan/konsumen maka akan
dicoba untuk menambah modal melalui pinjaman dana melalui lembaga keuangan bukan
bank atau dari bank sekaligus.

VII. KONDISI OPERASIONAL DAN STRATEGI OPERASIONAL


6.1 Kondisi Operasional
Kegiatan operasional yang kami lakukan dalam pelaksanakan produksi makanan ini
dilakukan oleh 5 orang sekaligus anggota pemilik dari usaha tersebut, tapi dari 5 orang yang
melakukan proses produksi dibagi 2 kelompok yaitu bagian penanggung jawab produksi dan
bagian pencarian bahan baku produk.

6.2 Strategi Operasional


Untuk menjadi wirausahawan di bidang makanan tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi
yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang dapat
style="color: #1d1b11; font-family: "Times New Roman","serif"; font-size: 12.0pt; line-
height: 150%; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"> memasak akan
dilakukanperekrutan. Telah di jabarkan di atas bahwa usaha ini dikelola bersama-sama dan
tiap orang punya tugas masing-masing. Cara penjaminan mutu dengan cara kita hanya akan
berproduksi setiap kebutuhan akan produk tersebut harus terpenuhi dan setelah mendapatkan
pesanan jadi makanan dijamin utuh dan menarik. Lokasi bisnis ini di jalankan ditempat
keramaian.

VIII. STRATEGI PENGEMBANGAN DI MASA DATANG


Strategi yang kami gunakan untuk pengembangan usaha kami di masa mendatang
yaitu dengan menambah modal untuk terus memperbaiki proses produksi dan
promosi produk kami. Memperbaiki atau meningkatkan kualitas makanan .
Selain itu kami juga akan memperbaiki kondisi manajemen dan menambah jumlah
pegawai agar dapat bekerja lebih efektif lagi sesuai dengan bagiannya masing
masing.dengan strategi yang demikian, diharapkan usaha kami akan tetap tumbuh dan
berkembang baik.
Antisipasi ke masa depan dalam menjalankan usaha ini yaitu :
- Menganalisis potensi pasar
Jika usaha ini berpotensi berkembang maka dalam menjalankan usaha ini harus mengetahui
potensi pasar yang dijalani agar usaha yang dijalani dapat diterima oleh semua kalangan
masyarakat (konsumen)
- Menentukan objek pasar
Dalam menjalankan usaha ini harus menentukan objek pasar dengan strategi yang mudah
dijangkau masyarakat (konsumen).
- Menetapkan target / sasaran pasar.
Dalam menjalankan usaha harus menetapkan target / sasaran pasar usaha dengan cara melihat
perbedaannya agar lebih mudah dijangkau oleh pembeli dalam membelinya.
- Selakanin itu juga jika usaha ini berpotensi berkembang maka proses produksi harus ada
peningkatan sesuai dengan kebutuhan pasar.
- Karena produk ini mudah ditiru maka harus siap bersaing dalam produk tersebut, baik
harga, tempat pemasaran serta tentunya kualitas produk itu sendiri.
- Harus mampu mempertahankan kualitas produk itu sendiri serat melakukan inovasi jika
usaha yang akan dijalankan bisa terus berjalan di kemudian hari.
IX. INFORMASI KEUANGAN
CONTOH PROPOSAL USAHA CATERING
Dalam perencanaan usaha ini, modal yang digunakan adalah hasil dana pribadi yang akan
ditambahkan dengan modal hasil pinjaman.

Modal awal
No Uraian Jumlah
1 Modal awal Rp 2.000.000,-
2 Kompor gas Rp 400.000,-
3 Wajan besar (2) Rp 150.000,-
4 Wajan kecil (2) Rp 80.000,-
5 Panci kecil (2) Rp 60.000,-
6 Panci besar Rp 100.000,-
7 Baskom (8) Rp 50.000,-
8 Oven Rp 50.000,-
9 Tabung gas Rp 600.000,-
10 Aneka peralatan kecil lainnya Rp 300.000,-
Jumlah Rp 3.790.000,-

X. MODAL POKOK (HPP)


Modal Pokok Nasi Box
No Uraian Jumlah
1 Nasi (1/5 x 7000) Rp 1.500
2 Ayam panggang ( x 20000 ) Rp 5.000
3 Capcay Rp 1.500
4 Oseng tempe Rp 1.500
5 Kerupuk+sambal Rp 1.000
6 Buah Rp 1.500
7 Air mineral Rp 500
JUMLAH Rp 11.500

XI. HARGA JUAL

Jenis Harga Nilai


Harga Tertinggi Rp 25.000
Harga Standar Rp 17.500
Harga Terendah Rp 10.000
Harga Pesaing Rp 17.500
Harga Jual Rp 15.000

XII . KEUNTUNGAN USAHA


Perhitungan keuntungan nasi boks :
Laba per unit
(Harga Jual-HPP) Rp 3.500,-
Laba per produksi minimal pesanan
(Laba per unit x total produksi)
Rp 3.500 x 50 Rp 175.000,-

XII. SIMPULAN
Harapan kami untuk produk nasi boks ialah supaya produk ini bisa lebih berkembang
dan maju. Di samping itu, kami mengharapkan supaya produk makanan ini bisa diterima
dipasaran, karena produk ini sangat bagus dan berkualitas.Serta dengan melakukan kegiatan
usaha/wirausaha seperti ini bisa menjadikan kita sebagai pelaku usaha untuk bisa hidup
secara mandiri dan bisa berinovasi dengan usaha yang kita jalankan. Demikianlah
CONTOH PROPOSAL USAHA CATERING