Anda di halaman 1dari 2

Raden Panji Mohammad Noer atau biasa di kenal Moh Noer

adalah salah satu tokoh yang terkenal dari Madura. Beliau lahir di
Sampang 13 Januari 1918 di kampong Beler Desa Rong Tengah
sebuah desa kecil yang berada di kabupaten Sampang yang
merupakan Gubenur Jawa tImur pada masa bakti 1967-1976, beliau
merupakan putra ke 7 dari keluarga bangsawan pasangan Raden Aria
Condropratikto dan Raden Ayu Siti Nursiah. Moh Noer mengawali
pendidikan formalnya di HIS (Hollands Inlandse School) yaitu
sekolah tingkat dasar yang didirikan oleh pemerintah Belanda.
Setelah menyelesaikan studinga di HIS tahun 1932 beliau
melanjutkan pendidikannya di MULO (Meer Uitgebreid Leger
Onderwijs). Pada tahun 1936 beliau lulus dari MULO dan
melanjutkan studinya di MOSVIA (Middelbare Opleidinhschool
Voor Inlandse Ambtenaren)dan lulus pada tahun 1939. Pada 9 Mei 1941 beliau menikah dengan Ayoe
Siti Rachma dan dikaruniai 8 orang anak yang terdiri dari 4 perempuan dan 4 laki-laki.

Pada awalnya beliau meniti karier dari bawah, yaitu sebagai pegawai magang di kantor
Kabupaten Sumenep pada tahun 1 Juli 1939, setelah setahun magang pada 1 Agustus 1941 di angkat
menjadi pegawai pangreh praja penuh dan menjabat sebagai Mantri Kabupaten Bangkalan. Pada
tahun yang sama Moh Noer ditunjuk oleh Bupati Bangkalan R.A Cakraningrat untuk mengikuti
pelatihan ketentaraan dan kemudian diangkat sebagai chudancho (perwira setingkat kapten). Karier
Moh Noer terus meningkat, beliau di angkat menjadi pembantu Bupati Bangkalan, jabatan ini dijalani
selama 10 tahun.

Pada tahun 1959 Moh Noer terpilih menjadi Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten
Bangkalan. Setelah selesai menjalani tugas Bupati, pada 1 Mei 1965 Moh Noer di angkat menjadi
Pembantu Gubernur Jawa Timur untuk wilayah Madura yang berkantor di Pamekasan. Pada masa
transisi oerde lama ke orde baru pada tahun 1967 Mentri Dalam Negeri, Letnan Jendral Basuki
Rachmad menunjuk Moh Noer untuk menggantikan Gubernur Jawa Timur Mayor Jend Wiyono yang
di tugasi pemerintah Pusat untuk mengikuti SESKOAD.

Selama menjadi Gubernur Tingkat 1 Provinsi Jawa Timur banyak program-program yang
dijalankan oleh beliau yang bertujuan untuk membangun masyarakat. Salah satu program beliau
adalah pengadaan cadangan pangan Nasional tahun 1972-1973. Pada 1973 1978 beliau menjadi
anggota MPR RI, Moh Noer juga di angkat menjadi duta besar berkuasa penuh republik Indonesia
untuk republic Perancis pada tahun 1976-1980 , Moh Noer juga sebagai penggagas Jembatan
Suramadu untuk meningkatkan perekonomian dan mempermudah akses perekonomian di Madura.

Pada 16 April 2010 Moh Noer tutup usia di usia 92 tahun di rumah sakit Darmo. Jenazahnya
kemudian dikebumikan di pemakaman keluarga Somor Kompah di Sampang. Madura kehilangan
salah satu tokoh yang berjasa dalam kemajuan Madura.