Anda di halaman 1dari 6

Nama Wahyu Indrianne

Kelas : 6B

NPM : 14330040

Refrensi daftar pustaka :

Volume 1 = tahun pertama terbit, volume 2 = ... (nomer terbit)

Annotated Bibliografi

Ketrampilan Generik Sains

No Penulis Judul Nama Jurnal Isi


1 Heni Rusnayati, PENERAPAN Rendahnya penguasaan konsep
Eka Cahya MODEL
Prima fisika disebabkan kurangnya
PEMBELAJARAN
PROBLEM BASED keterampilan proses yang
LEARNING dilatihkan
DENGAN
PENDEKATAN dalam proses pembelajaran. Hasil
INKUIRI UNTUK observasi ditemukan bahwa tidak
MENINGKATKAN
tercapainya penguasaan konsep
KETERAMPILAN
PROSES SAINS pada
DAN PENGUASAAN beberapa pokok bahasan fisika
KONSEP
ELASTISITAS diakibatkan proses pembelajaran
PADA SISWA SMA hanya berorientasi pada latihan
soal saja
dalam melatihkan aspek kognitif.
Model pembelajaran problem
based learning dengan
pendekatan inkuiri
mampu melatih keterampilan
proses dan melibatkan siswa
untuk memecahkan suatu masalah
melalui tahaptahap
metode ilmiah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengukur
peningkatan penguasaan konsep
dan
keterampilan proses sains setelah
diterapkan model pembelajaran
tersebut dibandingkan dengan
model
konvensional. Desain yang
digunakan dalam penelitian ini
ialah control group pretest and
posttest dengan
sampel penelitian siswa-siswi
kelas XI IPA 6 dan XI IPA 7 di
salah satu SMA Kota Bandung
yang
ditentukan dengan teknik
purposive sampling. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa
adanya pengaruh
signifikan penerapan model
pembelajaran tersebut terhadap
peningkatan penguasaan konsep
elastisitas pada
kelas eksperimen dengan kategori
tinggi (<g>=0,77) lebih tinggi
peningkatannya dibandingkan
dengan kelas
kontrol yang terkategori sedang
(<g>0,50), adanya pengaruh
signifikan penerapan model
pembelajaran
tersebut terhadap peningkatan
keterampilan proses sains dengan
kategori tinggi (<g>=0,87) lebih
tinggi
peningkatannya dibandingkan
dengan kelas kontrol yang
mengalami peningkatan dengan
kategori sedang
(<g>=0,59).
2 Fitha Yuniarita PENERAPAN Tujuan dari penelitian ini adalah
PEMBELAJARAN untuk memperoleh gambaran
INKUIRI TERBIMBING tentang peningkatan keterampilan
UNTUK generik sains siswa sebagai akibat
MENINGKATKAN dari penerapan pembelajaran
KETERAMPILAN inkuiri terbimbing. Metode yang
GENERIK SAINS SISWA digunakan adalah pra eksperimen
dengan "satu kelompok desain
SMP
pretest - posttest" yang diberikan
kepada 32 siswa dari kelas 8 dari
siswa SMP di Sungailiat Bangka
Belitung. Instrumen penelitian
yang digunakan adalah model
implementasi lembar observasi,
hasil tes keterampilan generik
sains dalam bentuk tipe pilihan
ganda tes tertulis terkait dengan
konsep pembiasan cahaya, dan
respon angket guru dan siswa
tentang pelaksanaan
pembelajaran. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa
pembelajaran inkuiri terbimbing
dapat meningkatkan keterampilan
generik sains. Rata-rata gain yang
dinormalisasi adalah 0,33
(kategori menengah). Rata-rata
tertinggi dari normalisasi gain
kelas eksperimen <g> dalam
pengamatan langsung dari
indikator di 0,38, dan indikator
yang konsisten kerangka logis
dari 0,34. Sementara indikator
simbolik bahasa di 0,31, dan
kesadaran indikator skala 0,28,
dan pemodelan matematika
indikatornya adalah 0,25. Hasil
analisis data kuesioner
menunjukkan bahwa hampir
semua siswa memberikan umpan
balik untuk menyetujui penerapan
pembelajaran inkuiri terbimbing.
3 Navies IMPLEMENTASI Penelitian ini bertujuan untuk (1)

Luthvitasari , PEMBELAJARAN mengetahui peningkatan aspek
Ngurah Made keterampilan berpikir kritis dan
FISIKA BERBASIS
D. P, Suharto PROYEK berpikir kreatif melalui
Linuwih TERHADAP pembelajaran berbasis proyek, (2)
KETERAMPILAN mengetahui hubungan antara
BERPIKIR KRITIS, setiap aspek keterampilan
BERPIKIR berpikir kritis dan berpikir kreatif
siswa SMK pada mata pelajaran
KREATIF DAN
fisika, (3) mengetahui profil
KEMAHIRAN
kemahiran generik sains siswa
GENERIK SAINS SMK melalui pembelajaran
berbasis proyek. Subyek
penelitian adalah siswa kelas XI
TKJ (Teknik Komputer Jaringan)
SMK Maarif Tunjungan Blora
dengan jumlah siswa sebanyak 40
orang. Penelitian ini dilakukan
dengan menggunakan kuasi
eksperimen One Group Pre-test
and Post-test Design pada topik
optik. Hasil analisis uji gain
menunjukkan bahwa
pembelajaran berbasis proyek
dapat meningkatkan aspek
keterampilan berpikir kritis,
berpikir kreatif dan kemahiran
generik siswa SMK. Setiap aspek
keterampilan berpikir kritis
mempunyai hubungan dengan
aspek keterampilan berpikir
kreatif berdasarkan hasil analisis
uji regresi. Sebagian besar siswa
merespon baik dan senang
dengan pembelajaran fisika
berbasis proyek.
4 Rahmat Implementasi Penelitian ini bertujuan untuk
Hudayat pendekatan mendapatkangambaran dan
Pembelajaran Berbasis informasi bagaiman
Tantangan Untuk implementasi pendekatan
Meningkatkan pembelajaran berbasis tentang
Pemahaman Konsep untuk meningkatkan ketrampilan
dan Ketrampilan generik sains dan pemahaman
Generik Sains Siswa konsep IPA pada tema
SMP Pada Tema pemanasan Global. Metode
Pemanasan Global penelitian yang digunakan adalah
pre-eksperimendengan desain
One Group Pretest-Postest.
Subjek penelitian adalah siswa
kelas VII dengan jumlah siswa 31
orang di salah satu SMP Negeri di
Kab. Bandung Barat Propinsi
Jawa Barat. Intrumen penelitian
yang digunakan adalah lembar
observasi keterlaksanaan
pembelajaran, tes ketrampilan
generik sains dan tes
pemahaman konsep, serta skala
sikap. Hasil penelitian
menunjukan bahwa
implementasi pendekatan
pembelajaran berbasis tantangan
pada tema Pemanasan Global
dapat meningkatkan pemahaman
konsep siswa dan ketrampilan
generik sains siswa yang
ditunjukan dengan presentase
nilai rata-rata yang dinormalisasi
<g> untuk pemahaman konsep
sebesar 0,34 (katagori sedang)
dan ketrampilan generik sain
sebesar (0,44) (katagori sedang).
Dan hasil analisis data sekala
sikap menunjukan bahwa hampir
semua siswa setuju terhadap
implementasi pendekatan
pembelajaran berbasis tantangan
dengan prosentase persetujuan
sebesar (83,49%). Hasil-hasil ini
menunjukan bahwa
implementasi pendekatan
pembelajaran berbasis tantangan
dapat meningkatkan pemahaman
konsep siswa dan ketrampilan
generik sain siswa.
5 Woro PENERAPAN Penelitian ini bertujuan untuk
Sumarni LEARNING CYCLE meningkatkan kemampuan
SEBAGAI UPAYA berpikir generik inferensia
MENINGKATKAN logika mahasiswa calon guru
kimia dalam pembelajaran
KETERAMPILAN
Praktikum Kimia Dasar dengan
GENERIK SAINS strategi learning cycle. Penelitian
INFERENSIA ini dilaksanakan di Jurusan Kimia
LOGIKA FMIPA UNNES. Subjek
MAHASISWA penelitian ini adalah mahasiswa
MELALUI prodi Pendidikan Kimia tahun
PERKULIAHAN akademik 2008/2009. Sebagai
PRAKTIKUM KIMIA fokus penelitian adalah prestasi
DASAR belajar mahasiswa untuk
mengungkapkan perbedaan
tingkat
pemahaman konsep dan
keterampilan generik inferensia
logika. Penelitian didesain
sebagai
penelitian tindakan kelas yang
dilaksanakan dalam tiga siklus
dengan tahapan PIOR. Dalam
setiap siklus diterapkan strategi
Learning Cycle 5E (engagement,
exploration, explaination,
extension, evaluation). Instrumen
yang digunakan dalam
pengambilan data berupa soal
pretes dan postes dengan bentuk
soal pilihan benar salah diikuti
alasan atas jawaban,
sedangkan instrumen nontes
berupa lembar observasi dan
angket tanggapan mahasiswa
terhadap model pembelajaran.
Hasil penelitian tindakan kelas ini
menunjukkan bahwa
pengembangan model
pembelajaran praktikum kimia
dasar dengan strategi learning
cycle
mampu meningkatkan
penguasaan konsep-konsep kimia
dasar dan keterampilan generik
sains inferensia logika bagi calon
guru kimia. Hal ini berarti
pembelajaran praktikum kimia
dasar dengan strategi learning
cycle telah memberikan dampak
positif terhadap peningkatan
kualitas pembelajaran Praktikum
Kimia Dasar dan keterampilan
generik sains inferensi logika
bagi mahasiswa calon guru kimia.