Anda di halaman 1dari 17

12/17/2015

SISTEM PERTAHANAN TUBUH

Dr. Refli., MSc


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEHNIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA

PENDAHULUAN
Respons kekebalan (imunitas) : proses mengenali antigen dan
mengeliminasinya
Respons kekebalan nonspesifik (innate respons); respons
kekebalan tubuh yang berlangsung cepat untuk mencegah
patogen masuk ke tubuh
Respons kekebalan spesifik (adaptive respons); respons
kekebalan tubuh yang sangat spesifik untuk mengenal dan
mendegradasi pathogen, obat, racun dan senyawa asing lainnya. Kerjanya
lambat
Senyawa atau molekul yang dikenali oleh sel dalam sistem
imumnitas sebagai benda asing disebut ANTIGEN atau
imunogen (umumnya polipeptida, sisanya karbohidrat dan
lipida)  atl; jamur, bakteri, virus, polen

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

1
12/17/2015

PENDAHULUAN
Respons tubuh terhadap antigen yaitu produksi
ANTIBODI atau imunoglobulin (Ig)
Merupakan protein yang khusus untuk mengenal dan
mengikat antigen
dihasilkan sel-sel khusus  sel T
Respon kekebalan spesifik  memiliki memori
imunitas (immunological memory)  shg sistem
kekebalan dapat mengingat antigen dan melakukan
degradasi berulang secara efektif pada antigen yang sama

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

MACAM RESPON KEKEBALAN


PATOGEN YANG
MENYERANG JARINGAN
Cepat Lambat

RESPONS IMUN RESPONS IMUN


NONSPESIFIK SPESIFIK
Sitokin;
kemokin
permukaann Kekebalan yang
jaringan epitel ( Inflammasi
dimediasi sel
saluran
pencernaan, Komplemen
ekskresi, Kekebalan yang
pernapasan) Fagosit dimediasi antibodi

Penghambat Antimikrobial, Fagositosis


fisik peptida
Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

2
12/17/2015

Tipe pertahanan Tubuh nonspresifik


Pelindung mekanik atau fisik; berupa lapisan yang menutupi
tubuh ; kutikula, kulit, sisik atau kulit  menghambat masuk
patogen ke dalam tubuh
Pelindung kimia;
Rongga mulut, saliva  enzim ; mematikan patogen yang masuk bersama
makanan
Lambung ; asam lambung dan enzim; mematikan patogen yang
masuk bersama makanan
defensin, suatu peptida  jaringan epitelium kulit dan di
saliva  membunuh berbagai macam bakteri dan jamur patogen
Jaringan mukus  lendir mucin  membunuh patogen
Air mata dan sejumlah jaringan lain  lisosim, suatu enzim, dapat
membunuh patogen

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Tipe pertahanan Tubuh nonspesifik


Lanjutan pelindung kimia.
Beta Lysin  membunuh bakteri yang sedang
melakukan sporulasi
Interferon ; protein yang diproduksi sel-sel tubuh untuk
mematikan virus & sel-sel kanker

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

3
12/17/2015

Tipe pertahanan Tubuh nonspesifik


Sel Fagosit  salah sistem kekebalan
monosit dalam peredaran darah, sel Kupffer dalam hati
sel-sel mikroglial pada otak,
Makrofag di paru-paru dan
Makrofag pada jaringan limfe

Sel-sel fagosit  mampu memproduksi zat kimia


 komotaksin untuk merusak bibit penyakit

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Tipe pertahanan tubuh


Tipe pertahanan non spesifik
Mencegah pathogen masuk ke dalam tubuh
Tidak spesisifik untuk patogen
Ada 3 tingkatan dalam sistem pertahanan tubuh
nonspesifik;
Pertama; melibatkan sejumlah komponen seperti
Kulit; merupakan perhanan fisik yang didukung oleh minyak dan asam
(pH 3-5) yang dihasilkan dari kelenjar keringat
Protein antimikrobial; dijumpai pada air mata dan saliva  lisosim 
berrfungsi mendegradasi dinding bakteri  mati
Cilia ; dijumpai pada saluran pernapasan ( trakea, bronchus) berfungsi
menyapu keluar patogen atau partikel yang masuk
Cairan lambung ( HCl & enzim)  membunuh patogen yang masuk
bersama makanan
Bakteri simbiosis; hidup di saluran pencernaan & vagina  berkompetisi
dengan patogen
Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

4
12/17/2015

Lanjutan tingkatan pertahanan.


Kedua ; melibatkan sejumlah mekanisme
Fagosit; Leukosit yang melisis patogen melalui
mekanisme fagositosis.
Neutrofil
Monosit  makrofag
Sel-sel pembenuh secara alami ( natural killer cells, NK cells);
membunuh sel-sel tubuh abnormal (tumor) & patogen
Komplemen; mekanisme yang melibat sejumlah protein
(20 macam) untuk mendukung terjadi fagositosis dan lisis
pathogen
Interferon; subtansi yang dikeluarkan sel ketika diserang virus. Zat ini
menstimulasi sel-sel tetangga untuk menghasilkan protein yang dapat
membunuh virus

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Lanjutan tingkatan pertahanan.


Lanjutan Kedua ; melibatkan ..
Respons inflamasi ; suatu mekanisme pertahanan
tubuh yang terdiri dari sejumlah tahapan reaksi
untuk merespons kehadiran patogen
Contoh ketika kulit terluka, patogen akan masuk
ke tubuh dan tahapan terjadi sebagai berikut;
HISTAMIN. Basofil (tipe leukosit pada jaringan ikat) akan
mensekresikan HISTAMIN (distimulasi juga oleh KOMPLEMEN)

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

5
12/17/2015

Lanjutan tingkatan pertahanan.


Lanjutan Kedua ; melibatkan ..
VASODILASI. Histamin menstimulasi VASODILASI sehingga terjadi
peningkatan aliran darah ke darah jaringan yang rusak
Leukosit akan bergerak lebih cepat dalam jumlah lebih besar, kemudian keluar
melintasi membran pembuluh darah
daerah tersebut memerah, suhu meningkat dan membekak
terjadi deman
Peningkatan suhu tinggi untukmenciptakan kondisi buruk bagi patogen
FAGOSITOSIS. Sel-sel fagosit datang pada daerah tersebut,
menelan dan melisis pathogen.
KOMPLEMEN: Komplemen berfungsi membantu sel-sel fagosis
untuk menelan patogen, dan menstimulasi basofil untuk
menghasilkan histamin

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Lanjutan tingkatan pertahanan.


Ketiga ; respons Imum (kekebalan)  berbeda dengan respon
inflamasi.
Target  ANTIGEN ; protein kapsit suatu virus, suatu molecule
membran plasma bakteria, protozoa, pollenatau sel-sel asing lainnya
MHC (the major histocompatibility complex); kumpulan glikoproteins
yang terdapat pada permukaan sel yang dapat membedakan antara
selnya dan sel organisme lain
Leukosit yang terlibat respons imun  limfosit
Dihasilkan di sumsum tulang pipa dan terakumulasi di jaringan limfatik (
nodus limfa, kelenjar timus, limpa)

Dua tipe limfosit; sel B & Sel T

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

6
12/17/2015

Respons
inflamasi PATOGEN MENYERANG JARINGAN
JARINGAN TERLUKA

MENGAKTIFKAN MOLEKUL-MOLEKUL DI DALAM


PLASMA, SEL MAST DAN MAKROFAG

PENINGKATAN SEL FAGOSIT MENUJU


VASODILASI
PEMIABILITAS KAPILER DAERAH TERLUKA

Peningkatan aliran antibodi melewati melepaskan fagosit


darah membran menuju TNF, IL1 meningkat
daerah inflamasi
membawa
suhu edema
nutrien,
antibodi meningkat demam
dan fagosit
rasa nyeri
kemerahan
pada derah
terluka
Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Pada jaringan terluka, sel-sel mast akan mengeluarkan Reaksi inflamasi


histamin dan senyawa lainnya, permiabilitas membran
dan vasolidasi pada darah terluka meningkat

Permiabilitas meningkat
akumulasi cairan sekitar
jaringan  pembekakan  Neutrofil &
rasa nyeri monosit keluar
melintasi mebran
pembuluh darah
untuk
menfagositosis
patogen
Koogulasi darah berlangsung
untuk menutup dinding
pembuluh yang robek

Monosit menjadi makrofag


untuk melisis patogen

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

7
12/17/2015

SEL B
Dihasilkan dan mengalami pematangan pada sumsum tulang
Permukaan sel memiliki reseptor antigen  ANTIBODI dgn
ciri2:
Suatu protein
Setiap antibodi bekerja pada antigen tertentu
5 klas antibodi (imunoglobin); IgA, IgD, IgE, IgG, IgM
Setiap antibodi berbeda pada struktur protein yang
berbentuk Y (Y-shaped protein)  jenis asam amino  spesifik
antigen
Antibodi dapat menonaktifkan antigen melalui ikatan antara
antibodi antigen  difagositosis dan dilisis oleh sel-sel makrofag

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Struktur Antibodi

8
12/17/2015

SEL B
Ketika terjadi kompleks antibodi-antigen pada
permukaan sel B  sel B menghasil 2 membelah
menjadi dua sel anak:
Sel plasma ; sel-sel B yang melepaskan antibodi khusus yang
kemudia beredar keseluruh tubuh untuk mengikat antigen  contoh
kasus Rh imkompebiliti
Sel pengingat; tipe sel B yang memiliki usia lebih panjang, dan
beredar dalam sistem sirkulasi. Saat ada penyerangan pertama antigen
sel pengingat tidak segera melepaskan antibodinya. Namun akan aktif
melepaskan antibodinya jika terjadi penyerangan ulang oleh antigen
yang sama.

SEL T
Dihasilkan di sumsum tulang dan mengalami pematangan di kelenjar
timus
Permukaan sel memiliki reseptor antigen  bukan ANTIBODI
ttp situs pengenalan (recognition sites ) untuk sel-sel asing
Mekanisme pengenalan sel-sel asing;
Penanda MHC pada permukaan membaran sel akan membedakan
antara sel diri dan sel asing
Ketika sel-sel asing atau senyawa asing (antigen) masuk ke tubuh, MHC
akan berikatan dengan sel-sel sendiri maupun sel-sel asing
Kombinasi yang tidak normal akan diartikan oleh Sel T sebagai
ANTIGEN
Sel kanker dan sel-sel jaringan tranplantasi menujukan kombinasi abnormal 
sehingga oleh tubuh dinyatakan sebagai ANTIGEN yang harus dimusnakan

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

9
12/17/2015

SEL T
sel-sel T berikatan dengan antigen, sel T
Ketika

membelah dan menghasilkan 2 macam sel;


sel T sitotoksis atau sel-sel T pembunuh
(Cytotoxic T cells or killer T cells); mengenali dan
merusak sel-sel asing dengan melubangi dinding dan
membran sel antigen sampai terjadi lisis
Sel T penolong (helper T cell) 
menstimulasi pembelahan sel-sel B dan sel-sel T
sitotoksis

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

RESPONS SISTEM IMUN


Respons yang dimediasi sel (the cell-mediated
response)
melibatkan sel T  respons terhadap patogen
ketika sel T mengikat patogen  sejumlah tahapan proses
terjadi
Sel T menghasil sel T sitotoksis yang berfungsi membunuh
patogen
Sel menghasil sel T penolong
sel T penolong akan berikatan makrofag. Sel T penolong berfungsi
mengenal kombinasi abnormal antara sel T dengan patogen
sebelum dilisis oleh makrofag
Sel T penolong menghasilkan interleukins yang merangsang
pembelahan sel T dan Sel B
Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

10
12/17/2015

RESPONS SISTEM IMUN


Respons humoral atau yang dimediasi antibodi (the humoral
response or antibody-mediated response)
melibatkan hampir semua sel, dan respons terhadap antigen atau
patogen
Beredar pada sistem limpfatik (getah bening) dan sistem peredaran
darah (Humor = cairan tubuh)
Tahapan dalam respons humoral
Sel-sel B menghasilkan sel-sel plasma. Sel-selplasma akan melepaskan
antibodi kesistem sirkulasi dan mengikat patogen yang membawa
antigen
Sel-sel B juga menghasilkan sel-sel pengingat yang berfungsi untuk
sistem pertahanan lanjutan untuk mengatasi penyerangan berikut dari
patogen yang sama
Makrofag dan sel-sel T penolong (Interleukins) akan menstimulasi
produksi sel-sel B

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

PENINGKATAN SISTEM PERTAHAN


Ada 3 pendekatan  meningkatkan sistem pertahanan tubuh
Antibiotik
Sumber; senyawa kimia yang diproduksi oleh bakteri atau jamur.
Panicillin, streptomicin, ampicillin
Diberikan saat terjadi penyakit untuk membunuh patogen
Vaksin kekebalan aktif
Virus, bagian virus, bakteri, dan organisme lainnya yang telah dilemahkan
(inaktif);
Diberikan pada kondisi sehat  untuk pencegahan dalam waktu lama
Tujuan menstimulasi produksi sel-sel pengingat
Kekebalan pasif; pemberian antibodi dari seseorang yang telah menderita
suatu penyakit ke orang lain yang belum terinfeksi
Transfer antibodi dari ibu ke janin melalui plasenta, dan dari ibu ke anak
melalui ASI
Untuk pencegahan dalam waktu pendek

11
12/17/2015

IMUNODIFESIENSI
Kehilangan sistem kekebalan tubuh
Mudah terserang penyakit patogenik
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom)  disebabkan oleh
HIV (human virus imonodeficiency)
Timbulnya kanker pada tubuh
Penyebab: rusak sel limfosit sehingga tidak mampu
menghasilkan sel B dan Sel T
Pengobatan: transplantasi sumsum tulang dan kelenjar timus

Sel-sel penting dlm


sistem kekebalan &
pembentukannya
Sel stem pada tulang

Pematangan sel B
dalam sumsum tulang

Sel NK Monosit Pematangan sel T dalamkelenjar Timus

Sel B

Sel T
makrofag Sel dendrit Migrasi ke nodul limfa
Migrasi ke nodul limfa

Sel plasma Sel B


Sel T Sel T Sel T
pengingat
pengingat sitotoksis penolong
Kekebalan yang dimediasi
Kekebalan yang dimediasi sel antibodi
Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12
12/17/2015

Aktifasi sel B

MAKROFAG  Fagositosis

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

13
12/17/2015

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Sel Penolong

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

14
12/17/2015

Inkompabilitas Rh
Kehamilan pertama Kehamilan kedua

PEMBULUH DARAH IBU

Sel darah fetus yang Tubuh ibu merespon kehadiran ANTIBODI ibu masuk ke dalam
mengandung Rh+  antigen ANTIGEN tsb dengan sistem peredaran fetus dan
masuk ke dalam sistem memperoduksi ANTIBODI melisis sel-sel daramhmerah
peredaran ibu melalui plasenta (hemolisis) yang
mengandung Rh+
= sel eritrosit ibu Rh-
= sel eritrosit anak dengan Rh+  ANTIGEN bagi ibu
= Antibodi yang diproduksi oleh ibu
= sel eritrosis fetus yang mengalami hemolisis oleh aktivitas antibodi ibu
Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Tahapan Reaksi alergi tubuh terhadap serbuk sari

1. Sel plasma membuat antibodi IgE


sebelum menghirup serbuk sari
2. Antibodi IgE berikatan reseptor sel-
sel Mast di rongga hidung
3. Serbuk sari terhirup ke rongga
hidung
4. Alegran berikatan dengan antibodi
IgE sel-sel mast
5. Sel-sel mast mensekresi histamin
dan senyawa lainnya
6. Sekresi ini menyebabkan
peningkatan vasolidasi dan
permiabilitas membran pembuluh
darah.
7. Muncul gejala reaksi; pembekakan,
kemerahan, lendir  degradasi
elegran oleh makrofag

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

15
12/17/2015

Sistem limfatik (getah bening)

Pembuluh limfatik kanan


Tonsil
Pembuluh vena kanan Pembuluh vena kiri

Nodus limfa axilari Saumsum tulang

Timus
Pembuluh
toraks
limfa

Nodus limfa inguinal

Katub Pembuluh limfatik

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

ORGAN LIMFATIK

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

16
12/17/2015

HIBRIDOMA  Produksi Antibodi monoklonal


Dari Manusia
Dari Tikus
Produksi antibodi
monoklonal melalui
tehnik hibridoma
Sel B  Sel plasma
dengan antibodi khusus hibridisasi
untuk antigen tertentu
Mieloma  sel kanker
 aktif membelah
Kedua sel difusikan
membentuk sel
hibridoma
Mitosis
Sel hibridoma akan
memproduksi antibodi
monoklonal

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Terima kasih

17