Anda di halaman 1dari 14

POLA PENGGUNAAN TIK DI MANAJEMEN BISNIS UKM

(Studi Kasus pada UKM Buana Property di Provinsi Bali)

THE PATTERN OF ICT USAGE IN SME BUSINESS MANAGEMENT


(Case Study in SME Buana Property in Bali)
Fajar Rulhudana

Email: fajarcom@gmail.com
(Diterima: 23 Juni 2015; Direvisi: 02 Agustus 2015; Disetujui terbit: 11 Agustus 2015)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mencari tahu pola penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) untuk meningkatkan produktifitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Metode yang digunakan
dengan kulaitatif dan wawancara dan observasi lapangan sebagai cara mengumpulkan data dan dianalisis
menggunakan teori TAM (Technology Acceptance Model) sebagai acuan pertimbangan sebagai rujukan
untuk memudahkan menemukan pola penggunaan TIK di UKM. Studi ini menemukan dua pola utama
penggunaan TIK di UKM, yaitu TIK yang digunakan merupakan teknologi yang mudah digunakan oleh
karyawan dan yang memberi kemudahan dalam pekerjaan. Hal ini terlihat dari pola pemilihan perangkat
keras dan perangkat lunak (aplikasi) yang disesuaikan dengan deskripsi pekerjaan. Karyawan di salah
satu bagian, menggunakan perangkat yang berbeda dan aplikasi yang berbeda dengan karyawan di bagian
lain, yang dapat dibedakan berdasar pola penggunaan TIK untuk proses perencanaan pekerjaan,
pengorganisasian pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan dan pengendalian pekerjaan.
Kata Kunci: pola penggunaan TIK UKM, komunikasi bisnis

Abstract

This study aims to find out the pattern of the use of Information and Communication Technology
(ICT) to improve the productivity of small and medium enterprises (SMEs). The method used by
qualitative and interviews and field observations as a means to collect the data and analyzed using the
theory of TAM (Technology Acceptance Model) as a reference for consideration as a reference to
facilitate finding the pattern of use of ICT in SMEs. The study found two major patterns of use of ICT in
SMEs, namely the use of ICT is a technology that is easy to use by employees and provide convenience in
work. This is find out from the pattern of selection of hardware and software (applications) that are
tailored to the job description. Employees in one department, using different devices and different
applications with employees in other one, it can be distinguished by the pattern of the use of ICT for the
job planning process, organization of work, execution of work and control of work.
Keyword: SMEs ICT Usage, business communication management

PENDAHULUAN memberdayakan TIK sebagai sarana yang


dapat mendukung aktivitas dan
Penggunaan Teknologi Informasi produktivitas sehari-hari. Melalui pola
dan Komunikasi (TIK) mampu yang didapat tersebut, dapat dijadikan
meningkatkan daya saing dan sebagai acuan dalam pengembangan SDM
produktivitas masyarakat dalam untuk memberdayakan TIK lebih luas dan
menjalankan aktivitas sosial seperti lebih maksimal. Melalui pola tersebut pula
ekonomi. Seperti yang dijelaskan pada dapat dirumuskan strategi dan kebijakan
Blueprint SDM TIK (Kementerian paling tepat untuk mempercepat
Komunikasi dan Informatika 2008), implementasi TIK dan meningkatkan daya
menyatakan bahwa Literasi TIK adalah saing masyarakat.
salah satu bentuk hard skills yang Adapun Blueprint SDM TIK
dibangun secara bertahap, maka peneliti Kementerian Kominfo dapat
berusaha menggali kondisi real (saat ini) dideskripsikan pada gambar di bawah:
di masyarakat guna mengetahui posisi atau
keberadaan masyarakat dalam
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol. 19 No. 2, Agustus 2015: 113-126

Sumber : Kementerian Komunikasi dan Informatika, 2008


Gambar 1 Tahapan Literasi TIK
Information literacy. Kemampuan Indonesia tahun 2008 menjadi penyelamat
untuk mengakses, mengevaluasi dan perekonomian sekaligus jalan keluar jika
menggunakan informasi melalui Indonesia ingin meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Indonesia.
berbagai format media, mulai dari
Selain tahan terhadap gempuran krisis
buku, koran, CD, laman (yang ada di global, UMKM juga di dijalankan oleh
Internet). sebagian besar masyarakat pelaku ekonomi
Digital literacy. Suatu kemampuan indonesia. Walau diakui jumlah asset
untuk memahami dan menggunakan ekonomi UMKM masih tergolong rendah,
informasi dari berbagai sumber yang namun jika tujuan utama negara untuk
mensejahterakan seluas-luasnya
ditampilkan melalui peralatan digital.
masyarakat sosial Indonesia seperti
Computer literacy. Suatu tertuang pada pasal 5 Pancasila keadilan
kemampuan menggunakan komputer sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
untuk memenuhi kebutuhan pribadi maka pengembangan UMKM adalah
dan instansi tempat bekerja. sebuah kewajiban negara terhadap
Internet literacy. Suatu kemampuan masyarakat Indonesia.
Melalui latar belakang yang telah
untuk menggunakan pengetahuan
dipaparkan diatas, maka diperlukan
tentang internet baik teori maupun penelitian guna menyususun kebijakan dan
praktek sebagai media komunikasi pengembangan UMKM Indonesia menuju
dan sumber informasi. masyarakat sosial ekonomi yang adil dan
Dalam rangka mendukung sejahtera. Dalam rangka menuju kebijakan
percepatan peningkatan kondisi sosial yang tepat dan sesuai sasaran, diperlukan
masyarakat, faktor perekonomian penelitian yang menggambarkan pola
merupakan pilar utama yang perlu penggunaan TIK pada komunikasi bisnis
mendapat fokus pengkajian, pembinaan UMKM saat ini, dan dalam penelitian ini
dan pemberdayaan. Setiap investasi baik hal yang akan digali adalah berkaitan
infrastruktur maupun investasi SDM pada dengan implementasi TIK pada
akhirnya ditujukan sebesar-besarnya untuk manajemen usaha UMKM, yang terfokus
mencapai taraf ekonomi masyarakat yang pada UMKM di Provinsi Bali. Tujuan
sejahtera. Sejarah telah membuktikan, yang ingin dicapai pada penelitian ini
ketika Indonesia mengalami resesi atau adalah untuk mengetahui pola penggunaan
krisis ekonomi, bentuk usaha yang bisa TIK dalam menajemen UMKM di Provinsi
bertahan adalah unit usaha mikro, kecil Bali. Manfaat yang diharapkan dari
dan menengah, yang saat ini lebih terkenal penelitian ini yang menggambarkan pola
dengan sebutan UMKM. Bentuk usaha penggunaan TIK pada UMKM di Provinsi
UMKM pada saat krisis ekonomi Bali diharapkan memberi manfaat untuk

114
Pola Penggunaan TIK di Manajemen Bisnis UKM
Fajar Rulhudana

mengetahui kondisi saat ini tentang pola penerimaan atau penggunaan terhadap
penggunaan TIK pada manajemen bisnis teknologi tersebut. Salah satu faktor yang
UMKM; memberikan masukkan tentang dapat mempengaruhinya adalah persepsi
faktor-faktor apa saja yang perlu pengguna terhadap kemanfaatan dan
diperhatikan untuk menjadi fokus utama kemudahan penggunaan TIK sebagai suatu
pembinaan UMKM terutama bidang tindakan yang beralasan dalam konteks
implementasi TIK; memberikan pengguna teknologi, sehingga alasan
rekomendasi untuk Balitbang SDM seseorang dalam melihat manfaat dan
Kominfo dalam pembuatan modul kemudahan penggunaan TIK menjadikan
pelatihan bagi SDM di UMKM dalam tindakan/perilaku orang tersebut sebagai
rangka memberdayakan/ memanfaatkan tolok ukur dalam penerimaan sebuah
TIK untuk manajemen UMKM; teknologi.
memberikan rekomendasi untuk Ditjen Model TAM yang dikembangkan
Aplikasi Informatika di dalam pembuatan dari teori psikologis, menjelaskan perilaku
program dan aplikasi untuk peningkatan pengguna TIK yaitu berlandaskan pada
daya saing UMKM. kepercayaan (belief), sikap (attitude),
keinginan (intention), dan hubungan
LANDASAN TEORI perilaku pengguna (user behaviour
relationship). Tujuan model ini untuk
Ada beberapa model yang
menjelaskan faktor-faktor utama dari
dibangun untuk menganalisis dan
perilaku pengguna terhadap penerimaan
memahami faktor-faktor yang
pengguna teknologi. Secara lebih terinci
mempengaruhi diterimanya penggunaan
menjelaskan tentang penerimaan TIK
teknologi (adopsi teknologi) oleh
dengan dimensi-dimensi tertentu yang
masyarakat, antara lain Theory of
dapat mempengaruhi diterimanya TIK oleh
Reasoned Action (TRA), Theory of
pengguna (user). Model ini menempatkan
Planned Behaviour (TPB), dan Technology
faktor sikap dari tiap-tiap perilaku
Acceptance Model (TAM). Model TAM
pengguna dengan dua variabel yaitu :
sebenarnya diadopsi dari model TRA yaitu
1. kemudahan penggunaan (ease of use)
teori tindakan yang beralasan dengan satu
2. kemanfaatan (usefulness)
premis bahwa reaksi dan persepsi
Adapun bagan teori TAM (technology
seseorang terhadap sesuatu hal, akan
Acceptance Model) (Davis, 1989), sebagai
menentukan sikap dan perilaku orang
berikut:
tersebut. Reaksi dan persepsi pengguna
TIK akan mempengaruhi sikapnya dalam

Sumber : Davis, 1989


Gambar 1 Technology Acceptance Model
Sedangkan bagan kerangka teori penelitian ini dapat digambarkan sebagai
TAM yang di kolaborasikan dengan Teori berikut:
Manajemen (POAC) yang akan digali pada

115
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol. 19 No. 2, Agustus 2015: 113-126

Sumber : Data diolah


Gambar 2 Tahapan Literasi TIK
Penelitian ini menggunakan 2 (dua) sistem. Dikonsepkan dalam bentuk
konstruk utama berupa; persepsi tentang pengukuran terhadap frekuensi dan durasi
kemudahan penggunaan (Perceived Ease waktu penggunaan teknologi. Seseorang
Of Use) dan persepsi terhadap akan puas menggunakan sistem jika
kemanfaatan (Perceived Usefulness) mereka meyakini bahwa sistem tersebut
diintegrasikan ke dalam external variables mudah digunakan dan akan meningkatkan
berupa manajemen bisnis UMKM produktifitas mereka, yang tercermin dari
sedehana berupa POAC; Planning, kondisi nyata penggunaan secara kontinue
Organizing, Actuating dan Controlling. atau berulang.
Pengertian Perceived Ease of Use Dalam penelitian ini, kerangka
(PEOU) adalah persepsi tentang teori digunakan hanya sebagai panduan
kemudahan yang didapatkan dari dalam melakukan penyusunan isntrumen
penggunaan sebuah teknologi didefinisikan pertanyaan wawancara dan sebagai
sebagai suatu ukuran dimana seseorang panduan analisis hasil penelitian. Hal ini
percaya bahwa TIK dapat dengan mudah karena metode penelitian yang digunakan
dipahami dan digunakan dalam aktivitas adalah kualitatif, studi kasus pada salah
manajemen UMKM. Sedangkan satu UMKM, dengan cara pengumpulan
pengertian Perceived Usefulness (PU), data dengan teknik wawancara. Sehingga,
adalah persepsi terhadap kemanfaatan data-data yang dikumpulkan
didefinisikan sebagai suatu ukuran dimana dideskripsikan sesuai tujuan penelitian,
penggunaan suatu teknologi dipercaya yaitu untuk menggambarkan pola
akan mendatangkan manfaat bagi orang penggunaan TIK didalam proses
yang menggunakannya. Dimensi tentang manajemen bisnis UMKM tersebut.
kemanfaatan teknologi informasi meliputi:
Kegunaan, yang meliputi dimensi: Definisi Konsep
menjadikan pekerjaan lebih mudah, Definisi Pemberdayaan
bermanfaat, menambah produktivitas; dan Pemberdayaan yang dalam bahasa
Efektivitas, yang meliputi dimensi: Inggris disebut empowering adalah
mempertinggi efektivitas, mengembangkan sebuah konsep yang dalam arti luas
kinerja pekerjaan. mampu meningkatkan daya saing dan daya
Pengertian Actual System Usage upaya dalam menjalani aktivitas terkait.
(ASU), adalah kondisi nyata penggunaan Misalnya pemberdayaan perempuan, maka
didefinisikan sebagai upaya untuk

116
Pola Penggunaan TIK di Manajemen Bisnis UKM
Fajar Rulhudana

membuat perempuan semakin berdaya 2. Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai


saing dan memiliki daya upaya dalam berikut:
menjalankan aktivitas kehidupannya. a. a. memiliki kekayaan bersih lebih
Begitu juga dengan kata pemberdayaan dari Rp50.000.000,00 (lima puluh
TIK, dapat diartikan sebagai upaya untuk juta rupiah) sampai dengan paling
meningkatkan daya saing dan daya upaya banyak Rp500.000.000,00 (lima
dalam berinteraksi dengan perangkat TIK. ratus juta rupiah) tidak termasuk
Interaksi tersebut dapat berbentuk akses, tanah dan bangunan tempat usaha;
kontrol maupun partisipasi terhadap TIK. atau
b. b. memiliki hasil penjualan tahunan
Definisi Manajemen lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga
Kata Manajemen berasal dari ratus juta rupiah) sampai dengan
bahasa Perancis kuno "mnagement", yang paling banyak Rp2.500.000.000,00
memiliki arti seni melaksanakan dan (dua milyar lima ratus juta rupiah).
mengatur. Ricky W. Griffin 3. Kriteria Usaha Menengah adalah
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah sebagai berikut:
proses perencanaan (planning), a. memiliki kekayaan bersih lebih
pengorganisasian (organizing), dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus
pengkoordinasian (actuating), dan juta rupiah) sampai dengan paling
pengontrolan (controlling) sumber daya banyak Rp10.000.000.000,00
untuk mencapai sasaran (goals) secara (sepuluh milyar rupiah) tidak
efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa termasuk tanah dan bangunan
tujuan dapat dicapai sesuai dengan tempat usaha; atau
perencanaan, sementara efisien berarti b. memiliki hasil penjualan tahunan
bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua
benar, terorganisir, dan sesuai dengan milyar lima ratus juta rupiah)
jadwal. sampai dengan paling banyak
Definisi UMKM Rp50.000.000.000,00 (lima puluh
Berdasarkan Undang-Undang milyar rupiah).
Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2008 4. Kriteria sebagaimana dimaksud pada
tentang usaha mikro, kecil dan menengah ayat (1) huruf a, huruf b, dan ayat (2)
pada BAB IV bagian KRITERIA di Pasal huruf a, huruf b, serta ayat (3) huruf a,
6 disebutkan bahwa: huruf b nilai nominalnya dapat diubah
1. Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai sesuai dengan perkembangan
berikut: perekonomian yang diatur dengan
a. memiliki kekayaan bersih paling Peraturan Presiden.
banyak Rp50.000.000,00 (lima Dalam penelitian ini, Buana Property
puluh juta rupiah) tidak termasuk yang berlokasi di Kota Denpasar ,Provinsi
tanah dan bangunan tempat usaha; Bali yang menjadi obyek penelitian ini
atau masuk kedalam katagori Usaha Menengah.
b. memiliki hasil penjualan tahunan
Operasionalisasi Konsep
paling banyak Rp300.000.000,00 Adapun operasionalisasi yang
(tiga ratus juta rupiah). digunakan dalam pembatasan riset ini,

117
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol. 19 No. 2, Agustus 2015: 113-126

adalah menggali nilai kemanfaatan dan variatif / bermacam-macam, banyak


kemudahan akses, kontrol dan partisipasi diantaranya yang berhasil, juga
pelaku usaha UMKM dalam menjangkau market yang luas (baik
memberdayakan TIK untuk manajemen nasional maupun internasional).
usahanya, yang dibagi dalam bentuk: Diharapkan, hasil penelitian ini dapat
1. Pola Adopsi TIK dalam Planning menjadi rujukan UMKM di provinsi lain
Planning atau perencanaan dengan yang ingin mengimplementasikan pada
memanfaatkan TIK dilakukan dengan usaha di daerahnya. Sedangkan pemilihan
cara mengumpulkan berbagai Buana Property sebagai Narasumber
informasi untuk menyiapkan segala adalah karena usaha ini sudah
faktor untuk merencanakan usaha. memberdayakan, mengimplementasikan
Perencanaan dapat berupa pemilihan TIK dengan baik sebagai sarana
strategi, pembandingan antara berbagai pendukung berlangsungnya manajemen
bahan baku, metode produksi, survey usaha.
alat dan bahan, survey pasar, dan lain- Metode pengumpulan data
lain. dilakukan dengan pengumpulan data
2. Pola Adopsi TIK dalam Organizing primer penelitian yang digali dengan cara
Penggunaan TIK untuk membantu wawancara mendalam terhadap pelaku
mengorganisir berbagai faktor dalam UMKM. Wawancara dilakukan terhadap
menjalankan usaha, baik berupa pemilik usaha maupun karyawan yang
penjadwalan, mengorganisir karyawan, menjalankan usaha UMKM tersebut.
penganggaran, maupun untuk Sedangkan data sekunder penelitian digali
mengorganisir sumberdaya lainnya melalui study pustaka, baik melalui buku
yang dimiliki. maupun internet.
3. Pola Adopsi TIK dalam Actuating Metode analisis data, dilakukan
Penggunaan TIK untuk membantu dengan menganalisis data yang didapat
aktivitas pelaksanaan usaha sehari- sesuai kategori yang ada pada
hari, baik untuk produksi, koordinasi, operasionalisasi konsep penleitian, yaitu di
pemasaran maupun otomatisasi katagorikan pada empat (4) aspek
pekerjaan. manajemen POAC (Planning, Organizing,
4. Adopsi TIK dalam Controlling Actuating dan Controlling). Data yang
Penggunaan TIK untuk membantu didapat dideskripsikan sebagai
monitoring dan controlling argumentasi yang menggambarkan
keberlangsungan usaha. motivasi atau alasan pendukung
penggunaan TIK pada manajemen bisnis
METODE PENELITIAN UMKM yang diteliti. Melalui deskripsi
Penelitian dilakukan dengan tersebut, dapat dilihat pola-pola atau
metode kualitatif, yaitu dengan menggali pemetaan penggunaan TIK melalui analisis
setiap informasi yang berkaitan dengan Model TAM (Technology Acceptance
tujuan penelitian. Sedangkan pemilihan Model) dalam manajemen bisnis UMKM
narasumber, Provinsi Bali dipilih karena yang dijalankan oleh pelaku bisnis UMKM
memiliki karakteristik UMKM yang yang diteliti.

118
Pola Penggunaan TIK di Manajemen Bisnis UKM
Fajar Rulhudana

HASIL PENELITIAN DAN a. Karyawan pemasaran


PEMBAHASAN b. Karyawan pekerja bangunan
c. Karyawan
Penelitian dilakukan di Kantor survey/pengawas/supervisi
Buana Property Kota Denpasar, Provinsi d. Karyawan administrasi
Bali pada tanggal 15-16 September 2011. Tidak semua aplikasi digunakan oleh
Penelitian dilakukan dengan melakukan semua karyawan, hanya aplikasi yang
wawancara mendalam kepada pemilik mendukung jenis pekerjaan karyawan saja
usaha Bapak Ketut Sukreta (pemilik usaha) (usefulness) dan yang mudah (easy to use)
dan Gede Brawiswara (karyawan). Adapun yang digunakan. Adapun paparan lengkap
hasil dari penelitian Pola Pemberdayaan mengenai penggunaan apikasi dijabarkan
TIK dalam proses manajemen bisnis dalam katagorisasi POAC (Planning,
UMKM di Bali dapat di katagorikan Organizing, Actuating dan Controlling)
dalam unit-unit manajemen yang tersusun dibawah.
atas perencanaan (planning), 3. TIK untuk Planning
pengorganisasian (organizing), Dalam perencanaan, TIK digunakan
pelaksanaan (actuating), dan pengendalian untuk keperluan sebagai berikut:
(controlling). a. Riset peluang permintaan pasar.
Pemilik usaha Pekerjaan riset pasar ini dilakukan
mengimplementasikan TIK pada oleh pemilik usaha sekaligus tenaga
manajemen usahanya dimulai dengan pemasar, namun tidak digunakan oleh
membagikan perangkat telepon genggam karyawan pekerja bangunan atau
kepada karyawan dan mengajari berbagai pengawas bangunan. Untuk memulai
menu aplikasi yang diperlukan untuk usaha, hal pertama yang dilakukan
mendukung pekerjaan dalam menjalankan pemilik usaha ini adalah mencari
proses bisnis. peluang pasar. Dimana perlu diketahui
1. Aplikasi TIK yang diperlukan dalam tingkat permintaan konsumen yang
manajemen bisnis UMKM belum dipenuhi oleh unit usaha yang
Aplikasi yang digunakan antara lain: sudah ada. Selisisih antara tingkat
a. Search engine (google, yahoo) permintaan dengan tingkat penjualan
b. Social network (facebook, skype, ini lah yang akan menjadi peluang
twitter) pasar untuk dibangun nya usaha. Riset
c. Translator (google translate) dilakukan dengan mencari mengenai
d. Global Positioning Sistems (GPS) data tingkat permintaan suatu produk
e. Peta atau Maps (Google Maps) atau jasa tertentu di instansi terkait,
f. Black Berry Mail (BBM) misalnya data di kementerian/dinas
g. Yahoo messenger (YM) perdagangan dan data di BPS, data di
h. Aplikasi Office (word, excel, Pertanahan, riset usaha pesaing juga
powerpoint) riset data trend tingkat penjualan
i. Aplikasi suply chain management rumah di wilayah Provinsi Bali. Riset
j. Aplikasi desain grafis dilakukan dengan cara browsing data
2. Kategori karyawan. internet dan peninjauan langsung
Pada usaha properti yang diteliti, dilapangan.
memiliki beberapa tipe karywan, yaitu:

119
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol. 19 No. 2, Agustus 2015: 113-126

b. Riset alat produksi dan lokasi berupa karakteristik dan identitas


pembangunan property lokasi pada wilayah lahan yang
Setelah menemukan peluang pasar, disurvey karyawan nya tersebut. Titik
pelaku usaha melanjutkan mencari/ GPS ini juga yang menjadi dasar
riset terkait peralatan dan perlengkapan pencocokan dengan data Badan
yang diperlukan untuk produksi produk Pertanahan dan Dinas Kehutanan,
atau jasa yang akan menjadi usaha, apakah lahan yang disurvey termasuk
termasuk cara yang perlu dipelajari kedalam wilayah konservasi atau tidak.
untuk mengoperasikan alat juga Titik GPS ini juga dijadikan dokumen
perawatan alat. Riset dilakukan dengan penting bagi tenaga pemasar untuk
browsing alat-alat baru yang mungkin menawarkan suatu lokasi pada calon
di gunakan usaha sejenis dikota besar konsumen yang akan membeli atau
lainnya. Dengan demikian, proses berinvestasi. Informasi mengenai GPS
produksi bisa semakin efektif, ini tidak dimengerti oleh karyawan
menguntungkan, dan perusahaan survey, karyawan hanya diajari tatacara
mengetahui informasi yang benar akan melakukan penandaan titik GPS dan di
berbagai peralatan yang digunakan kirimkan ke pemilik usaha dan tenaga
untuk usaha. Sehingga dapat pemasar. Menurut narasumber, secara
meminimalisir faktor kecurangan yang umum yang mengerti informasi GIS ini
mungkin dapat dilakukan, baik oleh adalah klien konsumen atau investor
pihak rekanan maupun karyawan. dari luar negeri, sangat sedikit dan
Tak kalah penting juga riset lokasi bahkan hampir tidak ada klien/investor
property yang akan dibangun. Riset dalam negeri yang menanyakan
dilakukan untuk menemukan lahan- informasi GIS dari titik GPS ini.
lahan yang akan dibangun. Hal ini c. Riset inovasi produksi
dilakukan selain dengan TIK juga Melalui TIK yang dimiliki, pelaku
masih melakukan survey langsung, usaha dapat mencari informasi dan
mengingat tidak semua data di internet panduan untuk melakukan terobosan
dianggap lengkap dan akurat, sehingga atau inovasi produk. Melalui inovasi
masih perlu survey langsung. Selain tersebut, produk yang dihasilkan
pemilik usaha , survey lokasi dibantu memiliki karakteristik tertentu
oleh karyawan dengan bantuan ponsel (diversifikasi khusus) dipasaran.
yang dibekali. Yaitu karyawan Diversifikasi produk ini menjadi
melakukan pemotretan lokasi peluang potensi market yang lebih
kemudian di upload melalui social dibandingkan produk-produk lain
network yang dimiliki, yang tentunya sejenis. Riset dilakukan dengan
hanya terhubung terbatas dengan mencari informasi trend properti yang
pemilik usaha dan juga melakukan banyak diminati pasar baik dari
penandaan titik GPS (Global wilayah Bali, provinsi lain, maupunluar
Positioning System) pada lokasi yang negeri.
di survey. Melalui penandan GPS d. Riset Bahan Baku
tersebut, pemilik usaha melakukan TIK juga dimanfaatkan untuk
Tracing informasi geografis (GIS= mencari bahan baku, termasuk
Geographic Information System) kandungan unsur bahan baku, harga

120
Pola Penggunaan TIK di Manajemen Bisnis UKM
Fajar Rulhudana

bahan baku tingkat ketersediaan juga keuntungan yang mungkin dapat


lokasi sumber asal bahan baku. Dengan dicapai.
mengetahui seluk beluk bahan baku, g. Perencanaan Startegi Penentuan
maka pelaku usaha tidak akan khawatir harga/ Pricing
dalam memenuhi kebutuhan bahan Penentuan pricing ini juga
baku dan bisa menghemat biaya merupakan akumulasi dari riset-riset
pembelian bahan baku (jika mampu yang dilakukan. Sehingga harga yang
bertransaksi langsung ke sumber asal). ditentukan merupakan strategi nilai
Material yang dibutuhkan di riset di terbaik dalam menjalankan usaha.
internet, dan didukung melalui riset Harga akan disesuaikan dari
langsung oleh karyawan dengan cara pertimbangan nilai harga pesaing, nilai
yang sama, yaitu dengan melakukan harga bahan baku, dan berbagai nilai
pemotretan bahan baku, dan di kirim harga yang telah di riset dengan baik.
ke pemilik usaha beserta identitas h. Perencanaan Startegi Promosi
dokumen informasi pendukung Penentuan strategi promosi juga
lainnya. merupakan akumulasi dari riset yang
e. Riset Pesaing dilakukan. Yaitu berdasar data riset
TIK juga digunakan untuk trend pasar, riset pesaing, juga riset
mengetahui perkembangan usaha strategi pricing atau penganggaran.
pesaing. Baik melalui pencarian data di 4. TIK untuk Organizing
Internet, maupun melalui monitoring a. Organisir persediaan dan bahan
perangkat ponsel yang juga dilakukan baku usaha
dengan cara yang sama, yaitu dengan Tik digunakan untuk mengorganisir
mengirim karyawan survey dan bahan baku yang tersedia dan yang
melakukan pemotretan produk pesaing terpakai dengan melakukan
dan di kirim melalui uploading melalui pendataan di komputer mengenai
social network yang terhubung. data-data pembelian, penyimpanan
Menurut narasumber, Ide ini ter inisiasi dan pengeluaran bahan baku usaha.
dari contoh pada usaha minimarket, Hal ini bisa mengurangi tingkat
yang melakukan riset harga pesaing kecurangan atau pencurian yang
dengan cara memotret setiap produk mungkin dapat dilakukan oleh
yang dijual di minimarket pesaing. karryawan maupun rekanan yang
f. Perencanaan Produksi/ Strategi berkerjasama.
produksi b. Organisir sistem komunikasi
TIK digunakan untuk perencanaan dengan karyawan (SDM)
produksi disini diartikan bahwa setelah Narasumber mengorganisir
melakukan riset diatas, pengusaha komunikasi dengan karyawan
menghimpun informasi dan strategy dengan cara melakukan grouping
untuk memilih strategi produksi paling atau pengelompokan karyawan-
menguntungkan. Sehingga karyawan sesuai dengan katagori
perencanaan produksi didukung tertentu. Sehingga ketika ingin
dengan data yang akurat dan lengkap. melakukan penyebaran informasi
Hal ini dapat meningkatkan potensi ke seluruh karyawan, atau ke

121
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol. 19 No. 2, Agustus 2015: 113-126

kelompok karyawan tertentu, dapat Sedangkan koordinasi dengan mitra


di organisir dengan baik. usaha dilakukan ketika narasumber
Selain melalui komunikasi seluler tidak memiliki produk yang
(voice dan sms), pelaku usaha juga diminta oleh konsumen atau stok
memanfatkan aplikasi messenger, yang dimiliki kososng, sehingga
antara lain, YM, BBM, Skype, bisa saling melengkapi antar mitra
Facebook, dan twitter. Apliasi ini usaha.
dirasa dapat memberikan support 5. TIK untuk Actuating (pelaksanaan
lebih besar, karena dapat mengirim usaha)
multimedia seperti foto, video, a. TIK untuk membantu proses
group chat,juga live video chat. produksi
c. Organisir komunikasi dengan Proses produksi dapat di monitor
Pembeli (consumer) dan investor setiap saat, hal ini karena informasi
Narasumber menggunakan melalui proses monitoring dapat
berbagai aplikasi komunikasi untuk diperoleh secara simultan dan
melakukan kontak komunikasi tergolong lengkap, dengan
dengan pembeli, baik yang berada demikian, setiap progress
di dalam negeri maupun luar pekerjaan dapat dipantau, dan
negeri. Untuk konsumen yang apabila diperlukan perubahan atau
berasal dari luar negeri, narasumber pengambilan keputusan, dapat
juga menggunakan aplikasi dilakukan dengan cepat dan
tambahan berupa Translator cenderung akurat.
(Google Translate) untuk b. TIK untuk memudahkan koordinasi
membantu menterjemahkan bahasa Koordinasi selama proses produksi
yang digunakan konsumen. berlangsung dengan memanfaatkan
Narasumber juga menjelaskan device yang saling terhubung, baik
bahwa setiap aplikasi dan device melalui socaial network, aplikasi
memiliki karakteristik keunggulan mesenger maupun komunikasi
masing-masing, misalnya untuk langsung via telpon/sms. Dengan
menjaring kontak target konsumen, bantuan aplikasi dan device ini,
apliakasi yang digunakan adalah koordinasi dapat dilakukan dengan
facebook dan skype, sedangkan baik, lengkap dan biaya yang
untuk berkomunikasi yang lebih dikeluarkan yang relatif terjangkau
intensif narasumber menggunakan (bahkan sangat murah jika
BBM (Blackberry Mail). menggunakan messanger via
d. Organisir komunikasi dengan internet).
suplier dan mitra usaha lainnya c. TIK mempermudah layanan
Narasumber mengorganisir Device dan aplikasi yang
komunikasi dengan suplier bahan digunakan, memudahkan
baku dan peralatan untuk narasumber untuk memberikan
melakukan pemesanan dan layanan yang cepat dan akurat.
menanyakan ketersediaan Salah satu contohnya adalah ketika
bahan/alat, sehingga tidak perlu calon pelanggan menginnginkan
datang langsung ke lokasi suplier. gambaran property yang

122
Pola Penggunaan TIK di Manajemen Bisnis UKM
Fajar Rulhudana

ditawarkan, dapat segera di kirim dapat diperoleh juga semakin


datanya (baik multimedia atau GIS) meningkat.
melalui perangkat yang dimiliki. b. TIK memudahkan pembuatan
d. TIK membantu otomatisasi laporan
pekerjaan (melakukan pekerjaan Mekanisme pencatatan setiap
yang berulang) transaksi di komputer memudahkan
Terdapat beberap pekerjaan yang dalam pembuatan laporan dan
rutin yang dapat di otomatisasi, rekapitulasi. Dengan demikian,
sehingga dapat meringankan beban laporan perkembangan usaha dapat
pekerjaan karyawan, seperti dipantau atau dicetak setiap termin
aplikasi komputer yang menangani waktu tertentu, dan hasilnya pun
suplai dan persediaan barang di dapat di akumulasikan atau
gudang atau di lapangan, termasuk dikatagorisasikan sesuai
juga berkaitan dengan pelaporan karakteristik laporan yang di
keuangan yang otomatisasi inginkan.
terjumlah di komputer. c. TIK membantu memantau isu dan
6. TIK untuk Controlling trend pasar
a. TIK memudahkan monitoring Monitoring isu dan tren pasar dapat
karyawan dan progress pekerjaan dilakukan dengan mekanisme
Selama proses produksi, petugas browsing data di internet maupun
pengawas/supervisi yang dibekali dengan mengirim tenaga
ponsel dengan aplikasi lengkap survey/supervisi ke lokasi-lokasi
yang diperlukan, melakukan yang menjadi trend setter. survey
pengawasan dengan cara dapat dikirimkan melalui
mengirimkan foto secara periodik mekanisme uploading dan
dari titik-titik property yang sedang messaging di social network yang
dibangun. Selain pengiriman foto, terkoneksi antara tenaga survey,
juga dikirimkan informasi terkait tenaga pemasar dan pemilik usaha.
keterangan kondisi lapangan yang Monitoring isu dan trend pasar ini
dilihat oleh petugas pengawas. merupakan hal kunci dalam usaha,
Dengan demikian, progres sehingga produk atau bangunan
pekerjaan dan kualitas dapat selalu property yang akan di
dipantau oleh manajemen usaha. bangun/dijual dapat disesuaikan
Sesekali narasumber melakukan (baik arsitektur, eksterior, dan
peninjauan langsung ke lapangan interior) dengan trend selera pasar.
tanpa pemberitahuan sebelumnya. d. TIK membantu menyimpan
Hal ini untuk menjamin (arsipasi) informasi dengan jumlah
berlangsungnya proses pengawasan besar dan kompleks
dengan baik. Implementasi TIK Penyimpanan dokumen dan
untuk proses produksi ini dirasa berbagai informasi pendukung
sangat membantu pengawasan dan usaha dapat disimpan di perangkat
mengurangi jumlah petugas komputer, dengan kapasistas yang
supervisi di lapangan. Dengan relatif cukup besar untuk
demikian, potensi keuntungan yang menampung dokumen-dokumen

123
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol. 19 No. 2, Agustus 2015: 113-126

tersebut. Dengan demikian, manajemen bisnis usaha yang mereka


dokumen fisik yang tidak terlalu jalankan.
sering digunakan dapat di simpan
atau dirapihkan. Hal ini dapat PENUTUP
memaksimalkan tempat kerja dan Kesimpulan yang didapat dari
memudahkan dalam pencarian penelitian ini bahwa Pola Pemberdayaan
ketika dokumen diperlukan atau penggunaan Teknology Informasi dan
kembali. Komunikasi (TIK) baik perangkat keras
Setiap elemen data yang maupun perangkat lunak pada proses
ditemukan, pada hasil penelitian ini manajemen bisnis UMKM membentuk dua
(pemanfaatan atau pemberdayaan pola utama, yaitu bahwa teknologi yang
perangkat TIK oleh pelaku UMKM), digunakan tersebut mampu memberikan
memiliki karakteristik tertentu agar dapat manfaat (usefulness) dan teknologi
secara terus menerus diimplementasikan tersebut mudah digunakan (easy to use).
oleh manajemen bisnis UMKM. Adapun Hal ini terlihat pada UMKM Buana
karakteristik itu adalah teknologi yang Property yang memanfaatkan/
memiliki karakteristik memberi manfaat memberdayakan TIK dalam proses
bagi bisnis, dan teknologi yang mudah manjemen usahanya yang menggunakan
digunakan oleh pelaku bisnis (fihak TIK.
manajemen, maupun karyawan Pola pemberdayaan TIK untuk
operasional). Kedua karakteristik tersebut UMKM yang tergambar pada hasil
(manfaat dan kemudahan), memberi penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi
dampak secara langsung kepada pengguna usaha sejenis yang ingin
teknologi. Dengan demikian, pengguna mengimplementasikan atau
akan kembali menggunakan perangkat memberdayakan TIK dalam manajemen
tersebut (setelah penggunaan pertama). usahanya, dengan memilih perangkat TIK
Penggunaan secara berlanjut ini akan tertentu yang memang memberi manfaat
menjadi sebuah kebiasaaan untuk kepada unit usaha dan mudah
menggunakan perangkat TIK tersebut. digunakanoleh pelaku usaha.
Penggunaan atau pemberdayaan TIK Rekomendasi dari tulisan ini adalah
secara terus menerus ini disebabkan karena Program pemberdayaan TIK Kementerian
memberi dampak yang jelas dan signifikan Kominfo (baik pelatihan maupun
bagi peningkatan produktivitas maupun pembinaan aplikatif elektronik bisnis
keuntungan unit usaha. UMKM) diharapkan dapat mengambil dua
Alasan-alasan atau motivasi pola utama, yaitu TIK yang memberi
penggunaan teknologi menjadi sebuah manfaat langsung pada proses manajemen
kebiasaan, dapat diartikan sebagai sebuah bisnis UMKM dan TIK yang mudah
mekanisme adobsi teknologi. Pola adobsi digunakan bagi pengguna.
teknologi yang dilakukan oleh UMKM
Buana Properti ini, menunjuk kan bahwa DAFTAR PUSTAKA
faktor kemanfaatan dan faktor kemudaan
Kementerian Komunikasi dan Informatika. Blue
dalam penggunaan menjadi faktor utama Print Pengembangan SDK TIK Badan
mengapa teknologi TIK ini diberdayakan Litbang SDM Kementerian Kominfo RI.
dan di implementasikan kedalam Jakarta, 2008.

124
Pola Penggunaan TIK di Manajemen Bisnis UKM
Fajar Rulhudana

Business To Customer. Januari 27, 2011. Manajemen, Tim PPM. Business Model Canvas
www.netessence.com.cy (accessed Maret Penerapan di Indonesia. Jakarta: Penerbit
3, 2012). PPM, 2010.

Friedman, Thomas. L. The World is Flat: A Brief Ostenwalder, A.Y.P. "Clarifying Business Models."
History of the Twenty-First Century. The Communication of The Association for
Third. New York: Picador/Farrar, Strauss Information System 15 (2005): 1-25.
and Giroux, 2007.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
Janelle, Elems , Bellomo Micehael, and Elad Joel. tahun 2008 Tentang Usaha mikro, kecil
Ebay, your business: Maximize profits and dan menengah. n.d.
get results. California: The McGrew-Hill
Osborn, 2005. Wibowo, Arief. "Kajian Tentang Perilaku
Pengguna Sistem Informasi dengan
Kotler, Philip. Marketing Management. New York: Pendekatan Technology Acceptance
Nortwestern University, 2009. Model (TAM)." Skripsi, Program Studi
Sistem Informasi, Fakultas Teknologi
Laudon, Kenneth C and Traver, Carol Guercio. E- Informasi, Universitas Budi Luhur,
Commerce. Business, Technology, Society. Jakarta, 2010.
Pearson, 2011.

125
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol. 19 No. 2, Agustus 2015: 113-126

126