Anda di halaman 1dari 26

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah / Kode MK: Perencanaan Sistem Tenaga Listrik Program / Sem / Kredit : 2 (dua) SKS

Buku Ajar

Dosen

Buku Referensi:

H. Stoll, “Least-Cost Electric Utility Planning,Wiley, 1989.

Arthur Mazer: “Electric Power Planning for regulated and deregulated markets,Wiley Interscience, 2007.

Lectures notes / Paper / Seminar. Akan dibagikan soft copy-nya.

: Belum ada (ada tayangan tiap tatap muka)

: Dr. Santosa Gitosusastro

No.

Hari / Tanggal / Pertemuan

Modul Kuliah

1.

Pertemuan 1

Pengenalan Sistem Tenaga Listrik PLN dan Regulasi Ketenagalistrikan

2.

Pertemuan 2

Refreshing Analisa Keekonomian / Ekonomi Tehnik

3.

Pertemuan 3

Prakiraan Kebutuhan Tenaga Listrik

4.

Pertemuan 4

Operasi Ekonomis STL dan Keandalan

5.

Pertemuan 5

Operasional Planning

6.

Pertemuan 6

Perencanan Pembangkitan

7.

Pertemuan 7

Perencanaan Pembangkitan Deterministik

   

Ujian Tengah Semester - UTS

8.

Pertemuan 8

Perencanaan Pembangkitan Probabilistrik

9.

Pertemuan 9

Perencanaan Pembangkitan Pada Deregulated Market

10.

Pertemuan 10

Perencanaan Transmisi

11.

Pertemuan 11

Perencanaan Gardu Induk

12.

Pertemuan 12

Perencanaan Distribusi

13.

Pertemuan 13

Latihan Soal

14.

Pertemuan 14

Review

   

Minggu Tenang

   

Ujian Akhir Semester - UAS

1

ECP 723 Mata Kuliah Perencanaan Sistem Tenaga Listrik - 2 SKS

Tujuan: Memahami tata cara merencanakan sistem tenaga listrik, mampu

merencanakan kebutuhan tambahan pembangkit pada sistem kecil.

Tata Tertib Kuliah

1.

Kuliah 1 kali tiap minggu 2 x 50 menit.

2.

Ada quiz yang akan diberikan secara random, dikerjakan selama sekitar 30 - 50 menit.

3.

Akan ada Tugas kelompok sekitar 2 Tugas.

4.

UTS dan UAS bersifat closed book. Mahasiswa boleh membuat rangkuman dari bahan kuliah sebanyak 1 (satu) lembar kertas A4 polos bolak-balik.

5.

Bobot perkuliahan adalah: 10% absen

10% quiz / Tugas Individu / Tugas kelompok 30% UTS 50% UAS

6.

7.

Tata tertib kuliah

Tidak boleh pindah kelas

Matikan HP

Boleh terlambat maksimum 15 menit

Tidak boleh keluar masuk kelas

Minggu -1

dan Regulasi Ketenagalistrikan

Pengenalan Sistem Tenaga Listrik PLN

1.

Pengenalan Pasar Tenaga Listrik

2.

Pengenalan PLN

3.

Ilustrasi RUPTL PLN tahun 2016 2025

4.

Proses Perencanaan

Pasar Tenaga Listrik

Regulated Market

Bersifat monopolistik. Pada pasar ini, tenaga listrik dapat dikatakan masih menjadi bagian dari infrastruktur, umumnya rasio elektrifikasi masih jauh dari 100%, dan perusahaan listrik masih milik Pemerintah. Bentuk perusahaannya masih menganut verical integrated compa ny . Tarif listrik ditentukan Pemerintah.

Deregulated market

Bersifat kompetitif. Pada pasar ini, tenaga listrik sudah dikategorikan sebagai komoditi, umumnya rasio elektrifikasi sudah atau mendekati 100%, dan perusahaan listrik sebagian besar sudah bukan milik Pemerintah. Bentuk perusahaannya masih menganut unbundling , ada perusahaan pembangkit, perusahaan transmisi, perusahaan distribusi

dan perusahaan retail . Tarif listrik ditentukan oleh suplai dan kebutuhan pasar,

me skipun ada j uga yang menganu t pada konsume n akhir tarif masih ditentukan oleh Pemerintah.

Indonesia pada tahun 2002 sudah mempunyai Undang-undang no 20 tahun 2002, yang sudah meletakkan dasar-dasar kompetisi dengan deregulated market. Namun undang-

undang ini pada tahun 2004, dicabut oleh Mahkamah Konstitusi, sehingga kembali ke

regulated market berdasar UU No. 15/1985. Pada tahun 2010 ini sudah diundangkan UU no 30/2010 yang mengatur mengenai ketenagalistrikan.

Pengenalan PLN (1)

Dasar Hukum

PLN sesuai UU no 15/1985 tentang ketenagalistrikan, adalah PKUK (Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan) yang bertugas menyediakan listrik di Indonesia. Namun, di lain pihak, PLN sesuai UU no 19 tahun 2003 adalah BUMN Persero yang juga mempunyai tugas menghasilkan profit bagi Pemerintah. Tarif listrik, TDL (Tarif Dasar Listrik), ditentukan oleh Pemerintah. TDL sekarang ini disesuaikan terhadap inflasi dan harga bahan bakar. Pengorganisasian PLN Secara umum PLN terdiri atas unit-unit, selain itu PLN juga mempunyai beberapa anak perusahaan yang bergerak pada bidang pembangkitan, jasa konsultan, jasa konstruksi dan perusahaan listrik dengan wilayah terintegrasi. Unit-unit PLN dapat dikategorikan sebagai berikut:

Wilayah PLN dibagi ke dalam 7 Direktorat Operasional, yaitu (1)Sumatra, (2)Jawa Bag.

Barat, (3)Jawa Bag. Tengah, (4)Jawa Bag. Timur dan Bali, (5)Kalimantan, (6)Sulawesi dan

Nusa Tenggara, (7)Maluku dan Papua, serta 4 Direktur lainnya dan Direktur Utama.

Masing-masing Direktorat Operasional terdiri atas beberapa Unit wilayah/distribusi, Unit pembangkitan/Penyaluran, Unit Pusat Pengaturan Beban, dan Unit pengelolaan proyek

Di luar itu ada Unit penunjang, antara lain Puslitbang, Pusdiklat, Jasa Engineering, dan Manajemen Konstruksi.

Pengenalan PLN (2)

PLN Kantor Pusat Manajemen PLN, terdiri atas DIRUT dan 8 Direktur, yaitu: Direktur Perencanaan Strategis, Direktur Keuangan, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum, Direktur

Pengadaan Strategis, Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko, Direktur Operasi Jawa-

Sumatra-Bali, Direktur Operasi Indonesia Bagian Bagian Timur. Direksi PLN didukung oleh Satuan Pengawasan Intern, dan Satuan Manajemen Kinerja. Masing-masing Direktur mempunyai beberapa Kepala Divisi.

Anak Perusahaan PLN

PLN memiliki 7 Anak perusahaan, yaitu:

PT. Indonesia Power, dan PT. PJB yang bergerak di bidang pembangkitan

PT. PLN-E bergerak dalam bidang jasa konsultasi

PT. PLN-Batam dan PLN-Tarakan bergerak dalam penyediaan tenaga listrik pada wilayah yang terintegrasi.

PT. COMNET Plus bergerak dalam bidang telekomunikasi.

PT. PLN-Geothermal bergerak dalam bidang pembangkitan panasbumi.

Proses Perencanaan di PLN

Proses Perencanaan di PLN Slide ini dan slide-slide berikut diambilkan dari: RUPTL PLN 2016 - 2017

Slide ini dan slide-slide berikut diambilkan dari:

RUPTL PLN 2016 - 2017

Proses Perencanaan di PLN

Proses Perencanaan di PLN 8
9

FASILITAS TERPASANG

1

Rasio Elktrifikasi tahun 2015 88.3% dengan target tahun 2025 mencapai 99.7% 10
Rasio Elktrifikasi tahun 2015 88.3% dengan target tahun 2025 mencapai 99.7% 10

Rasio Elktrifikasi tahun 2015 88.3% dengan target tahun 2025 mencapai 99.7%

PERTUMBUHAN

1

Kebijakan Energi Terbarukan

Kebijakan Energi Terbarukan 19

Kebijakan Energi Terbarukan

Kebijakan Energi Terbarukan 20
21
22
23
24
26