Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

W (45 TAHUN)
DENGAN MASALAH DEABETES MELITUS DI RT 03 / RW 06
DESA CIHANJUANG RAHAYU

A. PENGKAJIAN
1. Data Demografi
Nama kepala keluarga : Tn. W
Usia : 45 Tahun
Pendidikan : SD
Pekerjaan : sopir
Alamat : Desa Cihanjuang Rahayu Rt 03 Rw 06
a. Nama anggota keluarga
N Nama Hub dengan Umur JK Suku Golongan Pendidikan Pekerjaan
O keluarga darah terakhir
1 Tn. W suami 45 L Sunda - SMP sopir
1 Ny. Y istri 38 P Sunda - SMA IRT
2 Sdr.S Anak 19 L Sunda - Smp sopir
4 Sdr.G anak 4 L Sunda - - Belom
sekolah
b. Alamat
Keluarga Tn.M tinggal di RT 03 / RW 06 desa Cihanjuang Rahayu.
c. Genogram Keluarga Ny.M : 3 generasi

Keterangan: : laki-laki : pasien : sudah meninggal

: perempuan ---- : tinggal serumah

1
d. Tipe Keluarga
Keluarga Tn.W dengan tipe Keluarga inti yaitu dalam satu
keluarga terdiri darisuami, istri dan anaknya.
e. Latar belakang budaya (suku)
Keluarga Tn.W berasal dari suku sunda. Bahasa yang digunakan
sehari-hari adalah bahasa sunda.
f. Identifikasi agama dan kepercayaan
Semua anggota keluarga Tn.W beragama islam. Seluruh anggota
keluarga selalu menunaikan ibadah sholat 5 waktu. Kegiatan sholat
berjamaah sering keluarga lakukan di rumah dengan dipimpin oleh
kepala keluarga.
g. Status sosial (riwayat-kini)
Tn.W bekerja sebagai sopir sedangkan Ny.Y juga sebagai IRT.
Penghasilan keluarga tidak menentu. Sumber penghasilan keluarga
berasal dari Tn.W kurang lebih sebesar Rp. 2.000.000/ bulan.

2. Tahap perkembangan keluarga dan riwayat keluarga


a. Tahap perkembangan keluarga
Keluarga Tn.W saat ini berada di tahap VI: Tahap ini adalah tahap
keluarga melepas anak dewasa muda dengan tugas perkembangan
keluarga.
b. Pemenuhan tugas fungsi keluarga pada tahap bersangkutan
Keluarga Tn.W saat ini dalam tahap perkembaangan ke VI
Memperluas siklus keluarga dengan memasukkan anggota keluarga
baru yang didapat dari hasil pernikahan anaknya, melanjutkan untuk
memperbaharui dan menyelesaikan kembali hubungan perkawinan,
membantu orang tua lanjut usia dan sakit-sakitan dari suami dan istri
anak Pertama Tn.W sudah tidak tinggal serumah dengan keluarga
Tn.W.
c. Riwayat kesehatan keluarga (inti-extended)

2
Keluarga Tn.W mempunyai penyakit DM.saat di lakukan
pengkajian Tn. W menderita luka pada .kaki sebelah kiri, dan gula
darahnya 516. Luka sebar 5 cm dengan puss. TN W mengaku dalam
keluarganya pernah ada yang menderita Dm. Istri TnW menderita
hipertensi didapatkan pada hasil pengkajian TD 160/100 mmHg dan
mengeluh pusing.
3. Data lingkungan
a. Karakteristik rumah (denah rumah)
Rumah keluarga Tn.W berbentuk parmanen dengan ukuran 8 x6
m2 terdiri dari satu buah ruang tamu, 3 buah kamar tidur, satu buah
kamar mandi, satu buah gudang, dan dapur. Lantai rumah semen,
penerangan listrik cukup terang, ada ventilasi dirumah, ada kamdang
ternak 2 meter dari rumah, sumur gali, jarak sumur dengan wc kurang
dari 10 meter.

2 4
1

6
3

5
7

Gambar : denah rumah


Ket :
1. Kamar tidur 4. Dapur
2. Kamar mandi 5. Kamar Tidur
3. Ruang TV/Keluarga 6. Kamar tidur

3
7. Ruang tamu
b. Karakteristik tetangga dan lingkungan sekitar
Tetangga keluarga Tn.W pada umumnya bekerja sebagai supir.
Jarak rumah mereka agak berdekatan. Ikatan antar keluarga baik, saling
tolong menolong masih menjadi kebiasaan di wilayah tersebut.
c. Perpindahan/mobilitas keluarga
Tn.W mengatakan sudah tinggal dirumahnya yang sekarang selama
25 tahun dan belum pernah berpindah rumah.
d. Hubungan keluarga dan kaitannya dengan lingkungan komunitas sekitar
Tn.W mengatakan jarang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan
disekitar rumahnya. Tn.W juga jarang berkumpul bersama saudara-
saudaranya pada hari raya. Interaksi terjalin antara keluarga Tn.W
dengan tetanggannya sangat baik.

4. Struktur keluarga
a. Pola komunikasi
Tn.W mengatakan keluarga biasa berkomunikasi menggunakan
bahasa sunda, jika ada masalah didalam keluarga maka anggota
keluarga berdiskusi dan bermusyawarah untuk mencari pemecahan.
b. Struktur kekuasaan/pengambilan keputusan
Tn.W mengatakan bahwa yang mengambil keputusan dalam segala
hal adalah Tn.W karena sebagai kepala keluarga.
c. Struktur peran
a. Tn.W :Sebagai kepala keluarga, cari nafkah untuk kebutuhan
hidup sehari-hari.
b. Ny.Y :Sebagai istri, sekaligus ibu dari anaknya yang sebagai
ibu rumah tamgga yang tak jarang mengurus rumah.
c. Sdr.S :Sebagai anak kedua
d. An.G :sebagai anak ke 3

4
d. Nilai dalam keluarga
Keluarga memegang teguh nilai-nilai agama islam, keluarga juga
ditekankan untuk menjaga silaturahmi dengan saudara-saudara dan
tetangga setempat.

5. Fungsi dalam keluarga


a. Fungsi efektif/intimasi
Tn.W selalu memberikan kasih sayang pada anak dan istrinya dan
tidak membeda-bedakan. Diantara anggota keluarga satu sama lainnya
saling menyayangi. Hubungan keluarga terlihat harmonis dan ikatan
kekeluargaan sangat erat.
b. Fungsi sosialisasi
Seluruh anggota keluarga Tn.W dapat bersosialisasi dikeluarga
dengan akrab, juga sosialisasi dengan tetangga maupun dengan
masyarakat yang ada di wilayah ditempat tinggal Tn.W.
c. Fungsi ekonomi
Ny.Y mengatakan dalam keluarga sumber pengahasilan berasal
dari Tn.W sebagai kepala keluarga yang berkewajiban mencari nafkah.
d. Fungsi reproduksi
Ny.Y mengatakan menggunakan kontrasepsi IUD di pasang pada
kelahiran anak terahir 4 tahun yang lalu.
e. Fungsi Perawatan kesehatan
1. Mengenal masalah kesehatan
Tn.W mengatakan tidak mengetahui banyak tentang penyakit yang
dialaminya. Tn.W hanya mengetahui bahwa ia sering nyeri di area
kaki, dan pangkal paha kiri.
2. Mengambil keputusan untuk mengatasi masalah kesehatan
Keputusan untuk mengatasi masalah kesehatan diambil oleh
keluarga. Pertimbangan untuk mengambil keputusan didasarkan
apabila penyakit sudah parah.

5
3. Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan
Keluarga Tn.W merasa lingkungan yang ada disekitar sudah
mencukupi keriteria kenyamanan.
4. Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
Keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat
untuk mengatasi masalah yaitu pergi ke dokter praktek.
f. Stres, koping dan adaptasi keluarga
a. Stressor, kekuatan dan persepsi keluarga
Keluarga merasa masalah kesehatan yang ada pada akhir-akhir ini
Tn.W akibat gula darah. Keluarga berusaha mengatasi Tn.W dengan
diurut menggunakan salep yang di beli di toko obat dengan
kandungan yang tidak mereka tahu. Keluarga menganggap penyakit
yang dialami Tn.W masih biasa-biasa saja. Pada penyakit hipertensi
yang di derita Ny.Y klien mengaku hipertensinya dikarenakan
perceraian anaknya.
b. Strategi koping keluarga
Koping yang digunakan dengan memecahkan masalah bersama-
sama seluruh anggota keluarga.
c. Adaptasi keluarga
Keluarga Tn.W tidak selalu membawa berobat jika ada anggota
keluarganya yang sakit, baik ke puskesmas ataupun rumah sakit.

6. Pemeriksaan Kesehatan
a. Tn.W
Keadaan umum : DM
TTV : TD : 110/70 MmHg, N : 80x/Menit,
RR : 20x/menit, S : 36,7 C
Pemeriksan fisik
Kepala : Rambut bersih, warna hitam beruban, tidak ada nyeri tekan,
tidak ada lesi.

6
Mata : Tidak Anemis, tidak ada nyeri tekan, tidak ada lesi, terdapat
gambaran tipis pembululuh darah
Hidung : simetris, tidak ada polip, tidak ada lesi, tidak ada nyeti
tekan
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe dan JVP
Dada : simetris, tidak ada lesi, tidak ada nodul, tidak ada nyeri
tekan, perkusi terdengar resonan pada paru, dan redup pada
jantung. Auskultasi terdengar vesikuler.
Abdomen : simetris, tidak ada lesi, peristaltik terdengar 10 x/mnt,
perkusi terdengar redup, tidak kembung, tidak ada nyeri
tekan, tidak ada pembesaran hati dan limpa.
Ektrimitas : pada bagian ekstremitas bawah terdapat luka yang
sepamjang 5 cm pada daerah kaki, kadang-kadang
mengalami nyeri di pangkal paha, dan luka mengeluarkan
nanah.

b. Ny.Y
Keadaan umum : hipertensi
TTV : TD : 160/[100 MmHg, N : 90x/Menit,
RR : 20x/menit, S : 36,7 C
Pemeriksan fisik
Kepala : Rambut bersih, warna hitam beruban, tidak ada nyeri tekan,
tidak ada lesi.
Mata : Tidak Anemis, tidak ada nyeri tekan, tidak ada lesi.
Hidung : simetris, tidak ada polip, tidak ada lesi, tidak ada nyeti
tekan
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe dan JVP
Dada : simetris, tidak ada lesi, tidak ada nodul, tidak ada nyeri
tekan, perkusi terdengar resonan pada paru, dan redup pada
jantung. Auskultasi terdengar vesikuler.

7
Abdomen : simetris, tidak ada lesi, peristaltik terdengar 10 x/mnt,
perkusi terdengar redup, tidak kembung, tidak ada nyeri
tekan, tidak ada pembesaran hati dan limpa.
Ektrimitas : tidak ada odema pada ekstrimitas baik ekstrimitas bagian
atas maupun ekstrimitas bagian bawah

c. sdr.S
Keadaan umum : baik
TTV : TD : 110/80 MmHg, N : 86x/Menit,
RR : 20x/menit, S : 36,7 C
Pemeriksan fisik
Kepala : Rambut bersih, warna hitam, tidak ada nyeri tekan, tidak ada
lesi.
Mata : Tidak Anemis, tidak ada nyeri tekan, tidak ada lesi.
Hidung : simetris, tidak ada polip, tidak ada lesi, tidak ada nyeti
tekan
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe dan JVP
Dada : simetris, tidak ada lesi, tidak ada nodul, tidak ada nyeri
tekan, perkusi terdengar resonan pada paru, dan redup pada
jantung. Auskultasi terdengar vesikuler.
Abdomen : simetris, tidak ada lesi, peristaltik terdengar 8x/mnt, perkusi
terdengar redup, tidak kembung, tidak ada nyeri tekan, tidak
ada pembesaran hati dan limpa.
Ektrimitas : tidak ada lesi, bengkak, dan odema pada ekstrimitas

d. An.G
Keadaan umum : baik
TTV , N : 86x/Menit,
RR : 22x/menit, S : 35,7 C , BB : 9 kg.
Pemeriksan fisik

8
Kepala : Rambut bersih, warna beruban, tidak ada nyeri tekan, tidak
ada lesi.
Mata : Tidak Anemis, tidak ada nyeri tekan, tidak ada lesi, terdapat
gambaran tipis pembululuh darah
Hidung : simetris, tidak ada polip, tidak ada lesi, tidak ada nyeti
tekan
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe dan JVP
Dada : simetris, tidak ada lesi, tidak ada nodul, tidak ada nyeri
tekan, perkusi terdengar resonan pada paru, dan redup pada
jantung. Auskultasi terdengar vesikuler.
Punggung :, tidak ada luka
Abdomen : simetris, tidak ada lesi, peristaltik terdengar 10 x/mnt,
perkusi terdengar redup, tidak kembung, tidak ada nyeri
tekan, tidak ada pembesaran hati dan limpa.
Ektrimitas : tidak ada lesi, bengkak, dan odema pada ekstrimitas
Imunisasi : imunisasi lengkap

B. ANALISA DATA / DIAGNOSA


DATA INTERPRETASI DATA MASALAH
DS : Ketidakmampuan keluarga Gangguan
- Tn.W mengatakan lukanya mengenal masalah . keseimbangan
tidak kunjung sembuh dan gula darah
sukar sembuh.
- TnW mengatakan sering
berkemih pada malam hari
dan sering merasa haus.
- Tn W mengatakan tidak tau
akan penyakitnya.

DO:
- Persendian kaki Tn.W

9
terdapat luka selebagr 5 cm
di kaki sebelah kiri dan
bernanah
-hasil GDS sewaktu : 516

C. PERENCANAAN
Gangguan keseimbangan guladarah di keluarga Tn W pada Tnn W bd
kurangnya pengetahuan keluarga TnW tentang DM
KRITERIA NILAI/BOBOT SKOR PEMBENARAN
Sifat masalah 1 1 1 Tn.W mengatakan luka nya
x1=3
3
tidak kunjung sembuh dan
Actual=3
tn W mengaku tidak tau
resiko=2
tentang penyakitnya
potensial=1
Kemungkinan masalah 2 1 Melalui pendidikan
x2 = 1
2
untuk dipecahkan kesehatan dan perawatan
kondisi Tn.W masalah dapat
Mudah=2
diatasi cara menjaga pola
Sebagian=1
makan, menghindari faktor
Tidak dapat=0
DM dan pembuatan obat
tradisionalnya. Tetapi Tn.W
hanya hanya mebersihkan
luka dan memberi obat salep
tari toko obat.
Potensial masalah untuk 1 2 2 Masalah tersebut dapat
x1 =
dicegah 3 3 diubah butuh waktu lama.
Salah satu cara dengan cara
Tinggi=3
sering memeriksanya ke
Cukup=2
puskesmas. Motivasi Tn.W
Rendah=1
saat diajak untuk memeriksa
ke puskesmas kurang karena

10
Tn W mengaku takut jarum
suntik.
Menonjolnya masalah 1 2 Bila tidak segera ditangani
x1 = 1
2 memungkinkan
Segera diatasi=2
Tidak segera diatasi=1 penyembuhan lama
Tidak dirasakan adanya
masalah =0
Total skor 3
2
6
Prioritas Diagnosa :
Gangguan keseimbangan guladarah di keluarga Tn W pada Tnn W bd kurangnya
pengetahuan keluarga TnW tentang DM

11
RENCANA INTERVENSI

Tanggal : 16 Oktober 2017


Tujuan Kriteria
Dx.keperawatan Standar evaluasi Rencaana intervensi
Tujuan umum Tujuan khusus evaluasi
Nyeri Setelah dilakukan Setelah dilakukan Respon verbal Keluarga dapat 1. Kaji pengetahuan
berhubungan intervensi, kunjungan keluarga menyebutkan dengan keluarga tentang DM
dengan diharapkan nyeri selama 1x30 menit bahasanya sendiri/dengan 2. Berikan penjelasan
ketidakmampuan pada Tn.W dapat diharapkan keluarga bantuan leaflet bahwa menganai pengertian,
asam urat adalah satu
keluarga mengenal teratasi. mampu: penyebab, dan tanda
penyakit peradangan yang
masalah asam urat 1. Mengenal menyerang persendian gajala DM dengan
masalah DM akibat gula darah. menggunakan leaflet.
seperti Penatlasanaan pengyakit 3. Kaji luka klien.
2. Menyebutkan DM 4. Anjurkandiet rendah
ciri ciri DM gula
3. Merawat luka Keluarga dapat 5. Ajarkan perawatan luka
menyebutkan penyebab
DM DM.
deabetes melitus bahasa
sendiri 6. Beri kesempatan untuk
keluarga bertanya.
Respon verbal Keluarga mampu 7. Minta keluarga untuk
menyebutkan tanda dan menyebutkan kembali
gejala DM dengan bahasa 8. Beri reinforcement (+)
sendiri

12
1. Keluarga mampu
melakukan perawatan
dengan mengontrol
makanan-makanan rendah
gula

Respon verbal Keluarga dapat menyebutkan


dan mendemonstrasikan
perawatan luka DM secara
tradisional dengan
leaflet/bahasa sendiri

4. Melakukan
perawatan
dengan
mengontrol
makanan-
makanan yang
harus di hindari
oleh penderita
DM.

13
5. Menyebutkan
dan
mendemonstrasi-
kan perawatan
luka.

14
15