Anda di halaman 1dari 26

TUGAS

OTOMOTIF

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah OTOMOTIF

TUGAS OTOMOTIF Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah OTOMOTIF Disusun Oleh : Ahmad Akbar Saputra 1371

Disusun Oleh :

Ahmad Akbar Saputra 1371 0150 74

Denny Saputra

1371 0150 30

Adi Saputra

1371 0150 60

JURUSAN TEKNIK MESIN INSTITUT TEKNOLOGI BUDI UTOMO JAKARTA

2016

BAB I

SISTEM PENGISIAN HONDA JAZZ L15A

Honda Jazz L15A menggunakan sistem pengisian tipe M. IC Regulator tipe

M terdiri dari dari IC campuran yang menggunakan Monolitic Intregated Circuit

(MIC). IC berfungsi sebagai pendeteksi sirkuit terbuka rotor coil dan untuk lampu

peringatan pengisian. Pada IC regulator tipe M, lampu charge akan menyala bila

terdapat beberapa gangguan yaitu: sirkuit rotor coil terbuka, tegangan pada

terminal turun di bawah 13V (PPPGT,2005:49).

Kk

B

IG

Lampu

indikator

F Voltage Regulator

  • L Alternator E

IG

C

B

ECM

Field Winding

Terminal positif baterai Gambar 3.1 Wiring diagram sistem pengisian

A. Komponen Sistem Pengisian Honda Jazz L15A

1. Baterai

Baterai adalah penyimpan tenaga listrik. Baterai berfungsi

memberikan tenaga listrik yang cukup untuk menghidupkan mobil

(starter), sistem pengapian, penerangan dan kebutuhan lainnya. Baterai

23

24

yang digunakan pada Honda Jazz L15A adalah tipe baterai basah yang

masih memerlukan perawatan dengan menambahkan air baterai setiap

beberapa bulan sekali. Baterai ini mempunyai kapasitas tegangan

baterai: 12 V dan arus baterai: 45 Ah. Bentuk baterai ini persegi

panjang, baterai mempunyai dua terminal yaitu terminal positif dan

negatif.

24 yang digunakan pada Honda Jazz L15A adalah tipe baterai basah yang masih memerlukan perawatan dengan

Gambar 3.2 Baterai

2. Kunci Kontak

Kunci kontak berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan

listrik pada rangkaian atau mematikan dan menghidupkan sistem. Kunci

kontak pada Honda Jazz L15A memiliki 4 terminal yaitu terminal B di

hubungkan ke baterai, terminal IG di hubungkan ke (+) koil pengapian

dan beban lain yang membutuhkan, terminal ST di hubungkan ke solenoid

starter,

terminal ACC yang di hubungkan ke accessory kendaraan,

seperti: radio, tape dan lain-lain.

25

IG

ST

Gambar 3.3 Kunci kontak

3. Lampu CHG

25 IG ST Gambar 3.3 Kunci kontak 3. Lampu CHG Gambar 3.4 Lampu CHG B ACC

Gambar 3.4 Lampu CHG

B

ACC

Lampu CHG berfungsi memberikan tanda kepada pengemudi

bahwa sistem pengisian bekerja. Lampu CHG pada Honda Jazz L15A

menggunakan lampu LED. Lampu CHG ini berwarna merah dan

bergambarkan baterai. Pada saat kunci kontak ON mesin mati lampu

CHG menyala, tetapi pada saat mesin hidup lampu CHG

harus mati.

Bila lampu pengisian tidak mati ada kemungkinan alternator tidak

membangkitkan arus atau pengisian berlebihan.

26

4. Alternator

Alternator adalah salah satu komponen dari sistem pengisian yang

berfungsi mengubah energi mekanik dari mesin menjadi energi listrik.

Alternator pada Honda Jazz L15A menggunakan tipe M. IC Regulator

tipe M terdiri dari IC campuran yang menggunakan Monolitic Intregated

Circuit (MIC). IC berfungsi sebagai pendeteksi sirkuit terbuka rotor coil

dan untuk lampu peringatan pengisian.

Tabel.3.1 Spesifikasi alternator

Bagian

Alternator

Out Put Coil(rotor) resistance Slip ring Brush length Brush spring tension

Regulator

F

Spesifikasi

75A

2.6-2.9

  • 22.7 mm (0.85 in)

  • 19.0 mm (0.75 in)

3.3-4.1 N (0.34-0.42 kgf,0.-0.7-0.9 lbf) IC(integrated circuit)

L

C

B

IG

Gambar 3.5 Alternator

27

B C IG L F Rectifier Voltage Regulator Field Winding E Gambar 3.6 Wiring diagram alternator
B
C
IG
L
F
Rectifier
Voltage Regulator
Field Winding
E
Gambar 3.6 Wiring diagram alternator

Alternator mempunyai beberapa terminal yaitu B, IG, L, F dan C.

Alternator terdiri dari beberapa bagian yaitu:

a. Stator

Stator terdiri dari stator core atau inti stator dan stator coil

balakang. Stator core terdiri dari lapisan steel plating yang tipis

(inti besi yang tipis). Bagian dalamnnya terdapat celah tempat

masuknya tiga buah stator coil yang masing-masing berdiri sendiri.

Stator coil

atau kumparan medan. Stator diikat oleh rumah bagian depan serta

Stator core

Gambar 3.7 Stator

28

  • b. Rotor

 

Kutub

Magnet U

Bantalan

kipas

Slip ring (-) Slip ring (+)

Gambar 3.8 Rotor

Kipas

Kutub

magnet S

Bantalan

Rotor

shaft

Rotor coil

Rotor terdiri dari inti kutub (kutub magnet yaitu kutub utara

dan selatan yang berjumlah enam pasang) yang terbuat dari besi,

slip ring positif (+) yang berhubungan dengan slip ring negatif (-),

kipas yang menempel pada kumparan magnet, bantalan ada pada

rotor shaft dan rotor coil yang mempunyai resistance 2.6-2.9 .

  • c. Rectifier (Dioda)

Rectifier berfungsi untuk menyearahkan arus AC yang di

hasilkan oleh stator coil menjadi arus DC, selain itu juga berfungsi

untuk menahan agar arus dari baterai tidak mengalir ke stator coil.

Sifat rectifier adalah meneruskan arus listrik satu arah.

Rectifier ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu rectifier

positif dan rectifier negatif. Cara membedakan rectifier positif dan

negatif saat terpasang pada dudukannya dengan cara rectifier positif

plat pemegang bodi rectifier dipasang langsung ke terminal B

alternator tanpa isolator, sedangkan pada rectifier negatif

plat

29

pemegang bodi rectifier dipasang ke terminal B alternator dengan

menggunakan isolator.

Rectifier (-)

 

Kaki rectifier

Rectifier (+)

Gambar 3.8 Rectifier

d. Sikat (Brush)

Sikat berfungsi untuk mengalir arus listrik dari regulator ke

rotor coil. Pada alternator terdapat dua sikat, yaitu :

1) Sikat positif yang berhubungan dengan terminal F alternator

2) Sikat negatif berhubungan dengan bodi alternator.

Lambang

Kode

merek

produksi

Sikat (-)

 

Sikat (+)

Gambar 3.9 Sikat

Sikat merupakan bagian yang sering menjadi penyebab gangguan

pada alternator, sikat yang sudah pendek dapat menyebabkan aliran

30

listrik ke rotor coil berkurang, akibat tekanan pegas yang melemah.

Ukuran panjang sikat standar pada Honda Jazz L15A yaitu: 19 mm,

dengan panjang minimum yaitu:5,5 mm, terbuat dari karbon dan

berbentuk persegi panjang. Terdapat kode produksi dan ada gambar

lambang merek.

  • e. Slip ring

Slip ring berfungsi sebagai ujung rotor coil. Honda Jazz L15A

mempunyai slip ring dengan diameter 21,7-22,7 mm. Slip ring terbagi

menjadi dua namun saling berhubungan yaitu slip ring positif (+) dan

slip ring negatif (-).

Slip ring (+) Slip ring (-)
Slip ring
(+)
Slip ring
(-)
  • f. Kipas

Gambar 3.10 Slip ring

Kipas berfungsi untuk mendinginkan komponen alternator yaitu

rectifier maupun kumparan pada alternator. Ada dua kipas di

alternator Honda Jazz L15A yaitu kipas bagian depan yang menempel

pada kutub magnet S dan kipas bagian belakang yang menempel pada

kutub magnet U. Kipas bagian depan memiliki jumlah sudu sebanyak

31

 

10

14

buah.

Kipas

bagian

depan

g.

Bantalan

buah, sedangkan bagian belakang memiliki jumlah sudu sebanyak

Kipas

bagian

belakang

Gambar 3.11 Kipas

Honda Jazz L15A memiliki dua bantalan di dalam alternator

yaitu bantalan bagian depan yang berfungsi untuk menghindari

gesekan langsung antara rotor shaft dengan rumah bagian depan

sedangkan bantalan bagian belakang menghindari gesekan antara

rotor shaft dengan rumah bagian belakang.

Bantalan

bagian

depan

Bantalan

bagian

belakang

Gambar 3.12 Bantalan

  • 5. V-ribbed Belt

32

V-belt
V-belt

Gambar 3.14 V-belt

Pada system pengisian V-belt berfungsi untuk meneruskan putaran

mesin ke alternator. Apabila tegangan V-belt kurang maka akan

menyebabkan terjadinya slip sehingga kecepatan putaran alternator

kurang dan akibatnya out put alternator berkurang. V-belt pada Honda

Jazz L15A berbentuk bulat tanpa sambungan dengan diameter 280 mm,

berserat, terbuat dari karet dan ada tanda di balik v-belt. Tanda

Gambar 3.15 Tanda di balik v-belt

B. Overhoule Sistem Pengisian Honda Jazz L15A

  • 1. Melepas Alternator dari mesin

    • a) Melepaskan kabel negatif dari baterai.

    • b) Melepaskan konektor alternator, kabel dan melepaskan penjepit dari

33

alternator.

  • c) Melepas baut pengunci lalu melepaskan alternator.

33 alternator. c) Melepas baut pengunci lalu melepaskan alternator. Gambar 3.16 Melepas baut pengunci d) Memutar

Gambar 3.16 Melepas baut pengunci

  • d) Memutar baut penyetel kekencangan berlawanan dengan jarum jam

untuk mengendurkan V-belt dan dorong alternator lalu lepas v-belt.

Gambar 3.17 Memutar baut penyesuai

  • e) Melepas alternator dari mesin.

2. Membongkar alternator

  • a) Melepas empat baut utama pada alternator.

34

Gambar 3.18 Melepas empat baut utama

  • b) Memisahkan drive end housing dari stator dengan menggunakan

obeng (-).

Gambar 3.19 Memisahkan drive end housing dari stator
Gambar 3.19 Memisahkan drive end housing dari stator
  • c) Memisahkan rear housing and drive-end housing dengan stator

tersambung ke rear housing.

35

Rear

Drive-end

housing

housing

Stator

Rotor

Gambar 3.20 Memisahkan rear housing

  • d) Melepaskan puli dengan memutar kunci berlawanan dengan arah

jarum jam.

Gambar 3.21 Melepas puli

  • e) Memisahkan rotor dari Drive-end.

3. Memeriksaan Alternator

Untuk memeriksa alternator, penulis menggunakan alat multitester dan

jangka sorong. Multitester digunakan untuk mengukur tegangan

(volt),arus (ampere) dan ohm. Sebelum multitester digunakan harus

36

dikalibrasi dulu dengan cara menyatukan kedua kutub multitester, lalu

putar tombol penyetel hingga jarum di multitester menunjukkan angka

nol. Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang secara fisik.

a. Rotor

1) Memeriksa rotor terhadap hubungan terbuka, menggunakan

ohmmeter, cek adanya hubungan di antara slip ring. Bila tidak

ada hubungan segera ganti rotor.

36 dikalibrasi dulu dengan cara menyatukan kedua kutub multitester, lalu putar tombol penyetel hingga jarum di

Gambar 3.22 Pemeriksaan terhadap hubungan terbuka

Gambar 3.23 Hasil pemeriksaan gambar 3.22 Standar : 2.6-2.9 ohm Hasil pemeriksaan : 2.9 ohm Kesimpulam
Gambar 3.23 Hasil pemeriksaan gambar 3.22
Standar
: 2.6-2.9 ohm
Hasil pemeriksaan
: 2.9 ohm
Kesimpulam
: Rotor masih bisa digunakan.

37

2) Memeriksa hubungan dengan massa, menggunakan ohmmeter

lalu cek adanya hubungan di antara slip ring dan kutub magnet.

Bila ada hubungan segera ganti rotor.

37 2) Memeriksa hubungan dengan massa, menggunakan ohmmeter lalu cek adanya hubungan di antara slip ring

Gambar 3.24 Pengetesan hubungan dengan massa

Standar

Hasil pemeriksaan

Kesimpulan

b. Bantalan

:-

: Tidak ada hubungan.

: Rotor masih bisa digunakan.

Memeriksa bantalan kemungkinan aus atau kasar dengan cara

memutar-mutarkan bantalan, menggerak-gerakkan bantalan ke kiri

dan ke kanan untuk mengetahui keolengan bantalan dan memeriksa

keadaan fisik bantalan.

Gambar 3.25 Memeriksa bantalan

38

Standar

: Tidak oleng, tidak berbunyi dan tidak aus.

Hasil pemeriksaan: Bantalan tidak oleng, tidak berbunyi dan tidak

aus.

Kesimpulan

c. Stator

: Bantalan masih bisa digunakan.

1) Pengetesan sirkuit terbuka.

38 Standar : Tidak oleng, tidak berbunyi dan tidak aus. Hasil pemeriksaan: Bantalan tidak oleng, tidak

Gambar 3.26 Pengetesan sirkuit terbuka

Sebelum melakukan pengetesan harus melepas hubungan

stator coil dengan rectifier menggunakan solder. Setelah

terlepas, lalu gunakan ohmmeter dan cek adanya hubungan di

antara kabel coil. Bila tidak ada hubungan, ganti hubungan

drive end plate.

Srandar

: Ada hubungan.

Hasil pemeriksaan

: Ada hubungan.

Kesimpulam

: Stator coil masih bisa digunakan.

39

2) Pengetesan hubungan dengan massa.

Menggunakan ohmmeter, cek adanya hubungan di antara

kawat coil dan drive end frame. Bila ada hubungan, ganti

rakitan drive end frame.

39 2) Pengetesan hubungan dengan massa. Menggunakan ohmmeter, cek adanya hubungan di antara kawat coil dan

Gambar 3.27 Pengetesan hubungan dengan massa

Standar

Hasil pemeriksaan

Kesimpulan

d. Sikat

: Tidak terdapat hubungan.

: Tidak ada hubungan.

: Stator masih bisa digunakan.

Ukuran panjang sikat standar Honda Jazz L15A yaitu 19 mm,

panjang minimum sikat Honda jazz L15A yaitu 5,5 mm. Bila panjang

sikat kurang dari 5,5 mm maka perlu diganti.

Gambar 3.28 Pengukuran panjang sikat

Stamdar

: 5,5-19 mm.

Hasil pemeriksaan : 12 mm.

Kesimpulan

e. Rectifier

: Sikat masih bisa digunakan.

1. Pemeriksaan Rectifier bagian positif

40

a) Menghubungkan klem negatif ohmmeter dengan bodi positif

(terminal positif) dan hubungkan klem positif ohmmeter

dengan salah satu ujung stator. Ohmmeter harus menunjukan

tidak bergerak.

Gambar 3.29 Pemeriksaan rectifier bagian positif

Hasil pemeriksaan : Tidak ada hubungan.

b) Membalik posisi, hubungkan klem negatif ohmmeter dengan

salah satu ujung stator dan hubungkan klem positif ohmmeter

dengan bodi positif (terminal positif). Jarum ohmmeter harus

bergerak.

41

41 Gambar 3.30 Pemeriksaan rectifier bagian positif Standar : Ada hubungan. Hasil pemeriksaan : Ada hubungan.

Gambar 3.30 Pemeriksaan rectifier bagian positif

Standar

: Ada hubungan.

Hasil pemeriksaan : Ada hubungan.

Kesimpulan

: Rectifier bagian positif masih bisa

digunakan.

2. Pemeriksaan rectifier bagian negatif

a) Hubungkan klem positif ohmmeter dengan bodi negatif

(terminal negatif) dan hubungkan klem negatif ohmmeter

dengan salah satu ujung stator. Ohmmeter harus menunjukan

tidak bergerak.

Gambar 3.31 Pemeriksaan rectifier bagian negatif

42

Hasil pemeriksaan : Tidak ada hubungan.

b) Balik posisi, hubungkan klem positif ohmmeter dengan salah

satu ujung stator dan hubungkan klem negatif ohmmeter

dengan bodi negatif (terminal negatif). Jarum ohmmeter harus

bergerak.

42 Hasil pemeriksaan : Tidak ada hubungan. b) Balik posisi, hubungkan klem positif ohmmeter dengan salah

Gambar 3.32 Pemeriksaan rectifier bagian negatif

Standar

: Ada hubungan.

Hasil pemeriksaan : ada hubungan.

Kesimpulan

: rectifier bagian negatif masih bisa

digunakan.

4. Memasang alternator

c. Memasangkan rear housing dengan rectifier.

rear

housing

Rectifier

Gambar 3.33 Memasang rear housing

d. Memasang drive-end bearing ke rotor.

43

e. Memasang puli dengan memutar kunci searah jarum jam.

d. Memasang drive-end bearing ke rotor. 43 e. Memasang puli dengan memutar kunci searah jarum jam.

Gambar 3.34 Memasang puli

f. Menekan brushes (A) ke dalam, masukkan pin (B) untuk menahan

brush.

d. Memasang drive-end bearing ke rotor. 43 e. Memasang puli dengan memutar kunci searah jarum jam.

B A Gambar 3.35 Brush yang tertahan (Armada Motor Shop Manual Honda Jazz GD3,2005)

B

Gambar 3.36 Menahan brush

44

h. Memasang rumah bantalan bagian depan dan rumah bantalan

bagian belakang dengan stator tersambung ke rumah bantalan

bagian belakang, pasang baut lalu cabut pin.

Rotor

 

pin

Rumah

Rumah

bagian

bagian

depan

belakang

Gambar 3.37 Memasang alternator

C. Pengujian Sistem Pengisian Honda Jazz L15A.

1. Pengujian charging circuit tanpa beban mengunakan volt ampere

tester.

  • a) Memasang klem positif (+) volt ampere tester ke terminal positif

(+) baterai.

  • b) Menghubungkan klem negatif (-) volt ampere tester ke terminal

negatif (-) baterai.

  • c) Menghubungkan klem induksi dari volt ampere tester dengan

terminal B alternator.

Klem

induksi

Kabel

terminal B

alternator

Gambar 3.38 Klem induksi

45

(+)

 

Alternator

(-)

B Alternator

Gambar 3.39 Pengujian charging circuit

  • d) Memutar selector ke DC A untuk mengambil data arus pada

alternator lalu kalibrasi dengan memutar range ke angka 100 lalu

memutar zero sampai jarum menunjukkan angka nol.

45 Alternator B Alternator Gambar 3.39 Pengujian charging circuit d) Memutar selector ke DC A untuk

Gambar 3.40 Mengkalibrasi volt ampere tester

  • e) Memutar selector ke AC/DC V untuk mengambil data tegangan

pada alternator lalu kalibrasi.

Cek charging circuit sebagai berikut:

Dengan mesin hidup dari putaran idle hingga 2000 rpm, cek

pembacaan amperemeter dan voltmeter. Kuat arus Honda Jazz L15A

adalah 10 A dan tegangannya adalah 13,5-14,3 V, bila pembacaan

voltmeter lebih dari tegangan tersebut, gantilah IC regulator, bila

pembacaan kurang dari tegangan tersebut, cek IC regulator dan alternator.

46

Gambar 3.41 Pemeriksaan tegangan sebelah kiri dan arus sebelah kanan

Hasil pemeriksaan : Tegangannya adalah 13,6 V dan kuat arusnya

Kesimpulan

adalah 10 A.

: Masih bisa digunakan.

2. Memeriksaan charging circuit dengan beban.

Dengan mesin hidup dari putaran idle hingga 2000 rpm, nyalakan

lampu yang ada di stand, cek pembacaan amperemeter. Kuat arus pada

Honda Jazz L15A yaitu 75 A, bila pembacaan amperemeter lebih dari

kuat arus standar, maka ganti alternator.

Gambar 3.42 Pemeriksaan arus dengan beban

Standar

: 75 A.

Hasil pemeriksaan : kuat arusnya adalah 45 A.

Kesimpulan

: masih bisa digunakan.

  • A. Simpulan

BAB II

PENUTUP

  • 1. Identifikasi komponen sistem pengisian meliputi: baterai, kunci kontak,

lampu chg, alternator, dan v-ribbed belt.

  • 2. Overhoule sistem pengisian dilakukan dengan melepas alternator dari

mesin, membongkar alternator, memeriksa alternator, dan memasangnya

kembali.

  • 3. Pengujian sistem pengisian dengan beban maupun tanpa beban

menggunakan tester yang disebut volt ampere tester.

  • B. Saran

    • 1. Agar komponen masih bisa digunakan untuk waktu yang lebih lama,

sebaiknya lebih berhati-hati saat melakukan overhoule.

  • 2. Agar komponen lebih mudah dibuka, sebaiknya dilapisi oli sebelum di

pasang kembali.

  • 3. Agar hasil pengukuran akurat, alat yang digunakan harus dalam kondisi

baik dan bisa dikalibrasi.