Anda di halaman 1dari 7

1 BAB 1

PENDAHULUAN Commented [NR1]: julius

(PEMBAHASAN UNIT DEHIDRASI)


2 BAB 2
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1 Menentukan konsentrasi water content dibawah 7lb/MMSCF pada aliran masuk
AGRU dan aliran keluaran AGRU diatas 7lb/MMSCF Commented [NR2]: dena: analisisnya jangan lupa

Unit pengolahan gas untuk gas asam, terdiri dari dew point control unit
(DPCU), acid gas removal unit (AGRU) dan gas dehydration unit. Penggunaan unit
dehidrasi bergantung pada teknologi pengabsorpsian gas asam yang digunakan, dimana
unit dehidrasi dapat diletakkan sebelum atau sesudah unit acid gas removal. Pada
umumnya, absorpsi gas asam dengan menggunakan teknologi amina, unit dehidrasi
diletakkan sesudah unit penghilangan gas asam. Hal tersebut karena kandungan air
pada aliran gas akan bertambah pada saat keluar dari kolom absorpsi amina.
Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan, dapat dihitung kandungan air aliran
To AGRU dan From AGRU yang akan masuk ke dalam unit dehidrasi.
Kandungan air dari hasil simulasi aliran To AGRU ataupun From AGRU
didapatkan dengan cara membagi laju alir massa H2O dengan laju alir molar
keseluruhan. Untuk aliran To AGRU, didapatkan bahwa laju alir massa H 2O adalah
649.3039 lb/day dan laju alir molarnya adalah 176.3 MMSCFD, sehingga kandungan
air pada aliran To AGRU adalah 3.684 lb/MMSCF. Untuk aliran From AGRU atau
aliran keluar dari unit penghilangan gas asam, laju alir masss H2O yang didapatkan
adalah 11520.4444 lb/day dengan laju alir molarnya adalah 148.3 MMSCFD, sehingga
kandungan air untuk aliran From AGRU adalah 77.69 lb/MMSCF. Dengan demikian
dapat dilihat bahwa hasil keluaran dari AGRU mengalami peningkatan kandungan air,
dari 3.684 lb/MMSCF menjadi 77.69 lb/MMSCF. Peningkatan kandungan air
mencapai 21 kali lipat dari kondisi awal sebelum masuk AGRU. Kondisi keluaran
AGRU yang mencapai 77.69 lb/MMSCF sangat jauh dari spesifikasi batas kandungan
air maksimum pada aliran sales gas yakni hanya 7 lb/MMSCF. Pada awal sebelum
masuk unit AGRU pada dasarnya kandungan air dari gas sudah memenuhi spesifikasi,
namun peningkatan terjadi setelah aliran gas melewati unit AGRU yang disebabkan
oleh adanya campuran air pada pelarut amine yang digunakan untuk menghilangkan
gas asam dari gas alam tersebut. Semakin banyak kandungan air yang dicampurkan
pada larutan amine, maka semakin banyak air yang terbawa oleh aliran sweet gas yang
keluar dari AGRU. Oleh karena itu hasil keluaran dari AGRU atau aliran From AGRU
perlu dikurangi kandungan airnya dengan cara menggunakan unit dehidrasi.
Penggunaan unit dehidrasi dengan tujuan menjadikan kandungan air pada aliran gas
dibawah 7 lb/MMSCF.
2.2 Melakukan simulasi untuk kenaikan 0.1% konsentrasi TEG dan membuat kurva
water content pada aliran keluaran unit dehidrasi terhadap %TEG dari
konsetrasi awal.
Berikut ini adalah simulasi yang dilakukan untuk melihat hubungan konsentrasi
TEG dengan water content pada aliran keluar dari unit dehidrasi.

Gambar 2.1 Simulasi Awal Unit Dehidrasi

Jelasin tahapan simulasi yg kayak dew dkk. Commented [NR3]: adyota

Hasil simulasi yang didapatkan adalah sebagai berikut.


Tabel 2.1 Hasil Simulasi Variasi Konsentrasi TEG terhadap Kandungan Air di Dry Gas
Molar Flow Water Molar Flow Water
H2O Mass Flow Mass Flow
Konsentrasi Dry Gas Content in Wet Gas Content in Gamm
Fraction Water in Dry Water in Wet Wout Xo Wo Ea
TEG (MMSCFD Dry Gas (MMSCFD Wet Gas a
(Mass) Gas (lb/day) Gas (lb/day)
) (lb/MMSCF) ) (lb/MMSCF)
0.99 5.27E-05 424.5872 148 2.8688 11520.4657 148.3 77.6835 2.8688 0.6400 0.0776 3.8601 0.9575

0.991 4.75E-05 369.6857 148 2.4979 11520.4657 148.3 77.6835 2.4979 0.6380 0.0704 3.4870 0.9527

0.992 4.23E-05 329.2030 148 2.2243 11520.4657 148.3 77.6835 2.2243 0.6300 0.0630 3.0819 0.9475

0.993 3.71E-05 288.5737 148 1.9498 11520.4657 148.3 77.6835 1.9498 0.6270 0.0555 2.7025 0.9427

0.994 3.19E-05 247.7970 148 1.6743 11520.4657 148.3 77.6835 1.6743 0.6200 0.0479 2.3067 0.9377

0.995 2.66E-05 206.8721 148 1.3978 11520.4657 148.3 77.6835 1.3978 0.6133 0.0402 1.9150 0.9329

0.996 2.13E-05 165.7984 148 1.1203 11520.4657 148.3 77.6835 1.1203 0.6067 0.0324 1.5262 0.9281

0.997 1.60E-05 124.5751 148 0.8417 11520.4657 148.3 77.6835 0.8417 0.6000 0.0245 1.1402 0.9234

0.998 1.07E-05 83.2015 148 0.5622 11520.4657 148.3 77.6835 0.5622 0.5933 0.0164 0.7571 0.9188

0.999 5.36E-06 41.6767 148 0.2816 11520.4657 148.3 77.6835 0.2816 0.5867 0.0083 0.3770 0.9143

1 9.97E-12 0.0001 148 0.0000 11520.4657 148.3 77.6835 0.0000 0.5800 0.0000 0.0000 0.9099
3.5000
Water Content in Dry Gas (lb/MMSCF)

3.0000

2.5000

2.0000

1.5000
R = 1
1.0000

0.5000

0.0000
0.988 0.99 0.992 0.994 0.996 0.998 1 1.002
-0.5000
Konsentrasi TEG

Gambar 2.2 Hubungan Kandungan Air di Dry Gas terhadap Variasi Konsentrasi TEG

Berdasarkan tabel 2.1 dan gambar 2.2 diatas, semakin tinggi konsentrasi TEG yang
memasuki absorber, maka akan semakin rendah water content pada aliran dry gas. Hal
ini sudah sesuai dengan teori, dimana semakin banyak TEG terhadap kandungan air
pada larutan absorben, maka agen pengikat air pada gas basah akan semakin besar
sehingga kandungan air yang dihasilkan pada aliran keluaran unit dehidrasi ini akan
semakin kecil karena air tersebut terbawa oleh aliran TEG yang menuju kolom
regenerasi.

2.3 Melakukan simulasi lengkap menggunakan konsentrasi TEG yang terpilih


Berdasarkan Gambar dan Tabel dapat dilihat bahwa pada rentang 0.1%
kenaikan setiap komposisi massa dari TEG terhadap air, maka seluruh nilai Ea atau
yang merupakan efisiensi adsorpsi bernilai dibawah 1. Berdasarkan eisiensi adsorpsi
tersebut dapat ditentuan konsentrasi TEG yang terbaik, yaitu yang mendekati 1. Jika
konsentrasi TEG tersebut jauh lebih kecil daripada 1, maka artinya konsentrasi TEG
yang diberikan masih kurang besar.

=

Dengan nilai Wout yang menyatakan konsentrasi kandungan air targetan yaitu untuk
sales gas sebesar 7lb/MMSCF dan nilai Win yang menyatakan kandungan air yang
masuk menuju unit dehidrasi yaitu sebesar 77.68 lb/MMSCF. Untuk itu, variasi pada
perhitungan ini bergantung kepada variable Wo. Nilai tersebut merupakan hasil
perkallian dari gama, Xo, dan Wo. Nilai gama dan Xo merupakan fungsi dari suhu dan
komposisi dari TEG dalam aliran yang memasuki kolom adsorpsi. Semakin besar
konsentrasi dari TEG, maka nilai dari gamma dan Xo akan semakin kecil nilainya. Hal
tersebut menyebabkan efisiensi adsorpsi menjadi lebih kecil. Untuk itu, berdasarkan
hasil simulasi, maka dipilih komposisi TEG sebesar 99%.
Setalah dipilih konsentrasi TEG sebesar 99%, maka dilakukan simulasi lengkap
terkait unit dehidrasi.

Gambar 2.3 Simulasi Keseluruhan Unit Dehidrasi

Gambar 2.4 Kandungan Air pada Sales Gas

Berdasarkan hasil simulasi diatas, kandungan air dalam aliran sales gas pada simulasi
menggunakan TEG 99% adalah sebesar 0.0155 lb/MMSCF. Nilai tersebut sudah
memennuhi spesifikasi maksimum kandungan air sebesar 7 lb/MMSCF.
2.4 Menentukan diameter kolom adsorber Commented [NR4]: haris

Tabel 2.2 Perhitungan Diameter Menggunakan Bubble Cap


DIAMETER
v 0.306186706 m/s
Ks 0.055 m/s (bubble cap)
pg 34.29 kg/m3
plt 1097 kg/m3
DIAMETER 2.227882223 m
qa 1.193 m3/s
Allowable Gas Superficial Velocity
v 0.51231552 m/s

Tabel 2.3 Perhitungan Diameter Menggunakan Structured Packing


DIAMETER
v 0.54556904 m/s
Ks 0.098 m/s (Structured packing)
pg 34.29 kg/m3
plt 1097 kg/m3
DIAMETER 1.669016135 m
qa 1.193 m3/s
Allowable Gas Superficial Velocity
v 0.51231552 m/s

- Pemilihan jenis packing


- Analisis allowable gas velocity