Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA N 12 Semarang


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/ Semester : XI/ 1
Materi Pokok : Struktur dan fungsi Jaringan Tumbuhan
Alokasi Waktu : 4 pertemuan (9 x 45 menit)
A. Standar Kompetensi (SK)

Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya
dalam konteks salingtemas.
B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator
Kompetensi Dasar Indikator

2.1. Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan 2.1.1 Menjelaskan ciri-ciri jaringan


dan mengkaitkannya dengan fungsinya, meristematis pada tumbuhan.
menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar 2.1.2 Membedakan ciri-ciri berbagai jenis
kultur jaringan. jaringan permanen (jaringan dewasa).
2.1.3 Membandingkan struktur sel jaringan
meristem dan permanen pada gambar.
2.1.4 Menelaah fungsi berbagai macam struktur
jaringan meristem dan permanen.
2.1.5 Mengkorelasikan sifat totipotensi jaringan
dengan teknik kultur jaringan
2.1.6 Mengidentifikasi jenis-jenis jaringan
penyusun organ tumbuhan (akar, batang,
dan daun).
2.1.7 Menganalisis perbedaan anatomi
tumbuhan monokotil dengan dikotil
2.1.8 Mengidentifikasi berbagai macam
jaringan penyusun organ pada tumbuhan
monokotil maupun dikotil melalui
pengamatan dengan menggunakan
mikroskop.
2.1.9 menyusun laporan hasil pengamatan di bawah
mikroskop

C. Tujuan:
Siswa mampu menjelaskan ciri-ciri jaringan meristematis pada tumbuhan
Siswa mampu membedakan ciri-ciri jaringan epidermis
Siswa mampu membedakan ciri-ciri jaringan dasar (parenkim)
Siswa mampu membedakan ciri-ciri jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim)
Siswa mampu membedakan ciri-ciri jaringan pengangkut (xilem dan floem)

1
Siswa mampu membedakan ciri-ciri jaringan gabus
Siswa mampu membandingkan struktur sel jaringan meristem dan permanen pada gambar.
Siswa mampu menelaah fungsi berbagai macam struktur jaringan meristem dan permanen
Siswa mampu mengkorelasikan sifat totipotensi jaringan dengan teknik kultur jaringan
Siswa mampu mengidentifikasi jenis-jenis jaringan penyusun organ tumbuhan (akar, batang,
dan daun).
Siswa mampu menganalisis perbedaan anatomi tumbuhan monokotil dengan dikotil
Siswa mampu mengidentifikasi berbagai macam jaringan penyusun organ pada tumbuhan
monokotil maupun dikotil melalui pengamatan dengan menggunakan mikroskop.
Siswa mampu menyusun laporan hasil pengamatan di bawah mikroskop
D. Materi Pembelajaran
Jaringan merupakan suatu kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.
Sel tumbuhan mengalami pembelahan, pembesaran, dan diferensiasi sehingga membentuk
jaringan tumbuhan
Berdasarkan kemampuannya membelah, jaringan tumbuhan dikelompokkan menjadi dua,
yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen
Berdasarkan cara pembentukannya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi dua, yaitu
jaringan ,jaringan meristem dikelompokkan menjadi promeristem, meristem primer dan meristem
sekunder.
Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi meristem apikal,
meristem interkalar, dan meristem lateral.
Menurut fungsinya, jaringan permanen digolongkan menjadi beberapa bagian, yaitu
epidermis, parenkim, penyokong, pengangkut, jaringan gabus.
Sistem jaringan tumbuhan dikelompokkan menjadi sistem jaringan dermal, jaringan
pembuluh, dan jaringan dasar.
Organ utama tumbuhan terdiri atas akar, batang, dan daun.
Derivat epidermis, seperti stomata (mulut daun), trikomata (rambut-rambut), emergensia,
spinata (duri), sel kipas, sel kersik (silika), velamen, dan litokis.
Jaringan sekretoris, antara lain: saluran getah, sel-sel resin dan minyak, sel-sel lendir, sel-
sel penyamak, dan sel-sel mirosin.
Jaringan pengangkut: xilem dan floem.
Organ pada tumbuhan dapat dibedakan organ vegetatif dan organ generatif. Organ
vegetatif, yaitu: akar, batang, dan daun. Sedangkan organ generatif, yaitu: bunga, buah, dan biji.
Perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan meliputi beberapa tahap, yaitu
pembuatan media, inisiasi, sterilisasi, multiplikasi, pengakaran, dan aklimatisasi.
Keunggulan pembibitan dengan teknik kultur: bibit yang bersifat identik dengan
induknya, tidak membutuhkan tempat yang luas, kualitas dan kesehatan bibit lebih terjamin, bibit
seragam, lebih cepat tumbuh , pengadaan bibit tidak tergantung musim.

2
Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara kultur jaringan

E. Model Pembelajaran
Small group discussion, snowballs
F. Metode Pembelajaran
Presentasi, diskusi, praktikum, kuis
G. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan ke- 1
Alokasi waktu : 2X 45 menit
No Kegiatan Belajar Waktu
(menit)
1 Pendahuluan 10
Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai
implementasi nilai religius)
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan
(sebagai implementasi nilai disiplin).
Apersepsi: Menggali pengetahuan siswa tentang
berbagai jaringan pada tumbuhan dan fungsinya, misalnya
apa yang kalian ketahui tentang jaringan? Adakah kaitannya
dengan sel pada materi yang telah lalu? Adakah yang

3
mengetahui tingkat organisasi kehidupan?
Memotivasi: Guru menunjukkan kemampuan dari
potongan jaringan tanaman cocor bebek yang tumbuh
menjadi individu baru.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2 Kegiatan inti 65
a. Eksplorasi
Guru memberikan pengantar tentang jaringan
tumbuhan
Guru memberikan penjelasan sedikit mengenai
ciri-ciri jaringan meristem dan permanen.
Guru menampilkan video tentang kultur
jaringan
b. Elaborasi
Siswa berdiskusi dengan teman sebelah untuk
dapat melengkapi tabel yang disediakan oleh guru
Siswa mencari ciri-ciri jaringan meristem dan
permanen dari literatur seperti buku paket dan LKS
Siswa maju ke depan melengkapi tabel
perbandingan jaringan meristem dan permanen
c. Konfirmasi
Guru mengkonfirmasi tabel perbandingan
jaringan meristem dan permanen yang telah dilengkapi
oleh siswa
Beberapa siswa mengajukan pertanyaan kepada
guru berkaitan dengan hal yang kurang jelas
Guru memberikan informasi tambahan
mengenai kultur jaringan serta macam-macam jaringan
meristematis
Guru memberikan penguatan kepada peserta
didik

3 Penutup 15
Resume: Guru membimbing siswa
menyimpulkan tentang jaringan meristem dan kultur
jaringan
Refleksi: Guru memberikan evaluasi dengan
metode snowballs, siswa yang terkena lemparan kertas
berisi soal harus menjawab pertanyaan yang terdapat di
dalam kertas tersebut.
Tindak lanjut: Penugasan kepada siswa untuk
mempelajari materi jaringan permanen dan
pembagiannya.
Rencana pembelajaran selanjutnya: jaringan
permanen pada tumbuhan.

2. Pertemuan ke-2 dan 3

4
Alokasi waktu : 3X 45 Menit
No Kegiatan Belajar Waktu
(menit)
1 Pendahuluan 10
Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai
implementasi nilai religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan
(sebagai implementasi nilai disiplin).
Apersepsi: Menggali pengetahuan siswa tentang jaringan
permanen pada tumbuhan .
Memotivasi: Guru menunjukkan gambar trikoma pada
jaringan epidermis dan menunjukkan perannya dalam mengurangi
penguapan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2 Kegiatan inti 110
a. Eksplorasi
Guru memberikan pengantar mengenai jaringan
permanen
Guru membagi siswa menjadi 7 kelompok
Guru mengajak murid untuk mencari informasi dan
mengumpulkan data mengenai jenis jaringan permanen yang
mereka dapatkan
b. Elaborasi
Siswa dalam kelompok berdiskusi dan menanyakan
hal yang belum jelas kepada sesama siswa atau guru
Masing-masing kelompok menyiapkan bahan
presentasi sesuai dengan subtopik dari salah satu jenis
jaringan permanen dalam bentuk mind mapping.
c. Konfirmasi
Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya
ke depan kelas
Beberapa siswa mengajukan pertanyaan terhadap
kelompok yang maju
Guru mengkonfirmasi bila terjadi perbedaan
pendapat tentang berbagai jenis jaringan permanen pada
tumbuhan
Guru memberikan penguatan kepada peserta didik
mengenai jaringan permanen
3 Penutup 15
Resume: Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan
tentang berbagai jenis jaringan permanen
Refleksi: Memberikan beberapa pertanyaan berkaitan dengan
jenis jaringan permanen tumbuhan
Tindak lanjut: Guru menugaskan siswa untuk mempelajari
organ pada tumbuhan.
Rencana pembelajaran selanjutnya: Organ pada tumbuhan

3. Pertemuan ke-4

5
No Kegiatan Belajar Waktu
(menit)
1 Pendahuluan 10
Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai
implementasi nilai religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan
(sebagai implementasi nilai disiplin).
Apersepsi: Menggali pengetahuan siswa tentang bermacam-
macam organ pada tumbuhan.
Memotivasi: Guru menunjukkan gambar stele batang
monokotil Zea mays
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

2 Kegiatan inti 65
a. Eksplorasi
Peserta didik menggali informasi mengenai berbagai
organ tumbuhan baik organ vegetatif (daun, batang, akar)
maupun organ generatif (bunga, buah, biji).
Peserta didik mendengarkan penjelasan dari guru
mengenai organ tumbuhan
b. Elaborasi
Siswa melengkapi tabel perbandingan akar
monokotil dan dikotil yang telah disediakan oleh guru.
c. Konfirmasi
Guru mengkonfirmasi tabel perbandingan yang telah
dilengkapi siswa.
Guru memberikan tambahan informasi berkaitan
dengan organ-organ pada tumbuhan.
3 Penutup 15
Resume: Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan
tentang perbedan anatomi akar, batang, dan daun pada tumbuhan
monokotil dengan dikotil.
Refleksi: Memberikan pertanyaan tentang perbedaan anatomi
akar, batang, dan daun pada tumbuhan monokotil dengan dikotil.
Tindak lanjut: Guru menugaskan siswa untuk mengerjakan
latihan soal bab 2 di LKS halaman 31
Rencana pembelajaran selanjutnya: praktikum pengamatan
struktur anatomi akar, batang, daun pada tumbuhan monokotil
dan dikotil.

4. Pertemuan ke-5
Alokasi waktu : 2X 45 Menit
No Kegiatan Belajar Waktu
(menit)
1 Pendahuluan 10
Guru memberikan salam dan berdoa bersama (sebagai
implementasi nilai religius).
Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan
(sebagai implementasi nilai disiplin).

6
Apersepsi: Menggali pengetahuan siswa tentang bermacam-
macam organ pada tumbuhan.
Memotivasi: Guru menunjukkan macam-macam preparat
yang akan dipraktikumkan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

2 Kegiatan inti 150


a. Eksplorasi .
Guru mengajak siswa untuk mempersiapkan alat-alat
dan bahan praktik.
Siswa mempelajari cara kerja praktikum dan diberi
kesempatan untuk menanya bila tidak paham.
Guru memberikan penjelasan untuk mempertegas
cara kerja praktikum yang benar, yaitu cara mengamati
anatomi akar, batang, dan daun.
Siswa secara berkelompok membuat preparat segar
anatomi organ (akar, batang, daun) dan melakukan
pengamatan dengan menggunakan mikroskop secara cermat
dan teliti.

b. Elaborasi
Siswa menggambar objek hasil pengamatan.
Siswa bekerja dengan teman sekelompoknya untuk
menganalisis dan mendiskusikan hasil pengamatannya,
seperti membandingkan anatomi akar, batang, dan daun pada
tumbuhan monokotil dengan dikotil.
Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan pada lembar
kegiatan praktikum.
Siswa diberikan kesempatan untuk menanya kepada
guru bila ada hal-hal yang kurang dimengerti berkaitan
dengan hasil pengamatan.

c. Konfirmasi
Siswa menyajikan laporan sementara

3 Penutup 15
Resume: Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan
tentang perbedan anatomi akar, batang, dan daun pada tumbuhan
monokotil dengan dikotil.
Refleksi: Memberikan pertanyaan tentang perbedaan anatomi
akar, batang, dan daun pada tumbuhan monokotil dengan dikotil.
Tindak lanjut: Guru menugaskan siswa untuk membuat
laporan praktikum tertulis
Rencana pembelajaran selanjutnya: Bab 3 Struktur dan
Fungsi Jaringan Hewan

7
H. Sumber Belajar/Bahan Ajar/Alat
1. Sumber belajar:
Buku teks Biologi untuk SMA kelas XI, Penyusun Istamar Syamsuri,dkk. Penerbit Erlangga,
Jakarta. Bab 2.
2. Bahan ajar:
Bahan presentasi dan gambar struktur jaringan tumbuhan.

Bahan praktikum: akar, batang, daun tumbuhan monokotil dan dikotil.


3. Alat:
- Komputer/LCD
- Mikroskop, silet, kaca objek, kaca penutup, pipet tetes, kertas tisu, kamera,
preparat kering (akar, batang, daun).

I. Penilaian
1. Kognitif
a. Hasil jawaban latihan soal-soal (PR).
b. Ulangan harian.
Contoh soal:
1. Sebutkan contoh dari jaringan meristem primer dan sekunder!
2. Pada tanaman bunga mawar terdapat banyak duri tempel. Apakah
manfaatnya bagi tumbuhan itu sendiri?
3. Apakah perbedaan anatomi batang tumbuhan monokotil dengan dikotil?
4. Jelaskan 6 tahapan pada teknik kultur jaringan.
5. Jelaskan perbedaan dari transportasi simplas dan apoplas!

2. Psikomotorik
Praktik di laboratorium dan membuat laporan praktikum
3. Afektif
Pengamatan sikap dan perilaku pada saat belajar di dalam ruang kelas dan praktikum di
laboratorium.
Instrumen penilaian psikomotor
Pedoman Penskoran :
Laporan praktikum
No Aspek yang dinilai Skor
Judul dan tujuan praktikum 5 poin
Dasar teori 20 poin
Alat dan bahan 10 poin
Langkah kerja 10 poin
Hasil pengamatan 20 poin
Pembahasan 25 poin

8
Kesimpulan 5 poin
Daftar pustaka 5 poin
Nilai total 100

Instrumen penilaian sikap


No Aspek yang dinilai 3 2 1 Keterangan
1 Rasa ingin tahu (curiosity)
2 Ketelitian dan kehati-hatian dalam
melakukan percobaan

3 Ketekunan dan tanggung jawab dalam


belajar dan bekerja baik secara individu
maupun berkelompok

4 Berkomunikasi pada saat belajar

Rubrik penilaian sikap

No Aspek yang Rubrik


dinilai
1. Menunjukkan 3. Menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, antusias, aktif
rasa ingin tahu dalam dalam kegiatan kelompok
2. Menunjukkan rasa ingin tahu, namun tidak terlalu antusias,
dan baru terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika
disuruh
1. Tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, sulit
terlibat aktif dalam kegiatan kelompok walaupun telah
didorong untuk terlibat

9
2. Ketelitian dan 3. Mengamati hasil percobaan sesuai prosedur, hati-hati dalam
hati-hati melakukan percobaan
2. Mengamati hasil percobaan sesuai prosedur, kurang hati-
hati dalam melakukan percobaan
1. Mengamati hasil percobaan tidak sesuai prosedur,kurang
hati- hati dalam melakukan percobaan

3 Ketekunan dan 3. Tekun dalam menyelesaikan tugas dengan hasil terbaik yang
tanggung jawab bisa dilakukan, berupaya tepat waktu.
dalam belajar dan 2. Berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan tugas, namun
bekerja baik secara belum menunjukkan upaya terbaiknya
individu maupun 1. Tidak berupaya sungguh-sungguh dalam
berkelompok menyelesaikan tugas, dan tugasnya tidak selesai

4 Berkomunikasi 3. Aktif dalam tanya jawab, dapat mengemukaan gagasan


atau ide,menghargai pendapat siswa lain
2. Aktif dalam tanya jawab,tidak ikut mengemukaan gagasan
atau ide,menghargai pendapat siswa lain
1. Aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukaan gagasan
atau ide, kurang menghargai pendapat siswa lain

Mengetahui, Semarang, 9 Agustus 2016


Guru Pamong Guru Praktikan,

Erni Restyani, S. Pd, M. Pd Frida Yoana


NIP. 19690626 199702 2 002 NIM. 133811001

10