Anda di halaman 1dari 49

12/17/2015

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Dr. Refli., MSc JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEHNIK UNIVERSITAS NUSA CENDANA

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Dr. Refli., MSc JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEHNIK

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Dr. Refli., MSc JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEHNIK UNIVERSITAS NUSA CENDANA

12/17/2015

PENDAHULUAN
PENDAHULUAN

Manusia Reproduksi seksual

Laki-laki

sperma (haploid)

Proses pembentukan sperma spermatogenesis miosis

Perempuan

ovum (haploid)

Proses pembentukan ovum Oogenesismiosis

Perkawinan (kopulasi) fertilisasi internal (peleburan ovum (n) dengan sperma (n) zigot (2n, diploid)

Reproduksi seksual melibatkan:

Organ reproduksi

Kelenjar endokrin

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

SISTEM REPRODUKSI LAKI-LAKI ORGAN REPRODUKSI HORMON SPERMATOGENESIS Organ Luar Organ Dalam FSH Spermatogonium
SISTEM REPRODUKSI LAKI-LAKI
ORGAN REPRODUKSI
HORMON
SPERMATOGENESIS
Organ Luar
Organ Dalam
FSH
Spermatogonium
sperma
LH penis Testosteron skortum Kelenjar Vesikula seminalis asesoris testis Kelenjar prostat Saluran Kelenjar
LH
penis
Testosteron
skortum
Kelenjar
Vesikula seminalis
asesoris
testis
Kelenjar prostat
Saluran
Kelenjar Cowper
tubulus
pengeluaran
seminiferus
Saluran
pematangan
Vas
Saluran
Uretra
deferens
ejakulasi
Epididimis

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Saluran pematangan Vas Saluran Uretra deferens ejakulasi Epididimis Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Struktur Organ Reproduksi Laki-laki
Struktur Organ Reproduksi Laki-laki
Struktur Organ Reproduksi Laki-laki Kantung kemih Tulang kemaluan Vas deferens Uretra Penis Kepala penis Kulup Refli,

Kantung kemih

Tulang kemaluan

Vas deferens

Uretra

Penis

Kepala penis

Kulup

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Ureter

Vesikula seminalis

Saluran ejakulasi Kelenjar prostat Kelenjar Cowper Anus

Vas deferens

Epididimis

Testis

Skortum

12/17/2015

Sistem Reproduksi Laki-laki
Sistem Reproduksi Laki-laki

Testis (alat reproduksi utama) terdiri dari

2 buah yang dibungkus oleh skortum (kantung zakar)

Terdapat saluran-saluran kecil tubulus seminiferus (tempat produksi sperma)

sel interstisial (tempat untuk menghasilkan hormon).

Epididmis; tempat pematangan (spermiogenesis = spermatosit menjadi spermatozoa) dan penyimpanan sementara sperma

Vas deferens ; menyalurkan sperma dari epididimis ke

saluran ejakulasi

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

• Vas deferens ; menyalurkan sperma dari epididimis ke saluran ejakulasi Refli, Biologi Dasar. Biologi FST

12/17/2015

Sistem Reproduksi Laki-laki
Sistem Reproduksi Laki-laki

Saluran ejakulasi

saluran pendek menghubungkan van deferens dengan uretra.

Fungsi menghantar sperma dari van deferens ke uretra

Uretra

saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh

Fungsi : sebagai saluran ekskresi dan saluran pengeluaran air mani

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

tubuh – Fungsi : sebagai saluran ekskresi dan saluran pengeluaran air mani Refli, Biologi Dasar. Biologi

12/17/2015

Sistem Reproduksi Laki-laki
Sistem Reproduksi Laki-laki

Lanjutan Uretra

Terbagi menjadi empat bagian

Pars praprostatica, terletak sebelum kelenjar prostat.

Pars prostatica, terletak di prostat. Pada bagian uretra ini pembukaan kecil, di mana terletak muara vas deferens.

Pars membranosa, (sekitar 1,5 cm) dan di bagian kelenjar bulbo uretralis.

Pars spongiosa/ cavernosa, (sekitar 15 cm) dan melintas di corpus spongiosum penis

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

/ cavernosa , (sekitar 15 cm) dan melintas di corpus spongiosum penis Refli, Biologi Dasar. Biologi

12/17/2015

Vas tubulus deferens seminiferus Epidimis Testis Skortum Sel intersitisial ( sel Leydig) Sel Sertoli Sperma
Vas
tubulus
deferens
seminiferus
Epidimis
Testis
Skortum
Sel
intersitisial (
sel Leydig)
Sel Sertoli
Sperma
tubulus
seminiferus
Spermatid
Spermatosit
sekunder
Spermatosit
primer
Spermatogonium
Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Sistem Reproduksi Laki-laki
Sistem Reproduksi Laki-laki

Sel-sel interstisial (sel-sel Leydig)

dikeliling tubulus seminiferus

Fungsi menghasilkan testosteron

Sel sertoli

Fungsi memberi nutrisi pada sperma & mensekresi protein pengikat androgen

yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus

Vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar Cowper mensuplai larutan nutrisi (fruktosa) untuk sperma sebelum dikeluarkan dari tubuh

Penyumbang terbesar larutan nutrisi kelenjar prostat

Fungsi lain Larutan ; media untuk berenang sperma

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

kelenjar prostat – Fungsi lain Larutan ; media untuk berenang sperma Refli, Biologi Dasar. Biologi FST

12/17/2015

Sistem Reproduksi Laki-laki
Sistem Reproduksi Laki-laki

Kelenjar Prostat

meskresikan cairan alkalin yang berlendir ke sperma untk

membantu menetralisir keasaman urin yang tersisa di uretra maupun di saluran vagina

Kelenjar Bulbourethral (kelenjar Cowper)

Mensekresikan cairan yang ditambahkan ke sperma

Penis

terdapat uretra untuk menyalurkan sperma ke dalam vagina; untuk menyalurkan urin ke luar tubuh

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

untuk menyalurkan sperma ke dalam vagina; untuk menyalurkan urin ke luar tubuh Refli, Biologi Dasar. Biologi

12/17/2015

Penis
Penis
Penis Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Penis Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

SEL GAMET JANTAN SPERMA
SEL GAMET JANTAN SPERMA

Terdiri dari 3 bagian;

Kepala

Mengandung nukleus yang haploid

Ujung kepala Akrosome lisosom enzim

Tengah; terdapat mitokondria

Ekor, flagelum

Sperma + cairan nutrisi semen (cairan mani)

Alur pengeluaran sperma

tubulus seminiferus (testis) epididimis vas deferens saluran ejakulasi uretra dikeluarkan dari tubuh

vas deferens saluran ejakulasi uretra dikeluarkan dari tubuh Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

vas deferens saluran ejakulasi uretra dikeluarkan dari tubuh Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

HORMON DALAM SISTEM REPRODUKSI LAKI-LAKI
HORMON DALAM SISTEM REPRODUKSI LAKI-LAKI

FSH (Follicle Stimulating Hormone)

T empat produksi kelenjar hipoſsis anterior

Fungsi merangsang sel Sertoli menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis

LH (Luteinizing Hormone)

T empat produksi kelenjar hipoſisis anterior

Fungsi merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon

testosteron

Testosteron

T empat produksi sel Leydig di testis

Fungsi : bertanggungjawab terhadap muncul karakteriksi seks sekunder pria (muncul rambut pada daerah kemaluan, kumis, pertumbuhan tulang, otot, jangkun dan perubahan suara,

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

daerah kemaluan, kumis, pertumbuhan tulang, otot, jangkun dan perubahan suara, Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

HORMON DALAM SISTEM REPRODUKSI LAKI-LAKI
HORMON DALAM SISTEM REPRODUKSI LAKI-LAKI

Estrogen

Tempat produksi sel-sel Sertoli ketika distimulasi oleh FSH

Fungsi merangsang pematangan sperma

Hormon pertumbuhan

untuk mengatur metabolisme testis

meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

metabolisme testis – meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

1. Hipotalamus

mensekresi GnRH

(Gonad releasing

hormone)

2. Hipofisis anterior mensekresi FSH & LH

3. FSH merangsang sel sertoli untuk mensekresi ABP spermatogenesis segera dimulai LH merangsang sel intertisial untuk mensekresi testostreon)

4. Testosteron merangsang sel sertoli untuk mensekresi ABP spermatogenesis segera dimulai

untuk mensekresi ABP spermatogenesis segera dimulai Hipotalamus Hipotalamus Hipofisis Hipofisis Hipofisis

Hipotalamus

Hipotalamus

Hipofisis Hipofisis Hipofisis Hipofisis posterior posterior anterior anterior menghambat menghambat merangsang
Hipofisis
Hipofisis
Hipofisis
Hipofisis
posterior
posterior
anterior
anterior
menghambat
menghambat
merangsang
merangsang
inhibin
merangsang
Merangsang
merangsang merangsang inhibin merangsang Merangsang Berkerja pada organ reproduktif dan target sel Berkerja pada

Berkerja pada organ reproduktif dan target sel

Merangsang Berkerja pada organ reproduktif dan target sel Berkerja pada organ Reproduktif dan target sel 6.
Merangsang Berkerja pada organ reproduktif dan target sel Berkerja pada organ Reproduktif dan target sel 6.

Berkerja pada organ Reproduktif dan target sel

6. Testosteron

menghambat

hipotalamus

untuk

mensekresi GnRH

& Hipofisi untuk

mensekresi FSH

& LH

7. Hormon

Inhibin

menghabat

Hipofisi untuk

mensekresi FSH

Inhibin menghabat Hipofisi untuk mensekresi FSH 5. Testosteron mempengaruhi karakteristik seks
Inhibin menghabat Hipofisi untuk mensekresi FSH 5. Testosteron mempengaruhi karakteristik seks
Inhibin menghabat Hipofisi untuk mensekresi FSH 5. Testosteron mempengaruhi karakteristik seks

5. Testosteron

mempengaruhi

karakteristik seks

sekunder

12/17/2015

SPERMATOGENESIS
SPERMATOGENESIS

Proses pembentukan sperma

Berlangsung di testis tubulus seminiferus

Tahapan & pembelahan sel :

1 Spermatogonium (2n) 2 spermatosit primer (2n) mitosis

1 Spermatosit primer (2n) 2 spermatosit sekunder (n) miosis pertama

2 Spermatosit sekunder (n) 4 spermatid (n) ke dua

Spermatid spermatozoa

miosis

pematangan

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

SPERMATOGENESIS

SPERMATOGENESIS SPERMATOGONIUM Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

SPERMATOGONIUM

SPERMATOGENESIS SPERMATOGONIUM Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana
SPERMATOGENESIS SPERMATOGONIUM Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

SPERMATOGENESIS SPERMATOGONIUM Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana
SPERMATOGENESIS SPERMATOGONIUM Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana
Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

SISTEM REPRODUKSI PEREMPUAN ORGAN REPRODUKSI HORMON OOGENESIS Organ Luar Organ Dalam FSH LH Oogonium (2n)
SISTEM REPRODUKSI PEREMPUAN
ORGAN REPRODUKSI
HORMON
OOGENESIS
Organ Luar
Organ Dalam
FSH
LH
Oogonium (2n)
0vum (n
klitoris
Estrogen
Labia
mayora
Estrogen
HCG
Prolaktin
Labia
minora
Saluran
Ovarium
pengeluaran
Ovarium kiri
Vagina
Uterus
Oviduk
Ovarium Kanan

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Ovarium pengeluaran Ovarium kiri Vagina Uterus Oviduk Ovarium Kanan Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Struktur Organ Reproduksi Perempuan Ureter Tuba falopi (oviduk) Ovari) Fimbrae Uterus Kantong kemih Serviks Tulang
Struktur Organ Reproduksi Perempuan
Ureter
Tuba falopi (oviduk)
Ovari)
Fimbrae
Uterus
Kantong kemih
Serviks
Tulang pubis
Uretra
Rektum
Vagina
Klitoris
Anus
Labia minora
Labia mayora
Himen
Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Organ Reproduksi Perempuan
Organ Reproduksi Perempuan

Sepasang Ovarium

ovari kiri dan ovari kanan

tempat produksi ova (ovum)

Produksi hormon estrogen & progesteron

Sepasang Oviduct (tuba falopi)

Tempat terjadinya fertilisasi

Penyaluran ovum dari ovari ke uterus

Uterus (rahim)

Memiliki 3 lapisan ; endometerium , mesometerium, eksometerium

Tempat implantasi embrio pada lapisan endometrium

Tempat pertumbuhan dan perkembangan embrion hingga masa partus

Serviks (leher rahim). Bagian belakang dari uterus yang berhubungan dengan vagina

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

(leher rahim). Bagian belakang dari uterus yang berhubungan dengan vagina Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Organ Reproduksi Perempuan ; bagian dalam
Organ Reproduksi Perempuan ; bagian
dalam
 

Ligamen

Oviduk (tuba falopi)

ovarium

Badan uterus

Ovarium Serviks Vagina
Ovarium
Serviks
Vagina

Endometrium

Dinding otot uterus

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Fimbrae

12/17/2015

Organ Reproduksi Perempuan; bagian luar Badan uterus
Organ Reproduksi Perempuan; bagian
luar
Badan uterus

12/17/2015

Organ Reproduksi Perempuan
Organ Reproduksi Perempuan

Vagina (Liang senggama)

Liang kopulasi

Liang peranakan

Memiliki hymen ( selaput tipis yang menutup sebagina lubang vagina yang menghadap ke luar

Vulva ; ujung vagina yang menghadap ke luar. Terdiri dari :

labia minora

labia mayora

Himen ( selaput dara)

Klitoris ~ penis pada laki-laki

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

– labia mayora – Himen ( selaput dara) – Klitoris ~ penis pada laki-laki Refli, Biologi

12/17/2015

Oogenesis & Ovulasi
Oogenesis & Ovulasi

Oogenesis = proses pembentukan ovum

Ovulasi = proses pelepasan sel telur dari ovari

Oogenesis dan ovulasi terjadi sekali dalam sebulan, bergiliran antara ovarium kiri dan ovarium kanan

Awal Oogenesis terjadi di rahim (masa prapartus) dan dilanjutkan setelah memasuki masa pubertas

Mitosis miosis 2 (metafase 2)

Telofase 2 ovum pubertas

di kandungan

--- pematangan folikel dimulai sejak awal

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Oogenesis
Oogenesis

Tahapan :

Oogonium oosit primer (mitosis)

Oosit primer Oosit sekunder (besar) & polosit 1 – miosis 1

Oosit sekunder & polosit 1 Ootid + polosit

Oosit sekunder menghasilkan Ootid & 1 polosit (badan kutub)

Polosit 1 membelah menghasilkan 2 buah polosit

Ootid mengalami pematangan menjadi ovum

Hasil akhir:

Ootid mengalami pematangan menjadi ovum • Hasil akhir : – 1 ovum fungsional – 3 polosit

1 ovum fungsional

3 polosit (badan polar) tidak fungsional

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Oogenesis
Oogenesis
Oosit OOGONIUM primer Mitosis
Oosit
OOGONIUM
primer
Mitosis
Miosis I Oosit Polosit sekunder primer
Miosis I
Oosit
Polosit
sekunder
primer

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Miosis II

Polosit sekunder
Polosit sekunder

Ovum (n)

12/17/2015

Pembentukan Folikel & Ovulasi
Pembentukan Folikel & Ovulasi

2. Folikel sekunder yang mengandung Oosit sekunder memproduksi estrogen dan sejumlah progesteron 3. Kantung Folikel de

Folikel sekunder

1. Folikel primer yang mengandung oosit mulai memproduksi hormon estrogen

Folikel

primer

Oosit
Oosit

Korpus luteum

Graaf mulai berkembang

Kantung Folikel de Graaf

6. Korpus luteum mengalami degenerasi Jika tidak terjadi fertilisasi

Oosit sekunder

4. Ovulasi

5. Korpus luteum memproduksi hormon progesteron

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Mekanisme feedback dalam pengaturan sistem reproduksi wanita

Fase Prervulasi

1.

Kelenjar Hipotalamus mensekresi hormon GnRH (gonad releasing hormone)

2.

FSH merangsang perkembangan folikel

3.

LH menstimulasi secara tidak langsung produksi estrogen

4.

Estrogen menstimulasi penebalan endometrium uterus

5.

Estrogen memiliki efek feedback (timbalbalik) negatif terhadap kelenjar hipofisis dan hipotalamus

6.

Hormon inhibin menghambat sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis (pituitari)

hipofisis dan hipotalamus 6. Hormon inhibin menghambat sekresi FSH oleh kelenjar hipofisis ( pituitari )

12/17/2015

Mekanisme feedback dalam pengaturan sistem reproduksi wanita

Fase akhir Preovulasi

7. Kandungan hormon estrogen tinggi dan memberi efek timbal balik (feedback) positif pada kelenjar pituitari dan hipotalamus

8. Terjadi peningkatan sekresi LH yang distimulasi oleh GnRH. Kemudian LH menstimulasi terjadinya ovulasi

8. Terjadi peningkatan sekresi LH yang distimulasi oleh GnRH . Kemudian LH menstimulasi terjadinya ovulasi

12/17/2015

Mekanisme feedback dalam pengaturan sistem reproduksi wanita

Fase Posovulasi

9. LH stimulasi perkembangan Korpus luteum

10. Peningkatan konsentrasi progresteron menghambat

luteum 10. Peningkatan konsentrasi progresteron menghambat kerja hipotalamus dan pituitari anterior untuk sekresi FSH

kerja hipotalamus dan pituitari anterior untuk sekresi FSH dan

LH

11. Estrogen memberikan efek timbalbalik negatif terdap hipotalamus dan pituitari anterior

12. Hormon Inhibin menghambat sekresi FSH oleh kelenjar pituitari

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

FERTILISASI
FERTILISASI

Korona

rediata

Oosit

sekunder

Zona

FERTILISASI Korona rediata Oosit sekunder Zona pelusida Ovum Badan Badan Polar Polar pertama 2. Setelah Sperma

pelusida

Ovum
Ovum

Badan

Badan

Polar

Polar

pertama

2. Setelah Sperma masuk,

zoma pelusida menjadi impermiabel bagi sperma lainnya

dan Oosit sekunder

telah menyelesaikan pembelahan miosis kedua untuk menghasilkan

ovum dan badan polar

1. Sperma melepaskan

enzim hidrolis

yang dapat melisis lapisan

korona radiata (sel-sel

folikel) yang mengelilingi Oosit sekunder

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Pronueus

Badan
Badan

Polar

2. Terjadi fusi antara

pronuleus sperma (n) dan pronukelus ovum

(n) menghasikan Zigot

(2n, diploid)

12/17/2015

Fertilisasi
Fertilisasi

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Ovum dikelilingi oleh sperma
Ovum
dikelilingi
oleh sperma
Ovum dikelilingi oleh sperma

12/17/2015

Ovulasi Fertilisasi Implantasi
Ovulasi Fertilisasi Implantasi

3. Awal pembelahan sel zigot &perger akan embrio ke uterus melalui gerak peristaltis yang dibantu oleh silia oviduk

2. Terjadi fertilisasi zigot

dibantu oleh silia oviduk 2. Terjadi fertilisasi zigot Ovari Uterus 1. Pelepasan Oosit sekunder (ovulasi) masuk
Ovari Uterus
Ovari
Uterus

1. Pelepasan Oosit sekunder (ovulasi) masuk ke oviduk

Endometrium

4. Pembelahan sel terus berlangsung sampai membentuk blatosit sebelum memasuki uterus

sampai membentuk blatosit sebelum memasuki uterus 5. Implantasi blatosit pada lapisan endometrium uterus (

5. Implantasi blatosit pada lapisan endometrium uterus ( kira-kira 7 hari sejak sejak fertilisasi Perkembangan terjadi mulai blastosit gastrulosit fetus

sejak fertilisasi Perkembangan terjadi mulai blastosit gastrulosit fetus Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Siklus Menstruasi
Siklus
Menstruasi

12/17/2015

IMPLANTASI

IMPLANTASI

12/17/2015

Menstruasi
Menstruasi

Fase mentruasi

Fase menstrusi

Jika fertilisasi tidak terjadi, korpus luteum berhenti memproduksi estrogen dan progresteron

Penurunan estrogen dan progresteron lepasnya ovum dari endomotrium diikuti perlukaan dan peluruhan lapisan tersebut

Fase praovulasi

Terjadi sejak akhir fase menstruasi

Hipotalamus akan mensekresi gonadotropin releasing hormon akan menstimulus kelenjar pituitari untuk menskresi FSH dan LH yang dipelukan untuk pembentukan folikel sekunder dan oosit sekunder di ovarium

FSH dan LH juga merangsang ovarium untuk menghasilkan estrogen yang diperlukan untuk perkembangan lapisan endometrium uterus dan sekresi mukus (lendir) yang bersifat basa

Berlangsung selama 14 hari sejak mentruasi awal

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Menstruasi
Menstruasi

Lanjutan Fase mentruasi

Fase ovulasi

Penghambatan sekresi FSH oleh peningkatan estrogen, tetapi menstimulasi produksi LH

Peningkatan LH menstimulasi terjadinya ovulasi

Berlangsung pada hari ke 14 sejak ovulasi

Fase paskaovulasi

Folikel de Graff berubah menjadi Korpus Luteum (badan kuning)

Produksi estrogen menurun namun progrestreron meningkat

Estrogen dan progrestreron berfungsi untuk merangsang perkembangan pembuluh darah dan lapisan endometrium (persiapan untuk implantasi blastosit) , sekresi cairan vagina dan perkembangan kelenjar susu

Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum berubah menjadi korpus albikans yang penurunan produksi estrogen dan progresteron

Penurunan konsentrasi estrogen dan progresteron menstimulasi proses menstruasi (pelulruhan ovum dan lapisan endometrium uterus dan menstimulasi kelenjar pituitari untuk mensekrasi FSH dan LH untuk perkembangan folikel dan oosit pada ovarium

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

MONOPAUS
MONOPAUS

Suatu periode dimana seorang perempuan (± usia 50-an)

tidak dapat lagi menghasilkan ovum dan menjadi infertil (tidak subur)

Walaupun produksi gonadotropin (FSH & LH) oleh pituitari tetap berlangsung namun ovarium tidak responsif terhadap hormon tersebut

Terjadi penurunan produksi hormon estrogen

Oosit dalam ovari mulai mengalami degenerasi

Keinginan seks berubah

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

– Oosit dalam ovari mulai mengalami degenerasi – Keinginan seks berubah Refli, Biologi Dasar. Biologi FST

12/17/2015

Kelenjar mamae
Kelenjar mamae

Alveoli = berupa kantong- kantong kecil yang tersusun

oleh sel-sel yang dapat

mensintesis dan mensekresikan susu

Produksi susu dikontrol oleh

hormon Prolaktin yang disekresi oleh bagian posterior kelenjar Pituitari

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

oleh hormon Prolaktin yang disekresi oleh bagian posterior kelenjar Pituitari Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Strukuktur Komponen Rahim
Strukuktur Komponen Rahim
Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana
Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Plasenta, Korion dan Amnion
Plasenta, Korion dan Amnion

Plasenta : tersusun dari jaringan ibu dan membran extraembrionik khusus membran korion

Fungsi menyalurkan nutrien dati ibu ke fetus dan sampah metabolisme dari fetus ke ibu

Dengan adanya plasenta memungkinkan terjadi perkembangan sistem sirkulasi fetus yang terpisah ibu

Korion: merupakan salah satu dari empat membran yang mebungkus embrio. Merupakan komponen utama dari plasenta.

Pada permukaan dalam membentuk villi yang berfungsi menyerap dan transfer substansi (nutrien, oksigen) dari ibu ke janin atau sebaliknya

Aminion = merupakan salah satu dari empat membran yang mebungkus embrio. Membran ini membentuk kantong yang berisi cairan dimana fetus bertumbuh

Fungsi melindungi fetus dari perubahan suhu yang ekstrim dan goncangan

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

KONTRASEPSI
KONTRASEPSI

Upaya pencegahan kehamilan

Metode

Permanen

Tubektomi dan Vasektomi

Nonpermanen

Tanpa alat/obat

memperpanjang masa menyusui,

sistem kalender,

senggama terputus (coitus interruptus)

Dengan alat/obat

Pil KB, Suntikan, susuk

Kondom

Diafragma

tablet busa

IUD (Intra Urine/Device)

Spiral

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Kondom – Diafragma – tablet busa – IUD (Intra Urine/Device) – Spiral Refli, Biologi Dasar. Biologi

12/17/2015

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Alat Kontrasepsi
Alat Kontrasepsi
Alat Kontrasepsi Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Vasektomi & Tubektomi
Vasektomi & Tubektomi
Vasektomi & Tubektomi Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

Refli, Biologi Dasar. Biologi FST Undana

12/17/2015

Terima Kasih