Anda di halaman 1dari 15

BAB IV.

DASAR DESAIN

A. Kompetensi Inti
Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata
pelajaran Dasar Desain.

B. Kelompok Kompetensi Dasar


4.1. Mendeskripskan ruang lingkup dasar desain
4.2. Mendeskripskan desain struktur
4.3. Mendeskripskan Desain Hiasan
4.4. Mendeskripskan unsur desain
4.5. Mendeskripskan prinsip desain

C. Uraian Materi

4.1. Ruang Lingkup Dasar Desain

Menurut beberapa pendapat ada yang mengatakan bahwa desain itu adalah::

(a) Sebuah rancangan


(b) Sebuah gambar rencana
(c) Sebuah gambar untuk merencanakan sesuatu bentuk benda
(d) Sebuah gambar rencana suatu karya dan
(e) Sebuah konsep dari suatu rencana

Desain adalah perencanaan yang dapat dituangkan melalui gambar atau langsung
kepada bentuk benda sebagai sasarannya, atau dapat pula disimpulkan bahwa desain
adalah suatu rencana yang terdiri dari beberapa unsur untuk mewujudkan suatu hasil yang
nyata.. Desain atau gambar rencananya harus digambar dengan jelas baik dari segi
bentuknya, ukuran, konstruksi dan bahan yang digunakan, sehingga dengan membaca
desain tersebut orang yang akan membuat benda tersebut dapat mengerjakannya dengan
mudah.
Pengertian desain dalam arti khusus ini berkaitan dengan kegunaan atau fungsi
benda. Desain yang akan dibuat sesuai dengan daya guna atau fungsi serta ketepatan
pemilihan bahannya. Dalam hal ini bentuk dan bahan bakunya tidak bisa dipisahkan

1
disamping keindahan yang harus terpadu. Namun perlu diingat disamping ketepatan daya
guna atau fungsi, segi keindahanpun perlu diperhatikan.
Desain terdiri dari dua macam, yaitu desain struktural dan desain hiasan.
a) Desain struktural (structural design) adalah susunan dari garis, arah, bentuk, ukuran,
warna, tekstur dan value dari suatu rancangan benda, contoh: desain busana, desain
lenan rumah tangga, desain benda.
b) Desain hiasan (decorative design) adalah susunan dari garis, arah, bentuk, ukuran, warna,
tekstur dan value dari suatu rancangan benda yang berfungsi untuk memperindah
penampilan suatu benda, contoh: desain hiasan busana, desain hiasan lenan rumah
tangga.
Jenis dan Aspek Desain
Jenis dan aspek desain ini terdiri dari dua macam yaitu desain struktur dan desain
hiasan. Desain struktur merupakan wujud dari suatu benda yang terdiri dari unsur-unsur
desain. Unsur desain tersebut adalah susunan dari: garis, arah, bentuk, ukuran, warna,
tekstur dan nilai gelap terang (value), kalau kita melihat desain struktur pada busana yang
kita lihat adalah siluetnya. Siluet adalah garis luar dari suatu benda atau pada umumnya
digunakan untuk busana, seperti siluet A, siluet H, siluet S, siluet Y, dan lain-lain.
Sedangkan desain hiasan mempunyai sifat atau tujuannya adalah untuk menghiasi
desain struktur suatu benda atau busana. Tujuan desain hiasan adalah untuk memperindah
dan meningkatkan mutu dari desain strukturnya. Desain struktur harus sesuai dengan
kegunaan atau fungsinya, dan untuk desain hiasan juga harus disesuaikan dengan desain
strukturnya. Sebagai contoh benda yang sehari-hari kita gunakan untuk menulis yaitu pena
atau pensil dengan bentuk, ukuran, dan warna disesuaikan dengan kegunaannya atau
disesuaikan dengan fungsinya. Biasanya pena atau pensil memiliki desain hiasan berupa
gambar, baik gambar kartun, gambar flora atau fauna, begitu pula untuk desain tas yang
digunakan untuk sekolah misalnya model tas ransel dengan bentuk, ukuran, dan warna yang
disesuaikan dengan kegunaannya serta kadang disesuaikan dengan siapa yang akan
menggunakannya.

2
Gambar. 4.1. Desain struktural sarung bantal kursi berbentuk segi empat
dengan desain hiasan sulaman dan lukisan bunga dengan cat tekstil
pada bagian muka
4.2. Desain Struktur

Desain struktural adalah desain yang mengandung unsurunsur seperti garis,


bentuk, ukuran, warna dan tekstur, value dari suatu benda. Desain tersebut dapat
berbentuk benda yang memiliki tiga dimensi maupun dalam bentuk gambar dari suatu
benda. Desain struktural menunjukkan bagaimana suatu benda itu dikonstruksikan dan
bagaimana benda tersebut memenuhi fungsinya. Hal itu menunjukkan bagaimana unsur-
unsur seperti garis dan bentuk berhubungan satu dengan yang lainnya.
. Desain struktural (structural design) pada busana disebut juga dengan siluet busana
(silhoutte) yang merupakan bentuk dasar dari busana. Siluet adalah garis luar dari suatu
pakaian, tanpa bagianbagian atau detailnya seperti lipit, kerut, kelim, kup dan lain-lain.
Namun jika detail ini ditemukan pada desain struktur fungsinya hanyalah sebagai pelengkap
atau sebagai dekorasi. Siluet atau garis juga menunjukkan suatu bentuk dari sebuah pakaian
yang dapat memberikan suatu karakter mode yang unik, siluet merupakan bentuk dasar dari
pakaian yang akan timbul dari zaman ke zaman dengan berbagai variasi berubah-ubah
sesuai selera dan trend mode pada zamannya.
Macam-macam garis siluet dalam bidang busana adalah:
1) Siluet A, Siluet busana yang memiliki bentuk pada bagian atasnya kecil dan bagian
bawah lebih lebar ( A-Line ).

2) Siluet Y, Siluet pada busana dengan bentuk bagian atas lebih lebar dari bagian
bawah.
3) Siluet I/H, Siluet pada busana yang mempunuai bentuk bagian atas sampai bagian
bawahnya lurus.

3
4) Siluet S, Siluet busana yang mempunyai bentuk bagian atasnya besar bagian
pinggang kecil dan bagian bawah besar.
5) Siluet L, Siluet busana dengan variasi dari berbagai siluet, dapat diberikan tambahan
di bagian belakang dengan bentuk yang panjang/drapery. Bentuk ini biasanya
terlihat pada busana pengantin barat.

6) Siluet Bustle, Siluet bustle ini terbentuk karena efek gembung yang dihasilkan oleh
sehelai kain yang dibentuk menonjol pada bagian bawah pinggang belakang atau di
atas pinggul.
.

Gambar.4.2. Macam-Macam Bentuk Dasar Busana (Siluet)

4
Gambar.4.3. Gaun dengan Bentuk Siluet A

Gambar.4.4. Gaun dengan Bentuk Siluet Y

5
Gambar.4.5. Gaun dengan Bentuk Siluet H

4.3. Desain Hiasan


Desain Hiasan ialah suatu rancangan gambar yang diciptakan untuk diterapkan
sebagai hiasan pada benda pakai atau benda lainnya yang bersifat dekoratif. yang dimaksud
dengan benda pakai adalah lenan rumah tangga dan busana, termasuk benda untuk hiasan
yang bersifat dekoratif seperti taplak meja, hiasan dinding, sarung bantal kursi dan lain-lain.
Desain hiasan pada suatu benda, pada dasarnya merupakan suatu tambahan hiasan yang
diterapkan untuk menghasilkan keindahan. Hiasan itu sendiri berperan sebagai media untuk
mempercantik.
Tujuan Desain Hiasan
Desain hiasan mempunyai tujuan untuk menambah keindahan desain struktur atau
siluet. Desain hiasan dapat berupa krah, saku, renda, sulaman, kancing hias, bis dan lain-
lain. Desain hiasan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut yaitu :
a. Hiasan harus dipergunakan secara terbatas atau tidak berlebihan.
b. Letak hiasan harus disesuaikan dengan bentuk strukturnya.
c. Cukup ruang untuk latar belakang, yang memberikan efek kesederhanaan dan keindahan
terhadap desain tersebut.
d. Bentuk latar belakang harus dipelajari secara teliti dan sama indahnya dengan
penempatan pola-pola pada benda tersebut.

6
e. Hiasan harus cocok dengan bahan desain strukturnya dan sesuai dengan cara
pemeliharaannya.
4.4. Unsur Desain
Unsur desain merupakan unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan desain
sehingga orang lain dapat membaca desain tersebut. unsur disini adalah unsur-unsur yang
dapat dilihat atau sering disebut dengan unsur visual. Unsur unsur desain ini terdiri atas
garis, arah, bentuk, tekstur, ukuran, value dan warna. Melalui unsur-unsur visual inilah
seorang perancang dapat mewujudkan rancangannya.
1. Garis
Garis merupakan unsur yang paling tua yang digunakan manusia dalam mengungkapkan
perasaan atau emosi. Yang dimaksud dengan unsur garis ialah hasil goresan dengan benda
keras di atas permukaan benda alam (tanah, pasir, daun, batang, pohon dan sebagainya)
dan benda-benda buatan (kertas, dinding, papan dan sebagainya). Ada 2 jenis garis sebagai
dasar dalam pembuatan bermacam-macam garis yaitu :
a. Garis lurus
Garis lurus adalah garis yang jarak antara ujung dan pangkalnya mengambil jarak yang
paling pendek. Garis lurus merupakan dasar untuk membuat garis patah dan bentuk-bentuik
bersudut. Apabila diperhatikan dengan baik, akan terasa bahwa macam-macam garis ini
memberikan kesan yang berbeda pula. Kesan yang ditimbulkan garis ini disebut watak garis.
b. Garis lengkung
Garis lengkung adalah jarak terpanjang yang menghubungkan dua titik atau lebih.
Garis lengkung ini berwatak lebih dinamis dan luwes.

Gambar.4.6. Jenis-Jenis Garis


2. Arah
Pada benda apapun dapat kita rasakan adanya arah tertentu, misalnya mendatar,
tegak lurus, miring dan sebagainya. Arah ini dapat dilihat dan dirasakan keberadaannya. Hal

7
ini sering dimanfaatkan dalam merancang benda dengan tujuan tertentu. Misalnya dalam
rancangan busana, unsur arah pada motif bahannya dapat digunakan untuk mengubah
penampilan dan bentuk tubuh sipemakai. Pada bentuk tubuh gemuk, sebaiknya
menghindari arah mendatar karena dapat menimbulkan kesan melebarkan.
3. Bentuk
Setiap benda mempunyai bentuk. Bentuk adalah hasill hubungan dari beberapa garis
yang mempunyai area atau bidang dua dimensi (shape). Apabila bidang tersebut disusun
dalam suatu ruang maka terjadilah bentuk tiga dimensi atau form. Jadi bentuk dua dimensi
adalah bentuk perencanaan secara lengkap untuk benda atau barang datar (dipakai untuk
benda yang memiliki ukuran panjang dan lebar) sedangkan tiga dimensi adalah yang
memiliki panjang, lebar dan tinggi.
Berdasarkan jenisnya bentuk terdiri atas bentuk naturalis atau bentuk organik,
bentuk geometris, bentuk dekoratif dan bentuk abstrak. Bentuk naturalis adalah bentuk
yang berasal dari bentuk alam seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, dan bentuk-bentuk alam
lainnya. Bentuk geometris adalah bentuk yang dapat diukur dengan alat pegukur dan
mempunyai bentuk yang teratur, contohnya bentuk segi empat, segi tiga, bujur sangkar,
kerucut, lingkaran dan lain sebagainya. Sedangkan bentuk dekoratif merupakan bentuk yang
sudah dirobah dari bentuk asli melalui proses stilasi atau stilir yang masih ada ciri khas
bentuk aslinya. Bentuk-bentuk ini dapat berupa ragam hias pada sulaman atau hiasan
lainnya yang mana bentuknya sudah tidak seperti bentuk sebenarnya.
4. Ukuran
Ukuran merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi desain pakaian ataupun
benda lainnya. Unsur-unsur yang dipergunakan dalam suatu desain hendaklah diatur
ukurannya dengan baik agar desain tersebut memperlihatkan keseimbangan. Apabila
ukurannya tidak seimbang maka desain yang dihasilkannya akan kelihatan kurang baik.
Misalnya dalam menata busana untuk seseorang, orang yang bertubuh kecil mungil
sebaiknya tidak menggunakan tas atau aksesories yang terlalu besar karena terlihat tidak
seimbang.
5. Tekstur
Setiap benda mempunyai permukaan yang berbeda-beda, ada yang halus dan ada
yang kasar. Tekstur merupakan keadaan permukaan suatu benda atau kesan yang timbul
dari apa yang terlihat pada permukaan benda. Tekstur ini dapat diketahui dengan cara

8
melihat atau meraba. Dengan melihat akan tampak pemukaan suatu benda misalnya
berkilau, bercahaya, kusam tembus terang, kaku, lemas, dan lain-lain. Sedangkan dengan
meraba akan diketahui apakah permukaan suatu benda kasar, halus, tipis, tebal ataupun
licin.
6. Value (Nada Gelap dan Terang)
Benda hanya dapat terlihat karena adanya cahaya, baik cahaya alam maupun cahaya
buatan. Jika diamati pada suatu benda terlihat bahwa bagian-bagian permukaan benda
tidak diterpa oleh cahaya secara merata, ada bagian yang terang dan ada bagian yang gelap.
Hal ini menimbulkan adanya nada gelap terang pada permukaan benda. Nada gelap terang
ini disebut dengan istilah value.

Gambar.4.7. Nada Gelap Terang (Value)


7. Warna
Warna merupakan unsur desain yang paling menonjol. Dengan
adanya warna menjadikan suatu benda dapat dilihat.
a. Pengelompokan warna
Ada bermacam-macam teori yang berkembang mengenai warna, diantaranya teori
Oswolk, Mussel, Prang, Buwster dan lain-lain. Dari bermacam-macam teori ini yang lazim
dipergunakan dalam desain busana dan mudah dalam proses pencampurannya adalah teori
warna Prang karena kesederhanaannya. Prang mengelompokkan warna menjadi lima bagian
yakni warna primer, sekunder, intermedier, tertier dan kuarter.
1) Warna primer, warna ini disebut juga dengan warna dasar atau pokok, karena
warna ini tidak dapat diperoleh dengan pencampuran hue lain. Warna primer
ini terdiri dari merah, kuning dan biru.

9
Gambar.4.8. Warna Primer
Sumber.
2) Warna Sekunder. Warna ini merupakan hasil pencampuran dari dua warna
primer, warna sekunder terdiri terdiri dari orange, hijau dan ungu.
a) Warna orange merupakan hasil dari pencampuran warna merah dan warna
kuning.
b) Warna hijau merupakan pencampuran dari warna kuning dan biru.
c) Warna ungu adalah hasil pencampuran merah dan biru.

Gambar.4.9. Warna Sekunder


Sumber.

3) Warna intermediet, warna ini dapat diperoleh dengan dua cara yaitu dengan
mencampurkan warna primer dengan warna sekunder yang berdekatan dalam
lingkaran warna atau dengan cara mencampurkan dua warna primer dengan
perbandingan 1 : 2. Ada enam macam warna intermediet yaitu :

Gambar. 4.10. Warna Intermediet


Sumber.

10
4) Warna tertier. Warna tertier adalah warna yang terjadi apabila dua warna
sekunder dicampur. Warna tertier ada tiga yaitu tertier biru, tertier merah dan
tertier kuning.
5) Warna kwarter. Warna kwarter adalah warna yang dihasilkan oleh pencampuran
dua warna tertier. Warna kwarter ada tiga yaitu kwarter hijau, kwarter orange
dan kwarter ungu.
b. Pembagian Warna Menurut Sifatnya
Warna menurut sifatnya dapat dibagi atas 3 bagian yaitu sifat panas dan dingin atau
hue dari suatu warna, sifat terang dan gelap atau value warna serta sifat terang dan kusam
atau intensitas dari warna.
c. Kombinasi Warna
Mengkombinasikan warna berarti meletakkan dua warna atau lebih secara berjejer
atau bersebelahan. Jenis-jenis kombinasi warna dapat dikelompokkan atas :
1) Kombinasi monokromatis atau kombinasi satu warna yaitu kombinasi satu warna dengan
value yang berbeda. Misalnya merah muda dengan merah, hijau muda dengan
hijau tua, dll, seperti di bawah ini :

Gambar.4.11. Kombinasi Monokromatis


2) Kombinasi analogus yaitu kombinasi warna yang berdekatan letaknya dalam lingkaran
warna. Seperti merah dengan merah keorenan, hijau dengan biru kehijauan, dll.

Gambar.4.12. Kombinasi Analogus


3) Kombinasi warna komplementer yaitu kombinasi warna yang bertentangan letaknya
dalam lingkaran warna, seperti merah dengan hijau, biru dengan orange dan kuning dengan
ungu.

11
Gambar.4.13. Kombinasi Warna Komplimenter
4) Kombinasi warna split komplementer yaitu kombinasi warna yang terletak pada semua
titik yang membentuk huruf Y pada lingkaran warna. Misalnya kuning dengan merah
keunguan dan biru keunguan, Biru dengan merah keorenan dan kuning keorenan, dan lain-
lain.
5) Kombinasi warna double komplementer yaitu kombinasi sepasang warna yang
berdampingan dengan sepasang komplementernya. Misalnya kuning orange dan biru ungu.
6) Kombinasi warna segitiga yaitu kombinasi warna yang membentuk segitiga dalam
lingkaran warna. Misalnya merah, kuning dan biru, orange. Hijau damn ungu. Kombinasi
warna monokromatis dan kombinasi warna analogus di atas disebut kombinasi warna
harmonis, sedangkan kombinasi warna komplementer, split komplementer, double
komplementer dan segitiga disebut juga kombinasi warna kontras.

Mengekspresikan unsur-unsur desain adalah penuangan ide dan kreativitas dalam


bentuk karya (desain) yang dapat dinikmati oleh orang lain. Mengekspresikan unsur-unsur
desain dalam hal ini adalah bagaimana kita menuangkan ide dan kreativitas kita masing-
masing dengan menerapkan unsur-unsur desain (garis, arah, bentuk, ukuran, tekstur, nilai
gelap terang dan warna). Dalam mengekspresikan unsur-unsur desain, kita juga harus
memperhatikan prinsip-prinsip desain
4.5. Prinsip Desain

Prinsip desain adalah suatu cara,teknik atau petunjuk bagaimana menerapkan unsur-
unsur kedalam suatu desain. Dalam menggambar kita harus selalu memperhitungkan
bagaimana susunan garis-garis, bidang-bidang, warna yang satu dengan lainnya menjadi
satu kesatuan membentuk gambar yang manarik. Ada beberapa prinsip-prinsip desain:

1. Proporsi (Kesebandingan)
Proporsi atau kesebandingan adalah perbandingan antara bagian-bagian atau bagian
dengan keseluruhan, misalnya proporsi tubuh manusia dibandingkan dengan ukuran kepala,
menurut mode digambarkan tubuh manusia 9x ukuran kepala manusia.

12
Gambar 4.14.. Contoh Rancangan Dengan Penerapan Diagram Proporsi
Potongan Horisontal.

2. Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan dapat kita asosiasikan pada berat dari dua benda. Dalam
menggambar, keseimbangan adalah suatu kesan terhadap dua unsur atau lebih dalam
penyusunannya memberi kesan atau dapat dirasakan adanya suatu keseimbangan/stabil.
Keseimbangan simetris adalah keseimbangan, jika bagian-bagian busana seperti kerah,
saku,garis hias atau hiasan lain bagian kiri dan kanan sama jaraknya dari pusat.
Keseimbangan simetris ini memberikan kesan rapi. Keseimbangan asimetris terdapat jika
unsur-unsur bagian kiri dan kanan suatu desain jaraknya dari garis tengah atau pusat tidak
sama, melainkan diimbangi oleh unsur yang lain. Keseimbangan asimetris lebih terlihat
lembut dan bervariasi, terutama sesuai untuk bahan-bahan yang lembut.

Gambar.4.15. Keseimbangan Simetris dan Asimetris


Irama (Rhythm)
Irama ialah pergerakan mata yang dapat mengalihkan pandangan mata dari satu
bagian ke bagian lain, tanpa melompat.Pengulangan ini menimbulkan suatu pergerakan
yang serirama. Dan pengulangan ini dapat secara teratur/tetap, atau pengulangan yang

13
berubah secara bertingkat untuk membuat selingan yang tidak membosankan. Irama ini
yang membuat mata bergerak secara lembut/terarah, tidak melompat pada saat
memandang suatu busana.

Gambar.4.16. Irama
Kontras
Kontras adalah suatu perasaan perbedaan yang jelas, pertentangan yang kelihatan
justru bertujuan memperlihatkan ketidaksamaannya. Prinsip ini kuat karena memfokus
perhatian kepada tempat terjadinya pertentangan.

Gambar. 4.17. Kontras


Pusat Perhatian (Point of interest)
Sebuah desain busana yang baik harus mempunyai sebuah bagian yang lebih
menarik dari bagian-bagian lain. Ini yang disebut pusat perhatian. Pusat perhatian ini untuk
mengarahkan mata pada bagian yang paling menarik dari si pemakai. Dengan kata lain,
tonjolkan, tarik perhatian ke bagian yang menarik, dan samarkan bagian yang kurang
menarik, agar tersembunyi. Penaburan pusat perhatian hasilnya malah kurang
menyenangkan. Ini sering terjadi misalnya pada wanita-wanita yang mengenakan busana
bersulam besar besar yang ditempatkan di beberapa tempat.

14
Gambar.4.18. Prinsip Pusat Perhatian
Penekanan
Penekanan merupakan kreasi suatu titik pusat atau pusat perhatian dimana aspek-
aspek yang lain tunduk dibawahnya. Dengan adanya penekanan perhatian dibatasi untuk
difokuskan kepada satu hal yang dianggap penting dan menarik.
Harmoni (Unity, Kesatuan)
Unity atau harmoni mempunyai arti: semua elemen dari sebuah desain bekerja sama
menghasilkan efek visual yang sukses. Keselarasan adalah kesatuan diantara macam-macam
unsur desain, yang walaupun berbeda, tetapi membuat bagian-bagian itu bersatu. Sebuah
busana mempunyai bagian-bagian yang berbeda, seperti kerah, lengan, saku, ikat pinggang
dan hiasan-hiasan. Busana kerja wanita dengan kerah jas dihiasi dengan bis hitam, serasi
dengan saku yang juga diberi hiasan bis berwarna hitam, diberi kancing di bagian tengah
muka dan sebagai hiasan pada keraj jas, sehingga terlihat harmoni secara keseluruhan.

Gambar.4.19. Harmoni pada Busana Kerja

15