Anda di halaman 1dari 2

Perkembangan era globalisasi meningkat sangat pesat yang ditandai dengan kemajuan

teknologi, informasi, dan komunikasi.1 Berbagai inovasi-inovasi mengenai perkembangan


teknologi, informasi, dan komunikasi mulai muncul seiring berjalannya waktu. Generasi muda
saat ini atau bisa disebut generasi millennium memiliki kebiasaan yang bergantung dengan
kepemilikan gadget, game, console, laptop, komputer dan lainnya.2 Data yang didapat menurut
Ketua Umum Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) Semuel Abrijani Pangerapan,
bahwa jumlah pengguna media sosial di Indonesia pada akhir tahun 2014 telah mencapai angka
88,1 juta dan meningkat 23% jika disbandingkan dengan tahun 2013 yaitu sebanyak 71,9 juta. Dan
pengguna sosial media di Indonesia mayoritas ada di Pulau Bali dan Jawa, sebanyak 52 juta atau
sekitar 59%. Adapun data yang diperoleh dari Kementerian Komunikasi dan Informasi RI pada
tahun 2011 pengguna sosial media di Indonesia yaitu kelompok remaja sebanyak 64%. Dilihat dari
tingginya angka pengguna sosial media pada kelompok remaja menunjukkan bahwa remaja
memiliki antusiasme yang besar terhadap perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi.1

Bisa dikatakan remaja saat ini sudah kecanduan dengan sosial media karena rasanya tidak
bisa satu hari saja tidak membuka sosial medianya. Tidak asing lagi jika melihat remaja dimana-
mana sudah memegang gadget masing-masing. Remaja begitu identik dengan penggunaan gadget
yang hampir 24 jam tidak terlepas dari tangan mereka dan belum tentu digunakan sesuai
fungsinya.3 Padahal sosial media jika digunakan sesuai dengan fungsinya akan berpengaruh sangat
baik. Sosial media dapat menjadi salah satu fasilitator utama yang lebih banyak digunakan di dunia
pendidikan dan hiburan karena kecepatannya dan lebih mudah mendapat informasi terbaru yang
diunggah di sosial media. Sebenarnya para remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap
sesuatu hal tetapi karena informasi yang diberikan terlalu membosankan sehingga mengakibatkan
remaja ini malas untuk memanfaatkan sosial media mereka dengan baik. Maka dari itu diperlukan
inovasi baru yang belum diterapkan di sosial media untuk dapat membantu remaja mengetahui
sesuatu informasi penting bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Daftar Pustaka

1. Widiantari KS, Herdiyanto YK. Perbedaan Intensitas Komunikasi Melalui Jejaring


Sosial antara Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert pada Remaja. Jurnal Psikologi
Udayana. 2013;1(1): 106-115. Available from:
https://ojs.unud.ac.id/index.php/psikologi/article/view/25055 [Accessed 14th
November 2017].
2. Sherlyanita AK, Rakhmawati NA. Pengaruh dan Pola Aktivitas Penggunaan Internet
serta Media Sosial pada Siswa SMPN 52 Surabaya. Journal of Information Systems
Engineering and Business Intelligence. 2016;2(1): 18-22. Available from: http://e-
journal.unair.ac.id/index.php/JISEBI/article/viewFile/1394/1355 [Accessed 14th
November 2017]
3. Putri WSR, Nurwati RN, Budiarti M. Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku
Remaja. Prosiding KS. 2016;3(1): 1-154. Available from:
http://fisip.unpad.ac.id/jurnal/index.php/prosiding/article/view/150 [Accessed 14th
November 2017]
4.