Anda di halaman 1dari 2

PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

023/SAN/SPO/PKU 02 1 dari 2

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur,

SANITASI 29-03-2011 Dr. Ella Nurlaila, MM

Pengelolaan terhadap semua limbah rumah sakit yang berbentuk padat sebagai akibat
Pengertian kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah padat medis / sampah.
1. Untuk mengurangi jumlah dan potensi bahaya limbah padat.
2. Terciptanya kondisi lingkungan tempat kerja yang bersih, indah , nyaman dan sehat
Tujuan 3. Hasil pengelolaan limbah padat sesuai dengan standar Permenkes RI
No.1204/Menkes/SK/X/2004.
1. Eka Hospital bekerjasama dengan pihak rekanan (RS Ibnu Sina) dalam hal
pengangkutan dan pemusnahan sampah medis.
2. Kantong plastik yang digunakan untuk sampah medis adalah kantong plastik kuning.
3. Seluruh petugas yang menangani limbah padat harus menggunakan APD.
4. Setiap pengambilan sampah medis harus disertai Surat Jalan dan Dokumen Limbah
B3.
5. Jenis limbah padat medis antara lain:
1. Limbah padat medis/ sampah Rumah Sakit antara lain:
kasa pembalut Jaringan
infus set tubuh manusia / ari-ari
alkohol swab Seluruh
botol sampel darah sampah dari ruang OK
Sampah non
medis yang terkena / terkontaminasi
Kebijakan cairan pasien
2. Khusus limbah padat medis benda tajam dimasukkan dalam sharp container antara
lain:
jarum suntik
jarum lancet
jarum dari infus set
tabung / pecahan objek glass dan sejenisnya
spuit bekas darah
6. Jadwal pengangkutan limbah padat:
Pagi : 09.30 siang : 13.00 malam : 21.00
7. Pengangkutan limbah padat medis dilakukan oleh Eka Hospital Pekanbaru setiap
Senin dan Kamis jam 14.00 WIB
8. Pengangkutan limbah padat medis dilakukan oleh Eka Hospital Pekanbaru setiap
Senin dan Kamis jam 14.00 WIB
PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

023/SAN/SPO/PKU 02 2 dari 2

Pengelolaan:
1. Pemilahan limbah padat dilakukan oleh penghasil limbah padat dimulai dari
sumber limbah padat. Dalam hal ini seluruh perawat dan staf yang bertugas pada saat
itu harus benar-benar bertanggung jawab atas alokasi sampah medis sesuai dengan
tempat sampah yang telah disediakan. Dengan demikian cleaner mudah mengangkut
seluruh sampah yang ada sesuai dengan jenisnya tanpa memilah-milah lagi.

2. Limbah padat ditempatkan / dibuang pada wadah khusus sesuai dengan jenis /
karakteristik limbah padat. Untuk limbah padat medis dimasukkan dalam tempat
sampah medis dengan kantong plastik berwarna kuning. Limbah padat medis benda
tajam dimasukkan dalam safe container. Media (agar) yang sudah disterilkan
dimasukkan dalam tempat sampah medis dengan kantong plastik berwarna kuning.
3. Pengangkutan limbah padat dari setiap ruangan menuju tempat penampungan
sampah sementara (TPS) menggunakan troli tertutup oleh cleaner sesuai jadwal
pengangkutan limbah.

Prosedur 4. Pengangkutan sampah dilakukan oleh petugas khusus yang mempergunakan


pakaian pelindung, masker, sarung tangan dan sepatu.

5. Limbah padat medis diletakkan pada ruang khusus (ruang sampah medis).

6. Untuk menghindari terjadinya penyebaran mikroorganisme lebih lanjut maka


direkomendasikan penggunaan kantong plastik untuk sekali pakai, tidak dapat
dipakai ulang.

7. Limbah Padat Medis dibakar di Insenerator milik pihak rekanan (RS Ibnu Sina)
yang berada di Jl. Melati Pekanbaru.

8. Limbah padat dari farmasi dikembalikan lagi ke distributor dan apabila tidak
memungkinkan harus dimusnahkan dengan insenerator.

9. Setelah limbah padat medis diangkut, maka cleaner harus membersihkan ruangan
tersebut dengan obat kimia pembunuh bakteri (full trole / lysol / karbol).
Unit Terkait Seluruh unit kerja