Anda di halaman 1dari 21

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Obyek Penelitian

Garuda Food adalah perusahaan makanan dan minuman di bawah

kelompok usaha Tudung (Tudung Group). Cikal bakal Garuda Food dimulai

garing tersebut dengan merk dagang “Kacang Garuda”.
garing tersebut dengan merk dagang “Kacang Garuda”.

dengan perusahaan bernama PT. Tudung yang didirikan pada tahun 1958 di

Pati, Jawa tengah yang memproduksi tepung tapioka. Selanjutnya pada tahun

1979 PT. Tudung yang didirikan oleh Darmo Putro, mantan pejuang yang

memilih menekuni dunia usaha setelah bangsa Indonesia merdeka. Berganti

nama menjadi PT. Tudung Putra Jaya (TPJ) yang memproduksi kacang

garing. Sebelumnya kacang garing ini tidak mempunyai nama merk dagang,

namun pada awal tahun 1987, TPJ mulai menjual hasil produksi kacang

Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, kegiatan yang berguna

untuk pembangunan berkelanjutan terus ditingkatkan oleh perusahaan ini,

salah satu buktinya adalah dengan didirikannya perusahaan baru bernama PT.

Garuda Food Putra Jaya pada tahun 1995 yang bergerak dibidang produksi

kacang

salut

(coated

peanuts).

Selanjutnya

pada

tahun

1997

saat

perekonomian nasional sedang dihantam krisis ekonomi. Perusahaan justru

mengembangkan bisnis barunya yang bergerak dibidang produksi biskuit

dengan mendirikan PT. Garuda Food Jaya yang memproduksi biskuit dengan

39

merk dagang “Danza dan Gery”, serta pada tahun 1998, Garudafood berhasil

mengakuisisi PT. Triteguh Manunggal Sejati (TRMS) produsen jelly dan

meluncurkan produk jelly bermerk “Okky” dan minuman dengan rasa buah

bermerk “Keffy”.

Pada tahun 2002, TRMS memperluas bisnisnya dengan meluncurkan

di mana Garuda Food mulai masuk dalam bidang “Okky Jelly Drink rasa jeruk”. Selanjutnya dengan
di mana
Garuda
Food
mulai
masuk
dalam
bidang
“Okky
Jelly
Drink
rasa
jeruk”.
Selanjutnya
dengan

produk minuman jelly bermerk “Okky Jelly Drink” yang menjadi babak baru,

minuman

bisnis

(beverages). PT. Triteguh Manunggal Sejati memulai bisnis jelly dengan

membangaun pabrik di daerah Keroncong, kemudian dengan banyaknya

permintaan pasar maka pada tahun 2004, PT. Triteguh Manunggal Sejati

membangun pabriknya yang kedua di daerah Cikupa. Selanjutnya pabrik

kedua ini dikenal dengan nama PT. Triteguh Manunggal Sejati Palnt II.

Namun PT. Triteguh Manunggal Sejati Plant II belum memiliki bangunan

tetap dan masih menyewa dengan pabrik luar. Awal bulan April 2004

merupakan dimulainya produksi di plant II ini dengan hanya memproduksi

diadakannya

perkembangan perusahaan, maka variasi produk diterapkan dalam perusahaan

ini

dengan

menambah

produksi

berbagai

jenis,

seperti

minuman

jelly,

minuman koko, minuman bolo, minuman teh, dan minuman sari asam jawa.

Pada bulan November 2009, PT. Triteguh Manunggal Sejati Plant II

selain berubah nama menjadi PT. Triteguh Manuggal Sejati, juga berpindah

lokasi industri ke daerah Gunung Putri Bogor yang sudah merupakan industri

40

kepemilikan tetap PT. Triteguh Manunggal Sejati, karena sebelumnya industri

yang terletak di daerah Cikupa hanya menggunakan sistem sewa kontrak.

Kegiatan pertama dalam industri ini hanya memproduksi jelly drink dengan

merk dagang “Okky Jelly Drink rasa jambu dan Okky Jelly Drink rasa

anggur”. Produk jelly meraih berbagai penghargaan dari pasar domestik,

3.4.1

Snack dan tiga kali berturut-turut menerima “IBBA”. Struktur Organisasi PT. Triteguh Manunggal Sejati Bogor
Snack dan tiga kali berturut-turut menerima “IBBA”.
Struktur Organisasi PT. Triteguh Manunggal Sejati
Bogor
menggunakan
sistem
lini
staff,
yaitu
sistem

seperti meraih “Best Brand for Kids” pada tahun 2004 untuk kategori Jelly

Selanjutnya kegiatan pada PT. Triteguh Manunggal Sejati semakin

diperluas dengan memproduksi biskuit yang mulai diproduksi pada awal

bulan maret 2010, dengan meluncurkan “Gery Chocolatos dan Gery Pasta”.

Struktur organisasi di PT. Triteguh Manunggal Sejati, Gunung Putri-

yang

organisasi

diperintahkan oleh satu orang pemimpin dan diikuti oleh seluruh anggotanya

dan bertanggungjawab kepada pemimpin tersebut dan terdapat ahli spesialis

yang membantu tugas supervisor. Seorang staff di dalam sistem organisasi lini

staff tidak dapat memerintah pekerja langsung, tetapi melalui supervisor, dan

digunakan pada perusahaan besar yang daerah kerjanya luas.

Sistem

organisasi

kekurangan.

Salah

satu

lini

staff

kelebihannya

ini

memiliki

suatu

kelebihan

dan

adalah

memiliki

ciri khas

bahwa

kekuasaan dan tanggung jawab mengalir dalam suatu garis dari atas ke bawah.

Kelebihan sistem lini staff

adalah lebih mudah dan jelas dalam pembagian

41

tugas sehingga spesialisasi dalam pekerjaan dan bakat dari setiap pekerja

dapat lebih mudah berkembang dengan adanya spesialisasi-spesialisaasi, serta

dari sistem ini dapat membentuk kepribadian disiplin yang tinggi.

PT. Triteguh Manuggal Sejati dipimpin oleh seorang Head of Business

Unit. Dalam kepemimpinannya, Head of Business Unit dibantu oleh beberapa

operator. a. HOBU (Head of Business Unit) secara umum, khususnya untuk kegiatan
operator.
a. HOBU (Head of Business Unit)
secara
umum,
khususnya
untuk
kegiatan

orang departement head yang memimpin departemen masing-masing, dimana

si salam departemen ini, departement head akan dibantu oleh beberapa section

head sesuai dengan bidang masing-masing dan dibantu juga oleh beberapa

staff terkait. Khusus untuk bagian produksi ditambah dengan adanya bagian

Fungsi dan tugas masing-masing bagian tersebut adalah sebagai berikut:

Head of Business Unit memiliki tugas dan wewenang untuk menyusun

rencana, menyelenggarakan dan mengevaluasi kegiatan perusahaan

Serta

manufacturing.

membawahi Departemen Produksi, Departemen PPIC (Production

Plant

and

Inventory

Control),

Departemen

Teknik,

Departemen

Pembelian, Departemen QA (Quality Assurance) dan QC (Quality

Control), Departemen PDCA (Plan Do Check Action), Departemen

PD (Product Development), Departemen HRS dan Departemen FA

(Finance and Accounting).

42

b. Departemen Produksi

Tugas dan wewenang dari departemen produksi adalah memimpin

keseluruhan

aktifitas

yang

ada

di

dalam

departemen

produksi,

menetapkan tujuan yang ingin dicapai, sasaran-sasaran tahunan, cara-

cara untuk encapai tujuan dan sumberdaya apa yang diperlukan,

dapat melakukan perbaikan secera dapat melaksanakan semua kegitan produksi berpedoman pada efisiensi dan
dapat
melakukan
perbaikan
secera
dapat
melaksanakan
semua
kegitan
produksi
berpedoman pada efisiensi dan efektifitas.
c.
dengan
aplikasi
sederhana
Just
in
Time,

menjalankan fungsi koordinasi baik secara internal maupun eksternal,

dapat

berkesingambungan,

membentuk tim yang handal dan kompak, profesional, loyalitas serta

selalu

dengan

Departemen PPIC (Production Plan and Inventory Control)

Departemen PPIC memiliki tugas dan wewenang untuk membuat dan

mengkoordinasi Production Plant secara terintegrasi dengan pihak

yang terkait, melakukan pengendalian Stock Raw Material disesuaikan

kegiatan

melakukan

administrasi lelu lintas Raw Material dan membuat forecast tiga bulan

kedepan dan Best Estimate Raw Material selama satu bulan.

d. Departemen Teknik

Departemen teknik memiliki tugas dan wewenang untuk mengatur dan

menjalankan program kerja divisi workshop, utility, mekanik dan

elektrik. Dapat memelihara dan mengawasi mesin yang digunakan

agar proses dapat berjalan dengan lancar, dapat memelihara dan

43

mengawasi semua peralatan yang mendukung proses produksi, dan

dapat menyediakan kebutuhan yang berkaitan dengan masalah teknik

dalam proses produksi.

e. Departemen Pembelian

Departemen

pembelian

memiliki

tugas

dan

wewenang

untuk

melakukan pekerjaan sesuai dengan SOP jumlah yang diminta. f. Departemen QA (Quality Assurance) (Good
melakukan
pekerjaan
sesuai
dengan
SOP
jumlah yang diminta.
f. Departemen QA (Quality Assurance)
(Good
Manufacturing
Practices),
SSOP
Operation
Procedures),
Pest
management,

(Standard

Operation

Procedure) yang telah ditentukan oleh perusahaan dan menyediakan

barang sesuai penerimaan pembelian barang dengan spesifikasi dan

Departemen QA berrtugas untuk mendukung QA Corporate dalam

penerapan sistem keamanan pangan dan manajemen mutu, GMP

Standard

dan

(Sanitation

mengembangkan

mensosialisasikan program kerja, mengevaluasi dan menindak lanjuti

pencapaian target, mengembangkan laporan dan sistem komunikasi

dan menjamin sistem pengendalian mutu yang diterapkan telah benar

dan efektif. Sedangkan departemen QC bertugas untuk bertanggung

jawab terhadap mutu bahan baku yang akan diterima dari supplier,

kualitas selama proses berlangsung, dan kualitas dari produk yang

sudah

jadi,

mengontrol

mutu

bahan

baku

sebelum

dan

sesudah

dilakukan proses pengemasan, mengontrol mutu dari bahan kemas,

44

dan membuat standar dokumen mutu (flow chart, standar, titik periksa,

form)

juga

melakukan

revisi

bila

diperlukan

dan

memastikan

pelaksanaannya ketingkat di bawahnya.

g. Departemen PDCA (Plan Do Check Action)

Departemen PDCA memiliki tigas dan wewenang untuk membantu

aktif dalam melakukan problem solving. h. Departemen PD (Product Development) halal. i. Departemen HRS merawat
aktif dalam melakukan problem solving.
h. Departemen PD (Product Development)
halal.
i. Departemen HRS
merawat
aset
perusahaan,
menjalankan
program,
pelaksanaan
aspek
legalisasi
hikuk
perusahaan
dan

Head of Business Unit dalam menetapkan KPI (Key Performasnce

Indicator) yang terkait dengan process improvement dan berperan

Departemen PD memiliki tigas dan wewenang untuk meningkatkan

kualitas produk (Quality Improvement) serta legalisasi dan sertifikat

Departemen HRS mempunyai tugas dan wewenang untuk menjaga dan

menjamin

perundang-

undangan perusahaan diakui oleh pemerintah. Selain itu, Departemen

HRS

juga

memiliki

tugas

dan

wewenang

untuk

mengumpulkan

informasi

public

class

dari

CCD

(Corporate

Competencies

Development),

mengelola permintaan training dari user termasuk

melakukan pendaftaran jika diperlukan, dan mencatat data keryawan

yang telah mengikuti training ke dalam employee training record.

45

Dalam tanggung jawabnya Departemen HRS ini membawahi

Team K3 atau dalam perusahaan ini disebut dengan SHE, dimana

tugas

dan tanggung

jawab bagian SHE

ini adalah

menjaga dan

menghindari

seluruh

karyawan

dari

terjadinya

kecelakaan

kerja,

membuat

laporan

tentang

kecelakaan kerja,

memberikan

training

safety committe. j. Departemen FA (Finance and Accounting) Departemen FA memiliki tugas dan wewenang laporan
safety committe.
j.
Departemen FA (Finance and Accounting)
Departemen
FA
memiliki
tugas
dan
wewenang
laporan keuangan harian, mingguan serta bualanan.
k. Section Head
produksi
pada
kepala
produksi,
melakukan

kepada setiap karyawan mengenai K3 dan menyetujui pembentukan

untuk

membuat

Section Head memiliki tugas dan wewenang untuk memimpin dan

bertanggung jawab terhadap kelangsungan dan kelancaran kegiatan

terhadap

pengawasan

tenaga kerja yang berada pada bagain produksi dengan dibantu oleh

operator, serta memberikan masukan kepada departemen head tentang

 

efisiensi produk.

l.

Operator

Operator memiliki tugas dan wewenang untuk mengawasi langsung

tenaga kerja yang bertugas pada unit-unit lingkungan bagian produksi,

bertanggung jawab terhadap kebersihan, perawatan dan kelancaran

46

mesin

dan

bersama-sama

dengan

operator

lainnya

menjamin

kesinambungan dan kemantapan kerja bagian produksi.

3.2 Desain Penelitian

Penelitian ini bersifat kausal

(Sugiono : 2010). Penelitian kausal

variable). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh tanggapan para karyawan terhadap program K3 yang
variable).
Penelitian
ini
bertujuan
untuk
memperoleh
tanggapan
para
karyawan
terhadap
program
K3
yang
perusahaan.
1)
Hipotesis penelitian
“Diduga
keselamatan
kesehatan
kerja

berpengaruh

merupakan penelitian untuk mengetahui pengaruh antara satu atau lebih

variabel bebas (independent variable) terhadap variabel terikat (dependent

mengenai

oleh

data

dijalankan

3.3 Hipotesis

Merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah karena sifatnya

yang masih sementara. Penulis menarik suatu jawaban sementara bahwa

terhadap

produktivitas kerja karyawan bagian produksi PT. Triteguh Manunggal

Sejati”.

2)

Penguijan hipotesis.

Alat untuk menguji signifikansi dari pengaruh masing-masing

independen terhadap variabel dependen.

47

variabel

Adapun langkah-langkah pengujian sebagai berikut :

a. Menentukan formula hipotesis

H 0 : b = 0, (Artinya keselamatan kesehatan kerja tidak berpengaruh

terhadap produktivitas

kerja

karyawan

bagian produksi

pada PT Triteguh Manunggal Sejati).

Triteguh Manunggal Sejati). b. adalah 5%. c. Menentukan kriteria pengujian : Adapun pengujian hipotesis keputusan
Triteguh Manunggal Sejati).
b.
adalah 5%.
c. Menentukan kriteria pengujian :
Adapun pengujian hipotesis
keputusan dengan membandingkan
t
hitung

H a : b ≠ 0, (Artinya keselamatan kesehatan kerja berpengaruh terhadap

produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada PT

Menentukan nilai α (level of signification) ; nilai α yang digunakan

yang digunakan oleh penulis

adalah

menentukan variabel X dan variabel Y. Setelah itu akan dilakukan uji

hipotesis dengan menggunakan uji statistik yaitu Uji-t pada daerah

kritis dengan nyata sebesar α = 5 % secara dua arah. Pengambilan

dengan batasan dibawah

ini, yaitu :

48

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rumus t hitung berikut ini :

3.4

3.4.1

3.4.2

T hitung

t hit

b

Sb

Se

    / n 2    2

   / n

2

2

Sb

2         n b Se  n 
2
       
n
b
Se 
n  2
Sb = Standar error of regression coeficient
Variabel dan skala Pengukuran
Variabel
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Variabel bebas (X) = Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)
Variabel terikat (Y) = Produktivitas Kerja

Se = Standar error of estimate (standar deviasi persamaan regresi)

Skala Pengukuran

Dalam penelitian ini penulis menggunakan skala ordinal dan untuk kuesioner

skala pengukuran yang digunakan pada variable X dan variabel Y seluruhnya

menggunakan skala likert. Dengan Skala likert, maka variabel yang akan

diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut

49

dijadikan sebagai titik tolak ukur menyusun item-item instrumen yang dapat

berupa pernyataan atau pertanyaan (sugiyono 2007:107)

Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai

gradasi jawaban dari sangat positif sampai sangat negatif, yang berupa kata-

kata dan untuk keperluan analisi kuantitatif, maka jawaban itu diberi skor

3.4.3

sebagai berikut : Jawaban Bobot Sangat setuju 5 Setuju 4 Ragu-ragu 3 Tidak setuju 2
sebagai berikut :
Jawaban
Bobot
Sangat setuju
5
Setuju
4
Ragu-ragu
3
Tidak setuju
2
Sangat tidak setuju
1
Variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)
Tabel 3.1
Variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)
No
Dimensi
Indikator
1
Lingkungan Kerja
a. Penyusunan dan penyimpanan
barang-barang yang berbahaya.
b. Penataan ulang ruang kerja yang
terlalu padat dan sesak.
c. Pembuangan kotoran dan limbah
yang tidak pada tempatnya.

50

2 Pengaturan Udara a. Pergantian sirkulasi udara di ruang kerja yang kotor, berdebu dan berbau
2
Pengaturan Udara
a. Pergantian sirkulasi udara di ruang
kerja yang kotor, berdebu dan
berbau tidak enak.
b. Suhu udara yang tidak dikondisikan
pengaturannya.
3
Pengaturan Penerangan
a. Pengaturan dan penggunaan sumber
cahaya harus tepat.
b.
Ruang kerja harus cukup cahaya.
4 Pemakaian
peralatan
a.
Penggantian peralatan kerja yang
sudah usang atau rusak.
kerja
b.
Pengamanan penggunaan mesin dan
alat elektronik.
5 Kondisi
fisik
dan
a.
Stamina pegawai harus selalu stabil.
b.
mental pegawai
Pemberian motivasi bagi setiap
pegawai.
c.
Kemampuan pengetahuan setiap
pegawai dalam penggunaan fasilitas
kerja.
d.
Emosi pegawai yang tidak stabil.
e.
Sikap pegawai yang ceroboh.
f.
Kepribadian pegawai yang rapuh.

Sumber : Mangkunegara (2009)

51

Tabel 3.2 Variabel Produktivitas kerja

No Dimensi Indikator 1 Kemampuan a. Kemampuan karyawan sangat bergantung pada keterampilan yang dimiliki. b.
No
Dimensi
Indikator
1
Kemampuan
a. Kemampuan karyawan sangat
bergantung pada keterampilan yang
dimiliki.
b. Profesionalisme dalam bekerja
karyawan dapat tercipta jika mereka
memiliki kemampuan.
2
Meningkatkan
hasil
a.
Hasil yang dicapai dapat dirasakan
baik oleh yang mengerjakan maupun
yang dicapai
yang menikmati hasil pekerjaan.
3
Semangat kerja
a.
Menciptakan hasil yang dicapai
lebih baik dari hari kemarin.
4
Pengembangan diri
a.
Berusaha mengembangkan diri
untuk meningkatkan kemampuan.
b.
Pengembangan diri mutlak
dilakukan bagi setiap karyawan yang
tertantang.
c.
Harapan untuk menjadi lebih baik
berdampak pada keinginan
karyawan untuk meningkatkan
kemampuan.
5
Mutu
a.
Berusaha meningkatkan mutu lebih
baik dari yang telah lalu.
b.
Meningkatkan mutu akan sangat
berguna bagi perusahaan dan diri
sendiri.
52

6

Efisiensi

a. Memperhitungkan sumber daya yang digunakan dengan hasil yang akan dicapai.

b. Masukan dan keluaran hasil yang dicapai memberikan pengaruh yang signifikan bagi karyawan.

3.4.5

Sumber: Sutrisno 2009

Metode Pengumpulan Data Dalam usaha memperoleh data yang dibutuhkan, digunakan adalah: kuesioner (daftar
Metode Pengumpulan Data
Dalam
usaha
memperoleh
data
yang
dibutuhkan,
digunakan adalah: kuesioner (daftar pertanyaan).
Kuesioner
merupakan
teknik
pengumpulan
data
responden
untuk
dijawab.
Pengajuan
kuesioner
ini
responden.
Kuesioner
ini
menggunakan
sistem
tertutup,
salah satu dari alternatif jawaban tersebut.

Data yang dikumpulkan meliputi :

metode

yang

yang

dilakukan

dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada

dengan

dilakukan

mengajukan daftar pernyataan tertulis dalam suatu daftar pernyataan kepada

yaitu

bentuk

pernyataan yang disertai alternatif jawaban dan responden tinggal memilih

1. Identitas responden.

2. Data mengenai tanggapan responden terhadap variabel-variabel yang

mempengaruhi keputusan pembelian.

53

3.4.6 Jenis Data Data penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder (Sugiono :
3.4.6
Jenis Data
Data penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder (Sugiono : 2010).
1)
Data Primer
Data yang diambil langsung dengan model kuesioner menggunakan Skala
Likert yang terdiri dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan
sangat tidak setuju.
2)
Data Sekunder
Data yang diperoleh dari riset kepustakaan, artikel-artikel, dan jurnal-
jurnal yang ada hubungannya dengan objek penelitian ini.
3.5
Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010 : 80).
Dalam penelitian ini, populasi yang diteliti adalah karyawan bagian produksi
PT. Triteguh Manunggal Sejati yaitu sebanyak 62 orang.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi tersebut. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari

semua yang ada pada populasi, maka peneliti dapat menggunakan sampel

yang diambil dari populasi itu.

54

Dikarenakan populasi hanya 62 orang, maka sampel yang diambil dalam

penelitian ini

menggunakan semua populasi yang ada yaitu sebanyak 62

karyawan bagian produksi PT. Triteguh Manunggal Sejati sebagai responden.

3.6

3.6.1

Metode Analisis Data

Uji Validitas (kuesioner) yang digunakan dalam pengumpulan data. Uji Uji validitas ini diperoleh dengan cara
Uji Validitas
(kuesioner)
yang
digunakan
dalam
pengumpulan data.
Uji
Uji validitas
ini diperoleh dengan cara
indikator
dengan
total
skor
indikator
variabel,
kemudian

Analisis data adalah alat yang digunakan dalam menganalisis dan

menguji hipotesis yang dikemukakan. Guna memudahkan penelitian terhadap

data yang terkumpul, maka metode analisis data yang digunakan yaitu:

Uji validitas adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen

validitas

ini

dilakukan untuk mengetahui apakah item-item yang tersaji dalam kuesioner

benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti.

mengkorelasi setiap skor

korelasi

hasil

dibandingkan dengan nilai kritis pada taraf siginifikan 0,05. Suatu instrumen

dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan tinggi

rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul

tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.

r

 

n

xy

(

 

x)(

y)



n

x

2

(

x)

2

55



n

y

2

(

y)

2

Di mana:

r

= Koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat

n

= Banyaknya sampel

x

= Skor tiap item

y

= Skor total variabel

3.6.2

Uji Reliabilitas Sedangkan uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur dalam
Uji Reliabilitas
Sedangkan uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya
konsistensi alat ukur dalam penggunaannya, atau dengan kata lain alat ukur
tersebut mempunyai hasil yang konsisten apabila digunakan berkali-kali pada
waktu
yang
berbeda.
Untuk
uji
reliabilitas
digunakan
Teknik
Alpha
Cronbach, dimana suatu instrumen dapat dikatakan handal (reliabel) bila
memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar 0,6 atau lebih.
Rumusnya :
2
σb
k
r
1 
11
  
2
k
 1
στ
Dimana:
2
x
2
x
N

r 11

N

= reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyan

b

2 = jumlah varians butir

56

t

2 = jumlah varians total

3.6.3 Teknik Analisa Data

Untuk mempermudah analisis digunakan aplikasi pengolah data SPSS 19.

3.6.4 Uji Asumsi Klasik

analisa regresi. Uji asumsi klasik terdiri dari: a. Uji normalitas Smirnov, dengan uji ini dapat
analisa regresi.
Uji asumsi klasik terdiri dari:
a. Uji normalitas
Smirnov,
dengan
uji
ini
dapat
diketahui
data

b.

Uji heteroskedastisitas

yang

Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah data

mengalami penyimpangan atau tidak. Uji ini dilakukan sebelum melakukan

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,

variabel dependen dan independen keduanya mempunyai distribusi

normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-

digunakan

berdistribusi normal atau tidak. Apabila Asymp. Sig. (2-tailed) > 0.05,

maka data tersebut berdistribusi normal dan begitu juga sebaliknya.

Pengujian heteroskedastisitas menggunakan gambar grafik scatterplot

SPSS 19, yang menunjukkan bahwa titik-titik menyebar dan tidak

membentuk pola tertentu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa

tidak terjadi heterokedastisitas.

57

3.6.5 Analisis Regresi Linier Sederhana

Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh

pengaruh sebab akibat dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (independent

variable) dengan produktifitas kerja (dependent variable), kuat tidaknya

pengaruh sebab akibat ini dapat diukur dengan menggunakan regresi linier

sederhana. Menurut Sugiyono (2009 : 261), adapun persamaannya berikut: Y = a + bX Dimana
sederhana.
Menurut
Sugiyono
(2009
:
261),
adapun persamaannya
berikut:
Y = a + bX
Dimana :
Y = Subjek
dalam dependent
variable
yang
produktifitas kerja
X = Subjek dalam
keselamatan dan kesehatan kerja
a = nilai konstanta variabel Y
b = nilai perubahan dari variabel

adalah

sebagai

diprediksikan yaitu

independent variable yang diprediksikan yaitu

58

3.6.6 Uji t

Uji t yaitu suatu uji untuk mengetahui signifikasi dari pengaruh

variable independent terhadap variable dependent secara

individual dan

menganggap dependent yang lain konstan. Signifikansi pengaruh tersebut

dapat diestimasi dengan membandingkan antara nilai t tabel (t t ) dengan nilai

t hitung (t h ). a. t hitung ≥ t tabel maka H 0 ditolak
t hitung (t h ).
a. t hitung ≥ t tabel maka H 0 ditolak dan H a diterima
b. t hitung < t tabel maka H 0 diterima dan H a ditolak
diuji.

Pengujian dilakukan melalui uji t dengan membandingkan t hitung (t h )

dengan t tabel (t t ) pada 0,05. Apabila hasil perhitungan menunjukkan:

Artinya variasi variabel bebas dapat menerangkan variabel tidak bebas

(variabel terikat) dan terdapat pengaruh diantara kedua variabel yang diuji.

Artinya variasi variabel bebas tidak dapat menerangkan variabel tidak

bebas (variabel terikat) dan terdapat pengaruh antara dua variabel yang

Untuk membuktikan hipotesis ini, masing-masing koefisien regresinya

diuji dengan uji t. Hasil uji t bermakna apabila diperoleh

t hitung lebih besar

dari t tabel (t h > t t ) atau diperoleh harga probabilitas signifikannya < 0,05 ().

Untuk pengaruh yang dominan ditentukan oleh koefisien regresi terbesar.

59