Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS KRITIS JURNAL LITERASI SAINS

A. JUDUL
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA BERORIENTASI
INKUIRI DENGAN LITERASI SAINS SISWA PADA MATERI TERMOKIMIA

B. LATAR BELAKANG MASALAH


Literasi sains di definisikan PISA (Programme for International Student
Assesment) sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi
pertanyaan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti, dalam rangka memahami
serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan
terhadap alam melalui aktivitas manusia.
Jurnal penelitian ini didasarkan pada kurangnya kemampuan peserta didik
sekarang ini dalam mendefinisikan pertanyaan, membuat keputusan yang didasarkan atas
fakta dan mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian perlu adanya
pembelajaran bermakna yang dapat menyiapkan peserta didik yang mampu berpikir
kritis, logis, kreatif sehingga mampu menjawab persoalan yang terkait dengan kehidupan
sehari-harinya. Hal ini menjadikan kimia menjadi lebih mudah dipahami dan
diaplikasikan sehingga lebih bermakna bagi kehidupan. Pembelajaran yang bermakna
dapat terjadi jika siswa dapat menghubungkan antara pengetahuan yang baru dengan
pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.
Untuk membangun literasi sains pada diri siswa maka diperlukan pendekatan/
strategi yeng bertumpu pada student active learning atau pembelajaran yang berpusat
pada siswa, dimana siswa diajak oleh guru untuk belajar secara aktif. Ketika siswa
belajar dengan aktif, berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Dengan
ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi
pelajaran, memecahkan persoalan atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari
kedalam satu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata. Adapun pendekatan yang akan
diteliti dalam penelitian ini adalah pendekatan inkuiri. Pendekatan inkuiri
memungkinkan siswa terlibat secara aktif menggunakan proses mentalnya untuk
menemukan beberapa konsep dan prinsip materi yang sedang dipelajari. Pendekatan
pembelajaran ini mengajak siswa untuk menemukan masalah-masalah yang terkait
dengan materi, sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran.
C. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan Model pengembangan yang digunakan dalam
penelitian pengembanganini adalah 4-D. Model 4-D merupakan singkatan dari Define.
Design, Development and Dissemination. Alasan pemilihan model4-D dalam penelitian
ini diantaranya adalah: (a) model 4-D disusun dengan urutan kegiatan yang sistematis;
(b)model 4-D khusus dikembangkan untuk tujuan pengembangan media pembelajaran
dan bukan rancangan pembelajaran; (c) model4-D sudah banyak digunakan dalam
penelitian pengembangan media pembelajaran.

D. HASIL DAN PEMBAHASAN


Analisis terhadap data atau informasi dilakukan sesuai dengan jenis data yang
terkumpul dari instrument validasi/angket yang disebarkan pada tahap uji ahli dan uji
coba kelompok terbatas. Data yang berhasil dikumpulkan dianalisis dengan
menggunakan metode persentase darisemua jawaban yang ada dalaminstrument yang
diisi oleh para ahli dan guru serta siswa sesuai dengan aspek yang ditanyakan. Dari
penyajian data dapat dianalisis bahwa penilaian pada uji ahli bidang studi terdiri dari 4
sub pokok penilaian yaitu a) Tampilan menyeluruh, b) Penilian aspek isi, c) Penilaian
aspek kebahasaan, d) Penilaian penyajian. Skor total dari rata-rata sub pokok penilaian
pada tahap uji ahli bidang studi adalah 84% dan termasuk kedalam kreteria sangat valid,
sehingga tidak perlu direvisi. Dengan perolehan skor di atas, maka materi yang
dijelaskan dalam buku sesuai dengan subtansi materi termokimia dan layak disampikan
kepada siswa dalam proses pembelajaran.Berikut akan disajikan bentuk soal yang sudah
ada (konvensional) dengan soal yang peneliti kembangkan (soal-soal literasi sains) dan
soal dalam pengaplikasian konsep individu.

E. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan produk yang
dihasilkan dari penelitian pengembangan ini adalah berupa bahan ajar cetak jenis
buku yang sajian materinya disesuaikan dengan kurikulum 2013. Penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh Muhammad Fajar Taufik (2012) dengan judul
Pengembangan E-Book Interaktif Bilingual pada Materi Termokimia yang
mendapatkan persentase kelayakan 82,44%. Buku yang dikembangkan peneliti
memuat materi tentang termokimia. Buku terdiri dari gambaran umum tentang
materi, contoh-contoh soal yang dipaadukan dengan artikel-artikel yang terkait materi
termokimia dengan literasi sains. Dari hasil uji kelayakan dosen ahli diperoleh
persentase kelayakan rata-rata sebesar 84%. Kemudian hasil uji kelayakan dari guru
diperoleh persentase kelayakan sebesar 91,53%, dan selanjutnya uji coba kelompok
terbatas pada 10 orang siswa diperoleh persentase kelayakan rata-rata sebesar 84 %.
Dari hasil tersebut produk hasil pengembangan dinyatakan layak atau valid.