Anda di halaman 1dari 23

TUGAS RANGKUMAN MATERI KULIAH

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN (EKA 437 C1)

MATERI 2

PERUBAHAN KEPEMILIKAN DAN DISOLASI PERSEKUTUAN

OLEH

KELOMPOK 2

PUTU KODYAWATI (1506305064/01)

NI WAYAN DESI PUTRI UTARI (1506305066/02)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Udayana

Denpasar-2017
PERUBAHAN KEPEMILIKAN DAN DISOLASI DALAM PERSEKUTUAN

A. Perubahan dalam Keanggotaan

Perubahan dalam keanggotaan terjadi dengan adanya penambahan sekutu baru atau
berhentinya sekutu saat ini. Sekutu baru biasanya merupakan sumber tambahan modal utama
atau sebagai tenaga ahli. Berhentinya atau pengunduran diri seorang sekutu dari persekutuan
(withdrawal of partner from partnership) menyebabkan pembubaran secara hukum atas
persekutuan. Banyak persekutuan yang tetap melanjutkan operasi bisnisnya dan mungkin saja
membeli kepemilikan sekutu yng berhenti pada harga pembelian (buyout price).

Ada beberapa konsep umum untuk mencatat perubahn keanggotaan dalam persekutuan,
yaitu:
a) Persekutuan sebagai sebuah entitas terpisah dari individu-individu sekutu dan penggunaan
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP). Dalam KUHPer secara jelas telah
menyebutkan bahwa persekutuan merupakan sebuah entitas yang terpisah dan masing-
masing individu sekutu, sehingga entitas persekutuan tidak akan berubah karena penambahan
atau pengunduran diri individu sekutu.
Persekutuan sebaiknya mengikui standar yang disusun oleh DSAK dan regulator lain
seperti yang dilakukan oleh perusahaan public. Seringkali pemberi kredit juga mensyaratkan
perusahaan persekutuan swasta agar mengikuti GAAP agar financial persekutuan tersebut
dapat dibandingkan dengan perusahaan publik lainnya dan juga untuk memperoleh opini
audit yang menyatakan bahwa laporan keuangan perusahaan telah sesuai dengan prinsip-
prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Dengan mengikuti GAAP maka perubahan keanggotaan dalam persekutuan dicatat.
Tambahan investasi diakui pada nila wajar dan meningkatkan total modal perusahaan
sedangkan pengunduran diri sekutu diakui sebagai penurunan nilai aset.

b) Persekutuan sebagai sekumpulan hak kepemilikan sekutu dan penggunaan akuntansi non-
GAAP. Dalam hal ini para sekutu di dalam sebuah persekutuan swasta dapat saja memilih
mengikuti metode akuntansi non-GAAP untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu.
Dalam hal ini, perusahaan dapat diaudit oleh auditor eksternal, tetapi opini audit tentu bahwa
prinsip-prinsip akuntansi non-GAAP digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan
tidak dapat memperoleh opimi audit wajar tnpa pengecualian.
Biasanya persekutuan menggunakan transaksi perubahan keanggotaan persekutuan
sebagai kesempatan untuk merevaluasi aset dan kewajiban yang ada atau untuk mencatat
goodwill yang belum dicatat. Revaluasi aset neo dan pengkuan goodwill ini tidak disesuai
dengan GAAP. Penggunaan metode non-GAAP beragumen bahwa revaluasi aset neto pada
saat perubahaan keanggotaan menyatakan secara lengkap kondisi ekonomi sebenarnya
persekutuan pada saat tersebut dan mengalokasikan perubahan nilai aset serta kewajiban dan
goodwill kepada para sekutu yang telah mengelola bisnis sepanjang perubahan nilai.
Metode bonus disetujui digunakan oleh para sekutu ketika terjadi perubahan keanggotaan
dalam persekutuan, di mana metode ini mengalokasikan kepemilikan modal sekutu dan
seringkali berdasarkan pada nilai investasi sekutu baru.

B. Sekutu Baru Membeli Hak kepemilikan

Seseorang bisa memperoleh hak kepemilikan dalam persekutuan secara langsung dari
satu atau lebih sekutu yang ada saat ini. Kas atau aset lain ditukar di luar persekutuan, dan
pencatatan yang dilakukan dalam pembkuan persekutuan hanyalah reklasifikasi modal dalam
persekutuan. Nilai buku (book value of partnership) merupakan jumlah modal (selisih antara
jumlah aset dan kewajiban dan menjadi basis yang digunakan dalam revaluasi aset dan
pengakuan goodwill.

Contoh pada kasus ini misalnya setelah beroperasi selama tahun 20X1 dan 20X2,
persekutuan AB memiliki nilai buku Rp 30.000.000 dan persentase laba tanggal 1 Januari 20X3
adalah:

Saldo Modal Persentase Laba


Aldi Rp 20.000.000 60
Bayu Rp 10.000.000 40
Total Rp 30.000.000 100
Dengan informasi:
a) Tanggal 1 Januari 20X3, Aldi dan Bayu mengundang Citra menjadi sekutu dalam bisnis
mereka. Persekutuan yang dihasilkan disebut persekutuan ABC.
b) Citra membeli seperempat kepemilikan dalam modal persekutuan langsung dari Aldi dan
Bayu dengan jumlah biaya perolehan Rp 9.000.000, dengan membayar Rp 5.900.000 kepada
Aldi dan Rp 3.900.000 kepada Bayu. Citra akan memilliki modal senilai Rp 7.500.000 (Rp
30.000.000 x 0,25) secara proporsional terhadap saldo modal Aldi dan Bayu.
c) Citra akan diberikan 25 persen bagian dalam pembagian laba atau rugi persekutuan. Sisanya
75 persen akan dibagi antara Aldi dan Bayu pada rasio laba mereka sebelumnya 60:40
persen. Hasil persentase laba atau rugi setelah masuknya Citra adalah:
Sekutu Persentase Laba
Aldi 45% (75% dari 60%)
Bayu 30% (75%dari 40%)
Citra 25%
Total

Bagian modal seorang sekutu bisa berubah sepanjang waktu karena distribusi laba
penarikan, atau penambahan investasi modal. Transaksi tersebut dicatat dalam reklasifikasi
modal persekutuan, di mana Aldi dan Bayu memberikan seperempat dari modal mereka kepada
Citra:

1 Januari 20X3
Modal, Aldi 5.000.000
Modal, Bayu 2.500.000
Modal, Citra 7.500.000
Reklasifikasi modal kepada sekutu baru:
Dari Aldi: Rp 5.000.000 = Rp 20.000.000 x 0,25
Dari Bayu: Rp 2.500.000 = Rp 10.000.000x 0,25

Dalam kasus ini, modal yang dikredit kepada Citra hanya Rp 7.500.000, sekalipun Rp
9.000.000 yang dibayar untuk seperempat kepemilikan dari modal Aldi dan Bayu. Pembayaran
Rp 9.000.000 ini mencerminkan bahwa nilai wajar persekutuan adalah Rp 36.000.000, dihitung
sebagai berikut:
Rp 9.000.000 = nilai wajar x 0,25
Nilai wajar = Rp 36.000.000
Sebelum Citra bergabung, Aldi dan Bayu mengakui peningkatan nilai tanah secepatnya.
Jika tidak, maka dapat menyebabkan bagian Citra akan meningkat secara proporsional ketika
peningkatan nilai dilakukan. Sebab Citra akan memperoleh keuntungan atas penjualan
berdasarkan rasio pembagian laba. Sehingga Aldi dan Bayu mengalokasikan kenaikan Rp
6.000.000 ( Rp 36.000.000 (nilai wajar) Rp 30.000.000 (total modal awal)) secara proporsional
terhadap modal masing-masing dengan rasio pembagian 60:40, sebagai berikut:

Tanah Rp 6.000.000
Modal, Aldi 3.600.000
Modal, Bayu 2.400.000
Revaluasi nilai tanah sebelum masuknya sekutu baru:
Untuk Aldi: Rp 3.600.000 = Rp 6.000.000 x 0,60
Untuk Bayu: Rp 2.400.000 = Rp 6.000.000x 0,40

Total modal keseluruhan adalah Rp 36.000.000 (Rp 30.000.000 ditambah revaluasi Rp


6.000.000). pemindahan sepermpat modal kepada Citra dicatat sebagai berikut:
Modal, Aldi 5.900.000
Modal, Bayu 3.100.000
Modal, Citra 9.000.000
Reklasifikasi modal kepada sekutu baru:
Rp 5.900.000 = Rp 23.600.000 x 0,25
Rp 3.100.000 = Rp 12.400.000 x 0,25
Rp 9.000.000 = Rp 36.000.000 x 0,25

Akuntan harus memastikan adnaya bukti dan alasan yang memadai untuk dilakukannya
revaluasi aset dan kewajiban untuk menghindari kecurangan. Bukti tersebut dapat berupa jasa
penilai atau laba selama beberapa tahun yang membantu penilaian aset.
C. Sekutu Baru Melakukan Investasi di Persekutuan
Seorang sekutu, baru dapat mengakuisisi kepemilikan dengan caraa melakukan investasi
ke dalam persekutuan. Dalam kasus ini, persekutuan menerima kas atau asset lain. Tiga kondisi
dapat terjadi jika sekutu baru melakukan investasi di persutuan,yaitu :
Kasus 1 : Investasi sekutu baru sama dengan proporsi sekutu baru terhadap nilai buku
persekutuan
Kasus 2: Investasi sekutu baru lebih besar dari proporsi sekut baru terhadap nilai buku
persekutuan.
Kasus 3 : Investasi sekutu baru lebih rendah dari proporsi sekutu baru terhadap nilai buku
persekutuan.

Hal ini mengindikasi bahwa nilai asset bersih persekutuan sebelumnya terlalu tinggi di
pembukuan atas sekutubaru memberikan kontribusi goodwill sebagai tambahan asset lain.

Langkah pertama untuk menentukan bagaimana menghitung masuknya sekutu baru


adalah dengan menghitung proporsi sekutu baru terhadap nilai buku persekutuan (new partners
proportion of the partneships book velue) sebagai berikut .
Proporsisekutu
Baruterhadap = (Modal sekutusebelumnya + investasisekutubaru ) x persentase modal atas
Nilai buku sekutu baru
Persekutuan

Persekutuan AB yang digambarkan sebelumnya masih digunakan dalam tiga kasus


berikut. Informasi yang terkait dalam ketiga kasus adalah sebagai berikut :
1. Tanggal 1 januari 20X3, modal dari persekutuan AB adalah Rp 30.000.000 Modal Aldi
senilai senilai Rp 20.000.000 dan bayu sebesar Rp 10.000.000 rasio pembagian laba
antara Aldi dan Bayu adalah 60 : 40
2. Citra di minta menjadi sekutu baru. Citra akan mendapatkan seperempat kepemilikan
modal dan 25 persen pembagian laba. Aldi dan Bayu akan membagi 75 persen sisa laba
dengan rasio 60 : 40, menghasilkan pembagian laba 45 persen untuk Aldi dan 30 persen
untu Bayu.
Figur 15-1
Gambaran umum Akuntansi Penerimaan Sekutu Baru

Kasus 1. Nilai Investasi Sekutu Baru Sama dengan Proporsi Nilai Buku Persekutuan
Total nilai buku sebelum penerimaan sekutu baru adalah Rp 30.000.000 dan sekutu baru,
Citra membeli seperempat kepemilikan modal senilai Rp 10.000.000Besarnya investasi sekutu
baru sering kali merupakan hasil negoisasi antara sekutu lama dengan calon sekutu baru. Seperti
halnya akuisisi atau investasi, investor harus menentukan nilai pasarnya. Dalam kasus ini, calon
sekutu berusaha untuk memastikan nilai pasar dan kemampuan menghasilkan laba atas asset
bersih persekutuan. Dalam kasus ini, Citra harus percaya bahwa investasi senilai Rp 10.000.000
adalah harga yang wajar untuk seperempat kepemilikan di persekutuan, atau dia tidak melakukan
investasi sama sekali.
Setelah nilai investasi disetujui, barulah ungkin untuk menghitung proporsi nilai buku
sekutu baru. Untuk investasi Rp 10.000.000 Citra akan mendapatkan seperempat kepemilikan
pada persekutuan, sebagai berikut :
Investasi ada persekutuan Rp 10.000.000
Proporsi nilai buku sekutu baru
(Rp 30.000.000 + Rp 10.000.000 ) x 0.25 (10.000.000)
Selisih ( Investasi = nilai buku ) Rp -0-
Karena nilai investasi (Rp 10.000.000) sama dengan 25 persen proporssi nilai buku
sekutu baru( Rp10.000.000= Rp 40.000.000x 0,25) mengimplikasikan bahwa asset bersih telah
dinilai secara wajar. Modal yang dihasilkan sama dengan modal awal (Rp 30.000.000) ditambah
investasi sekutu baru (Rp10.000.000). Perlu dicatat bahwa modal yang dialokasikan kepada
sekutu baru adalah bagiannya atas modal persekutuan setelah diterimanya ia sebagai sekutu baru
. Jurnal yang dicatat alam pembukuan persekutuan aadalah :
1 januari 20X3
(10) Kas 10.000.000
Modal Citra 10.000.000
(Penerimaan Citra untuk seperempat kepemilikan investasinya sebesar Rp 10.000.000)

Berikut Skedul yang menyajikan konsep kunci dalam kasus 1.


Proporsi Nilai Bagian sekutu
buku baru atas total
Persekutuan Total Modal modal yang
Modal Investasi Sekutu Baru yang dihasilkan
Sebelumnya Sekutu Baru (25 %) dihasilkan (25 %)
Kasus 1
Investasi
ssekutu
baru sama Rp30.000.000 Rp10.000.000 Rp10.000.000
dengan
proporsi
nilai buku
Rp40.000.000 Rp40.000.000
Tidak
adanya
Revaluasi ,
bonus, atau
goodwill
Kasus 2. Nilai Investasi Sekutu Baru Lebbih Besa dari Proporsi Nilai Buku Persekutuan
Dalam beberapa kasus, seorang sekutu dapat melakukan investasi lebih besar dari porsi
kepemilikannya atas nilai buku persekutuan. Hal ini bearti, sekutu tersebut menghargai nilai
lebih pada persekutuan yang tidak tercermin dalam pembukuan.
Misalnya, diasumsikan Citra menginvestasikan RPp11.000.000 untuk seperempat
kepemilikan modal dalam persekutuan. Langkah pertama adalah membandingkan investasi
sekutu baru dengan proporsi nilai bukunya, sebagai berikut .
Investasi pada persekutuan Rp 11.000.000
Proporsi nilai buku sekutu baru
(Rp 30.000.000 + RP 11.000.000 )x0,25 Rp 10.250.000
Selisih (investasi = nilai buku) Rp 750.000
Citra telah menginvestasikan Rp 11.000.000 untuk kepemilikan dengan nilai buku Rp
10.250.000, sehingga membayar lebih tiggi sebesar Rp750.000 atas nilai buku saat ini.
Umumnya, kelebihan investasi atas nilai buku persekutuan mengindikasikan ahwa nialai
asset bersih sebelumnya kerendahan atau persekutuan memiliki goodwill yang tidak dicatat. Tiga
alternative perlakukan akuntansi dalam kasus ini adalah :
1. Revaluasi nilai asset. Pada alternative ini adalah :
a) Nilai buku asset dinaikkan ke nilai paasarnya
b) Modal sekutu lama di naikkan sebanding dengan kenaikan peningkatan nilai buku
asset.
c) Modal persekutuan yang dihasilkan sama dengan ssaldo awal ditambah nilai revaluasi
asset ditambah nilai revaluasi asset ditambbah investasi sekkutu baru.
2. Mengakui goodwill yang tidak tercatat. Dengan metode ini adalah :
a. Goodwill yang tidak tercatat diakui
b. Modal sekutu lama dinaikkan sebanding dengan nilai goodwill
c. Modal persekutuanyang dihasilkan sama dengan saldo awal ditambah nilai goodwill
ditambah investasi sekutu baru .
3. Menggunakan metode bonus. Pada dasarnya , metode bonus adalah perpndahan saldo
modal antara sesame sekutu tidak menginginkan penyesuaian pada nilai asset atau
mengakui goodwill. Dengan metode ini adalah :
a. Modal sekutu lama dinaikkan sebanding dengan nilai bonus yang dibayarkan sekutu
baru.
b. Modal persekutuan yang dihasilkan sama dengan ssaldo modal awal
ditaambahinvestasi sekuutu baru.

Ilustrasi Pendekatan atas Revaluasi Aset.


Misalkan Citra membayar kelebihan sejumlah Rp 750,000 (Rp 11.000.000-Rp
10.250.000) terhadap proporsi nilai buku karena persekutuan memiliki tanah dengan nilai buku
Rp 4.000.000 tetapi penilaian terkini mengindikasikan tanah tersebut memiliki nilai pasar
Rp7.000.000 Para sekutu lama memutuskan untuk menggunakan penerimaan sekutu baru
sebagai pegakuan peningkatan niai tanah dan mengalokasikan peningkatan ini kepada masing -
masing saldo modal sekutu lama. Peningkatan nilai tanah dialokasikan kepada saldo modal para
sekutu dengan menggunakan rasio laba dan rugi yang ada pada saat terjadinya peningkatan.
Modal aldi meningkat sebesar Rp 1.200.000 (40 persen dari Rp 3.000.000). Persekutuan akan
mencatat jurnal berikut unuk revaluasi tanah.
(11) Tanah 3.000.000
Modal Aldi 1.800.000
Modal ,Bayu 1.200.000

Investasi Citra sebesar Rp 11.000.000 menjadikan modal persekutuan bernilai Rp44.000.000,


sebagai berikut.
Modal Persekutuan AB sebelumnya Rp30.000.000
Revaluasi tanah menjadi nilai pasar Rp 3.000.000
Investasi Citra Rp 11.000.000
Modal Persekutuan ABC Rp 44.000.000

Citra mengakuisisi seperempat kepemilikan pada modal yang dihasilkan dalam pembentukan
persekutuan ABC. Saldo modal Citra setelah revaluasi tanah, dihitung sebagai berikut.
Bagaian sekutu baru atas
Modal yang dihasilkan = (Rp30.000.000 + Rp 30.000.000 + Rp 11.000.000 )x 0,25
= Rp 11.000.000
Jurnal untu mencatat penerimaan Citra ke dalam persekutuan adalah :
(12) Kas 11.000.000
Modal, Citra 11.000.000
Penerimaan Citra untuk seperempat kepemilikan modal di persekutuan

Ketika tanah ternyata harus dijual, Citra akan berpartisipasiterhadap keuntungan atau
kerugian dengan dasar nilai buku yang baru sebesar Rp7.000.000 yang merupakan nilai pasar
tanah pada saat penerimaannya dalam persekutuan . seluruh kenaikan pada nilai tanah sebelum
penerimaan Ciitra adalah milik para sekutu lama.

Ilustrasi Pengakuan Goodwill.


Sebuah sekutu yang masik mungkin membayar lebih karena adanya goodwill yang tidak
tercatat, diindikasikan dengan tingginya profitabilitas persekutuan. Beberapa persekutuan
menggunakan perubahan keanggotaan sebagai peluang untuk mengakui goodwill yang
dihasilkan sekutu lama.
Pada umumnya, jumlah goodwill ditentukan berdasarkan negosiasi antara sekutu
lama dan baru, dan berdasarkan estimasi laba di masa datang. Misalnya, sekutu lama dan baru
setuju bahwa disebabkan karena upaya sekutu lama, persekutuan memiliki potensi menghasilkan
laba, dan goodwill seniali 3.000.000 harus diakui berdasarkan akta tersebut. Nilai biaya
perolehan investasi yang dinegosiasikan oleh sekutu bau akan didasarkan sebagian kepada
potensi menghasilkan laba tersebut. Alternatifnya, goodwill bisa di estimasikan berdasarkan
jumlah investasi sekutu baru. Misalnya dalam kasus ini, Citra melakukan investasi Rp
11.000.000 untuk seperempat hak kepemilikan, maka dia harus percaya bahwa jumlah modal
persekutuan yang dihasilkan bernilai Rp 44.000.000 (Rp 11.000.000 x 4). Perkiraan goodwill
adalah Rp 3.000.000 , yaitu :
Langkah 1
25 % dari estimasi odal yang dihasilkan Rp 11.000.000
Estimasi jumlah modal yang dihasilkan Rp 11.000.000 : 0,25 ) Rp 44.000.000
Langkah 2
Estimasi jumlah modal yang dihasilkan Rp 44.000.000
Jumlah asset bersih tidak termasuk goodwill
(Rp 30.000.000 ditambah Rp 11.000.000 investasi dari Citra ) (41.000.000)
Estimasi Goodwill Rp 3.000.000
Ilustrasi Metode Bonus
Beberapa persekutuan menolak mengakui goodwill dan revaluasi asset ketka diterimanya
sekutu baru. Sebaliknya, mereka mengakui bagian dari investasi sekutu baru sebagai bonus
kepada sekutu lama untuk menyelaraskan saldo modal pada saat penerimaan sekutu baru. Dalam
kasus ini, nila Rp 750.000 yang dibayarkan lebih oleh Citra adalah bonus yang dialokasikan
kepada sekutu lama pada rasio laba atau rugi mereka, yaitu 60 % kepada aldi dan 40% kepada
Bayu. Persekutuan ABC menghasilkan saldo modal senilai Rp 30.000.000 di awal, ditambah RP
11.000.000 investasi dari Citra. Tidak ada modal tambahan yang diakui melalui revaluasi asset.
Nilai modal yang diakui oleh sekutu baru adalah :

Bagian sekutu baru atas total modal yang dihasilkan = (Rp 30.000.000 + 11.000.000 ) x 0,25
= Rp 10.250.000
Jurnal yang dicatat dalam rangka penerimaan Citra sebagai sekutu baru adalah :
(15) Kas Rp 11.000.000
Modal, aldi 450.000
Modal, bayu 300.000
Modal,Citra 10.250.000
Penerimaan Citra dengan Bonus kepada Aldi dan Bayu.

Citra mungkin tidak menyukai metode bonus, karena saldo modalnya lebih rendah
Rp750.000 daripada investasinya di persekutuan. Hal ini merupakan kelemahan dari metode
bonus.
Berikut adalah skedul yang menggambarkan konsep kunci untuk Kasus 2.
Kasus 3. Nilai Investasi Baru Sekutu Baru Lebih Kecil dari Proporsi Nilai Buku
Persekutuan
Ada kemungkinan bahwa seorang sekutu baru membayar lebih kecil dari proporsi
kepemilikannya atas nilai buku persekutuan. Misalnya, Citra melakukan investasi Rp8.000.000
untuk seperempat kepemiikan modal di Persekutuan ABC. Langkah pertama adalah
membandingkan investasi sekutu baru dengan proporsi nilai buku sekutu baru, sebagai berikut.

Investasi pada persekutuan Rp8.000.000


Proposal nilai buku sejutu baru :
(Rp30.000.000+Rp8.000.000)x0,25 (9.500.000)

Selisih (Investasi<Nilai buku) Rp(1.500.000)

Fakta bahwa nilai investasi Citra lebih rendah dari nilai buku atas seperempat
kepemilikan pada persekutuan mengindikasikan persekutuan memiliki aset yang nilainya terlalu
tinggi atau sekutu lama mengakui bahwa Citra memiliki kontribusi nilai dalam bentuk
pengalaman dan keahlian yang dibutuhkan persekutuan. Dalam kasus ini, Citra telah
menginvestasikan Rp8.000.000 dalam bentuk kas dan sejumlah nilai tambah yang dianggap
sebagai goodwill.
Seperti Kasus 2, dalam hal nilai investasi melebihi nilai buku yang diperoleh, terdapat
tiga alternatif pendekatan untuk mengakui diferensial ketika investasi lebih rendah dari nilai
buku yang diakuisisi. Ketiga pendapat tersebut adalah :
1) Revaluasi nilai aset yang menurun. Pada alternatif ini adalah :
a. Nilai buku aset diturunkan untuk mencatat penurunan nilainya.
b. Modal sekutu lama diturunkan sebanding dengan kenaikan penurunan nilai buku
aset.
c. Modal persekutuan yang dihasilkan lebih rendah dari saldo modal awal ditambah
nilai aset yang diturunkan ditambah inevestasi sekutu baru.
2) Mengakui goodwill yang dibawa sekutu baru. Dengan metode ini adalah:
a. Goodwill dan keunggulan lain yang dibawa sekutu baru dicatat dan dimasukkan ke
dalam saldo modal sekutu baru.
b. Modal sekutu lama dibiarkan tidak berubah.
c. Modal persekutuan yang dihasilkan sama dengan saldo modal awal ditambah
nilai goodwill yan dibawa sekutu baru ditambah investasi sekutu baru.
3) Menggunakan metode bonus. Dengan metodeini adalah:
a. Sekutu baru mendapatkan bonus dari modal sekutu lama, yang akan menurunkan
bagian bonus mereka yang nantinya akan dibayarkan pada sekutu baru.
b. Modal persekutuan yang dihasilkan sama dengan modal awal ditambah investasi
sekutu baru.

Ilustrasi Pendekatan Revaluasi Aset.


Asumsikan Citra hanya membayar Rp8.000.000 untuk seperempat kepemilikan pada
persekutuan. Persediaan yang saat ini dicatat pada nilai buku sebesar Rp14.000.000 memiliki
nilai wajar hanya Rp8.000.000 karena beberapa mengalami kerusakan. Para sekutu setuju untuk
menurunkan nilai persediaan menjadi nilai wajar sebelum masuknya sekutu baru. Penurunan
nilai dialokasiakan kepada sekutu lama sebesar rasio laba atau rugi pada saat terjadinya
penurunan nilai yaitu 60 persen kepada Aldi dan 40 persen kepada Bayu. Penurunan nilai dicatat
sebagai berikut.
16 Modal, Aldy 3.600.000
Modal, Bayu 2.400.000
Persediaan 6.000.000
Revaluasi persediaan menjadi nilai wajar

Perhatikan bahwa jumlah nilai modal persekutuan sekarang telah diturunkan dari
Rp30.000.000 menjadi Rp24.000.000 sebagai hasil dari penurunan nilai Rp6.000.000 Bagian
Citra atas modal yang dihasilkan dari persekutuan ABC, setelah penurunan nilai, dapat dihitung
sebagai berikut.
Bagian sekutu baru atas total = (Rp24.000.000+Rp8.000.000)x0,25=Rp8.000.000
Modal yang dihasilkan

Jurnal untuk mencatat penerimaan Citra sebagai sekutu baru dalam Persekutuan ABC adalah:
17 Kas 8.000.000
Modal, Citra 8.000.000
Penerimaan Citra ke dalam persekutuan

Nilai kredit modal terkait milik Citra sama dengan investasinya karena jumlah nilai modal
persekutuan adalah Rp32.000.000 (24.000.000+Rp8.000.000) yang sekarang mencerminkan nilai
wajar persekutuan.

Ilustrasi Pencatatan Goodwill untuk Sekutu Baru


Misalnya Aldi, Bayu, dan Citra setuju bahwa kemampuan Citra akan menghasilkan laba. Mereka
setuju bahwa Citra layak mendapatkan Rp2.000.000 goodwill ketika bergabung sebagai
antisipasi laba yang dihasilkan Citra dikemudian hari. Goodwill hasil operasi diakui dan
ditambahkan ke dalam investasinya untuk menentukan jumlah modal yang akan dikredit.
Alternatif lain, nilai goodwill yang dibawa oleh sekutu baru bisa diperkirakan dari jumlah
modal yang ditahan oleh sekutu lama. Dalam kasus ini, sekutu lama menahan 75 persen
kepemilikan pada persekutuan dan memberikan 5 persen kepada sekutu baru. Nilai dari 75
persen kepemilikan sekutu lama adalah Rp30.000.000. ivestasi Citra sebesar Rp8.000.000
ditambah goodwil setara 5 persen sisanya. Nilai goodwill yangdibawa oleh Citra dapat dihitung
sebagai berikut.
Perhatikan bahwa nilai goodwill yang diestimasikan untuk sekutu baru dihitung
menggunakan informasi dari kepemilikan sekutu lama. Dalam Kasus 2, estimasigoodwill kepada
sekutu lama dibuat menggunakan informasi dari investasi sekutu baru. Alasan perbedaan ini
karena untuk mengestimaasi nilai goodwill haruslah menggunakan informasi terbaik yang
tersedia. Jika akan mengestimasi goodwill sekutu baru, tidaklah logismenggunakan investasi
berwujud sekutu baru untuk mengestimasikan total investasi sekutu baru, termasuk goodwill. Hal
ini disebabkan karena nilai goodwill terdapat dalam investasi itu sendiri. Demikian pula
ketikagoodwill dialokasikan kepada sekutu lama, tidaklah logis menggunakan modal sekutu
sekutu lama untuk mengestimasikan nilai goodwill mereka. Kalimat yang paling mudah untuk
mengingat bagaimana mengestimasikan goodwill adalah menggunakan informasi dari sekutu
pihak lawan, yaitu :
Gunakan sekutu baru untuk mengestimasikan goodwill kepada sekutu lama; gunakan
sekutu lama untuk mengestimasikan goodwill sekutu baru.
Jurnal yang dicatat untuk perenimaan Citra sebagai sekutu baru di Persekutuan ABC
adalah :
18 Kas 8.000.000
Goodwill 2.000.000
Modal, Citra 10.000.000
Penerimaan Citra sebagai sekutu baru

Jumlah modal yang dihasilkan dari peentukan Persekutuan ABC adalah Rp40.000, dengan Aldi
dan Bayu bersama-sama memiliki 75 persen dan Citra 25 persen.
Ilustrasi Metode Bonus
Penerimaan Citra sebagai sekutu baru dengan seperempat kepemilikan pada Persekutuan
ABC dengan investasi hanya Rp8.000.000 dapat juga diperlakukan sebagai bonus kepada Citra
dari sekutu lama. Bonus senilai Rp1.500.000 adalah selisih antara nilai buku sekutu baru senilai
Rp9.500.000 dengan investasinya senilai Rp8.000.000. Modal sekutu lama berkurang
Rp1.500.000 secara proposionalberdasarkan rasio laba atau rugi yaitu 60 persen dari Aldi dan 40
persen dari Bayu, dan akun modal Citra akan dikredit senilai Rp9.500.000, sebagai berikut.

18 Kas 8.000.000
Modal, Aldi 900.000
Modal, Bayu 600.000
Modal, Citra 9.500.000
Penerimaan Citra dalam persekutuan.

Jumlah yang dikredit kepada modal sekutu baru adalah bagian kepemilikannya terhadap total
modal yang dihasilkan, yaitu:
Bagian sekutu baru atas total = (Rp30.000.000+Rp8.000.000)x0,25=Rp9.500.000
Modal yang dihasilkan

Berikut adalah skedul yang menggambarkan konsep kunci Kasus 3


Ikhtisar dan Perbandingan atas Akuntansi Investasi Sekutu Baru
Figur 15-5 menyajikanjurnal yang dicatat untuk ketiga kasus yang dibahas. Selain itu,
saldo modal dari ketiga sekutu masing-masing setelah penerimaan Citra disajikan di sebelah
kanan jurnal
Berikut ikhtisar ketiga alternatif metode akuntansi untuk investasi dari sekutu baru :
Kasus 1. Investasi sekutu baru sama dengan proporsinya terhadap nilai buku persekutuan.
1. Modal sekutu baru yang dikredit sama dengan investasinya
2. Dalam kasus ini tidak ada goodwill atau bonus yang diakui
Kasus 2. investasi sekutu baru lebih besar dari proporsinya terhadap nilai buku persekutuan.
1. Revaluasi aset atau pengakuan goodwill meningkatkan modal persekutuan yang
dihasilkan peningkatan tersebut dialokasikan kepada sekutu lama dengan rasio laba
atau rugi masing-masing.
2. Setelah pengakuan revaluasi aset atau goodwill tidak tercatat, modal sekutu baru akan
sama dengan nilai investasinya dan persentasenya pada total modal persekutuan yang
dihasilkan.
3. Dengan menggunakan metode bonus, modal persekutuan yang dihasilkan akan sama
dengan jumlah modal sekutu lama ditambah investasi dari sekutu baru. Modal yang
dikredit kepada sekutu baru lebih rendah dari investasinya tetapi sama dengn
persentasenya terhadap modal persekutuan yang dihasilkan.
Kasus 3. Investasi sekutu lebih kecil dari proporsinya terhadap nilai buku persekutuan.
1. Dengan menggunakan pendekatan revaluai aset, penurunan nilai aset akan
mengurangi modal sekutu lama sebesar rasio laba atau rugi masing-masing. Modal
sekutu baru dikredit sebesar nilai investasinya.
2. Dengan metode goodwill, goodwill dialokasikan kepada sekutu baru, dan modal
persekutuan yang dihasilkan meningkat. Modal sekutu baru akan dikredit sebesar
persentase kepemilikan terhadap modal persekutuan yang dihasilkan.
3. Metode bonus menghasilkan transfer modal dari sekutu lama kepada sekutu baru.
Modal persekutuan yang dihasilkan akan sama dengan jumlah modal sekutu lama
ditambah investasi dari sekutu baru. Modal yang dikredit kepada sekutu baru lebih
besar investasinya tetapi sama dengan persentasenya terhadap modal persekutuan
yang dihasilkan.
Menentukan Biaya Investasi Sekutu Baru
Asumsikan bahwa sekutu lama, Aldi dan Bayu, menyetujui bahwa aset persekutuan harus
direvaluasi sehingga bertambah sebesar Rp3.000.000 untuk mengakui peningkatan nilai tanah
yang dimiliki persekutuan. Pertanyaannya adalah berapah investasi yang harus dikontribusikan
Citra sebagai sekutu baru untuk seperempat hak kepemilikan.
Ketika menentukan biaya investasi sekutu baru, sangatlah penting untuk mencatat total
modal persekutuan yang dihasilkan dan persentse kepemilikan yang masih dalam sekutu lama.
Dalam contoh ini, sekutu lama mempertahankan kepemilikan pada persekutuan yang
dihasilkan, artinya 75 persen kepemilikan modal sebesar Rp33.000.000, di mana Rp33.000.000
berasal dari modal lama ditambah Rp3.000.000 dari revaluasi tanah, sebagai berikut.
75% total modal yang dihasilkan Rp33.000.000

Total modal yang dihasilkan (100%) Rp44.000.000


Dikurangi modal sekutu lama (33.000.000)

Kontribusi kas yang dibutuhkan bagi sekutu baru Rp11.000.000

Perhitungan diatas adalah cara mudah lainnya untuk mengevaluasi proses penerimaan sekutu
baru seperti yang telah didiskusikan pada ilustrasi revaluasi aset pada kasus 2.
Dalam beberapa kasus, jumlah bonus bisa ditentukan sebelum penentuan kontribusi kas
yang dibutuhkan dari sekutu baru. Misalnya, asumsikan bahwa Aldi dan Bayu setuju untuk
memberikan Citra bonus senilai Rp1.500.000 untuk bergabung dengan persekutuan.Skedul
berikut menentukan jumlah investasi kas yang harus dibayarkan Citra sebagai sekutu baru.
D. Berhentinya Seorang Sekutu dari Persekutuan

Ketika seorang sekutu berhenti atau mengundurkan diri dari persekutuan, maka
persekutuan secara tidak langsung dibubarkan, tetapi sekutu yang lainnya mungkin masih
berkeinginan melanjutkanoperasi usaha. Dalam sebagian besar kasus, persekutuan membeli
semua kepemilikan sekutu yang berhenti sebesar harga pembelian (buyout price). Harga
pembelian adalah jumlah estimasi jika, (1) aset persekutuan dijual pada harga sama dengan atau
lebih besar dari nilai likudasi atau nilai yang yang menjadi dasar harga penjualan keseluruhan
bisnis yang terus berlangsung tanpa sekutu yang berhenti, dan (2) persekutuan diakhiri pada saat
itu, dan seluruh kewajiban persekutuan diselesaikan. Perhatikan bahwa goodwill dapat termasuk
dalam penilaian. Persekutuan harus membayar bunga kepada sekutu yang berhenti sejak tanggal
berhenti sampai dengan tanggal pebayaran.

1. Harga Pembelian Sama Dengan Saldo Kredit Modal Sekutu

Misalnya, Aldi mengundurkan diri dari Persekutuan ABC pada saat saldo modalnya
Rp55.000.000 setelah mencatat peningkatan pada aset persekutuan termasuk pangukuan laba
sampai tanggal pengunduran diri. Jurnal yang dicatat oleh persekutuan ABC adalah :
20 Kas 55.000.000
Modal, Citra 55.000.000
Mundurnya Aldi dari Persekutuan

2. Harga Pembelian Lebih Besar Dari Saldo Kredit Modal Sekutu


Misalnya, Aldi memiliki saldo modal Rp55.000.000 dan seluruh sekutu setuju membayar
Aldi sejumlah Rp65.000.000. Sebagian besar persekutuan akan mencatat Rp10.000.000
kelebihan pembayaran diatas saldo modal Aldi (Rp65.000.000-Rp55.000.000) sebagai bonus
penyesuaian modal kepada Aldi dari sekutu yang bertahan. Dalam kasus ini, Rp10.000.000 akan
mengurangi modal Bayu dan Citra sebesar rasio laba atau rugi masing-masing. Bayu memiliki 30
persen bagian dan Citra memiliki 25 persen bagian pada laba persekutuan. Jumlah dari bagian
keduanya adalah 55 persen (30 persen+25 persen), dan persentase laba diantara keduanya,
setelah dibulatkan, adalah 55 persen untuk Bayu dan 45 persen untuk Citra, dihitung sebagai
berikut:
Persentase Laba Persentase Laba
Lama Sisa
Aldi 45 0
Bayu 30 55(35/55)
Citra 25 45(25/55
Total 100 100

Jurnal yang dicatat pada saat pengunduran diri Aldi adalah :


21 Modal, Aldi 55.000.000
Modal, Bayu 5.500.000
Modal, Citra 4.500.000
Kas 65.000.000
Mundurnya Aldi dari persekutuan.

Adakalanya, persekutuan menggunakan pengunduran diri sekutu dan dibubarkannya


persekutuan untuk mencatat goodwill. Dalam kasus ini, persekutuan dapat mencatat bagian
sekutu lama saja, atau menghitung keseluruhan goodwill berdasarkan persentase laba sekutu
yang berhenti.
Misalnya, jika Rp65.000.000 dibayarkan kepada Aldi dan hanya goodwill milik Aldi
yang akan dicatat, maka persekutuan akan memuat jurnal pada saat mundurnya Aldi sebagai
berikut.
22 Goodwiil 10.000.000
Modal, Aldi 10.000.000
Mencatat goodwill untuk Aldi

23 Modal, Aldi 65.000.000


Kas 65.000.000
Mundurnya Aldi dari Persekutuan

3. Harga pembelian Lebih Besar Dari Saldo Kredit Modal Sekutu


Kadangkala, harga pembelian kurang dari saldo kredit modal sekutu. Hal ini dapat terjadi
jika nilai likuidasi aset bersih lebih kecil dari nilai bukunya atau karena sekutu yang berhenti
berniat meninggalkan perekutuan dengan cukup menerima lebih kecil dari saldo modalnya.
Misal, Aldi setuju menerima Rp50.000.000 sebagai harga pembelian kepemlikannya di
persekutuan. Persekutuan harus mengevaluasi aset bersihnya untuk menentukan jika terjadi
penurunan nilai yang diakui. Jika tidak diperlukan revaluasi aset bersih, perbedaan Rp5.000.000
(Rp55.000.000-Rp50.000.000) dialokasikan sebagai penyesuaian modal Bayu dan Citra
berdasarkan rasio laba rugi.
REFERENSI

E. Baker, Richard, dkk. Akuntansi Keungan Lanjutan. Buku 2. 2010. Jakarta: Salemba
Empat.