Anda di halaman 1dari 7

TUGAS RANGKUMAN MATERI KULIAH

TEORI PASAR MODAL

MATERI 6

EFEK YANG DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK

OLEH

NAMA : NI WAYAN DESI PUTRI UTARI

NIM : 1506305066

NO. ABSEN : 16
Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Udayana

Denpasar-2017

I. PASAR UANG
Pasar Uang merupakan tempatdimana kegiatan permintaan dan penawaranakan surat-
surat berharga dengan jangka waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun saling bertemu. Para
pelaku di pasar uang yaitu: 1) lembaga pemerintah: bank sentral, departemen keuangan;2)
lembaga keuangan perbankan: bank pemerintah, bank komersial;3) lembaga keuangan non
perbankan: asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, lembaga jasa keuangan;4)
lembaga di pasar modal;5) institusi umum dan perorangan.
Fungsi pasar uang, yaitu 1) Bagi pihak yang membutuhkan dana: untuk memenuhi
kebutuhan dana jangka pendek b. Untuk menjaga likuiditas jangka pendek; 2) Bagi pihak yang
menyalurkan dana sebagai sarana untuk menabung dan berjaga-jaga dan sarana investasi; 3)
Bagi Lembaga Pemerintah: sebagai sarana untuk memobilisasi dana masyarakat dan sebagai
sarana untuk melakukan kebijakan moneter (ekspansi dan kontraksi moneter).
Ciri-ciri pasar uang:1) Jangka waktu jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun;2) Tidak
terikat pada tempat tertentu;3) Pada umumnya para pelaku bertemu secara langsung (OTC);4)
Tidak memerlukan adanya guarantor/ underwriter.
Instrumen pasar uang di Indonesia yaitu Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yaitu Instrumen
utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau bank sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu
yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan. Instrumen ini
berjangka waktu jaruh tempo satu tahun atau kurang. Jenisnya yaitu : 1) Surat Berharga Pasar
Uang (SBPU); 2) Surat Perbendaharaan Negara (SPN); 3) Deposito; 4) Commercial Paper;
5) Call Money; 6) Repurchase Agreement (REPO; 7) Banker's Acceptance.

II. PASAR MODAL


Dalam UU No. 8/1995 tentang Pasar Modal (UUPM), Pasar Modal merupakan wadah
untuk melakukan transaksi perdagangan berbagai instrumen keuangan jangka panjang,
seperti:surat utang (obligasi), ekuitas (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun
instrumen lainnya.
Berdasarkan UUPM, Efek adalah surat berharga berbentuk surat pengakuan utang, surat
berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, unit penyertaan, kontrak investasi
kolektif, kontrak berjangka atas efek dan setiap bentuk derivatif atas efek. Adapun efek yang
diperdagangkan di Indonesia yaitu :
II.1. Saham
Merupakan jenis efek yang paling sering dipergunakan oleh emiten untuk memperoleh
dana dari masyarakat. Jenis saham :
a) Saham Berdasarkan Hak Klaim : 1) Saham Biasa (Common Stock); dan 2) Saham Preferen
(Preferred Stock).
b) Jenis Saham berdasarkan Bentuk Kepemilikan; 1) Saham atas unjuk (Bearer Stock); dan 2)
Saham atas nama (Registered Stock).

Ada tiga keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham
yaitu: 1) Dividen (pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari
keuntungan yang dihasilkan perusahaan yang dapat berupa: dividen tunai dan dividen saham; 2)
Capital Gain (selisih antara harga beli dan harga jual); 3) Saham Bonus (saham yang dibagikan
secara cuma-cuma kepada para pemegang saham, sesuai dengan proporsi kepemilikan
sahamnya).
Saham memiliki risiko, antara lain: 1) capital loss (suatu kondisi dimana investor
menjual saham lebih rendah dari harga beli; 2) risiko kebangkrutan; 3) risiko likuiditas aset; 4)
risiko delisting; 5) risiko suspending; 6) risiko unik (unsystematic risk) dan risiko pasar
(systematic risk).

II.2. Obligasi
Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat
dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan
berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan
kepada pihak pembeli obligasi tersebut.
Jenis-jenis obligasi:
a) Jenis obligasi berdasarkan penerbit : a) Corporate Bonds; b) Government Bonds; c)
Municipal Bond;
b) Jenis obligasi berdasarkan sistem pembayaran bunga: 1) Zero Coupon Bonds dan 2) Coupon
Bonds.
c) Jenis obligasi berdasarkan hak penukaran/opsi : a. Convertible Bonds; b. Exchangeable
Bonds; c. Callable Bonds; d. Putable Bonds.
d) Jenis obligasi berdasarkan jaminan atau kolateralnya: 1) Secured Bonds; dan 2) Unsecured
Bonds.
e) Jenis Obligasi dilihat dari sisi segi nilai nominal : 1) Konvensional Bonds; dan 2) Retail
Bonds.
Karakteristik Obligasi yaitu : 1) Memiliki Nilai Nominal (Face Value); 2) Kupon (the
Interest Rate; dan 3) Waktu Jatuh Tempo (Maturity). Manfaat Berinvestasi Obligasi: (a) bagi
emiten (issuer) untuk alternatif pendanaan yang relatif murah dibandingkan dan posisi
kepemilikan perusahaan tidak akan mengalami perubahan; (b) bagi investor sebagai alternatif
investasi yang aman dan mendapatkan kupon secara periodik dan pelunasan pokok diakhir umur
obligasi.

Imbal hasil investasi di obligasi: 1) bunga; 2) capital gain; 3) hak klaim pertama; 4)
hak konversi menjadi saham untuk pemegang obligasi konversi. Sedangkan resikonya
diantaranya: 1) inflation risk; 2) political risk; 3) credit risk/ default risk; 4) rating risk; 5)
likuiditas; 6) interest rate risk; 7) call risk; 8) yield curve risk; 9) prepayment risk;
10)reinvestment risk; 11)foreign exchange risk; 12)volatility risk; 13)event risk; 14)public
policy risk.

Indeks obligasi ini diluncurkan oleh OJK pada 21 November 2014 lalu bekerja-sama
dengan BEI dan Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) untuk mengukur kinerja dan tren
pergerakan pasar obligasi Indonesia.

II.3. REKSA DANA


Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal,
khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk
menghitung risiko atas investasi mereka. Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8
Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksadana di Indonesia terdiri dari ada dua bentuk
yaitu: 1) Perseroan Terbatas (PT) dan 2) Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Jenis Reksa Dana
Berdasarkan Isi Portofolio: 1)Reksa Dana Saham; 2)Reksa Dana Campuran; 3) Reksa Dana
Pendapatan Tetap; 4) Reksa Dana Pasar Uang. Jenis Reksa Dana berdasarkan Peraturan
Bapepem No. IV.C.4: 1) Reksa Dana Terproteksi (Capital Protected Fund); 2) Reksa Dana
Penjaminan (Guaranted Fund); 3) Reksa Dana Indeks (Index Fund).
Cara Menghitung Pembelian Unit Penyertaan (Subscription)
Unit Penyertaan (UP) = Jumlah Pemesanan x (1 - SF) NAB
Cara Menghitung Penjualan kembali Unit Penyertaan (Redemption)
Nilai Pencairan = (UP x NAB) F (UP x NAB)

II.4. EXCHANGE TRADED FUND (ETF)


ETF atau Exchange Traded Fund secara sederhana dapat diartikan sebagai Reksa Dana
yang diperdagangkan di Bursa. Sama seperti reksa dana konvensional, ETF merupakan Kontrak
Investasi Kolektif, di mana unit penyertaan ETF dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa seperti
saham. Dalam ETF terdapat pula manajer investasi dan bank custodian ditambah market maker
(broker yang ditunjuk oleh manajer investasi untuk bertanggung jawab dalam menyediakan
likuiditas ETF, sehingga ETF bisa dibeli dengan harga dan jumlah yang diinginkan oleh pasar).

II.5. DANA INVESTASI REAL ESTATE (DIRE/REITs)


DIRE atau dikenal juga sebagai Real Estate Investment Trust diartikan sebagai
kumpulan uang pemodal yang oleh perusahaan investasi akan diinvestasikan ke bentuk aset
properti baik secara langsung seperti membeli gedung maupun tidak langsung dengan
membeli saham/obligasi perusahaan properti. Produk DIRE pertama di Indonesia adalah
Dana Investasi Real Estate Ciptadana Properti Ritel Indonesia (DIRE Ciptadana).
Karakteristik DIRE yaitu investasi dilakukan pada aset Real Estate, memiliki pendapatan yang
relatif stabil, aset yang berkaitan dengan real estat, aset yang menjadi portofolio dana investasi
real estat berbentuk KIK harus memiliki hukum yang kuat, sah dan mudah ditransaksikan, serta
seluruh atau sebagian besar pendapatan (minimal 90% dari laba bersih) wajib didistribusikan
kepada investor.

II.6. Derivatif
Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya
terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets. Instrumen-
instrumen derivatif sering digunakan oleh para pelaku pasar (pemodal dan perusahaan efek)
sebagai sarana untuk melakukan lindung nilai (hedging) atas portofolio yang mereka miliki.
Jenis derivatif: Rights/ Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD); Waran
(Warrant); Futures; dan Option.

II.7. PASAR MODAL SYARIAH


Produk Pasar Modal Syariah pertama di Indonesia adalah Reksa Dana Syariah yang
diterbitkan oleh PT. Danareksa Investment Management (DIM) selanjutnya Obligasi dan
Pemerintah Indonesia menerbitkan SBSN seri IFR0001 dan IFR0002. Undang-undang terkait
Pasar Modal Syariah : Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 dan UU Nomor 19 tahun 2008.
Akad Efek syariah (POJK Nomor 53/POJK.04/2015) yaitu sewa; penjaminan; modal Ventura;
dan perwakilan.
Produk pasar modal syariah diantaranya:
a) Saham Syariah yang mengenal konsep sebagai kegiatan musyarakah atau syirkah;
b) Reksa Dana syariah yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip Syariah Islam;
c) Sukuk (efek Syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili
bagian yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi (syuyu/undivided share), atas aset yang
mendasarinya);
d) Obligasi Syariah (surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang
dikeluarkan Emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk
membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil/margin/fee serta
membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo);
e) Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) /Sukuk Negara (surat berharga/obligasi yang
diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan prinsip syariah).

Indeks Saham Syariah: Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic
Index (JII).
Daftar Rujukan

Modul Teori Pasar Modal.Efek yang Diperdagangkan di Indonesia.