Anda di halaman 1dari 25

SISTEM MUSKULOSKELETAL

Dosen pembimbing : Ns.Novita Setyowati,S.Kep.,M.Kep

Nama Kelompok:

1. Dimas Haris Y.
2. Resti Rukmana
3. Ulin Nihayatul W.

AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA HUSADA KEDIRI


TAHUN AJARAN 2016
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................. i

Daftar Isi ........................................................................................................... ii

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang ................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ........................................................................... 2

C. Tujuan Pembahasan ......................................................................... 2

D. Manfaat Pembahasaan ..................................................................... 2

BAB II Pembahasan

A. Definisi sistem Muskuloskeletale. ................................................... 3

B. Sejarah dan pemikiran Imam Maliki ............................................... 11

C. Sejarah dan Pemikiran Iman Syafii ................................................ 14

D. Sejarah dan pemikiran Madzhab Hambali..................................15

BAB III Penutup

A. Kesimpulan ..................................................................................... 17
B. Saran ................................................................................................ 19
Daftar Pustaka ................................................................................................ 20
Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas limpah dan
rahmat-Nya sehingga makalah Sistem Muskuloskeletal ini dapat terselesaikan. Makalah
Sistem Muskuloskeletal ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan.
Makalah ini disusun berdasarkan beberapa sumber yang saya ambil,Selain itu
makalah ini saya susun agar dapat memberikan manfaat untuk pembaca dalam
mempelajari Sistem Muskuloskeletal.
Oleh karena itu, saya sangat mengaharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca untuk perbaikan kedepannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua, terutaman mahasiswa Keperawatan.
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Anatomi adalah ilmu yg mempelajari suatu bangun atau suatu bentuk dengan
menguraikannya ke dalam bagian-bagiannya. D i l i h a t d a r i s u d ut k e gu n a a n , bagi an
p a l i n g p e n t i n g d a ri a n a t o m i kh u s u s adalah yang mempelajari tentang
manusia dengan berbagai macam pendekatan ya n g b e r b e d a .
Kerumitan tubuh manusia menyebabkan hanya ada sedikit ahli anatomi
manusia profesional yang benar-benar menguasai bidang ilmu ini. sebagian besar
memiliki spesialisasi di bagian tertentu seperti tulang dan otot (musculoskeletal)atau
bagian dalam.Anatomi tubuh lain yang sangat penting untuk dipelajari khususnya
bagi mahasiswa kesehatan. Sebab ketika sudah di rumah sakit sebagai tenaga
kesehatan dituntut untuk dapat melayani pasien. Untuk itulah makalah ini
dibuat, sebagai langkah awal untuk mempelajari anatomi tubuh manusia.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa definisi sistem muskuloskeletale ?
2. Apa komponen system muskuloskeletale ?
3. Bagaimana anatomi fisiologi system perkemihan ?
4. Bagaimana proses perkemihan ?
5. Apa masalah eliminasi urine ?
6. Apa faktor yang mempengaruhi eliminasi urine ?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui anatomi fisiologi sistem muskuloskeletale.
2. Untuk mengetahui komponen sistem muskuloskeletale.
3. Untuk mengetahui masalah eliminasi urine.
4. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi eliminasi urine.

D. MANFAAT
1. Mempelajari dan mengetahui anatomi fisiologi sistem muskuloskeletale.
2. Menambah wawasan tentang pemenuhan kebutuhan eliminasi
BAB II

PEMBAHASAN

1. Definisi system muskuloskeletale

Sistem muskuloskeletal merupakan penunjang bentuk tubuh dan mengurus


pergerakan. Komponen utama dari sistem muskuloskeletal adalah tulang dan jaringan
ikat yang menyusun kurang lebih 25 % berat badan dan otot menyusun kurang lebih
50%. Sistem ini terdiri dari tulang, otot rangka, tendon, ligament, dan jaringan-jaringan
khusus yang menghubungkan struktur-struktur ini.

2. Komponen sistem muskuloskeletale

A.Definisi Skeletale (tulang)


Tulang atau rangka adalah penopang tubuh manusia dan jaringan yang paling
keras diantara jaringan ikat lainnya yang terdiri atas hampir 50 % air dan bagian padat,
selebihnya terdiri dari bahan mineral terutama calsium kurang lebih 67 % dan bahan
seluler 33%.
Struktur tulang memberikan perlindungan terhadap organ-organ penting dalam
tubuh seperti jantung, paru, otak. Tubuh kita tersusun dari kurang lebih 206 macam tulang,
dalam tubuh kita ada 4 kategori yaitu tulang panjang, tulang pipih, tulang pendek, dan
tulang tidak baraturan.

Tanpa tulang, pasti tubuh kita tidak bisa tegak berdiri. Tulang mulai terbentuk
sejak bayi dalam kandungan, berlangsung terus sampai dekade kedua dalam susunan yang
teratur.Tulang tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot. Dengan adanya
kerja sama antara tulang dan otot, manusia dapat melompat, berjalan, bergoyang, berlari,
dan sebagainya. Berikut dijelaskan mengenai rangka tubuh manusia.

Rangka tubuh manusia memiliki fungsi utama sebagai berikut:

1) Mendukung jaringan tubuh dan memberi bentuk tubuh.


Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga
bentuk tubuh.
2) Tempat melekatnya otot dan alat gerak aktif.
Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat
melekatnya otot. Tulang dan otot ini bersama-sama memungkinkan terjadinya
pergerakan pada manusia.
3) Pergerakan.
Pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae) bergantung kepada otot
rangka, yang melekat pada rangka tulang.
4) Sistem kekebalan tubuh.
Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. Contohnya adalah
limfosit B yang membentuk antibodi.
5) Perlindungan.
Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni:
Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam.

a. Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang.


b. Tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada melindungi paru-paru dan
jantung.
c. Tulang belikat dan tulang selangka melindungi bahu.
d. Tulang usus dan tulang belakang melindungi sistem ekskresi, sistem
pencernaan, dan pinggul.
e. Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi lutut dan siku.
f. Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi pergelangan
tangan dan pergelangan kaki.

6) Produksi sel darah

Tulang tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan


sel darah. Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan sel-sel darah merah.
Terutama di tulang pipih contoh : tulang dada / pada corpus sterni

7) Menyimpan garam-garam mineral (kalsium, fosfor, magnesium dan


fluor).
Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme
kalsium. Sumsum tulang mampu menyimpan zat besi dalam bentuk ferritin dan
terlibat dalam metabolisme zat besi.
3. Bagian Tulang
Rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu bagian poros tubuh
(aksial) dan bagian alat gerak (apendikular). Bagian aksial terdiri atas 80 tulang pada
manusia dewasa umumnya. Sedangkan bagian apendikular terdiri atas 126 tulang pada
manusia dewasa umumnya.
1) Bagian aksial terdiri dari:
1. Tulang tengkorak terdiri dari:
a. Tulang tempurung kepala (os cranium)

Tulang dahi (os frontale)


Tulang kepala belakang (os occipitale)
Tulang ubun-ubun (os parietale)
Tulang tapis (os ethmoidale)
Tulang baji (os sphenoidale)
Tulang pelipis (os temporale)

b. tulang muka (os splanchocranium)

Tulang hidung (os nasale)


Tulang langit-langit (os pallatum)
Tulang air mata (os lacrimale)
Tulang rahang atas (os maxilla)
Tulang rahang bawah (os mandibula)
Tulang pipi (os zygomaticum)
Tulang lidah (os hyoideum)
Tulang pisau luku (os vomer)

2. Tulang dada (os sternum).


Tulang dada terdiri dari tiga bagian yaitu:

hulu (os manubrium sterni)


badan (os corpus sterni)
taju pedang (os xiphoid prosesus)

3. Tulang rusuk (os costae)

Tulang rusuk sejati (os costae vera)


Tulang rusuk palsu (os costae sporia)
Tulang rusuk melayang (os costae fluctuantes)
4. Tulang belakang (os vertebrae)
Sebuah tulang punggung terdiri atas dua bagian yakni bagian anterior yang terdiri dari
badan tulang atau corpus vertebrae, dan bagian posterior yang terdiri dari arcus vertebrae.
Arcus vertebrae dibentuk oleh dua kaki atau pediculus dan dua lamina, serta didukung
oleh penonjolan atau procesus yakni procesus articularis, procesus transversus, dan
procesus spinosus. Procesus tersebut membentuk lubang yang disebut foramen vertebrale.
Ketika tulang punggung disusun, foramen ini akan membentuk saluran sebagai tempat
sumsum tulang belakang atau medulla spinalis. Di antara dua tulang punggung dapat
ditemui celah yang disebut foramen intervertebrale.Tulang belakang terdiri:

Tulang leher (os cervical) C 1-7


Tulang punggung (os thoraxalis) Th 1-12
Tulang pinggang (os lumbar) L 1-5
Tulang kelangkang (os sacrum) S 1-5
Tulang ekor (os cocigeus) Co 1-5

5. Tulang gelang bahu

Tulang belikat (os scapula)


Tulang selangka (os clavicula)

6. Tulang gelang panggul

Tulang usus (os illium)


Tulang pinggul (os pelvis)
Tulang duduk (os ichium)
Tulang kemaluan (os pubis)

2).Bagian apendikuler terdiri dari:


1. Tulang lengan

Tulang lengan atas (os humerus)


Tulang hasta (os ulna)
Tulang pengumpil (os radius)
Tulang pergelangan tangan (os carpal)
Tulang telapak tangan (os metacarpal)
Tulang jari tangan (os phalanges manus)

2. Tulang tungkai

Tulang paha (os femur)


Tulang tempurung lutut (os patella)
Tulang kering (os tibia)
Tulang betis (os fibula)
Tulang pergelangan kaki (os tarsal)
Tulang telapak kaki (os metatarsal)
Tulang jari kaki (os phalanges pedis)

4.Tulang tersusun dari 3 jenis sel yaitu :


. 1.Osteoblas
Osteoblas berfungsi dalam pembentukan tulang dengan mensekresikan matrik tulang.
Matrik tulang tersusun atas 98% kolagen dan 2% substansi dasar (glukosaminoglikan/
asam polisakarida dan proteoglikan). Matrik tulang merupakan kerangka dimana garam
garam mineral ditimbun terutama calsium, fluor, magnesium dan phosphor.
2.Osteosit
Osteosit adalah sel-sel tulang dewasa yang bertindak sebagai pemeliharaan fungsi tulang
dan terletak pada osteon (unit matrik tulang). Osteon yaitu unit fungsional mikroskopik
tulang dewasa yang di tengahnya terdapat kapiler dan disekeliling kapiler tedapat matrik
tulang yang disebut lamella. Di dalam lamella terdapat osteosit, yang memperoleh nutrisi
lewat prosesus yang berlanjut kedalam kanalikuli yang halus (kanal yang menghubungkan
dengan pembuluh darah yang terletak kurang lebih 0,1 mm).
3.Osteoklas
Osteoklas adalah sel-sel besar berinti banyak memungkinkan mineral dan matriks tulang
dapat diabsorpsi, penghancuran dan remodeling tulang. Tidak seperti osteoblas dan
osteosit, osteoklas mengikis tulang.
Tulang merupakan jaringan yang dinamis dalam keadaan peralihan tulang (resorpsi dan
pembentukan tulang). Kalium dalam tubuh orang dewasa diganti 18% pertahun.
5 Jenis tulang berdasarkan bentuknya :

Dari segi bentuk, tulang dapat dibagi menjadi: tulang pipa / panjang (seperti tulang
hasta dan tibia), tulang pipih (seperti tulang rusuk, tulang dada), dan tulang pendek
(tulang-tulang telapak tangan, pergelangan tangan) diklasifikasikan sebagai berikut :

a.Tulang Panjang / Tulang Pipa


Tulang ini sering terdapat dalam anggota gerak. Fungsinya sebagai alat ungkit dari tubuh
dan memungkinkan untuk bergerak. Batang atau diafisis tersusun atas tulang kortikal dan
ujung tulang panjang yang dinamakan epifis tersusun terutama oleh tulang kanselus. Plat
epifis memisahkan epifiis dan diafisis dan merupakan pusat pertumbuhan longitudinalpada
anak-anak. Yang pada orang dewasa akan mengalami kalsifikasi. Misalnya pada tulang
humerus dan femur.

Gambar 1.2 Struktur tulang panjang


a
Tulang ini sering didapat pada tulang-tulang karpalia di tangan dan tarsalia di kaki.
Fungsinya pendukung seperti tampak pada pergelangan tangan. Bentuknya tidak teratur
dan inti dari konselus (spongi) dengan suatu lapisan luar dari tulang yang padat.
b.Tulang Pipih:
Tulang ini sering terdapat di tengkorak, panggul / koxa, sternum, dan iga-iga, serta scapula
(tulang belikat). Fungsinya sebagai pelindung organ vital dan menyediakan permukaan
luas untuk kaitan otot-otot, merupakan tempat penting untuk hematopoesis. Tulang pipih
tersusun dari tulang kanselus diantara 2 tulang kortikal.
c.Tulang Tak Beraturan:
Berbentuk unik sesuai dengan fungsinya. Struktur tulang tidak teratur, terdiri dari
tulang kanselous di antara tulang kortikal. Contoh : tulang vertebra, dan tulang wajah.
d.Tulang Sesamoid :
Merupakan tulang kecil disekitar tulang yang berdekatan dengan persendian dan didukung
oleh tendon dan jaringan fasial. Contoh : tulang patella (Kap lutut).
Bentuk dan kontruksi tulang ditentukan fungsi dan gaya yang bekerja padanya.

Struktur tulang
Tulang diselimuti di bagian luar oleh membran fibrus padat disebut periosteum.
Periosteum memberikan nutrisi pada tulang dan memungkinkan tumbuh, selain sebagai
tempat perlekatan tendon dan ligament. Periosteum mengandung saraf, pembuluh darah,
dan limfatik. Lapisan yang terdekat mengandung osteoblast . Dibagian dalamnya terdapat
endosteum yaitu membran vascular tipis yang menutupi rongga sumsum tulang panjang
dan rongga dalam tulang kanselus. Osteoklast terletak dekat endosteum dan dalam lacuna
howship (cekungan pada permukan tulang).
Sumsum tulang merupakan jaringan vascular dalam rongga sumsum (batang)
tulang panjang dan tulang pipih. Sumsum tulang merah terutama terletak di sternum,
ilium, vetebra dan rusuk pada orang dewasa, bertanggungjawab dalam produksi sel darah
merah dan putih. Pada orang dewasa tulang panjang terisi oleh sumsum lemak kuning.
Jaringan tulang mempunyai vaskularisasi yang baik. Tulang kanselus menerima asupan
darah melalui pembuluh metafis dan epifis. Pembuluh periosteum mengangkut darah ke
tulang kompak melalui kanal volkman. Selain itu terdapat arteri nutrient yang menembus
periosteum dan memasuki rongga meduler melalui foramina (lubang-lubang kecil). Arteri
nutrient memasok darah ke sumsum tulang, System vena ada yang keluar sendiri dan ada
yang mengikuti arteri.

Gambar 1.1 struktur tulang


Faktor yang berpengaruh terhadap keseimbangan pembentukan dan reabsorpsi
tulang adalah :
a. Vitamin D
Berfungsi meningkatkan jumlah kalsium dalam darah dengan meningkatkan penyerapan
kalsium dari saluran pencernaan. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan deficit
mineralisas, deformitas dan patah tulang.
b. Horman parathyroid dan kalsitonin
Merupakan hormone utama pengatur homeostasis kalsium. Hormon parathyroid mengatur
konsentrasi kalsium dalam darah, sebagian dengan cara merangsang perpindahankalsium
dari tulang. Sebagian respon kadar kalsiumdarah yang rendah, peningkatan hormone
parathyroid akan mempercepat mobilisasi kalsium, demineralisasi tulang, dan
pembentukan kista tulang. Kalsitonin dari kelenjar tiroid meningkatkan penimbunan
kalsium dalam tulang.
c. Peredaran darah
Pasokan darah juga mempengaruhi pembentukan tulang. Dengan menurunnya pasokan
darah / hyperemia (kongesti) akan tejadi penurunan osteogenesis dan tulang mengalami
osteoporosis (berkurang kepadatannya). Nekrosis tulang akan terjadi bila tulang
kehilangan aliran darah.
Pada keadaaan normal tulang mengalami pembentukan dan absorpsi pada suatu tingkat
yang konstan, kecuali pada masa pertumbuhan kanak-kanak diman lebih banyak terjadi
pembentukan dari pada absorpsi tulang.
Proses ini penting untuk fungsi normal tulang. Keadaan ini membuat tulang dapat
berespon terhadap tekanan yang meningkat dan untuk mencegah terjadi patah tulang.
Perubahan tesebut membantu mempertahankan kekuatan tulang pada proses penuaan.
Matrik organic yang sudah tua berdegenerasi, sehingga membuat tulang relative menjadi
lemah dan rapuh. Pembentukan tulang baru memerlukan matrik organic baru, sehingga
memberi tambahan kekuatan tulang.

Kerangka dibagi menjadi :


1. Kerangka aksial
Kerangka aksial terdiri dari 80 tulang, terkelompok pada 3 daerah yaitu
Kranium dan Tulang Muka ( TENGKORAK )

Kranium terdiri atas 8 tulang yaitu tulang-tulang parietal (2), temporal (2),frontal,
oksipital, stenoid, dan etmoid.
Tulang muka terdiri atas 14 tulang yaitu tulang maksila (2), zigomatikus (2), nasal (2),
lakrimal (2), palatinum (2),concha inferior (2),mandibula dan vomer.

Kolumna Vertebralis

Kolumna vertebralis terdiri atas 26 tulang berbentuk tidak teratur, terbentang antara
tengkorak dan pelvis. Juga merupakan tempat melekatnya iga dan otot punggung.
Kolumna vertebralis dibagi dalam 7 vertebra sevikalis, 12 vertebra torakalis, 5 vertebra
lumbalis, 5 vertebra sacrum dan 4 vertebra koksigius.

Thoraks tulang

Thorak tulang terdiri tulang dan tulang rawan. Thoraks berupa sebuah rongga berbentuk
kerucut terdiri dari 12 vertebra torakalis dan 12 pasang iga yang melingkar dari tulang
belakang sampai ke sternum.
Pada sternum terdapat beberapa titik penting yaitu supra sternal notch dan angulus sterni
yaitu tempat bertemunya manubrium dan korpus sterni.
Bagian-bagian tersebut merupakan penunjang kepala, leher, dan badan serta melindungi
otak, medulla spinalis dan organ dalam thoraks.

2. Kerangka Apendikular
Kerangka apindikuler terdiri atas :

Bagian bahu (Singulum membri superioris)

Singulum membri superior terdiri atas klavikula dan scapula.


Klavikula mempunyai ujung medial yang menempel pada menubrium dekat suprasternal
notch dan ujung lateral yang menempel pada akronion.

Bagian panggul (Singulum membri inferior )

Terdiri dari ileum, iskium, pubis yang bersatu disebut tulang koksae. Tulang koksae
bersama sacrum dan koksigeus membentuk pelvis tulang. Ekstremitas bawah terdiri dari
femur, patella, tibia, fibula, tarsus, metatarsus.
B. Cartilago (tulang rawan)
Tulang rawan terdiri dari serat-serat yang dilekatkan pada gelatin kuat, tetapi fleksible dan
tidak bervasculer. Nutrisi melaui proses difusi gel perekat sampai ke kartilago yang berada
pada perichondium (serabut yang membentuk kartilago melalui cairan sinovial), jumlah
serabut collagen yang ada di cartilage menentukan bentuk fibrous, hyaline, elastisitas,
fibrous (fibrocartilago) memili paling banyak serabut dan memiliki kekuatan meregang.
Fibrus cartilage menyusun discus intervertebralis articular (hyaline) cartilage halus, putih,
mengkilap, dan kenyal membungkus permukaan persendian dari tulang dan berfungsi
sebagai bantalan. Cartilage yang elastis memiliki sedikit serat dan terdapat pada telinga
bagian luar.
C. Ligamen (simplay)
Ligamen adalah suatu susunan serabut yang terdiri dari jaringan ikat keadaannya kenyal
dan fleksibel. Ligament mempertemukan kedua ujung tulang dan mempertahankan
stabilitas. Contoh ligamen medial, lateral, collateral dari lutut yang mempertahankan
diolateral dari sendi lutut serta ligament cruciate anterior dan posterior di dalam kapsul
lutut yang mempertahankan posisi anteriorposterior yang stabil. Ligament pada daerah
tertentu melengket pada jaringna lunak untuk mempertahankan struktur. Contoh ligament
ovarium yang melalui ujung tuba ke peritoneum.

D. Tendon
Tendon adalah ikatan jaringan fibrous yang padat yang merupakan ujung dari otot yang
menempel pada tulang. Tendon merupakan ujung dari otot dan menempel kepada tulang.
Tendon merupakan ekstensi dari serabut fibrous yang bersambungan dengan aperiosteum.
Selaput tendon berbentuk selubung dari jaringan ikat yang menyelubungi tendon tertentu
terutama pada pergelangan tangan dan tumit. Selubung ini bersambungn dengan
membrane sinovial yang menjamin pelumasan sehinggga mudah bergerak.
E. Fascia
Fascia adalah suatu permukan jaringan penyambung longgar yang didapatkan langsung di
bawah kulit, sebagai fascia superficial atau sebagai pembungkus tebal, jaringan
penyambung fibrous yang membungkus otot, saraf dan pembuluh darah. Yang demikian
disebut fascia dalam.
F. Bursae
Bursae adalah kantong kecil dari jaringna ikat di suatu tempat dimana digunakan di atas
bagian yang bergerak. Misalnya antara tulang dan kulit, tulang dan tendon, otot-otot.
Bursae dibatasi membrane sinovial dan mengandung caiaran sinovial. Bursae merupakan
bantalan diantara bagian-bagian yang bergerak seperti olekranon bursae terletak antara
prosesus olekranon dan kulit.

B.Muskuler/Otot

1. Otot

Semua sel-sel otot mempunyai kekhususan yaitu untuk berkontraksi. Terdapat lebih dari
600 buah otot pada tubuh manusia. Sebagian besar otot-otot tersebut dilekatkan pada tulang-
tulang kerangka tubuh oleh tendon, dan sebagian kecil ada yang melekat di bawah permukaan
kulit.

2.Fungsi sistem muskuler/otot:

Pergerakan. Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan
bergerak dalam bagian organ internal tubuh.
Penopang tubuh dan mempertahankan postur. Otot menopang rangka dan
mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap gaya
gravitasi.
Produksi panas. Kontraksi otot-otot secara metabolis menghasilkan panas untuk
mepertahankan suhu tubuh normal.
3.Ciri-ciri sistem muskuler/otot:

Kontrakstilitas. Serabut otot berkontraksi dan menegang, yang dapat atau tidak melibatkan
pemendekan otot.
Eksitabilitas. Ser
abut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh impuls saraf.
Ekstensibilitas. Serabut otot memiliki kemampuan untuk menegang melebihi panjang otot
saat rileks.

Elastisitas. Serabut otot dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi atau
meregang.
4.Jenis-jenis otot

a) Otot rangka, merupakan otot lurik, volunter, dan melekat pada rangka.
Serabut otot sangat panjang, sampai 30 cm, berbentuk silindris dengan lebar berkisar
antara 10 mikron sampai 100 mikron.
Setiap serabut memiliki banyak inti yang tersusun di bagian perifer.
Kontraksinya sangat cepat dan kuat.
Struktur Mikroskopis Otot Skelet/Rangka

Otot skelet disusun oleh bundel-bundel paralel yang terdiri dari serabut-serabut
berbentuk silinder yang panjang, disebut myofiber /serabut otot.
Setiap serabut otot sesungguhnya adalah sebuah sel yang mempunyai banyak nukleus
ditepinya.
Cytoplasma dari sel otot disebut sarcoplasma yang penuh dengan bermacam-macam
organella, kebanyakan berbentuk silinder yang panjang disebut dengan myofibril.
Myofibril disusun oleh myofilament-myofilament yang berbeda-beda ukurannya :
yang kasar terdiri dari protein myosin
yang halus terdiri dari protein aktin/actin.
b) Otot Polos merupakan otot tidak berlurik dan involunter. Jenis otot ini dapat ditemukan
pada dinding berongga seperti kandung kemih dan uterus, serta pada dinding tuba, seperti
pada sistem respiratorik, pencernaan, reproduksi, urinarius, dan sistem sirkulasi darah.
Serabut otot berbentuk spindel dengan nukleus sentral.
Serabut ini berukuran kecil, berkisar antara 20 mikron (melapisi pembuluh darah)
sampai 0,5 mm pada uterus wanita hamil.
Kontraksinya kuat dan lamban.
Struktur Mikroskopis Otot Polos

Sarcoplasmanya terdiri dari myofibril yang disusun oleh myofilamen-myofilamen.


Jenis otot polos

Ada dua kategori otot polos berdasarkan cara serabut otot distimulasi untuk berkontraksi.
Otot polos unit ganda ditemukan pada dinding pembuluh darah besar, pada jalan
udara besar traktus respiratorik, pada otot mata yang memfokuskan lensa dan
menyesuaikan ukuran pupil dan pada otot erektor pili rambut.
Otot polos unit tunggal (viseral) ditemukan tersusun dalam lapisan dinding organ
berongga atau visera. Semua serabut dalam lapisan mampu berkontraksi sebagai satu
unit tunggal. Otot ini dapat bereksitasi sendiri atau miogenik dan tidak memerlukan
stimulasi saraf eksternal untuk hasil dari aktivitas listrik spontan.
c) Otot Jantung
Merupakan otot lurik
Disebut juga otot seran lintang involunter
Otot ini hanya terdapat pada jantung
Bekerja terus-menerus setiap saat tanpa henti, tapi otot jantung juga mempunyai
masa istirahat, yaitu setiap kali berdenyut.
Struktur Mikroskopis Otot Jantung

Mirip dengan otot skelet

Gambar

Otot Rangka Otot Polos Otot Jantung

Menurut fungsinya :

otot sadar : dipengaruhi syaraf pusat dan sum-sum tulang belakang


otot tak sadar : dipengaruhi syaraf otonom

Otot dikaitkan di dua tempat tertentu yaitu :


1. Origo
Tempat yang kuat dianggap sebagai tempat dimana otot timbul
2. Isersio
Lebih dapat bergerak dimana tempat kearah mana otot berjalan.
Kontraksi otot rangka dapat terjadi hanya jika dirangsang. Energi kontraksi otot dipenuhi
dari pemecahan ATP dan kegiatan kalsium. Serat-serat dengan oksigenasi secara adekuat
dapat berkontraksi lebih kuat, bila dibandingkan dengan oksigenasi tidak adekuat.
Pergerakan akibat tarikan otot pada tulang yang berperan sebagai pengungkit dan sendi
berperan sebagai tumpuan atau penopang.
Masalah yang berhubungan dengan system ini mengenai semua kelompok usia, masalah
pada system musculoskeletal tidak mengancam jiwa tetapi berdampak pada kativitas dan
produktivitas penderita.
1.Kerja Otot

Fleksor (bengkok) >< Ekstentor (meluruskan)

Supinasi(menengadah) >< Pronasi (tertelungkup)

Defresor(menurunkan) >< Lepator (menaikkan)

Sinergis (searah) >< Antagonis (berlawanan)

Dilatator(melebarkan) >< Konstriktor (menyempitkan)

Adduktor(dekat) >< Abduktor (jauh)

2. Tendon

Tendon adalah tali atau urat daging yang kuat yang bersifat fleksibel, yang terbuat dari
fibrous protein (kolagen). Tendon berfungsi melekatkan tulang dengan otot atau otot dengan
otot.

Gambar.2

Tendon
3. Ligamen

Ligamen adalah pembalut/selubung yang sangat kuat, yang merupakan jaringan elastis
penghubung yang terdiri atas kolagen. Ligamen membungkus tulang dengan tulang yang diikat
oleh sendi.

Beberapa tipe ligamen :

Ligamen Tipis

Ligamen pembungkus tulang dan kartilago. Merupakan ligament kolateral yang ada di siku
dan lutut. Ligamen ini memungkinkan terjadinya pergerakan.

Ligamen jaringan elastik kuning.

Merupakan ligamen yang dipererat oleh jaringan yang membungkus dan memperkuat
sendi, seperti pada tulang bahu dengan tulang lengan atas.

Gambar.3

Ligamen
Otot
Otot yang melekat pada tulang memungkinkan tubuh bergerak. Kontraksi otot
menghasilkan suatu usaha mekanik untuk gerakan maupun produksi panas untuk
mempertahankan temperature tubuh. Jaringan otot terdiri atas semua jaringan kontraktil.
Menurut fungsi kontraksi dan hasil gerakan dari seluruh bagian tubuh otot dikelompokkan
dalam :
Otot rangka (striadted / otot lurik).
Terdapat pada system skelet, memberikan pengontrolan pergerakan, mempertahankan
postur tubuh dan menghasilkan panas.
Otot polos (otot visceral).
Terdapat pada saluran pencernaan, perkemihan, pembuluh darah. Otot ini mendapat
rangsang dari saraf otonom yang berkontraksi di luar kesadaran
Otot jantung.
Hanya terdapat pada jantung dan berkontraksi di luar pengendalian.
Otot rangka dinamai menurut bentuknya seperti deltoid, menurut jurusan serabutnya
seperti rektus abdominis, menurut kedudukan ototnya seperti pektoralis mayor, menurut
fungsinya seperti fleksor dan ekstensor. Otot rangka ada yang berukuran panjang, lebar,
rata, membentuk gumpalan masas. Otot rangka berkontraksi bila ada rangsang. Energi
kontaraksi otot diperoleh melalui pemecahan ATP dan kegiatan calsium.
Struktur otot

Tiap serabut terdiri : Dinding sel ( sarcolema ), Plasma sel (sarcoplasma ), Inti sel
(nucleus)
Tiap sel otot (seran lintang ) dibungkus jaringan ikat longgar yang disebut :
endomysium
Beberapa serabut otot dibungkus : perimysium
Beberapa kelompok serat otot dibungkus : epimysium
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Sistem Muskuloskeletal merupakan sistem tubuh yang terdiri dari otot (muskulo)
dan tulang-tulang yang membentuk rangka atau tulang (skelet). Otot adalah jaringan tubuh
yang mempunyai kemampuan mengubah energi kimia menjadi energi mekanik (gerak).
Sedangkan rangka adalah bagian tubuh yang terdiri dari tulang-tulang yang
memungkinkan tubuh mempertahankan bentuk, sikap dan posisi. Didalam tubuh manusia
tersusun dari 3 otot diantaranya yaitu, Ada 3 jenis otot yaitu otot jantung, otot polos dan
otot lurik. Rangka yang terdiri dari tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago).

B. SARAN
Untuk mahasiswa khususnya, Akademi Keperawatan agar belajar lebih mendalami
lagi tentang sistem Muskuloskeletal. Karena, lebih banyak mendalami, kita lebih banyak
mengerti tentang struktur tubuh manusia atau penyusun tubuh manusia. Dan semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA

Ns. Mohammad judha, M.Kep & Rizky Erwanto, Ns., S.Kep ANATOMMI DAN
FISIOLOGI. 2011. Gosyen Publishing. Yogyakarta

http://www.itelehealthinc.com/berbagi bersama Abhique. Anatomi Sistem


Muskuloskeletal.

Budiyono Setiadi,.(2011). Anatomi Tubuh Manusia. Bekasi : Laskar AKSARA.


Setiadi,.(2007). Anatomi & Fisiologi Manusia. Yogyakarta : GRAHA ILMU

Setiadi,.(2007). Anatomi & Fisiologi Manusia. Yogyakarta : GRAHA ILMU.