Anda di halaman 1dari 7

REKAM MEDIK KASUS ENDODONTIK

Nama Pasien : Rahmat Danil


Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 12 tahun
Operator : Shyntia Dewi Aryani
Tanggal : 15 - 11 - 2014

A. Keluhan Utama
Pasien datang dengan keluhan gigi belakang kiri bawah pernah sakit sebelumnya. Gigi
tersebut masih sakit. Pada pemeriksaaan klinis terlihat karies telah mencapai pulpa pada gigi 36.
Gigi tidak peka terhadap respon termis, perkusi positif dan palpasi negatif. Pada pemeriksaan
radiograf gigi 36 karies sudah mengenai pulpa, lamina dura hilang di 1/3 apikal dan terdapat lesi
di periapikal.

Diagnosis : Gigi 36 Nekrosis pulpa


Perawatan : Perawatan saluran akar nonvital dengan restorasi resin onlay
Prognosis : Baik, apabila dilakukan perawatan saluran akar
B. Prosedur Kerja
Kunjungan I
Pengisian rekam medik dan foto rotgen

Kunjungan II
1. Persiapan Alat
Alat standar
Sonde berkait dan sonde lurus
Bur akses
Diamendo
Penggaris besi
K-file 8, 10, 15-80
Finger plugger
Finger spreader
Gates Glidden Drill
Peeso reamer
Jarum ekstirpasi
Lentulo
Guttaperca 15-80
Papper point
Semprit irigasi

2. Persiapan Bahan :
Medikamen : cresophen / CHKM
Irigasi : NaOCL 2,5 %
Tumpatan sementara : Cavit
Semen pengisi : ZOE (Endomenthasone)
Basis : GIC tipe III liners
3. Prosedur Kerja :
Menentukan titik pengeburan. Bagian oklusal gigi dibuka dengan round-
bur arah tegak lurus sejajar aksisi gigi sampai tembus ke kamar pulpa
Angkat seluruh atap pulpa dengan gerakan latero-insisal
Haluskan dinding kamar pulpa dengan bur diamendo
Periksa dengan sonde berkait
Periksa orifis dengan sonde lurus
Irigasi kavitas dengan NaOCL 2,5% menggunakan semprit (tampung
dengan kapas gulung)

4. Penjajakan Saluran Akar


Tentukan panjang kerja estimasi : ukur jarak titik acuan (bagian tertinggi
gigi yang menyentuh stopper) ke apeks pada foto radiograf kurangi 3 mm
Tempatkan stopper pada setiap file yang akan digunakan sepanjang kerja
estimasi
Jajaki saluran akar dengan jarum miller atau file no. 10 sepanjang kerja
estimasi dengan gerakan watch winding
Ekstirpasi pulpa : Masukkan jarum ekstirpasi yang sesuai dengan 1/3
apeks tanpa tertahan oleh dinding saluran akar, putar 180 o ke kanan
kemudian tarik keluar
Catat panjang kerja

5. Preparasi Crown Down/ Orifis


Buka akses kavitas dan lakukan preparasi untuk melebarkan orifis
Lebarkan setiap orifis dengan GGD. Dimulai dari ukuran tersebar yang
dapat masuk sampai 2 mm. Lanjutkan dengan ukuran yang lebih kecil
berturut-turut sampai 2/3 panjang kerja atau pada akar bengkok sepanjang
saluran akar lurus
Irigasi sesering mugkin dengan NaOCL 2,5%

6. Preparasi Apikal
Tentukan file awal (FA) yaitu file terbesar yang pas dengan saluran akar
sampai panjang kerja. Caranya dengan membandingkan file terhadap
gambar radiograf saluran akar di 1/3 apeks
Olesi FA dengan gel EDTA (RC-Prep) lalu masukkan sepanjang kerja,
putar 20o searah jarum jam (20o ke kanan) kemudian tarik ke luar 2-3
mm dan putar kembali ke posisi semula
Lakukan hal ini berulang kali sampai file satu nomor lebih besar yang
telah diolesi gel EDTA
Ulangi tindakan ini sampai diperoleh file apikal utama (FAU). FAU adalah
file terbesar sepanjang kerja setelah peparasi saluran akar yang sesuai
dengan kon utama.
Periksa FAU dengan adanya tugback pada panjang kerja dengan kon
gutaperca sesuai dengan non FAU

7. Preparasi Step Back


Preparasi dengan file satu nomor lebih besar FAU dan panjang kerja
dikurangi 2 mm
Lakukan rekapitulasi
Preparasi dengan file 2 nomor lebih besar FAU dan panjang kerja
dikurangi 3 mm
Lakukan rekapitulasi
Preparasi dengan file 3 nomor lebih besar FAU dan panjang kerja
dikurangi 4 mm
Lakukan rekapitulasi

8. Kon Gutaperca Utama (KGU)


Masukkan KGU sesuai non FAU, periksa adanya tug back (koreksi bila
perlu)
Pilih dan masukkan spreader yang dapat tertahan 2 mm dari panjang kerja
Buat foto rontgen KGU 3
9. Pengeringan Saluran Akar
Irigasi saluran akar dengan 1 cc NaOCL 2,5%
Masukkan paper point sesuai no FAU ke dalam saluran akar dengan
pinset, tinggalkan beberapa saat lalu keluarkan
Ulangi sampai paper point tetap kering

10. Medikasi Saluran Akar dengan ChKM


Teteskan cairan ChKM di atas kapas butir
Kemudian dijepit dengan kapas gulung steril
Kemudian letakkan pada orifis

11. Tumpatan Sementara


Ambil bahan penumpat kavit dengan menggunakan instrument plastis
Tumpat sampai menutupi kavitas

Kunjungan III
1. Pengisian Saluran Akar
Bongkar restorasi sementara dengan bur dan ekskavator
Irigasi dengan 1 cc NaOCL 2,55
Rekapitulasi
Keringkan dengan paper point
Pengadukan semen (endomethasone + eugenol) :
Letakkan bubuk dan cairan di atas kertas pengaduk
Aduk dengan spatula semen dengan gerakan memutar sampai
homogen
Ambil dengan ujung spatula semen
Pelapisan dinding saluran akar dengan semen menggunakan jarum lentulo.
Semen di ambil dengan ujungnya, dimasukkan ke dalam saluran akar
sampai tertahan, tarik 2 mm agar tidak terkunci di saluran akar,
kemudian diputar searah jarum jam.
Kon utama steril dimasukkan ke dalam saluran akar perlahan-lahan, ditarik
sedikit satu dua kali, kemudian dimasukkan kembali sepanjang kerja
Masukkan spreader sampai 2 mm dari panjang kerja, putar spreader ke kiri
kanan, keluarkan dari saluran akar dan segera masukkan kon tambahan
yang telah diolesi dengan semen.
Ulangi sampai padat
Potong kon gutaperca :
Panaskan semen stopper (yang khusus digunakan untuk memotong
kon gutaperca) di atas api spiritus dipotong sebatas orifis
Tekankan pada gutaperca dan langsung diangkat (kondensasi)
Tekan gutaperca dengan plugger sampai 1 mm di bawah orifis
Foto rontgen 4
Dasar pulpa dilapisi dengan GIC tipe I stebal 2 mm
Tumpatan sementara

Kunjungan IV
Restorasi onlay
Tahap Kerja

1. Pembongkaran tumpatan sementara


Seluruh tumpatan sementara ZnOE dibuang dengan bur metal bulat kecepatan rendah,
dilanjutkan dengan bur intan untuk preparasi kavitas
2. Preparasi kavitas
Dinding tegak dibuat sejajar atau divergen ke oklusal maksimal 10
Dasar kavitas diratakan dan garis sudut dibuat membulat.
3. Preparasi oklusal
Tentukan ketebalan onlay dg beberapa alur pedoman menggunakan fissure bur sedalam
1mm mengikuti kontur permukaan oklusal.
Alur pedoman saling dihubungkan dg bur fisur sampai rata, sesuai dg bentuk tonjol
semula, kecuali permukaan oklusal bagian proksimal sleebar 2mm ditinggalkan agar titik
kontak yang baik dapat dipertahankan.
4. Preparasi bevel
Sudut kavitas dan permukaan oklusal yang tajam dibevel,.
Kontra bevel dibuat pada permukaan bukal dan lingual sebesar 30
5. Pemeriksaan kavitas
Dinding kavitas terlihat rata dan halus, dan semua garis sudut kavitas terlihat dari oklusal.

Penyelesaian onlay dan sementasi

1. Kavitas dibersihkan dg air, lalu dikeringkan dengan tiupan angin. Biarkan kavitas tetap
lembab.
2. Bubuk dan likuid ionomer gelas dg takaran sesuai pabrik diaduk di atas kaca pengaduk
sampai konsistensi krim
3. Bagian dalam onlay dan kavitas dilapisi dg semen
4. Letakkan onlay ke kavitas dan ditekan sampai semen mengeras. Kelebihan semen segera
dibersihkan dengan kapas butir sebelum mengeras. Sementasi dianggap baik bila
kelebihan semen ke luar dari seluruh tepi restorasi, yang berarti seluruh permukaan
restorasi yang menghadap kavitas telah terisi semen.