Anda di halaman 1dari 4

Definisi Defleksi

Defleksi adalah perubahan bentuk pada balok dalam arah vertical dan horisontal akibat
adanya pembebanan yang diberikan pada balok atau batang. Sumbu sebuah batang
akan terdeteksi dari kedudukannya semula bila benda dibawah pengaruh gaya terpakai.
Dengan kata lain suatu batang akan mengalami pembebanan transversal baik itu beban
terpusat maupun terbagi merata akan mengalami defleksi.

Defleksi ada 2 yaitu :

Download materi Defleksi 1 disini


dan Defleksi 2 DISINI

1. Deflkesi Vertikal (w)

Perubahan bentuk suatu batang akibat pembebanan arah vertikal (tarik, tekan) hingga
membentuk sudut defleksi, dan posisi batang vertikal, kemudian kembali ke posisi
semula.

Gambar 4.1 Defleksi Vertikal

Defleksi Horisontal (p)

Perubahan bentuk suatu batang akibat pembebanan arah vertikal (bending) posisi
batang horizontal, hingga membentuk sudut defleksi, kemudian kembali ke posisi
semula.
Gambar 4.2 Defleksi Horizontal

Hal-hal yang mempengaruhi terjadinya defleksi yaitu :

Kekakuan batang

Semakin kaku suatu batang maka lendutan batang yang akan terjadi pada batang akan
semakin kecil

Besarnya kecil gaya yang diberikan

Besar-kecilnya gaya yang diberikan pada batang berbanding lurus dengan besarnya
defleksi yang terjadi. Dengan kata lain semakin besar beban yang dialami batang maka
defleksi yang terjadi pun semakin kecil

Jenis tumpuan yang diberikan

Jumlah reaksi dan arah pada tiap jenis tumpuan berbeda-beda. Jika karena itu besarnya
defleksi pada penggunaan tumpuan yang berbeda-beda tidaklah sama. Semakin banyak
reaksi dari tumpuan yang melawan gaya dari beban maka defleksi yang terjadi pada
tumpuan rol lebih besar dari tumpuan pin (pasak) dan defleksi yang terjadi pada
tumpuan pin lebih besar dari tumpuan jepit.

Jenis beban yang terjadi pada batang

Beban terdistribusi merata dengan beban titik, keduanya memiliki kurva defleksi yang
berbeda-beda. Pada beban terdistribusi merata slope yang terjadi pada bagian batang
yang paling dekat lebih besar dari slope titik. Ini karena sepanjang batang mengalami
beban sedangkan pada beban titik hanya terjadi pada beban titik tertentu saja.

Macam-macam tumpuan, antara lain:

Engsel

Engsel merupakan tumpuan yang dapat menerima gaya reaksi vertikal dan gaya reaksi
horizontal. Tumpuan yang berpasak ini mampu melawan gaya yang bekerja dalam setiap
arah dari bidang.

Gambar 4.3 Tumpuan Engsel


Rol

Rol merupakan tumpuan yang hanya dapat menerima gaya reaksi vertikal. Jenis
tumpuan ini mampu melawan gaya-gaya dalam suatu garis aksi yang spesifik.

Gambar 4.4 Tumpuan Rol

Jepit

Jepit merupakan tumpuan yang dapat menerima gaya reaksi vertikal, gaya reaksi
horizontal dan momen akibat jepitan dua penampang. Tumpuan jepit ini mampu
melawan gaya dalam setiap arah dan juga mampu melawan suatu kopel atau momen.

Gambar 4.5 Tumpuan Jepit

Jenis-jenis pembebanan, antara lain:

Beban terpusat

Titik kerja pada batang dapat dianggap berupa titik karena luas kontaknya kecil.

Gambar 4.6 Pembebanan Terpusat

Beban merata

Disebut beban merata karena terdistribusi merata di sepanjang batang dan dinyatakan
dalam qm (kg/m atau kN/m)
Gambar 4.7 Pembebanan Terbagi Merata

Beban bervariasi uniform

Disebut beban bervariasi uniform karena beban sepanjang batang besarnya tidak
merata.

Gambar 4.8 Pembebanan Bervariasi Uniform