Anda di halaman 1dari 4

39

DAFTAR PUSTAKA

1. World Health Organization. Cardiovascular Disease, 2015 (online) (diakses 1


Agustus 2017). Diunduh dari URL :
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs317/en/
2. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 8 dari 1000 orang di Indonesia
terkena stroke, 2011 (online) (diakses 1 Agustus 2017). Diunduh dari URL :
http://www.depkes.go.id/article/view/1703/8-dari-1000- orang-di-indonesia-
terkena-stroke.html
3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar, 2013
(online) (diakses 1 Agustus 2017). Diunduh dari URL :
http://www.depkes.go.id/article/view/1703/8-dari-1000- orang-di-indonesia-
terkena-stroke.htmlhttp://www.depkes.go.id/Riskesdas02013/
4. Andani, Deri Rizki Putri. Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Anggota
Keluarga Pasca Stroke di Ruang Poli Syaraf RSUD Raden Mattaher Jambi
Tahun 2016. (skripsi). Jambi : FKIK UNJA ; 2017.
5. Perdossi. Penatalaksanaan Hiperglikemia Pada Stroke Akut. Dalam Guideline
stroke Edisi III ; 2004. Hal. 17.
6. Price S & Wilson L. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi
6. Jakarta: EGC ; 2005. Hal. 1269.
7. Soegondo S. Homeostasis glukosa darah pada stroke. Dalam : Alwi I, Setiati S,
Sudoyo A dkk eds. Pertemuan ilmiah tahunan ilmu penyakit dalam. Pusat
informasi dan penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK.UI ; 2001. Hal. 115-
21
8. Indiyarti R. Perbandingan kadar gula darah sewaktu pada kedua jenis stroke. J
kedokter trisakti ; 2002. 23(11):115-21.
9. Dwiputra I, Nurimaba N, Nurhayati E. Perbedaan kadar gula darah sewaktu
pada stroke iskemik aterotrombotik dan hemoragik intraserebral di RSAU Dr.
M. Salamun Bandung tahun 2015. Prosiding pendidikan dokter, 2016 (online)
(diakses 1 Agustus 2017). Diunduh dari URL :
http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/dokter/article/view/3823
10. Hyvarinen M. Hyperglycemia and Incidence of Ischemic and Hemorrhagic
Stroke-Comparison Between Fasting and 2-Hour Glucose Criteria (online).
40

(diakses 1 Agustus 2017). Diunduh dari URL:


https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19286584
11. Ganong WF. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran ed. 17. Jakarta : EGC ; 1999. Hal.
328-37,422-25.
12. Theresa. Olahraga dan Diabetes Melitus, 2004 (online) (diakses 1 Agustus
2017). Diunduh dari URL :
http://www.dexamedica.com/test/htdoes/dexamedica/article_files/oladm.pdf
13. Sherwood L. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem. Edisi 6. Jakarta: EGC ;
2012. Hal. 571, 612-42, 779, 840-44.
14. Guyton, A. C. dan Hall, J. E. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Jakarta:
EGC ; 2008. Hal. 259-60, 849-51, 873-81, 983, 999-1001.
15. Murray, R. K., Granner, D. K., dan Rodwell, V. W. Biokimia Harper. Edisi 7.
Jakarta: EGC ; 2009. Hal. 119, 139-51,179-81.
16. Kronenberg, H. M., Melmed, M., Polonsky, K. S., dan Larsen, P. R,.Williams
Texbook of Endocrinology. 11th ed. USA: Elsevier Saunders ; 2008. Hal. 1503-
8.
17. American Diabetes Association. Physical Activity, 2015 (online) (diakses 2
Agustus 2017). Diunduh dari URL : http://www.diabetes.org/are-you-at-
risk/lower-your-risk/activity.html
18. Katzung, B. G. Farmakologi Dasar dan Klinik. Edisi 10. Jakarta: EGC ; 2011.
Hal. 478, 655-62.
19. Price, S. A. dan Wilson, L. M,. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit. Jakarta: EGC ; 2012. Hal. 1260-63.
20. Perkeni. Konsensus Pengelolaan Diabetes Mellitus tipe 2 di Indonesia. Jakarta:
PB Perkeni ; 2006.
21. Hartwig M. Penyakit Serebrovaskular. Dalam : Sylvia Anderson Price, Lorraine
McCarty Wilson, editor. Patofisisologi : Konsep Klinis ProsesProses Penyakit.
Ed 6. Jakarta : EGC ; 2005. 53: 1106-32.
22. Hassmann KA. Stroke, Ischemic, 2013 (online) (diakses 2 Agustus 2017).
Diunduh dari URL : http://emedicine.medscape.com/article/793904-
overview#showall
23. Sjahrir H. Stroke Iskemik. Medan: Yandira Agung. 2003; 1-3.
41

24. Jenie MN, Yudiarto LY. Pengelolaan Mutakhir Stroke : Patofisiologi Stroke.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang. 1992; 17-26.
25. Warlow CP et all. Stroke, In: A Practical Guide to Management. 1st ed. London:
Blackwell Science; 1996; 1-286; 356-59; 385-429; 548-52.
26. Basha, A. Hipertensi : Faktor Resiko dan Penatalaksaan Hipertensi. 2004.
27. Meng W, Tobin JR, Busija DW. Glutamate induced cerebral vasodilatation in
mediated by nitric oxide through NMDA receptors. New York: AHA Journal:
1995; 26: 857-863.
28. Goldszmidt, A.J., dan Caplan, L.R,. Stroke Iskemik. Dalam: Kenny Wisurya,
ed. Esensial Stroke. Jakarta: EGC; 2009. Hal. 446-87
29. Feigin, V. Stroke Panduan Bergambar Tentang Pencegahan Dan Pemulihan
Stroke. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer; 2006.
30. Bambang, M, Suhartik, K.S. Pencegahan Stroke Dan Jantung Pada Usia Muda.
Jakarta: Balai Pustaka FKUI; 2003.
31. Lumbantobing, S.M. Neurogeriatri. Jakarta: FKUI ; 2003.
32. Americant Heart Association. Stroke Statistic, 2004 (online) (diakses 4 Agustus
2017). Diunduh dari URL : http://www.americantheart.org/
33. Henderson L. Stroke Panduan Perawatan. Jakarta: Penerbit Arcan ; 2002.
34. Shimberg EF. Stroke petunjuk Penting Bagi Keluarga. Alih Bahasa Anne
Rozana. Jakarta: PT. Pustaka Delapratasa; 1998.
35. Lamsudin R. Algoritma Stroke Gadjah Mada Penerapan Klinis Untuk
Membedakan Stroke Perdarahan Intraserebral dengan Stroke Iskemik Akut
atauStroke Infark. Berkala Ilmu Kedokteran ; 1997. 29: 11-16.
36. Burnside, Mc glynn. Diagnosis Fisik : Edisi 17. Jakarta. EGC. 1995. Halaman
356
37. Kiers, L., Davis, S.M., Larkins, R., et al. Stroke topography and outcome
inrelation to hyperglycaemia and diabetes. J Neurol Neurosurg Psychiatry ;
1992.55:26370
38. Siregar FA. Determinan Kejadian Stroke Pada Penderita Rawat Inap RSUP Haji
Adam Malik Medan. Jurnal Kesehatan Masyarakat; 2002.
42

39. Porte P. Stress hyperglycemia. Wilson JD, Foster DW eds. Williams text book
of endocrinology.7th ed.Philadelphia. WB. Saunder ; 1985. Hal. 774-77
40. Setia Putra AM, Mustafa I. Tight control glycemia. Professionalism of
intensivist and standardization of intensive care unit in Indonesia. National
congress of Perdici. Jakarta ; 2003. Hal. 1-2.
41. Dowal M, Dennis M.Hyperglycemia after acute stroke.BMJ;1997.315:810.
42. Murros, Forgelholm R. Hyperglycemia after stroke:A stress reaction. Hal. 692-
93
43. Habib KE, Gold PW. Chrousos GP. Neuroendocrinology of stress.
Endocrinology and metabolism clinics of North America. 2001;30:695-723.
44. Martin JB, Reichlin S. Endocrin respon to stress and psychiatric diseases. In:
Clinical neuroendocrinology 2th edition. Davies company. Philadelphia. 1987:
669-93
45. Van Kooten FV Hoogerbrugge N, Naarding P, Koudst.aal P,J. Hyperglycemia
in theacute phase of stroke is not caused by stress.1993; 24: 1129-32
46. Berger I, Hakim AM. The Association of hyperglycemia with cerebral edema
instroke.1986; 17(5): 865-7
47. Mijajlovic M, Aleksic V, Sternic N, Bornstein N. Management of the Hyper
Triad in Acute Ischemic Stroke: Hypertension, Hyperglicemia, Hyperthermia.
Journal Neurosonology and Cerebral. 2017; 13: 22-34
48. Lemeshow S, et al. Adequacy of sample size in health studies. 1990.
49. Misbach J. pandangan umum mengenai stroke dalam: rasyid A Soertidewi L
editor. Units stroke: managemen stroke secara komprehensif. Balai penerbit.
Jakarta.2001; Hal. 17