Anda di halaman 1dari 14

PENCABUTAN GIGI SUSU

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman :

UPTD
Surungan Nainggolan
Puskesmas Raya
NIP.196606061989031 025
Merupakan suatu proses pengeluaran gigi susu atas dari tulang
1. Pengertian alveolar, dimana pada gigi tersebut tidak dapat dilakukan
perawatan lagi atau sudah ditemukan gigi tetap pengganti
Supaya penggati gigi berlangsung baik dan menghindarkan sakit
2. Tujuan gigi yang berulang, misal ada sisa akar yang menimbulkan abses
terus menerus sehingga menyebabkan terjadinya ulkus
SK Kepala UPTD Puskesmas Raya Nomor Tentang Penetapan
3. Kebijakan
Jenis-jenis Pelayanan di UPTD Puskesmas Raya
1.Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 72 Tahun 2012
Tentang Sistem Kesehatan Nasional
2.PERMENKES RI No.74/MENKES/PER/VII/2008 Tentang
4. Referensi
Standar Pelayanan Minimal Badan Kesehatan di Kabupaten/Kota
3.Ilmu Bedah Mulut Ed.VI.1988.Tjipotono K.N.Toeti
R.1989.Universitas Sumatera Utara
Alat dan Bahan :
1.Masker
2.Sarung Tangan
3.Kaca Mulut
4.Sonde
5. Prosedur 5.Pinset
6.Carpule
7.Tang
8.Kapas
9.Povidone iodine
10.Chloreatyl
1.Petugas menyiapkan peralatan
a. Menyiapkan alat-alat diagnostik
b. Menyiapkan alat-alat
c. Menyiapkan alat-alat pencabutan
d.Menyiapkan bahan-bahan seperti kapas,anastesi
6. Langkah-
lokal,antiseptik dan desinfektan
langkah
2. Mencuci tangan
3. Memakai pelindung diri
4. Penatalaksanaan
a. Petugas berdiri dengan posisi disebelah kanan depan pasien
b. Semprotkan chloreatyl ke dua buah buntalan kecil kapas,lalu
masukkan ke dalam mulut di bagian bukal dan lingual gigi yang
akan dicabut
c.Jepitkan tang pada gigi yang akan di cabut,dan lakukan gerakan
luksasi bukal lingual
f. Setelah gigi keluar, pasien diminta untuk menggigit tampon
selama 1/2 jam dan jangan kumur-kumur
Bila perlu pasien diberi resep antibiotik dan analgetik
5. Memeriksa alat
6. Melepaskan sarung tangan dan mencuci tangan
7. Mendokumentasiakan tindakan

Persiapan alat dan


bahan

Tindakan( sterilisasi, anastesi,


ekstraksi, observasi
7. Diagram Alir
(bila perlu)
Intruksi pasien untuk gigit
kapas

Dokumentasi tindakan

8.Hal-hal yang
Perlu
Diperhatikan
9. Unit terkait 1. Unit rekam medik
10.Dokumen
Kartu Rekam Medik
terkait
11 .Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis perubahan
Perubahan
USAHA KESEHATAN GIGI
SEKOLAH
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman :

UPTD
Surungan Nainggolan
Puskesmas Raya
NIP.196606061989031 025
Pendidikan kesehatan gigi dan mulut yang terpadu secara lintas
1. Pengertian program dan lintas sektor yang ditujukan masyarakat sekolah
dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk
perilaku hidup sehat tama kesehatan gigi dan mulut
2. Tujuan Untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat
kesehatan gigi dan mulut di sekolah
3. Kebijakan 1. SK Kepala UPTD Puskesmas Raya Nomor

4. Referensi 1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 Paket Standart UKS


Alat dan Bahan :
a.Alat peraga berupa model gigi dan poster
5. Prosedur b. Alat diagnostik ( Kaca Mulut, sonde, pinset )
c. Sikat gigi anak
d. Gelas kumur

1. Pelatihan guru dan petugas kesehatan sekolah dalam bidang


kesehatan gigi ( terintegrasi )
2. Pendidikan dan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut sesuai
dengan kurikulum kepada siswa
6. Langkah- 3. Melakukan sikat gigi masal dengan memakai pasta gigi yang
mengandung flour minimal 1(satu) kali
langkah
4. Memerika kesehatan gigi dan mulut
5. Pencatatan dan pelaporan hasil memeriksa gigi dan mulut
kepuskesmas untuk dilakukan
6. Rujukan ke Puskesmas untuk dilakukan pelayanan kesehatan
gigi lanjutan bagi yang memerlukan

Pelatihan guru dan


petugas kesehatan
sekolah

Pendidikan dan penyuluhan


kesehatan gigi
7. Diagram Alir
(bila perlu) Pemeriksaan gigi dan mulut

Pencatatan dan pelaporan

Rujukan
kepuskesmas bila
diperlukan
8.Hal-hal yang 1. Daftar absensi siswa
Perlu 2. Cara menyikat gigi para siswa
Diperhatikan 3. Mencatat hasil pemeriksaan gigi dan mulut
9. Unit terkait Unit kesehatan sekolah
10.Dokumen 1, Absensi Siswa
terkait 2. Surat Perjalanan Dinas Petugas Kesehatan Puskesmas
11 .Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis perubahan
Perubahan
PENJARINGAN ANAK SEKOLAH

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman :

UPTD
Surungan Nainggolan
Puskesmas Raya
NIP.196606061989031 025
Merupkan salah satu kegiatan rutin untuk melakukan pendataan
1. Pengertian
jumlah siswa baru kelas 1
Sebagai acuan untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan usaha
2. Tujuan
kesehatan sekolah

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Raya Nomor

SKB 4 Menteri No 1/U/SKB/2003 No 1068/Menkes/SKB/VII/2003


4. Referensi tentang timpembinaan dan pengembangan usaha kesehatan
sekolah
Alat dan bahan :
5. Prosedur SPT Petugas kesehatan
ATK
1. Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan
2.Mengisi buku tamu
6. Langkah- 3. Melapor diri ke kepala sekolah
langkah 4. Mengumpulkan siswa baru
5. Mengabsen siswa dengan bantuan guru kelas
6. Pamit pulang kepada kepala sekilah

Menyiapkan alat-alat yang


dibutuhkan

Mengisi buku tamu

Melaporkan diri ke kepala sekolah

7. Diagram Alir
Mengumpulkan siswa baru
(bila perlu)

Mengabsen siswa baru dengan


bantuan guru

Pamit pulang ke
kepala sekolah
8.Hal-hal yang 1. Keadaan umum anak
Perlu
2. Jumlah siswa
Diperhatikan
1. Kepala sekolah
9. Unit terkait 2.Siswa baru kelas 1
3. Petugas UKS
10.Dokumen 1. Surat Perintah Tugas Kepala Puskesmas Raya
terkait 2. Dokumentasi
11 .Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis perubahan
Perubahan
STERILISASI

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman :

UPTD
Surungan Nainggolan
Puskesmas Raya
NIP.196606061989031 025
Prosedur ini untuk membunuh kuman Pathogen dan Anapathogen
beserta sporanya pada peralatan perawatan dan Kedokteran
1. Pengertian
dengan cara Merebus, Stoom, Panas tinggi atau Menggunakan
bahan kimia
Menyiapkan peralatan perawatan dan Kedokteran dalam keadaan
2. Tujuan siap pakai, Mencegah peralatan cepat rusak, Mencegah
terjadinya infeksi silang

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas

1. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 72 Tahun2012


Tentang Sistem Kesehatan Nasional
4. Referensi 2. PERMENKES RI.No.741/MENKES/PER/VII/2008 Tentang
Standar Pelayanan Minimal badan Kesehatan di Kabupaten/Kota

Alat dan bahan :


5. Prosedur 1.Alat Sterilisasi
2.Peralatan Kesehatan
1. Siapkan peralatan yang akan di sterilkan
2.Peralatan yang sudah digunakan dibilas dengan air mengalir
3. Bersihkan kotoran yang melekat
4. Jangan meletakkan sterilisator dengan bahan yang mudah
terbakar
5. Alaat logam/Stenles yang sudah bersih dan kering dimasukkan
6. Langkah-
kedalam sterilisator (jangan ditumpuk)
langkah
6. Untuk menghidupkan mesin tekat tombol power
7. Dalam waktu 20 menit sterilisator akannmati secara otomatis
tunggu sampai 20 menit pintu baru dibuka
8. Peralatan yang sudah di sterilkan diangkat dengan korentang
ketempat penyimpanan steril setelah selesai peralatan
dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan ketempat semula
7. Diagram Alir
(bila perlu)
8.Hal-hal yang
Perlu Pemisahan alat yang telah disterilkan
Diperhatikan
1.Ruang tindakan
9. Unit terkait 2. Ruang pemeriksaan gigi
3. Ruang pemeriksaan umum
4. Ruang Laboratorium
10.Dokumen
Form jadwal Sterilisasi
terkait
11 .Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis perubahan
Perubahan
PENYULUHAN KELOMPOK DILUAR
GEDUNG
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman :

UPTD
Surungan Nainggolan
Puskesmas Raya
NIP.196606061989031 025
Upaya penyuluhan yang dilaksanakan di lur lingkungan
1. Pengertian
Puskesmas
Untuk meningkatkan pengetahuan, perubahansikap dan tindakan
2. Tujuan
dari individu/masyarakat dalam bidang kesehatan

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor

1. PERMENKES RI No. 2269/MENKES/PER/XI/2011 PEDOMAN


PEMBINAAN PHBS
4. Referensi
2. KEPMENKES No.585/MENKES/SK/V/TAHUN 2007 Tentang
Promosi Kesehatan di Puskesmas
Alat dan bahan :
1.Poster
5. Prosedur 2. Leaflet
3. Lembar balik
4. Komputer
5.LCD Proyektor
1.Persiapan penyuluhan
*Petugas berkoordinasi dengan unit terkait tentang penyuluhan
yang akan di laksanakan
*Menentukan maksud dan tujuan penyuluhan
*Mempersiapkan materi yangbakan diberikan sesuai
permasalahan
*Mempersiapkan media/alat peraga/penyuluhan
*Menyiapkan absensi peserta
*Petugas promkes/bidan/petugas melakukan penyuluhan
6. Langkah-
2. Pelaksanaan penyuluhan
langkah
*Perkenalkan diri
*Mengemukakan maksud dan tujuan
*Menjelas kan isi penyuluhan
*Menyampaikan penyuluhan secara jelas
*Tujukan tatapan mata pada setiap pendengar dan tidak duduk
ditempat
*Saling dengar humor
*Pergunakan bahasa sederhana
*Ajak pendengar turut berpartisipasi
*Sediakan waktu untuk tanya jawab
*Jawab setiap pertanyaan secara jujur dan meyakinkan
*Menyimpulkan penyuluhan sebelum mengakhiri penyuluhan
*Tutuplah penyuluhan anda dengan mengucapkan terimakasih
7. Diagram Alir
(bila perlu)
8.Hal-hal yang 1. Jadwal dan lokasi kegiatan
Perlu
2. Sarana dan prasarana untuk kegiatan promosi kesehatan
Diperhatikan
9. Unit terkait Lintas sektor
Lintas program
1.SPT
10.Dokumen
2.POA kegiatan promkes
terkait
3.Cakupan program kesehatan
11 .Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis perubahan
Perubahan
PENCABUTAN GIGI INCISIVUS

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman :

UPTD
Surungan Nainggolan
Puskesmas Raya
NIP.196606061989031 025
Merupakan suatu proses pengeluaran gigi incisivus dari tulang
1. Pengertian alveolar, dimana pada gigi tersebut tidak dapat dilkukan
perawatan gigi
Mengeluarkan gigi tetap incisivus atas dan bawah socket dengan
2. Tujuan
anastesi lokal
SK Kepala Puskesmas No Tentang Penetapan Jenis-jenis
3. Kebijakan
Pelayanan di UPTD Puskesmas Raya
1.Peraturan Presiden Republik Indonesia No.72 Tahun 2012
Tentang Sistem Kesehatan Nasional
2. PERMENKES RI No.741/MENKES/PER/VII/2008 Tentang
4. Referensi
Standar Pelayanan Minimal Badan Kesehatan di Kabupaten/Kota
3.Ilmu Bedah Mulut Ed.VI.1988.Tjipotono K.N.Toeti
R.1989.Universitas Sumatera Utara
Alat dan Bahan :
1.Masker
2. Sarung Tangan
3. Kaca mulut
4. Sonde
5. Pinset
5. Prosedur 6. Carpule
7. Tang Incisivus
8. Bein
9.Kapas
10. Providone iodine
11. Pehacain ampul

1.Petugas menyiapkan peralatan


a.Menyiapkan alat-alat diagnostik
b. Menyiapkan alat-alat
c. Menyiapkan alat-alat pencabutan
d.Menyiapkan bahan-bahan seperti kapas, anstesi lokal,
6. Langkah-
antiseptik dan desinfektan
langkah
2. Mencuci tangan
3. Memakai pelindung diri
4. Penatalaksanaan
a. Regio gigi yang akan dicabut dioles dengan betadine
b.Melakukan anastesi infiltrasi pada daerah gigi yang akan
dicabut
c. Tunggu beberapa saat, setelah pasien merasa kebas/baal gusi
deseprasi dengan bein
d. Petugas berdiri dengan posisi disebelah kanan depan pasien
e.Masukkan tang pada gigi yang akan dicabut, lakukan gerakan
luksasi buka lingual
f. Setelah gigi keluar, pasien diminta untuk menggigit tampon
selama lebih kurang 1 jam dan jangan kumur-kumur
Bila perlu pasien diberi resep antibiotik dan analgetik
5. Membereskan alat
6. Melepaskan sarung tangan dan mencuci tangan
7. Mendokumentasikan tindakan
7. Diagram Alir
(bila perlu)
8.Hal-hal yang 1. Keadaan umum pasien
Perlu
2. Alergi Obat
Diperhatikan
1. Ruang pendaftaran
9. Unit terkait 2.Ruang Pemeriksaan gigi
3. Ruang obat
10.Dokumen
Kartu rawat jalan
terkait
11 .Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis perubahan
Perubahan

PERESEPAN NARKOTIKA DAN


PSIKOTROPIKA
SOP No. Dokumen :
No. Revisi :
TanggalTerbit :
Halaman :

UPTD
Surungan Nainggolan
Puskesmas Raya
NIP.196606061989031 025

1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan

4. Referensi

5. Prosedur

6. Langkah-
langkah
7. Diagram Alir
(bila perlu)
8.Hal-hal yang
Perlu
Diperhatikan
9. Unit terkait

10.Dokumen
terkait
11 .Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis perubahan
Perubahan
PERESEPAN NARKOTIKA DAN
PSIKOTROPIKA
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
Halaman :

UPTD
Surungan Nainggolan
Puskesmas Raya
NIP.196606061989031 025

1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan

4. Referensi

5. Prosedur

6. Langkah-
langkah
7. Diagram Alir
(bila perlu)
8.Hal-hal yang
Perlu
Diperhatikan
9. Unit terkait

10.Dokumen
terkait
11 .Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis perubahan
Perubahan