Anda di halaman 1dari 55
SMA NEGERI 1 PEKALONGAN JALAN R.A KARTINI 39 TELEPON (0285)-421190

SMA NEGERI 1 PEKALONGAN JALAN R.A KARTINI 39 TELEPON (0285)-421190

ANGGOTA KELOMPOK 2

SEJARAH XII MIPA 3

03
03
ATIKAH MUMTAZAH
ATIKAH MUMTAZAH
03 ATIKAH MUMTAZAH DZUL WULAN NINGTYAS 11 MUTIARA NAFIS 18 ANGGOTA KELOMPOK 2 SEJARAH XII MIPA
DZUL WULAN NINGTYAS 11
DZUL WULAN NINGTYAS
11
MUTIARA NAFIS 18 ANGGOTA KELOMPOK 2 SEJARAH XII MIPA 3
MUTIARA NAFIS
18
ANGGOTA KELOMPOK 2
SEJARAH XII MIPA 3
25
25
RAIS USMAN ADZIKRI
RAIS USMAN ADZIKRI
RADITYA MAHARDHIKA
RADITYA MAHARDHIKA
23
23
31
31
VINDY ALFIOLITA
VINDY ALFIOLITA
3-
3-
ZAHROTUL WAKHIDAH
ZAHROTUL WAKHIDAH
-4
-4
SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI MASA DEMOKRASI PARLEMENTER

SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI

MASA DEMOKRASI PARLEMENTER

   B.
B.

Sistem Kepartaian

SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI MASA

DEMOKRASI PARLEMENTER

A. Perkembangan Politik masa

Demokrasi Parlemeter

Sistem Pemerintahan

Pemilihan Umum 1955

Sistem Ekonomi Nasional

Pemikiran Ekonomi Nasional

Sistem Ekonomi Liberal

SISTEM DAN STRUKTUR D emokrasi Liberal adalah kondisi politik POLITIK DAN EKONOMI yang melindungi secara

SISTEM DAN STRUKTUR

Demokrasi Liberal adalah kondisi politik

POLITIK DAN EKONOMI

yang melindungi secara konstitusional

MASA DEMOKRASI PARLEMENTER

hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah.

1. 2. 3.
1.
2.
3.

Ciri demokrasi liberal :

Presiden SISTEM dan wapres DAN tidak STRUKTUR dapat

diganggu POLITIK gugat DAN EKONOMI

Presiden berhak membubarkan DPR

MASA DEMOKRASI PARLEMENTER

Menteri bertanggung jawab terhadap kebijakan

4. Perdana Mentri diangkat oleh Presiden

SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK DAN EKONOMI

MASA DEMOKRASI PARLEMENTER

SISTEM DAN STRUKTUR

POLITIK
POLITIK

EKONOMI

POLITIK DAN

MASA DEMOKRASI

PARLEMENTER

POLITIK
POLITIK
POLITIK
POLITIK

KABINET

PARTAI

KABINET NATSIR (6 September 1950 – 21 Maret 1951) 1

KABINET NATSIR (6 September 1950 21 Maret 1951)

1
1
Program : 1. Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman. 2. Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan
Program
:
1.
Menggiatkan usaha
keamanan dan
ketentraman.
2.
Mencapai konsolidasi dan
menyempurnakan susunan
pemerintahan.
3.
Menyempurnakan
4.
organisasi Angkatan Perang.
Mengembangkan dan
memperkuat ekonomi

KABINET NATSIR

rakyat.

5. Memperjuangkan

penyelesaian masalah Irian

Barat.

KABINET SUKIMAN (27 April 1951 – 3 April 1952) 2

KABINET SUKIMAN (27 April 1951 3 April 1952)

2
2

Program

:

1. 2. 3.
1.
2.
3.

Menjamin keamanan dan

ketentraman Mengusahakan kemakmuran rakyat dan

memperbaharui hukum agraria agar sesuai dengan kepentingan petani.

Mempercepat persiapan

pemilihan umum.

4. Menjalankan politik luar

KABINET SUKIMAN

negeri secara bebas aktif

serta memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah RI secepatnya.

KABINET WILOPO (3 April 1952 – 3 Juni 1953) 3

KABINET WILOPO (3 April 1952 3 Juni 1953)

3
3
Program dalam negeri Menyelenggarakan pemilihan umum (konstituante, DPR, dan DPRD), meningkatkan kemakmuran rakyat,

Program dalam negeri

Menyelenggarakan pemilihan umum (konstituante, DPR, dan DPRD), meningkatkan kemakmuran rakyat,

meningkatkan pendidikan rakyat,

dan pemulihan keamanan.

Program luar negeri

Penyelesaian masalah hubungan Indonesia-Belanda,

Pengembalian Irian Barat ke pangkuan Indonesia, serta menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif.

Mr. Wilopo

KABINET ALI SASTROAMIJOYO I (31 Juli 1953 12 Agustus 1955)

Kabinet ini merupakan koalisi antara PNI dan NU.

Dipimpin Oleh : Mr. Ali Sastroamijoyo

Program :

Meningkatkan keamanan dan kemakmuran serta segera menyelenggarakan Pemilu.

Pembebasan Irian Barat secepatnya.

Pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali persetujuan KMB.

Penyelesaian Pertikaian politik

• Pelaksanaan politik bebas-aktif dan peninjauan kembali persetujuan KMB. • Penyelesaian Pertikaian politik 4
4
4

KABINET BURHANUDDIN HARAHAP

(12 Agustus 1955 3 Maret 1956)

Dipimpin Oleh Program

: Burhanuddin Harahap

:

Mengembalikan kewibawaan pemerintah, yaitu

mengembalikan kepercayaan Angkatan Darat dan masyarakat kepada pemerintah.

Melaksanakan pemilihan umum menurut rencana yang sudah ditetapkan dan mempercepat terbentuknya parlemen baru

Masalah desentralisasi, inflasi, pemberantasan

korupsi

Perjuangan pengembalian Irian Barat

Politik Kerjasama Asia-Afrika berdasarkan politik luar negeri bebas aktif.

• Perjuangan pengembalian Irian Barat • Politik Kerjasama Asia-Afrika berdasarkan politik luar negeri bebas aktif. 5
5
5

KABINET ALI SASTROAMIJOYO II

(20 Maret 1956 4 Maret 1957)

Dipimpin Oleh : Ali Sastroamijoyo

Program

:

Perjuangan pengembalian Irian Barat

Pembentukan daerah-daerah otonomi dan mempercepat terbentuknya anggota-anggota DPRD.

Mengusahakan perbaikan nasib kaum buruh

dan pegawai.

Menyehatkan perimbangan keuangan negara.

Mewujudkan perubahan ekonomi kolonial

menjadi ekonomi nasional berdasarkan

kepentingan rakyat.

6
6

KABINET DJUANDA ( 9 April 1957- 5 Juli 1959)

Dipimpin Oleh : Ir. Juanda

Program

:

KABINET DJUANDA ( 9 April 1957- 5 Juli 1959) Dipimpin Oleh : Ir. Juanda Program :

Membentuk sistem program PANCA KARYA

7
7
Panca Karya Kabinet Karya menyusun program kerja yang terdiri dari lima pasal yang dikenal dengan

Panca Karya

Panca Karya Kabinet Karya menyusun program kerja yang terdiri dari lima pasal yang dikenal dengan Panca

Kabinet Karya menyusun program kerja

yang terdiri dari lima pasal yang dikenal

dengan Panca Karya.

Kelima program tersebut meliputi :

1.

Membentuk Dewan

2.

Normalisasi keadaan Republik

3.

Melancarkan pelaksanaan pembatalan

KMB

4.

Perjuangan Irian

~
~

Perkembangan Politik masa Demokrasi Parlemeter

Sistem Demokrasi Parlementer

yang berperiode antara tahun

1950-1959 telah memperlihatkan

semangat belajar demokrasi.

Tidak hanya menampilkan sisi

kelemahan, namun juga terdapat

berbagai segi positif untuk pembelajaran demokrasi.

Sistem Pemerintahan Indonesia

Anda pasti sudah tahu bahwa negara Indonesia pernah menjalankan dua sistem

pemerintahan yang berbeda, yaitu

sistem pemerintahan presidensial

dan sistem parlementer. Namun,pelaksanaan sistem

parlementer yang terjadi di

Indonesia tidak diikuti perubahan UUD, sebelum memasuki masa RIS dan UUD Sementara.

Pada 19 Desember 1949 dengan resmi Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.

Republik Indonesia Serikat pun berdiri

dengan Soekarno sebagai Presiden, dan Hatta sebagai Perdana Menteri.

Namun, umur RIS tidak bisa lama. Tanggal

17 Agustus 1950, lenyaplah negara federal RIS dan kembalilah Republik Indonesia .

Sistem Pemerintahan Indonesia

Indonesia kembali menjadi negara kesatuan dengan landasan UUD Sementara 1950.

Sistem pemerintahan menurut UUD

Sementara 1950 adalah sistem parlementer.

Ciri yang nampak dari masa ini adalah

kerap terjadi pergantian kabinet. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kepentingan

diantara partai partai yang ada.

Sistem Pemerintahan Indonesia

Perbedaan diantara partai partai tersebut tidak

pernah dapat terselesaikan dengan baik sehingga dari tahun 1950-1959 terjadi silih berganti kabinet.

Kabinet Natsir(Masyumi) sebagai kabinet pertama

Republik Indonesia sejak kembalinya ke nagara kesatuan, dijatuhkan oleh mosi Hadikusumo dari PNI. Setelah kejadian ini, kejatuhan kabinet silih berganti.

Kabinet Natsir digantikan oleh Sukiman(Masyumi).

Kabinet ini dijatuhkan lagi, dan munculah Kabinet Wilopo (PNI). Wilopo mengembalikan mandat kepada

Presiden, dan lahir kabinet Ali Sastromidjojo (PNI)

yang pertama.

Sistem Pemerintahan Indonesia

Dan menjelang pemilu 1955, Kabinet Ali jatuh dan digantikan pula oleh Kebinet Burhanuddin Harahap (Masyumi).

Pada tanggal 21 Februari 1957, Presiden Soekarno mengundang tokoh partai dari tingkat daerah hingga pusat dan tokoh militer, ke Istana Negara untuk mendengarkan

Konsepsi Presiden. Konsepsi tersebut bertujuan untuk

mengatasi dan menyelesaikan krisis kewibawaan kabinet yang

sering dihadapi dengan dibentuknya kabinet yang anggotanya terdiri dari 4 partai pemenang pemilu dan dibentuknya Dewan

Nasional yang anggotanya dari golongan fungsional dalam

masyarakat.

Sistem Pemerintahan Indonesia

Presiden Soekarno menyatakan bahwa

Demokrasi Liberal yang dijalankan di Indonesia

tidak sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia.

Beliau ingin menggantinya dengan Demokrasi Terpimpin, namun konsepsi tersebut menuai

perdebatan yang cukup sengit baik di

parlemen maupun di luar parlemen.

Sistem Pemerintahan Indonesia

Ir. Soekarno berhasil membentuk Kabinet Karya dengan Dr.Juanda, tokoh yang tidak

berpartai, sebagai Perdana Menteri dengan

tiga wakil perdana menteri masing masing dari PNI, NU, dan Parkindo. Kabinet ini resmi

dibentuk pada 9 April 1957.

Beban tugas yang harus dijalankan Kabinet Karya adalah perjuangan membebaskan Irian

Barat dan menghadapi keadaan ekonomi dan

keungan yang memburuk.

Sistem Pemerintahan Indonesia

~
~

PEMILU

1955

PEMILU 1955

Berdirinya partai-partai politik di Indonesia tidak terlepas dari keluarnya

Maklumat Pemerintah tanggal 3 nopember 1945, yang menganut Demokrasi Liberal dengan sistem multipartai. Sejak saat itu muncul partai-partai politik yang jumlahnya mencapai 70 partai politik

Pemilu tahun 1955 dilaksanakan oleh Kabinet Burhanudin Harahap berlangsung dalam 2 periode, yaitu :

1.

29 September 1955 memilih anggota DPR

2.

15 Desember 1955 memilih anggota Konstituante

Dalam pemilu ini, keluar sebagai pemenang, antara lain :

PNI 57 KURSI
PNI
57
KURSI
Masyumi 57 KURSI
Masyumi
57
KURSI
NU 45 KURSI
NU
45
KURSI
PNI 39 KURSI
PNI
39
KURSI
Dalam pemilu ini, keluar sebagai pemenang, antara lain : PNI 57 KURSI Masyumi 57 KURSI NU
Dalam pemilu ini, keluar sebagai pemenang, antara lain : PNI 57 KURSI Masyumi 57 KURSI NU
Dalam pemilu ini, keluar sebagai pemenang, antara lain : PNI 57 KURSI Masyumi 57 KURSI NU

Pemilu 1 tahun 1955 dikatakan sebagai pemilu yang paling demokratis, karena alasan :

1.

Pemilu berjalan lancar, tertib, dan aman tanpa ada gangguan,meskipun semula

diwarnai dengan ketegangan-ketegangan antar pendukung

2.

Penyelenggaraan pemilu dinilai tim pemantau dari luar negeri bersih terlepas dari campur tangan atau rekayasa hasil pemungutan suara

3.

Tidak ada bentrokan fisik dan bebas dari kecurangan

4.

Partisipasi warga negara cukup besar dalam memberikan hak suaranya di TPS-TPS

fisik dan bebas dari kecurangan 4. Partisipasi warga negara cukup besar dalam memberikan hak suaranya di

KEMBALI

EKONOMI

EKONOMI

EKONOMI

EKONOMI

KEADAAN EKONOMI INDONESIA MASA LIBERAL

KEADAANKEADAAN EKONOMIEKONOMI INDONESIAINDONESIA MASAMASA LIBERALLIBERAL

KEADAAN EKONOMI INDONESIA MASA LIBERAL

Meskipun Indonesia telah merdeka tetapi Kondisi Ekonomi Indonesia masih sangat

buruk. Upaya untuk mengubah struktur

ekonomi kolonial ke ekonomi nasional berjalan tersendat-sendat.

Faktor yang menyebabkan keadaan ekonomi tersendat

Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27

Desember 1949, Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan yang ditetapkan KMB sebesar 1,5 Triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2,8 Triliun rupiah.

Defisit yang harus ditanggung oleh Pemerintah pada waktu

itu sebesar 5,1 Miliar.

Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama

hasil bumi yaitu pertanian dan perkebunan sehingga apabila

permintaan ekspor dari sektor itu berkurang akan memukul perekonomian Indonesia.

pertanian dan perkebunan sehingga apabila permintaan ekspor dari sektor itu berkurang akan memukul perekonomian Indonesia.

Politik keuangan Pemerintah Indonesia tidak di buat di Indonesia melainkan dirancang oleh Belanda.

Pemerintah Belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup

untuk mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional.

Belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara

baik, belum memiliki tenaga ahli dan dana yang diperlukan secara memadai.

Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan berhubung banyaknya pemberontakan dan gerakan sparatisisme di berbagai daerah di wilayah Indonesia.

KEBIJAKAN PEMERINTAH UNTUK MENGATASI MASALAH EKONOMI MASA LIBERAL

Kehidupan ekonomi Indonesia hingga tahun 1959 belum berhasil dengan baik dan

tantangan yang menghadangnya cukup berat.

Upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi adalah sebagai berikut.

Pemotongan nilai uang (sanering). Caranya memotong semua uang yang bernilai Rp. 2,50 ke atas hingga nilainya tinggal setengahnya.

Kebijakan ini dilakukan oleh Menteri Keuangan Syafruddin

Prawiranegara pada masa pemerintahan RIS. Tindakan ini dilakukan pada tanggal 20 Maret 1950 berdasarkan SK Menteri Nomor 1 PU tanggal 19 Maret 1950

Tujuannya untuk menanggulangi defisit anggaran sebesar

Rp. 5,1 Miliar.

Dampaknya rakyat kecil tidak dirugikan karena yang

memiliki uang Rp. 2,50 ke atas hanya orang-orang kelas

menengah dan kelas atas. Dengan kebijakan ini dapat

mengurangi jumlah uang yang beredar dan pemerintah mendapat kepercayaan dari pemerintah Belanda dengan mendapat pinjaman sebesar Rp. 200 juta.

pemerintah mendapat kepercayaan dari pemerintah Belanda dengan mendapat pinjaman sebesar Rp. 200 juta. Gunting Syafruddin

Gunting Syafruddin

Sistem Ekonomi Gerakan Benteng Programnya :

Menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa

Indonesia.

Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah

perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam

pembangunan ekonomi nasional.

Nasionalisasi De Javasche Bank Tujuannya adalah untuk menaikkan pendapatan dan menurunkan biaya ekspor, serta melakukan

Nasionalisasi De Javasche Bank

Tujuannya adalah untuk menaikkan pendapatan dan

menurunkan biaya ekspor, serta melakukan penghematan secara

drastis.

Perubahan mengenai nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia sebagai bank sentral dan bank sirkulasi diumumkan pada tanggal 15 Desember 1951 berdasarkan Undang-undang No.

24 tahun 1951.

Sistem Ekonomi Ali-Baba

Tujuan dari program ini adalah :

Untuk memajukan pengusaha pribumi.

Agar para pengusaha pribumi Bekerjasama memajukan ekonomi nasional.

Pertumbuhan dan perkembangan pengusaha swasta nasional pribumi dalam rangka merombak ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional.

Memajukan ekonomi Indonesia perlu adanya

kerjasama antara pengusaha pribumi dan non pribumi.

Persaingan Finansial Ekonomi (Finek)

Misi ini dipimpin oleh Anak Agung Gede Agung. Pada tanggal 7 Januari 1956 dicapai kesepakatan rencana persetujuan Finek, yang berisi :

Persetujuan Finek hasil KMB dibubarkan.

Hubungan Finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan

bilateral.

Hubungan Finek didasarkan pada Undang-undang Nasional, tidak boleh diikat oleh perjanjian lain antara kedua belah pihak.

Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)

pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo II, pemerintahan membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang disebut Biro Perancang Negara.

Tugas biro ini merancang pembangunan jangka panjang.

Ir. Juanda

diangkat sebagai menteri perancang nasional. Biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)

yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961 dan disetujui

DPR pada tanggal 11 November 1958. Tahun 1957 sasaran dan prioritas

RPLT diubah melalui Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap). Pembiayaan RPLT diperkirakan 12,5 miliar rupiah.

Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap)

Tujuan diadakan Munap adalah untuk mengubah rencana

pembangunan agar dapat dihasilkan rencana pembangunan yang

menyeluruh untuk jangka panjang. pembangunan tersebut tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena :

Adanya kesulitan dalam menentukan skala prioritas.

Terjadi ketegangan politik yang tak dapat diredakan.

Timbul pemberontakan separatisme seperti PRRI/Permesta.

KEMBALI

THANKS FOR YOUR ATTENTION

THANKS FOR YOUR ATTENTION

SMA NEGERI 1 PEKALONGAN JALAN R.A KARTINI 39 TELEPON (0285)-421190

SMA NEGERI 1 PEKALONGAN JALAN R.A KARTINI 39 TELEPON (0285)-421190