Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

KRISTAL MINERAL

FIELDTRIP KARANGSAMBUNG

Disusun Oleh :

NAMA : BAYU ADHITYA


NIM : 710016171

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA
2017
Kata Pengantar

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan studi wisata
yang berjudul Fieldtrip Karangsambung. Laporan ini berisikan hasil observasi kami mengenai
batuan maupun kristal dan mineral yang terdapat di Karangsambung.

Dalam pembuatan laporan studi wisata ini, saya banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan
dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan laporan ini.

Penyusunan laporan ini belum mencapai tingkat kesempurnaan baik materi maupun teknik
penulisan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun sangat
diharapkan untuk kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca guna memberikan kita semua pengetahuan mengenai kristal dan mineral.
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa STTNAS Yogyakarta mengenai pengetahuan
tentang batuan maupun kristal dan mineral, untuk itu diadakannya kegiatan kunjungan atau
yang biasa disebut dengan fieldtrip ke karangsambung, kebumen.

Kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama antara pihak institusi,
jurusan, maupun himpunan mahasiswa teknik pertambangan STTNAS Yogyakarta dengan
instansi atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan penyelenggaraan pendidikan.

Dengan diselenggarakannya kegiatan Field Trip atau Kunjungan tersebut, semoga dapat
membuat para mahasiswa/mahasiswi lebih mengenai batuan maupun kristal dan mineral dan
dapat membandingkan ilmu yang telah dipelajari di kampus dengan keadaan yang terjadi
dilapangan. Karena terkadang teori yang kita dapatkan agak sedikit berbeda dengan keadaan
yang sebenarnya.

1.2 Tujuan

Tujuan dari kegiatan Field Trip tersebut adalah :

Dapat menigkatkan pemahaman mahasiswa/mahasiswi mengenai materi yang telah


didapatkan di kampus.

Dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa/mahasiswi tentang batuan


maupun kristal dan mineral yang terdapat di Karangsambung

Dapat membandingkan teori dengan praktik yang terjadi di lapangan

Meningkatkan kerjasama antara pihak STTNAS Yogyakarta dengan Lembaga Ilmu


Pengetahuan Indonesia
BAB II
METODOLOGI

2.1 WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan kegiatan Kunjungan (Field Trip) yaitu pada hari Senin tanggal 25 Mei
2017.

Tempat Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan Kunjungan (Field Trip) dilaksanakan di Karangsambung, Kebumen


khususnya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
.

2.2 METODE

Bentuk kegiatan Kunjungan (Field Trip), yaitu :

Pada saat berada di lokasi LIPI, kami mengamati sambil mendengarkan penjelasan dari seorang
penyuluh yang bernama Chusni Ansori mengenai batuan dan kristal mineral yang terdapat di
Karangsambung.
Setelah mendengarkan penyuluhan dari staf LIPI kami pun diajak untuk ke lokasi lainnya untuk
mengamati secara langsung mengenai batuan dan kristal mineral yang terdapat di Karangsambung
khususnya di kawasan LIPI.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Hasil Kunjungan


3.1.1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
LIPI Karangsambung atau yang sering disebut sebagai Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI) merupakan sebuah situs geologi antic yang berada di daerah kecamatan Karangsambung,
Kebumen, sebuah kota kecil di pegunungan yang dulunya merupakan lantai samudera purba
yang kini muncul di permukaan tanah bahkan kini sudah menjadi pegunungan. Karangsambung
ini memiliki kekayaan fosil dan bebatuan alam yang sangat melimpah. Bahkan para geolog
meyakini kalau Karangsambung dilunya merupakan lantai samudera, ini merupakan bukti
evolusi tektonik sejak lebih dari 120 juta tahun yang lalu. Area bebatuan di Karangsambung ini
merupakan sebuan mini geologi Indonesia yang sangat langka.
Area Karangsambung sendiri ditetapkan sebagai sebuah kawasan Cagar Alam Geologi Nasional
tepat pada tanggal 10 November 2006 oleh Kemenerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Luas
dari museum geologi tersebut kini sekitar 22.150 meter persegi yang membentang masuk
kedalam tiga kabupaten yaitu Kabupaten Kebumen, Kabupaten Wonosobo dan juga Kabupaten
Banjarnegara.

3.1.2 Kunjungan Lokasi


Lokasi Ke-1
Lokasi pertama yang dikunjungi oleh kelompok kami yaitu terletak di depan kampus
LIPI. Disana terdapat bongkahan sedimen organic yakni cangkang fosilforaminitera
numurites yang diendapkan di laut dangkal dengan kedalaman 50-100 meter. Fosil ini
mengandung unsur Kalsium Karbonat yang jika ditetesi oleh HCl akan bereaksi. Fosil ini
terbentuk sekitar 36-52 juta tahunyang lalu.
Lokasi ke-2
Lokasi kedua yang dikunjungi oleh kelompok kami yaitu terletak di dekat kampus LIPI.
Hanya membutuhkan waktu sebentar dengan berjalan kaki maka sampailah di lokasi ke-
9. Disana terdapat bongkahan sedimen klastik konglomerat yang terdiri dari fragmen
bebatuan. Batu ini mengandung mineral kuarsit yang berwarna putih dan memiliki
ukuran > 2 mm. Konglomerat ini diikat oleh pasir yang dinamakan perekat silica. Batu ini
memiliki kekerasan 5-6 berdasarkan Skala Mohs.

Lokasi ke-3
Lokasi ketiga terletak di kampus LIPI yakni kami mengunjungi bengkel Geologi. Disana
terdapat banyak sampel batuan yang sudah di modifikasi sedemikian rupa. Dari mulai
batuan beku, sedimen dan metamorf. Batuan itu di ambil dari lokasi Karang Sambung
yang memiliki ragam batuan.

Lokasi ke-4
Lokasi kesepuluh terletak di kampus LIPI yakni kami mengunjungi Museum Geologi.

Lokasi ke-5
Lokasi keempat yang kelompok kami kunjungi terletak 7 kilometer dari kampus LIPI
yakni Watu Kelir. Di lokasi tersebut memang saat ini terdapat sebuah batu berjenis batu
sedimen yang berukuran sangat besar dan memenjang sejauh kurang lebih 100 meter.
Batu ini berwana merah dengan tinggi sekitar 2 meter. Diatas kelir itu tersingkap
sekumpulan batuan beku yang berdasarkan penelitian para ahli batu itu dulunya
merupakan lava bantal, yang mengindikasikan bahwa daerah watukelir ini pada ratusan
juta tahun yang lalu adalah sebuah dasar samudera dan terdapat gunung api laut
didalamnya.
Bab IV
Penutup

4.1 Kesimpulan
Fieldtrip yang kami lakukan telah berhasil mengintegrasikan beberapa teori yang diperoleh
yang berhubungan dengan mata kuliah kristal dan mineral dengan keadaan nyata di lapangan,
diantara pembuktian yang dapat diambil dari jalannya penelitian ini adalah bukti analisis data
yang menyimpulkan bahwa terdapatnya berbagai macam batuan dan kristal mineral yang
terdapat di lapangan. Ada berbagai macam batuan dan digolongkan sebagai 3 jenis yaitu
batuan beku, sedimen dan metamorf dan ketiga-tiganya dapat diliat maupun diteliti secara
langsung di Karangsambung.