Anda di halaman 1dari 5

Hiperbilirubin Pada Bayi Baru Lahir

A. Definisi Bilirubin

Bilirubin merupakan salah satu senyawa yang terjadi karena hasil


pemecahan dari sel darah merah yang kemudian di keluarkan melalui
plasenta yang ada di dalam tubuh. bilirubin lebih dikenal dengan istilah
kuning yang terjadi pada bayi yang baru lahir sebanyak 60% oleh
orang awam. Senyawa bilirubin ini di dalam bayi yang baru lahir
merupakan hal yang normal. Bilirubin atau kuning pada bayi akan
hilang dengan sendirinya jika dikeluarkan melalui air seni dan saat bayi
buang air besar. Bilirubin sangat penting dikeluarkan dari dalam tubuh
karena jika tidak bilirubin akan menumpuk di dalam tubuh dan akan
menyebabkan hiperbilirubin.

B. Tanda klinis hiperbilirubin


1. Sclera, puncak hidung, mulut, dada, perut dan estremitas berwarna
kuning
2. Letargi
3. Kemampuan menghisap turun
4. Kejang

C. Jenis - Jenis Hiperbilirubin

Hiperbilirubin dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu ikterus neonatus fisiologis,


ikterus neonatus pataologis dan kern ikterus
1. Ikterus neonatus fisiologis

Jenis hiperbiliribun ini merupakan jenis kuning yang banyak di


alami oleh bayi yang baru lahir pada usia 2 hingga 4 hari dan biasanya
jenis kuning ini akan sembuh dengan sendirinya pada usia 7 hari. Saat
bayi sudah buang air besar dan buang air kecil untuk menghilangkan
bilirubin yang ada di dalam tubuh. Penyebab dari ikterus neontus
fisiologis ini adalah masih belum sempurnanya fungsi hati pada bayi
sehingga, tidak dapat memproses bilirubin di dalam hati secara
optimal.

2. Ikterus neonatus patologis

Jenis bilirubin ini penyebabnya adalah karena adanya serangan


bakteri atau virus yang bersifat pathogen atau merugikan. Biasanya
disebabkan karena infeksi, atau bisa juga disebabkan oleh virus
hepatitis, virus toksoplasma yang bisanya ada di hewan kucing, virus
sifilis atau penyakit malaria. Indikasi bahwa bayi mengalami jenis
hiperbiribun ini adalah berat badan yang tidak mau naik serta kadar
bilirubin dalam tubuh bayi berkisar pada angka lebih dari 15mg/ dl
dalam waktu 14 hari. Jika mengalami hal ini sebaiknya segera lakukan
pemeriksaan lebih lanjut pada dokter anak supaya anak mendapatkan
pengobatan yang sesuai.

Hiperbilirubin ini tidak bisa dianggap enteng karena bayi yang


terkena hiperbilirubin dapat mengalami kejang-kejang hebat, bahkan
fatalnya bisa menjadi penyebab kematian dalam jangka panjang. Dalam
jangka pendeknya, bayi yang terkena hiperbilirubin ini akan bisa
mengalami kegagalan fungsi otak dan dapat menyebabkan kelumpuhan
pada bayi karena saraf yang tidak berfungsi pada tubuh bayi.

3. Kern icterus

Kern mengacu pada ensefalopati bilirubin yang berasal dari deposit


bilirubin terutama pada batang otak (brainsten) dan nucleus
serebrobalas. Warna kuning (jaundis pada jaringan otak) dan nekrosis
neuron akibat toksis bilirubin tidak terkonjugasi (unconjugated
bilirubin) yang mampu melewati sawar darah otak karena
kemudahannya larut dalam lemak (high lipid solubility). Kern ikterus
bisa terjadi pada bayi tertentu tanpa disertai pada bayi tertentu tanpa
disertai jaundis klinis, tetapi umumnya berhubungan lansung pada
kadar bilirubin total dalam serum.

Pada bayi cukup bulan kadar bilirubin dalam serum 20 mg%dl


dianggap berada pada batas atas sebelumnya kerusakan otak dimulai.
Hanya satu gejala sisa spesifik pada bayi yang selamat yakni serebral
palsy koreotetoid. Gejala sisa lain seperti retardasi mental dan
ketidakmampuan sensori yang serius bisa menggambarkan hipoksis,
cedera vaskuler, atau infeksi yang berhubungan dengan kern ikterus
sekitar 70% bayi baru lahir yang mengalami kernikterus akan
meninggal selama periode neonatal.

D. Penyebab Hiperbilirubin
Penyakit kuning dianggap berkepanjangan ketika kondisi
kekuningan berlanjut sampai melebihi 14 hari bagi bayi yang cukup
bulan dan 21 hari bagi bayi prematur. Ini disebabkan karena:

1. ASI sepenuhnya (breast milk jaundice). Penyakit kuning yang


berkepanjangan ini tidak berbahaya pada bayi selama ibu tidak
mengambil obat-obatan tradisional.
2. Memblokir aliran empedu dari hati ke usus yang akhirnya
menyebabkan tinja yang pucat dan urin yang pekat. Namun, hal ini
jarang terjadi.
3. Kekurangan hormon tiroid. Kasus ini sangat jarang, satu dari 4000
kelahiran. Melalui program skrining nasional, semua bayi yang lahir
akan dilakukan pemeriksaan skrining menggunakan darah tali pusat.

E. Ciri-ciri bayi yang terkena Hiperbilirubin

Cara sederhana untuk mengetahui apakah bayi hiperbilirubin adalah :


tekan kulit bayi perlahan pada bagian dada dengan jari dan ini terlihat
terdapat perbedaan warnanya. Lampu neon yang putih biasanya
menyulitkan kita untuk melihat perbedaan warnanya, jadi sebaiknya cek
pada waktu siang hari.

Berikut beberapa gejala bila bayi anda terkena hiperbilirubin:

Kulit bayi dan bagian putih bola mata berwarna kekuningan. Bayi
juga mungkin mengalami kekuningan pada membrane mukosa,
seperti pada gusi dan lidah atau pada kuku tangan dan kaki.
Urine yang berwarna kuning pekat
Kelihatan lelah dan agak rewel
Bayi anda kurang cairan/minum

F. Penilaian
Daera
Luas ikterus Kadar bilirubin
h
1 Kepala dan leher 5
2 Daerah 1 + badan bagian atas 9
Daerah 1, 2 + badan bagian bawah dan
3 11
tungkai
Daerah 1, 2, 3 + lenagn dan kaki di bawah
4 12
dengkul
5 Daerah 1, 2, 3, 4,+ tangan dan kaki
G. Tanda-Tanda Bahaya Yang Harus Diperhatikan

Anda harus mendapatkan pemeriksaan dokter segera jika:

Penyakit kuning terjadi dalam waktu 24 jam setelah lahir.


Peningkatan kekuningan yang cepat.
Bayi Anda mengalami defisiensi G6PD
Anak Anda sebelumnya pernah mengalami ikterus parah.
Bayi Anda terlihat tidak aktif dan tidak mau menyusu.
Kotoran bayi Anda terlihat pucat atau air kencingnya menjadi pekat.

H. Pengobatan penyakit Hiperbilirubin:

Jika kadar bilirubin tidak terlalu tinggi biasanya tidak perlu


pengobatan. Biasanya dokter menyarankan untuk memberikan ASI
atau susu formula lebih sering, serta dijemur pada saat pagi hari
pukul 7 sampai 9 pagi.
Namun bila kadar bilirubin cukup tinggi (di atas 10 mg/dl), maka
harus dilakukan foto terapi.
Bila kadar bilirubin sangat tinggi terdapat kemungkinan dilakukan
tranfusi tukar, karena dapat menyebabkan bayi mengalami
kerusakan otak.

Fototerapi adalah :

Tindakan dimana bayi disinar dengan sinar biru yang diarahkan ke


kulit sehingga terjadi perubahan kimia pada molekul bilirubin di
dalam jaringan bawah kulit, oleh karena itu bilirubin dapat segera
dibuang tanpa perlu dimetabolisme terlebih dahulu oleh hati.
Pada saat dilakukan fototerapi, baju bayi dilepas, mata ditutup untuk
menghindari paparan sinar yang terlalu terang, dan posisi tidur bayi
diubah beberapa kali supaya seluruh tubuh terpapar sinar.

I. Pencegahan Penyakit Kuning Pada Bayi

Karena banyaknya penyebab jaundice, tidak ada langkah pencegahan


khusus yang dapat dianjurkan untuk mencegah terjadinya jaundice.
Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah terjadinya
berbagai penyebab jaundice adalah:

Hindari infeksi virus hepatitis dengan vaksinasi


Hindari konsumsi minuman beralkohol
Jaga berat badan anda tetap dalam batas normal
Kendalikan kadar kolestrol darah anda dengan mengkonsumsi diet
sehat dan seimbang. Hindari mengkonsumsi terlalu banyak makanan
berlemak