Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KIMIA FARMASI ANALISIS

REVIEW JURNAL ANALISIS LOGAM BERAT DALAM SEDIAAN


FARMASI

Disusun oleh :

Nama : Aldo Agustian

NPM : 11161002

Kelas : 2Fa1

SEKOLAH TINGGI FARMASI BANDUNG

Jl. Raya Soekarno Hatta No. 754 Bandung


A. Pendahuluan

Dari hasil review, ketiga penelitian dilakukan karena tingginya konsumsi obat-obatan
herbal di kalangan masyarakat. Masyarakat menganggap bahwa obat-obatan herbal lebih aman
dibandingkan obat-obatan kimia dari barat. Selain itu, masyarakat sangatlah sulit untuk
mendapatkan pengobatan modern obat-obatan kimia dari barat, selain karena biayanya yang
mahal, obat-obatan kimia dari barat sangat sulit diakses oleh sebagian besar masyarakat,
khususnya masyarakat di benua Afrika . Penelitian-penelitian tersebut juga mengacu Pada efek
negative yang disebabkan oleh konsumsi logam-logam berat secara berlebihan. Misalnya timbal,
saat dikonsumsi diluar ambang batas tertentu, timbal ( Pb ) dapat meningkatkan tekanan darah
disertai efek melemahkan terhadap organ organ vital, seperti otak dan ginjal. Sedangkan
keracunan cadmium ( Cd ) dikaitkan dengan sejumlah gangguan pernafasan, gagal ginjal, dan
masalah kardiovaskular. Untuk seng, meskipun tergolong mineral penting, konsumsi seng ( Zn )
yang berlebihan dapat menyebabkan demam, mual, dan kelemahan umum. Begitu juga dengan zat
besi (Fe), meskipun defisiensi zat besi merupakan penyebab anemia, namun terlalu banyak
mengkonsumsi zat besi sangat berbahaya pada anak anak dan bisa menyebabkan gangguan
gastrointestinal dan masalah kulit ( Baby et al, 2003 ). Penelitian-penelitian tersebut juga mengacu
pada tingginya potensi kontaminasi logam berat pada tanaman-tanaman yang digunakan sebagai
formulasi obat herbal. Contohnya untuk jurnal penelitian pertama ( Analisis kandungan logam
berat dalam tanaman obat dari Ghana ), karena tingginya konsumsi obat-obatan herbal di Ghana,
maka pemerintah Ghana membudidayakan tanaman yang digunakan dalam formulasi obat-obatan
herbal di berbagai pelosok negeri. Di Ghana, tingkat kegiatan penambangan logam semakin tinggi,
oleh karena itu tanaman obat yang ada di sana memiliki risiko lebih tinggi untuk berasosiasi
dengan logam berat, sehingga keamanan tanaman obat tersebut sangat diragukan. Selain itu,
tanaman obat yang ada di sana juga berpotensi terkontaminasi oleh logam berat melalui irigasi air,
pestisida, dan pupuk yang terkontaminasi. Dengan tingginya konsumsi obat-obatan herbal beserta
potensi kontaminasi logam berat terhadapnya, maka dilakukanlah penelitian-penelitian tersebut
sebagai upaya untuk menjamin keamanan toksisitas tanaman-tanaman obat bagi para konsumen.
B. Bahan dan Metodologi
a) Bahan

Untuk jurnal pertama, bahan-bahan yang digunakan diantaranya :

15 sampel tanaman obat yang diperoleh dari pasar sentral Kumasi, Gana. Adapun sampel
tanaman obat yang digunakan dalam penelitian tersebut antara lain :

No. Nama latin Nama local Bagian yg Indikasi


tanaman (Ghana) digunakan Terapeutik
1. Vernonia Awonwone Daun Hepatitis B dan C
amygdalina
2. Ocimum viride Eme Daun Pembalut luka,
konjunktivitas
3. Paulinia pinnata Tuoantini Daun Malaria, infeksi
kulit, pembalut luka
4. Azadirachta indica Neem Daun Demam, malaria,
infeksi kulit
5. Ocimum Daun Nunum Daun Batuk, Atsma, TBC,
gratissimum infeksi paru-paru
6. Momordica Nyanya Daun Tukak lambung,
Charantia radang usus besar,
haemoroid
7. Psidium guajava Gauva Daun Antibiotik dan
pembasuh luka
8. Alcohornea Gyamma Daun Diare, Disentri,
cordifolia Bronkhitis
9. Cympopogon Lemon grass Daun Flu, sakit kepala,
citratus tekanan darah tinggi
10. Taraxacum Dandelion Daun Liver, penyakit kulit,
officinale penyakit kantung
empedu
11. Carica papaya Pawpaw Daun Malaria, sakit
lambung, penyakit
genitourinaria
12. Gossypum Cotton leaf Daun Demam, sakit
herbaceum kepala, gangguan
menstruasi
13. Crhomolena Achempong Daun Penyembuh luka
odorata
14. Cassia occidentalis Mofra borodia Daun Penyakit hati dan
batuk rejan
15. Garcinia kola Twepia seed biji Gangguan liver,
infeksi tenggorokan

4 ml H2SO4
2 ml HCLO4
2 ml HNO3
Larutan stok Pb, Cd, Zn, dan Fe dengan konsentrasi 1000 mg/kg
Larutan standar murni konsentrasi 1000 mg/kg Pb, Cd, Zn, dan Fe dari Merck, Jerman.
Sedangkan untuk jurnal kedua, bahan-bahan yang digunakan adalah :
Sampel ekstrak daun tanaman Achacia catechu
Larutan HCL 0,5 %
Larutan hcl 0,1 M
Larutan asam nitrat 0,5 M
Larutan standar arsenic 1000 ppm
Larutan standar cadmium 1000 ppm
Larutan standar Timbal 1000 ppm
Larutan standar merkuri 1000 ppm
Untuk jurnal ketiga, bahan-bahan yang digunakan adalah :

4 sampel obat herbal buatan local produksi perusahaan Pax-Herbal ( Pax-Herbal health
tea, Pax-Herbal potensine, Pax-Herbal malatreat tea, Pax-Herbal black powder ).
Larutan asam nitrat pekat
Larutan asam perklorat
Aquadest
Klorofom
Larutan standar Pb 1000 ppm
Larutan standar Cd 1000 ppm
Larutan standar Zn 1000 ppm
Larutan standar Fe 1000 ppm
b) Metode

Dari hasil review, ketiga penelitian ini menggunakan suatu metode yang sama, yaitu
metode spektrometri serapan atom ( SSA ). Metode ini memang merupakan metode yang paling
banyak digunakan dalam jurnal penelitian internasional, karena tingkat akurasi analisis metode ini
sangatlah tinggi, dan sangat cocok digunakan untuk meneliti analit dengan konsentrasi rendah.
Prinsip metode ini adalah adanya interaksi antara radiasi elektromagnetik dengan sampel. Teknik
ini didasarkan pada emisi dan absorbansi uap atom. Cara kerja metode ini adalah dengan
penguapan larutan sampel, kemudian logam yang terkandung di dalamnya diubah menjadi atom
bebas. Atom tersebut mengarbsorbsi radiasi dari sumber cahaya yang dipancarkan dari lampu
katoda yang mengandung unsur yang akan ditentukan. Banyaknya penyerapan radiasi kemudian
diukur pada panjang gelombang tertentu menurut jenis logamnya.

Untuk jurnal pertama, instrument yang digunakan ialah spektrometri serapan atom jenis
VARIAN SPECTRA AA220 Zeeman ( Varian Kanada ) dengan tungku grafit dan lampu D2 untuk
koreksi latar belakang. Fe, Zn, Cd, dan Pb ditentukan dengan lampu katoda spesifik berongga pada
panjang gelombang mereka masing-masing. Panjang gelombang Fe, Zn, Cd, dan Pb masing-
masing adalah 248,3 nm, 213,0 nm, 228,0 nm, dan 283,0 nm. Secara umum, langkah dari penelitian
ini adalah penghalusan sampel, pembuatan larutan stok logam, validasi metode, analisis dengan
spektrometri, dan analisis statistic data.
Untuk jurnal kedua, instrument yang digunakan adalah spektrometri serapan atom varian
spectra AA600. Langkah umum penelitian ini antara lain pengujian mutu sampel dengan parameter
farmakognotif, penyiapan sampel, penyiapan larutan stok logam, analisis sampel dengan
spektrometri, dan analisi statistic data.

Sementara jurnal penelitian ketiga menggunakan instrument yang sama dengan jurnal
penelitian kedua, yaitu spektrometri serapan atom varian spectra AA600. Dan langkah umumnya
pun sama dengan kedua jurnal di atas.

C. Hasil dan Pembahasan


Untuk jurnal penelitian pertama, didapatkan hasil konsentrasi logam yang
bervariativ dalam sampel. Logam yang dianalisis disini ialah Pb, Cd, Zn, dan Fe.
Konsentrasi semua logam tersebut dari dalam sampel dibandingkan dengan batas
maksimum yang telah ditentukan WHO ( 10 mg/kg untuk Pb, 15 mg/kg untuk Fe, 100
mg/kg untuk seng, dan 0,3 mg/kg untuk Cd ). Diketahui bahwa kadar Pb, Zn, dan Fe yang
terkandung dalam sampel berada pada batas yang masih diperbolehkan oleh WHO,
konsentrasi rata-rata ketiga logam tersebut dalam sampel berturut-turut adalah 0,67 0,03
mg/kg, 0,53 0,02 mg/kg, dan 4,66 0,02 mg/kg. Sementara konsentrasi Cd berada di
atas batas yang ditetapkan WHO, yaitu 0,20 mg/kg. Konsumsi Cd yang berlebihan dapat
mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal ( Palizban, Badii, Asghari, & Nafchi, 2015 ).
Konsentrasi timbal tertinggi tercatat 0,89 0,01 mg/kg pada tanaman T. officinale
( Dandelion ), dan konsentrasi terendah pada G. kola ( biji Twepia ). Sementara empat
sampel tercatat mengandung Cd dengan konsentrasi rata-rata yang jauh lebih besar
daripada yang diizinkan oleh WHO, empat sampel tersebut ialah P. pinnata, O.
gratissimum, C. citratus, dan C. papaya. Untuk seng, konsentrasi tertinggi ditemukan pada
G. kola ( 1,07 0,02 mg/kg ) diikuti oleh C. papaya ( 0,97 0,01 mg/kg ). Dan untuk Fe,
konsentrasi tertinggi tercatat dalam O.gratissimum yaitu 7.06 0.01 mg/kg dan yang
tertinggi kedua dimiliki oleh M.charantia.
Sementara logam yang dianalisis dalam penelitian yang kedua adalah As, Pb, Hg,
dan Cd. Diketahui dari hasil penelitian ini, bahwa konsentrasi semua logam tersebut dalam
sampel Acacia catechu berada dalam batas yang diperbolehkan oleh WHO. Analisis
statistic dilakukan pada sampel, kehadiran logam dalam sampel dinyatakan sebagai
konsentrasi rata-rata logam ( ppm ) SD. Tidak ada kandungan logam yang signifikan
yang terkandung di dalamnya. Berikut tabel kandungan logam berat dalam sampel ekstrak
tanaman Achacia catechu :

No Logam Batas yang diiznkan WHO Nilai pengamatan ( ppm ) SD


berat ( ppm )
1. Arsenic Tidak lebih dari 2 ppm 0,0008 0,039
2. Cadmium Tidak lebih dari 1 ppm 0,0004 0,029
3. Timbal Tidak lebih dari 3 ppm 0,002 0,045
4. Mercury Tidak lebih dari 1 ppm 0,0002 0,002

Dan untuk jurnal penelitian yang ketiga, logam yang dianalisis disini adalah Pb,
Cd, Zn, Fe, dan Cobalt. Pada hasil penelitian, ditemukan kandungan Pb yang tinggi dari
salah satu sampel sediaan herbal, yaitu sekitar 102,2 mg,kg dalam Pax-Herbal health tea.
Hal tersebut bisa memberi dampak negative bagi para konsumen, efek negatife dari
konsumsi Pb berlebih selalu dikaitkan dengan masalah keguguran pada wanita dan
gangguan saraf sensorik pada pria. Sementara untuk kandungan logam lainnya masih
berada dalam batas yang diperbolehkan oleh WHO. Konsentrasi cadmium berada pada
kisaran 0,249 0,010 mg/kg, yang tertinggi tercatat pada Pax-Herbal health tea, yaitu
4,065 mg/kg Keracunan Cd bisa menyebabkan gangguan tubulus ginjal dan anemia. Untuk
seng, konsentrasi rata-rata seng pada semua sampel berada di kisaran 14,638 mg/kg.
Konsentrasi tertinggi ditemukan pada Pax-Herbal health tea. Keracunan Zn dapat
menyebabkan kram perut, iritasi kulit, dan muntah, keracunan tingkat tinggi dapat merusak
pancreas dan mengganggu metabolism protein. Untuk Fe, konsentrasi tertinggi ditemukan
pada Pax-Herbal potensine ( 269,074 mg/kg ), dan terendah pada Pax-Herbal health tea
88,557 mg,kg ). Keracunan besi dapat menyebabkan gastritis nekrotikranat parah,
pendarahan, Alzheimer, DM, dan penyakit neurodegenerative lainnya. Dan untuk cobalt,
konsentrasi tertinggi ditemukan pada Pax-Herbal potensine dan terendah ditemukan pada
Pax-Herbal malatreat tea. Keracunan cobalt dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti
gangguan penglihatan, hipotiroidsme, neuropati perifer, kardiomiopati, dan gangguan
pendengaran.
D. Kesimpulan
Dari hasil review, ketiga jurnal penelitian memiliki kesimpulan tersendiri. Jurnal
pertama menyimpulkan jika dia menemukan kandungan Cd yang melebihi batas yang
diizinkan WHO dalam salah satu sampel tanaman obat. Logam Pb, Zn, dan Fe hadir dalam
semua sampel dengan konsentrasi dalam batas yang ditetapkan WHO. Meninjau hasil
penelitiannya, peneliti pertama menekankan bahwa ada kebutuhan untuk terus memantau
tanaman obat local dan formulasinya dengan pengembangan rutin untuk menjaga
keselamatan dari masyarakat yang mengkonsumsi obat-obat herbal tersebut.
Jurnal kedua menyimpulkan bahwa kandungan logam berat dalam ekstrak daun
Achacia catechu berada di bawah batas standart yang ditentukan. Pengujian harus
dilakukan untuk setiap batch produksi ekstrak daun Achacia catechu untuk memastikan
apakah batas kandungan logam beratnya terkendali atau tidak. Dari penelitian yang
dilakukan, peneliti kedua menyimpulkan bahwa sampel ekstrak daun Achacia catechu
yang dianalisis aman untuk digunakan dalam pengobatan.
Jurnal ketiga menyimpulkan bahwa jika dilihat dari sudut toksikologi, semua
sampel sediaan herbal aman dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan pada pasien jika
dikonsumsi sesuai dengan dosis yang ditetapkan oleh pabrikan. Asupan harian logam berat
dari sediaan herbal yang dianalisis berada di bawah asupan harian logam berat maksimum
yang diperbolehkan oleh WHO.
E. Pustaka
Jurnal 1 : Nkansah, M.A, Hayford, S.T, Barquaye, L.S, and Ephraim, J.H.
2016. Heavy metal contents of some medicinal herbs from Kumasi, Ghana.
Cogent Environmental Science : Kumasi, Ghana.
Jurnal 2 : Lakshmi, T, Rajendran, R, and Silvester, Anthony. 2013. Evaluation
of heavy metals in ethanolic extract of Acacia catechu as indicator of pollution
by atomic absorption spectrometric analysis. IRJP : Bangalore, India.
Jurnal 3 : Vaikosen, N. Edebi and Alade, O. Gideon. 2011. Evaluation of
pharmacognostical parameters and heavy metals in some locally manufactured
herbal drugs. IRJP : Wilberforce Island, Nigeria.