Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN

PRAKTEK LABOR BAHAN


(UJI TARIK)
Disusun oleh :

NAMA : ARAHMAN RAMADHAN

NO. BP : 1101012023

KELAS : 2 C REGULER

JURUSAN : TEKNIK MESIN

INSTRUKTUR : Ir. M. ELFIAN HADI, MT

POLITEKNIK NEGERI PADANG


2012/2013
NILAI :

LAPORAN PRAKTEK

Objek :

Uji tarik

Instruktur :

Ir. M. ELFIAN HADI, MT


Oleh :

Nama Dahlil saputra


No. Bp 1101011010
Kelas 2c reguler
Kelompok 5
Anggota 1.Hamdani
2. Jefri rianda
3. Ade fernando
4.

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN DAN METROLOGI

JURUSAN TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI PADANG

PADANG

2012
+
Kata Pengantar

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT. Yang


telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua ,
sehingga penulis dapat menyelesaikan praktikum labor bahan
sekaligus menyusun laporannya dengan baik dan benar. Selwat
beserta salam kita doakan kepada nabi Muhammad SAW. Yang telah
membawa umatnya dari zaman jahiliah ke zaman yang ber ilmu
pengetahuan seperti sekarang ini.
Terimakasih penulis ucapkan kepada bapak Ir.M. Elfian Hadi,
Mt selaku pembimbing dalam praktikum uji tarik. Yang telah
memberikan arahan selama melaksanakan praktikum labor bahan
politeknik. Dan kepada teman teman yang telah memberikan
dukungan dan bantuan sehingga praktikum dan penyusunan laporan
ini dapat di selesaikan tepat pada waktunya.
Penulis menyadari dalam penyusunan laporan ini masih banyak
kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun untuk kebaikan dimasa yang akan datang. Atas
perhatiannya penulis ucapkan terimakasih.

Padang,17 Oktober 2012

Penulis
Daftar isi

Kata pengantar

Daftar isi

BAB I : PENDAHULUAN

BAB II : LANDASAN TEORI

BAB III : ALAT DAN BAHAN

III.1 ALAT

III.2 BAHAN

BAB IV : PERCOBAAN

IV.1 LANGKAH PERCOBAAN

IV.2 DATA PERCOBAAN


BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Di zaman era globalisasi ini, persaingan di dunia industri sangatlah ketat


sehingga menuntut kita untuk menjadi sosok individu yang berkompeten.
Politeknik merupakan salah satu wadah yang memiliki tujuan untuk mendidik
menuju hal tesebut. Dalam prosesnya politeknik menyediakan aplikasi-aplikasi
yang dapat membantu meningkatkan keterampilan para mahasiswa, salah satu
aplikasi yang disediakan adalah praktikum labor bahan.

Salah satu dari praktikum di pengujian bahan adalah uji tarik. Uji tarik
adalah suatu pengujian bahan yang bertujuan untuk menentukan tegangan tarik
suatu bahan dengan cara memberi beban tarik terhadap bahan yang akan
diujikan

I.2 Tujuan : 1. Untuk mengetahui kekuatan tarik suatu bahan

2. untuk mengetahui yield point suatu bahan

3. untuk menghitung prosentase perpanjangan dan prosentase


pengurangan luas penampang (konstraksi)

4. analisa terhadap kerusakan bahan

5. untuk mengetahui modulus elastisitas (E) bahan

6. untuk menggambarkan dan menganalisa diagram tegangan dan


regangan
BAB II

LANDASAN TEORI

REGANGAN ( A )
Perbandingan antara pertambahan panjang (L = Lu Lo ) dengan
panjang batang mula mula ( Lo ) disebut regangan.

() ()
Regangan =

L
A=

Jika batang uji patah tidak pada tengah tengah antara dua titik
ukuran dan jarak patahannya kurang dari sepertiga panjangnya
terhadap salah satu titik maka, maka penentuan regangan adalah sbb:
Sebelum batang diuji, panjang Lo dibagi 10 bagian yang sama, yang
kemudian kita sebut N ( 10 ). Jika n = jumlah bagian A-B, dimana A
adalah titik yang diambil dari bagian patah terpendek.

Perpanjangan sesudah patah ditentukan seperti gambar berikut :

1. Jika N-n adalah genap

Ab + 2 BC Lo
= 100%
Lo

2. Jika N-n adalah ganjil


+ +
= 100%

Elastisitas
Jika batang ditarik dan mengalami regangan tetapi bila beban di tarik
di hilangkan batang kembali seperti semula, maka hal ini dikatakan
elastisitas.
Tegangan modulus elastisitas ( Modulus young )
Dalam menentukan hubungan antara beban dan regangan, penampang
batang harus diketahui, dengan demikian tegangan yang bekerja dapat
ditentukan.

Perbandingan antara tegangan dan regangan elastis disebut modulus


elastisitas (Modulus young)


() =

Modulus elastisitas suatu bahan penting sekali bagi ahli teknik jika
akan merencanakan konstruksi.
Batas proposionalitas dan batas elastis
Sampai pada suatu titik yang disebut batas proposionalitas, tegangan
sebanding dengan regangan maka grafiknya menunjukuan garis lurus.
Jika sampai pada batas elastis tegangan tidak lagi sebanding dengan
regangan. Jika beban di hilangkan maka panjang batang akan kembali
seperti semula.
Sebagai catatan bahwa secara praktis bisa dianggap batas
proposionalitas dan batas elastis tiada berbeda.
Yield point (batas lumer)
Jika beban yang bekerja pada batang uji di teruskan sampai diluar
batas elastisitas akan terjadi secara tiba tiba perpanjangan permanen
dari suatu batang uji. Ini disebut Yield point (batas lumer), dimana
regangan meningkat sekalipun tiada peningkatan tegangan (hanya
terjadi pada baja lunak).

Yield strength/proof stress


Untuk beberapa logam paduan non ferro dan baja baja keras yield
point sukar di deteksi begitu pula batas limitnya.oleh karena itu
dinytatakan perpanjangan non proporsional adalah 0,2 %
Ultimate tensile strength (tegangan tarik)
Tegangan nominal maksimum yang ditahan oleh batang uji sebelum
patah disebut tegangan tarik yaitu merupakan perbandingan antara
beban maksimum yang dicapai selama percobaan tarik dan
penampang mula mula.

Pengecilan penampang (konstrksi)



=


= 100%

BAB III

ALAT DAN BAHAN

I.1 Alat

1. Universal testing machine


2. Dynamometer
3. Vernier caliper
4. Micrometer
5. Spidol permanen
6. High gauge
7. Dial indicator
8. Surface plate
9. V blok dan klem

I.2 Bahan

1. Test piece (batang uji)/ St 37


BAB IV
PERCOBAAN

IV.1 Langkah percobaan


1. Persiapkan peralatan yang digunakan
2. Ukr batang uji Lo dibagi menjadi 10 bagian yang sama
3. Hidupkan mesin hidrolik dengan menekan pump onsehingga
pump lampnyala
4. Biarkan beberapa menit (15menit) sebagai pemanasan awal
5. Pasang batang uji pada penjepit (clamping head) dari mesin
tarik, jika posisi dari penjepit tidak tepat maka diatur dengan
cara memutar tombol cross head adjuntuk menaikan pada
posisi up dan untuk menurunkan pada posisi down
6. Pasang dial indicator untuk mengamati pertambahan panjang
slama proses pengujian
7. Menentukan skala beban (dengan memutar tombol range) dan
skala grafik(pada roda disamping kiri dynamometer)
8. Memberikan beban tarik dengan cara memutar tombol speed
control valve pada posisi load
9. Amati pertambahan panjangnya pada dial indikator dan
pertambahan gayanya pada dynamometer
10.Setelah benda uji putus :
- Batang uji dilepaskan dari jepitannya
- Catat ukuran yang diperlukan
- Turunkan clamping headpada posisi semula dengan
menekan tombolspeed control valvedengan pelan pelan
sampai pada posisi return
- Matikan mesin hidrolik dengan menekanpump off"
IV. 2 Data percobaan
BAB V
PENUTUP

V.1 SARAN

adapun saran yang dapat diberikan ialah :

jenis benda uji yang dimiliki ketika praktek tidak begitu berfariasi untuk itu
diharapkan agar jenis benda uji ditambah lagi dengan itu pengetahuan masiswa didik akan
lebih besar jika mengetahui proses pengujian seluruh benda uji logam.

DAFTAR PUSTAKA
Course note Labor pengujian bahan dan metrologi I, jurusan teknik mesin

Politeknik negeri padang. 2013.