Anda di halaman 1dari 269

PLAGIAT

PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN METODE MIND


MAPPINGPADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP PANGUDI
LUHUR 1 YOGYAKARTA DITINJAU DARI MOTIVASI, KEAKTIFAN,
DAN PRESTASI BELAJAR SISWA

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Matematika
Program Studi Pendidikan Matematika

Disusun Oleh:
YULIANA PEBRI HERIAWATI
NIM: 111414052

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015

i
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

iii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang

apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal

keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan

dengan ucapan syukur (Filipi 4: 6)

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia

yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4: 13)

Dengan Penuh Cinta dan Rasa Syukur

Skripsi ini kupersembahkan untuk:

Tuhan Yesus dan Bunda Maria

Kedua orangtuaku, adikku, dan Mas Awang

Seluruh keluarga besar dan sahabat-sahabatku

Almamaterku tercinta Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

iv
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

v
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

vi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ABSTRAK

Yuliana Pebri Heriawati. 2015. Penerapan Pendekatan Saintifik dengan Metode


Mind Mappingpada Pembelajaran Matematika di SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta Ditinjau dari Motivasi, Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa.
Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika. Jurusan Pendidikan
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan penerapan


pendekatan saintifik dengan metode mind mappingserta motivasi belajar, keaktifan
dan prestasi belajar siswa pada pembelajaran matematika yang menggunakan
pendekatan dan metode tersebut pada materi unsur-unsur lingkaran. Penelitian ini
merupakan penelitian eksploratif yang bersifat deskriptif. Penelitian dilaksanakan
pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Subyek penelitian ini adalah siswa-
siswi Kelas VIII B SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

Instrumen dalam penelitian ini meliputi instrumen pembelajaran yang berupa


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Instrumen pengumpulan data berupa non
tes meliputi lembar keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
lembar pengamatan keaktifan, kuisoner motivasi belajar, dan wawancara. Sedangkan
instrumen pengumpulan data berupa tes meliputi Tes Kemampuan Awal (TKA) dan
Tes Prestasi Belajar (TPB). Sebelum digunakan, semua instrumen dikonsultasikan
dengan dua pakar, yaitu dosen pembimbing dan guru matematika di Kelas VIII B.
Tes Prestasi Belajar (TPB) dilakukan juga uji validitas dan reliabilitas. Semua
instrumen sudah dinyatakan memenuhi syarat yang ditetapkan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Penerapan pendekatan saintifik


dengan metode mind mappingpada materi unsur-unsur lingkaran di Kelas VIII B
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dapat terlaksana dengan baik dengan persentase
keterlaksanaan sebesar 86,46%. (2) Motivasi belajar siswa tergolong tinggi dengan
persentase motivasi belajar pada kategori sangat tinggi sebesar 10,81%, persentase
pada kategori tinggi sebesar 72,97% dan persentase pada kategori sedang sebesar
16,22%. (3) Siswa tergolong sangat aktif dengan persentase keaktifan belajar pada
kategori sangat tinggi sebesar 56,76% dan pada kategori tinggi sebesar 43,24%. (4)
Prestasi belajar siswa pada materi unsur-unsur lingkaran secara keseluruhan
tergolong baik dengan nilai rata-rata 72,1; dengan rincianpersentase prestasi belajar
siswa pada kategori sangat baik sebesar 37,84%, persentase prestasi belajar siswa
pada kategori baik sebesar 35,13%, persentase pada kategori cukup sebesar 18,92%
dan persentase pada kategori kurang sebesar 8,11%.

Kata kunci: Pendekatan saintifik, mind mapping,motivasi belajar, keaktifan, prestasi


belajar, unsur-unsur lingkaran.

vii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ABSTRACT

Yuliana Pebri Heriawati, 2015. The Implementation of Scientific Approach


using Mind Mapping Method in the Teaching of Mathematics in SMP Pangudi
Luhur 1 Yogyakarta,based on Motivation, Activeness and Students Learning
Achievement of Students. Undergraduate Thesis. Mathematics Education Study
Program, Department of Mathematics and Science Education, Faculty of
Teacher Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta.

This researchwasaimed to know the implementation of scientific approach


using mind mapping method on the basis of learning motivation, activeness and
students learning achievement in mathematics learning on the topic of the elements
of a circle. This research was anexplorative and descriptive research. The research
was conducted in the second semester of the academic year 2014/2015. The subjects
of this study were students of Class VIII B of SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

The instruments in this research included learning instruments such as Lesson


Implementation Plan (RPP). The data collection instruments were in the form of non-
tests, includingthe implementation of LessonImplementation Plan (RPP),
observation sheets, learning motivation questionnaire, and interviews. The data
collection instruments were in the formof tests,including Initial Ability Test (TKA)
and Achievement Test (TPB). Before being used, all instruments were consulted to
experts, namely the research supervisor and the mathematics teacher for Class VIII
B.The validity and reliability ofthe Achievement Tests (TPB) were also investigated.
All the instruments had been found to comply with the specified requirements.

The results showed that: (1) The implementation of the scientific approach
using mind mapping methodon the topic of the elements of a circle in Class VIII B of
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta had been done well with the implementation
percentage of 86.46%. (2) Some students' learning motivation was high, with the
percentage of learning motivation score was in the very high category. The number
of those students was 10.81%, the percentage of students who werein the high
category was 72.97% and the percentangeof students in the fair category was
16,22%. (3) Some students wereclassified as very active with the learning activeness
percentage being in the very high category. The number of those students was
56.76%, and the percentage of students who were in the high category was 43.24%;
(4) Students learning achievement on the topic of the elements of a circle wasgood
with the average grade of 72,1. The percentage of students whose learning
achievement was in the very good category was 37.84%, the percentage of students
whose learning achievement was in the good category was 35,13%,and the
percentage of students in the fair category was 18.92%, and the percentage of
students who were in the poor categorywas 8.11%.

Keywords: scientific approach, mind mapping, activeness, learning achievement,


elements of a circle

viii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat

yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

Penerapan Pendekatan Saintifik Dengan Metode Mind Mapping pada Pembelajaran

Matematika di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Ditinjau dari Motivasi, Keaktifan,

dan Prestasi Belajar Siswa guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika.

Selama proses penyusunan skipsi ini, penulis mendapatkan banyak

pengalaman, hambatan dan rintangan. Namun berkat kuasa Tuhan dan berkat

bantuan, dukungan, dan motivasi dari berbagai pihak maka penulis dapat

menyelesaikan skipsi ini.

Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih

kepada:

1. Bapak Rohandi, Ph. D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan

2. Bapak Dr. M. Andy Rudhito, S.Pd., selaku ketua Program Studi Pendidikan

Matematika yang telah memberi ijin kepada penulis untuk melakukan

penelitian.

3. Bapak Prof. Dr. St. Suwarsono, selaku dosen pembimbing yang telah

menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran yang dengan sabar membimbing

penulis dalam penyusunan skipsi ini.

ix
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

4. Segenap dosen dan seluruh staf sekretariat JPMIPA atas segala bantuan dan

pelayanan yang diberikan.

5. Br. Yosep Anton Utmiyadi FIC, S.S., selaku kepala SMP Pangudi Luhur 1

Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan

penelitian di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

6. Ibu Melania Eva Wulanningtyas, S. Pd., selaku guru bidang studi matematika

SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah membantu dan membimbing

penulis selama proses penelitian.

7. Siswa-siswi kelas VIII B SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran

2015/2016 sebagai subjek penelitian yang telah membantu penulis selama

melakukan penelitian.

8. Bapak Herigogo dan Ibu Victoria Tri Mawarti, orangtuayang kucintai yang

selalu memotivasi dan mendukung penulis baik dari segi moril maupun

materil.

9. Adikku Yanuarius Hermawan yang selalu memberikan semangat dan

keceriaan kepada penulis.

10. Allexander Gumawang yang dengan cintanya selalu memotivasi dan

mendukung penulis selama penulisan skipsi ini.

11. Keluarga besar di Jawa dan Kalimantan yang telah turut memberikan doa dan

dukungannya.

12. Sahabat- sahabatku Putri, Mita, Reta, Erica, Naldys, Neri, Yunda, Yoanna,

Vonti, Prapti, Veni, Singgih, Igor, Sabma, Septi, Rida, Ana, Dani, Elsadan

Yanti yang selalu membantu, memotivasi, dan mendukung penulis.

x
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

xi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.............................................. ii

HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN....................................................................... iv

HALAMAN KEASLIAN KARYA................................................................. v

LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH....................... vi

ABSTRAK....................................................................................................... vii

ABSTRACT...................................................................................................... viii

KATA PENGANTAR..................................................................................... ix

DAFTAR ISI.................................................................................................... xii

DAFTAR TABEL............................................................................................ xv

DAFTAR GAMBAR....................................................................................... xvii

DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................xviii

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang................................................................................... 1

B. Identifikasi Masalah........................................................................... 6

C. Rumusan Masalah.............................................................................. 6

D. Tujuan Penelitian............................................................................... 7

E. Penjelasan Istilah............................................................................... 8

F. Manfaat Penelitian............................................................................. 10

xii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB II. LANDASAN TEORI

A. Belajar ............................................................................................... 11

B. Belajar Matematika............................................................................ 11

C. Pendekatan Saintifik........................................................................... 12

D. Mind Mapping (Peta Pikiran)............................................................. 17

E. Perbedaan Peta Pikiran (Mind Map) dengan Peta konsep (Concep

Map)................................................................................................... 26

F. Motivasi Belajar................................................................................. 27

G. Keaktifan........................................................................................... 33

H. Prestasi Belajar.................................................................................. 34

I. Materi Pembelajaran.......................................................................... 37

J. Kerangka Berpikir............................................................................. 44

BAB III. METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian................................................................................... 46

B. Subjek Penelitian................................................................................ 46

C. Objek Penelitian................................................................................. 46

D. Perumusan Variabel-variabel............................................................. 47

E. Bentuk Data....................................................................................... 47

F. Metode Pengumpulan Data................................................................ 48

G. Instrumen Penelitian........................................................................... 50

H. Metode/ Teknik Analisis Data........................................................... 60

I. Prosedur Pelaksanaan Penelitian........................................................ 66

xiii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

J. Penjadwalan Waktu Pelaksanaan Penelitian...................................... 68

BAB IV. PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA DAN

PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan Penelitian.......................................................................... 69

B. Penyajian Data...................................................................................... 80

C. Analisis Data......................................................................................... 86

D. Pembahasan............................................................................................116

E. Kelemahan-kelemahan Pembelajaran yang Menggunakan

Pendektan Saintifik dengan Metode Mind Mapping............................ 123

F. Keterbatasan-keterbatasan Selama Penelitian....................................... 124

BAB V. PENUTUP

A. Kesimpulan........................................................................................... 125

B. Saran..................................................................................................... 127

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 129

xiv
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Hubungan Antar Unsur-Unsur Lingkaran........................................ 43

Tabel 3.1 Rencana Pembelajaran...................................................................... 51

Tabel 3. 2 Indikator Angket Motivasi Belajar.................................................. 52

Tabel 3. 3 Kisi-kisi Observasi Kerja Kelompok............................................... 55

Tabel 3.4 Kisi-kisi Tes Kemampuan Awal....................................................... 53

Tabel 3.5 Kisi-kisi Tes Prestasi Belajar............................................................ 55

Tabel 3.6 Skor Maksimal Per Butir Soal Tes Kemampuan Awal.....................60

Tabel 3.7 Kategori Nilai Tes ............................................................................ 60

Tabel 3. 8 Skor Maksimal Per Butir Soal Tes Prestasi..................................... 61

Tabel 3.9 Kategori Persentase........................................................................... 62

Tabel 3. 10 Kriteria Penilaian Angket Motivasi............................................... 63.

Tabel 3. 11 Pedoman Analisis Hasil Wawancara............................................. 64

Tabel 3. 12 Penjadwalan Penelitian.................................................................. 68

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Tes Prestasi Belajar............................................ 69

Tabel 4.2 Keterlaksanaan Pembelajaran........................................................... 80

Tabel 4.3 Hasil Kuisoner Motivasi Belajar Siswa............................................ 82

Tabel 4.4 Keaktifan Siswa Saat Kerja Kelompok............................................ 83

Tabel 4.5 Hasil Tes Kemampuan Awal Siswa................................................. 84

Tabel 4. 6 Hasil Tes Prestasi Belajar Siswa..................................................... 85

Tabel 4. 7 Analisis Kuisoner Motivasi Belajar Siswa...................................... 90

Tabel 4. 8 Persentase Banyak Siswa Sesuai Motivasi Belajar......................... 91

xv
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Tabel 4. 9 Analisis Keaktifan Belajar Siswa.................................................... 93

Tabel 4. 10 Persentase Banyak Siswa Sesuai Keaktifan Belajar..................... 94

Tabel 4.11 Analisis Kemampuan Awal Siswa................................................. 96

Tabel 4.12 Persentase Banyak Siswa Sesuai Kemampuan Awal..................... 97

Tabel 4.13 Analisis Tes Prestasi Belajar Siswa................................................ 99

Tabel 4. 14 Persentase Banyak Siswa Sesuai Prestasi Belajar......................... 100

Tabel 4.15 Hasil Wawancara........................................................................... 102

Tabel 4.16 Hasil Observasi Umum Pertemuan Pertama.................................. 112

Tabel 4.17 Hasil Observasi Umum Pertemuan Kedua..................................... 113

xvi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Contoh Mind Map Tentang Global Warming............................... 26

Gambar 2.2 Contoh Concept Map Tentang Pengolahan Data.......................... 28

Gambar 2.3 Lingkaran P................................................................................... 37

Gambar 2.4 Lingkaran O dengan busur minor ........................................... 38

Gambar 2.5 Lingkaran Pdengan busur mayor .......................................... 38

Gambar 2.6 Lingkaran Pdengan jari-jari ................................................... 39

Gambar 2.7 Lingkaran P dengan diameter .................................................. 39

Gambar 2.8 Lingkaran P dengan tali busur .................................................. 40

Gambar 2.9 Lingkaran O dengan Apotema ................................................ 41

Gambar 2.10 Lingkaran O dengan juring minor AOB..................................... 41

Gambar 2.11 Lingkaran Pdengan juring mayor JPG....................................... 41

Gambar 2.12 Lingkaran O dengan tembereng minor AB................................. 42

Gambar 2.13 Lingkaran P dengan tembereng mayor JG.................................. 42

Gambar 2.14 Lingkaran O dengan Sudut pusat AOB.................................... 43

Gambar 4.1 Contoh Hasil Mind Map Karya Siswa.......................................... 79

Gambar 4.2Diagram Persentase Motivasi Belajar Siswa................................. 92

Gambar 4.3 Diagram Persentase Keaktifan Belajar Siswa............................... 95

Gambar 4.4 Diagram Persentase Kemampuan Awal Siswa............................. 98

Gambar 4.5 Diagram Persentase Prestasi Belajar Siswa.................................. 101

xvii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)........................................... L1

2. Lembar Aktifitas Siswa (LAS).............................................................. L14

3. Instrumen Kuisoner Motivasi Belajar Siswa......................................... L19

4. Instrumen Lembar Observasi Siswa dalam Kelompok......................... L21

5. Instrumen Lembar Observasi Siswa Secara Umum.............................. L23

6. Instrumen Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran................ L25

LAMPIRAN B

1. Soal Tes Kemampuan Awal Siswa dan Jawaban.................................. L29

2. Soal Tes Prestasi Belajar Siswa dan Jawaban....................................... L31

LAMPIRAN C

1. Validitas Soal Tes Prestasi Belajar Siswa............................................. L34

2. Tabel Nilai-nilai r Product Moment...................................................... L45

3. Reliabilitas Soal Tes Prestasi Belajar Siswa......................................... L46

LAMPIRAN D

1. Daftar Skor Kuisoner Motivasi Belajar Siswa...................................... L48

2. Daftar Skor Keaktifan Belajar Siswa.................................................... L50

3. Daftar Nilai Tes Kemampuan Awal Siswa........................................... L57

4. Daftar Nilai Tes Prestasi Belajar Siswa................................................ L58

LAMPIRAN E

1. Lembar Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran.................... L59

xviii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

2. Lembar Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa dalam Kelompok............ L71

3. Lembar Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa secara Umum.................. L79

4. Trankrip Wawancara.............................................................................. L85

5. Foto Pelaksanaan Pembelajaran............................................................ L92

LAMPIRAN F

1. Contoh Hasil LAS................................................................................. L94

2. Contoh Hasil Kuisoner Motivasi Belajar.............................................. L104

3. Contoh Hasil Tes Kemampuan Awal Siswa......................................... L110

4. Contoh Hasil Prestasi Belajar Siswa..................................................... L113

LAMPIRAN G

1. Surat Ijin Penelitian............................................................................... L119

2. Surat Keterangan Telah melaksanakan Penelitian................................ L120

xix
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan interaksi antar faktor yang terlibat di dalamnya

guna mencapai tujuan pendidikan. Proses sederhana yang menggambarkan

interaksi unsur pendidikan dapat secara jelas dilihat dalam proses belajar

yang terjadi di lembaga pendidikan formal, tepatnya di kelas, yaitu manakala

guru mengajarkan nilai-nilai ilmu dan keterampilan kepada murid dan karena

murid menerima pengajaran tersebut terjadilah apa yang dinamakan proses

belajar (S, Tatang: 2012). Pendidikan bertujuan untuk membantu

perkembangan proses peserta didik ke arah yang lebih baik. Sistem

Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan bertujuan mencerdaskan

kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya.

Proses belajar yang dilakukan peserta didik tentunya menggunakan kerja

otak. Menurut Sutanto Widura (2008 : 5), otak kiri cenderung bekerja dangan

hal-hal yang berhubungan dengan kata, angka, analisa, logika, perhitungan.

Sedangkan otak kanan berhubungan dengan gambar, irama, dimensi,

imajinasi. Penggunaan otak kiri dan otak kanan secara aktif, sinergis dan

seimbang akan menghasilkan hasil yang lebih baik dibanding penggunaan

salah satu otak saja. Kalimat yang terlalu banyak akan sulit dan lama

mengingatnya, dan kurang disukai otak. Jika tidak disukai otak maka

1
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2

motivasi belajar pun akan menurun. Semakin menurun motivasi belajar,

materi pelajaran yang mudah pun akan terasa sulit.

Menurut Hudojo (1988), matematika sebagai ilmu yang berkenaan

dengan ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan

penalarannya deduktif sering dinilai sebagai ilmu yang sulit yang

menyebabkan kurangnya minat siswa dalam mengikuti pelajaran matematika.

Selain itu, kurangnya minat siswa bisa timbul akibat bentuk cacatan yang

kerap kali berbentuk kalimat-kalimat yang disusun secara linier ke bawah

atau yang disebut linear note. Menurut Doni Swadarma (2013:4) cara

penulisan berbentuk linear note memiliki beberapa kelemahan, yaitu

monoton, membosankan dan kaku, sulit untuk melihatnya secara utuh, hanya

terpusat pada otak kiri saja, sukar untuk mencari kata kunci dan melihat

hubungan antar subbagian. Kurangnya minat siswa tersebut berdampak pada

kurangnya motivasi belajar sehingga siswa menjadi malas untuk mengikuti

proses pembelajaran sehingga dapat menyebabkan turunnya prestasi belajar.

Proses pembelajaran di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta masih

berpusat pada guru. Hal tersebut terlihat saat peneliti melakukan observasi di

kelas VIIIB yang juga disetujui oleh guru saat dilakukan wawancara. Guru

mengatakan bahwa masih kesulitan untuk mengaktifkan siswa, pembelajaran

masih sering terpusat pada guru dan beberapa siswa juga masih terlihat

enggan untuk belajar. Hasil observasi menunjukan bahwa ada siswa yang

motivasi belajarnya masih rendah, hal tersebut ditunjukan dari tingkahlaku

siswa yang kurang semangat dan kurang aktif selama pembelajaran. Siswa
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3

kerap kali tidak mendengarkan penjelasan guru bahkan mengganggu

temannya ketika proses pembelajaran. Pendekatan dan metode pembelajaran

pun masih tradisional, guru masih belum memberikan inovasi pada kegiatan

inti pembelajaran. Proses pembelajaran yang dilakukan masih sering

didominasi satu arah yaitu dari guru dan metode pembelajaran pun masih

berupa ceramah yang kerap kali membuat siswa bosan.

Permasalahan-permasalahan yang timbul menarik peneliti untuk meneliti

pendekatan pembelajaran dan metode seperti apa yang sesuai untuk lebih

mengaktifkan siswa dan memotivasi siswa sehingga pembelajaran tidak

terpusat pada guru saja. Metode yang diharapkan mampu menyeimbangkan

kerja otak sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar, keaktifan dan

prestasi belajar siswa. Motivasi sebagai suatu pendorong sangat penting

dalam proses pembelajaran, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi

dalam belajar akan sulit melakukan aktifitas belajar. Banyak faktor yang

mempengaruhi timbulnya motivasi belajar, salah satunya yaitu pengalaman

belajar. Pengalaman belajar yang menyenangkan akan mendorong individu

untuk semakin memiliki rasa ingin tahu dan ingin mendalami materi yang

diajarkan, hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada prestasi belajarnya.

Pengalaman belajar pada proses pembelajaran di kelas berhubungan dengan

pendekatan dan metode pembelajaran yang diterapkan. Pendekatan dan

metode belajar yang menarik akan dapat memotivasi siswa dalam belajar dan

lebih mengaktifkan siswa.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4

Pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang lebih menekankan pada

keaktifan siswa. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan

pemahaman pada peserta didik dalam mengenal dan memahami berbagai

materi menggunakan pendekatan ilmiah, informasi bisa berasal darimana saja

tidak bergantung informasi searah dari guru (Hosnan, 2014). Pendekatan ini

bertujuan agar peserta didik secara aktif berproses saat pembelajaran

berlangsung, khususnya dalam mengkontruksi suatu konsep, prinsip atau sifat

melalui beberapa tahapan. Pendekatan ini sekiranya sesuai dalam

memberikan ruang pada siswa untuk lebih bereksplorasi dan menyalurkan

pendapat dan/atau kreatifitasnya. Pendekatan ini diharapkan mampu untuk

memunculkan daya tarik dan motivasi bagi peserta didik dalam mengikuti

proses pembelajaran.

Metode mind mapping atau metode peta pikiran merupakan metode yang

melatih peserta didik untuk menyajikan materi dengan pemetaan pikiran.

Mind mapping adalah cara mencatat yang kreatif dan efektif yang akan

memetakan pikiran-pikiran. Peserta didik diajak untuk menuangkan

pengetahuan mereka ke dalam sebuah mind map. Selain mendapatkan

gambaran keseluruhan mengenai materi pelajaran, pada saat yang sama detail

informasi dapat terlihat dengan mudah sehingga informasi yang telah

dikelompokkan tersebut akan mudah diingat. Penggunaan gambar dan

ilustrasi dalam belajar akan mengaktifkan otak kanan dan menyeimbangkan

otak kiri. Kata-kata dalam sebuah mind map juga saling berhubungan dan

menerangkan satu sama lain dengan pusat mind map berada di tengah-tengah
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
5

kertas agar menarik perhatian mata dan otak. Sesuatu yang menarik perhatian

mata dan otak pasti akan menyebabkan mudah fokus (Buzan, Tony: 2008).

Berdasarkan hasil wawancara guru diketahui bahwa salah satu materi

yang kerap kali masih kurang dimengerti siswa khususnya siswa Sekolah

Menengah Pertama (SMP) kelas VIII adalah materi unsur-unsur lingkaran.

Pada tingkat sekolah menengah siswa akan lebih memahami tentang

lingkaran yang tentunya dimulai dengan pemahaman akan unsur-unsur

lingkaran. Kerap kali siswa masih sulit untuk memahami dan membedakan

unsur-unsur lingkaran serta masih sulit untuk menjelaskan hubungan antar

unsur-unsur lingkaran. Penulis mempunyai dugaan bahwa pendekatan

saintifik dengan metode mind mapping pada pembelajaran matematika di

SMP pada materi unsur-unsur lingkaran dapat membantu siswa untuk

mempelajari topik tersebut dengan baik.

Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan tersebut, maka peneliti

melakukan penelitian dengan judulPenerapan Pendekatan Saintifik

dengan Metode Mind Mappingpada Pembelajaran Matematika Di SMP

Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Ditinjau dari Motivasi, Keaktifan dan

Prestasi Belajar Siswa.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
6

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi

masalah yang muncul yaitu:

1. Metode pembelajaran masih bersifat tradisional (monoton dan

membosankan). Masih cenderung berpusat pada guru.

2. Tingkat motivasi belajar matematika siswa cenderung rendah.

3. Keaktifan belajar siswa di kelas kurang.

4. Prestasi belajar siswa masih rendah.

5. Pemahaman siswa akan materi unsur-unsur lingkaran masih kurang.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah,

yaitu:

1. Bagaimana keterlaksanaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan

saintifik yang dikombinasikan dengan metode mind mapping pada materi

unsur-unsur lingkaran di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

tahun ajaran 2014/2015?

2. Bagaimana motivasi belajar siswa-siswi kelas VIIIB SMP Pangudi Luhur

1 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam mengikuti mengikuti

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran?

3. Bagaimana keaktifan belajar siswa-siswi kelas VIIIB SMP Pangudi

Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 selama mengikuti


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
7

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran?

4. Bagaimana prestasi belajar siswa-siswi kelas VIIIB SMP 1 Pangudi

Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 setelah mengikuti

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui keterlaksanaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan

saintifik yang dikombinasikan dengan metode mind mapping pada materi

unsur-unsur lingkaran di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

tahun ajaran 2014/2015.

2. Mengetahui motivasi belajar siswa-siswi kelas VIIIB SMP Pangudi

Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam mengikuti mengikuti

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran.

3. Mengetahui keaktifan belajar siswa-siswi kelas VIIIB SMP Pangudi

Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 selama mengikuti

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran.

4. Mengetahui prestasi belajar siswa-siswi kelas VIIIB SMP 1 Pangudi

Luhur Yogyakarta setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
8

pendekatan saintifik dengan metode mind mapping pada materi unsur-

unsur lingkaran.

E. Penjelasan Istilah

1. Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang

sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep,

sifat atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk

mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah,

mengajukan atau merumuskan dugaan tentang jawaban terhadap masalah

tersebut, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data,

menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, sifat atau prinsip

yang ditemukan (Hosnan, 2014:34).

2. Mind Mapping

Mind mapping adalah cara mencatat yang kreatif dan efektif dalam

memetakan pikiran-pikiran kita (Buzan, Tony: 2008:4). Hasil mind

mapping berupa mind map. Mind map adalah suatu diagram yang

digunakan untuk merepresentasikan kata-kata, ide-ide, tugas-tugas,

ataupun suatu yang lainnya yang dikaitkan dan disusun mengelilingi kata

kunci ide utama.

3. Motivasi Belajar

Menurut Oemar Hamalik (Djamarah : 2011) motivasi belajar

adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
9

dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan.

Perubahan energi dalam diri seseorang itu berbentuk suatu aktifitas nyata

berupa kegiatan fisik. Motivasi berfungsi sebagai pendorong, penggerak

dan penyeleksi perbuatan. Motivasi belajar akan mempengaruhi prestasi

belajar seseorang, tinggi rendahnya motivasi sering dijadikan indikator

baik-buruknya prestasi belajar seseorang.

4. Keaktifan

Keaktifan adalah proses yang mengikutsertakan siswa dalam

proses pembelajaran. Siswa harus aktif berbuat dalam kegiatan belajar

mengajar(siswa harus melakukan aktifitas). Tanpa aktifitas atau keaktifan

siswa proses belajar mengajar tidak mungkin berlangsung dengan baik

(A. M., Sadirman, 2007: 97).

5. Prestasi belajar

Prestasi belajar adalah hasil usaha yang pada umumnya berkenaan

dengan aspek pengetahuan (Arifin:2009, 12). Prestasi belajar sebagai

indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai peserta

didik terhadap materi tertentu. Prestasi belajar bersifat perenial dalam

sejarah kehidupan manusia, karena sepanjang rentang kehidupannya

manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuan

masing-masing.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
10

F. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini yaitu :

1. Bagi siswa

Meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa dalam mengikuti proses

pembelajaran yang akhirnya diharapkan dapat meningkatkan motivasi

belajar dan prestasi belajar siswa.

2. Bagi guru

Metode mind mapping dapat menjadi salah satu referensi metode

pembelajaran yang dapat diterapkan guru dalam mengajarkan

matematika khususnya dengan pendekatan saintifik.

3. Bagi peneliti

Menambah pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan proses

pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan saintifik

dengan metode mind mapping.

4. Bagi pembaca

Memberikan informasi bagi pembaca tentang penerapan pendekatan

saintifik dengan metode mind mapping dan memberikan masukan serta

referensi bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian sejenis.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Belajar

Belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang. Pengetahuan, ketrampilan,

kebiasaan, kegemaran dan sikap seseorang terbentuk, dimodifikasi dan

berkembang disebabkan belajar. Karena itu seseorang dikatakan belajar bila

dapat diasumsikan dalam diri orang itu terjadi suatu proses kegiatan atau

usaha yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Kegiatan atau

usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku itu merupakan proses belajar,

sedangkan perubahan tingkah laku tersebut merupakan hasil belajar. Proses

belajar akan menentukan hasil belajar seseorang (Hudojo: 1988).

B. Belajar Matematika

Matematika sebagai ilmu mengenai struktur dan hubungan-hubungannya

memerlukan simbol-simbol. Simbol-simbol itu penting untuk membantu

memanipulasi aturan-aturan dengan operasi yang ditetapkan. Simbolisai

menjamin adanya komunikasi yang mampu memberikan keterangan untuk

membentuk suatu konsep baru. Konsep baru terbentuk karena adanya

pemahaman terhadap konsep sebelumnya. Simbolisasi barulah berarti bila

suatu simbol dilandasi oleh suatu ide. Proses berpikir terjadi dalam proses

belajar matematika, seseorang dikatakan berpikir bila orang itu melakukan

kegiatan mental dan orang yang belajar matematika selaku melakukan

11
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
12

kegiatan mental. Saat berpikir, seseorang menyusun hubungan-hubungan

antara bagian-bagian informasi yang telah direkam di dalam pikiran orang itu

sebagai pengertian-pengertian (Hudojo: 1988). Pengertian-pengertian tersebut

kemudian ditarik suatu kesimpulan. Proses belajar matematika yang baik

akan membuat subyek yang belajar dapat memahami matematika dengan baik

pula.

C. Pendekatan Saintifik

Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang

sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, sifat

atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau

menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan

dugaan tentang jawaban terhadap masalah tersebut, mengumpulkan data

dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan

mengkomunikasikan konsep, sifat atau prinsip yang ditemukan. Oleh karena

itu, kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk

mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui

observasi, dan bukan hanya diberi tahu (Hosnan, 2014:34).

Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan

keterampilan proses, seperti mengamati, mengklarifikasi, mengukur,

meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Pendekatan saintifik sangat

relevan dengan tiga teori belajar, yaitu Bruner, teori Piaget dan teori

Vygotsky. Teori belajar Bruner disebut teori belajar penemuan. Teori Piaget
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
13

mengatakan bahwa belajar berkaitan dengan pembentukan dan

pengembangan skema (suatu skuktur mental atau skruktur kognitif yang

dengannya seseorang secara intelektual beradaptasi dan mengkoordinasi

lingkungan sekitarnya. Sedangkan teori Vygotsky mengatakan bahwa

pembelajaran terjadi apabila peserta didik bekerja atau belajar menangani

tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas itu masih berada dalam

jangkauan kemampuan. Ketiga teori tersebut bersesuaian dengan proses

kognitif yang diperlukan dalam pembelajaran menggunakan pendekatan

saintifik.

1. Karakteristik Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Pembelajaran dengan pendekatan saintifik memiliki karakteristik

sebagai berikut (Hosnan, 2014: 36):

a. Berpusat pada siswa.

b. Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengontruksi konsep,

sifat atau prinsip.

c. Melibatkan proses-proses kognitif yang berpotensi merangsang

perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat

tinggi siswa.

d. Dapat mengembangkan karakter siswa.

2. Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Tujuan pendekatan saintifik didasarkan pada keunggulan pendekatan

tersebut. Tujuannya antara lain (Hosnan, 2014: 36):


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
14

a. Untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan

berpikir tingkat tinggi siswa.

b. Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu

masalah secara sistematik.

c. Terciptanya kondisi pembelajaran di mana siswa merasa bahwa

belajar itu merupakan suatu kebutuhan.

d. Untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide.

e. Untuk mengembangkan karakter siswa.

3. Prinsip-prinsip Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Beberapa prinsip pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran

adalah sebagai berikut (Hosnan, 2014: 37):

a. Pembelajaran berpusat pada siswa.

b. Pembelajaran membentuk students self concept.

c. Pembelajaran terhindar dari verbalisme.

d. Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk

mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, sifat, dan prinsip.

e. Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan

berpikir siswa.

f. Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi

belajar guru.

g. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan

dalam komunikasi.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
15

h. Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang

dikonstuksi siswa dalam struktur kognitifnya.

4. Langkah-langkah Umum Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

a. Mengamati (Observing)

Langkah pertama dalam pembelajaran yaitu mengamati.

Metode observasi adalah salah satu strategi pembelajaran

menggunakan pendekatan kontekstual dan media asli dalam rangka

membelajarkan siswa yang mengutamakan kebermaknaan proses

belajar. Metode observasi mengedepankan pengamatan langsung

pada objek yang akan dipelajari sehingga siswa mendapatkan fakta

berbentuk data yang objektif yang kemudian dianalisis sesuai tingkat

perkembangan siswa. Aktivitas belajar yang biasa dilakukan dalam

tahap ini yaitu melihat, mengamati, membaca, mendengar,

menyimak (tanpa dan dengan alat).

b. Menanya (Questioning)

Langkah kedua pada pendekatan ilmiah adalah menanya.

Kegiatan belajarnya adalah mengajukan pertanyaan tentang

informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan

untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati.

Kompetensi yang dikembangkan adalah kreativitas, rasa ingin tahu,

kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran

kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

Aktifitas belajarnya yaitu siswa mengajukan pertanyaan yang faktual


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
16

sampai ke yang bersifat hipotesis atau dugaan, diawali dengan

bimbingan guru sampai dengan mandiri (menjadi suatu kebiasaan).

c. Mengumpulkan Informasi (Mengeksplorasi)

Kegiatan mengumpulkan informasi merupakan tindak lanjut dari

bertanya. Kegiatan ini dilakukan dengan menggali dan

mengumpulkan informasi dari bertanya. Kegiatan ini dilakukan

dengan menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai

sumber melalui berbagai cara. Peserta didik dapat membaca buku

yang lebih banyak, memperhatikan fenomena atau objek yang lebih

diteliti, atau bahkan melakukan eksperimen. Adapun kompetensi

yang diharapkan adalah mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan,

menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi,

menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai

cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar.

d. Mengasosiasikan/mengolah Informasi/menalar (Associating)

Langkah berikutnya yaitu menalar. Istilah menalar dalam

kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang

dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru

dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Penalaran adalah proses

berpikir logis dan sistematis atas fakta-fakta empiris yang dapat

diobservasi untuk memperoleh simpulan yang berupa pengetahuan.

e. Mengkomunikasikan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
17

Pada pendekatan saintifik, guru diharapkan memberi

kesempatan kepada peserta didik untuk mengkomunikasikan apa

yang telah mereka pelajari. Pada tahapan ini diharapkan peserta

didik dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaan yang telah disusun

baik bersama-sama dalam kelompok dan/atau secara individu dari

hasil kesimpulan yang dibuat bersama. Kegiatan

mengkomunikasikan ini dapat diberikan klarifikasi oleh guru agar

peserta didik dapat mengetahui secara benar apakah jawaban yang

dikerjakan sudah benar atau ada yang harus diperbaiki. Siswa

menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan,

diagram, bagan, gambar, atau media lainnya.

D. Mind Mapping(Peta Pikiran)

Mind mappingadalah cara mencatat yang kreatif dan efektif dalam

memetakan pikiran-pikiran kita. (Buzan, Tony: 2008, 4). Mind map

merupakan peta rute yang hebat bagi ingatan, memungkinkan untuk

menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak

dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan menjadi lebih

mudah dan bisa diandalkan daripada menggunakan teknik pencatatan

tradisional. Semua mind map mempunyai kesamaan yaitu menggunakan

warna, memiliki struktur alami yang memancar dari pusat, menggunakan

garis lengkung, simbol dan gambar.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
18

Menurut Michael Michalko (Buzan, Tony : 2008, 8) mind map akan

membantu dalam mengaktifkan seluruh otak, memungkinkan kita berfokus

pada pokok bahasan, membantu menunjukan hubungan antara bagian-bagian

informasi yang saling terpisah, memungkinkan untuk mengelompokkan

konsep dan membantu membandingkannya. Mind mapping menggunakan

kemampuan otak akan pengenalan visual, dengan kombinasi warna, gambar,

dan cabang-cabang melengkung.Mind mapping lebih merangsang secara

visual daripada metode pencatatan tradisional yang cenderung linier dan satu

warna. Kemampuan otak kanan dan otak kiri dibutuhkan dalam pembuatan

mind map.

Menurut Tony Buzan dalam bukunya yang berjudul Mind Maps For

Kids, disebutkan bahwa mind mapping akan membantu anak untuk

membebaskan imajinasi dan menggali ide-ide, lebih mudah mengingat fakta

dan angka, membuat catatan yang lebih jelas dan mudah dipahami,

berkonsentrasi dan lebih menghemat waktu.

Mind mapping dikembangkan oleh Tony Buzan sebagai cara untuk

mendorong peserta didik mencatat hanya menggunakan kata kunci dan

gambar. Kegiatan ini sebagai upaya yang dapat mengoptimalkan fungsi otak

kiri dan kanan yang kemudian dalam aplikasinya sangat membantu untuk

memahami masalah dengan cepat karena telah terpetakan. Hasil mind

mapping berupa mind map. Mind map adalah suatu diagram yang digunakan

untuk merepresentasikan kata-kata, ide-ide, tugas-tugas, ataupun suatu yang

lainnya yang dikaitkan dan disusun mengelilingi kata kunci ide utama.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
19

1. Kesesuaian Mind Mapping dengan Beberapa Teori

Kesesuaian mind mapping dengan beberapa teori adalah sebagai

berikut:

a. Teori Konstruktivisme Piaget

Teori perkembangan Piaget mewakili konstruktivisme, yang

memandang perkembangan kognitif sebagai suatu proses di mana

anak secara aktif membangun sistem makna dan pemahaman realitas

melalui pengalaman-pengalaman dan interaksi-interaksi mereka.

Menurut Swadarma (2013: 26) mind mappingsesuai dengan teori

konstruktivisme Piaget, yaitu:

1) Peserta didik dapat menuangkan ide mereka berdasarkan

pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya dalam mind map

sesuai kreativitas masing-masing.

2) Mind mapping memberikan ruang kognitif yang besar melalui

analisis yang dibuat sebanyak mungkin.

3) Mind mapping menggambarkan dan mengkomunikasikan cara

berpikir yang terstruktur.

4) Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir

tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan

imajinatif.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
20

5) Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba

gagasan baru.

6) Memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang

telah dimiliki peserta didik.

7) Mendorong peserta didik untuk lentur terhadap perubahan

gagasan.

8) Mengutamakan lingkungan belajar yang kondusif.

b. Teori Kecerdasan Berganda Gardner

Teori Gardner menjelaskan ada delapan macam kecerdasan

manusia yang meliputi bahasa (linguistic), musik (musical), logika-

matematika (logical-mathematical), spasial (spatial), kinestetis-

tubuh (bodily-kinesthetic), intrapersonal (intrapersonal),

interpersonal (interpersonal), dan naturalis (naturalits). Menurut

Swadarma (2013: 34) mind mappingsesuai dengan teori kecerdasan

berganda Gadner, yaitu:

1) Anak yang cerdas berbahasa sangat cocok belajar menggunakan

mind mapping karena dalam pembuatannya mind

mapmenggunakan keyword.

2) Anak yang cerdas intrapersonal bila menggunakan mind

mapping dapat menyalurkan ide, gagasan dan kreativitasnya

dengan maksimal.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
21

3) Anak yang cerdas visual-spasial sangat cocok belajar

menggunakan mind mapping karena mind mapping banyak

menggunakan gambar dan warna.

4) Setiap anak bersifat unik, seperti pembuatan mind map.

5) Kecerdasan dapat ditingkatkan dengan gaya belajar yang tepat.

c. Teori Discovery Bruner

Teori belajar Bruner mengatakan bahwa kegiatan belajar akan

berjalan baik dan kreatif jika anak dapat menemukan sendiri suatu

aturan atau kesimpulan tertentu.Menurut Swadarma (2013: 59) mind

mappingsesuai dengan teori discovery Bruner, yaitu:

1) Bruner menekankan pada keterlibatan lingkungan nyata pada

peserta didik agar mereka tak mengalami sekat antara ilmu yang

tengah dipelajari dengan dunia yang sesungguhnya, sedangkan

mind mappingsangat lentur dan terbuka dalam mengakomodir

setiap informasi yang satu dengan yang lainnya.

2) Mind mapbisa dijadikan alat intruksional Bruner yang mampu

menyajikan suatu informasi dalam urutan teratur, padat,

sederhana dan lugas.

2. Kegunaan Mind Mapping

Menurut Doni Swadarma (2013:8) kegunaan mind mapping adalah

sebagai berikut:
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
22

a. Mengumpulkan data yang hendak digunakan untuk berbagai

kemampuan secara sistematis.

b. Mengembangkan dan menganalisis ide/pengetahuan seperti yang

biasa dilakukan pada saat proses belajar mengajar.

c. Memudahkan untuk melihat kembali sekaligus mengulang-ulang ide

dan gagasan.

d. Membuat banyak pilihan dari berbagai rute keputusan yang

mungkin.

e. Mempermudah proses brainstroming karena ide dan gagasan yang

selama ini tidak mudah direkam maka menjadi mudah dituangkan di

atas selembar kertas.

f. Dapat melihat gambaran besar dari suatu gagasan.

g. Menyederhanakan struktur ide dan gagasan.

h. Menyederhanakan struktur ide dan gagasan yang semula rumit,

panjang dan tak mudah dilihat menjadi lebih mudah.

i. Menyeleksi informasi berdasarkan sesuatu yang dianggap penting

dan sesuai tujuan.

j. Mempercepat dan menambah pemahaman pada saat pembelajaran

karena dapat melihat keterkaitan antartopik yang satu dengan yang

lainnya.

k. Mengasah kemampuan kerja otak karena mindmappingpenuh dengan

unsur kreatifitas.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
23

3. Keunggulan Mind Mapping

Keunggulan mind mapping (Swadarma, 2013:9) adalah sebagai

berikut:

a. Meningkatkan kinerja manajemen pengetahuan.

b. Memaksimalkan sistem kerja otak.

c. Saling berhubungan satu sama lain sehingga makin banyak ide dan

informasi yang dapat disajikan.

d. Memacu kreatifitas, sederhana dan mudah dibuat.

e. Sewaktu-waktu dapat me-recall data yang ada dengan mudah.

f. Menarik dan mudah tertangkap mata (eye cathing).

g. Dapat melihat sejumlah besar data dengan mudah.

4. Aturan pembuatan Mind Map

Aturan-aturan dalam pembuatan mind map menurut Ervin Sujanto

(2011:66-67) adalah sebagai berikut:

a. Membuat mind map selalu diawali dari bagian tengah kertas kosong

yang diletakkan secara horizontal karena ditujukan untuk memberi

kebebasan pada otak kita untuk menyebar ke segala arah dengan

lebih bebas dan alami.

b. Foto dan gambar yang kreatif serta lucu dibutuhkan untuk membantu

mengaktifkan otak kita untuk fokus.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
24

c. Warna sangat dianjurkan digunakan karena bagi otak warna sangat

menarik dan menambah energi bagi pemikiran yang lebih kreatif dan

menyenangkan.

d. Cabang-cabang utama harus berhubungan dengan gambar pusat dan

seterusnya untuk tiap tingkat karena otak senang mengaitkan dua,

tiga, hingga empat hal sekaligus dan ini akan sangat membantu kita

dalam mengingat.

e. Buatlah cabang dengan tingkat ketebalan yang berbeda untuk tiap

tingkatan, jadi semakin jauh dari sentral semakin tipis gambar

cabang yang dibuat. Buat cabang dengan garis melengkung karena

garis melengkung akan lebih menyenangkan bagi otak bila

dibandingkan dengan garis lurus yang tentunya akan membosankan

bagi otak.

f. Gunakan kata kunci tunggal untuk setiap ide karena kata kunci akan

membebaskan dan merangsang kita untuk lebih dapat memicu suatu

ide dan pikiran baru jika dibandingkan dengan sebuah kalimat atau

ungkapan yang pasti akan menghambat keluarnya ide kreatif kita.

5. Langkah-langkah PembuatanMind Map

Langkah-langkah dalam membuat mind map (Sujanto, 2011: 68)

adalah sebagai berikut:

a. Tahap pertama
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
25

Pertama-tama ambil selembar kertas gambar dan beberapa

spidol warna-warni, ditengah-tengah kertas buatlah sebuah gambar

kreatif yang menggambarkan tentang gagasan utama dari mind

mapping yang akan dibuat.

b. Tahap kedua

Gambarlah beberapa cabang yang memancar keluar dari gambar

sentral. Cabang-cabang ini merupakan subtopik (gagasan lanjutan)

yang merupakan anak gagasan atau perincian dari pikiran utama.

c. Tahap ketiga

Kembangkan mind mappingyang dibuat dengan menambah

subtopik pada cabang-cabangnya. Susunlah cabang-cabang tersebut

secara melengkung dan menyebar sehingga mempermudah untuk

membuat cabang tingkat selanjutnya.

6. Langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode mind mapping

menurut Ridwan Abdullah Sani (2013:241) adalah sebagai berikut:

a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

b. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi

oleh siswa dan sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif

jawaban

c. Bentuk kelompok 2-3 orang.

d. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil

diskusi.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
26

e. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil

diskusinya dan guru mencatat di papan tulis dan mengelompokkan

sesuai kebutuhan.

f. Peserta didik membuat peta pikiran atau diagram berdasarkan

alternatif jawaban yang telah didiskusikan.

g. Beberapa peserta didik diberi kesempatan untuk menjelaskan ide

pemetaan konsep berpikirnya.

h. Peserta didik diminta membuat kesimpulan dan guru memberi

perbandingan sesuai konsep yang disediakan.

Gambar 2.1 Contoh Mind Map Tentang Global Warming

E. Perbedaan Peta Pikiran (Mind Map) dengan Peta Konsep (Concept Map)

Peta konsep (concept map) adalah ilustrasi grafis konkret yang

mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan ke konsep-


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
27

konsep lain pada kategori yang sama. Peta konsep disusun secara hierarki,

artinya konsep yang lebih inklusif diletakkan pada puncak peta, makin ke

bawah konsep-konsep diurutkan menjadi konsep yang kurang inklusif

(Trianto, 2009: 159). Peta konsep meminta peserta didik mensintesis atau

membuat satu diagram gambar atau diagram tentang konsep-konsep utama

yang saling berhubungan, yang ditandai dengan garis panah ditulis level yang

membunyikan bentuk hubungan antar konsep-konsep utama itu (Zaini,

2008:168). Mind map berbeda dengan concept map. Berdasarkan pengertian

mind map dan concept map yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa

perbedaan keduanya terletak pada isi peta (map) yang dihasilkan. Isi concept

map lebih terbatas yaitu lebih menekankan pada konsep-konsep suatu topik,

sedangkan isi mind map lebih bersifat terbuka dan tidak terbatas. Saat

pembuatmind mapsiswa bebas menuangkan pemikirannya dalam mind map

yang tentunyaterkaitdengan topik yang dibicarakan.Selain itu, dalam

pembuatannya bentuk concept mapcenderung seperti diagram menunjukan

hubungan yang digambarkan dari atas ke bawah, sedangkan dalam mind map

penempatannya cenderung bebas.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
28

Gambar 2.2 Contoh Concept Map Tentang Pengolahan Data

F. Motivasi Belajar

Motivasi belajar berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai

kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu

tersebut dapat bertindak atau berbuat (B, Hamzah, 2008: 3). Motif tidak dapat

diamati secara langsung, tetapi dapat diinterpretasikan dalam tindakan dan

lakukan, berupa rangsangan, dorongan, pembangkit tenaga munculnya

tingkah laku tertentu. Motif adalah daya penggerak dalam diri seseorang

untuk melakukan aktifitas demi mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian,

motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk

berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam

memenuhi kebutuhannya.

Menurut Hamzah B. (2008:23) motivasi dan belajar merupakan dua hal

yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara

relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau

penguatan yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
29

belajar merupakan faktor psikis yang bersifat nonintelektual. Peranannya

yang khas adalah dalam hal penumbuh gairah, merasa senang dan semangat

untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi yang kuat akan mempunyai

banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar (A. M., Sardiman, 2007:

75). Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan

keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita.

Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan

belajar yang kondusif dan kegiatan belajar yang menarik. Hakikat motivasi

belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang

belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan

beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hal itu mempunyai peranan

besar dalam belajar.

1. Teori tentang motivasi

Para ahli mengemukakan beberapa teori tentang motivasi, yaitu:

a. Teori Humanistik

Menurut Purkey (Prayitno, 1989: 49) para ahli teori humanistik

percaya bahwa hanya ada satu motivasi, yaitu motivasi yang berasal

dari dalam diri masing-masing oleh individu sepanjang waktudan

dimanapun ia berada. Motivasi tampil dalam bentuk tingkah laku

yang merupakan keinginan dasar yang mendorong individu

mencapai berbagai pemenuhan segala kebutuhan diri sendiri, yang

paling penting untuk meningkatkan motivasi siswa menurut kaum

humanis adalah memberi kesempatan untuk melakukan eksplorasi


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
30

secara pribadi dan memungkinkan mereka menemukan sesuatu yang

berarti melalui bekerja serta menghormati atau menghargai siswa

sebagai manusia yang mempunyai potensi dan keinginan sendiri

untuk belajar.

b. Teori Behavioristik

Ahli-ahli behavioristik yakin bahwa motivasi dikontrol oleh

lingkungan. Suatu tingkah laku yang bermotivasi terjadi apabila

konsekuensi tingkah laku itu dapat menggetarkan emosi individu,

yaitu menjadi suka atau tidak suka. Oleh karena dalam pandangan

behavioristik motivasi dikontrol oleh kondisi lingkungan, maka

tergantung pada gurulah pengaturan lingkungan kelas sehingga

siswa-siswa termotivasi dalam belajar (Prayitno, 1989: 52).

2. Fungsi Motivasi Belajar

Fungsi motivasi dalam belajar menurut Syaiful Bahri Djamarah

(2011:157) yaitu:

a. Motivasi sebagai pendorong perbuatan

Motivasi yang berfungsi sebagai pendorong mempengaruhi

sikap apa yang seharusnya anak didik ambil dalam rangka belajar.

b. Motivasi sebagai penggerak perbuatan


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
31

Dorongan psikologis yang melahirkan sikap terhadap anak didik

merupakan suatu kekuataan yang tak terbendung, yang kemudian

terjelma dalam bentuk gerakan psikofisik. Di sini anak didik sudah

melakukan aktifitas belajar.

c. Motivasi sebagai pengarah perbuatan

Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana

perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang diabaikan.

3. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar

Menurut De Decce dan Grawford (Djamarah, 2011: 169-170) ada

empat upaya yang dapat dilakukan guru untuk memotivasi belajar siswa.

a. Menggairahkan anak didik

Guru harus berusaha untuk menghindari hal-hal yang monoton

dan membosankan dalam kegiatan rutin sehari-hari.

b. Memberikan harapan realistis

Guru harus memelihara harapan-harapan anak didik yang

realistis dan memodifikasi harapan-harapan yang kurang atau tidak

realistis.

c. Memberikan intensif
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
32

Guru diharapkan memberikan hadiah kepada anak didik atas

keberhasilannya sehingga anak didik terdorong untuk melakukan

usaha lebih lanjut guna mencapai tujuan-tujuan pengajaran.

d. Mengarahkan perilaku peserta didik

Guru dituntut untuk memberikan respon terhadap anak didik

yang tak terlibat langsung dalam kegiatan belajar di kelas.

4. Ciri-ciri Motivasi Belajar

Menurut Sardiman A. M. (2008: 102), ada beberapa ciri motivasi

belajar yaitu:

a. Tekun menghadapi tugas

b. Ulet menghadapi kesulitan

c. Menunjukan minat terhadap bermacam-macam masalah

d. Lebih senang bekerja mandiri

e. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin/mekanis

Sedangkan menurut Oemar Hamalik (2007: 187), motivasi para

remaja ditandai oleh:

a. Harapan untuk sukses dalam memecahkan masalah

Remaja memiliki harapan untuk dapat menyelesaikan masalah

yang ia hadapi.

b. Tinjauan masa depan yang optimis dan prestasi akademis

Remaja mempunyai harapan yang positif dan optimis khususnya

dalam berprestasi akademis.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
33

c. Dorongan sosial

Remaja memiliki dorongan untuk melakukan usaha dalam

hubungannya bersama oranglain.

d. Dorongan aktifitas

Remaja terdorong untuk melakukan aktifitas.

e. Dorongan untuk merasa aman

Remaja mempunyai motif yang kuat untuk mengembangkan minat,

berdiri sendiri, mengubah status sosial dan mengembangkan emosi

yang normal.

f. Dorongan untuk mastery

Adanya dorongan untuk penguasaan.

g. Dorongan untuk dihargai

Remaja membutuhkan pengakuan dan pujian untuk menghargai

kemajuannya.

h. Dorongan untuk dimiliki

Perasaan remaja untuk hidup berkelompok dan merasa di miliki

oleh orang lain.

Berdasarkan hal-hal di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-

ciri seseorang memiliki motivasi belajar yaitu:

a. Tekun dalam melaksanakan tugas

b. Tidak mudah putus asa

c. Memiliki keinginan untuk belajar dan/atau berprestasi

d. Memiliki sikap optimis


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
34

e. Dapat bekerja atau belajar secara mandiri

f. Menyukai sesuatu yang berbeda yang menarik

g. Memiliki keberanian untuk tampil

h. Membutuhkan pengakuan dan pujian

G. Keaktifan

Keaktifan adalah proses yang mengikutsertakan siswa dalam proses

pembelajaran. Siswa harus aktif berbuat dalam kegiatan belajar mengajar

(siswa harus melakukan aktifitas). Tanpa aktifitas atau keaktifan siswa proses

belajar mengajar tidak mungkin berlangsung dengan baik (Sadirman, 2007:

97).

Menurut Paul B. Diedrich (Sadirman, 2008: 101), macam-macam

kegiatan siswa dapat digolongkan sebagai berikut:

a. Visual activities, yang termasuk di dalamnya misalnya membaca,

memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan, pekerjaan oranglain.

b. Oral activities, seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya, memberikan

saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi,

interupsi.

c. Listening activities, sebagai contohmendengarkan: uraian, percakapan,

diskusi, musik, pidato.

d. Writing activities, seperti menulis cerita, karangan, laporan, angket,

menyalin.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
35

e. Drawing activities, misalnya menggambar, membuat grafik, peta,

diagram.

f. Motor activities, yang termasuk di dalamnya antara lain: melakukan

percobaan, membuat konstruksi, model reparasi, bermain, berkebun,

beternak.

g. Mental activities, sebagai contoh misalnya: menanggapi, mengingat,

memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil

keputusan.

h. Emotional activities, seperti menaruh minat, merasa bosan, gembira,

semangat, berani, tenang, gugup.

Aktifitas dalam pembelajaran cukup kompleks dan bervariasi. Kalau

berbagai macam kegiatan tersebut dapat diciptakan dalam pembelajaran,

maka pembelajaran akan lebih dinamis, tidak membosanan dan benar-benar

menjadi pusat aktifitas belajar yang maksimal.

H. Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah hasil usaha yang pada umumnya berkenaan

dengan aspek pengetahuan (Arifin:2009, 12). Prestasi belajar sebagai

indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai peserta didik

terhadap materi tertentu. Prestasi belajar merupakan suatu masalah yang

bersifat perenial dalam sejarah kehidupan manusia, karena sepanjang rentang

kehidupannya manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan

kemampuan masing-masing.

Beberapa fungsi utama prestasi belajar (Arifin: 2009,12-13), yaitu:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
36

1. Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan

yang telah dikuasai peserta didik

2. Prestasi belajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu.

3. Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan.

Prestasi belajar dapat dijadikan pendorong bagi peserta didik dalam

meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berperan sebagai

umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan.

4. Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi

pendidikan. Indikator intern yaitu indikator tingkat produktivitas suatu

institusi pendidikan. Indikator ekstern yaitu indikator tingkat kesuksesan

peserta didik di masyarakat.

5. Prestasi belajar dapat dijadikan indikator daya serap peserta didik.

Prestasi belajar bermanfaat bagi umpan balik bagi guru dalam

melaksanakan proses pembelajaran sehingga dapat menentukan apakah perlu

melakukan diagnosis, penempatan atau bimbingan kepada peserta didik.

Seperti yang dikemukakan Cronbach (Arifin: 2009,12) bahwa kegunaan

prestasi belajar banyak ragamnya, antara lain sebagai umpan balik bagi guru

dalam mengajar, untuk keperluan diagnostik, untuk keperluan bimbingan dan

penyuluhan, untuk keperluan seleksi, untuk keperluan penempatan atau

penjurusan, untuk menentukan isi kurikulum, dan untuk menentukan

kebijakan sekolah.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
37

I. Materi Pembelajaran

Lingkaran merupakan salah satu materi pembelajaran di kelas VIII

semester 2 kurikulum 2013 terkait Geometri dan Pengukuran. Kompetensi

Dasar yang ingin dicapai dalam materi lingkaran yaitu mengidentifikasi

unsur, keliling, dan luas dari lingkaran; Menentukan hubungan sudut pusat,

panjang busur, dan luas juring; Menyelesaikan permasalahan nyata yang

terkait penerapan hubungan sudut pusat, panjang busur dan luas juring.

Peneliti mengambil materi Unsur-unsur Lingkaran (M. Adinawan :2014 &

Abdul Rahman Asari : 2014) sebagai materi dalam penelitian ini dengan

kompetensi dasar mengidentifikasi unsur lingkaran.

Definisi Lingkaran

Lingkaran adalah himpunan semua titik pada

bidang datar yang berjarak sama terhadap suatu r


P
titik tertentu yang disebut titik pusat. Jarak yang

sama tersebut dinamakan jari-jari. Nama lingkaran


Gambar 2.3 Lingkaran P
biasanya sesuai dengan nama titik pusatnya,

sedangkan jari-jari lingkaran biasanya dilambangkan r.

1. Unsur-unsur Lingkaran

a. Unsur lingkaran berupa kurva atau garis: busur, tali busur, jari-jari,

diameter, apotema

1) Busur
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
38

Busur adalah himpunan titik-titik yang berupa kurva

lengkung yang berhimpit dengan lingkaran. Misalkan titik A dan

titik B pada lingkaran, maka busur AB adalah busur yang

menghubungkan titik A dan B, ditulis . Busur minor adalah

busur yang panjangnya kurang dari setengah lingkaran,

sedangkan busur mayor lebih panjang busurnya lebih dari

setengah lingkaran. Apabila tidak ada keterangan, maka yang

dimaksud adalah busur minor.

Ciri-ciri :

a) Berupa kurva lengkung

b) Berhimpit dengan lingkaran

c) Jika kurang dari setengah lingkaran (busur minor), jika

lebih dari setengah lingkaran (busur mayor)

Gambar 2.4 Lingkaran O Gambar 2.5 Lingkaran P


dengan busur minor dengan busur mayor

2) Jari-jari

Jari-jari adalah ruas garis yang menghubungkan titik pada

lingkaran dengan titik pusat. Panjang jari-jari lingkaran

dinyatakan dengan r. Misalkan titik M pada lingkaran P, maka

ruas garis merupakan jari-jari lingkaran. Dapat ditulis .


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
39

Ciri-ciri:

a) Berupa ruas garis

b) Menghubungkan titik pada lingkaran dengan titik pusat

Gambar 2.6 Lingkaran P


dengan jari-jari

3) Diameter

Diameter adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik

pada lingkaran dan melalui titik pusat. Misalkan titik J dan M

pada lingkaran P, titik J, P dan M segaris, maka merupakan

diameter lingkaran P. Panjang diameter dinyatakan dengan d

yang panjangnya merupakan dua kali panjang jari-jari, d = 2r.

Ciri-ciri :

a) Berupa ruas garis

b) Menghubungkan dua titik pada lingkaran

c) Melalui titik pusat lingkaran

Gambar 2.7 Lingkaran P


dengan diameter
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
40

4) Tali Busur

Tali busur adalah ruas garis yang kedua titik ujungnya pada

lingkaran atau ruas garis yang menghubungkan dua titik pada

lingkaran. Misalkan titik I dan titik R merupakan dua titik pada

lingkaran P, maka merupakan tali busur lingkaran P.

Ciri-ciri:

a) Berupa ruas garis

b) Menghubungkan dua titik pada lingkaran

Gambar 2.8 Lingkaran P


dengan tali busur

5) Apotema

Apotema adalah ruas garis terpendek yang menghubungkan

titik pusat dengan titik pada tali busur. Apotema selalu tegak

lurus terhadap tali busurnya. Misalkan pada lingkaran O,

merupakan apotema terhadap tali busur .

Ciri-ciri:

a) Berupa ruas garis

b) Menghubungkan titik pusat dengan satu titik di tali

busur

c) Tegak lurus dengan tali busur


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
41

Gambar 2.9 Lingkaran O


dengan Apotema

b. Unsur lingkaran berupa luasan : Juring, tembereng

1) Juring

Juring adalah daerah di dalam lingkaran yang dibatasi oleh

busur dan dua jari-jari. Juring lingkaran P yang dibatasi oleh

busur , jari-jari dan dinamakan juring APB. Jika

tanpa keterangan berarti yang dimaksud adalah juring minor

(dibatasi oleh busur minor).

Ciri-ciri :

a) Berupa daerah di dalam lingkaran

b) Dibatasi oleh dua jari-jari dan satu busur lingkaran

c) Jari-jari yang membatasi memuat titik ujung busur

lingkaran

Gambar 2.10 Lingkaran O Gambar 2.11 Lingkaran P


dengan juring minor AOB dengan juring mayor JPG
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
42

2) Tembereng

Tembereng adalah daerah dalam lingkaran yang dibatasi

oleh busur dan tali busurnya. Tembereng lingkaran P yang

dibatasi olehbusur dan tali busur dapat digambarkan

seperti gambar di bawah ini. Jika tanpa keterangan berarti yang

dimaksud adalah tembereng minor (dibatasi oleh busur minor).

Ciri-ciri:

a) Berupa daerah di dalam lingkaran

b) Dibatasi oleh tali busur dan busur lingkaran

Gambar 2.12 Lingkaran O Gambar 2.13 Lingkaran P


dengan tembereng minor AB dengan tembereng mayor JG

c. Unsur Lingkaran Berupa Sudut : Sudut Pusat

Sudut pusat adalah sudut yang titik sudutnya di titik pusat

lingkaran. Kedua kaki sudut pusat berhimpit dengan jari-jari

lingkaran. Misalkan titik A dan B berada pada lingkaran P, maka

sudut pusat APB ( APB).

Ciri-ciri:

a) Terbentuk dari dua sinar garis (kaki sudut)

b) Kaki sudut berhimpit dengan jari-jari lingkaran


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
43

c) Titik sudut berhimpit dengan titik pusat lingkaran

Gambar 2.14 Lingkaran O


dengan Sudut pusat AOB

2. Hubungan antar unsur-unsur lingkaran

Berikut tabel hubungan antar unsur unsur lingkaran (Asari, 2014: 68):

Tabel 2.1 Hubungan Antar Unsur-Unsur Lingkaran

Unsur 1 Unsur 2 Hubungan


Diameter Jari-jari Panjang diameter adalah 2 kali panjang jari-jari
Busur Busur besar Jumlah panjang busur besar dengan busur kecil
kecil (Bersesuaian sama dengan keliling lingkaran
dengan busur
kecil)
Busur Keliling Busur adalah bagian dari keliling lingkaran.
lingkaran Atau keliling lingkaran adalah busur terbesar
Tali Diameter Diameter adalah tali busur terpanjang
busur
Apotema Tali busur Apotema selalu tegak lurus dengan suatu tali
busur
Juring Tembereng Luas tembereng sama dengan luas juring
dikurangi segitiga yang sisi-sisinya adalah dua
jari-jari yang membatasi juring dan tali busur
pembatas temberengnya (tidak dibahas secara
rinci)
Sudut Juring Luas juring sebanding dengan besar sudut pusat
pusat lingkaran (tidak dibahas secara rinci)
Sudut Busur Panjang busur sebanding dengan sudut pusat
pusat lingkaran (tidak dibahas secara rinci)
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
44

J. Kerangka Berpikir

Pendekatan saintifik dengan metode mind mapping merupakan

pendekatan dan metode yang sekiranya mampu memberi motivasi belajar

kepada siswa dan mampu mengaktifkan siswa sehingga dapat membuat siswa

berprestasi. Melalui pendekatan saintifik siswa diharapkan dapat aktif untuk

mencari informasi terkait materi unsur-unsur lingkaran. Pendekatan saintifik

dengan metode mind mapping diharapkan mampu membuat siswa memahami

materi, karena selain mencari tahu informasi sendiri, siswa juga menyajikan

informasi-informasi yang mereka peroleh sesuai pemetaan pikirannya.

Penyajian ide-ide pemikiran siswa dituangkan ke dalam media yang lebih

menarik dan tidak membosankan. Selain itu, metode ini dapat mengajak

siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran karena membutuhkan keaktifan

dan keterlibatan siswa dalam pembuatannya. Metode ini juga diharapkan

dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar karena metode ini lebih

menyenangkan danmelibatkan kreativitas siswa, khususnya dalam

menuangkan materi-materi dalam bentuk simbol, kata kunci dan/atau gambar

dalam sebuah mind map.

Metode mind mapping sesuai dengan pendekatan saintifik yang lebih

menekankan pada keaktifan siswa dan sesuai dengan beberapa teori belajar.

Langkah-langkah dalam pembuatan mind map membutuhkan kerja otak

kanan dan otak kiri, dengan kerja otak yang seimbang diharapkan mampu

memaksimalkan kemampuan siswa yang ada. Pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping diharapkan


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
45

dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan keaktifan siswa saat proses

pembelajaran di kelas. Siswa diharapkan dapat lebih mengerti materi yang

diberikan karena dapat menggunakan mind map sebagai alat belajar yang

menarik. Hal-hal tersebut diharapkan dapat peneliti temukan dalam

pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan

metode mind mapping pada unsur-unsur lingkaran di kelas VIIIB SMP

Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif yang bersifat

deskriptif yang berusaha mengekplorasi suatu pendekatan atau metode untuk

meneliti suatu fenomena tertentu. Penelitian ini bersifat deskriptif karena

bertujuan mendeskripsikan apa adanya suatu variabel, gejala, atau keadaan

dalam situasi tertentu.

B. Subjek Penelitian

Subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu siswa-siswi kelas VIII B

SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun pelajaran 2014/2015 dengan banyak

siswa 37 orang.

C. Objek Penelitian

Objek penelitian dalam penelitian ini adalah penggunaan pendekatan

saintifik dengan menggunakan metode mind mappingserta motivasi, keaktifan

dan prestasi belajar dalam dan/atau setelah mengikuti pembelajaran yang

menggunakan pendekatan dan metode tersebutdengan materi unsur-unsur

lingkaran.

46
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
47

D. Perumusan Variabel-variabel

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Variabel Bebas

Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi

sebab perubahan atau menjadi sebab timbulnya variabel terikat. Variabel

bebas dalam penelitian ini adalah penerapan pendekatan saintifik dengan

metode mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran.

2. Variabel Terikat

Variabel terikat merupakan variabel yang diduga disebabkan atau

dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini

yaitu:

a. Motivasi belajar siswa

b. Keaktifan belajar siswa

c. Prestasi belajar siswa

E. Bentuk Data

Bentuk data dalam penelitian ini berupa angka dan deskripsi. Data yang

berupa angka diperoleh dari perhitungan persentase skor keterlaksanaan

pembelajaran, skor kuisoner motivasi belajar danskor hasil observasi yang

kemudian dipersentasekan, hasil tes kemampuan awal dan tes prestasi belajar.

Sedangkan data yang berupa deskripsi diperoleh dari hasil observasi keaktifan

secara umum di kelas dan hasil wawancara kepada beberapa siswa.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
48

F. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi

langsung, tes dan angket motivasi.

1. Kuisoner atau Angket

Kuisoner adalah alat pengumpulan data secara tertulis yang berisi

daftar pertanyaan atau pernyataan yang disusun secara khusus dan

digunakan untuk menggali dan menghimpun keterangan dan/atau

informasi sebagaimana dibutuhkan dan cocok untuk dianalisis (Sudjana,

2008:177). Dalam penelitian ini jenis kuisoner yang digunakan yaitu

kuisoner tertutup. Kuisoner tertutup merupakan kuisoner yang terdiri atas

pertanyaan dan/atau pernyataan yang jawabannya telah disediakan sebagai

pilihan jawaban pada setiap pertanyaan atau pernyataan. Kuisoner atau

angket digunakan untuk mengetahui tingkat motivasi siswa selama

mengikuti pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan

metode mind mapping.

2. Observasi langsung

Menurut Zaenal Arifin (2009 :153) observasi adalah suatu proses

pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional

mengenai berbagai fenomena, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun

dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu. Alat yang digunakan

dalam melakukan observasi disebut pedoman observasi. Tujuan utama

observasi ini adalah untuk mengumpulkan data atau informasi tentang


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
49

fenomena-fenomena yang terjadi di kelas saat pembelajaran berlangsung.

Observasi ini berguna sebagai alat pengumpul data untuk melihat

keterlaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dengan

metode mind mapping dan melihat bagaimana keaktifan umum siswa di

kelas saat mengikuti proses pembelajaran.

3. Tes

Tes atau pengujian adalah suatu prosedur sistematis yang dilakukan

berdasarkan tujuan dan tata cara yang jelas. Tes dapat pula dipandang

sebagai prosedur pengumpulan sampel perilaku yang akan dikenai nilai

kuantitatif (Suprananto, 2012:16). Tes digunakan untuk mengukur tingkat

keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan dalam kegiatan belajar

mengajar. Tes yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu tes

kemampuan awal yang dilakukan di awal sebelum pembelajaran dan tes

prestasi belajar. Menurut Suwandi (2010:44-46) tes kemampuan awal

adalah tes yang dilakukan sebelum siswa mengalami proses belajar dalam

suatu pokok bahasan. Tes kemampuan awal dimaksudkan untuk

mengetahui kemampuan siswa yang berkenaan dengan bahan yang akan

dipelajari. Sedangkan tes prestasi belajar merupakan tes yang digunakan

untuk mengungkapkan tingkat pecapaian atau prestasi belajar siswa dalam

suatu materi tertentu. Tes prestasi belajar sebagai alat pengumpul data

berkaitan dengan kemampuan atau prestasi belajar siswa dalam materi


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
50

unsur-unsur lingkaran setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan

pendekatan saintifik dengan metode mind mapping.

4. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui komunikasi

langsung (tatap muka) antara pihak penanya dengan pihak yang ditanya

atau penjawab (Sudjana, 2008:194). Wawancara yang dilakukan dalam

penelitian ini yaitu wawancara dengan beberapa siswa yang dipilih secara

acak setelah proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik

dengan metode mind mapping. Wawancara ini bertujuan untuk menggali

informasi langsung dari siswa, untuk mengetahui pendapat siswa dan

sebagai penguat atau pendukung data lain guna menganalisis motivasi

belajar dan keaktifan siswa setelah mengikuti pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping.

G. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian dalam penelitian ini ada dua yaitu instrumen

pembelajaran dan instrumen pengumpulan data.

1. Instrumen pembelajaran

Instrumen pembelajaran yaitu berupa Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP). RPP adalah rencana pelaksanaan pembelajaran

yang digunakan pada penelitian. RPP mencakup hal-hal berikut:

tujuan pembelajaran, uraian kegiatan, alat dan bahan, sumber belajar


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
51

dan penilaian. RPP dalam penelitian ini dibuat untuk 3 pertemuan

yang dapat dilihat pada lampiran.

Tabel 3.1 Rencana Pembelajaran

Pertemuan ke- Kegiatan


1 Mendeskripsikan pengertian lingkaran beserta unsur-
unsurnya
2 Pembuatan mind mapping
3 Evaluasi (tes prestasi belajar) materi unsur-unsur
lingkaran

2. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data adalah alat yang digunakan untuk

memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian. Instrumen yang

digunakan untuk pengumpulan data meliputi lembar observasi

keterlaksanaan pembelajaran, kuisoner atau angket, lembar observasi

keaktifan siswa, tes prasyarat, tes prestasi belajar, dan daftar

pertanyaan wawancara.

a. Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran

Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yaitu lembar

observasi yang digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan

metode mind mapping. Lembar keterlaksanaan pembelajaran

berisi pengamatan langkah-langkah pembelajaran yang

disesuaikan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

yang dapat dilihat pada lampiran. Observer mencatat hasil


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
52

pengamatan pada lembar pengamatan dengan memberi tanda

cek () pada kolom ya untuk kegiatan yang terlaksana atau

kolom tidak untuk kegiatan yang tidak terlaksana.

b. Angket Motivasi Belajar (Kuisoner)

Pengumpulan data motivasi belajar yaitu dengan pemberian

angket motivasi belajar yang diambil setelah siswa

melaksanakan pembelajaran yang menggunakan pendekatan

saintifik dengan metode mind mapping. Pernyataan terbagi

dalam dua macam pernyataan, yaitu pernyataan positif dan

pernyataan negatif yang dapat dilihat pada lampiran. Kuisoner

ini bertujuan mengetahui motivasi belajar siswa sesuai ciri-ciri

siswa yang memiliki motivasi belajar.

Tabel 3. 2 Indikator Angket Motivasi Belajar

No. Item No. Item


No Indikator
Positif Negatif
1 Tekun dalam melaksanakan tugas 1, 2, 3
2 Tidak mudah putus asa 4, 6 5,
3 Memiliki keinginan untuk belajar 9, 10 7, 8, 11
dan/atau berprestasi
4 Menyukai sesuatu yang berbeda dan 12, 14, 15 13, 16
menarik
5 Dapat bekerja atau belajar secara 18 17
mandiri
6 Memiliki sikap optimis 19 20
7 Memiliki keberanian untuk tampil 22, 23 21
8 Membutuhkan pengakuan dan 25 24
pujian

c. Lembar Observasi Keaktifan Siswa

Instrumen lembar observasi keaktifan siswa di kelas dibagi

menjadi dua yaitu lembar pengamatan keaktifan siswa


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
53

perindividu saat kegiatan kelompok dan lembar observasi umum

selama pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik

dengan metode mind mapping pada materi unsur-unsur

lingkaran.

Lembar observasi keaktifan siswa perindividu merupakan

pengamatan persiswa dengan jenis pertanyaan tertutup yang

dapat dilihat pada lampiran. Keaktifan yang dimaksud yaitu

keaktifan yang dapat dan memungkinkan untuk dilakukan

seluruh siswa. Skor pada lembar keaktifan siswa perindividu

digunakan untuk mengetahui tingkat keaktifan persiswa.

Sedangkan lembar observasi siswa secara umum berisi

pertanyaan-pertanyaan terbuka tentang kondisi siswa secara

umum di kelas yang digunakan untuk menggambarkan kondisi

siswa saat proses pembelajaran dan sebagai pendukung data

lain.

Tabel 3. 3 Kisi-kisi Observasi Kerja Kelompok

Pertemuan Pertama
No Kisi-kisi No. Item
1 Visual activities 1, 2
2 Oral activities 3, 4
3 Listening activities 5
4 Writing activities 6
5 Mental activities 7, 8
6 Emotional activities 9,10

Pertemuan kedua
No Kisi-kisi No. Item
1 Visual activities 1, 2
2 Oral activities 3, 4
3 Listening activities 5
4 Writing activities 6
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
54

5 Drawing activities dan motor 7


activities
6 Mental activities 8
7 Emotional activities 9,10

Berikut beberapa pertanyaan observasi keaktifan siswa

secara umum di kelas:

1) Apakah siswa terlihat siap mengikuti pembelajaran?

2) Apakah siswa terlihat cukup antusias dalam mengikuti

pembelajaran?

3) Apakah siswa memperhatikan penjelasan guru?

4) Apakah siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru

dengan baik?

5) Apakah siswa aktif selama mengikuti pembelajaran?

(misalnya bertanya, mengajukan pendapat, dll).

6) Kejadian apa saja yang terjadi di kelas selama

pembelajaran?

d. Tes Kemampuan Awal

Tes kemampuan awal dilakukan sebelum pembelajaran

berlangsung, hal ini guna mengetahui tingkat kemampuan siswa

pada materi unsur-unsur lingkaran. Soal tes kemampuan awal

siswasebelumnya dikonsultasikan pada dosen dan guru. Soal tes

kemampuan awal berisi materi dasar lingkaran yang telah

dipelajari di Sekolah Dasar yang dapat dilihat pada lampiran.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
55

Tabel 3.4 Kisi-kisi Tes Kemampuan Awal

Sub Pokok Bahasan Indikator Jumlah


soal
Definisi Lingkaran Menjelaskan definisi lingkaran 1
Sifat-sifat lingkaran Menjelaskan sifat-sifat lingkaran 1
Unsur-unsur Mengidentifikasi jari-jari lingkaran 1
lingkaran Mengidentifikasi diameter 1
lingkaran
Total 4

e. Tes Prestasi Belajar

Tes prestasi belajar diberikan di akhir kegiatan pembelajaran

untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa pada materi unsur-

unsur lingkaran setelah mengikuti pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind

mapping. Soal tes prestasi belajar berkaitan dengan unsur-unsur

lingkaran yang dapat dilihat pada lampiran.

Tabel 3.5 Kisi-kisi Tes Prestasi Belajar

Sub Pokok Indikator Jumlah


Bahasan soal
Unsur-unsur Menentukan unsur-unsur lingkaran 2
lingkaran
Hubungan Menjelaskan hubungan antara jari-jari dan 1
unsur-unsur diameter, tali busur dan diameter,
kedudukan tali busur dengan apotema,
serta hubungan antara busur besar dan
busur kecil
Sudut pusat Menghitung sudut pusat lingkaran 1
lingkaran
Panjang Menghitung panjang apotema serta luas 1
unsur yang segitiga yang dibentuk dari jari-jari dan
berupa garis talibusur suatu lingkaran
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
56

Tes prestasi belajar yang diberikan sebelumnya

dikonsultasikan pada dosen dan guru, kemudian diuji coba dan

diuji dengan uji validitas dan reliabilitas.

1) Validitas

Validitas adalah kualitas yang menunjukan hubungan

atau kesesuaian suatu pengukuran dengan materi ajar

dengan tujuan yang ingin diukur atau dengan kisi-kisi yang

dibuat.

Uji validitas dapat digunakan pendapat dari ahli. Setelah

instrumen dikonstruksi dengan aspek-aspek yang akan

diukur dengan berlandaskan teori tertentu, maka selanjutnya

dikonsultasikan kepada para ahli. Para ahli diminta

pendapatnya tentang instrumen yang telah disusun. Para

ahli akan memberi keputusan instrumen dapat digunakan

tanpa perbaikan atau dirombak total. Setelah pengujian dari

ahli maka diteruskan dengan uji coba instrumen (Sugiyono,

2010:177).

Validitas item di uji dengan uji hipotesis menggunakan

jenis statistika korelasi product-moment yaitu dengan taraf

signifikan :

Keterangan:
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
57

: Koefisien korelasi

X : Skor item

Y : Skor total yang diperoleh dari seluruh item

N : Banyak siswa

Jika hitung > tabel maka soal dikatakan valid

yang artinya terdapat kesesuaian antara materi ajar dengan

tujuan yang ingin diukur atau dengan kisi-kisiyang

dibuat.Koefisien korelasi dapat menggunakan kriteria

sebagai berikut (Arikunto, 2010: 75):

0,81-1,00 = Sangat tinggi

0,61-0,80 = Tinggi

0,41-0,60 = Cukup

0,21-0,40 = Rendah

0,00-0,20 = Sangat Rendah

Jika koefisien korelasi rendah harus dianalisis per item

sehingga soal dapat diperbaiki atau diganti.

2) Reliabilitas

Reabilitas soal merupakan ukuran yang menyatakan

tingkat keajegan atau kekonsistenan suatu soal tes. Uji

Reliabilitas dilakukan dengan uji Alpha Cronbach. Rumus

tersebut dinyatakan sebagai berikut:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
58

Keterangan:

n : banyaknya butir soal

: Varian skor tiap item

: Varian skor total

Varianbutir soal atau skor total dicari dengan rumus:

Keterangan:

: Banyak siswa

: Skor peritem

Nilai kemudian diinterpretasikan dengan mengacu pada

pendapat Guilford (Jihad, 2013:181):

= sangat rendah

= rendah

= sedang

= tinggi

= sangat tinggi

f. Wawancara

Wawancara dilakukan setelah proses pembelajaran yaitu

pada beberapa siswa yang dipilih secara acak. Berikut beberapa

pertanyaan panduan wawancaranya:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
59

1) Apa pendapatmu tentang pembelajaran yang menggunakan

pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?

2) Apakah ada perbedaan pembelajaran yang menggunakan

pendekatan saintifik dengan metode mind mapping dengan

pembelajaran sebelumnya?

3) Bagaimana perasaanmu saat mengikuti proses pembelajaran

yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping?

4) Apakah kamu merasa aktif saat mengikuti kegiatan

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik

dengan metode mind mapping?

5) Apakah kamu merasa kesulitan selama mengikuti proses

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik

dengan metode mind mapping?

6) Apakah kamu cepat putus asa jika mendapat kesulitan

selama pembelajaran?

7) Apakah metode ini membantumu untuk lebih mengerti

materi yang diajarkan?

8) Apakah metode ini membuatmu merasa termotivasi untuk

belajar dan lebih mendalami materi?

9) Apakah kamu optimis akan mendapatkan nilai yang baik

pada materi unsur-unsur lingkaran?


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
60

10) Apa manfaat yang dapat kamu petik setelah mengikuti

proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan

saintifik dengan metode mind mapping?

H. Metode/ Teknik Analisis Data

1. Pengolahan Data Tes

a. Tes Kemampuan Awal

Nilai yang diperoleh pada masing-masing nomor soal

sebelumnya dibuat kriteria nilai (skor) sebagai patokan saat penilaian

tes kemampuan awal siswa.Rubrik penilaian terlampir.

Tabel 3.6 Skor Maksimal Per Butir Soal Tes Kemampuan Awal

No butir Skor Maksimal


1 6
2 12
3 12
4 10
Total 40
Nilai tes kemampuan awal siswa dihitung berdasarkan rumus:

Kemampuan awal siswa dapat ditafsirkan dengan menyesuaikan data

dengan kategori tes siswa berikut menurut Arikunto (2010: 245):

Tabel 3. 7 Kategori Nilai Tes


Nilai Kategori
80 100 Sangat Baik
66 79 Baik
56 65 Cukup
40 55 Kurang
0 39 Gagal
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
61

Hasil tersebut digunakan untuk menjawab permasalahan yang

diteliti menggunakan pendapat dan deskripsi secara rasional.

b. Tes Prestasi Belajar

Nilai yang diperoleh pada masing-masing nomor soal sebelumnya

dibuat kriteria nilai (skor) sebagai patokan saat penilaian hasil tes

prestasi belajar yang berupa uraian.Rubrik penilaian terlampir

Tabel 3. 8 Skor Maksimal Per Butir Soal Tes Prestasi

No butir Skor Maksimal


1 16
2 14
3 16
4 10
5 19
Total 75
Nilai tes prestasi belajar siswa tersebut dihitung berdasarkan rumus:

Kategori prestasi belajar siswa disesuaikan dengankategori nilai tes

pada Tabel 3.7. Hasil tersebut digunakan untuk menjawab

permasalahan yang diteliti menggunakan pendapat dan deskripsi

secara rasional.

2. Pengolahan Data Non Tes

a. Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
62

Pada lembar keterlaksanaan pembelajaran skor bernilai 1

apabila tanda cek () diberikan pada kolom ya dan skor bernilai 0

jika tanda cek () diberikan pada kolom tidak.

Analisis keterlaksanaan pembelajaran didasarkan pada

persentase kegiatan pembelajaran yang dihitung berdasarkan

rumus:

Persentase keterlaksanaan yang diperoleh masing-masing

observer perpertemuan kemudian dirata-rata. Rata-rata persentase

tersebut kemudian disesuaikan dengan kategori berikut:

Tabel 3. 9 Kategori Persentase

No Persentase Kategori
1 81% - 100% Sangat baik
2 61% - 80% Baik
3 41% - 60% Cukup
4 21% - 40% Kurang
5 0% - 20% Sangat Kurang
(modifikasi dari Jihad, 2013: 89)

b. Kuisoner/Angket

Data non tes berupa angket atau kuisoner digunakan untuk

mengetahui motivasi belajar siswa selama mengikuti pembelajaran

yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind

mapping. Skala yang digunakan dalam kuisoner yaitu skala Likert

dengan skala 5. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap,

pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
63

fenomena sosial. Jawaban setiap instrumen mempunyai gradasi dari

sangat positif sampai sangat negatif (Sugiyono, 2010:134).

Tabel 3. 10 Kriteria Penilaian Angket Motivasi

Pernyataan Sangat Setuju Ragu- Tidak Sangat Tidak


Setuju ragu setuju Setuju
Positif 5 4 3 2 1
Negatif 1 2 3 4 5

Total skor yang diperoleh siswa tersebut kemudian

dipersentasekan dengan rumus:

Keterangan:

Skor maksimum = 100

Skor minimum = 20

Kategori motivasi belajar siswa disesuaikan dengan kategori

persentase pada Tabel 3. 9. Hasil tersebut digunakan untuk

menjawab permasalahan yang diteliti menggunakan pendapat dan

deskripsi secara rasional.

c. Analisis Lembar Observasi Keaktifan siswa

Data Observasi digunakan untuk mengetahui bagaimana

keaktifan siswa saat pembelajaran menggunakan mind mapping

dengan pendekatan saintifik baik saat pembelajaran secara klasikal

maupun saat berkelompok. Hasil observasi dianalisis berdasarkan

persentase keaktifan siswa yang dihitung dengan rumus:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
64

Kategori keaktifan belajar siswa disesuaikan dengan kategori

persentase pada Tabel 3. 9. Hasil tersebut digunakan untuk

menjawab permasalahan yang diteliti menggunakan pendapat dan

deskripsi secara rasional.

d. Analisis Hasil Wawancara

Hasil wawancara dianalisis berdasarkan tabel berikut:

Tabel 3. 11Pedoman Analisis Hasil Wawancara

No Pertanyaan Analisis
1 Apa pendapatmu Dianalisis apakah menurut pendapat
tentang pembelajaran siswa pembeajaran yang
yang menggunakan menggunakan pendekatan saintifik
pendekatan saintifik dengan metode mind mapping
dengan metode mind merupakan pembelajaran yang
mapping? menarik, dapat lebih mengaktifkan
dan memotivasi siswa dalam belajar.
2 Apakah ada perbedaan Dianalisis apakah menurut siswa
pembelajaran yang pembelajaran yang menggunakan
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode
pendekatan saintifik mind mapping memiliki perbedaan
dengan metode mind dengan pembelajaran metode
mapping dengan sebelumnya atau tidak.
pembelajaran
sebelumnya?
3 Bagaimana Dianalisis bagaimana perasaan siswa
perasaanmu saat saat mengikuti proses pembelajaran
mengikuti proses yang menggunakan pendekatan
pembelajaran yang saintifik dengan metode mind
menggunakan mapping. Senang, tidak senang atau
pendekatan saintifik biasa-biasa saja.
dengan metode mind
mapping?
4 Apakah kamu merasa Dianalisis apakah selama
aktif saat mengikuti pembelajaran yang menggunakan
kegiatan pembelajaran pendekatan saintifik dengan metode
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
65

yang menggunakan mind mapping siswa aktif atau tidak.


pendekatan saintifik
dengan metode mind
mapping?
5 Apakah kamu merasa Dianalisis apakah pembelajaran yang
kesulitan selama menggunakan pendekatan saintifik
mengikuti proses dengan metode mind mapping dinilai
pembelajaran yang sulit atau tidak dan jika ada, apa saja
menggunakan kesulitannya.
pendekatan saintifik
dengan metode mind
mapping?
6 Apakah kamu cepat Dianalisis apakah saat pembelajaran
putus asa jika yang menggunakan pendekatan
mendapat kesulitan saintifik dengan metode mind
selama pembelajaran? mapping siswa cepat putus asa jika
mendapat kesulitan.
7 Apakah metode ini Dianalisis apakah pembelajaran yang
membantumu untuk menggunakan pendekatan saintifik
lebih mengerti materi dengan metode mind mapping
yang diajarkan? membuat siswa lebih mengerti materi
yang diajarkan atau tidak.
8 Apakah metode ini Dianalisis apakah metode mind
membuatmu merasa mapping dengan pendekatan saintifik
termotivasi untuk membuat siswa termotivasi untuk
belajar dan lebih belajar (mendalami materi) atau
mendalami materi? tidak.
9 Apakah kamu optimis Dianalisis apakah siswa optimis
akan mendapatkan bahwa akan mendapat nilai yang baik
nilai yang baik pada setelah mengikuti pembelajaran yang
materi unsur-unsur menggunakan pendekatan saintifik
lingkaran? dengan metode mind mapping atau
justru pesimis.
10 Apa manfaat yang Dianalisis apakah siswa
dapat kamu petik mendapatkan manfaat setelah
setelah mengikuti mengikuti proses pembelajaran yang
proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik
yang menggunakan dengan metode mind mapping dan
pendekatan saintifik apa saja manfaat yang siswa rasakan.
dengan metode mind
mapping?
Hasil wawancara dianalisis secara deskriptif dengan argumen-

argumen yang rasional untuk mendukung data-data lain.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
66

e. Analisis Data Keseluruhan

1) Menyajikan kesimpulan dari berbagai sumber data.

2) Meninjau kembali hasil observasi, angket, tes, dan wawancara

serta hubungan dari hasil instrumen penelitian tersebut.

3) Menarik kesimpulan akhir hasil tinjauan.

I. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

1. Tahap persiapan

Sebelum melakukan penelitian, ada beberapa hal yang harus

dilakukan peneliti, antara lain:

a. Bertemu Kepala Sekolah untuk meminta ijin melakukan penelitian.

b. Bertemu dengan guru bidang studi untuk berkonsultasi.

c. Observasi pembelajaran yang dilakukan guru di kelas.

2. Rencana kegiatan

Beberapa hal yang dilakukan pada tahap perencanaan proses

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mappingyaitu:

a. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

b. Berkonsultasi dengan dosen pembimbing

c. Berkonsultasi dengan guru pembimbing

3. Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan berlangsung setelah semua persiapan selesai,

berikut tahap-tahap pelaksanaan kegiatannya:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
67

a. Pengambilan data dengan tes kemampuan awal siswa sebelum

melaksanakan proses pembelajaran

b. Melaksanakan proses pembelajaran sesuai RPP mengunakan metode

mind mapping dengan pendekatan saintifik.

c. Pengambilan data dengan observasi langsung selama kegiatan

pembelajaran.

d. Pengambilan data dengan tes prestasi setelah proses pembelajaran

e. Pengambilan data dengan kuisoner motivasi belajar setelah proses

pembelajaran.

f. Pengambilan data dengan wawancara pada beberapa siswa setelah

proses pembelajaran.

4. Pengolahan dan Analisis Data

Tahap selanjutnya setelah pelaksanaan kegiatan yaitu pengolahan

dan analisis data. Pada tahap ini peneliti mengolah semua sumber data

sesuai pada pedoman analisis data kemudian hasil tersebut

dideskripsikan. Akhir dari penelitian ini yaitu peneliti menyimpulkan

secara keseluruhan hasil penelitian yang dilakukan.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
68

J. Penjadwalan Waktu Pelaksanaan Penelitian

Penjadwalan waktu pelaksanaan penelitian disajikan dalam bentuk tabel

berikut:

Tabel 3. 12 Penjadwalan Penelitian

No Waktu Kegiatan Tempat


(Rentang
Tanggal)
1 10 - 14 Proses permohonan ijin SMP Pangudi
Februari 2015 Luhur Yogyakarta
2 16 Februari Konsultasi dengan guru bidang studi SMP Pangudi
4 Maret 2015 dan observasi siswa kelas VIII B saat Luhur Yogyakarta
pelajaran matematika
3 6 Maret 2015 Perencanaan pembelajaran Fleksibel
29 Maret (Pembuatan RPP, konsultasi dengan
2015 dosen dan guru)
4 7 - 25 April Pelaksanaan kegiatan dan SMP Pangudi
2015 pengumpulan data Luhur Yogyakarta
5 27 April 2015 Pengolahan dan analisis data Fleksibel
30 Mei
2015
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB IV

PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA, PEMBAHASAN

Pada bab ini, peneliti akan menguraikan tentang pelaksanaan penelitian,

menyajikan dan menganalisis data yang diperoleh selama penelitian tentang

penerapan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping pada materi unsur-

unsur lingkaran serta membahas data yang telah dianalisis.

A. Pelaksanaan Penelitian

1. Observasi Awal

Peneliti melakukan observasi di kelas VIIIB dan melakukan

wawancara terhadap guru bidang studi matematika sebelum

melaksanakan proses pengambilan data. Observasi dan wawancara ini

bertujuan untuk mengetahui kondisi kelas dan kondisi atau karakteristik

siswa saat mengikuti proses pembelajaran. Observasi dilakukan sebanyak

tiga kali yaitu Sabtu, 28 Februari 2015, Rabu 4 Maret 2015 dan Sabtu, 7

Maret 2015.

Hasil observasi dan menunjukan bahwa lingkungan kelas cukup luas,

bersih, cukup terang dan tidak pengap karena ventilasi udara yang cukup

serta adanya kipas angin. Fasilitas untuk mendukung proses

pembelajaran juga sudah memadai, terlihat dari adanya whiteboard,

viewer, buku jurnal, dan buku pegangan siswa yang menyebabkan proses

pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Saat pembelajaran siswa

terlihat dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, namun masih ada

69
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
70

siswa yang masih terlihat melakukan kegiatan di luar pembelajaran

seperti bermain dan berbicara hal di luar pelajaran, serta ada beberapa

siswa yang masih kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Hal

tersebut juga didukung dengan hasil wawancara guru yang menyebutkan

bahwa sejauh ini proses pembelajaran sudah cukup baik walau ada

beberapa hal yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan seperti

perhatian dan keaktifan siswa saat pembelajaran yang masih kurang.

2. Tes Awal dan Ujicoba Tes

Peneliti melakukan tes kemampuan awal setelah melakukan

observasi dan wawancara dengan guru bidang studi. Tes ini diambil dari

materi lingkaran yang sudah diajarkan pada waktu Sekolah Dasar (SD)

yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan awal siswa

sebelum masuk materi tertentu dan sebagai pertimbangan untuk

menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dalam penelitian

ini materi yang dimaksud yaitu materi unsur-unsur lingkaran. Setelah

membuat rancangan dan mengkonsultasikan dengan dosen dan guru,

peneliti memberikan tes kemampuan awal untuk kelas VIIIB pada Hari

Sabtu, 14 Maret 2015.

Tahap selanjutnya yaitu peneliti melakukan uji coba tes prestasi

belajar. Uji coba dilakukan di kelas VIIIA yang dilakukan selama dua

hari yaitu padaJumat, 10 April 2015 dan Sabtu, 11 April 2015 karena

waktu yang tersedia hanya satu jam pelajaran perharinya. Sebelum


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
71

dilakukan uji coba di kelas VIIIA, soal telah dikonsultasikan kepada

dosen dan guru bidang studi matematika. Setelah ujicoba tes prestasi

belajar selesai, peneliti melakukan penskoran dan perhitungan uji

validitas dan reliabilitas.

Hasil uji validitas dan reliabilitas soal tes prestasi sebagai berikut:

a. Uji Validitas Tes Prestasi Belajar

Pada uji validitas tes prestasi belajar, nilai pada tabel

dengan taraf signifikasi 5% dengan jumlah siswa 37 adalah

0,325. Item soal dikatakan valid jika ditolak yaitu jika

. Hasilnya terlihat dalam tabel berikut:

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Tes Prestasi Belajar


No. Item Keterangan Validitas Kualifikasi
1 0,81 0,325 Valid Sangat tinggi
2 0,64 0,325 Valid Tinggi
3 0,72 0,325 Valid Tinggi
4 0,45 0,325 Valid Cukup
5 0,54 0,325 Valid Cukup
Analisis dan perhitungan lengkap terlampir

Valid artinya terdapat kesesuaian antara soal dengan materi ajar

yaitu unsur-unsur lingkaran dengan tujuan yang ingin diukur atau

dengan kisi-kisi yang dibuat.

b. Uji Reliabilitas Tes Prestasi Belajar

Setelah dilakukan uji validitas tes prestasi belajar peritem soal,

selanjutnya dilakukan uji reliabilitas tes prestasi belajar. Uji

Reliabilitas dilakukan dengan uji Alpha Cronbach atau koefisien


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
72

alpha. Hasil perhitungan uji reliabilitas diperoleh koefisien =

0,62. berada pada rentang , sehingga dapat

dikatakan bahwa soal tes prestasi belajar tersebut reliabel dengan

kategori reliabilitas sedang yang artinya item soal dapat digunakan

sebagai alat ukur secara konsisten. Analisis reliabilitas lengkap

terlampir.

3. Pelaksanaan Pembelajaran

Tahap selanjutnya yaitu pengambilan data. Pengambilan data selama

proses pembelajaran dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan dengan

rincian dua kali pengambilan data saat proses pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping dan

satu kali pengambilan data saat tes prestasi belajar. Pengambilan data

berupa kuisoner motivasi belajar dan wawancara dilakukan setelah tes

prestasi belajar. Peneliti dibantu oleh 2observer lainnya untuk mengamati

kesesuaian proses pembelajaran di kelas VIIIB dengan pembelajaran

yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping,

keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan keaktifan

siswa selama mengikuti proses pembelajaran.

Berikut deskripsi pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan

pendekatan saintifik dengan metode mind mapping pada materi pokok

unsur-unsur lingkaran:

a. Pertemuan Pertama
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
73

Pertemuan pertama dilaksanakan pada Hari Rabu, 8 April 2015

pukul 09.50 WIB. Pertemuan pertama diikuti oleh 37 siswa. Pada

pertemuan pertama ini siswa secara berkelompok mengerjakan

LKS yang berkaitan dengan unsur-unsur lingkaran. Waktu

pembelajaran tidak sesuai dengan rencana karena ada kegiatan

setelah pulang sekolah sehingga waktu jam pelajaran dikurangi.

Proses pembelajaran dilaksanakan selama 3x35 menit. Tahap-tahap

pembelajarannya adalah sebagai berikut:

1) Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan guru sudah mengecek kehadiran

siswa dan menyiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran.

Beberapa siswa masih terlihat belum siap untuk mengikuti

pembelajaran dan ada pula yang terlambat masuk kelas saat guru

sudah masuk kelas. Hal tersebut mungkin dikarenakan baru

selesai jam istirahat. Guru kemudian menegaskan tentang materi

yang akan dipelajari yaitu tentang unsur-unsur lingkaran dan

memberikan apersepsi singkat tentang materi lingkaran yang

telah dipelajari para siswa di Sekolah Dasar (SD). Siswa diajak

untuk mengingat kembali materi apa saja yang mereka pelajari

di SD terkait dengan lingkaran.

2) Inti

Guru memulai kegiatan inti dengan mengajak siswa untuk

mengamati benda-benda di sekitarnya yang menyerupai


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
74

lingkaran. Guru bertanya benda apa saja yang siswa temukan,

beberapa siswa menjawab benda yang menyerupai lingkaran

yang terdapat di dalam kelas yaitu jam dinding, jam tangan,

penghapus, rautan dan lainnya. Siswa aktif untuk berpendapat

dan bertanya terkait pengamatannya, namun siswa terlihat

belum terbiasa untuk saling bertanya tentang hasil pengamatan

teman lainnya. Kemudian guru membagi siswa ke dalam

kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 3 orang dengan

cara berhitung. Terbentuk 12 kelompok dengan anggota yang

terdiri dari 3 orang perkelompok. Guru membagikan Lembar

Aktivitas Siswa (LAS) tentang unsur-unsur lingkaran dan

callcard kepada tiap kelompok, kemudian meminta siswa untuk

mencari informasi tentang unsur-unsur lingkaran dari buku

pegangan siswa. Guru berkeliling mengamati diskusi siswa dan

memberi arahan kepada siswa yang merasa kesulitan. Beberapa

kelompok berdiskusi di dalam kelas, namun ada juga kelompok

yang memilih berdiskusi di luar kelas. Siswa terlihat aktif dalam

mengerjakan tugas yang diberikan, dengan banyak anggota

kelompok yang tidak terlalu banyak membuat kerja kelompok

lebih efektif. Selama proses diskusi kelompok observer

mengamati keaktifan siswa dalam kelompok.

Setelah selesai mengerjakan LAS tentang unsur-unsur

lingkaran beberapa kelompok mulai gaduh. Guru mencoba


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
75

menenangkan siswa dan memberi pengertian untuk

menghormati kelompok lain yang belum selesai. Setelah semua

kelompok selesai mengerjakan, guru mengajak siswa untuk

kembali ke tempat duduknya dan meminta perwakilan siswa

untuk menuliskan jawaban di papan tulis dan memberi

penjelasan kepada siswa lainnya tentang hasil jawabannya.

Sementara siswa lainnya diminta untuk tetap menjaga

ketenangan kelas. Dua orang dari kelompok yang berbeda

menuliskan jawabannya pada papan tulis yang kemudian

mempresentasikan atau menjelaskan pekerjaannya kepada teman

sekelasnya. Setelah perwakilan kelompok menyampaikan hasil

diskusinya, beberapa kelompok lain mulai menanggapi dengan

mengajukan pertanyaan atau mengkoreksi hasil pekerjaan di

papan tulis. Di sinilah siswa dan guru saling berdiskusi hasil

jawaban siswa. Guru memberi penegasan pada jawaban yang

benar dan memberi apresiasi pada kelompok yang maju.

3) Penutup

Pada kegiatan penutup guru mengajak siswa untuk

menyimpulkan pembelajaran tentang unsur-unsur lingkaran.

Kemudian guru menyampaikan bahwa pertemuan selanjutnya

siswa akan membuat mind map tentang unsur-unsur lingkaran

dan siswa diminta untuk membawa alat-alat yang diperlukan

seperti spidol, jangka, penggaris dan lain-lain. Guru


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
76

mengucapkan salam diakhir pelajaran dan memotivasi siswa

untuk terus belajar. Pelajaran diakhiri setelah bel istirahat

berbunyi yaitu pukul 11.35 WIB.

b. Pertemuan kedua

Pertemuan kedua dilaksanakan pada Hari Sabtu, 11 April 2015.

Siswa yang hadir lengkap yaitu 37 orang. Pembelajaran dimulai

pukul 07.15 WIB yang dilakukan setelah doa pagi bersama dan

dilaksanakan selama 2x40 menit. Pada pertemuaan kedua ini siswa

diajak untuk menuangkan pengetahuan atau informasi yang mereka

dapat pada pertemuan pertama ke dalam mind map. Berikut uraian

pembelajaran pada pertemuan kedua:

1) Pembuka

Pada pertemuan kedua ini siswa terlihat lebih siap untuk

mengikuti pelajaran dibandingkan pertemuan sebelumnya. Guru

membuka pelajaran dengan memberi salam dan mengecek

kehadian siswa. Guru mengingatkan siswa bahwa pada

pertemuan kali ini siswa diminta untuk membuat mind map

secara berkelompok. Sebelum masuk ke kegiatan inti guru

memberikan apersepsi tentang unsur-unsur lingkaran yang telah

dibahas pada pertemuan sebelumnya.

2) Inti
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
77

Pada kegiatan inti guru meminta siswa untuk mengamati

contoh mind map yang telah disediakan. Sebagian siswa

mengikuti proses dengan baik, tapi masih ada yang bermain

dengan teman dan kurang memperhatikan, terutama yang duduk

di bagian belakang. Guru memberi penjelasan tentang cara

pembuatan mind map kemudian memberi kesempatan kepada

siswa yang masih kurang jelas untuk bertanya. Ada beberapa

siswa yang bertanya karena masih bingung dengan langkah dan

ketentuan dalam pembuatan mind mapdan bertanya terkait

materi. Guru mengarahkan siswa bahwa informasi yang siswa

dapatkan pada pertemuan sebelumnya tentang unsur-unsur

lingkaran dituangkan ke dalam mind map dengan kreativitas

masing-masing. Guru menyuruh siswa berkumpul sesuai

kelompoknya saat mengerjakan LAS pada pertemuan

sebelumnya dan mempersilahkan siswa untuk langsung

membuat mind map. Terlihat beberapa siswa saling bertanya

pada kelompok lain tentang ide atau konsep mind map yang

ingin dibuat.

Selama proses pembuatan mind map guru berkeliling

mengunjungi setiap kelompok dan memberi arahan pada

kelompok yang mendapat kesulitan. Siswa terlihat antusias dan

semangat dalam membuat mind map. Terlihat siswa membawa

alat dan bahan yang dibutuhkan. Waktu yang terbatas membuat


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
78

siswa sangat bekerja keras dalam pembuatan mind map, ada

yang saling bertukar pikiran tentang ide pembuatannya, ada pula

yang sudah membagi tugas. Observer kembali mengamati

keaktifan siswa dalam kelompok saat pembuatan mind map.

Setelah siswa selesai membuat mind map guru meminta siswa

yang berada di luar kelas untuk masuk ke dalam kelas. Karena

waktu pelajaran sudah hampir habis, maka guru hanya meminta

satu kelompok untuk mempresentasikan mind map nya.

Perwakilan kelompok menjelaskan gagasan pemikirannya yang

terdapat pada mind map.Keterbatasan waktu menyebabkan

hanya satu kelompok yang dapat menyampaikan hasil

pekerjaannya dan siswa lain pun terbatas dalam menyampaikan

pendapat ataupun bertanya tentang mind map yang

dipersentasikan.

3) Penutup

Beberapa kegiatan pembelajaran pada bagian penutup

nampak kurang terlihat. Hal tersebut dikarenakan waktu yang

tersedia sudah hambir habis. Guru menutup pelajaran dengan

mengajak siswa untuk kembali menyimpulkan pembelajaran

menggunakan mind map dan memberi informasi bahwa pada

pertemuan selanjutnya akan ada evaluasi tentang unsur-unsur

lingkaran. Bel akhir pelajaran berbunyi pukul 08.35 WIB. Guru

memberi salam dan meninggalkan kelas.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
79

Gambar 4.1 Contoh Hasil Mind Map Karya Siswa

c. Pertemuan Ketiga

Pertemuan ketiga dilaksanakan Hari Rabu, 15 April 2015 selama

2 x 35 menit. Waktu dikurangi karena kelas IX sedang melaksanakan

TPM. Pada pertemuan ini diadakan tes prestasi belajar selama 60

menit yang dimulai pukul 10.00 WIB.

1) Pembuka

Guru memberi salam kepada siswa dan menyiapkan siswa

untuk mengikuti tes prestasi belajar. Guru mempersilahkan

siswa untuk menempati tempat duduknya sebelum guru

membagikan soal tes prestasi.

2) Inti

Guru membagikan soal beserta lembar jawaban kepada

siswa dan mempersilahkan siswa untuk mulai mengerjakan.

Selama pengerjaan tes prestasi belajar guru berkeliling

mengamati siswa. Ada beberapa siswa yang bertanya tentang

soal yang dinilai kurang jelas dan guru menjelaskan.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
80

3) Penutup

Guru memberitahukan kepada siswa bahwa waktu sudah

habis dan meminta siswa untuk mengumpulkan hasil

pekerjaannya. Guru mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan

salam.

B. Penyajian Data

Data yang terkumpul kemudian diolah dan disajikan sebagai berikut:

1. Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Pengamatan keterlaksanaan RPP dilakukan oleh tiga observer yang

dilaksanakan selama proses pembelajaran yang menggunakan

pendekatan saintifik dengan metode mind mapping pada materi unsur-

unsur lingkaran. Perhitungan keterlaksanaan RPP yaitu dengan memberi

skor 1 pada pernyataan yang diberi tanda cek () pada kolom ya dan

skor 0 pada pernyataan yang diberi tanda cek () pada kolom tidak.

Skor kemudian dijumlahkan dan disajikan pada data sebagai berikut:

Tabel 4.2 Keterlaksanaan Pembelajaran

Skor keterlaksanaan pertemuan ke-


Observer
1 2
1 16 14
2 17 15
3 17 14

Pada pertemuan 1 skor maksimal 20, sedangkan pada pertemuan ke

2 skor maksimal 16. Pada pertemuan pertama pada pengamatan poin 4

satu observer menyatakan kegiatan tidak terlaksana, sedangkan 2


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
81

observerlainnya menyatakan terlaksana. Begitu pula pada poin 16, 19

dan 20. Setelah observer berdiskusi ternyata yang benar adalah pendapat

yang menyatakan terlaksana. Perbedaan pendapat tersebut dikarenakan

observer kurang cermat dalam memperhatikan kegiatan yang terjadi. Hal

tersebut juga terjadi pada pertemuan kedua. Ada perbedaan pendapat

antar observer. Pada pengamatan poin 10 dan poin 13 satu observer

menyatakan kegiatan tidak terlaksana sedangkan 2 lainnya menyatakan

terlaksana. Setelah diklarifikasi ternyata pendapat yang benar adalah

pendapat 2 observer yang menyatakan terlaksana. Hal tersebut karena

saat itu kondisi kelas sudah mulai gaduh sehingga menyebabkab observer

kurang cermat dalam melihat kondisi pembelajaran di kelas.

2. Motivasi Belajar

Kuisoner motivasi belajar merupakan alat yang digunakan untuk

mengukur tingkat motivasi siswa selama mengikuti proses pembelajaran

yang menggunakan pendekaan saintifik dengan metode mind mapping.

Penyataan yang terdiri dari 10 pernyataan positif dan 10 pernyataan

negatif tersebut sebelumnya telah dikonsultasikan dan dikoreksi oleh

dosen pembimbing. Kuisoner diisi siswa berdasarkan apa yang

sebenarnya mereka rasakan. Hasil dari kuisoner tersebut disajikan dalam

tabel berikut:
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
82

Tabel 4.3 Hasil Kuisoner Motivasi Belajar Siswa

No Kode Siswa Skor No Kode Siswa Skor


1 S-1 79 20 S-20 68
2 S-2 81 21 S-21 65
3 S-3 80 22 S-22 74
4 S-4 68 23 S-23 83
5 S-5 95 24 S-24 80
6 S-6 80 25 S-25 74
7 S-7 69 26 S-26 75
8 S-8 72 27 S-27 76
9 S-9 75 28 S-28 74
10 S-10 73 29 S-29 78
11 S-11 75 30 S-30 74
12 S-12 76 31 S-31 69
13 S-13 88 32 S-32 77
14 S-14 68 33 S-33 89
15 S-15 64 34 S-34 75
16 S-16 71 35 S-35 80
17 S-17 86 36 S-36 81
18 S-18 80 37 S-37 69
19 S-19 68
Hasil kuisoner motivasi belajar siswa menunjukan bahwa:

Skor tertinggi : 95

Skor terendah : 64

Skor rata-rata : 76

3. Keaktifan siswa

Pengamatan dilakukan sebanyak dua kali yaitu saat proses

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping. Lembar keaktifan siswa telah dikonsultasikan dan

dikoreksi oleh dosen pembimbing. Pengamatan terhadap masing-masing

siswa yaitu saat siswa bekerja dalam berkelompok. Pengamatan


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
83

dilakukan oleh empat observer yang masing-masing mengamati tiga

kelompok yang berdekatan. Berikut penyajian data keaktifan siswa:

Tabel 4.4 Hasil Observasi Keaktifan Siswa Saat Kerja Kelompok

Skor Jumlah Skor Jumlah


No Siswa No Siswa skor
P-1 P-2 skor P-1 P-2
1 S-1 8 9 17 20 S-20 9 9 18
2 S-2 8 7 15 21 S-21 7 8 15
3 S-3 9 7 16 22 S-22 7 7 14
4 S-4 7 10 17 23 S-23 8 10 18
5 S-5 10 10 20 24 S-24 7 8 15
6 S-6 8 10 18 25 S-25 7 8 15
7 S-7 9 7 16 26 S-26 9 9 18
8 S-8 8 7 15 27 S-27 9 10 19
9 S-9 9 10 19 28 S-28 8 7 15
10 S-10 10 7 17 29 S-29 8 9 17
11 S-11 7 7 14 30 S-30 9 9 18
12 S-12 7 7 14 31 S-31 7 7 14
13 S-13 9 8 17 32 S-32 9 8 17
14 S-14 8 9 17 33 S-33 7 8 15
15 S-15 8 7 15 34 S-34 8 10 18
16 S-16 9 8 17 35 S-35 9 8 17
17 S-17 10 10 20 36 S-36 7 9 16
18 S-18 8 10 18 37 S-37 9 8 17
19 S-19 8 6 14

Keterangan:

P-1 : Pertemuan pertama

P-2 : Pertemuan kedua

Hasil kuisoner observasi keaktifan siswa tersebut menunjukan bahwa:

Skor tertinggi : 20

Skor terendah : 14

Skor rata-rata : 17
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
84

4. Tes Kemampuan Awal

Tes Kemampuan Awal (TKA) diberikan kepada siswa untuk

mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa terhadap materi yang akan

diajarkan. Sebelumnya soal dikonsultasikan dan dikoreksi oleh guru dan

dosen pembimbing. Materi tes mencakup materi lingkaran yang telah

dipelajari siswa di Sekolah Dasar. Hasil Tes Kemampuan Awal (TKA)

disajikan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 4.5 Hasil Tes Kemampuan Awal Siswa

No Kode Siswa Skor No Kode Siswa Skor


1 S-1 16 20 S-20 30
2 S-2 25 21 S-21 14
3 S-3 23 22 S-22 10
4 S-4 5 23 S-23 24
5 S-5 26 24 S-24 30
6 S-6 22 25 S-25 27
7 S-7 30 26 S-26 28
8 S-8 23 27 S-27 27
9 S-9 27 28 S-28 29
10 S-10 31 29 S-29 27
11 S-11 30 30 S-30 26
12 S-12 32 31 S-31 22
13 S-13 30 32 S-32 16
14 S-14 18 33 S-33 30
15 S-15 25 34 S-34 26
16 S-16 30 35 S-35 26
17 S-17 29 36 S-36 29
18 S-18 31 37 S-37 21
19 S-19 29
Hasil tes kemampuan awal siswa tersebut menunjukan bahwa:

Skor tertinggi : 32

Skor terendah :5

skor rata-rata : 25
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
85

5. Tes Prestasi Belajar

Tes prestasi belajar dilaksanakan setelah proses pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping pada

materi unsur-unsur lingkaran selesai. Sebelumnya soal tes prestasi belajar

telah dikonsultasikan dengan guru dan dosen pembimbing serta telah

diuji coba di kelas VIIIA yang kemudian dilakukan uji validitas dan

reliabilitas. Hasil Prestasi Belajar siswa disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4. 6 Hasil Tes Prestasi Belajar Siswa

No Kode Siswa Skor No Kode Siswa Skor


1 S-1 50 20 S-20 60
2 S-2 60,5 21 S-21 40,5
3 S-3 46 22 S-22 44
4 S-4 53,5 23 S-23 53,5
5 S-5 65 24 S-24 49,5
6 S-6 55,5 25 S-25 50
7 S-7 47,5 26 S-26 60,5
8 S-8 47,5 27 S-27 59,5
9 S-9 48 28 S-28 53,5
10 S-10 60,5 29 S-29 65,5
11 S-11 51,5 30 S-30 66
12 S-12 63 31 S-31 52,5
13 S-13 53,5 32 S-32 51
14 S-14 40,5 33 S-33 61
15 S-15 48 34 S-34 60,5
16 S-16 52,5 35 S-35 66
17 S-17 48 36 S-36 65
18 S-18 61 37 S-37 50
19 S-19 40,5
Hasil tes prestasi belajar tersebut menunjukan bahwa:

Skor tertinggi : 66

Skor terendah : 40,5

Skor rata-rata : 54
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
86

C. Analisis Data

1. Analisis Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Analisis Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

dilakukan setelah proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan

saintifik dengan metode mind mapping berlangsung. Analisis dilakukan

sesuai rumus yang tertera pada BAB III. Berikut rincian keterlaksanaan

per pertemuan:

a. Pertemuan I

1) Observer 1

Skor keterlaksanaan yang diperoleh adalah 16

Skor keterlaksanaan keseluruhan pada pertemuan I adalah 20

Persentase keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran

pada pertemuan I menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

2) Observer 2

Skor keterlaksanaan yang diperoleh adalah 17

Skor keterlaksanaan keseluruhan pada pertemuan I adalah 20

Persentase keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran

pada pertemuan I menurut observer 2 adalah sebagai berikut:

3) Observer 3

Skor keterlaksanaan yang diperoleh adalah 17


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
87

Skor keterlaksanaan keseluruhan pada pertemuan I adalah 20

Persentase keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran

pada pertemuan I menurut observer 3 adalah sebagai berikut:

Rata-rata persentase keterlaksanaan pada pertemuan I sebagai

berikut:

b. Pertemuan II

1) Observer 1

Skor keterlaksanaan yang diperoleh adalah 14

Skor keterlaksanaan keseluruhan pada pertemuan II adalah 16

Persentase keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran

pada pertemuan II menurut observer 1 adalah sebagai berikut:

2) Observer 2

Skor keterlaksanaan yang diperoleh adalah 15

Skor keterlaksanaan keseluruhan pada pertemuan II adalah 16

Persentase keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran

pada pertemuan II menurut observer 2 adalah sebagai berikut:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
88

3) Observer 3

Skor keterlaksanaan yang diperoleh adalah 14

Skor keterlaksanaan keseluruhan pada pertemuan II adalah 16

Persentase keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran

pada pertemuan II menurut observer 3 adalah sebagai berikut:

Rata-rata persentase keterlaksanaan pada pertemuan I sebagai

berikut:

Berdasarkan persentase keterlaksanaan pada pertemuan I dan II

diperoleh rata-rata persentase keterlaksanaan keseluruhan

sebagai berikut:

Hasil persentase keterlaksanaan keseluruhan mencapai lebih dari

80% yaitu 86,46%. Hal tersebut menunjukan bahwa penerapan


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
89

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran dapat terlaksana

dengan sangat baik di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

tahun ajaran 2014/2015.Pada pertemuan pertama kegiatan yang tidak

terlaksana yaitu kegiatan antar siswa saling bertanya hal yang diperoleh

hasil pengamatan dan kegiatan mengasosiasi siswa menalar hubungan

antar unsur-unsur lingkaran sedangkan pada pertemuan kedua kegiatan

yang tidak terlaksana yaitukegiatan guru mengakhiri kegiatan dengan

memberikan pesan untuk semangat belajar karena waktu terbatas.

2. Analisis Kuisoner Motivasi Belajar Siswa

Hasil Perhitungan kuisoner motivasi Belajar siswa yang datanya

disajikan dalam Tabel 4.3 yang dihitung dengan menggunakan skala

Likert kemudian dipersentasekan sesuai rumus yang ditetapkan pada

BAB III dan disesuaikan dengan kategori tingkat motivasi belajar siswa

yang telah ditentukan. Berikut tabel analisis kategori motivasi belajar

masing-masing siswa di kelas VIIIB:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
90

Tabel 4. 7 Analisis Kuisoner Motivasi Belajar Siswa

No Kode Siswa Skor Persentase Keterangan


1 S-1 79 74% Tinggi
2 S-2 81 76% Tinggi
3 S-3 80 75% Tinggi
4 S-4 68 60% Sedang
5 S-5 95 94% Sangat tinggi
6 S-6 80 75% Tinggi
7 S-7 69 61% Tinggi
8 S-8 72 65% Tinggi
9 S-9 75 69% Tinggi
10 S-10 73 66% Tinggi
11 S-11 75 69% Tinggi
12 S-12 76 70% Tinggi
13 S-13 88 85% Sangat tinggi
14 S-14 68 60% Sedang
15 S-15 64 55% Sedang
16 S-16 71 64% Tinggi
17 S-17 86 83% Sangat tinggi
18 S-18 80 75% Tinggi
19 S-19 68 60% Sedang
20 S-20 68 60% Sedang
21 S-21 65 56% Sedang
22 S-22 74 68% Tinggi
23 S-23 83 79% Tinggi
24 S-24 80 75% Tinggi
25 S-25 74 68% Tinggi
26 S-26 75 69% Tinggi
27 S-27 76 70% Tinggi
28 S-28 74 68% Tinggi
29 S-29 78 73% Tinggi
30 S-30 74 68% Tinggi
31 S-31 69 61% Tinggi
32 S-32 77 71% Tinggi
33 S-33 89 86% Sangat tinggi
34 S-34 75 69% Tinggi
35 S-35 80 75% Tinggi
36 S-36 81 76% Tinggi
37 S-37 69 61% Tinggi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
91

Hasil analisis kategori motivasi belajar siswa tersebut kemudian

dikelompokan dan dihitung persentasenya.

Tabel 4. 8 Persentase Banyak Siswa Sesuai Motivasi Belajar

Banyak Siswa Kategori Persentase


4 Sangat Tinggi 10,81%
27 Tinggi 72,97%
6 Sedang 16,22%
Dari Tabel dapat diketahui bahwa motivasi siswa kelas VIIIB saat

mengikuti pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan

metode mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran tinggi dengan

skor rata-rata 76. Hal tersebut terlihat dari tingkat motivasi siswa yaitu

sebanyak 4 orang masuk dalam kategori motivasi belajar sangat tinggi,

27 orang lain dalam kategori motivasi belajar tinggi dan 6 orang lainnya

dalam kategori motivasi belajar tinggi. Jika dihitung persentasenya

maka diperoleh 10,81% siswa kelas VIIIB memiliki motivasi sangat

tinggi atau dengan kata lain sangat berminat, 72,97% siswa memiliki

motivasi tinggi atau dengan kata lain berminat, sedangkan 16,22% siswa

memiliki motivasi sedang atau dengan kata lain cukup berminat. Hasil

persentase tingkat motivasi belajar siswa tersebut dapat disajikan dalam

bentuk diagram lingkaran berikut:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
92

Persentase Motivasi Belajar Siswa


0

10.81%
16.22%

Sangat tinggi
Tinggi
Sedang
72.97%

Gambar 4.2 Diagram Persentase Motivasi Belajar Siswa

3. Analisis Keaktifan Belajar Siswa

Analisis keaktifan belajar siswa dilakukan dengan menghitung

persentase keaktifan siswa selama dua pertemuan kemudian disesuaikan

dengan kategori persentase keaktifan siswa yang telah ditetapkan.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
93

Tabel 4. 9 Analisis Keaktifan Belajar Siswa

No Kode Siswa Jumlah Skor Persentase Kategori


1 S-1 17 85% Sangat Tinggi
2 S-2 15 75% Tinggi
3 S-3 16 80% Tinggi
4 S-4 17 85% Sangat Tinggi
5 S-5 20 100% Sangat Tinggi
6 S-6 18 90% Sangat Tinggi
7 S-7 16 80% Tinggi
8 S-8 15 75% Tinggi
9 S-9 19 95% Sangat Tinggi
10 S-10 17 85% Sangat Tinggi
11 S-11 14 70% Tinggi
12 S-12 14 70% Tinggi
13 S-13 17 85% Sangat Tinggi
14 S-14 17 85% Sangat Tinggi
15 S-15 15 75% Tinggi
16 S-16 17 85% Sangat Tinggi
17 S-17 20 100% Sangat Tinggi
18 S-18 18 90% Sangat Tinggi
19 S-19 14 70% Tinggi
20 S-20 18 90% Sangat Tinggi
21 S-21 15 75% Tinggi
22 S-22 14 70% Tinggi
23 S-23 18 90% Sangat Tinggi
24 S-24 15 75% Tinggi
25 S-25 15 75% Tinggi
26 S-26 18 90% Sangat Tinggi
27 S-27 19 95% Sangat Tinggi
28 S-28 15 75% Tinggi
29 S-29 17 85% Sangat Tinggi
30 S-30 18 90% Sangat Tinggi
31 S-31 14 70% Tinggi
32 S-32 17 85% Sangat Tinggi
33 S-33 15 75% Tinggi
34 S-34 18 90% Sangat Tinggi
35 S-35 17 85% Sangat Tinggi
36 S-36 16 80% Tinggi
37 S-37 17 85% Sangat Tinggi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
94

Hasil analisis kategori keaktifan belajar siswa tersebut kemudian

dikelompokan dan dihitung persentase banyak siswanya.

Tabel 4. 10 Persentase Banyak Siswa Sesuai Keaktifan Belajar

Banyak Siswa Kategori Persentase


21 Sangat Tinggi 56,76%
16 Tinggi 43,24%
Dari Tabel 4.10 diketahui bahwa keaktifan belajar siswa kelas

VIIIB saat mengikuti pembelajaran yang menggunakan pendekatan

saintifik dengan metode mind mapping pada materi unsur-unsur

lingkaran tinggi dengan skor rata-rata jumlah keaktifan belajar untuk dua

pertemuan 17. Siswa yang masuk dalam kategori keaktifan belajar sangat

tinggi yaitu sebanyak 21 dan siswa yang masuk dalam kategori keaktifan

belajar sangat tinggi dengan persentase 56,76% ada 16 orang lain yang

masuk dalam kategori keaktifan belajar tinggi dengan persentase 43,24%.

Tidak ada siswa dengan kategori keaktifan belajar cukup, kurang, bahkan

sangat kurang. Pada pertemuan pertama aktifitas belajar siswa yang

kurang nampak yaitu pada poin 6, lebih dari setengah siswa di kelas tidak

melakukan aktifitas menulis yaitu menuliskan hal-hal penting terkait

unsur-unsur lingkaran pada buku catatan siswa. Sedangkan pada

pertemuan kedua aktifitas belajar yang kurang nampak ada pada poin ke

8 yaitu banyak siswa yang kurang mampu menanggapi pertanyaan

temannya terkait pekerjaan yang siswa kerjakan. Hasil persentase tingkat

keaktifan belajar siswa tersebut dapat disajikan dalam bentuk diagram

lingkaran berikut:
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
95

Persentase Keaktifan Belajar Siswa


00

43.24% Sangat tinggi


56.76% Tinggi

Gambar 4.3 Diagram Persentase Keaktifan Belajar Siswa

4. Analisis Tes Kemampuan Awal Siswa

Data tes kemampuan awal siswa kelas VIII B menunjukan bahwa

skor tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 32, sedangkan skor terendahnya

5. Skor rata-rata tes kemampuan awal siswa yaitu 25. Data tes

kemampuan awal tersebutdihitung sesuai rumus pada BAB III untuk

mengetahui nilai siswa kemudian nilai tersebut disesuaikan dengan

kategori kemampuan awal siswa yang telah ditetapkan. Berikut hasil

analisis tes kemampuan awal siswa kelas VIII B:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
96

Tabel 4.11 Analisis Kemampuan Awal Siswa

No Kode Siswa Skor Nilai Keterangan


1 S-1 16 40 Kurang
2 S-2 25 63 Cukup
3 S-3 23 58 Cukup
4 S-4 5 13 Gagal
5 S-5 26 65 Cukup
6 S-6 22 55 Kurang
7 S-7 30 75 Baik
8 S-8 23 58 Cukup
9 S-9 27 68 Baik
10 S-10 31 78 Baik
11 S-11 30 75 Baik
12 S-12 32 80 Sangat Baik
13 S-13 30 75 Baik
14 S-14 18 45 Kurang
15 S-15 25 63 Cukup
16 S-16 30 75 Baik
17 S-17 29 73 Baik
18 S-18 31 78 Baik
19 S-19 29 73 Baik
20 S-20 30 75 Baik
21 S-21 14 35 Gagal
22 S-22 10 25 Gagal
23 S-23 24 60 Cukup
24 S-24 30 75 Baik
25 S-25 27 68 Baik
26 S-26 28 70 Baik
27 S-27 27 68 Baik
28 S-28 29 73 Baik
29 S-29 27 68 Baik
30 S-30 26 65 Cukup
31 S-31 22 55 Kurang
32 S-32 16 40 Kurang
33 S-33 30 75 Baik
34 S-34 26 65 Cukup
35 S-35 26 65 Cukup
36 S-36 29 73 Baik
37 S-37 21 53 Kurang
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
97

Hasil analisis kategori kemampuan awal siswa tersebut kemudian

dikelompokan dan dihitung persentase banyak siswanya.

Tabel 4.12 Persentase Banyak Siswa Sesuai Kemampuan Awal

Banyak Siswa Kategori Persentase


1 Sangat Baik 2,70%
19 Baik 51,35%
8 Cukup 21,62%
6 Kurang 16,22%
3 Gagal 8,11%

Berdasarkan Tabel 4.12 diketahui bahwa kemampuan awal siswa

VIII B pada materi unsur-unsur lingkaran dengan nilai tertinggi 80, nilai

terendah 12,5 dan nilai rata-rata 62,4 tersebar dalam lima kategori.

Sebanyak 1 siswa termasuk dalam kategori kemampuan awal sangat baik

dengan persentase 2,70%, 19 siswa dalam kategori baik dengan persen

51,35%, 8 siswa dalam kategori cukup dengan persentase 21,62%, 6

siswa dalam kategori kurang dengan persentase 16,22% dan 3 siswa

dalam kategori gagal dengan persentase 8,11%. Sebagian siswa belum

memahami definisi lingkaran, sifat-sifat lingkaran serta unsur-unsur

lingkaran seperti jari-jari dan diameter. Hal tersebut menjadi

pertimbangan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP) pada materi unsur-unsur lingkaran. Namun karena keterbatasan

waktu guru tidak sempat untuk lebih menegaskan kepada siswa tentang

sifat-sifat lingkaran dan lebih mendalami unsur-unsur lingkaran. Hasil

analisis tersebut disajikan dalam bentuk diagram lingkaran berikut:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
98

Persentase Kemampuan Awal Siswa

8.11% 2.70%

16.22%
Sangat tinggi
Tinggi
Cukup
51.35% Kurang
Gagal
21.62%

Gambar 4.4 Diagram Persentase Kemampuan Awal Siswa

5. Analisis Tes Prestasi Belajar Siswa

Berdasarkan data tes prestasi belajar siswa pada Tabel 4.6, dapat

dilihat bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa adalah 66 dan skor

terendah yang diperoleh 40,5 dengan skor rata-rata siswa adalah 54. Data

pada Tabel 4.6 kemudian dihitung untuk menentukan nilai yang

diperoleh siswa yang kemudian disesuaikan dengan pembagian kategori

prestasi belajar siswa yang telah ditetapkan. Berikut hasil analisis

kategori prestasi belajar siswa kelas VIIIB:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
99

Tabel 4.13 Analisis Tes Prestasi Belajar Siswa

No Kode Siswa Skor Nilai Keterangan


1 S-1 50 67 Baik
2 S-2 60,5 81 Sangat Baik
3 S-3 46 61 Cukup
4 S-4 53,5 71 Baik
5 S-5 65 87 Sangat Baik
6 S-6 55,5 74 Baik
7 S-7 47,5 63 Cukup
8 S-8 47,5 63 Cukup
9 S-9 48 64 Cukup
10 S-10 60,5 81 Sangat Baik
11 S-11 51,5 69 Baik
12 S-12 63 84 Sangat Baik
13 S-13 53,5 71 Baik
14 S-14 40,5 54 Kurang
15 S-15 48 64 Cukup
16 S-16 52,5 70 Baik
17 S-17 48 64 Cukup
18 S-18 61 81 Sangat Baik
19 S-19 40,5 54 Kurang
20 S-20 60 80 Sangat Baik
21 S-21 40,5 54 Kurang
22 S-22 44 59 Cukup
23 S-23 53,5 71 Baik
24 S-24 49,5 66 Baik
25 S-25 50 67 Baik
26 S-26 60,5 81 Sangat Baik
27 S-27 59,5 79 Sangat Baik
28 S-28 53,5 71 Baik
29 S-29 65,5 87 Sangat Baik
30 S-30 66 88 Sangat Baik
31 S-31 52,5 70 Baik
32 S-32 51 68 Baik
33 S-33 61 81 Sangat Baik
34 S-34 60,5 81 Sangat Baik
35 S-35 66 88 Sangat Baik
36 S-36 65 87 Sangat Baik
37 S-37 50 67 Baik
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
100

Hasil analisis kategori prestasi belajar siswa tersebut kemudian

dikelompokan dan dihitung persentasenya.

Tabel 4. 14 Persentase Banyak Siswa Sesuai Prestasi Belajar

Banyak Siswa Kategori Persentase


14 Sangat Baik 37,84%
13 Baik 35,13%
7 Cukup 18,92%
3 Kurang 8,11%

Tabel 4.14 menunjukan banyaknya siswa dengan kategori prestasi

belajar sangat baik ada 14 orang, banyak siswa kategori baik 13 orang,

banyaknya siswa kategori cukup ada 7 orang dan banyaknya siswa

dengan kategori kurang ada 3 orang. Jika dihitung persentasenya maka

diperoleh 37,84% siswa dengan kategori prestasi belajar sangat baik,

35,13% siswa dengan kategori prestasi belajar baik, 18,92% siswa

dengan kategori prestasi belajar cukup, dan 8,11% siswa dengan kategori

prestasi belajar kurang. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 88

dan nilai terendah yang diperoleh 54 dengan rata-rata nilai siswa adalah

72,1. Sebagian besar kesalahan siswa yaitu siswa belum mampu

menjawab soal secara sistematis, kurang teliti dan belum memahami

hubungan antar unsur-unsur lingkaran. Hasil perhitungan persentase

tersebut dapat disajikan dalam bentuk diagram lingkaran sebagai berikut:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
101

Persentase Prestasi Belajar Siswa

8.11%

Sangat baik
18.92% 37.84%
Baik
Cukup
Kurang
35.13%

Gambar 4.5 Diagram Persentase Prestasi Belajar Siswa

6. Analisis Hasil Wawancara

Wawancara digunakan sebagai pendukung data lain yang telah

diperoleh. Wawancara dilakukan di luar jam pelajaran pada tujuh orang

siswa yang dipilih secara purposive atau dengan maksud tertentu dengan

melihat kategori motivasi, keaktifan dan prestasi belajar siswa.

a. Siswa A adalah siswa dengan motivasi sangat tinggi, keaktifan sangat

tinggi dan prestasi belajar sangat baik

b. Siswa B adalah siswa dengan motivasi sangat tinggi, keaktifan sangat

tinggi dan prestasi belajar baik

c. Siswa C adalah siswa dengan motivasi sangat tinggi, keaktifan sangat

tinggi dan prestasi belajar cukup

d. Siswa D adalah siswa dengan motivasi tinggi, keaktifan sangat tinggi

dan prestasi belajar sangat baik


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
102

e. Siswa E adalah siswa dengan motivasi tinggi,keaktifan tinggi dan

prestasi belajar baik

f. Siswa F adalah siswa dengan motivasi tinggi, keaktifan tinggi dan

prestasi belajar cukup

g. Siswa G adalah siswa dengan motivasi sedang, keaktifan tinggi dan

prestasi belajar kurang

Berikut garis besar hasil wawancara siswa:

Tabel 4.15 Hasil Wawancara

No Pertanyaan Jawaban Siswa


1 Apa pendapatmu A: Metode sesuai dengan K.13. Siswa dilatih
tentang untuk mandiri. Menarik karena berkelompok dan
pembelajaran melatih kreativitas.
yang B: Seru, tahu hubungan antar unsur-unsur
menggunakan lingkaran.
pendekatan C: Lebih seru. Pembelajaran jadi tidak
saintifik dengan membosankan.
metode mind D: Baik karena menambah keaktifan siswa,
mapping? karena membuatnya sendiri jadi lebih paham.
Hanya poin-poin penting yang dituliskan.
E: Mudah diingat. Lebih mudah menghafal lewat
bagan.
F: Lebih paham karena lebih banyak baca buku.
G: Seru, bisa berkreasi sambil belajar. Biasanya
matematika langsung rumus
2 Apakah ada A: Ada, pembelajaran dibuat lebih asik.
perbedaan B: Ada, matematika tidak pernah menggunakan
pembelajaran mind mapping.
yang C: Ada, bisa menyalurkan dan mengekspresikan
menggunakan apa yang ada di pikiran.
pendekatan D: Berbeda, biasanya guru langsung memberikan
saintifik dengan materi dengan ceramah.
metode mind E: Berbeda, lebih menarik. Materi lebih masuk
mapping dengan kalau dibuat sendiri.
pembelajaran F: Ada, diajak cari tahu sendiri. Pembelajaran
sebelumnya? sebelumnya lebih banyak ceramah.
G : Ada. Lebih seru.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
103

3 Bagaimana A: Senang, karena bekerja secara berkelompok,


perasaanmu saat dapat bertukar pikiran.
mengikuti proses B: Senang, karena berkelompok.
pembelajaran C: Senang karena seru.
yang D: Seneng, seru. Memang minat di matematika.
menggunakan E: Senang dan tidak bosan.
pendekatan F: Senang, seru. Lebih bebas berekspresi dan
saintifik dengan tekanan di dalam kelas berkurang.
metode mind G: Senang karena tidak biasa.
mapping?
4 Apakah kamu A: Aktif, bertanya, mencari informasi di buku dan
merasa aktif saat membuat mind map.
mengikuti B: Aktif, mengerjakan LAS dan membuat mind
kegiatan map.
pembelajaran C: Iya, saya yang paling semangat membuat mind
yang map.
menggunakan D: Ya, ada pembagian tugas.
pendekatan E: Aktif, turut membantu membuat mind map.
saintifik dengan F: Aktif, mengerjakan LAS dan membuat mind
metode mind map. Kelompok yang asik juga membuat lebih
mapping? aktif.
G: Iya, mewarnai mind map.
5 Apakah kamu A: Tidak.
merasa kesulitan B: Tidak. Lebih gampang, tapi tidak suka
selama mengikuti menggambar.
proses C: Lumayan. Semua pendapat berbeda-beda.
pembelajaran D: Sedikit karena anggota kelompoknya kadang
yang malas.
menggunakan E: Iya, kadang bingung materi.
pendekatan F: Tidak ada kesulitan.
saintifik dengan G: Agak sulit karena belajar sendiri.
metode mind
mapping?
6 Apakah kamu A: Tidak, karena dikerjakan bersama-sama.
cepat putus asa B: Tidak. Berusaha sebaik mungkin.
jika mendapat C: Tidak, baca buku lagi.
kesulitan selama D: Tidak, cari tahu dibuku dan tanya teman lain.
pembelajaran? E: Tidak, cari informasi di google.
F: Kadang cepat putus asa
G: Tidak, tanya guru atau teman.
7 Apakah metode A: Ya, karena dapat merangkum dan menguraikan
ini membantumu materi sendiri.
untuk lebih B: Iya, lebih jelas, pembelajaran tidak hanya
mengerti materi secara lisan.
yang diajarkan? C: Lumayan karena sekarang cari tahu sendiri,
biasanya langsung dijelaskan.
D: Iya, karena yang diambil intisarinya.
E: Ya, lebih mudah menghafal.
F: Membantu, karena menyaring informasi yang
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
104

benar-benar penting.
G: Ya, gambar-gambar yang lucu jadi mudah
diingat.
8 Apakah metode A: Iya, karena bisa menguraikan atau
ini membuatmu mengembangkan materi sendiri.
merasa B: Iya, tapi tidak terlalu suka mind map karena
termotivasi untuk tidak kreatif.
belajar dan lebih C: Lumayan, pelajaran jadi lebih gampang.
mendalami D: Termotivasi karena lebih menarik. Menarik
materi? pembuatannya, menggugah imajinasi dan
membuat lebih niat belajar.
E: Sama saja.
F: Iya, belajar sendiri membuat merasa lebih bisa.
G: Ya.
9 Apakah kamu A: Harus optimis.
optimis akan B: Optimis, lebih mudah membaca materi pada
mendapatkan nilai mind map.
yang baik pada C: Lumayan, tapi sebenarnya kurang pintar.
materi unsur- D: Optimis karena lebih niat belajar.
unsur lingkaran? E: Optimis, kalau ada metode baru pasti optimis.
Tapi kadang walau sudah yakin hasilnya tetap
jelek, mungkin kurang teliti.
F: Lumayan. Tapi tidak yakin karena pada
dasarnya tidak suka menghitung.
G: Optimis. Tapi kadang pelupa dan suka
meremehkan.
10 Apa manfaat yang A: Lebih mendalami materi, materi lebih mudah
dapat kamu petik dipahami sehingga meningkatkan motivasi dan
setelah mengikuti melatih kerjasama.
proses B: Melatih kerjasama kelompok, lebih memahami
pembelajaran pelajaran karena belajar sendiri.
yang C: Pelajaran matematika jadi lebih menarik dan
menggunakan lebih semangat untuk mencari tahu materi.
pendekatan D: Belajar menyatukan pemikiran, kerjasama
saintifik dengan dengan teman satu kelompok, lebih bisa
metode mind meringkas materi.
mapping? E: Menghafal lebih mudah. Menyalurkan hobi
menggambar.
F: Pelajaran yang sulit jadi lebih gampang.
Pembelajaran jadi lebih seru. Lebih variatif cara
mencatatatnya.
G: Tidak membosankan.

Berdasarkan wawancara tersebut dapat diketahui bahwa:


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
105

a. Secara Umum

1) Siswa berpendapat bahwa pembelajaran yang menggunakan

pendekatan saintifik dengan metode mind mapping berbeda dari

pembelajaran sebelumnya yang biasanya guru lebih banyak

menggunakan metode ceramah. Pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind

mapping menarik karena pengerjaannya secara berkelompok

dan menambah keaktifan siswa. Siswa merasa pembelajaran

menjadi tidak membosankan, melatih kreativitas dan membuat

siswa lebih memahami materi.

2) Siswa merasa lebih paham karena dalam proses pembelajaran

siswa mencari tahu dan menemukan sendiri informasi-informasi

yang terkait dengan materi unsur-unsur lingkaran. Selain itu,

informasi yang disajikan pada mind map merupakan poin-poin

penting, sehingga lebih mudah menghafal dan melihat hubungan

antar unsurnya.

3) Siswa merasa senang mengikuti pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind

mapping. Siswa beralasan bahwa metode ini membuat

pembelajaran menjadi tidak membosankan dan siswa lebih

bebas berekspresi.

4) Siswa berpendapat bahwa pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping membuat mereka lebih aktif dalam mengikuti


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
106

proses pembelajaran. Siswa aktif mencari informasi tentang

materi unsur-unsur lingkaran dan pembuatan mind map juga

membuat siswa lebih aktif mengekspresikan pemikirannya.

Siswa membagi tugas dalam kelompok sehingga seluruh

anggota kelompok aktif dalam mengerjakan tugas.

5) Beberapa siswa berpendapat bahwa mereka tidak menemui

kesulitan selama proses pembelajaran yang menggunakan

pendekatan saintifik dengan metode mind mapping. Namun ada

pula beberapa siswa yang menjumpai kesulitan yaitu belum bisa

beradaptasi dengan gaya belajar mandiri karena biasanya

langsung dijelaskan guru dan kesulitan dalam bekerja secara

kelompok. Kesulitan tersebut dapat diatasi dengan bertanya

pada guru, teman, atau mencari informasi di buku atau internet.

6) Sebagian besar siswa berpendapat bahwa mereka termotivasi

untuk belajar, mendalami materi dan lebih niat untuk belajar.

Proses belajar mandiri yang menggunakan pendekatan saintifik

dengan metode mind mapping membuat mereka merasa lebih

memahami materi. Mind map yang berisi intisari materi

membuat siswa merasa pelajaran menjadi lebih gampang karena

siswa langsung menyaring informasi yang benar-benar penting

dan menyajikannya dengan gambar-gambar yang membuat

siswa lebih tertarik belajar.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
107

7) Beberapa siswa merasa optimis bahwa pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind

mapping dapat membuat nilai mereka baik. Hal tersebut karena

ini merupakan metode baru yang membuat siswa semakin niat

atau semakin termotivasi untuk belajar. Tapi ada beberapa yang

kurang yakin dengan hasil belajarnya karena memang tidak suka

menghitung, suka meremehkan saat tes, pelupa dan terkadang

kurang teliti.

8) Siswa mengungkapkan beberapa manfaat yang mereka rasakan

ketika mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan

saintifik dengan metode mind mapping yaitu mereka lebih

memahami materi, lebih bersemangat untuk belajar aktif,

meningkatkan motivasi belajar, melatih kerjasama dalam

kelompok dan menyalurkan hobi menggambar.

b. Secara Khusus

1) Siswa A

Hasil wawancara menunjukan bahwa siswa A senang

mengikuti proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan

saintifik dengan metode mind mapping karena bekerja secara

berkelompok. Metode ini membuatnya lebih aktif, lebih mandiri

dalam menemukan informasi tentang materi yang dipelajari,

melatih kreativitas, kerjasama, dan meningkatkan motivasi


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
108

belajar. Selama proses pembelajaran siswa tidak merasa

kesulitan dan siswa optimis bahwa metode ini dapat

meningkatkan prestasi belajarnya karena siswa semakin

termotivasi belajar dan semakin memahami materi karena

merangkum dan menguraikan materi sendiri.

2) Siswa B

Siswa B merasa senang saat mengikuti proses pembelajaran

yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind

mapping. Siswa berpendapat bahwa metode ini berbeda dengan

metode pembelajaran yang diterapkan guru sebelumnya. Metode

ini membuat siswa lebih memahami pelajaran dan mengetahui

hubungan antar unsur-unsur lingkaran karena siswa dilatih

belajar sendiri dan dengan mind map materi dapat terbaca

dengan jelas. Metode ini membuat siswa lebih aktif belajar.

Siswa B tidak merasa kesulitan selama mengikuti pembelajaran

dan optimis bahwa metode ini akan meningkatkan prestasi

belajarnya karena merasa lebih termotivasi.

3) Siswa C

Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa siswa C

senang mengikuti proses pembelajaran yang menggunakan

pendekatan saintifik dengan metode mind mapping. Hal tersebut

karena ia berpendapat bahwa metode ini lebih asik, menarik dan

tidak membosankan. Siswa C dapat menyalurkan atau


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
109

mengekspresikan apa yang ada di pikirannya ke dalam mind

map. Kesulitan yang siswa C alami yaitu sulit untuk

menyatukan pendapat teman sekelompok. Siswa C merasa

metode ini membuatnya semangat untuk mencari tahu materi

dan ia merasa lebih memahami materi karena biasanya materi

langsung disampaikan oleh guru. Namun, siswa C merasa

kurang yakin metode ini dapat meningkatkan prestasi belajarnya

karena ia merasa bahwa pada dasarnya ia memang kurang

pintar.

4) Siswa D

Siswa D berpendapat bahwa pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind

mapping dapat menambah keaktifan siswa. Proses pembuatan

mind map membuatnya lebih memahami pelajaran karena dibuat

sendiri dan yang dituliskan hanya poin-poin penting. Siswa D

senang mengikuti pembelajaran dan menambah motivasi belajar

karena pada dasarnya ia menyukai matematika dan ia

berpendapat metode ini lebih menarik baik dari prosesnya

maupun dari hasil mind map nya. Kesulitan yang ia alami yaitu

masalah kerja kelompok yang menurutnya ada yang malas

mengerjakan. Siswa D optimis metode ini mampu meningkatkan

prestasi belajarnya karena ia lebih niat untuk belajar, dan

penyajian mind map yang berupa intisari materi membuatnya


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
110

lebih memahami materi yang diajarkan. Menurut siswa D,

metode ini melatih kerjasama, melatih menyatukan pemikiran

dalam kelompok dan membuatnya lebih bisa meringkas materi.

5) Siswa E

Hasil wawancara menunjukan bahwa siswa E senang

mengikuti pembelajaran yang menggunakan pendekatan

saintifik dengan metode mind mapping. Menurut siswa E

penyajian materi dalam mind map lebih mudah diingat, lebih

mudah menghafal karena bentuknya seperti bagan. Proses

pembelajaran lebih menarik dan tidak membosankan,

membuatnya aktif bekerja dan dapat menyalurkan hobi

menggambar. Siswa E selalu optimis jika ada metode baru,

namun kurang yakin dengan hasil belajarnya yang terkadang

tidak sesuai dengan pemikirannya dan ia merasa kadang kurang

teliti dalam mengerjakan soal. Kesulitannya yaitu kadang masih

bingung dengan materi dan ia berusaha mencari di internet.

6) Siswa F

Berdasarkan hasil wawancara kepada siswa F dapat diketahui

bahwa siswa F merasa senang mengikuti pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind

mapping karena siswa dapat bebas berekspresi, pembelajaran

menjadi tidak membosankan dan tekanan dalam kelas yang

berkurang. Pembelajaran lebih menarik, variatif dan berbeda


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
111

dengan pembelajaran sebelumnya yang banyak ceramah.

Menurut siswa F metode ini membuatnya lebih memahami

materi karena lebih mengajak siswa untuk cari tahu materi

sendiri dan lebih banyak baca buku. Siswa aktif selama

mengikuti pembelajaran karena kelompoknya dapat bekerjasama

dengan baik dan ia tidak menjumpai kesulitan selama

pembelajaran. Siswa F berpendapat bahwa metode ini

membantunya dalam memahami materi pelajaran karena

menyaring informasi yang benar-benar penting, namun ia tidak

yakin metode ini akan meningkatkan prestasi belajarnya karena

pada dasarnya siswa F tidak suka menghitung.

7) Siswa G

Siswa G berpendapat bahwa pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind

mapping menarikdan tidak membosankan karena bisa berkreasi

sambil belajar. Siswa G senang mengikuti pembelajaran dan

aktif membuat mind map. Siswa G merasa kesulitan karena

tidak terbiasa belajar sendiri, namun ia tidak putus asa dan

langsung bertanya pada guru atau teman. Metode ini membuat

siswa G mudah mengingat materi karena disajikan dalam bentuk

gambar-gambar lucu. Siswa G semakin termotivasi untuk

belajar, tapi tidak yakin akan prestasi belajarnya karena sering

lupa dan meremehkan jika ada tes sehingga kurang persiapan.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
112

7. Analisis Hasil Observasi Umum

Obsevasi umum pembelajaran di kelas dilakukan oleh tiga orang

observer pada masing-masing pertemuan. Observasi ini menguraikan

keaktifan siswa atau kejadian yang terjadi di kelas secara garis besar

selama proses pembelajaran berlangsung. Data observasi ini digunakan

sebagai data pendukung untuk menggambarkan kondisi kelas saat

pembelajaran. Berikut garis besar hasil observasi umum di kelas saat

pembelajaran:

a. Pertemuan Pertama (Rabu, 8 April 2015)

Tabel 4.16 Hasil Observasi Umum Pertemuan Pertama

No Pertanyaan Hasil pengamatan observer


1 Apakah siswa Observer 1: Siswa cukup siap, namun sedikit gaduh
terlihat siap karena baru selesai istirahat.
mengikuti Observer 2: Cukup siap, tapi ada beberapa siswa
pembelajaran? yang belum masuk kelas saat guru masuk.
Observer 3: Sebagian besar terlihat siap mengikuti
pelajaran, namun ada beberapa yang belum masuk
kelas dan agak gaduh karena habis istirahat.
2 Apakah siswa Observer 1: Siswa antusias mengikuti pembelajaran
terlihat cukup karena dilakukan secara berkelompok.
antusias dalam Observer 2: Siswa cukup antusias dan terlihat aktif.
mengikuti Observer 3: Siswa terlihat cukup antusias. Saat guru
pembelajaran? berbicara di depan siswa memperhatikan.
3 Apakah siswa Observer 1: Sebagian besar memperhatikan, namun
memperhatika ada yang kurang memperhatikan karena bermain
n penjelasan dengan teman.
guru? Observer 2: Ada yang memperhatikan ada juga
yang tidak karena asik main laptop.
Observer 3: Siswa memperhatikan penjelasan guru,
tapi ada yang tidak karena ngobrol dengan teman.
4 Apakah siswa Observer 1: Siswa mengerjakan tugas dengan
mengerjakan berkelompok dan mencari referensi di buku cetak.
tugas yang Observer 2: Ya, siswa mengerjakan LAS dengan
diberikan guru baik.
dengan baik? Observer 3: Siswa mengerjakan tugas LAS dengan
baik secara berkelompok.
5 Apakah siswa Observer 1: Siswa aktif bertanya dan memberikan
aktif selama pendapat.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
113

mengikuti Observer 2: Ya, Siswa aktif. Siswa mengerjakan


pembelajaran? tugas, mendengarkan presentasi teman dan
mengeluarkan pendapat.
Observer 3: Siswa aktif, jika akda yang kurang
dimengerti langsung bertanya pada teman atau
guru, siswa tidak ragu dalam mengeluarkan
pendapat.
6 Kejadian apa Observer 1: Siswa mengerjakan tugas yang
saja yang diberikan, bertanya pada guru dan mengeluarkan
terjadi di kelas pendapat. Ada yang main laptop dan ngobrol
selama dengan teman saat tugas yang diberikan selesai
pembelajaran? dikerjakan.
Observer 2: Siswa mengerjakan LAS, siswa dan
guru mendiskusikan jawaban. Beberapa siswa yang
sudah selesai mengerjakan asik ngobrol dengan
teman.
Observer 3: Siswa mengerjakan LAS, beberapa
kelompok mempresentasikan jawaban. Kelas agak
gaduh ketika beberapa kelompok sudah selesai
mengerjakan dan kelompok lainnya belum selesai.

b. Pertemuan Kedua (Sabtu, 11 April 2015)

Tabel 4.17 Hasil Observasi Umum Pertemuan Kedua

No Pertanyaan Hasil pengamatan observer


1 Apakah siswa Observer 1: Siswa siap mengikuti pembelajaran.
terlihat siap Siswa sudah menyiapkan alat dan bahan untuk
mengikuti membuat mind map.
pembelajaran? Observer 2: Ya, siswa terlihat cukup siap karena
jam pelajaran pertama.
Observer 3: Siswa terlihat siap mengikuti
pelajaran setelah doa pagi bersama.
2 Apakah siswa Observer 1: Siswa antusias karena metode
terlihat cukup pembelajaran berbeda. Siswa bersemangat dan
antusias dalam telah membawa alat dan bahan untuk membuat
mengikuti mind map.
pembelajaran? Observer 2: Ya, siswa terlihat cukup antusias
karena bekerja berkelompok. Siswa terlihat
senang dan bersemangat.
Observer 3: Siswa terlihat antusias dan
bersemangat karena membuat mind map.
3 Apakah siswa Observer 1: Saat guru menerangkan mind map
memperhatikan ada beberapa yang tidak mendengarkan.
penjelasan guru? Sebagian besar yang mendengarkan adalah
siswa yang duduk di bagian depan.
Observer 2: Beberapa memperhatikan dan
beberapa tidak karena bermain dengan teman
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
114

dan posisi duduk yang dibelakang.


Observer 3: Saat guru memberi penjelasan
tentang mind map siswa memperhatikan
penjelasan guru.
4 Apakah siswa Observer 1: Siswa mengerjakan tugas dengan
mengerjakan baik. Masing-masing kelompok sudah memiliki
tugas yang konsep sendiri. Siswa bekerja keras karena
diberikan guru waktu yang diberikan terbatas.
dengan baik? Observer 2: Ya, siswa mengerjakan mind map
dengan baik. Siswa membawa alat dan bahan
yang diperlukan.
Observer 3: Siswa mengerjakan tugas mind map
dengan baik secara berkelompok.
5 Apakah siswa Observer 1: Siswa aktif mengikuti pembelajan,
aktif selama namun karena waktu terbatas siswa kurang
mengikuti kesempatan untuk berpendapat.
pembelajaran? Observer 2: Ya, siswa aktif mengikuti pelajaran.
Siswa membuat mind map dan bertanya pada
guru jika ada hal-hal yang kurang dimengerti.
Observer 3: Siswa aktif mengerjakan mind map,
sesekali bertanya pada guru jika ada hal yang
belum dimengerti.
6 Kejadian apa saja Observer 1: Pembelajaran cukup sesuai yang
yang terjadi di direncanakan. Waktu yang tersedia terbatas
kelas selama sehingga hanya satu kelompok yang
pembelajaran? mempresentasikan hasil kerjanya, siswa lain
kurang mendapat kesempatan berpendapat.
Observer 2: Waktu yang dialokasikan kurang
sehingga yang presentasi sedikit. Saat presentasi
siswa lain kurang diberi kesempatan untuk
bertanya dan mengeluarkan pendapat.
Observer 3: Waktu singkat dan terbatas ada
beberapa kegiatan yang terlewati. Kelompok
yang presentasi hanya satu kelompok.

Berdasarkan hasil observasi tersebut dapat diketahui bahwa:

a. Pertemuan pertama

Pada pertemuan pertama nampak sebagian besar siswa sudah siap

untuk mengikuti proses pembelajaran, namun ada beberapa siswa yang

masih belum masuk kelas saat guru masuk kelas. Selain itu kelas agak

sedikit gaduh dikarenakan siswa baru selesai jam istirahat. Siswa

terlihat cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran karena


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
115

pembelajaran kali ini dilakukan secara berkelompok. Siswa-siswa

memperhatikan arahan guru dengan baik, namun ada beberapa siswa

yang kurang memperhatikan karena berbicara atau main dengan teman

atau sedang main laptop. Siswa aktif mengerjakan tugas berupa LAS

dan kelas cukup kondusif, tetapi kelas menjadi sedikit gaduh setelah

beberapa kelompok selesai mengerjakan LAS sedangkan kelompok lain

belum selesai. Ketika ada teman yang presentasi hasil kerja

kelompoknya siswa lain mendengarkan dan memberi tanggapan atau

masukan.

b. Pertemuan kedua

Pada pertemuan kedua siswa terlihat lebih siap dalam mengikuti

pembelajaran karena pembelajaran dilaksanakan pada jam pertama.

Siswa sudah terkondisi dengan baik karena sebelum masuk jam pertama

siswa mengikuti doa pagi bersama. Siswa antusias dalam mengikuti

pembelajaran, hal itu terlihat dari kesiapan siswa dalam membawa alat

dan bahan pembuatan mind map. Siswa terlihat gembira dan

bersemangat. Saat guru memberi arahan tentang mind map beberapa

siswa khususnya yang posisis duduk di belakang kurang

memperhatikan karena bermain dengan temannya. Siswa secara

berkelompok aktif mengerjakan mind map dengan baik dan sesekali

bertanya pada guru jika ada hal-hal yang kurang jelas. Waktu yang

tersedia terbatas sehingga menyebabkan pembelajaran kurang


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
116

maksimal. Kelompok yang mempresentasikan hasil karya atau ide

pemikirannya tentang unsur-unsur lingkaran hanya satu kelompok dan

siswa lainnya kurang diberi kesempatan untuk berpendapat.

D. Pembahasan

Pada pembahasan akan dijawab dan dibahas masalah-masalah yang

terdapat pada rumusan masalah. Pembahasan ini terkait penerapan

pendekatan saintifik dengan metode mind mapping pada materi unsur-unsur

lingkaran di kelas VIIIB tahun ajaran 2014/2015 yang akan dibahas sesuai

data dan analisis data yang diperoleh.

1. Bagaimana keterlaksanaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan

saintifik yang dikombinasikan dengan metode mind mapping pada materi

unsur-unsur lingkaran di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

tahun ajaran 2014/2015?

Pembahasan:

Pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik

dengan metode mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran di kelas

VIIIB tahun ajaran 2014/2015 dapat berjalan dengan sangat baik. Hal

tersebut dapat terlihat dari persentase keterlaksanaan rencana

pelaksanaan pembelajaran yang mencapai 86,46%. Pelaksanaan proses

pembelajaran sesuai dengan pendekatan saintifik yaitu proses belajar

yang lebih berpusat pada siswa yang bertujuan mendorong peserta didik

untuk aktif mencari tahu dari berbagai sumber informasi. Pembelajaran


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
117

sudah cukup sesuai langkah-langkah umum pembelajaran dengan

pendekatan saintifik yaitu yang dimulai dari proses mengamati, menanya,

mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Melalui LAS

unsur-unsur lingkaran secara berkelompok siswa aktif untuk mencari

tahu informasi tentang unsur-unsur lingkaran yang kemudian

didiskusikan secara klasikal dengan dipandu guru bidang studi.

Pembelajaran juga sudah sesuai dengan langkah-langkah pada metode

mind mapping. Setelah siswa dan guru mendiskusikan LAS unsur-unsur

lingkaran, secara berkelompok siswa menuangkan pemikirannya dalam

bentuk mind map. Siswa dan guru telah mampu menerapkan pendekatan

saintifik dalam pembelajaran unsur-unsur lingkaran yang dikombinasikan

dengan metode mind mapping, namun hasilnya belum maksimal. Hal

tersebut karena siswa dan guru belum terbiasa menggunakan pendekatan

saintifik serta karena waktu yang tersedia terbatas atau kurang

mencukupi sehingga ada langkah dalam pembelajaran yang kurang

nampak.Pada kegiatan pembelajaran bertanya, kegiatan sudah nampak

terlaksana. Namun, baik pada pertemuan pertama maupun kedua siswa

yang bertanya pada guru tidak lebih dari 5 orang. Selain itu pada

pertemuan pertama siswa kurang tertarik dan kurang mampu bertanya

tentang hasil pengamatan siswa lainnya serta belum bisa menalar hasil

pengetahuan yang diperoleh bersama teman sekelompoknya, siswa

cenderung hanya sibuk mengerjakan LAS dan hanya fokus pada soal-soal

yang ada. Pada pertemuan kedua siswa telah mampu menalar hubungan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
118

antar unsur-unsur lingkaran yang terlihat dari diskusi dan hasil mind map

siswa, namun tidak semua kelompok melakukan kegiatan menalar, hanya

3 kelompok yang terlihat melakukan kegiatan tersebut. Selain itu, diakhir

proses pembelajaran guru tidak sempat memberikan motivasi kepada

siswa untuk tetap belajar dikarenakan waktu pelajaran sudah berakhir.

2. Bagaimana motivasi belajar siswa-siswi kelas VIIIB SMP Pangudi Luhur

1 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam mengikuti mengikuti

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran?

Pembahasan:

Motivasi belajar siswa selama mengikuti pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping pada

materi unsur-unsur lingkaran tergolong tinggi yaitu dengan skor rata-rata

75,9 atau jika dipresentasekan sesuai rumus yang ditetapkan maka rata-

rata motivasi belajar siswa sebesar 70%. Hal tersebut diperoleh dari hasil

angket yang diberikan yang kemudian dianalisis dengan skala Likert.

Sebanyak 4 orang masuk dalam kategori motivasi belajar sangat

tinggi,27 orang dalam kategori motivasi belajar tinggi dan 6 orang dalam

kategori motivasi belajar sedang. Hasil analisis motivasi belajar tersebut

kemudian didukung dengan hasil wawancara terhadap beberapa siswa.

Beberapa siswa yang diwawancarai berpendapat bahwa mereka senang

mengikuti pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
119

metode mind mapping. Menurut mereka pendekatan saintifik dengan

metode mind mapping merupakan pendekatan metode pembelajaran yang

menarik dan tidak membosankan, berbeda dengan pembelajaran

sebelumnya yang masih menggunakan metode ceramah. Siswa dapat

menyalurkan ide dan pemikiran dari hasil pengetahuannya dalam bentuk

mind map. Hasil mind map yang menarik juga turut memotivasi siswa

dalam belajar, terutama karena penyajian materi yang lebih kreatif,

mudah dipahami dan mudah diingat. Selain dari hasil kuisoner dan

wawancara, hasil observasi kegiatan umum di kelas juga menunjukan

bahwa siswa terlihat senang dan antusias dalam mengikuti proses

pembelajaran. Hal tersebut terlihat dari interaksi siswa saat kerja

kelompok yang cukup baik, siswa saling bertukar pikiran untuk

menyelesaikan tugas yang diberikan. Selain itu, antusias siswa terlihat

persiapan siswa untuk membuat mind map. Masing-masing kelompok

telah menyiapkan alat dan bahan yang kiranya akan digunakan dalam

pembuatan mind map.

3. Bagaimana keaktifan siswa-siswi kelas VIIIB SMP Pangudi Luhur 1

Yogyakartatahun ajaran 2014/2015 selama mengikuti pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping pada

materi unsur-unsur lingkaran?

Pembahasan:
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
120

Kegiatan berkelompok baik saat mengerjakan LAS maupun saat

pembuatan mind map membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran.

Hasil observasi menunjukan bahwa selama proses pembelajaran siswa-

siswa di kelas VIII B terlibat aktif ditunjukan dengan persentase

keaktifan belajar siswa yaitu 56,76%siswa dengan kategori keaktifan

belajar sangat tinggi dan 43,24% siswa dengan kategori keaktifan belajar

tinggi. Hal tersebut karena pembelajaran yang menggunakan pendekatan

saintifik dengan metode mind mapping mendorong siswa untuk mencari

tahu sendiri informasi-informasi tentang materi yang dipelajari dan

mendorong siswa untuk menuliskan ide pemikirannya yang disajikan

dalam bentuk mind map. Aktifitas-aktifitas yang dilakukan siswa selama

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping antara lain siswa aktif mengerjakan tugas yang diberikan

baik dalam bentuk LAS maupun tugas membuat mind map. Hasil

observasi menyebutkan bahwa selama kegiatan kelompok siswa aktif

mencari informasi terkait materi pada buku, bertanya pada teman tentang

hal-hal yang belum diengerti, mengemukakan pendapat dan saling

berdiskusi satu sama lain guna menyelesaikan tugas yang diberikan.

Siswa aktif mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat mind map,

menulis hal-hal penting pada mind map dan berkreasi membuat mind

map agar semenarik mungkin. Banyak anggota kelompok yang hanya

terdiri dari 3 orang menyebabkan kerja kelompok lebih efektif dan

sebagian besar anggota kelompok aktif bekerja. Namun ada beberapa


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
121

siswa yang masih kurang aktif selama mengikuti pembelajaran,

cenderung diam dan tidak mengeluarkan pendapat. Pada pertemuan

pertama sebagian besar siswa tidak menuliskan hal-hal penting terkait

unsur-unsur lingkaran pada buku catatan siswa, hal tersebut

dimungkinkan karena siswa hanya fokus mengerjakan LAS dan merasa

kurang perlu mencatat lagi di buku catatannya. Sedangkan pada

pertemuan kedua banyak siswa kurang mampu menanggapi pertanyaan

temannya terkait pekerjaan yang siswa kerjakan karena asik sendiri

hanya fokus pada pembuatan mind map sehingga tidak mendengarkan

dan memperhatikan pertanyaan atau pendapat teman pertanyaan teman.

Namun hal itu tidak terlalu mengganggu kelancaran pengerjaan tugas

siswa karena siswa dapat mengerjakan tugas tepat waktu.

4. Bagaimana prestasi belajar siswa-siswi kelas VIIIB SMP 1 Pangudi

Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 setelah mengikuti

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran?

Pembahasan:

Hasil tes prestasi belajar yang diberikan menunjukan bahwa lebih

dari 72,97% siswa berada pada kategori prestasi belajar baik dan sangat

baik dan sisanya sebesar 18,92% berada pada kategori prestasi belajar

cukup dan 8,11% pada kategori kurang. Hasil tersebut menunjukan

bahwa prestasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran yang


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
122

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mappingpada

materi unsur-unsur lingkaran dapat dikatakan baik namum belum

maksimal. Hasil tes prestasi belajar siswa menunjukan bahwa masih

banyak siswa belum terbiasa untuk menjawab soal secara sistematis,

siswa cenderung langsung menjawab pertanyaan tanpa urutan-urutan

menjawab yang jelas. Beberapa siswa juga kurang teliti dalam

menghitung atau kurang teliti dalam menuliskan hasil perhitungannya.

Ada pula beberapa siswa yang masih belum mengerti hubungan-

hubungan antar unsur-unsur lingkaran sehingga jawaban yang diiberikan

tidak sesuai dengan jawaban yang diharapkan.

Berdasarkan hasil analisis data keseluruhan dan pembahasan setiap

permasalahan yang diteliti dapat dikatakan bahwa penerapan pendekatan

saintifik dengan metode mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran di

kelas VIIIB SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta merupakan salah satu

pendekatan dan metode menarik yang tepat untuk dikolaborasikan dan dapat

memotivasi siswa untuk belajar, baik selama proses pembelajaran maupun di

luar pembelajaran, mengaktifkan siswa dalam belajar dan memberikan nilai

yang baik pada tes prestasi belajar siswa. Pembelajaran yang menggunakan

pendekatan saintifik dengan metode mind mappingdapat membuat siswa lebih

aktif dalam mencari dan mengolah informasi yang diperoleh. Pendekatan

yang lebih berpusat kepada siswa membuat siswa secara mandiri

memasukkan informasi penting terkait materi ke otak yang kemudian


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
123

disajikan dengan pemetaan pemikirannya ke dalammind map. Mind map

membantu siswa untuk mempelajari materi yang dipelajari dengan meringkas

dengan cara yang lebih menarik. Motivasi belajar yang tinggi dan keaktifan

selama mengikuti pembelajaran mampu memberikan dampak positif bagi

prestasi belajar siswa. Pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik

dengan metode mind mappingmemberikan hasil prestasi belajar siswa yang

baik namun belum maksimal. Siswa perlu lebih teliti lagi dan masih perlu

banyak belajar dan latihan soal agar mampu menerapkan informasi yang

didapat untuk menyelesaikan soal-soal yang terkait dengan unsur-unsur

lingkaran.

E. Kelemahan-kelemahan Pembelajaran yang Menggunakan Pendekatan

Saintifik dengan Metode Mind Mapping

Kelemahan-kelemahan Pembelajaran yang Menggunakan Pendekatan

Saintifik dengan Metode Mind Mappingyang peneliti temukan selama

melaksanakan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Pendekatan saintifik cukup menyulitkan bagi siswa yang belum terbiasa

belajar mandiri.

2. Metode mind mappingtidak selalu bisa diterapkan dalam pembelajaran

karena membutuhkan alat, bahan dan waktu yang banyak.

3. Metode mind mappingcenderung kurang cocok bagi siswa yang tidak

suka menggambar.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
124

F. Keterbataasan-keterbatasan Selama Penelitian

Selama melakukan penelitian di kelas VIII B tentang penerapan

pendekatan saintifik dengan metode mind mapping pada materi unsur-unsur

lingkaran peneliti mengalami beberapa keterbatasan antara lain:

1. Siswa dan guru belum terbiasa menggunakan pendekatan saintifik.

2. Waktu pembelajaran yang tersedia terbatas sehingga siswa kurang

berlatih dalam mengerjakan soal.

3. Penelitian ini menggunakan kelas besar yang terdiri dari 37 siswa

sehingga peneliti kurang mampu memperhatikan siswa-siswi secara

maksimal.

4. Alat untuk mendokumentasikan kurang mendukung sehingga ada

beberapa bagian pembelajaran yang terlewatkan.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian yang dilaksanakan di kelas VIII B SMP Pangudi Luhur 1

Yogyakarta menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Proses pembelajaran yang dilakukan selama dua kali dapat berjalan

dengan lancar meskipun ada beberapa kegiatan yang tidak terlaksana

dengan baik karena waktu yang tersedia terbatas. Hasil persentase

keterlaksanaan pembelajaran yang dihitung sesuai RPP yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping yaitu

sebesar 86,46%. Hal tersebut menunjukan bahwa pelaksanaan

pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping pada materi unsur-unsur lingkaran dapat terlaksana

dengan sangat baik.

2. Motivasi belajar siswa selama mengikuti pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping

tergolong tinggi. Persentase motivasi belajar siswa pada kategori sangat

tinggi yaitu sebesar 10,81%, persentase motivasi belajar siswa pada

kategori tinggi sebesar 72,97% dan persentase motivasi belajar siswa

pada kategori sedang sebesar 16,22%. Hal tersebut didukung dengan

hasil wawancara beberapa siswa yang sebagian besar menyatakan bahwa

125
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
126

pembelajaranyang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode

mind mapping menyenangkan dan menambah motivasi belajar siswa.

3. Keaktifan belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran terutama saat

kerja kelompok tergolong tinggi yaitu dengan persentase keaktifan

belajar pada kategori sangat tinggi sebesar 56,76% dan persentase

keaktifan belajar pada kategori tinggi sebesar 43,24%. Hasil wawancara

terhadap beberapa siswa dan hasil observasi umum juga menerangkan

bahwa siswa telah aktif dalam melaksanakan proses pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping

walaupun masih ada beberapa siswa yang belum terkondisi dengan baik.

4. Prestasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran yang

menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping dapat

dikatakan baik meskipun belum maksimal yaitu dengan rata-rata nilai

prestasi belajar siswa 72,1. Persentase prestasi belajar siswa dengan

kategori sangat baik sebesar 37,84%, persentase prestasi belajar siswa

dengan kategori baik sebesar 35,13%, persentase prestasi belajar siswa

dengan kategori cukup sebesar 18,92% dan persentase prestasi belajar

siswa dengan kategori rendah sebesar 8,11%. Sebagian besar siswa

belum mampu menjawab soal dengan sistematis, siswa belum memahami

hubungan antar unsur-unsur lingkaran dan ada beberapa siswa juga yang

kurang teliti.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
127

B. Saran

Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang diperoleh, peneliti dapat

memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi Mahasiswa Calon Guru Matematika

a. Hasil penelitian ini menunjukan hasil yang positif, sehingga kelak

dapat dijadikan sebagai referensi oleh mahasiswa calon guru dalam

melaksanakan pembelajaran.

b. Mahasiswa calon guru matematika dapat melakukan penelitian

sejenis yang tentunya lebih dikembangkan sesuai kebutuhan

penelitian.

2. Bagi Guru

a. Pendekatan saintifik dengan metode mind mapping dapat menjadi

referensi dalam praktik belajar mengajar, khususnya untuk

meningkatkan motivasi, keaktifan dan prestasi belajar siswa.

b. Guru dapat mengembangkan metode-metode pembelajaran lainnya

yang lebih menarik yang disesuaikan dengan karakteristik sekolah

dan karakteristik siswa.

3. Bagi Penelitian Selanjutnya

a. Pendekatan pembelajaran dapat menggunakan pendekatan lain yang

disesuaikan dengan permasalahan yang ada di sekolah.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
128

b. Metodepembelajaran dapat dikembangkan dengan metode

pembelajaran yang lebih menarik yang disesuaikan dengan

permasalahan di sekolah.

c. Tinjauan penelitian dapat dikembangkan lagi, misalnya ditinjau

dari minat siswa.

d. Penelitian selanjutnya dapat meneliti hubungan atau korelasi dari

metode pembelajaran yang digunakan dengan hasil tinjauan yang

diperoleh.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

Abdur Rahman Asari, dkk. (2014). Matematika kurikulum 2013 SMP/MTs kelas
VIII. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Asep Jihad & Abdul Haris. (2013). Evaluasi pembelajaran. Yogyakarta: Multi
Pressindo.

Buzan, Tony. (2003). Mind maps for kids.The Buzan Organitation.

Buzan, Tony. (2008). Buku pintar mind map.Jakarta : Gramedia.

Djudju Sudjana. (2008). Evaluasi program pendidikan luar sekolah. Bandung:


Remaja Rosdakarya.

Doni Swadarma. (2013). Penerapan mind mapping dalam kurikulum


pembelajaran. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Elida Prayitno. (1989). Motivasi dalam belajar. Jakarta: Depdikbud.

Ervin Sujanto. (2011). Sukses belajar dan mengajar dengan teknik memori.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hamzah B. (2008). Teori motivasi dan pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Herman Hudojo. (1988). Mengajar belajar matematika. Jakarta : Depdikbud.

HisyamZaini, dkk. (2008). Strategi pembelajaran aktif. Yogyakarta: Pustaka


Insan Madani.

Kusaeri Suprananto. (2012). Pengukuran dan penilaian pendidikan. Yogyakarta:


Graha Ilmu.

M. Cholik Adinawan & Sugijono. (2014). Matematika untuk SMP/MTs kelas VIII
semester 2. Jakarta: Erlangga.

M. Hosnan. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran


abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Oemar Hamalik. (2007). Psikologi belajar dan mengajar. Bandung: Sinar Baru
Algensindo

Ridwan Abdullah Sani. (2013). Inovasi pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

129
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
130

Sadirman A. M. (2007). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Raja


Grafindo Persada.

Sarwidji Suwandi. (2010). Model assesmen dalam pembelajaran. Surakarta:


Yuma Pustaka.

Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (2010). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi


Aksara.

Sutanto Windura. (2008). Mind map langkah demi langkah. Jakarta: Elex media
Komputindo.

Syaiful Bahri Djamarah. (2011). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Tatang S. (2012). Ilmu pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Trianto. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif: konsep,


landasan dan implementasinya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan.
Jakarta: Kencana.

Zaenal Arifin. (2009). Evaluasi pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.


PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )

Sekolah : SMP Pangudi Luhur Yogyakarta


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VIII B/2
Materi Pokok : Unsur-unsur lingkaran
Alokasi Waktu : 7x 40 menit

A. Kompetensi Inti
KI. 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI. 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosialdan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI. 3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI. 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Menghayati dan mengamalkan agama yang dianutnya.
Indikator:
1.1.1 Memahami adanya persamaan dan pertidaksamaan dalam kehidupan sebagai
sebuah kodrat yang harus disikapi dengan bijaksana guna mencapai sebuah
sinergi dalam kehidupan

L|1
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

2.1 Melatih diri bersikap konsisten, rasaingin tahu, bersifat kritis, jujur serta responsif
dalam memecahkan masalah matematika, bidangilmu lain, dan masalah nyata
kehidupan.
Indikator:
2.1.1. Konsisten dalam melakukan kegiatan pembelajaran matematika
2.1.2. Memiliki rasa ingin tahu dalam kegiatan belajar dan pengamatan
2.1.3. Berpikir kritis dalam melakukan pengamatan lingkungan sekitar tentang
penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari
2.1.4. Jujur dan responsif menemukan permasalahan yang berhubungan dengan
materi matematika
2.2 Menunjukan kemampuan berkolaborasi, percaya diri, tangguh, kemampuan bekerja
sama dan bersikap realistis serta proaktif dalam memecahkan penyelesaian masalah
Indikator:
2.2.1 Memiliki kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama dalam kegiatan
pembelajaran
2.2.2 Aktif melakukan pengamatan
3.6Memahami unsur lingkaran
Indikator:
3.6.1 Menjelaskan pengertian unsur-unsur lingkaran
3.6.2 Mengidentifikasi unsur-unsur lingkaran
3.6.3 Menjelaskan hubungan antar unsur-unsur lingkaran
3.6.4 Menghitung panjang unsur-unsur lingkaran yang berupa garis

C. Tujuan Pembelajaran.
1. Siswa mampu menjelaskan pengertian unsur-unsur lingkaran
2. Siswa mampu mengidentifikasi unsur-unsur lingkaran
3. Siswa mampu menjelaskan hubungan antar unsur-unsur lingkaran

D. Materi Pembelajaran
Unsur-unsur lingkaran
Definisi Lingkaran

L|2
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Lingkaran adalah himpunan semua titik pada bidang datar


yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu yang disebut
r
titik pusat. Jarak yang sama tersebut dinamakan jari-jari. Nama P
lingkaran biasanya sesuai dengan nama titik pusatnya,
sedangkan jari-jari lingkaran biasanya dilambangkan r.
Gambar 1 Lingkaran P

1. Unsur-unsur Lingkaran
a. Unsur lingkaran berupa kurva atau garis: busur, tali busur, jari-jari, diameter,
apotema
1) Busur
Busur adalah himpunan titik-titik yang berupa kurva lengkung yang
berhimpit dengan lingkaran. Misalkan titik A dan titik B pada lingkaran,
maka busur AB adalah busur yang menguhungkan titik A dan B, ditulis .
Busur minor adalah busur yang panjangnya kurang dari setengah lingkaran,
sedangkan busur mayor lebih panjang busurnya lebih dari setengah
lingkaran. Apabila tidak ada keterangan, maka yang dimaksud adalah busur
minor.
Ciri-ciri :
a) Berupa kurva lengkung
b) Berhimpit dengan lingkaran
c) Jika kurang dari setengah lingkaran (busur minor), jika lebih dari
setengah lingkaran (busur mayor)

Gambar 2 Lingkaran O dengan Gambar 3 Lingkaran P


busur minor dengan busur mayor

2) Jari-jari
Jari-jari adalah ruas garis yang menghubungkan titik pada lingkaran
dengan titik pusat. Panjang jari-jari lingkaran dinyatakan dengan r. Misalkan

L|3
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

titik M pada lingkaran P, maka ruas garis PM merupakan jari-jari lingkaran.


Ditulis .
Ciri-ciri:
a) Berupa ruas garis
b) Menghubungkan titik pada lingkaran dengan titik pusat

Gambar 4 Lingkaran P
dengan jari-jari

3) Diameter
Diameter adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik pada
lingkaran dan melalui titik pusat. Misalkan titik J dan M pada lingkaran P,
titik J, P dan m segaris, maka merupakan diameter lingkaran P. Panjang
diameter dinyatakan dengan d yang panjangnya merupakan dua kali panjang
jari-jari, d = 2r.
Ciri-ciri :
a) Berupa ruas garis
b) Menghubungkan dua titik pada lingkaran
c) Melalui titik pusat lingkaran

Gambar 5 Lingkaran P
dengandiameter
4) Tali Busur
Tali busur adalah ruas garis yang kedua titik ujungnya pada lingkaran
atau ruas garis yang menghubungkan dua titik pada lingkaran. Misalkan titik
I dan titik R merupakan dua titik pada lingkaran P, maka ruas garis IR
merupakan tali busur lingkaran P.Ditulis

L|4
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Ciri-ciri:
a) Berupa ruas garis
b) Menghubungkan dua titik pada lingkaran

Gambar 6 Lingkaran P
dengan tali busur
5) Apotema
Apotema adalah ruas garis terpendek yang menghubungkan titik pusat
dengan titik pada tali busur. Apotema selalu tegak lurus terhadap tali
busurnya. Misalkan pada lingkaran O, merupakan apotema terhadap tali
busur .
Ciri-ciri:
a) Berupa ruas garis
b) Menghubungkan titik pusat dengan satu titik di tali busur
c) Tegak lurus dengan tali busur

Gambar 7 Lingkaran O
dengan Apotema

b. Unsur lingkaran berupa luasan : Juring, tembereng


1) Juring
Juring adalah daerah di dalam lingkaran yang dibatasi oleh busur dan
dua jari-jari. Juring lingkaran P yang dibatasi oleh busur AB, jari-jari PA
dan PB dinamakan juring APB. Jika tanpa keterangan berarti yang
dimaksud adalah juring minor (memiliki panjang lebih pendek dari busur
mayor).
Ciri-ciri :

L|5
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

a) Berupa daerah di dalam lingkaran


b) Dibatasi oleh dua jari-jari dan satu busur lingkaran
c) Jari-jari yang membatasi memuat titik ujung busur lingkaran

Gambar 2.9 Lingkaran O Gambar 2.10 Lingkaran P


dengan juring minor AOB dengan juring mayor JPG

2) Tembereng
Tembereng adalah daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh busur dan
tali busurnya. Tembereng lingkaran P yang dibatasi olehbusur AB dan tali
busur AB dapat digambarkan seperti gambar di samping. Jika tanpa
keterangan berarti yang dimaksud adalah juring minor (memiliki panjang
lebih pendek dari busur mayor).
Ciri-ciri:
a) Berupa daerah di dalam lingkaran
b) Dibatasi oleh tali busur dan busur lingkaran

Gambar 2.11 Lingkaran O Gambar 2.12 Lingkaran P


dengan tembereng minor AB dengan tembereng mayor JG

c. Unsur Lingkaran Berupa Sudut : Sudut Pusat


Sudut pusat adalah sudut yang titik sudutnya di titik pusat lingkaran.
Kedua kaki sudut pusat berhimpit dengan jari-jari lingkaran. Misalkan titik A
dan B berada pada lingkaran P, maka sudut pusat APB ( APB). Untuk
menyatakan besar sudut disimbolkan dengan m di depan tanda sudut, misal
m APB = 45, artinya besar sudut APB = 45.

L|6
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Ciri-ciri:
a) Terbentuk dari dua sinar garis (kaki sudut)
b) Kaki sudut berhimpit dengan jari-jari lingkaran
c) Titik sudut berhimpit dengan titik pusat lingkaran

Gambar 2.13 Lingkaran O


dengan Sudut pusat AOB

2. Hubungan antar unsur-unsur lingkaran


Berikut tabel hubungan antar unsur unsur lingkaran (Asari, 2014: 68):
Tabel 2.1 Hubungan Antar Unsur-Unsur Lingkaran
Unsur 1 Unsur 2 Hubungan
Diameter Jari-jari Panjang diameter adalah 2 kali panjang jari-jari
Busur Busur besar Jumlah panjang busur besar dengan busur kecil sama
kecil (Bersesuaian dengan keliling lingkaran
dengan busur
kecil)
Busur Keliling Busur adalah bagian dari keliling lingkaran. Atau
lingkaran keliling lingkaran adalah busur terbesar
Tali Diameter Diameter adalah tali busur terpanjang
busur
Apotema Tali busur Apotema selalu tegak lurus dengan suatu tali busur
Juring Tembereng Luas tembereng sama dengan luas juring dikurangi
segitiga yang sisi-sisinya adalah dua jari-jari yang
membatasi juring dan tali busur pembatas
temberengnya (tidak dibahas secara rinci)
Sudut Juring Luas juring sebanding dengan besar sudut pusat
pusat lingkaran (tidak dibahas secara rinci)
Sudut Busur Panjang busur sebanding dengan sudut pusat
pusat lingkaran (tidak dibahas secara rinci)

L|7
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

E. Metode Pembelajaran
Pendekatan :Saintifik
Metode: Mind Mapping

F. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media :
a. Lembar Aktifitas Siswa

2. Alat/Bahan
a. Papantulis
b. Jangka
c. Spidol
d. Kertas manila
e. Alat dan bahan untuk membuat Mind Mapping(menyesuaikan)

3. Sumber belajar

1. Adinawan, M. Cholik & Sugijono. 2014. Matematika untuk SMP/MTs kelas VIII
semester 2. Jakarta: Erlangga.
2. Asari, Abdur Rahman dkk. (2014). Matematika kurikulum 2013 SMP/MTs kelas
VIII. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

G. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan ke-1 (3 x 40 menit)
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran 15 menit
siswa
2. Guru menegaskan kompetensi dasar dan tujuan yang
akan dipelajari hari ini yaitu siswamampu
memahami definisi lingkaran dan unsur-unsurnya.
3. Guru memberikan apersepsi singkat mengenai
lingkaran yang telah dipelajari waktu SD.

L|8
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

4. Guru memberikan gambaran tentang pentingnya


memahami lingkaran.
Inti 1. Mengamati 95 menit
a. Siswa mengamati bentuk lingkaran yang ada di
sekitarnya.
2. Menanya
a. Guru bertanya hasil pengamatan siswa
b. Siswa bertanya hal yang kurang dimengerti dari
pengamatan
c. Sesama siswa saling bertanya apa yang mereka
peroleh dari hasil pengamatan
d. Siswa dan guru merumuskan pertanyaan tentang
definisi dan unsur-unsur lingkaran.
3. Mengeksplorasi (mengumpulkan informasi)
a. Secara berkelompok 3 orang siswa mencari
informasi tentang definisi lingkaran dan unsur-
unsurnya. Siswa mengerjakan LAS
b. Guru berkeliling mengamati diskusi siswa
4. Mengasosiasi
a. Siswa menalar hubungan antar unsur-unsur
lingkaran.
5. Mengkomunikasikan
a. Perwakilan dari beberapa kelompok (yang dipilih
secara acak) menyampaikan hasil diskusinya
b. Siswa dan guru mendiskusikan informasi yang
didapat siswa.
c. Guru memberi penguatan hasil jawaban siswa
Penutup 1. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran 10 menit
2. Guru meminta siswa untuk mempersiapkan alat
bahan untuk pembuatan mind mappingunsur-unsur
lingkaran
3. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan tetapsemangat untuk belajar.

L|9
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

4. Guru mengucapkan salam

Pertemuan ke-2 (2 x 40 menit)


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran 6 menit
siswa
2. Guru menegaskan kompetensi dasar dan tujuan hari
ini yaitu siswa mampu menuangkan informasi unsur-
unsur lingkaran ke dalam bentuk mind map.
3. Guru memberikan apersepsi singkat tentang materi
sebelumnya yaitu definisi dan unsur-unsur lingkaran.
Inti 1. Mengamati 70 menit
a. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang
mind mapping
2. Menanya
a. Siswa bertanya hal-hal yang belum dipahami
tentang mind mapping
b. Sesama siswa saling bertanya tentang mind map
yang akan dibuat
3. Mengeksplorasi
a. Guru mengarahkan siswa untuk membentuk
kelompok sesuai kelompok pada pertemuan
sebelumnya.
b. Secara berkelompok (2-3 orang) siswa membuat
mind map unsur-unsur lingkaran
c. Guru berkeliling mengamati pembuatan mind
map siswa
4. Mengasosiasi
Siswa menalar hubungan-hubungan antar unsur
lingkaran yang dituangkan dalam mind map

L | 10
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

5. Mengkomunikasikan
a. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil
kerjanya yang berupa mind map(menjelaskan
ide pemetaan pemikirannya).
b. Guru memberi penguatan hasil kerja siswa.
Penutup 1. Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran 4 menit
2. Guru memberi informasi bahwa pertemuan
selanjutnya akan diadakan tes tentang unsur-unsur
lingkaran.
3. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan tetap semangat untuk belajar.
4. Guru mengucapkan salam

Pertemuan ke-3 (2 x 40 menit)


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran 6 menit
siswa
2. Guru menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk
mengikuti ulangan sub bab unsur-unsur lingkaran
Inti 1. Siswa mengerjakan tes prestasi belajar 70 menit
2. Guru mengamati dan mengawasi siswa selama
mengerjakan soal-soal tes prestasi belajar
Penutup 1. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan 4 menit
memberikan pesan tetap semangat untuk belajar.
2. Guru mengucapkan salam

H. Penilaian Hasil Pembelajaran


A. Penilaian
1. Jenis / teknik penilaian
a. Penilaian Sikap
Teknik Penilaian : Observasi
Bentuk Instrumen :Lembar Observasi

L | 11
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Kisi Kisi :
Kisi-kisi observasi keaktifan siswa
Pertemuan Pertama
No Kisi-kisi No. Item
1 Visual activities 1, 2
2 Oral activities 3, 4
3 Listening activities 5
4 Writing activities 6
5 Mental activities 7, 8
6 Emotional activities 9,10
Pertemuan kedua
No Kisi-kisi No. Item
1 Visual activities 1, 2
2 Oral activities 3, 4
3 Listening activities 5
4 Writing activities 6
5 Drawing activities dan motor activities(hanya 7
pertemuan ke-2)
6 Mental activities 8
7 Emotional activities 9,10

b. Penilaian Pengetahuan ( Kognitif)


Teknik Penilaian : Tes tertulis
Bentuk Instrumen : Uraian
Kisi Kisi :

No Hal Yang Dinilai Skor Nomor


Butir
Instrumen
1 Menentukan unsur-unsur lingkaran 16 1
2 Menentukan unsur-unsur lingkaran 14 2
3 Menjelaskan hubungan antar unsur 10 3
4 Menghitung panjang apotema serta 19 4
luas yang dibentuk dari jari-jari dan

L | 12
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

talibusur suatu lingkaran


JUMLAH 755 4

c. Penilaian keterampilan
Teknik Penilaian : Observasi
Bentuk Instrumen : Lembar observasi
Kisi Kisi :

No Hal Yang Dinilai


1 Ketrampilan dalam mempersiapkan alat dan bahan
3 Ketrampilan memakai alat dan bahan
4 Kesesuaian proyek yang dibuat dengan materi yang
diajarkan
5 Hasil akhir (Kreatifitas dan Kerapian)

L | 13
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

LEMBAR AKTIVITAS SISWA


Nama Sekolah : SMP Pangudi Luhur Yogyakarta
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / semester : VIII B/2 (dua)
Waktu : 40 Menit
Materi pokok : Unsur-unsur Lingkaran

Kompetensi Dasar
3.6Memahami unsur lingkaran

Indikator:
3.6.1 Menjelaskan pengertian unsur-unsur lingkaran
3.6.2 Mengidentifikasi unsur-unsur lingkaran
3.6.3 Menjelaskan hubungan antar unsur-unsur lingkaran

Kegiatan siswa
Buatlah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang
Carilah informasi dan kerjakan soal-soal berikut!

Nama anggota kelompok:


1. ...............................
2. ...............................
3. ...............................
Petunjuk
1. Amati dan bacalah unsur-unsur lingkaran beserta ciri-cirinya pada buku pegangan
(Asari, 2014: 66-68)
2. Kerjakan soal-soal yang diberikan.
Soal-soal
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan busur lingkaran?
Jawab:....................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................

L | 14
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

................................................................................................................................................
................................................................................................................................................

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan jari-jari lingkaran?


Jawab:....................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan diameter lingkaran?


Jawab:....................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tali busur lingkaran?
Jawab:....................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan apotema?
Jawab:....................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................

L | 15
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan juring lingkaran?


Jawab:....................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tembereng lingkaran?
Jawab:....................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sudut pusat lingkaran?
Jawab:....................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
9. Apakah setiap diameter adalah tali busur? Jelaskan!
Jawab:....................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
10. Bagaimana kedudukan apotema terhadap talibusur lingkaran?

Jawab:....................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................

L | 16
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

11. Perhatikan gambar lingkaran O di samping. Sebutkan


semua ruas garis yang merupakan:
a. Jari-jari
b. Diameter
c. Apotema
d. Tali busur
Jawab:....................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................

12. Perhatikan gambar lingkaran O di samping.


a. Daerah I disebut ..................................
b. Daerah II di sebut ...............................
c. Busur yang terdapat pada daerah I yaitu busur.................
d. Sudut yang terdapat pada daerah II yaitu sudut ................

13. Perhatikan gambar lingkaran O di samping


a. Besar sudut dalam lingkaran adalah ..................
b. Besar = .........................
c. Besar = .........................
d. Besar = .........................
e. Besar =...................
......................+.........................+ +...................=....................
L | 17
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

+..................=....................
=..................-..............
=....................

14. Perhatikan gambar lingkaran O di samping.


a. ruas garis OA atau ruas garis OB disebut......................
b. Ruas garis OD di sebut..................................................
c. Ruas garis AB di sebut..................................................
d. Bagaimana kedudukan ruas garis OD terhadap ruas garis
AB?
Jawab:.............................................................................................................................
........................................................................................................................................
e. ODB membentuk bangun .............................................,
maka berlaku rumus ............................................. yaitu
f. Jika diketahui panjang ruas garis OB 25 cm dan panjang ruas garis OD 7 cm, maka

panjang ruas garis AB =............ X panjang ruas garis DB,


maka panjang ruas garis AB =........................ cm

~ Selamat Mengerjakan ~

L | 18
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

KUISONER MOTIVASI BELAJAR

Nama :
Kelas/Semester :
Hari, Tanggal :

1) Kuesioner ini terdiri dari 20 item pernyataan, bertujuan mengukur motivasi belajar siswa,
isilah seluruh kuesioner ini sesuai dengan petunjuk pengisian di bawah.
2) Apa yang Anda isi tidak ada kaitannya dengan nilai Anda, oleh karena itu isilah setiap item
pernyataan dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan apa yang Anda alami, rasakan dan
lakukan setelah mengikuti pembelajaranmenggunakan metode mind mapping dengan
pendekatan saintifik.
3) Pastikan Anda telah mengisi seluruh pernyataan dalam kuesioner ini.

Petunjuk Pengisian
Bacalah setiap butir pernyataan dengan seksama, kemudian isilah dengan tanda check ()
pada kolom dari setiap nomor pernyataan yang paling sesuai dengan apa yang anda alami.
Pengertian yang ada dalam kolom tersebut adalah sebagai berikut.
SS = Sangat Setuju TS = Tidak Setuju
S = Setuju STS = Sangat Tidak Setuju
R = Ragu-ragu
PILIHAN
No PERNYATAAN
SS S R TS STS
Saya berusaha untuk menyelesaikan tugas yang
diberikan guru dengan baik pada saat saya mengikuti
1.
pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
dengan metode mind mapping
Saya merasa enggan untuk mengerjakan soal-soal yang
diberikan guru saat mengikuti pembelajaran yang
2.
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping
Saat mengikuti pembelajaran yang menggunakan
3 pendekatan saintifik dengan metode mind mapping saya
mudah menyerah dalam mengerjakan soa-soal yang sulit
Saya merasa perlu untuk bertanya kepada guru atau
teman jika saya menemui kesulitan saat mengikuti
4
pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
dengan metode mind mapping
Ketika mengikuti pembelajaran yang menggunakan
5 pendekatan saintifik dengan metode mind mapping saya
enggan mencari sumber belajar yang dianjurkan guru
Pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
6 dengan metode mind mapping membuat saya malas
berlatih soal-soal ketika waktu luang
Setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan
pendekatan saintifik dengan metode mind mapping saya
7
berusaha meluangkan waktu khusus untuk mengulang
pelajaran yang sudah diajarkan di sekolah

L | 19
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Pembelajaran menggunakan metode mind mapping


8 dengan pendekatan saintifik membuat saya memiliki
keinginan untuk dapat berprestasi di kelas
Saya malas memperhatikan penjelasan guru di kelas saat
9 saya mengikuti pembelajaran yang menggunakan
pendekatan saintifik dengan metode mind mapping
Saya merasa senang saat mengikuti pembelajaran yang
10 menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping
Pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
11 dengan metode mind mapping membuat saya merasa
bosan
Pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
12
dengan metode mind mapping menarik bagi saya
Pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
13 dengan metode mind mapping membuat saya yakin
bahwa saya bisa belajar mandiri
Setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan
14 pendekatan saintifik dengan metode mind mapping saya
merasa perlu mencontek ketika mengerjakan tes
Pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
15 dengan metode mind mapping membuat saya merasa
yakin bahwa saya akan berprestasi
Saya pesimis dapat menyelesaikan tugas yang diberikan
guru tepat waktu saat mengikuti pembelajaran yang
16
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping
Saya takut untuk bertanya jika ada materi yang kurang
jelas saat saya mengikuti pembelajaran yang
17
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping
Ketika mengikuti pembelajaran yang menggunakan
pendekatan saintifik dengan metode mind mapping saya
18
merasa perlu untuk memberikan pendapat saat diskusi
kelompok
Pujian atau penghargaan dari orang lain saat saya
mengikuti pembelajaran yang menggunakan pendekatan
19
saintifik dengan metode mind mapping membuat saya
semakin termotivasi untuk belajar
Saya kurang senang jika saat saya mengikuti
pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
20
dengan metode mind mapping guru dan teman memberi
pujian terhadap pendapat/jawaban saya.

Responden,

(......................................)

L | 20
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

LEMBAR OBSERVASI SISWA SAAT KERJA KELOMPOK

Pertemuan 1
Hari, tanggal :

PETUNJUK
1. Amati aktivitas siswa di kelas dalam melaksanakan interaksi belajar-mengajar!
2. Berilah tanda silang () pada pernyataan yang dianggap benar sesuai nama siswa
No. Absen Siswa
No Indikator

1 Membaca buku sebagai sumber


informasi
2 Memperhatikan penjelasan teman

3 Mampu bertanya

4 Mampu menyatakan pendapat

5 Mendengarkan pertanyaan dan


pendapat teman
6 Menulis atau mencatat hal-hal
penting terkait unsur-unsur
lingkaran pada buku masing-
masing
7 Menanggapi pertanyaan teman

8 Mengerjakan LKS yang diberikan

9 Tidak mengganggu pekerjaan


kelompok lain
10 Menunjukan sikap positif (tidak
menunjukan sikap yang
mengganggu kelancaran kerja
kelompok)

Observer,

(....................................)

L | 21
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

LEMBAR OBSERVASI SISWA SAAT KERJA KELOMPOK

Pertemuan 2
Hari, tanggal :

PETUNJUK
1. Amati aktivitas siswa di kelas dalam melaksanakan interaksi belajar-mengajar!
2. Berilah tanda silang () pada pernyataan yang dianggap benar sesuai nama siswa
No. Absen Siswa
No Indikator

1 Membaca buku sebagai sumber


informasi
2 Memperhatikan penjelasan teman

3 Mampu bertanya

4 Mampu menyatakan pendapat

5 Mendengarkan pertanyaan dan


pendapat teman
6 Menulis atau mencatat hal-hal yang
penting pada mind map
7 Membuat mind map

8 Menanggapi pertanyaan teman

9 Tidak mengganggu pekerjaan


kelompok lain
10 Menunjukan sikap positif dalam
kelompok (tidak menunjukan sikap
yang mengganggu kelancaran kerja
kelompok)

Observer,

(....................................)

L | 22
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

LEMBAR OBSERVASI SISWA SECARA UMUM

Sekolah :
Kelas :
Jam ke :
Mata pelajaran :
Pokok Bahasan :
Guru :
Hari, Tanggal :

PETUNJUK
3. Amati aktivitas siswa di kelas dalam melaksanakan interaksi belajar-mengajar!
4. Jawablah beberapa pertanyaan berikut berdasarkan situasi dan kondisi yang
sebenarnya beserta penjelasannya!

PERTANYAAN
a. Apakah siswa terlihat siap mengikuti pembelajaran?
Jawab:................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
b. Apakah siswa terlihat cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran?
Jawab:................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
c. Apakah siswa memperhatikan penjelasan guru?
Jawab:................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
d. Apakah siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik?

L | 23
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Jawab:................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
e. Apakah siswa aktif selama mengikuti pembelajaran? (misalnya bertanya, mengajukan
pendapat, dll).
Jawab:................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
f. Kejadian apa saja yang terjadi di kelas selama pembelajaran?
Jawab:................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
..................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................

Observer,

(......................................)

L | 24
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

LEMBAR PENGAMATAN KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN YANG


MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN METODE MIND
MAPPINGMATERI UNSUR-UNSUR LINGKARAN
Hari, tanggal :
Pertemuan ke-1 (3 x 40 menit)
Alokasi Keterlaksanaan
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu Ya Tidak
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam dan mengecek 15
kehadiran siswa menit
2. Guru menegaskan kompetensi dasar dan
tujuan yang akan dipelajari hari ini yaitu
siswamampu memahami definisi
lingkaran dan unsur-unsurnya.
3. Guru memberikan apersepsi singkat
mengenai lingkaran yang telah dipelajari
waktu SD.
4. Guru memberikan gambaran tentang
pentingnya memahami lingkaran.
Inti 1. Mengamati 95
a. Siswa mengamati bentuk lingkaran menit
yang ada di sekitarnya.
2. Menanya
a. Guru bertanya hasil pengamatan
siswa
b. Siswa bertanya hal yang kurang
dimengerti dari pengamatan
c. Sesama siswa saling bertanya apa
yang mereka peroleh dari hasil
pengamatan
d. Siswa dan guru merumuskan
pertanyaan tentang definisi dan
unsur-unsur lingkaran.
3. Mengeksplorasi (mengumpulkan

L | 25
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

informasi)
a. Guru mengarahkan siswa untuk
membentuk kelompok sebanyak 2-3
orang perkelompok.
b. Secara berkelompok siswa mencari
informasi tentang definisi lingkaran
dan unsur-unsurnya. Siswa
mengerjakan LAS
c. Guru berkeliling mengamati diskusi
siswa
4. Mengasosiasi
a. Siswa menalar hubungan antar unsur-
unsur lingkaran.
5. Mengkomunikasikan
a. Perwakilan dari beberapa kelompok
(yang dipilih secara acak)
menyampaikan hasil diskusinya
b. Siswa dan guru mendiskusikan
informasi yang didapat siswa.
c. Guru memberi penguatan hasil
jawaban siswa
Penutup 1. Siswa dan guru menyimpulkan 10
pembelajaran menit
2. Guru meminta siswa untuk
mempersiapkan alat bahan untuk
pembuatan mind mappingUnsur-unsur
lingkaran
3. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan tetapsemangat untuk
belajar.
4. Guru mengucapkan salam
Observer,
(.................................)

L | 26
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

LEMBAR PENGAMATAN KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN YANG


MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN METODE MIND
MAPPINGMATERI UNSUR-UNSUR LINGKARAN
Hari, tanggal :
Pertemuan ke-2 (2 x 40 menit)
Alokasi Keterlaksanaan
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu Ya Tidak
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam dan mengecek 6 menit
kehadiran siswa
2. Guru menegaskan kompetensi dasar dan
tujuan hari ini yaitu siswa mampu
menuangkan informasi tentang unsur-
unsur lingkaran ke dalam bentuk mind
map.
3. Guru memberikan apersepsi singkat
tentang materi sebelumnya yaitu definisi
dan unsur-unsur lingkaran.
Inti 1. Mengamati 70
a. Siswa mendengarkan penjelasan guru menit
tentang mind mapping
2. Menanya
a. Siswa bertanya pada guru tentang hal-
hal yang belum dipahami tentang
mind mapping
b. Sesama siswa saling bertanya tentang
mind map yang akan dibuat
3. Mengeksplorasi
a. Guru mengarahkan siswa untuk
membentuk kelompok sesuai
kelompok pada pertemuan
sebelumnya.
b. Secara berkelompok (2-3 orang)
siswa membuat mind map unsur-

L | 27
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

unsur lingkaran
c. Guru berkeliling mengamati
pembuatan mind map siswa
4. Mengasosiasi
Siswa menalar hubungan-hubungan antar
unsur lingkaran yang dituangkan dalam
mind map
5. Mengkomunikasikan
a. Perwakilan kelompok
mempresentasikan hasil kerjanya
yang berupa mind map(menjelaskan
ide pemetaan konsepnya).
b. Guru memberi penguatan hasil kerja
siswa.
Penutup 1. Siswa dan guru menyimpulkan 4 menit
pembelajaran
2. Guru memberi informasi bahwa
pertemuan selanjutnya akan di adakan tes
tentang unsur-unsur lingkaran.
3. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan tetap semangat untuk
belajar.
4. Guru mengucapkan salam

Observer,

(.................................)

L | 28
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

TES KEMAMPUAN AWAL


Materi : Lingkaran
Waktu : 15 menit
Kelas/semester : VIIB/2 (dua)

Nama :
No. Absen :
Hari, tanggal :

Jawablah soal-soal di bawah ini.


1. Lingkaran adalah..............................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................

2. Sifat-sifat lingkaran yaitu :


...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................

3. Jari-jari lingkaran adalah...................................................................................................


...........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
Pada gambar lingkaran di samping, yang dimaksud jari-jari
lingkaran yaitu garis....................................

4. Diameter lingkaran adalah................................................................................................


...........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
Panjang diameter = .............................panjang jari-jari
Pada gambar lingkaran di samping, yang dimaksud jari-jari
lingkaran yaitu garis ....................................

~ Selamat Mengerjakan ~

L | 29
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Rubrik Penilaian Tes Prasyarat

No Soal Jawaban Skor


1 Lingkaran adalah.... Bangun datar yang sisinya selalu berjarak 6
sama dengan titik pusat
Total skor no. 1 6
2 Sifat-sifat lingkaran, a. Memiliki titik pusat 2
yaitu.. b. Memiliki satu sisi lengkung 2
c. Jarak titik pada lingkaran ke titik pusat 2
selalu sama
d. Diameter membagi dua bangun sama 2
besar
e. Panjang diameter = 2 X panjang jari-jari 2
f. Bentuknya selalu sama, yang
membedakan hanya ukuran 2
Total skor no. 2 12
3 Jari-jari lingkaran Jari-jari lingkaran adalah ruas gars yang 4
adalah...... menghubungkan titik pada lingkaran dengan
Jari-jari lingkaran pada pusat lingkaran.
gambar yaiitu...... Jari-jari lingkaran pada gambar yaitu ruas 8
garis AO, BO, CO dan garis DO
Total skor no. 3 12
4 Diameter lingkaran Diameter adalah ruas garis yang 4
adalah..... menghubungkan dua titik pada lingkaran dan
Panjangnya....... panjang melalui titik pusat.
jari-jari Panjang diameter = 2 X panjang jari-jari 2
Diameter lingkaran pada Diameter lingkaran pada gambar yaitu ruas 4
gambar yaitu garis PL dan KN
Total skor no. 4 10

L | 30
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

TES PRESTASI BELAJAR


Materi : Unsur-unsur lingkaran
Kelas/semester : VIII B/2 (dua)
Hari, tanggal : Rabu, 15 April 2015
Waktu : 60 menit
Bacalah soal dengan teliti dan selesaikan soal-soal berikut dengan jelas. Jawablah pada
lembar jawab yang telah disediakan.

1. Perhatikan gambar lingkaran dengan pusat O di samping. Dari C


gambar tersebut, sebutkan semua ruas garis yang merupakan :
a. Jari-jari O
A B
b. Diameter
c. Tali busur D
B
d. Apotema

2. Perhatikan gambar lingkaran dengan pusat O di samping.


a. Disebut apa daerah yang berwarna hijau?
b. Disebut apa daerah yang berwarna kuning?
c. Sebutkan busur yang terdapat pada daerah yang
berwarna kuning!
d. Sebutkan sudut yang terdapat pada daerah yang
berwarna hijau!

3. Jawab dan beri penjelasan:


a. Apa hubungan antara jari-jari dan diameter?
b. Apakah diameter merupakan tali busur?
c. Bagaimana kedudukan apotema terhadap tali busur?
d. Bagaimana hubungan antara busur besar dan busur kecil?

D D
4. Perhatikan gambar lingkaran dengan pusat O di samping. Jika
O
C

A C
B
diketahui besar , berapakah besar ?

5. Perhatikan gambar lingkaran O di samping. Jika panjang jari-


jari lingkaran 10 cm dan panjang tali busur AB 16 cm, tentukan:
a. Panjang ruas garis OD
b. Luas segitiga AOB
c. Disebut apakah ruas garis OD?

L | 31
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PETUNJUK (RUBRIK) PENSKORAN DAN PENENTUAN NILAI

No SOAL JAWABAN SKOR


1 Perhatikan gambar lingkaran O Jari-jari : OA, OB, OC, 6
di samping. Dari gambar Diameter : BC 2
tersebut, sebutkan sebua garis Tali busur : AB, AC, BC 6
yang merupakan
Apotema : OD 2
a. Jari-jari
b. Diameter
c. Tali busur
d. Apotema

Total skor no. 1 16


2 Perhatikan gambar lingkaran O a. Daerah yang berwarna hijau disebut
di samping. juring 3
a. Disebut apa daerah yang b. Daerah yang berwarna kuning disebut
tembereng 3
berwarna hijau?
b. Disebut apa daerah yang c. Busur yang terdapat pada daerah yang
berwarna kuning? berwarna kuning yaitu busur AC dan
busur BD 4
c. Sebutkan busur yang
terdapat pada daerah yang d. Sudut yang terdapat pada daerah
berwarna kuning? yangberwarna hijau yaitu AOD dan
4
d. Sebutkan sudut yang
terdapat pada daerah yang
berwarna hijau?
Total Skor no. 2 14
3 Jawab dan beri penjelasan : a. Hubungan jari-jari dan diameter yaitu
a. Apa hubungan antara jari- panjang jari-jari sama dengan setengah
jari dan diameter? panjang diameter atau d = 2r.
b. Apakah diameter b. Ya, diameter merupakan talibusur. 4
merupakan tali busur? Diameter diameter merupakan tali busur
c. Bagaimana kedudukan terpanjang.
apotema terhadap tali c. Kedudukan apotema terhadap tali busur 4
busur? yaitu apotema tegak lurus tali busur.
d. Bagaimana hubungan d. Hubungan antara busur besar dan busur
antara busur besar dan kecil yaitu jumlah panjang busur besar 4
busur kecil? ditambah panjang busur kecil sama
dengan keliling lingkaran

4
Total skor no. 3 16
4 Perhatikan gambar lingkaran O Diketahui: besar
di samping. Jika besar Besar
, berapakah besar Besar
? Ditanya: besar 2
Jawab:

L | 32
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

besar Besar besar 3


+ Besar
1
1
1
1
Jadi, 1

Total Skor no. 4 10


5 Perhatikan gambar. Jika jari- Diketahui : panjang BO (jari-jari) = 10 cm
jari lingkaran O adalah 10 cm dan panjang BD = x panjang AB (tali
dan panjang tali busur AB 16 busur) = 8 cm
cm, tentukan: Ditanya :
a. Panjang OD
a. Panjang ruas garis OD b. Luas segitiga
b. Luas segitiga AOB AOB
c. Disebut apakah garis c. Disebut apa Garis
OD? OD 2
Jawab :
a. 3
= 1
1
1
1
Jadi panjang OD 6 cm. 1

b. Luas AOB = x AB x DO 3
= x 16 x 6 1
= 48 1
Jadi luas segitiga AOB adalah 48 1

c. Ruas garis OD disebut apotema 3


Total skor no. 5 19
TOTAL SKOR 75

L | 33
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PERHITUNGAN HASIL UJI VALIDITAS

Nomor Soal
Y
X1 X2 X3 X4 X5
Skor
16 14 16 10 19 75
Maks
S-1 12 14 13 7,5 10,5 57
S-2 5 12 10,5 7 13 47,5
S-3 7,5 10 12,5 3,5 8 41,5
S-4 11 14 13 8 10,5 56,5
S-5 8,5 11,5 8 6 13 47
S-6 4 12 9 4 14 43
S-7 13 5 14,5 7 15,5 55
S-8 7,5 9,5 11 4 9,5 41,5
S-9 11 14 14 7 13,5 59,5
S-10 10 14 10,5 4 13 51,5
S-11 14 14 12,5 5 12 57,5
S-12 10 7,5 9 7 16 49,5
S-13 11 8 11,5 6,5 13 50
S-14 9 14 12 7 12 54
S-15 14,5 8 11,5 6,5 13 53,5
S-16 14 5,5 10 8 15 52,5
S-17 14 8 14 7 13,5 56,5
S-18 3,5 3 8,5 7 14 36
S-19 8,5 11,5 11 4 13 48
S-20 13 14 13 7 16 63
S-21 16 14 10 8 15 63
S-22 14 1 9,5 6 13 43,5
S-23 14,5 14 12 5 10,5 56
S-24 13 7 15 6 15 56
S-25 7,5 9 9 2 10,5 38
S-26 7,5 7,5 9 7 11 42
S-27 10 11,5 13,5 9 15 59
S-28 14 14 11 5 11,5 55,5
S-29 13 14 8,5 7 14 56,5
S-30 11 8,5 12,5 9 10,5 51,5
S-31 14,5 12 11,5 8 14 60
S-32 13 14 12 8 14 61
S-33 4 3,5 7,5 7 12,5 34,5
S-34 6 7 7 6 14 40
S-35 13 8 16 8 11 56
S-36 12 9,5 12,5 8 9,5 51,5
S-37 4 3,5 5 5,5 3 21
388 367,5 410,5 237,5 462 1865,5

L | 34
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Analisis Soal No. 1


Siswa X1 Y X1*Y
S-1 12 144 57 3249 684
S-2 5 25 47,5 2256,25 237,5
S-3 7,5 56,25 41,5 1722,25 311,25
S-4 11 121 56,5 3192,25 621,5
S-5 8,5 72,25 47 2209 399,5
S-6 4 16 43 1849 172
S-7 13 169 55 3025 715
S-8 7,5 56,25 41,5 1722,25 311,25
S-9 11 121 59,5 3540,25 654,5
S-10 10 100 51,5 2652,25 515
S-11 14 196 57,5 3306,25 805
S-12 10 100 49,5 2450,25 495
S-13 11 121 50 2500 550
S-14 9 81 54 2916 486
S-15 14,5 210,25 53,5 2862,25 775,75
S-16 14 196 52,5 2756,25 735
S-17 14 196 56,5 3192,25 791
S-18 3,5 12,25 36 1296 126
S-19 8,5 72,25 48 2304 408
S-20 13 169 63 3969 819
S-21 16 256 63 3969 1008
S-22 14 196 43,5 1892,25 609
S-23 14,5 210,25 56 3136 812
S-24 13 169 56 3136 728
S-25 7,5 56,25 38 1444 285
S-26 7,5 56,25 42 1764 315
S-27 10 100 59 3481 590
S-28 14 196 55,5 3080,25 777
S-29 13 169 56,5 3192,25 734,5
S-30 11 121 51,5 2652,25 566,5
S-31 14,5 210,25 60 3600 870
S-32 13 169 61 3721 793
S-33 4 16 34,5 1190,25 138
S-34 6 36 40 1600 240
S-35 13 169 56 3136 728
S-36 12 144 51,5 2652,25 618
S-37 4 16 21 441 84

388 4524,5 1865,5 97057,25 20508,25


L | 35
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

No. 1

Tingkat signifikasi :

Daerah Penolakan : ditolak jika

Perhitungan

Karena ditolak.

Jadi, soal nomor 1 valid.

rxy 0,81
rtabel 0,325
Keterangan
Validitas valid
Kualifikasi sangat tinggi

L | 36
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Analisis Soal No. 2


Siswa X2 Y X2*Y
S-1 14 196 57 3249 798
S-2 12 144 47,5 2256,25 570
S-3 10 100 41,5 1722,25 415
S-4 14 196 56,5 3192,25 791
S-5 11,5 132,25 47 2209 540,5
S-6 12 144 43 1849 516
S-7 5 25 55 3025 275
S-8 9,5 90,25 41,5 1722,25 394,25
S-9 14 196 59,5 3540,25 833
S-10 14 196 51,5 2652,25 721
S-11 14 196 57,5 3306,25 805
S-12 7,5 56,25 49,5 2450,25 371,25
S-13 8 64 50 2500 400
S-14 14 196 54 2916 756
S-15 8 64 53,5 2862,25 428
S-16 5,5 30,25 52,5 2756,25 288,75
S-17 8 64 56,5 3192,25 452
S-18 3 9 36 1296 108
S-19 11,5 132,25 48 2304 552
S-20 14 196 63 3969 882
S-21 14 196 63 3969 882
S-22 1 1 43,5 1892,25 43,5
S-23 14 196 56 3136 784
S-24 7 49 56 3136 392
S-25 9 81 38 1444 342
S-26 7,5 56,25 42 1764 315
S-27 11,5 132,25 59 3481 678,5
S-28 14 196 55,5 3080,25 777
S-29 14 196 56,5 3192,25 791
S-30 8,5 72,25 51,5 2652,25 437,75
S-31 12 144 60 3600 720
S-32 14 196 61 3721 854
S-33 3,5 12,25 34,5 1190,25 120,75
S-34 7 49 40 1600 280
S-35 8 64 56 3136 448
S-36 9,5 90,25 51,5 2652,25 489,25
S-37 3,5 12,25 21 441 73,5

367,5 4170,75 1865,5 97057,25 19325


L | 37
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
No. 2

Tingkat signifikasi :

Daerah Penolakan : ditolak jika

Perhitungan

Karena ditolak.

Jadi, soal nomor 2 valid

rxy 0,64
rtabel 0,325
Keterangan
Validitas Valid
Kualifikasi Tinggi

L | 38
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Analisis Soal No. 3


Siswa X3 Y X3*Y
S-1 13 169 57 3249 741
S-2 10,5 110,25 47,5 2256,25 498,75
S-3 12,5 156,25 41,5 1722,25 518,75
S-4 13 169 56,5 3192,25 734,5
S-5 8 64 47 2209 376
S-6 9 81 43 1849 387
S-7 14,5 210,25 55 3025 797,5
S-8 11 121 41,5 1722,25 456,5
S-9 14 196 59,5 3540,25 833
S-10 10,5 110,25 51,5 2652,25 540,75
S-11 12,5 156,25 57,5 3306,25 718,75
S-12 9 81 49,5 2450,25 445,5
S-13 11,5 132,25 50 2500 575
S-14 12 144 54 2916 648
S-15 11,5 132,25 53,5 2862,25 615,25
S-16 10 100 52,5 2756,25 525
S-17 14 196 56,5 3192,25 791
S-18 8,5 72,25 36 1296 306
S-19 11 121 48 2304 528
S-20 13 169 63 3969 819
S-21 10 100 63 3969 630
S-22 9,5 90,25 43,5 1892,25 413,25
S-23 12 144 56 3136 672
S-24 15 225 56 3136 840
S-25 9 81 38 1444 342
S-26 9 81 42 1764 378
S-27 13,5 182,25 59 3481 796,5
S-28 11 121 55,5 3080,25 610,5
S-29 8,5 72,25 56,5 3192,25 480,25
S-30 12,5 156,25 51,5 2652,25 643,75
S-31 11,5 132,25 60 3600 690
S-32 12 144 61 3721 732
S-33 7,5 56,25 34,5 1190,25 258,75
S-34 7 49 40 1600 280
S-35 16 256 56 3136 896
S-36 12,5 156,25 51,5 2652,25 643,75
S-37 5 25 21 441 105

410,5 4762,75 1865,5 97057,25 21267


L | 39
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

No. 3

Tingkat signifikasi :

Daerah Penolakan : ditolak jika

Perhitungan

Karena ditolak.

Jadi, soal nomor 3 valid

rxy 0,72
rtabel 0,325
Keterangan
Validitas valid
Kualifikasi Tinggi

L | 40
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Analisis Soal No. 4


Siswa X4 Y X4*Y
S-1 7,5 56,25 57 3249 427,5
S-2 7 49 47,5 2256,25 332,5
S-3 3,5 12,25 41,5 1722,25 145,25
S-4 8 64 56,5 3192,25 452
S-5 6 36 47 2209 282
S-6 4 16 43 1849 172
S-7 7 49 55 3025 385
S-8 4 16 41,5 1722,25 166
S-9 7 49 59,5 3540,25 416,5
S-10 4 16 51,5 2652,25 206
S-11 5 25 57,5 3306,25 287,5
S-12 7 49 49,5 2450,25 346,5
S-13 6,5 42,25 50 2500 325
S-14 7 49 54 2916 378
S-15 6,5 42,25 53,5 2862,25 347,75
S-16 8 64 52,5 2756,25 420
S-17 7 49 56,5 3192,25 395,5
S-18 7 49 36 1296 252
S-19 4 16 48 2304 192
S-20 7 49 63 3969 441
S-21 8 64 63 3969 504
S-22 6 36 43,5 1892,25 261
S-23 5 25 56 3136 280
S-24 6 36 56 3136 336
S-25 2 4 38 1444 76
S-26 7 49 42 1764 294
S-27 9 81 59 3481 531
S-28 5 25 55,5 3080,25 277,5
S-29 7 49 56,5 3192,25 395,5
S-30 9 81 51,5 2652,25 463,5
S-31 8 64 60 3600 480
S-32 7 49 34,5 1190,25 241,5
S-33 8 64 61 3721 488
S-34 6 36 40 1600 240
S-35 8 64 56 3136 448
S-36 8 64 51,5 2652,25 412
S-37 5,5 30,25 21 441 115,5

237,5 1619,25 1865,5 97057,25 12213,5


L | 41
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
No. 4

Tingkat signifikasi :

Daerah Penolakan : ditolak jika

Perhitungan

Karena ditolak.

Jadi, soal nomor 4 valid

rxy 0,45
rtabel 0,325
Keterangan
Validitas valid
Kualifikasi Cukup

L | 42
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Analisis Soal No. 5


Siswa X5 Y X5*Y
S-1 10,5 110,25 57 3249 598,5
S-2 13 169 47,5 2256,25 617,5
S-3 8 64 41,5 1722,25 332
S-4 10,5 110,25 56,5 3192,25 593,25
S-5 13 169 47 2209 611
S-6 14 196 43 1849 602
S-7 15,5 240,25 55 3025 852,5
S-8 9,5 90,25 41,5 1722,25 394,25
S-9 13,5 182,25 59,5 3540,25 803,25
S-10 13 169 51,5 2652,25 669,5
S-11 12 144 57,5 3306,25 690
S-12 16 256 49,5 2450,25 792
S-13 13 169 50 2500 650
S-14 12 144 54 2916 648
S-15 13 169 53,5 2862,25 695,5
S-16 15 225 52,5 2756,25 787,5
S-17 13,5 182,25 56,5 3192,25 762,75
S-18 14 196 36 1296 504
S-19 13 169 48 2304 624
S-20 16 256 63 3969 1008
S-21 15 225 63 3969 945
S-22 13 169 43,5 1892,25 565,5
S-23 10,5 110,25 56 3136 588
S-24 15 225 56 3136 840
S-25 10,5 110,25 38 1444 399
S-26 11 121 42 1764 462
S-27 15 225 59 3481 885
S-28 11,5 132,25 55,5 3080,25 638,25
S-29 14 196 56,5 3192,25 791
S-30 10,5 110,25 51,5 2652,25 540,75
S-31 14 196 60 3600 840
S-32 12,5 156,25 34,5 1190,25 431,25
S-33 14 196 61 3721 854
S-34 14 196 40 1600 560
S-35 11 121 56 3136 616
S-36 9,5 90,25 51,5 2652,25 489,25
S-37 3 9 21 441 63

462 5999 1865,5 97057,25 23743,5


L | 43
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
No. 5

Tingkat signifikasi :

Daerah Penolakan : ditolak jika

Perhitungan

Karena ditolak.

Jadi, soal nomor 5 valid.

rxy 0,54
rtabel 0,325
Keterangan
Validitas valid
Kualifikasi Cukup

L | 44
S-37 3 9 21
462 5999 1865
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Kualifikasi

L | 45
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PERHITUNGAN HASIL UJI RELIABILITAS

Nomor Soal
X1 X2 X3 X4 X5 Total
Skor Maks 16 14 16 10 19 75
S-1 12 14 13 7,5 10,5 57
S-2 5 12 10,5 7 13 47,5
S-3 7,5 10 12,5 3,5 8 41,5
S-4 11 14 13 8 10,5 56,5
S-5 8,5 11,5 8 6 13 47
S-6 4 12 9 4 14 43
S-7 13 5 14,5 7 15,5 55
S-8 7,5 9,5 11 4 9,5 41,5
S-9 11 14 14 7 13,5 59,5
S-10 10 14 10,5 4 13 51,5
S-11 14 14 12,5 5 12 57,5
S-12 10 7,5 9 7 16 49,5
S-13 11 8 11,5 6,5 13 50
S-14 9 14 12 7 12 54
S-15 14,5 8 11,5 6,5 13 53,5
S-16 14 5,5 10 8 15 52,5
S-17 14 8 14 7 13,5 56,5
S-18 3,5 3 8,5 7 14 36
S-19 8,5 11,5 11 4 13 48
S-20 13 14 13 7 16 63
S-21 16 14 10 8 15 63
S-22 14 1 9,5 6 13 43,5
S-23 14,5 14 12 5 10,5 56
S-24 13 7 15 6 15 56
S-25 7,5 9 9 2 10,5 38
S-26 7,5 7,5 9 7 11 42
S-27 10 11,5 13,5 9 15 59
S-28 14 14 11 5 11,5 55,5
S-29 13 14 8,5 7 14 56,5
S-30 11 8,5 12,5 9 10,5 51,5
S-31 14,5 12 11,5 8 14 60
S-32 13 14 12 8 14 61
S-33 4 3,5 7,5 7 12,5 34,5
S-34 6 7 7 6 14 40
S-35 13 8 16 8 11 56

L | 46
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

S-36 12 9,5 12,5 8 9,5 51,5


S-37 4 3,5 5 5,5 3 21
12,32 14,07 5,63 2,56 6,22
81,10
40,80
Reliabilitas 0,62
Kualifikasi sedang

Perhitungan Varian butir soal atau skor total dicari dengan rumus:

Perhitungan Reliabilitas

L | 47
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR SKORMOTIVASI BELAJAR SISWA

Skor Total
No Siswa Persentase Keterangan
Skor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 S-1 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 5 5 4 79 74% Tinggi
2 S-2 5 5 5 4 4 3 3 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 81 76% Tinggi
3 S-3 5 3 4 4 4 5 4 4 3 5 4 4 4 5 4 3 3 4 4 4 80 75% Tinggi
4 S-4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 68 60% Sedang
Sangat
5 S-5 5 5 5 2 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 95 94%
tinggi
6 S-6 5 3 4 4 4 3 3 5 3 5 5 5 4 5 4 3 3 4 5 3 80 75% Tinggi
7 S-7 4 4 4 2 2 3 4 4 2 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 69 61% Tinggi
8 S-8 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 72 65% Tinggi
9 S-9 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 75 69% Tinggi
10 S-10 4 4 3 5 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 73 66% Tinggi
11 S-11 4 4 4 3 4 3 3 5 3 3 3 3 3 5 4 4 4 3 5 5 75 69% Tinggi
12 S-12 4 3 4 5 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 2 5 5 4 4 76 70% Tinggi
Sangat
13 S-13 4 4 5 3 5 5 4 5 5 4 3 3 4 5 5 4 5 5 5 5 88 85%
tinggi
14 S-14 4 4 5 4 2 2 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 2 3 4 4 68 60% Sedang
15 S-15 4 4 3 4 3 3 3 4 2 3 2 3 4 3 4 3 3 4 3 2 64 55% Sedang
16 S-16 4 3 3 5 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 5 71 64% Tinggi
17 S-17 5 4 4 4 4 4 4 4 3 5 5 4 3 4 5 5 5 4 5 5 86 83% Sangat

L | 48
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

tinggi
18 S-18 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80 75% Tinggi
19 S-19 5 2 2 4 4 2 4 4 2 4 3 4 4 4 4 2 3 4 4 3 68 60% Sedang
20 S-20 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 68 60% Sedang
21 S-21 3 2 4 3 4 2 3 3 3 4 4 5 3 3 3 3 2 4 4 3 65 56% Sedang
22 S-22 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 3 4 4 74 68% Tinggi
23 S-23 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 5 83 79% Tinggi
24 S-24 4 2 4 4 1 4 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 80 75% Tinggi
25 S-25 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 2 74 68% Tinggi
26 S-26 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 75 69% Tinggi
27 S-27 4 4 3 5 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 5 3 76 70% Tinggi
28 S-28 4 2 2 5 3 3 2 5 1 5 1 5 5 5 5 3 5 5 5 3 74 68% Tinggi
29 S-29 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 78 73% Tinggi
30 S-30 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 74 68% Tinggi
31 S-31 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 69 61% Tinggi
32 S-32 5 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 5 4 4 5 5 4 77 71% Tinggi
Sangat
33 S-33 5 5 4 5 5 5 4 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 89 86%
tinggi
34 S-34 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 75 69% Tinggi
35 S-35 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 80 75% Tinggi
36 S-36 5 5 5 4 4 5 2 4 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 4 3 81 76% Tinggi
37 S-37 4 3 4 4 3 3 3 4 2 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 69 61% Tinggi

L | 49
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR SKORKEAKTIFAN BELAJAR SISWA SAAT KERJA KELOMPOK

Pertemuan 1
Hari, tanggal: 8 April 2015

No. Absen Siswa Total


N
Indikator
o
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3
1 2 3 4 5 6 7 8 9
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7
Membaca
buku sebagai
1 37
sumber
informasi
Memperhati
kan
2 30
penjelasan
teman
Mampu
3 26
bertanya
Mampu
4 menyatakan 31
pendapat

L | 50
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Mendengark
an
5 pertanyaan 33
dan pendapat
teman
Menulis atau
mencatat
hal-hal
penting
terkait
6 16
unsur-unsur
lingkaran
pada buku
masing-
masing
Menanggapi
7 pertanyaan 22
teman
Mengerjakan
8 soal yang 37
diberikan
Tidak
mengganggu
9 pekerjaan 36
kelompok
lain

L | 51
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Menunjukan
sikap positif
(tidak
menunjukan
10 sikap yang 36
mengganggu
kelancaran
kerja
kelompok)
1 1 1
Total 8 8 9 7 8 9 8 9 7 7 9 8 8 9 8 8 9 7 7 8 7 7 9 9 8 8 9 7 9 7 8 9 7 9
0 0 0

L | 52
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR SKORKEAKTIFAN BELAJAR SISWA SAAT KERJA KELOMPOK

Pertemuan 2
Hari, tanggal: 11 April 2015

No. Absen Siswa


N
Indikator 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 Total
o 1 2 3 4 5 6 7 8 9
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7

Membaca
buku sebagai
1 23
sumber
informasi

Memperhati
kan
2 23
penjelasan
teman
Mampu
3 25
bertanya
Mampu
4 menyatakan 32
pendapat

L | 53
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Mendengark
an
5 pertanyaan 30
dan pendapat
teman

Menulis atau
mencatat
6 hal-hal yang 35
penting pada
mind map

Membuat
7 35
mind map
Menanggapi
8 pertanyaan 22
teman
Tidak
mengganggu
9 pekerjaan 32
kelompok
lain

L | 54
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Menunjukan
sikap positif
dalam
kelompok
(tidak
10 menunjukan 34
sikap yang
mengganggu
kelancaran
kerja
kelompok)

1 1 1 1 1 1 1 1 1
9 7 7 7 7 7 7 7 8 9 7 8 6 9 8 7 8 8 9 7 9 9 7 8 8 8 9 8
0 0 0 0 0 0 0 0 0

L | 55
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

KATEGORI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA

Skor
No Siswa Jumlah Persentase Kategori
Pertemuan 1 Pertemuan 2
1 S-1 8 9 17 85% Sangat Tinggi
2 S-2 8 7 15 75% Tinggi
3 S-3 9 7 16 80% Tinggi
4 S-4 7 10 17 85% Sangat Tinggi
5 S-5 10 10 20 100% Sangat Tinggi
6 S-6 8 10 18 90% Sangat Tinggi
7 S-7 9 7 16 80% Tinggi
8 S-8 8 7 15 75% Tinggi
9 S-9 9 10 19 95% Sangat Tinggi
10 S-10 10 7 17 85% Sangat Tinggi
11 S-11 7 7 14 70% Tinggi
12 S-12 7 7 14 70% Tinggi
13 S-13 9 8 17 85% Sangat Tinggi
14 S-14 8 9 17 85% Sangat Tinggi
15 S-15 8 7 15 75% Tinggi
16 S-16 9 8 17 85% Sangat Tinggi
17 S-17 10 10 20 100% Sangat Tinggi
18 S-18 8 10 18 90% Sangat Tinggi
19 S-19 8 6 14 70% Tinggi
20 S-20 9 9 18 90% Sangat Tinggi
21 S-21 7 8 15 75% Tinggi
22 S-22 7 7 14 70% Tinggi
23 S-23 8 10 18 90% Sangat Tinggi
24 S-24 7 8 15 75% Tinggi
25 S-25 7 8 15 75% Tinggi
26 S-26 9 9 18 90% Sangat Tinggi
27 S-27 9 10 19 95% Sangat Tinggi
28 S-28 8 7 15 75% Tinggi
29 S-29 8 9 17 85% Sangat Tinggi
30 S-30 9 9 18 90% Sangat Tinggi
31 S-31 7 7 14 70% Tinggi
32 S-32 9 8 17 85% Sangat Tinggi
33 S-33 7 8 15 75% Tinggi
34 S-34 8 10 18 90% Sangat Tinggi
35 S-35 9 8 17 85% Sangat Tinggi
36 S-36 7 9 16 80% Tinggi
37 S-37 9 8 17 85% Sangat Tinggi

L | 56
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

NILAI TES KEMAMPUAN AWAL SISWA

Skor Total
No Siswa Nilai Keterangan
1 2 3 4 skor
1 S-1 3 6 3 4 16 40 Kurang
2 S-2 3 4 10 8 25 62,5 Cukup
3 S-3 4 5 7 7 23 57,5 Cukup
4 S-4 2 2 1 0 5 12,5 Gagal
5 S-5 3 2 12 9 26 65 Cukup
6 S-6 4 8 5 5 22 55 Kurang
7 S-7 4 5 12 9 30 75 Baik
8 S-8 3 5 6 9 23 57,5 Cukup
9 S-9 5 7 8 7 27 67,5 Baik
10 S-10 3 6 12 10 31 77,5 Baik
11 S-11 3 5 12 10 30 75 Baik
12 S-12 4 7 12 9 32 80 Sangat Baik
13 S-13 3 6 12 9 30 75 Baik
14 S-14 3 3 5 7 18 45 Kurang
15 S-15 3 5 12 5 25 62,5 Cukup
16 S-16 3 7 10 10 30 75 Baik
17 S-17 3 7 10 9 29 72,5 Baik
18 S-18 3 7 12 9 31 77,5 Baik
19 S-19 3 6 11 9 29 72,5 Baik
20 S-20 3 6 12 9 30 75 Baik
21 S-21 3 4 5 2 14 35 Gagal
22 S-22 3 3 2 2 10 25 Gagal
23 S-23 3 5 8 8 24 60 Cukup
24 S-24 4 6 10 10 30 75 Baik
25 S-25 3 7 7 10 27 67,5 Baik
26 S-26 4 5 11 8 28 70 Baik
27 S-27 3 2 12 10 27 67,5 Baik
28 S-28 3 6 11 9 29 72,5 Baik
29 S-29 3 5 10 9 27 67,5 Baik
30 S-30 3 4 12 7 26 65 Cukup
31 S-31 3 5 6 8 22 55 Kurang
32 S-32 3 2 6 5 16 40 Kurang
33 S-33 3 5 12 10 30 75 Baik
34 S-34 3 6 7 10 26 65 Cukup
35 S-35 3 5 8 10 26 65 Cukup
36 S-36 3 5 12 9 29 72,5 Baik
37 S-37 2 4 6 9 21 52,5 Kurang

L | 57
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR NILAI TES PRESTASI BELAJAR SISWA

Skor Total
No Siswa Nilai Keterangan
1 2 3 4 5 Skor
1 S-1 13 11,5 9 4 12,5 50 67 Baik
2 S-2 16 14 11,5 7 12 60,5 81 Sangat Baik
3 S-3 12 14 8,5 5 6,5 46 61 Cukup
4 S-4 6 14 10,5 7 16 53,5 71 Baik
5 S-5 12 14 15 10 14 65 87 Sangat Baik
6 S-6 14 14 7 7,5 13 55,5 74 Baik
7 S-7 15 12 4 7 9,5 47,5 63 Cukup
8 S-8 10 10 9,5 8 10 47,5 63 Cukup
9 S-9 14 11 6,5 4,5 12 48 64 Cukup
10 S-10 14 14 10,5 8 14 60,5 81 Sangat Baik
11 S-11 13 14 9 6,5 9 51,5 69 Baik
12 S-12 16 14 12 6 15 63 84 Sangat Baik
13 S-13 14 14 9 4,5 12 53,5 71 Baik
14 S-14 16 7 9 4 4,5 40,5 54 Kurang
15 S-15 13 12 7,5 4 11,5 48 64 Cukup
16 S-16 16 11 9,5 4,5 11,5 52,5 70 Baik
17 S-17 13 14 9 4 8 48 64 Cukup
18 S-18 14 14 11 8 14 61 81 Sangat Baik
19 S-19 16 7 9 2 6,5 40,5 54 Kurang
20 S-20 16 14 12,5 5 12,5 60 80 Sangat Baik
21 S-21 14 3 7,5 5,5 10,5 40,5 54 Kurang
22 S-22 14 12 7,5 5 5,5 44 59 Cukup
23 S-23 12 14 10 6,5 11 53,5 71 Baik
24 S-24 12 12 9,5 5 11 49,5 66 Baik
25 S-25 10 9,5 10,5 7 13 50 67 Baik
26 S-26 14 14 11,5 7 14 60,5 81 Sangat Baik
27 S-27 14 14 10,5 7 14 59,5 79 Sangat Baik
28 S-28 16 14 8,5 5 10 53,5 71 Baik
29 S-29 16 14 11,5 10 14 65,5 87 Sangat Baik
30 S-30 16 14 12,5 7,5 16 66 88 Sangat Baik
31 S-31 14 14 9,5 4,5 10,5 52,5 70 Baik
32 S-32 15 14 9 4 9 51 68 Baik
33 S-33 16 14 11 6 14 61 81 Sangat Baik
34 S-34 16 11,5 10 8 15 60,5 81 Sangat Baik
35 S-35 14 14 15,5 8,5 14 66 88 Sangat Baik
36 S-36 14 14 14 8 15 65 87 Sangat Baik
37 S-37 12 14 9,5 2 12,5 50 67 Baik

L | 58
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

HASIL PENGAMATAN KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN

L | 59
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 60
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 61
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 62
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 63
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 64
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 65
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 66
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 67
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 68
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 69
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 70
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

HASIL PENGAMATAN KEAKTIFAN SISWA DALAM KELOMPOK

L | 71
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 72
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 73
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 74
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 75
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 76
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 77
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 78
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

HASIL PENGAMATAN KEAKTIFAN SISWA SECARA UMUM

L | 79
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 80
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 81
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 82
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 83
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 84
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

TRANSKIP WAWANCARA

Siswa A

P : Selamat siang.
SA : Selamat siang juga, Bu.
P : Mbak mau tanya beberapa hal tentang pembelajaran kemarin.
SA : Oke, Bu.
P : Kamu kan kemarin sudah belajar dengan membuat mind map. Apa pendapatmu
tentang pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping?
SA : Menurut saya metode sesuai dengan kurikulum 2013 kita dilatih untuk mandiri.
Metode mind mappingmenarik karena berkelompok dan melatih kreatifitas.
P : Oh baik. Apakah menurutmu aada perbedaan pembelajaran yang menggunakan
pendekatan saintifik dengan metode mind mapping dengan pembelajaran
sebelumnya?
SA : Ada, pembelajaran sekarang dibuat lebih asik, berbeda denga pembelajaran
sebelumnya.
P : Oke, lalu bagaimana perasaanmu saat mengikuti proses pembelajaran yang
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SA : Saya senang ketika mengikuti proses pembelajaran karena bekerja secara
berkelompok. Kita dapat berdiskusi dan bertukar pikiran dengan teman satu
kelompok.
P :Oh begitu. Kalau senang berarti juga aktif dong. Apakah kamu merasa aktif saat
mengikuti kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan
metode mind mapping?
SA : Tentu, saya aktif saat membuat main map. Bertanya jika ada yang kurang jelas dan
mencari informasi di buku paket.
P : Terus, apakah kamu merasa kesulitan selama mengikuti proses pembelajaran yang
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SA : Tidak ada.
P : Apakah kamu cepat putus asa jika mendapat kesulitan selama pembelajaran?
SA : Enggak, soalnya dikerjakan bersama.
P : Menurutmu, apakah metode ini membantumu untuk lebih mengerti materi yang
diajarkan?
SA : Ya, karena kita jadi bisa merangkum, menguraikan dan mengembangakan materi
sendiri.
P :Apakah metode ini membuatmu merasa termotivasi untuk belajar dan lebih
mendalami materi?
SA : Ya, alasan sama kayak tadi.
P : Berarti kamu optimis dong akan mendapatkan nilai yang baik pada materi unsur-
unsur lingkaran?
SA : Harus optimis.
P : Terakhir nih, apa manfaat yang dapat kamu petik setelah mengikuti proses
pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping?
SA : Hmm, menurut saya metode ini membuat saya lebih mendalami materi, materi lebih
mudah dipahami dan meningkatkan motivasi. Melatih kerjasama juga.
P : Oke, baik begitu saja. Terima kasih atas waktunya. Sukses ya.
SA : Sama-sama, Bu.

L | 85
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Siswa B

P : Hai, selamat siang.


SB : Selamat siang, Bu.
P : Maaf ganggu waktunya sebentar, mau tanya-tanya beberapa hal.
SB : Tidak apa-apa, Bu.
P : Baik, saya ingin bertanya berkaitan pembelajaran yang telah kamu ikuti. Apa
pendapatmu tentang pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan
metode mind mapping?
SB : Seru, jadi tau hubungan antar unsur-unsur lingkaran.
P : Apakah ada perbedaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
dengan metode mind mapping dengan pembelajaran sebelumnya?
SB : Ada, sebelumnya matematika enggak pernah pakai mind map, biasanya langsung
rumus dan cara.
P : Oh, begitu. Lalu bagaimana perasaanmu saat mengikuti proses pembelajaran yang
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SB : Senang, apalagi berkelompok.
P : Apakah kamu merasa aktif saat mengikuti kegiatan pembelajaran yang
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SB : Aktif, mengerjakan LKS dan membuat mind map, liat catatan, nulis, nebelin
menghias-hias.
P : Oke, lalu apakah kamu merasa kesulitan selama mengikuti proses pembelajaran
yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SB : Enggak. Lebih gampang. Tapi saya tidak suka menggambar.
P : Apakah kamu cepat putus asa jika mendapat kesulitan selama pembelajaran?
SB : Enggak, aku berusaha sebaik mungkin. Minta bantuan teman untuk menggambar.
P : Baik, terus apakah metode ini membantumu untuk lebih mengerti materi yang
diajarkan?
SB : Iya, lebih jelas, ada print out-nya bukan lisan.
P : Apakah metode ini membuatmu merasa termotivasi untuk belajar dan lebih
mendalami materi?
SB : Iya termotivasi, tapi enggak terlalu suka mind mapkarena enggak terlalu kreatif.
P : Wah, enggak apa-apa. Tapi kamu optimiskan akan mendapatkan nilai yang baik
pada materi unsur-unsur lingkaran?
SB : Optimis bisa karena bentuknya lebih jelas, bacanya lebih gampang.
P : Oke, pertanyaan terakhir nih, apa manfaat yang dapat kamu petik setelah mengikuti
proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping?
SB : Melatih kerjasama karena berkelompok. Lebih memahami pelajaran karena belajar
sendiri. Lebih dong.
P : Oke baiklah, sudah selesai. Makasih atas waktunya.
SB : Sama-sama, Bu.

L | 86
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Siswa C

P : Hai, selamat siang.


SC : Selamat siang, Bu.
P : Kemarin kamu ikut pembelajaran yang menggunakan mind mapping kan?
SC : Iya, Bu.
P : Apa pendapatmu tentang pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
dengan metode mind mapping?
SC : Lebih seru. Pembelajaran jadi enggak terasa lama, enggak membosankan.
P : Apakah ada perbedaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan
metode mind mapping dengan pembelajaran sebelumnya?
SC : Ada, pembelajaran kemarin lebih menarik. Bisa menyalurkan apa yang ada di otak.
Bisa mengekspresikan yang kita pikirkan.
P : Oke. Berarti senang dong kemarin? Hehe. Bagaimana perasaanmu saat mengikuti
proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping?
SC : Senang karena seru.
P : Apakah kamu merasa aktif saat mengikuti kegiatan pembelajaran yang
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SC : Iya, aku yang paling semangat buatnya.
P : Wah, bagus dong. Terus apakah kamu merasa kesulitan selama mengikuti proses
pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping?
SC : Hm, lumayan. Semua pendapat berbeda-beda. Sulit menyatukan pemikiran.
P : Lalu apakah kamu cepat putus asa jika mendapat kesulitan selama pembelajaran?
SC : Enggak putus asa. Liat buku lagi.
P : Apakah metode ini membantumu untuk lebih mengerti materi yang diajarkan?
SC : Lumayan. Kita cari tahu sendiri. Biasanya diterangin dulu.
P : Oh, begitu. Tapi apakah metode ini membuatmu merasa termotivasi untuk belajar
dan lebih mendalami materi?
SC : Lumayan, pelajarannya lebih gampang.
P : Apakah kamu optimis akan mendapatkan nilai yang baik pada materi unsur-unsur
lingkaran?
SC : Lumayan. Tapi kurang pinter. Soal kemarin bisa mengerjakan.
P : Oke. Menurutmu apa manfaat yang dapat kamu petik setelah mengikuti proses
pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping?
SC : Buat metode ini, matematika lebih menarik. Merubah anggapan kalau matematika itu
susah dan jadi lebih semangat cari sendiri.
P : Oke. Saya kira itu dulu, kalau ada lagi nanti saya hubungi. Terima kasih ya.
SC : Sama-sama, Bu.

L | 87
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Siswa D

P : Selamat siang, apa kabar?


SD : Selamat siang, Bu. Kabar baik.
P : Baiklah. Saya mau tanya-tanya sedikit mohoon dijawab sesuai pendapatmu.
SD : Baik, Bu.
P : Apa pendapatmu tentang pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
dengan metode mind mapping?
SD : Baik karena menambah keaktifan siswa. Karena membuat sendiri jadi lebih dong
dan paham maksud mind map nya. Cuma oin-poin yang ditulis.
P : Menurutmu apakah ada perbedaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan
saintifik dengan metode mind mapping dengan pembelajaran sebelumnya?
SD : Beda, guru biasanya ngajar langsung materi dengan ceramah.
P : Oh, terus bagaimana perasaanmu saat mengikuti proses pembelajaran yang
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SD : Seneng. Saya memang minat di matematika.
P : Apakah kamu merasa aktif saat mengikuti kegiatan pembelajaran yang
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SD : ya, saya mengerjakan. Ada pembagian tugas.
P : Terus apakah kamu merasa kesulitan selama mengikuti proses pembelajaran yang
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SD : Ya sedikit.kelompoknya malas.
P : Lha terus apakah kamu cepat putus asa jika mendapat kesulitan selama
pembelajaran?
SD : Enggak. Tanya teman dan cari tahu di buku.
P : Lalu menurutmu apakah metode ini membantumu untuk lebih mengerti materi yang
diajarkan?
SD : iya, bisa buat ngerti karena yang diambil intisarinya saja.
P : Oh, baik kalau begitu. Apakah metode ini membuatmu merasa termotivasi untuk
belajar dan lebih mendalami materi?
SD : Termotivasilah, karena lebih menarik. Menariknya di cara pembuatannya.
Menggugah imajinasi dan hasilnya lebih menarik. Jadi lebih niat belajar.
P : Berarti kamu optimis dong akan mendapatkan nilai yang baik pada materi unsur-
unsur lingkaran?
SD : Optimis karena lebih niat. Jadi nambah niat belajarnya.
P : Oke, yang terakhir, menurutmu apa manfaat yang dapat kamu petik setelah
mengikuti proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan
metode mind mapping?
SD : Menurut saya belajar penyatuan pemikiran, belajar untk kerjasama denga teman
sekelompok dan belajar untuk lebih bisa meringkas materi.
P : Bagus sekali pendapatnya. Okelah kalau begitu, nampaknya cukup sekian ya.
SD : Iya, Bu.
P : Terima kasih.
SD : Sama-sama, Bu.

L | 88
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Siswa E

P : Hai, selamat siang.


SE : Selamat siang juga, Bu.
P : Saya mau bertanya beberapa hal terkait pembelajaran yang sudah kamu ikuti
kemarin.
SE : Oke, Bu.
P : Apa pendapatmu tentang pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
dengan metode mind mapping?
SE : Gampang diinget. Saya lebih mudah menghafal lewat bagan.
P : Menurutmu apakah ada perbedaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan
saintifik dengan metode mind mapping dengan pembelajaran sebelumnya?
SE : Beda. Pembelajaran lebih menarik. Buat sendiri jadi materi lebih masuk.
P : Bagaimana perasaanmu saat mengikuti proses pembelajaran yang menggunakan
pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SE : Senang dan enggak bosen. Bentuknya lebih menarik dan pesannya lebih sedikit.
P : Bagus kalau gitu. Terus apakah kamu merasa aktif saat mengikuti kegiatan
pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping?
SE : Aktiflah, saya turut membantu membuat mind map.
P : Apakah kamu merasa kesulitan selama mengikuti proses pembelajaran yang
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SE : Iya, saya kadang merasa kesulitan. Kadang bingung tentang materinya.
P : Terus, apakah kamu cepat putus asa jika mendapat kesulitan selama pembelajaran?
SE : Enggak. Saya biasanya cari tau di google.
P : Oh, biasanya boleh buka laptop ya?
SE : Boleh kalau itu untuk pelajaran.
P : Oh, gitu. Baiklah. Terus menurutmu apakah metode ini membantumu untuk lebih
mengerti materi yang diajarkan?
SE : Ya, ngafalin materi jadi lebih gampang.
P : Apakah metode ini membuatmu merasa termotivasi untuk belajar dan lebih
mendalami materi?
SE : Hm, sama saja.
P : Kok gitu?
SE : Ya emang gitu. Menurut saya sama saja. Hehe.
P : Hahaha. Okelah, apakah kamu optimis akan mendapatkan nilai yang baik pada
materi unsur-unsur lingkaran?
SE : Optimislah. Kalau ada metode baru pasti optimis, tapi kadang enggak yakin soalnya
biasanya sudah yakin e hasilnya tetap jelak. Mungkin karena saya kurang teliti.
P : Oke, pertanyaan terakhir nih. Apa manfaat yang dapat kamu petik setelah mengikuti
proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping?
SE : Hm, menghafal jadi lebih mudah lewat mind map. Menyalurkan hobi menggambar
juga karena saya suka menggambar. Hehe.
P : Okelah kalau begitu. Cukup sekian. Sukses buat sekolahnya ya. Terima kasih.
SE : Sama-sama ya, Bu.

L | 89
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Siswa F

P : Selamat siang.
SF : Selamat siang juga, Bu.
P : Minta waktunya sebentar ya, saya mau tanya-tanya.
SF : Oke, Bu.
P : Jawab sesuai pendapatmu saja ya.
SF : Iya, Bu.
P : Pertanyaan pertama, apa pendapatmu tentang pembelajaran yang menggunakan
pendekatan saintifik dengan metode mind mappingkemarin?
SF : Lebih masuk karena biasanya guru cepat dalam menyampaikan materi. Kadang
enggak dong. Jadi lebih banyak membaca buku.
P : Apakah ada perbedaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan
metode mind mapping dengan pembelajaran sebelumnya?
SF : Ada. Lebih di ajak cari tahu sendiri tentang materi. Dulu banyak ceramahnya dan
kadang enggak dong.
P : Lalu bagaimana perasaanmu saat mengikuti proses pembelajaran yang menggunakan
pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SF : Senang, seru. Bisa lebih bebas berekspresi. Tekanan belajar yang biasa di kelas jadi
berkurang.
P : Apakah kamu merasa aktif saat mengikuti kegiatan pembelajaran yang menggunakan
pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SF : Aktif, ngerjain juga. Kelompoknya enak kalo sohib.
P : Terus apakah kamu merasa kesulitan selama mengikuti proses pembelajaran yang
menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SF : Tidak ada kesulitan.
P : Oh, beritu, terus misal ada kesulitan dalam pembelajan apakah kamu cepat putus
asa?
SF : Ya kadang cepat putus asa.
P : Seharusnya jangan cepat putus asa dong. Hehe. Menurutmu apakah metode ini
membantumu untuk lebih mengerti materi yang diajarkan?
SF : Ya, membantu. Jadi lebih dong karena menyaring yang bener-bener penting.
P : Bagus, jadi apakah metode ini membuatmu merasa termotivasi untuk belajar dan
lebih mendalami materi?
SF : Iya, belajar sendiri membuat saya merasa lebih bisa.
P : Apakah kamu optimis akan mendapatkan nilai yang baik pada materi unsur-unsur
lingkaran?
SF : Lumayan, tapi pada dasarnya saya tidak suka menghitung jadi kurang begitu yakin.
P : Oke yang terakhir menurutmu apa manfaat yang dapat kamu petik setelah mengikuti
proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping?
SF : Pelajaran yang susah jadi lebih gampang karena kita mengambil yang penting. Lebih
seru, variatif cara mencatatnya.
P : Oke. Sudah selesai. Terima kasih atas waktunya, lebh giat lagi dalam belajar.
SF : Iya, Bu. Sama-sama. Terima kasih juga.

L | 90
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Siswa G

P : Selamat siang. Apa kabar.


SG : Selamat siang juga Bu, kabar baik. Hehe.
P : Kamu kemarin ikut kan belajar matematika yang waktu membuat mind map?
SG : Iya, Bu.
P : Saya mau bertanya beberapa hal terkait pembelajaran kemarin.
SG : Baik, Bu.
P : Apa pendapatmu tentang pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik
dengan metode mind mapping?
SG : Seru, biasanya matematika lebih ke rumus. Warna-warni. Bisa berkreasi sambil
belajar.
P : Menurutmu apakah ada perbedaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan
saintifik dengan metode mind mapping dengan pembelajaran sebelumnya?
SG : Ada, pembelajara jadi lebih seru.
P : Lalu bagaimana perasaanmu saat mengikuti proses pembelajaran yang menggunakan
pendekatan saintifik dengan metode mind mapping?
SG : Senang karena pembelajarannya tidak seperti biasanya.
P : Selama pembelajaran apakah kamu merasa aktif?
SG : Ya, saya membuat mind map. Saya suka mewarnai.
P : Wah, bagus. Terus apakah kamu merasa kesulitan selama mengikuti proses
pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping?
SG : Ada kesulitan, agak sulit karena kita disuruh belajar sendiri.
P : Apakah kamu cepat putus asa jika mendapat kesulitan selama pembelajaran?
SG : Enggak.
P : Terus apa yang kamu lakukan?
SG : Biasanya tanya guru atau teman.
P : Oh, begitu. Menurutmu apakah metode ini membantumu untuk lebih mengerti
materi yang diajarkan?
SG : Ya, mudah diingat karena gambar-gambarnya lucu.
P : Apakah metode ini membuatmu merasa termotivasi untuk belajar dan lebih
mendalami materi?
SG : Iya.
P : Oke, terus apakah kamu optimis akan mendapatkan nilai yang baik pada materi
unsur-unsur lingkaran?
SG : Yakin. Harus bisa. Tapi biasanya nilainya standar karena ada yang lupa dan biasanya
suka meremehkan.
P : Wah. Besok-besok enggak boleh meremehkan lagi ya. Pertanyaan terakhir nih,
menurutmu apa manfaat yang dapat kamu petik setelah mengikuti proses
pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan metode mind
mapping?
SG : Yang pasti pembelajaran jadi tidak membosankan.
P : Ada lagi? Itu saja?
SG : Hm, iya. Itu aja.
P : Okelah kalau begitu. Sukses buat sekolahnya ya. Trims atas waktunya.
SG : Oke, Bu. Makasih kembali.

L | 91
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

FOTO PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Pembelajaran di Kelas

Siswa Mengerjakan Lembar Kerja/Aktifitas Siswa

Siswa Membuat Mind Map

L | 92
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Siswa Mempresentasikan Hasil Pekerjaannya

Siswa Mengerjakan Tes Prestasi Belajar

Contoh Mind Map Hasil Kerja Siswa

L | 93
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

CONTOH HASIL LKS

L | 94
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 95
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 96
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 97
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 98
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 99
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 100
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 101
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 102
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 103
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

CONTOH HASIL KUISONER MOTIVASI BELAJAR

L | 104
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 105
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 106
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 107
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 108
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 109
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

CONTOH HASIL TES KEMAMPUAN AWAL SISWA

L | 110
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 111
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 112
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

CONTOH HASIL PRESTASI BELAJAR SISWA

L | 113
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 114
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 115
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 116
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 117
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

L | 118
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

SURAT IJIN PENELITIAN

L | 119
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

SURAT KETERANGAN TELAH MELAKSANAKAN PENELITIAN

L | 120