Anda di halaman 1dari 4

II.

Diagnosa keperawatan

Analisis data

Data fokus Analisis masalah Masalah keperawatan


Ds : pola makan yang tidak Risiko ketidakstabilan
Nafsu makan pasien tepat kadar glukosa darah
meningkat
Pasien sering merasa hiperglikemik kronis
haus
Do :
Gds = 447 insulin tidak sensitive
terhadap glukosa

resistensi insulin

kadar glukosa dalam darah


meningkat

Risiko ketidakseimbangan
kadar glukosa darah
Data fokus Analisis masalah Masalah keperawatan
Ds : Ketidak efektifan perfusi
Pasien mengeluh lemas diabetes mellitus tipe II jaringan perifer
pada daerah kaki apabila
berjalan pasien mengeluh defesiensi insulin
lemas
Do : penurunan pemakaian
Nadi ekstrimitas melemah glukosa
(60x/menit)
Pasien tidak dapat berjalan glikosuria
dengan normal
pasien mengalami osmotik diuresis
kelemahan ekstrimitas
kanan dehidrasi

viskositas darah

Gds = 447 trombosis

atherosklerosis

mikrovaskuler

ekstrimitas

Ketidakefektifan perfusi
jaringan perifer
Data fokus Analisis masalah Masalah keperawatan
Ds : Ketidak efektifan perfusi
Pasien mengeluh sulit Diabetes mellitus tipe II jaringan cerebral
untuk menggerakan kaki
kanan (merasa berbeda defesiensi insulin
dan lemas)
Pasien merasakan nyeri penurunan pemakaian
apabila berjalan pada glukosa
persendian kaki
Do : glikosuria
Td : 140/90 mmhg
pasien mengalami osmotik diuresis
kelemahan pada ektrimitas
kanan dehidrasi

viskositas darah

Bibir pasien tertarik ke


arah kiri trombosis
Gds = 447
atherosklerosis

makrovaskuler

Serebral

Ketidakefektifan perfusi
jaringan cerebral
DIAGNOSA KEPERAWATAN PRIORITAS

1. Risiko ketidakseimbangan kadar glukosa darah berhubungan dengan


manajemen diabetes tidak tepat ditadai dengan nafsu makan pasien
meningkat, pasien sering merasa haus, pasien mengatakanmakan dalam porsi
besar, pasien sekali makan dua porsi, gds = 447

2. Ketidak efektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan diabetes


militus ditandai dengan pasien mengeluh, pasien mengeluh lemas pada
daerah kaki apabila berjalan pasien mengeluh lemas, nadi ekstrimitas
melemah (60x/menit), pasien tidak dapat berjalan dengan normal, pasien
mengalami kelemahan ekstrimitas kanan

3. Ketidak efektifan perfusi jaringan cerebral berhubungan dengan penurunan


aliran darah ke otak yang ditandai dengan pasien mengeluh sulit untuk
menggerakan kaki kanan (merasa berbeda dan lemas), pasien merasakan
nyeri apabila berjalan pada persendian kaki , td : 140/90 mmhg, pasien
mengalami kelemahan pada ektrimitas kanan, bibir pasien tertarik ke arah
kiri, gds = 447 mg/dl