Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keluarga adalah suatu system sosial yang berisi dua atau lebih orang yang hidup
bersama yang mempunyai hubungan darah, perkawinan atau adopsi, tingga bersama dan
saling menguntungkan, empunyai tujuan bersama, mempunyai generasi peneus, saling
pengertian dan saling menyayangi (Murray & Zentner, 1997) dikutip dari (Achjar, 2010).
Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh perkawinan, adopsi dan
kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum,
meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan social dari individu-individu
yang ada didalamnya terlihat dari pola interaksi yang saling ketergantungan untuk mencapai
tujuan bersama (Friedman, 1998).
Karena semua orang itu tidak sama, dan berkewajiban serta hak di setiap keluarga
berbeda, struktur interaksi peran juga berbeda-beda dari satu rumah tangga ke rumah tangga
yang lain, walaupun adapula persamaan-persamaan dalam hal-hal tertentu, maka perlu pula
untuk mengetahui masa kehidupan keluarga atau daur kehidupan keluarga.
Masa remaja, anak masih bergantung pada kedua orang tuanya dalam beberapa hal
antara lain mengenai nasehat-nasehat yang harus diterima, biaya-biaya misalnya untuk
Pendidikan. Pada masa ini sudah terjadi perbedaan apa yang harus dilakukan oleh anak
laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki lebih bebas menentukan apa yang akan
dilakukan sedangkan anak perempuan kurang bebas dan lebih banyak mendapatkan
pengawasan dari orang tuanya. Pada masyarakat barat masa remaja dilalui padausia 13 tahun
ke 19 tahun, biasanya mereka disebut sebagaiteenagers ketika mereka baik laki-laki
maupun 2 perempuan telah mencapai usia 18 tahun dan telah tamat dari sekolah menengah
atas ( Collins, 1985 : 325 ).
Pertumbuhan generasi suatu bangsa pertama kali berada di tangan ibu. Di tangan
seorang ibu pulalah pendidikan anak ditanamkan dari usia dini. Neuman (1990) berpendapat
bahwa usia 20-22 bulan merupakan masa penting hubungan ibu-anak dan pembentukan diri
individu, yang disebut Neuman primal relationship. Para ahli social learning berpandangan
bahwa apa yang dilakukan oleh ibu terhadap anaknya merupakan proses yang diadopsi oleh
si anak melalui proses social-modelling. Cara ibu mengasuh sangat berperan, apakah dengan
penuh kelembutan,kesabaran dan kasih sayang ataukah dengan caci maki,kekerasan, dan

1
amarah serta penolakan akan membentuk perilaku anak. Terabaikannya peran ibu sebagai
pendidik dan pembimbing anak-anak, dapat menyebabkan anak-anak yang terabaikan pula,
hal ini dimungkinkan karena ibu kurang meluangkan waktunya. Semisal ibu yang lebih
senang berkarir di luar rumah ketimbang di dalam rumah yang secara full time mengasuh
anak-anaknya. Memang tidak seratus persen benar jika ibu yang full time berada di rumah
akan menjadikan anakanaknya sebagai generasi yang berkualitas.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan antara lain :
1. Apakah definisi dari konsep keluarga tersebut ?
2. Apa saja tipe keluarga pada konsep keluarga tersebut ?
3. Apa sajakah fungsi keluarga pada konsep keluarga tersebut ?
4. Apa sajakah struktur keluarga pada konsep keluarga tersebut ?
5. Apa sajakah tahap-tahap keluarga pada konsep keluarga tersebut ?

C. Tujuan
Dari rumusan masalah di atas maka tujuan yang di dapat antara lain :
1. Untuk mengetahui definisi dari konsep keluarga tersebut.
2. Untuk mengetahui apa saja tipe keluarga pada konsep keluarga tersebut.
3. Untuk mengetahui apa sajakah fungsi keluaraga pada konsep keluarga tersebut.
4. Untuk mengetahui apa sajakah struktur keluarga pada konsep keluarga tersebut.
5. Untuk mengetahui apa sajakah tahap-tahapan keluarga pada konsep keluarga tersebut.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Keluarga
Keluarga adalah suatu system sosial yang berisi dua atau lebih orang yang hidup
bersama yang mempunyai hubungan darah, perkawinan atau adopsi, tingga bersama dan
saling menguntungkan, empunyai tujuan bersama, mempunyai generasi peneus, saling
pengertian dan saling menyayangi (Murray & Zentner, 1997) dikutip dari (Achjar, 2010).
Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh perkawinan, adopsi
dan kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum,
meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan social dari individu-individu
yang ada didalamnya terlihat dari pola interaksi yang saling ketergantungan untuk
mencapai tujuan bersama (Friedman, 1998).
Berdasarkan kedua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Keluarga
adalah unit terkecil dari mastarakat yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan ikatan
perkawinan, kelahiran atau adopsi yang tinggal di satu tempat/ rumah, saling berinteraksi
satu sama lain, mempunyai peran masing-masing dan mempertahankan suatu kebudayaan.

B. Tipe Keluarga
Dalam (Murwani, 2007) disebutkan beberapa tipe keluarga yaitu :
1. Tipe Keluarga Tradisional
a. Keluarga Inti ( Nuclear Family ) , adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan
anak-anak.
b. Keluarga Besar ( Exstended Family ), adalah keluarga inti di tambah dengan sanak
saudara, misalnya nenek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
c. Keluarga Dyad yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami dan istri tanpa
anak.
d. Single Parent yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang tua (ayah/ibu)
dengan anak (kandung/angkat). Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau
kematian.
e. Single Adult yaitu suatu rumah tangga yang hanya terdiri seorang dewasa
(misalnya seorang yang telah dewasa kemudian tinggal kost untuk bekerja atau
kuliah).

3
2. Tipe Keluarga Non Tradisional
a. The Unmarriedteenege mather yaitu keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama
ibu) dengan anak dari hubungan tanpa nikah.
b. The Stepparent Family
Keluarga dengan orang tua tiri.
c. Commune Family yaitu beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak
ada hubungan saudara hidup bersama dalam satu rumah, sumber dan fasilitas yang
sama, pengalaman yang sama : sosialisasi anak dengan melelui aktivitas kelompok
atau membesarkan anak bersama.
d. The Non Marital Heterosexual Conhibitang Family yaitu keluarga yang hidup
bersama dan berganti ganti pasangan tanpa melelui pernikahan.
e. Gay And Lesbian Family yaitu seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup
bersama sebagaimana suami istri (marital partners).
f. Cohibiting Couple yaitu orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan
perkawinan karena beberapa alasan tertentu.
g. Group-Marriage Family yaitu beberapa orang dewasa menggunakan alat alat
rumah tangga bersama yang saling merasa sudah menikah, berbagi sesuatu
termasuk sexual dan membesarkan anaknya.
h. Group Network Family yaitu keluarga inti yang dibatasi aturan atau nilai nilai,
hidup bersama atau berdekatan satu sama lainnya dan saling menggunakan barang
barang rumah tangga bersama, pelayanan dan tanggung jawab membesarkan
anaknya.
i. Foster Family yaitu keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga
atau saudara didalam waktu sementara, pada saat orang tua anak tersebut perlu
mendapatkan bantuan untuk menyatukan kembali keluarga yang aslinya.
j. Homeless Family yaitu keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai
perlindungan yang permanent karena krisis personal yang dihubungkan dengan
keadaan ekonomi dan atau problem kesehatan mental.
k. Gang yaitu sebuah bentuk keluarga yang destruktif dari orang- orang muda yang
mencari ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian tetapi
berkembang dalam kekerasan dan criminal dalam kehidupannya.

4
C. Fungsi Keluarga
Menurut Friedman (1986) mengidentifikasi lima fungsi keluarga, sebagai berikut :
1. Fungsi Afektif
Fungsi afektif berhubungan erat dengan fungsi internal keluarga, yang merupakan
basis kekuatan keluarga. Fungsi afektif berguna untuk pemenuhan kebutuhan
psikososial. Keberhasilan melaksanakan fungsi afektif tampak pada kebahagiaan dan
kegembiraan dari seluruh anggota keluarga. Tiap anggota keluarga saling
mempertahankan iklim yang positif. Hal tersebut dapat dipelajari dan dikembangkan
melalui interaksi dan hubungan dalam keluarga. Dengan demikian, keluarga yang
berhasil melaksanakan fungsi afektif, seluruh anggota keluarga dapat mengembangkan
konsep diri positif. Komponen yang perlu dipenuhi oleh keluarga dalam melaksanakan
fungsi afektif adalah :
a. Saling mengasuh : cinta kasih, kehangatan, saling menerima, saling mendukung
antar anggota keluarga, mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari anggota
yang lain. Maka kemampuannya untuk memberikan kasih sayang akan
meningkat, yang pada akhirnya tercipta hubungan yang hangat dan saling
mendukung. Hubbungan intim didalam keluarga merupakan modal dasar dalam
memeberikan hubungan dengan orang lain diluar keluarga/ masyarakat.
b. Saling menghargai. Bila anggota keluarga saling menghargai dan mengakui
keberadaan dan hak setiap anggota keluarga serta selalu mempertahankan iklim
yang positif, maka fungsi afektif akan tercapai.
c. Ikatan dan identifikasi ikatan keluarga dimulai sejak pasangan sepakat memulai
hidup baru. Ikatan antar anggota keluarga dikembangkan melalui proses
identifikasi dan penyesuaian pada berbagai aspek kehidupan anggota keluarga.
Orang tua harus mengembangkan proses identifikasi yang positif sehingga
anak-anak dapat meniru tingkah laku yang positif dari kedua orang tuanya.
Fungsi afektif merupakan sumber energi yang menentukan
kebahagiaan keluarga. Keretakan keluarga, kenakalan anak atau masalah
keluarga, timbul karena fungsi afektif di dalam keluarga tidak dapat terpenuhi.
2. Fungsi Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu, yang
menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosial.
Sosialisasi dimulai sejak manusia lahir. Keluarga merupakan tempat individu untuk
belajar bersosialisasi, misalnya anak yang baru lahir dia akan menatap ayah, ibu, dan

5
orang-orang yang ada di sekitarnya. Kemudian beranjak balita dia mulai belajar
bersosialisasi dengan lingkungan sekitar meskipun demikian keluarga tetap berperan
penting dalam bersosialisasi. Keberhasilan perkembangan individu dan keluarga
dicapai melalui interaksi atau hubungan antar anggota keluarga yang diwujudkan
dalam sosialisasi.
3. Fungsi Reproduksi
Keluarga berfungsi untuk meneruskan keturunan dan menambah sumber daya
manusia. Maka dengan ikatan suatu perkawinan yang sah, selain untuk memenuhi
kebutuhan biologis pada pasangan tujuan untuk membentuk keluarga adalah untuk
meneruskan keturunan.
4. Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi merupakan fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh
anggota keluarga seperti memenuhi kebutuhan akan makanan, pakaian, dan tempat
tinggal. Banyak pasangan sekarang kita lihat dengan penghasilan yang tidak seimbang
antara suami dan istri, hal ini menjadikan permasalahan yang berujung pada perceraian.
5. Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga juga berperan atau berfungsi untuk melaksanakan praktek asuhan
kesehatan, yaitu untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan atau merawat
anggota keluarga yang sakit. Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan
kesehatan mempengaruhi status kesehatan keluarga. Kesanggupan keluarga
melaksanakan pemeliharaan kesehatan dapat dilihat dari tugas kesehatan keluarga yang
dilaksanakan. Keluarga yang dapat melaksanakana tugas kesehatan berarti sanggup
menyelesaikan masalah kesehatan.

D. Dimensi dan Struktur Keluarga


Menurut Friedman (1998) struktur keluarga terdiri atas :
1. Pola dan proses komunikasi
a. Pola interaksi keluarga yang berfungsi :
1) Bersifat terbuka dan jujur.
2) Selalu menyelesaikan konflik keluarga.
3) Berfikiran positif.
4) Tidak mengulang-ulang isu dan pendapat sendiri.

6
b. Karakteristik komunikasi keluarga berfungsi untuk :
1) Karakteristik pengirim
Yakin dalam mengemukakan sesuatu atau pendapat, apa yang disampaikan
jelas dan berkualitas, selalu meminta dan menerima umpan balik.
2) Karakteristik penerima
Siap mendengarkan, memberi umpan balik, dan melakukan validasi.
2. Struktur Peran
Peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi sosial
yang diberikan. Yang dimaksud dengan posisi atau status adalah posisi individu dalam
masyarakat misalnya sebagai suami, istri, anak dan sebagainya. Tetapi kadang peran
ini tidak dapat dijalankan oleh masing-masing individu dengan baik. Ada beberapa
anak yang terpaksa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga yang
lain, sedangkan orang tua mereka entah kemana atau malah berdiam diri di rumah.
3. Struktur Kekuatan
Kekuatan merupakan kemampuan (potensial dan aktual) dari individu untuk
mengendalikan atau mempengaruhi untuk merubah perilaku orang lain kearah positif.
Ada beberapa macam tipe struktur kekuatan antara lain :
a. Legimati power
Wewenang primer yang merujuk pada kepercayaan bersama bahwa dalam suatu
keluarga satu orang mempunyai hak untuk mengontrol tingkah laku anggota
keluarga yang lain.
b. Referent power
Kekuasan yang dimilikiorang-orang tertentu terhadap orang lain karena
identifikasi positif terhadap mereka,seperti identifikasi positif seorang anak
dengan orang tua (role mode).
c. Reward power
Pengaruh kekuasaan karena adanya harapan yang akan diterima oleh seseorang
dari orang yang mempunyai pengaruh karena kepatuhan seseorang. Seperti
ketaatan anak terhadap orang tua.
d. Coercive power
Sumber kekuasaan mempunyai kemampuan untuk menghukum dengan
paksaan,ancaman, atau kekerasan bila mereka tidak mau taat.

7
e. Affectif power
Kekuasaan yang diberikan melalui manipulasi dengan memberikan atau tidak
memberikan afeksi atau kehangatan, cinta kasih misalnya hubungan seksual
pasangan suami istri.
4. Nilai-nilai keluarga
Nilai merupakan suatu sistem, sikap dan kepercayaan yang secara sadar atau tidak
mempersatukan anggota keluarga dalam satu budaya. Nilai keluarga juga merupakan
suatu pedoman bagi perkembangan norma dan peraturan. Norma adalah perilaku yang
baik, menurut masyarakat berdasarkan sistem nilai dalam keluarga. Budaya adalah
kumpulan dari pola perilaku yang dapat dipelajari, dibagi dan ditularkan dengan tujuan
untuk menyelesaikan masalah.
Sedangkan menurut (Setiadi,2008), struktur keluarga terdiri dari bermacam-
macam, diantarannya adalah :
a. Patrilineal : adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah
dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
b. Matrilineal : adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah
dalam beberapa generasi di mana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
c. Matrilokal : adalah sepasang suami istri yang tingga bersama keluarga sedarah
istri.
d. Patrilokal : adalah sepasang suami istri yang tingga bersama keluarga sedarah
suami.
e. Keluarga kawinan : adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembina
keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena
adanya hubungan dengan suami atau istri.

E. Tahap-Tahap Keluarga
Siklus kehidupan setiap keluarga mempunyai tahapan-tahapan. Seperti individuindividu
yang mengalami tahap pertumbuhan dan perkembangan yang berturutturut, keluarga juga
mengalami tahap perkembangan yang berturut-turut. Adapun tahap-tahap perkembangan
keluarga berdasarkan konsep Duvall dan Miller (Friedman, 1998) adalah :
1. Tahap I : Keluarga pemula erkawinan dari sepasang insan menandai bermulanya sebuah
keluarga baru dan perpindahan dari keluarga asal atau status lajang ke hubungan baru
yang intim.

8
2. Tahap II : Keluarga sedang mengasuh anak dimulai dengan kelahiran anak pertama
hingga bayi berusia 30 bulan.

Tahap perkembangan :

1) Perubahan peran menjadi orang tua, Perubahan hidup yang sulit, masa transisi, tugas
kritis.Masalah: Suami merasa diabaikan, peningkatan perselisihan dan argumentasi
suami dan istri, interupsi dalam jadwal yang continue, kehidupan seksual dan sosial
terganggu.
2) Adaptasi dengan perubahan anggota keluarga : Peran, interaksi, kebutuhan
kebutuhan, keselamatan, keterbatasan, toilet training, komunikasi bayi .
3) Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangannya : Pembentukan
kembali pola komunikasi, Pembentukan perasaan, perkawinan, hubungan seksual
menurun, konseling KB, hubungan perkawinan yang kokoh dan bergairah sangat
penting bagi stabilitas dan moral keluarga. Masalah kesehatan : Pendidikan maternitas,
Perawatan bayi yang baik, Pengenalan dan penanganan masalah kesehatan fisik secara
dini, Imunisasi, Tumbuh kembang.
3. Tahap III : Keluarga dengan anak usia pra sekolah dimulai ketika anak pertama berusia
dua setengah tahun, dan berakhir ketika anak berusia 5 tahun.
4. Tahap IV : Keluarga dengan anak usia sekolah dimulai ketika anak pertama berusia 6
tahun dan mulai masuk sekolah dasar dan berakhir pada usia 13 tahun, awal dari masa
remaja.
5. Tahap V : Keluarga dengan anak remaja yang dimualai ketika anak pertama melewati
umur 13 tahun, berlangsung selama 6 sampai 7 tahun. Tahap ini dapat lebih singkat jika
anak meninggalkan keluarga lebih awal atau lebih lama jika anak masih tinggal di rumah
hingga berumur 19 atau 20 tahun.
6. Tahap VI : Keluarga yang melepas anak usia dewasa muda yang ditandai oleh anak
pertama meninggalkan rumah orang tua dan berakhir dengan rumah kosong, ketika
anak terakhir meninggalkan rumah. Tahap ini dapat singkat atau agak panjang,
tergantung pada berapa banyak anak yang belum menikah yangmasih tinggal di rumah.
Fase ini ditandai oleh tahun-tahun puncak persiapan dari dan oleh anak-anak untuk
kehidupan dewasa yang mandiri.
7. Tahap VII : Orang tua usia pertengahan, dimulai ketika anak terakhir meninggalkan
rumah dan berakhir pada saat pensiun atau kematian salah satu pasangan.

9
8. Tahap VIII : Keluarga dalam masa pensiun dan lansia dimali dengan salah satu atau
kedua pasangan memasuki masa pensiun, hingga salah satu pasangan meninggal dan
berakhir dengan pasangan lainnya meninggal.

10
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Keluarga adalah suatu system sosial yang berisi dua atau lebih orang yang hidup
bersama yang mempunyai hubungan darah, perkawinan atau adopsi, tingga bersama dan
saling menguntungkan, empunyai tujuan bersama, mempunyai generasi peneus, saling
pengertian dan saling menyayangi (Murray & Zentner, 1997) dikutip dari (Achjar, 2010).
Dimana tipe keluarga dibagi menjadi tipe keluarga tradisional dan tipe keluarga non
tradisional, tipe keluarga tradisional itu terdiri dari :
1. Keluarga Inti ( Nuclear Family ) , adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-
anak.
2. Keluarga Besar ( Exstended Family ), adalah keluarga inti di tambah dengan sanak
saudara, misalnya nenek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
3. Keluarga Dyad yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami dan istri tanpa anak.
4. Single Parent yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang tua (ayah/ibu)
dengan anak (kandung/angkat). Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau
kematian.
5. Single Adult yaitu suatu rumah tangga yang hanya terdiri seorang dewasa (misalnya
seorang yang telah dewasa kemudian tinggal kost untuk bekerja atau kuliah).

11
DAFTAR PUSTAKA

Friedman, Marilyn M. (1998). Buku ajar keperawatan keluarga : Riset, Teori dan Praktek.
Jakarta : EGC

Mubarak, Wahid Iqbal, dkk. (2012). Ilmu Keperawatan Komunitas 2 : Konsep dan aplikasi.
Jakarta : Salemba Medika

Nasrul Effendy. (1998). Dasar-dasar kesehatan masyarakat. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran
EGC

12