Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam pelaksanaannya, Keputusan Direktorat Jenderal

Pemberantasan Penyakit menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman

(Dirjen P2M & PLP) telah merumuskan 4 program. Program yang akan

dilaksanakan salah satunya adalah program penyehatan lingkungan.

Program ini merupakan salah satu upaya pencegahan timbulnya penyakit

(Preventif). Program penyehatan lingkungan sendiri dibagi menjadi 5

komponen, salah satunya adalah penyehatan Tempat-Tempat Umum (TTU).

Upaya penyehatan Tempat-Tempat Umum harus dilakukan secara cermat,

program yang jelas serta harus dapat dievaluasi hasil pencapainyan.

(Depkes RI,2006).

Sanitasi menurut WHO adalah usaha

pencegahan/pengendalian semua faktor lingkungan fisik yang dapat

memberikan pengaruh terhadap manusia terutama yang sifatnya

merugikan/berbahaya terhadap perkembangan fisik kesehatan dan

kelangsungan hidup manusia.

Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang

Kesehatan, mengamanatkan bahwa lingkungan sehat mencangkup

lingkungan permukiman, tempatkerja, tempat rekreasi, serta tempat

dan fasilitas umum. Tempat-tempat umum perlu dilakukan

pengawasan yang terus-menerus guna mengantisipasi faktor lingkungan

yang dapat menjadi sumber penyebaran penyakit serta

pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan-kegiatan

di tempat-tempat umum.Usaha-usaha pengawasan meliputi upaya


2

inventarisasi, pemeriksaan, pengambilan sampel lingkungan serta upaya

tindak lanjut. Kegiatan pengawasan ditujukan pada tempat-tempat umum,

pengelola dan pelaksanaan serta lingkungannya.

Tempat-tempat umum merupakan tempat kegiatan bagi umum

yang mempunyai tempat, sarana dan kegiatan tetap yang diselenggarakan

oleh badan pemerintah, swasta, dan atau perorangan yang dipergunakan

langsung oleh masyarakat (Adriyani, 2005). Setiap aktifitas yang dilakukan

oleh manusia sangat erat interaksinya dengan tempat-tempat umum, baik

untuk bekerja, melakukan interaksi sosial, belajar maupun melakukan

aktifitas lainnya.

Menurut Chandra (2006), tempat-tempat umum memiliki

potensi sebagai tempat terjadinya penularan penyakit, pencemaran

lingkungan ataupun gangguan kesehatan lainnya.Kondisi lingkungan tempat-

tempat umum yang tidak terpelihara akan menambah besarnya resiko

penyebaran penyakit serta pencemaran lingkungan sehingga perlu dilakukan

upaya pencegahan dengan menerapkan sanitasi lingkungan yang

baik.tempat-tempat umum perlu dijaga sanitasinya, seperti halnya

transportasi baik darat,air dan udara. Pasalnya, tempat-tempat umum itu

menjadi semacam indikator berbagai bidang, terutama sosial dan ekonomi

(Rosyadi, 2002).

Tempat-tempat umum memiliki berbagai kegiatan yang sangat

penting. Salah satu hal utama dalam bidang sosial,tempat-tempat umum

misalnya transportasi air (pelabuhan) bisa dimanfaatkan sebagai tempat

untuk memperoleh akses jalur transportasi dari satu pulau ke pulau yang

lainnya maupun dari satu negara ke negara yang lain. Dapat dimungkinkan

dari kegiatan tersebut, lingkungan pelabuhan akan tercemar dengan mudah


3

baik karena aktifitas manusia maupun karena faktor alam atau dari

lingkungan itu sendiri.

Kondisi lingkungan yang telah tercemar dapat menimbulkan

berbagai gangguan kesehatan terutama kepada masyarakat yang sering

mengakses pelabuhan. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan

terjadi permasalahan kesehatan yang cukup serius. Standar sanitasi tempat-

tempat umum dengan standar internasional harusnya lebih baik dari

manajemen sanitasi tempat-tempat umum pada umumnya guna

mengantisipasi permasalahan kesehatan lingkungan di tempat-tempat

umum.

Jadi sanitasi tempat-tempat sangatlah penting dijaga

sanitasinya agar tidak menimbulkan berbagai masalah kesehatan,misalnya

menimbulkan penyakit berbasis lingkungan,untuk itu penulis terdorong untuk

melakukan penulisan mengenai surveilans epidemiologi agar mengubah

pemikiran masyarakat akan arti dan kegunaan dari surveilans epidemiologi

B. Tujuan

Tujuan dari pengawasan sanitasi tempat-tempat umum, antara lain :

1. Tujuan Umum

Menambah pengetahuan, wawasan dan keterampilan mahasiswa

dalam pengawasan sanitasi tempat- tempat umum.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui hasil inspeksi sanitasi puskemas,

b. Untuk mengetahui hasil inspeksi sanitasi sekolah,

c. Untuk mengetahui hasil inspeksi sanitasi rumah sakit

d. Untuk mengetahui hasil inspeksi sanitasi perkantoran.


4

C. Manfaat

Manfaat yang didapat dari dilakukannya Pengawasan dan Inspeksi Sanitasi

pada Tempat-Tempat Umum antara lain :

1. Dapat melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan sanitasi tempat-

tempat umum.

2. Mengetahui laik atau tidaknya sanitasi tempat-tempat umum.

3. Dapat mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan kesehatan

lingkungan pada tempat umum yang diperiksa.

4. Dapat membuat alternative penyelesaian masalah kesehatan

lingkungan yang ditemukan

5. Mengetahui fasilitas fasilitas yang tidak memenuhi persyaratan

inspeksi sanitasi tempat-tempat umum.

6. Mencegah terjadinya penularan penyakit dan kecelakaan.

7. Dapat memberikan saran perbaikan untuk sanitasi tempat-tempat

umum, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.