Anda di halaman 1dari 19

TUGAS RESUME

JARING KONTROL GEODESI


KELAS B

TITIK KERANGKA KONTROL VERTIKAL DAN PERSEBARANNYA

Oleh:
Aulia Rachmawati NRP 03311340000035

Dosen
Ira Mutiara Anjasmara S.T,. M.Phil., P.hD

DEPARTEMEN TEKNIK GEOMATIKA

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA

2017

1
JARING KONTROL VERTIKAL
Jaring Kontrol Vertiksl (JKV) mempunyai datum vertikal yang realisasinya
dilaksanakan dengan penetapan tinggi ortometrik pada suatu titik TTG. Penetapan tinggi
ortometrik TTG awal harus diikatkan dengan stasiun pasut yang diamati selama kurun waktu
sekurang-kurangnya 18,6 tahun untuk memperoleh tinggi TTG terhadap Muka Laut Rerata
(MLR) atau Mean Sea Level, (MSL). Datum Vertikal yang ditetapkan adalah Bidang
yang mempunyai potensial yang sama (ekipotensial) yang melalui MLR pada stasiun pasut di
titik datum atau juga sering disebut Geoid. Untuk mendapatkan Tinggi Orthometris (H) ada
dua cara yaitu dengan pengukuran sipat datar dan dengan pengukuran GPS (h) di gabungkan
dengan Geoid (N) dengan hubungan H = N + h

Gambar 1.Topografi, Ellipsoid Dan Geoid


Jaring Kontrol Vertikal Nasional digunakan sebagai kerangka acuan posisi
vertikal bagi Informasi Geospasial. Jaring Kontrol Vertika Nasional berupa titik-titik kontrol
geodesi vertikal, dalam bentuk Titik Tinggi Geodesi, yang mengacu pada satu sistem
referensi tinggi yang berlaku secara nasional.
Ada beberapa bentuk klasifikasi dari JKV, klasifikasi itu sendiri adalah Pengertian
klasifikasi disini adalah pengelompokkan atau penjenjangan JKV yang didasarkan pada
tingkat presisi dan akurasi hasil survei. Fakta empiris yang diterapkan untuk dasar
klasifikasi ialah bahwa ketelitian pengukuran beda tinggi dengan metode sipatdatar
memanjang sebanding dengan akar jarak pengukuran. Kelas JKV ditentukan oleh faktor-
faktor desain jaringan, pelaksanaan pengukuran, peralatan yang digunakan, teknik reduksi dan
hasil hitung perataan terkendala minimal (minimally constraint). Penempatan kelas JKV pada
akhirnya didasarkan pada hasil hitung perataan jaring terkendala minimal. Kriteria untuk
penempatan kelas adalah besarnya kesalahan maksimal r = c v d, dengan harga c sebagai
berikut.

2
Orde JKV ditentukan oleh ketelitian tinggi titik hasil perataan jaring terkendala penuh (full
constraint) terkait dengan faktor-faktor:
a) kelas pengukuran;
b) orde titik kontrol pengikat;
c) ketelitian antar datum transformasi;
d) besar perbedaan antara tinggi baru dengan tinggi titik kontrol pada pertemuan
jaring lama dan baru.
Orde tertinggi yang dapat dicapai oleh suatu hasil survei dengan kelas yang telah diuji dan
ditetapkan sebagai berikut.

Orde menunjukkan ketepatan pengukuran terhadap titik kontrol pengikat. Penetapan orde
suatu jaring baru dilakukan dengan membandingkan ketelitian (1s) hasil perataan jaring
terkendala penuh dengan standar kesalahan maksimum yang diperkenankan, sebagai berikut.
Dengan demikian maka penentuan orde suatu jaring kontrol vertikal tertentu harus

melalui 2 uji yaitu uji kesesuaian kelas pengukuran dan uji kesesuaian ketelitian tinggi titik
untuk menetapkan orde. Penyatuan datum vertikal untuk seluruh wilayah Indonesia yang
merupakan negara kepulauan belum bisa diwujudkan, karena belum ada data yang memadai.
Dengan adanya hal tersebut JKV nasional orde nol belum dapat dilaksanakan. Bakosurtanal
sebagai Instansi yang berwenang dalam survei dan pemetaan telah menyelenggarakan JKV di
sejumlah pulau di Indonesia yaitu:

3
1. Pulau Jawa JKV orde satu dengan datum vertikal rerata MLR di Tanjung Priok Jakarta
dan Tanjung Perak Surabaya;

ID PILAR JKH - BAKO


ID JKHN N.0001
ID JKVN TTG.0001
ID JKGN -
LINTANG 6 29' 27.79766'' LS
BUJUR 106 50' 56.08340'' BT
TINGGI ELLIPSOID 158.117
TINGGI 138.18
ORTHOMETRIK
NILAI GAYABERAT 978115

KONDISI BAIK
Waktu Pengukuran -
Posisi Horizontal
Terakhir
Waktu Pengukuran Thu Jan 01 1981
Posisi Vertikal
Terakhir
Waktu Pengukuran -
Gayaberat
Terakhir
Datum Tinggi Rata-rata dari Muka Air Laut rata-rata di stasiun
Orthometrik pasut Tanjungpriok (Jakarta) dan Tanjungperak
(Surabaya).
Posisi Pengukuran BAUT TTG DI SAMPING BADAN PILAR
Tinggi
Orthometrik
Datum Gayaberat IGSN71
Desa NANGGEWER
Kecamatan CIBINONG
Kabupaten BOGOR
Provinsi JAWA BARAT
Lokasi BIG (DAHULU BAKOSURTANAL)

4
Bentuk Fisik Titik undefined
Pengelola Aset Badan Informasi Geospasial
Akses ke Lokasi -
Uraian Lokasi TERLETAK DI HALAMAN DEPAN
BAKOSURTANAL, SEBELAH KIRI JALAN
DARI JAKARTA - CIBINONG - BOGOR.
PADA KM. 46 DARI JAKARTA.
Kenampakan -
Menonjol
Koordinat -6.49105 106.84891
Pendekatan
Catatan POSISI HORISONTAL DIDAPAT DARI HASIL
INTERPOLASI PETA AMS 1964, SKALA 1 :
25.000

2. Pulau Madura: JKV orde satu dengan datum vertikal pengukuran trigonometri dari
TTG.1751 di Pulau Jawa ke TTG. 1030 di Pulau Madura;
3. Pulau Bali: JKV orde satu dengan datum vertikal rerata MLR di stasiun pasut pelabuhan
Benoa;

ID PILAR TTG - 3078


ID JKHN N1.3078
ID JKVN TTG.1718
ID JKGN TTG.1707.1718
LINTANG 8 10' 43.23000'' LS
BUJUR 115 27' 59.77800'' BT
TINGGI 45.857
ELLIPSOID
TINGGI 9.485
ORTHOMETRIK
NILAI 978258.249
GAYABERAT
KONDISI RUSAK

5
Waktu Sat, 01 Jan 1994 00:00:00 GMT
Pengukuran
Posisi
Horizontal
Terakhir
Waktu Sun Jan 01 1989
Pengukuran
Posisi Vertikal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Gayaberat
Terakhir
Datum Tinggi Muka Air Laut rata-rata di stasiun pasut
Orthometrik Benoa - Bali

Posisi Pengukuran BAUT TTG DI SAMPING BADAN PILAR


Tinggi
Orthometrik

Datum Gayaberat IGSN71


Desa TIANYAR BARAT/T.SARI
Kecamatan KUBU
Kabupaten KARANGASEM
Provinsi BALI
Lokasi TAMAN SARI
Bentuk Fisik Titik undefined
Pengelola Aset Badan Informasi Geospasial
Akses ke Lokasi DARI AMLAPURA ARAH SINGARAJA, TEPAT
DI KM.14 DARI KUBU SEBELAH KIRI.
Uraian Lokasi PILAR TERLETAK DI HALAMAN SD NEGERI
NO. 4 TIANYAR, SEBELAH BARAT
SEKITAR 14 KM. KUBU.
Kenampakan SDN NO. 4 TIANYAR.
Menonjol
Koordinat -8.17868 115.46661
Pendekatan
Catatan POSISI HORISONTAL DALAM SRGI2013
YANG DIDAPAT DARI HASIL
PENGOLAHAN PERANGKAT LUNAK
ILMIAH

6
4. Pulau Lombok: JKV orde satu dengan datum vertikal MLR di stasiun pasut Lembar
Pulau Lombok;

ID PILAR TTG - 3074


ID JKHN N1.3074
ID JKVN TTG.1879
ID JKGN -
LINTANG 8 38' 6.22680'' LS
BUJUR 116 21' 37.67760'' BT
TINGGI 368.937
ELLIPSOID
TINGGI 330.6
ORTHOMETR
IK
NILAI -
GAYABERAT
KONDISI BAIK
Waktu Thu, 01 Jan 2015 00:00:00 GMT
Pengukuran
Posisi
Horizontal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Posisi
Vertikal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Gayaberat
Terakhir
Datum Tinggi Muka Air Laut rata-rata di stasiun pasut
Orthometrik Lembar

7
Posisi PIN/BRASS TABLET DI ATAS BADAN PILAR
Pengukuran
Tinggi
Orthometrik
Datum -
Gayaberat
Desa KOPANG RANBIGE
Kecamatan KOPANG
Kabupaten LOMBOK TENGAH
Provinsi NUSA TENGGARA BARAT
Lokasi RENGGUNG
Bentuk Fisik undefined
Titik
Pengelola Aset Badan Informasi Geospasial
Akses ke Lokasi DAPAT DITEMPUH DENGAN KENDARAAN RODA
EMPAT DARI MATARAM KE PELABUHAN
LOMBOK LEWAT KOPANG
Uraian Lokasi TERLETAK DI HALAMAN SDN RENGGUNG
SEBELAH KANAN JALAN ARAH MASBAGIK
KE MARAUNG, PADA KM.30.5 MATARAM,
KM.1.5 KOPANG.
Kenampakan SDN RENGGUNG.
Menonjol
Koordinat -8.63506 116.36047
Pendekatan
Catatan POSISI HORISONTAL DALAM SRGI2013 YANG
DIDAPAT DARI HASIL PENGOLAHAN
PERANGKAT LUNAK ILMIAH

5. Pulau Sumatera: JKV orde dua dengan datum vertikal rerata MLR di stasiun pasut
Malahayati Nangro Aceh, stasiun pasut Sibolga, stasiun pasut Teluk Bayur Padang,
stasiun pasut Bengkulu, stasiun pasut Dumai, dan stasiun pasut Panjang;

ID PILAR TTG - GEAN


ID JKHN N1.1097

8
ID JKVN TTG.1238
ID JKGN TTG.0815.1230
LINTANG 0 24' 16.63200'' LS
BUJUR 101 38' 55.13280'' BT
TINGGI 67.931
ELLIPSOID
TINGGI 66.2111
ORTHOMETR
IK
NILAI 978020.5
GAYABERAT
KONDISI RUSAK
Waktu Tue, 01 Jan 2002 00:00:00 GMT
Pengukuran
Posisi
Horizontal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Posisi
Vertikal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Gayaberat
Terakhir
Datum Tinggi Rata-rata dari Muka Air Laut rata-rata di
Orthometrik stasiun pasut pelabuhan Malahayati,
Sibolga, Telukbayur - Padang, Bengkulu,
Panjang - Lampung dan Dumai.
Posisi BAUT TTG DI SAMPING BADAN PILAR
Pengukuran
Tinggi
Orthometrik
Datum IGSN71
Gayaberat
Desa SAKO
Kecamatan PANGEAN
Kabupaten KUANTAN SINGINGI
Provinsi RIAU
Lokasi SDN 016 SAKO
Bentuk Fisik undefined
Titik

9
Pengelola Aset Badan Informasi Geospasial
Akses ke Lokasi DARI TALU KUATAN MENUJU ARAH RENGAT
KEMUDIAN BERHENTI DI DESA SAKO
KECAMATAN PANGEAN, PERJALANAN DARI
TALU KUANTAN DAPAT DITEMPUH KIRA-
KIRA 45 MENIT.
Uraian Lokasi PILAR TERLETAK DIHALAMAN SD NEGERI 043
PANGEAN, DISEBEL;AH KANAN JALAN
ARAH DARI TALU KUANTAN KE RENGAT. DI
BAGIAN ATAS BRASS TABLET TERTULIS
NO. N1.1089 SEHARUSNYA N1.1097.
Kenampakan BANGUNAN SEKOLAH DASAR NEGERI 042
Menonjol PANGEAN, LAPANGAN UPACARA DAN
PAGAR SEKOLAH.
Koordinat -0.40462 101.64865
Pendekatan
Catatan POSISI HORISONTAL DALAM SRGI2013 YANG
DIDAPAT DARI HASIL PENGOLAHAN
PERANGKAT LUNAK ILMIAH

6. Pulau Sulawesi: Sulawesi Selatan, JKV orde dua dengan datum vertikal MLR di stasiun
pasut Ujungpandang, Mamuju dan Palopo. Sulawesi Utara, JKV orde dua dengan
datum vertikal rerata MLR stasiun pasut Bitung. Sulawesi Tenggara, JKV orde dua
dengan datum vertikal rerata MLR di stasiun pasut pelabuhan Kendari;
a) Sulawesi Selatan

ID PILAR TTG - G760


ID JKHN N1.4013
ID JKVN TTG.0421
ID JKGN TTG.2013.0421
LINTANG 2 51' 33.64560'' LS
BUJUR 118 51' 55.65600'' BT
TINGGI 59.086
ELLIPSOID

10
TINGGI 2.577
ORTHOMETR
IK
NILAI 978106.035
GAYABERAT
KONDISI BAIK
Waktu Thu, 01 Jan 2015 00:00:00 GMT
Pengukuran
Posisi
Horizontal
Terakhir
Waktu Sun Jan 01 1989
Pengukuran
Posisi
Vertikal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Gayaberat
Terakhir
Datum Tinggi Rata-rata dari Muka Air Laut rata-rata di
Orthometrik stasiun pasut ujungpandang, Mamuju dan
Palopo.

Posisi PIN/BRASS TABLET DI ATAS BADAN PILAR;


Pengukuran BAUT TTG DI SAMPING BADAN PILAR
Tinggi
Orthometrik
Datum IGSN71
Gayaberat
Desa GULUNG
Kecamatan TAPALANG
Kabupaten MAMUJU
Provinsi SULAWESI SELATAN
Lokasi LAP. SEPAK BOLA
Bentuk Fisik undefined
Titik
Pengelola Aset Badan Informasi Geospasial
Akses ke Lokasi DARI UJUNG PANDANG KE POLEWALI-MAJENE
TERUS KE MAMUJU, PILAR TERLETAK
SEBELAH KANAN JALAN SEKITAR 33 KM
SEBELUM KOTA MAMUJU ATAU PADA KM
409 UPG

11
Uraian Lokasi PILAR TERLETAK DI POJOK LAPANGAN
SEPAKBOLA, DI SEBELAH SELATAN SUNGAI
TAOSA ATAU SEBELAH BARAT TELUK
LEBANI.
Kenampakan LAPANGAN SEPAK BOLA KEC. TAPALANG.
Menonjol
Koordinat -2.85935 118.86546
Pendekatan
Catatan POSISI HORISONTAL DALAM SRGI2013 YANG
DIDAPAT DARI HASIL PENGOLAHAN
PERANGKAT LUNAK ILMIAH

b) Sulawesi Utara ( JKV orde dua dengan datum vertikal rerata MLR stasiun pasut
Bitung. )

ID PILAR TTG - 0483


ID JKHN N1.4002
ID JKVN TTG.0483
ID JKGN TTG.2417.0483
LINTANG 1 26' 25.68480'' LU
BUJUR 125 7' 38.07480'' BT
TINGGI 83.985
ELLIPSOID
TINGGI 13.857
ORTHOMETR
IK
NILAI 978190.178

12
GAYABERAT
KONDISI RUSAK
Waktu Sun, 01 Jan 2012 00:00:00 GMT
Pengukuran
Posisi
Horizontal
Terakhir
Waktu Wed Jan 01 1992
Pengukuran
Posisi
Vertikal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Gayaberat
Terakhir
Datum Tinggi Rata-rata dari Muka Air Laut rata-rata di
Orthometrik stasiun pasut Bitung
Posisi BAUT TTG DI SAMPING BADAN PILAR
Pengukuran
Tinggi
Orthometrik
Datum IGSN71
Gayaberat
Desa GIRIAN
Kecamatan MADIDIR
Kabupaten BITUNG
Provinsi SULAWESI UTARA
Lokasi SMPN GIRIAN
Bentuk Fisik undefined
Titik
Pengelola Aset Badan Informasi Geospasial
Akses ke Lokasi
Uraian Lokasi PILAR TERLETAK DI HALAMAN DEPAN SMP
NEGERI GIRIAN, DI SAMPING SEBELAH
BARAT KOLAM TAMAN DAN TIANG
BENDERA SMP NEGERI GIRIAN BITUNG,
SEBELAH KIRI JALAN ARAH BITUNG
Kenampakan BANGUNAN GEDUNG SEKOLAH SMPN GIRIAN ,
Menonjol GEREJA
Koordinat 1.44047 125.12724
Pendekatan

13
Catatan POSISI HORISONTAL DALAM SRGI2013 YANG
DIDAPAT DARI HASIL PENGOLAHAN
PERANGKAT LUNAK ILMIAH

c) Sulawesi Tenggara(JKV orde dua dengan datum vertikal rerata MLR di stasiun pasut
pelabuhan Kendari)

ID PILAR TTG - 0849


ID JKHN N1.4066
ID JKVN TTG.0849
ID JKGN -
LINTANG 4 6' 17.36280'' LS
BUJUR 122 15' 10.08360'' BT
TINGGI 127.934
ELLIPSOID
TINGGI 68.033
ORTHOMETR
IK
NILAI 978087.6
GAYABERAT
KONDISI BAIK
Waktu Wed, 01 Jan 1997 00:00:00 GMT
Pengukuran
Posisi
Horizontal
Terakhir
Waktu Wed Jan 01 1997
Pengukuran
Posisi
Vertikal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Gayaberat
Terakhir

14
Datum Tinggi Muka Air Laut rata-rata di stasiun pasut
Orthometrik pelabuhan KOTA KENDARI.

Posisi BAUT TTG DI SAMPING BADAN PILAR


Pengukuran
Tinggi
Orthometrik
Datum IGSN71
Gayaberat
Desa MOWILA
Kecamatan LANDONO
Kabupaten KONAWE SELATAN
Provinsi SULAWESI TENGGARA
Lokasi MOWILA
Bentuk Fisik undefined
Titik
Pengelola Aset Badan Informasi Geospasial
Akses ke Lokasi JARAK KOTA KENDARI KE MOTAHA KIRA-KIRA
48 KM, SEBELAH KIRI JALAN DEKAT
SAWAH.
Uraian Lokasi PILAR TERLETAK DI TIKUNGAN JALAN ARAH KE
MOTAHA, DI SEBELAH KIRI JALAN DEKAT
TUGU BATAS RW - DESA MOWILA.
Kenampakan TUGU BATAS RW DESA MOWILA.
Menonjol
Koordinat -4.10482 122.25280
Pendekatan
Catatan POSISI HORISONTAL DALAM SRGI2013 YANG
DIDAPAT DARI HASIL PENGOLAHAN
PERANGKAT LUNAK ILMIAH

7. Pulau Kalimantan: Kalimantan Barat, JKV orde dua dengan datum vertikal MLR
stasiun pasut Jungkat, Pontianak;

ID PILAR TTG - 2090

15
ID JKHN N1.2090
ID JKVN TTG.0023
ID JKGN -
LINTANG 0 22' 6.26880'' LU
BUJUR 108 57' 3.40200'' BT
TINGGI 31.77
ELLIPSOID
TINGGI 1.332
ORTHOMETR
IK
NILAI 978082.947
GAYABERAT
KONDISI BAIK
Waktu Sun, 01 Jan 2012 00:00:00 GMT
Pengukuran
Posisi
Horizontal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Posisi
Vertikal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Gayaberat
Terakhir
Datum Tinggi Muka Air Laut rata-rata di stasiun pasut
Orthometrik Pontianak

Posisi BAUT TTG DI SAMPING BADAN PILAR


Pengukuran
Tinggi
Orthometrik
Datum IGSN71
Gayaberat
Desa KALI TERUSAN
Kecamatan MEMPAWAH ILIR
Kabupaten PONTIANAK
Provinsi KALIMANTAN BARAT
Lokasi KALI TERUSAN
Bentuk Fisik undefined

16
Titik
Pengelola Aset Badan Informasi Geospasial
Akses ke Lokasi DARI KOTA PONTIANAK KE ARAH MEMPAWAH
TERUS DILANJUTKAN KE ARAH KOTA
SINGKAWANG, SEBELAH KANAN JALAN
PADA KM. 58,350 PTK.
Uraian Lokasi TERLETAK DI HALAMAN DEPAN SEKOLAH,
SEBELAH KANAN JALAN ARAH DARI
SUNGAI PINYUH KE SINGKAWANG. PADA
KM.68.350 PONTIANAK.
Kenampakan BANGUNAN SDN NO.44 / SDN MEMPAWAH
Menonjol
Koordinat 0.36841 108.95095
Pendekatan
Catatan POSISI HORISONTAL DALAM SRGI2013 YANG
DIDAPAT DARI HASIL PENGOLAHAN
PERANGKAT LUNAK ILMIAH

8. Pulau Ambon: JKV orde dua dengan datum vertikal MLR stasiun pasut pelabuhan
Ambon;

ID PILAR TTG - 5004


ID JKHN N1.5004
ID JKVN TTG.0095
ID JKGN TTG.2612.0095
LINTANG 3 3' 49.94640'' LS
BUJUR 128 11' 42.54360'' BT
TINGGI 72.071
ELLIPSOID
TINGGI 11.688
ORTHOMETR
IK
NILAI -
GAYABERAT
KONDISI BAIK

17
Waktu Thu, 01 Jan 2015 00:00:00 GMT
Pengukuran
Posisi
Horizontal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Posisi
Vertikal
Terakhir
Waktu -
Pengukuran
Gayaberat
Terakhir
Datum Tinggi Tinggi awal adalah tinggi TTG.095
Orthometrik (Piru/N1.5004) yang diikatkan ke TTG.034
(Ambon/N.5004) melalui pengukuran GPS.

Posisi BAUT TTG DI SAMPING BADAN PILAR


Pengukuran
Tinggi
Orthometrik
Datum -
Gayaberat
Desa PIRU
Kecamatan SERAM BARAT
Kabupaten MALUKU TENGAH
Provinsi MALUKU
Lokasi PIRU
Bentuk Fisik undefined
Titik
Pengelola Aset Badan Informasi Geospasial
Akses ke Lokasi DARI AMBON NAIK KENDARAAN DARAT
MENUJU KE PIRU SELAMA KURANG LEBIH 4
JAM.
Uraian Lokasi PILAR BERADA DI HALAMAN RUMAH DINAS
CAMAT SERAM BARAT DI DESA PIRU.
Kenampakan RUMAH DINAS CAMAT, GEREJA PROTESTAN
Menonjol MALUKU *ELOHIM*.
Koordinat -3.06387 128.19515
Pendekatan

18
Catatan POSISI HORISONTAL DALAM SRGI2013 YANG
DIDAPAT DARI HASIL PENGOLAHAN
PERANGKAT LUNAK ILMIAH

9. Pulau Seram: JKV orde dua dengan datum vertikal Tinggi Elipsoid dikurangi Undulasi dari
data gayaberat global.

Dalam kondisi tidak memungkinkan penetapan datum vertikal dengan metode ideal,
seperti tersebut di atas, maka penetapan datum vertikal dapat ditempuh melalui pendekatan
dengan teknik tertentu sehingga dapat diperoleh tinggi titik datum yang mendekati dengan tinggi
terhadap geoid. Datum vertikal pendekatan dapat ditetapkan dengan cara-cara sebagai
berikut:
1. Penetapan datum vertikal dengan data pasut minimal 1 tahun;
2. penggunaan peil pelabuhan laut atau sungai yang memiliki informasi tentang tinggi
terhadap MLR;
3. kombinasi GPS dengan model geoid lokal bila ada dan global jika local tidak tersedia;
4. interpolasi tinggi pada peta topografi;
5. penentuan tinggi barometrik.
Standar ini terdapat dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan nomor: SNI 19-
6988-2004. Dengan demikian JKV di seluruh Indonesia dapat dilaksanakan oleh setiap
masyarakat survey dan pemetaan dengan memperhatikan SNI tersebut. Yang perlu
diperhatikan dalam penetapan datum vertikal pendekatan adalah representasi dari tinggi
di atas MLR bagi JKV dengan menghindari nilai tinggi negatif. Terhadap datum vertikal
nasional (yang akan ditetapkan kemudian) datum vertikal subsistem JKV (datum
pendekatan) dipandang sebagai datum vertikal lokal, meskipun penetapannya melalui
pengamatan pasut selama kurun waktu 18,6 tahun. Penyatuan datum vertikal lokal,
terutama yang terpisah oleh lautan, ke dalam satu sistem datum vertikal local yang baru
maupun datum vertikal nasional menjadi suatu prioritas bagi instansi yang berwewenang
berwenang dalam survei dan pemetaan.

19