Anda di halaman 1dari 43

BAB I PEKERJAAN LISTRIK

1.1UMUM

1.1.1

Uraian Pekerjaan Termasuk dalam lingkup pekerjaan dalam kontrak ini adalah:

a)

Pengadaan dan pemasangan Panel Utama ( MDP ), Panel LP/PP untuk Panel Penerangan Bangunan Penunjang termasuk connection

b)

Pengadaan dan pemasangan instalasi tegangan rendah dari Panel Utama ke Panel Penerangan dan Daya

c)

Pengadaan dan pemasangan kabel feeder dari Panel Utama ke panel LP/PP, sesuai gambar rencana.

d)

Pengadaan dan pemasangan kabel-kabel untuk instalasi penerangan dan stop kontak.

e)

Pengadaan dan pemasangan sistem pentanahan.

f)

Pengadaan dan pemasangan Armature Lampu sesuai dengan gambar rencana.

g)

Pembuatan grounding /Pentanahan.dan pentanahan tiap Panel

h)

Kontraktor wajib memenuhi mutu lingkup pekerjaan diatas, sehingga setelah dipasang dan diuji dengan baik, didapat mutu instalasi yang siap untuk dipakai dan juga mudah dalam pemeliharaan selama masa pakai.

1.1.2

Acuan Standard yang digunakan adalah yang terakhir, sebagai berikut:

Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 1977 / 2000

Perubahan dan Tambahan dari Komisi Bidang Listrik Indonesia urusan PUIL – 1987 / 2000 Peraturan-peraturan setempat yang dikeluarkan oleh PLN Daerah Distribusi setempat AVE / VDE

Peraturan-peraturan dari Dinas keselamatan Kerja Daerah setempat. Persyaratan yang dikeluarkan oleh pabrik berkenaan dengan peralatan yang dipakai.

Sakelar, stop kontak, konduit, doos junction box, surface mounting box, floor duct, floor oulet, floor service box, dan perlengkapan lain memenuhi British Standard dan IEE. Kabel memenuhi I.E.C, SII, SPLN

1.1.3

Pengajuan

a.

Kontraktor wajib menyampaikan materi Pengajuan sebanyak 3 ( tiga ) rangkap ditentukan kemudian untuk mendapat persetujuan dari MK, mencakup yang disebut dalam butir-butir berikut.

b.

Kontraktor wajib membuat Gambar Rencana Kerja (Shop drawing) yang juga mencakup Detail-detail Pemasangan, layout dan Coordinated Ceiling Plan, set-outs, untuk disetujui Pengawas untuk pekerjaan yang akan dilakukannya sebanyak 2 ( dua ) rangkap.

c.

Kontraktor wajib mengajukan contoh-contoh bahan yang akan dipakai.

d.

Segera setelah penunjukkan, Pemborong wajib menyerahkan katalog sesuai dengan schedule material.

e.

Material yang diajukan harus dilengkapi salinan sertifikat kesesuaian mutu dari badan standarisasi yang bersangkutan.

f.

Pemborong harus menyerahkan daftar material yang belum tercantum dalam schedule material selambat-lambatnya 2 ( dua ) minggu setelah penunjukkan, untuk mendapat persetujuan dari KP

g.

Semua material yang tercantum dalam schedule material bersifat mengikat dan merupakan lampiran dokumen penawaran.

h.

Kontraktor wajib menyerahkan Rencana Kerja (Time Schedule) dan rencana kerja harian/mingguan lengkap dengan jumlah tenaga kerja dan peralatannya.

1.1.4

Jaminan Kualitas

a.

Subkontraktor hanya dapat dilakukan dengan persetujuan KP

b.

Kehadiran subkontraktor harus dilaporkan kepada KP

c.

Pelaksana harus memiliki pas PLN Golongan C dan pas pemasangan dari Telkom.

d.

Gambar serta Rencana Kerja ini harus tersedia di Ruang Kontraktor dan mudah diperiksa sewaktu-waktu oleh KP

e. Setiap kemajuan pekerjaan harus dicantumkan pada Gambar dan Rencana Kerja tersebut.

f. Kontraktor wajib menempatkan tenaga-tenaga pengawas untuk mengawasi pekerjaanya sendiri.

g. Penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan harus selalu berada ditempat pekerjaan dan dapat mengambil keputusan penuh, demi kelancaran pekerjaan.

h. Hal-hal yang tidak tercantum dalam Gambar Rancangan, Gambar Rencana kerja, maupun Spesifikasi, tetapi hal itu diperlukan untuk kelengkapan dan kesempurnaan sistem pemasangan atau sistem kerja suatu peralatan atau instalasi, maka hal itu menjadi tanggungjawab Kontraktor untuk melangkapinya.

i. Kontraktor harus mengajukan gambar koordinasi instalasi pada plafon (coordinated ceiling plan) yang menggambarkan rencana (layout) jalur penarikan kabel dan set- out dari fixtures; dan dikoordinasikan antara berbagai jenis instalasi, rencana plafon dan pekerjaan lain yang berkaitan.

1.2

1.2.1 Bahan

MATERIAL

Kabel

Kabel yang digunakan adalah merk Kabelmetal, Kabelindo, Supreme atau yang setara ( 4 besar ). Seluruh instalasi didalam bangunan menggunakan jenis NYY dan NYM sesuai dengan gambar. Seluruh instalasi yang ditanam dan berhubungan langsung dengan tanah, harus menggunakan jenis kabel tanah NYFGBY 0.6/1 KV. Sambungan kabel didalam tanah tidak diperkenankan, tanpa persetujuan MK. Seandainya keadaan tidak memungkinkan dan telah ada ijin dari Pengawas Lapangan, Kontraktor harus menggunakan sambungan dengan resin dari merk 3 M atau yang setara.

Konduit

Konduit dari EGA, CLIPSAL.

Konduit yang digunakan dari jenis PVC Hi-impact, kecuali ditunjukkan lain pada gambar.

Peralatan bantu untuk konduit harus dilengkapi dan dipasang dengan cara yang sebenarnya. Pada beberapa tempat yang ditunjukkan dalam gambar, harus digunakan fleksibel konduit lengkap dengan alat-alat bantunya. Mutu konduit yang disetujui oleh pihak Pemilik atau KP

Konduit untuk instalasi penerangan dan stop kontak yang akan ditanam didalam plat beton lantai, harus dipasang sebelum pengecoran plat beton lantai dilaksanakan. Pada pemasangan konduit didalam beton, Kontraktor harus mengikat konduit tersebut pada besi sedemikian rupa sehingga tahan terhadap getaran pada waktu pengecoran. Panel Listrik

Jumlah dan jenis komponen panel listrik ditunjukkan dalam gambar. Tebal pelat yang digunakan minimum 2 mm untuk floor mounted dan 1.6

mm 2 untuk type wall. Panel tenaga dan panel penerangan berdiri sendiri ( terpisah ).

Panel Menara untuk Lampu lapangan type Out door dilengkapi lemari penyimpan igniator ukura disesuaikan Seluruh terminal untuk penyambungan ke luar harus ada di sisi sebelah atas panel (disesuaikan dengan gambar).

Terminal kabel masuk disesuaikan dengan kabel masuk.

Kabel masuk dilengkapi dengan “cable lug” ( kabel schoen ). Panel harus dengan 5 bus-bar termasuk 1 bus-bar untuk pentanahan yang besarnya minimum berukuran sesuai dengan yang ditunjukkan pada gambar rencana,dan mendapat persetujuan MK. Panel-panel yang berada diluar bangunan harus diproteksi terhadap cuaca/wheater proof (anti karat dan anti korosi).

Untuk panel MDP, harus dilengkapi grounding arrester.

Tiap panel diberi name plate sesuai nama panel.

Komponen Panel Circuit Breaker Panel Utama Circuit Breaker untuk panel-panel utama, harus mempunyai interrupting minimum 35 KA ( standard ) dilengkapi dengan pengaman terhadap arus lebih, arus hubung singkat. Circuit breaker untuk penerangan, minimum mempunyai interrupting capacity 8 KA / 10 KA sesuai dengan VDE. Fuse Load Break Switch : Fuse Load Break yang digunakan harus dapat memutuskan arus pada saat beban. Untuk Fuse Load Break yang lebih besar dapat digunakan sepanjang fuse pengaman yang dibutuhkan tetap sama seperti dinyatakan dalam gambar. Ampere Meter: Ampere Meter yang digunakan dari tipe untuk dipasang pada panel. Dilengkapi dengan Trafo Arus dengan maksimum ratio 5. Volt Meter: Volt Meter yang digunakan harus dari tipe untuk dipasang pada panel. Dilengkapi dengan Selector Switch dengan 6 posisi + 0. Pabrik asal komponen listrik adalah Schneider, , Mitsubishi atau yang setara. Lampu Indikasi: Lampu Indikasi dari tipe untuk dipasang pada panel. Warna lampu disesuaikan dengan tanda phase: merah untuk R, kuning untuk S, biru untuk T. Dilengkapi dengan fuse pengaman.

Sakelar

Sakelar buatan , Schneider, Berker, MK, National atau yang setara.

Sakelar dibuat dari plastik putih untuk sambungan didalam tembok ( recessed type ) satu atau lebih, jurusan dapat dilihat dalam gambar. Tinggi sakelar pada umumnya 1.5 m dari lantai kecuali ada permintaan dari Pemilik yang menginginkan tinggi lain. Sakelar dengan kemampuan minimum 10 Ampere 250 V, buatan MK, Jung, Berker, setara. Letak pasti dari sakelar harus disesuaikan dengan keadaan di lapangan.

Stop Kontak Biasa Stopkontak buatan , Schneider, Jung, Berker, MK atau yang setara.

Two Pole & Earth, 10 A / 16 A, 220 Volt, 50 Hz, untuk keperluan umum, screw fixed.

Three Pole & Earth, 10 A / 16 A, 380 Volt, 50 Hz.

Perlengkapan Instalasi Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk melengkapi instalasi tersebut, supaya kelihatan baik dan memenuhi persyaratan. Seluruh klem-klem kabel harus buatan pabrik dan tidak diperkenankan membuat sendiri. Seluruh instalasi penerangan & stop kontak harus didalam konduit. Doos / junction box yang digunakan harus cukup besarnya dan minimum 10 cm, terbuat dari jenis logam. Setelah terpasang, doos-doos ini harus ditutup dengan baik dengan penutup yang khusus untuk itu. Semua sambungan kabel harus dipilin kawatnya dengan baik, sehingga tidak menimbulkan beda tegangan satu sama lain, kemudian di-isolasi dengan isolasi PVC dan terakhir diberi penutup atau dop. Dop ini disyaratkan buatan 3 M.

Downlight

Tipe LED

Housing dari aluminium, bagian yang tersebunyi dengan anodize, bagian yang tampak dengan finishing electrostatic powder coating/ ICI Stove enamelled. Reflektor aluminium

Lampu Penerangan Arena

- Type Lampu HPIT Plus 400W lengkap asssecories

Body rumah lampu berbentuk Kotak dan terbuat dari high pressure die cast aluminium alloy body

Body rumah lampu dilapisi cat polyester yang mengkilap

Memiliki Indeks Perlindungan IP 66 dan IK 08

Bracket tempat kedudukan lampu terbuat dari pelat baja

Reflektor berbentuk symmetrical dengan pelat pemisah (baffle) di tengah reflektor sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan

Sudut putaran rumah lampu dapat ditekuk hingga 180 derajat

Tidak memiliki jaring kawat di depan kaca lampu

Kaca depan lampu jenis sodium-calcium tempered tebal 4 mm

Memiliki tempat ignitor yang terbuat dari thermopolymer dan terpasang di

samping kanan rumah lampu

Dudukan bola lampu jenis K12s7 untuk jenis bola lampu metal halide 400

watt

Body lampu memiliki sudut putaran maksimum 180 derajat

Scoreboard

a.

Kabel

Kabel yang digunakan adalah merk Kabelmetal, Kabelindo, Supreme atau yang setara ( 4 besar ).

Seluruh instalasi didalam bangunan menggunakan jenis NYY dan NYM dengan gambar.

sesuai

Seluruh instalasi yang ditanam dan berhubungan langsung dengan tanah, harus menggunakan jenis kabel tanah NYFGBY 0.6/1 KV.

Sambungan kabel didalam tanah tidak diperkenankan, tanpa persetujuan MK. Seandainya keadaan tidak memungkinkan dan telah ada ijin dari Pengawas Lapangan, Kontraktor harus menggunakan sambungan dengan resin dari merk 3 M atau yang setara.

b. Perlengkapan Instalasi

Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk melengkapi instalasi tersebut, supaya kelihatan baik dan memenuhi persyaratan.

Seluruh klem-klem kabel harus buatan pabrik dan tidak diperkenankan membuat sendiri.

Seluruh instalasi penerangan & stop kontak harus didalam konduit.

Doos / junction box yang digunakan harus cukup besarnya dan minimum 10 cm, terbuat dari jenis logam. Setelah terpasang, doos-doos ini harus ditutup dengan baik dengan penutup yang khusus untuk itu.

Semua sambungan kabel harus dipilin kawatnya dengan baik, sehingga tidak menimbulkan beda tegangan satu sama lain, kemudian di-isolasi dengan isolasi PVC dan terakhir diberi penutup atau dop. Dop ini disyaratkan buatan 3 M.

Score board TIPE MJ

Fungsi untuk pertandingan Utama beladiri

Operasional menggunakan keypada khusus dengan tombol yang sederhana untuk kemudahan operator.

Character player : 2” 0˜99, fouls Dot 0.7 inch, point : 2” 0˜99

Maving sign : Display 1 x 10 Character , Char size : 4.4 inchi

Spesifikasi : Dim.h x w x d = 122x400x13cm, berat 60 kg, Power , max. 200w/220v-AC50 hz, Char, size 9”,7” dan 2” , tipe lampu Led, warna lampu, kuning hijau dan merah, casing allumunium black coated, cover acrylic sheet, buzzer horn 100w/220v-ac

Timer :, Countdown 9” 00:00 ˜ 99:59 count-down ajustable, stopwatch 9” 00:00˜99:59 count up ajustable, clock 9” 00:00˜23:59 ajustable

Score : main score 9” 0˜199, 2 nd score 7” 0˜99 bisa sebagai fouls atau set score, periode 7” 0˜9, service arrow head sign, time out 7” 0˜60 count down, Dot 1 inch, 0˜3 dot

Tray kabel

Kabel tray buatan pabrik Finishing Hot Dip Galvanized lengkap sambungan

dan penggantung ukuran yang sesuai seperti ditunjukkan dalam gambar.

Kontraktor wajib membuat dan memasang kabel tray tersebut dengan baik,

ketinggian seperti ditunjukkan dalam gambar.

Penggantung-penggantung harus dibuat dengan baik sehingga bila ada

pembebanan, tray tersebut tidak akan berubah bentuk atau melengkung.

Kabel-kabel dalam konduit yang terletak diatas tray tersebut harus di klem

pada jarak 50 cm dengan menggunakan klabel Ties .

Kabel Tray buatan Bevamesh , Metosu,AJK setara dengan persetujuan MK

1.2.2

Sistem Sistem tegangan listrik yang termasuk dalam lingkup pekerjaan Kontraktor adalah tegangan rendah dan 380 V / 220 V. Semua titik lampu yang mempunyai rumah terbuat dari logam dan stop kontak harus disambungkan ke sistem pentanahan, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Instalasi mengikuti ketentuan normal (dengan sumber daya dari PLN). Semua sistem pentanahan harus dipasang dengan baik, dengan tahanan max 2 Ω.

1.3

PELAKSANAAN

1.3.1 Pemasangan/ Pelaksanaan

a. Instalasi Tenaga

- Yang dimaksud dengan Instalasi Tenaga adalah instalasi listrik untuk equipment air conditioning, pompa, fan dan lain-lain sesuai dengan petunjuk dalam gambar.

- Kontraktor listrik wajib memasang kabel dari panel Utama ke panel-panel penerangan dan P.AC.

- Untuk penerangan diluar bangunan digunakan jenis kabel tanam, type NYFGBY

- Kabel yang digunakan jenis NYY dan NYM didalam bangunan, sesuai dengan kebutuhan serta yang ditunjukkan dalam gambar.

- Kabel dari P.AC dan P. Pompa ke masing-masing peralatan/equipment menjadi scope pemborong mekanikal.

b. Instalasi penerangan

- Instalasi penerangan yang dimaksud adalah titik lampu dan stop kontak, sesuai dengan petunjuk didalam gambar.

- Letak pasti dari lampu-lampu tersebut, disesuaikan dengan keadaan di lapangan dan mendapat persetujuan dari MK.

- Semua jenis panel adalah scope pekerjaan pemborong listrik .

- Diatas plafond / ceiling, kabel-kabel dipasang pada rak kabel dan diatur dengan baik, di klem setiap jarak 1 meter.

- Lampu-lampu dipasang diatas plafond tiap-tiap lantai (disesuaikan dengan gambar).

- Pada setiap percabangan titik lampu, harus diberi doos / junction box, dari sini dihubungkan dengan kabel ke titik penerangan.

- Sambungan pada junction box/doos, sesuai dengan jumlah cabang dan menggunakan las dop merk legrand atau 3 M.

- Sambungan kabel untuk menuju ke titik penerangan hanya diperlukan pada junction box/doos tersebut

- Seluruh instalasi penerangan dan stop kontak menggunakan kabel NYM dipasang dalam conduit high impact 20 mm lengkap dengan kabel klem, junction box.

1.3.2 Pengujian

 

a.

Umum

-

Sebelum daya listrik digunakan ke instalasi, seluruh instalasi harus sudah selesai

 

diuji dan didapat hasil yang baik yang harus disaksikan dan disetujui oleh MK / Badan Pemerintah yang berwenang.

 

-

Pengujian tahanan isolasi dan kabel tegangan 220 V / 380 V harus menggunakan megger 500 Volts. Megger yang digunakan harus tipe elektronik.

-

Pengujian harus disaksikan oleh MK. Bila didapat hasil buruk / kurang memuaskan pada suatu bagian instalasi, Kontraktor wajib memperbaiki kembali, kemudian pengujian diulangi sampai mendapatkan hasil yang baik.

-

Kontraktor wajib mengadakan peralatan dan tenaga serta biaya yang diperlukan untuk pengujian tersebut dan pemberitahuan kepada KP harus paling lambat 48 jam dimuka.

-

Pengujian instalasi listrik dilaksanakan dengan beban penuh selama 3 x 24 jam secara terus menerus dengan biaya dari pemborong.

b.

Pengujian Tahanan Isolasi

 

-

Pengujian tahanan isolasi instalasi listrik didasarkan atas peraturan yang berlaku, ditambah dengan syarat-syarat sebagaimana diatur dalam pasal berikut.

-

Pengujian tahanan isolasi dilakukan dengan menggunakan megger 500 Volt elektronik.

-

Pada saat pengujian semua titik lampu dan sakelar harus dalam keadaan terbuka.

-

Pengujian dilakukan setiap kali, untuk setiap jurusan ( group ).

- Hasil minimum yang diijinkan adalah 10 Mega-Ohm.

c. Pengujian Tahanan Tanah

- Setelah diadakan penanaman pentanahan (ground rod) pengujian tahanan dapat dilaksanakan.

- Pengujian untuk ini dapat digunakan alat uji tahanan tanah elektronik.

- Tahanan maksimum yang diijinkan adalah 2 Ohm.

d. Hasil pengujian yang tidak baik

- Bila didapat hasil pengujian yang tidak baik, Kontraktor harus segera memperbaiki pekerjaannya.

- MK berhak memerintahkan kepada Kontraktor untuk membongkar pekerjaannya bila ternyata hasil uji tidak baik karena kecerobohan pekerjaan Kontraktor.

- Setelah perbaikan dan dianggap memuaskan oleh MK, pengujian dapat diulangi atas tanggungan biaya Kontraktor.

- Bila pengujian mendapat hasil buruk sebanyak 3 ( tiga ) kali setelah diperbaiki, Kontraktor wajib membongkar pekerjaannya.

- Pengujian dilakukan sampai mendapatkan hasil yang baik sesuai dengan pasal- pasal diatas.

1.3.3 Kelengkapan Serah Terima

1.

Membantu Pengurusan penambahan daya ke PLN

2.

Instruction / operational manual box 2 set copy, 1 set asli meliputi :

- Maintenance manual box.

- Certificate warranty dari pabrik (Asli) min. 1 tahun.

3.

As built drawing 2 (dua) set, 1 set kalkir.dan soft copy file

4.

Training

5.

Surat jaminan pas instalasi yang terpasang.

6.

Pemborong wajib memberikan jaminan/garansi selama 6 bulan.

SPESIFIKASI MATERIAL PEKERJAAN ELEKTRIKAL

 

JENIS PEKERJAAN

PRODUK

1. Kabel power / Control

4 Besar (Tranka, Supreme, Kebel Metal, Kabelindo)

2. Panel Komponen Panel

SINAR, INDUSTIRA, SIMETRI, Setara Schneider,ABB, Setara

3. Armature Lampu

- Balast, stater, capasitor

Philips Philips, Artoria, Artolite, Setara Philips, Osram, Philips, Artolite, Artoria, Setara

- Fitting

- Bola Lampu

- Armature

4. Schakelar

Schneider, National, MK, Berker setara

5. Stop kontak dinding / meja

Schneider, National, MK, Berker setara

6. Pipa conduit

Ega, Clipsal, Double H

6.

Penangkal petir

Viking, Curn,Thomas TP 150, EF setara

7.

Kabel Tray

Bevamesh ,AJK.Three Star setara

BAB II PEKERJAAN SISTEM PENANGKAL PETIR.

2.1

UMUM

2.1.1.

Lingkup Pekerjaan. Pekerjaan ini mencakup pengurusan perizinan, pengadaan bahan dan alat-alat, pemasangan, pengujian-pangujian dan perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan untuk suatu sistem penangkal petir yang lengkap. pekerjaan tersebut terdiri dari :

-

Air terminal Radio active lengkap tiang.

-

Penghantar pentanahan NYY 1 x 70 mm 2 .

-

Terminal pentanahan.

-

Grounding.

-

Bak kontrol.

-

Pekerjaan lain yang menunjang pekerjaan-pekerjaan diatas.

-

Izin Depnaker

2.1.2

Gambar-Gambar Rencana. Gambar-gambar secara umum menunjukkan tata letak peralatan dan instalasinya. Penyusuaian harus dilakukan dilapangan, karena keadaan sebenarnya dari lokasi, jarak-jarak dan ketinggian ditentukan oleh kondisi lapangan.

2.1.3

Gambar-Gambar Sesuai Pelaksana ( As Built Drawings) Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari pelaksanaan dan penyusuaian-penyusuaian di lapangan. Catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set gambar langkap (kalkir) sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan ( As Built Drawings ). As Built Drawings harus diserahkan kepada MK segera setelah pekerjaan ini selesai dalam rangkap 3 ( tiga ).

2.1.4

Standard Dan Peraturan. Seluruh pekerjaan harus diselenggarakan mengikuti standart dan peraturan yang berlaku (Departemen Tenaga Kerja ). Disamping itu harus di taati pula peraturan dan hukum setempat yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini.

2.2

BAHAN-BAHAN, PERALATAN DAN TENAGA PELAKSANA

Bahan dan peralatan yang akan dipasang harus dalam keadaan baik dan baru dengan apa yang dimaksudkan. Contoh bahan, brosur atau gambar kerja ( shop drawings ) harus diserahkan kepada MK sebelum pemasangan. Tenaga-tenaga pelaksana harus dipilih yang sudah berpengalaman dan mampu menangani pekerjaan instalasi ini secara aman, kuat dan rapih.

1. Penghantar Pentanahan ( Down Conductor ) Penghantar pentanahan yang dipakai adalah penghantar NYY 1x70 mm 2 yang dipasang menggunakan klem, dipasang dengan jarak 50 cm dan dipasang dengan kuat, aman dan rapih.

2.

Sistem Pentanahan. Sistem pentanahan dipasang / diletakkan sesuai dengan yang ditunjukan pada gambar. Sistem pentanahan terdiri dari terminal pentanahan dan elektroda pentanahan. Elektroda pentanahan terbuat dari pipa galvanized dengan diameter tidak kurang dari 1” panjang 6 m dan harus dimasukan kedalam tanah secara vertikal. Terminal pentanahan terletak dalam bak kontrol khusus untuk tahanan maksimum 2 ohm, ( pengukuran tekanan dilakukan pada waktu keadaan tanah kering).

3.

Pemasangan.

Cara-cara pemasangan penangkal petir sistem ini harus sesuai dengan gambar dan harus mengikuti petunjuk-petunjuk KP

4. Pengujian dan Pemeriksaan Sistem penangkal petir akan diperiksa oleh MK untuk memastikan dipenuhinya persyaratan ini. Semua bagian dari instalasi ini harus diperiksa oleh MK terlebih dahulu sebelum ditutup. Setiap bagian yang tidak sesuai dengan persyaratan dan gambar-gambar harus segera diganti, tanpa membebankan biaya tambahan pada Pemberi Tugas. Untuk mengetahui baik atau tidak system penangkal petir yang dipasang, maka harus diadakan pengetesan terhadap instalasinya maupun terhadap sistem pentanahannya, agar diperoleh suatu jaminan.

Grounding Resistant Test.

Ukur tahanan dan pentanahan dengan mempergunakan methode standard.

BAB III

PEKERJAAN SISTEM TELEPHONE

3.1

UMUM.

1. Uraian dan syarat-syarat ini menjelaskan tentang detail spesifikasi bahan dan cara pemasangan instalasi Telephone meliputi pekerjaan secara lengkap dan sempurna mulai dari penyedian bahan sampai di site, upah pemasangan, penyimpanan, pengujian, supervisi, pemeliharaan dan memberi jaminan dan melatih operator.

2. fungsi Instalasi Telephone adalah untuk :

3.

Pembicaraan Telephone keluar bangunan langsung

4.

Semua peralatan Telephone yang memerlukan pentanahan harus diberi pentanahan tersendiri secara baik dengan tahanan tanah lebih kecil dari 1 ohm dan tertanam minimal 6 meter.

5. Semua pemipaan dari bahan metal yang terpasang dalam tanah harus dilindungi dengan bahan anti karat.

6. Semua pemipaan instalasi yang tidak masuk dalam cor-coran atau tertanam harus dicat dengan warna yang ditentukan kemudian untuk dapat dibedakan dari instalasi lain.

3.2 SISTEM TELEPHONE

1. System Pemasangan Instalasi dan Peralatan.

a) Semua pemasangan instalasi harus memakai pelindung pipa lengkap dengan fiting-fitingnya. Dalam bangunan memakai pipa PVC High impact 20.

b) Sedapat mungkin Instalasi terpasang inbow atau tidak nampak dari luar.

2. System operasi atau pemakai.

a) Exchange line dari Perumtel ditampung oleh terminal box yang terletak di

dinding luar ruang dan selanjutnya ke Peralatan Utama.

b) Tiap lantai disediakan socket outlet telepone yang merupakan instalasi telephone melalui TB .

c) Dari TB lantai Dasar ke socket outlet masing-masing pesawat telephone.

3.3 LINGKUP PEKERJAAN.

1. Pemasangan instalasi Telephonne baru

2. Melaksanakan Instalasi Telephone dari TB ke socket outlet telephone .

3. Melaksanakan Instalasi pengabelan daya listrik

:

a) Dari Peralatan

b) Dari Rectifier ke Battery lengkap Automatic Battery Charger.

c) Dari Rectifier ke Surge Protection dan Jaringan Listrik.

ke Rectifier.

4. Melaksanakan Instalasi Pentanahan.

5. Melaksanakan pengujian instalasi dan peralatan sehingga memenuhi persyaratan Perumtel dan dapat dipakai dengan menyerahkan surat ijin.

6. Membuat gambar kerja dan meyerahkan gambar terpasang/as built drawing.

7.

Membuat program dan penomoran nomor extension.

8. Menyerahkan Surat ke luar hasil balik dari Perumtel, brosur operation dan maintenance manual dalam bahasa indonesia.

9. Melatih teknisi operator Pemilik Bangunan sejak serah terima pertama pada jam kerja kantor.

3.4 PERYARATAN UMUM, BAHAN DAN PERALATAN 1. Syarat-syarat dasar.

a) Semua bahan atau peralatan harus baru dalam arti bukan barang bekas atau hasil perbaikan.

b) Material atau peralatan harus mempunyai kapasitas atau rating yang cukup.

c) Harus sesuai dengan spesifikasi /persyaratan.

d) Kapasitas yang tercantum dalam gambar atau spesifikasi adalah minimum. Kontraktor boleh memilih kapasitas yang lebih besar dari yang diminta dengan syarat :

Tidak menyebabkan sistem menjadi lebih sulit. Tidak menyebabkan pertambahan bahan. Tidak meminta pertambahan ruangan. Tidak menyebabkan pertambahan biaya.

2. Syarat-syarat Fisik.

a) Bahan atau peralatan dari klasifikasi atau type yang sama diminta merk atau di buat oleh pabrik yang sama.

b) Setiap bagian dari peralatan yang jumlahnya jelas, maka jumlah tersebut harus merupakan suatu unit yang utuh.

3.5 SPESIFIKASI TEKNIK, BAHAN DAN PERALATAN.

3.5.1 Spesifikasi bahan.

1. Kabel

a) Kabel Telephone.

Bahan inti

:Tembaga.

 

Diameter

: 0,6 mm.

Spesifikasi

: indoor cable

Isolasi

: PVC and Sheathed serta PVC dan

 

Sheated memakai pelindunglapisan

alumunium.

 

Produksi

: Dalam negeri ex Kabelmetal, Kabelindo,

 

Supreme dengan sertifikat ( LMK / SII ).

b)

Kabel Listrik.

Bahan inti

: Tembaga.

Diameter

:

Sesuai dengan Kebutuhan Min.2 1/2

 

2 .

mm

 

Jumlah Core

:

1 atau banyak.

Kelas Tegangan

:

1000 volt dan 600/1000 volt.

Isolasi

:

PVC dan Sheathed.

Spesifikasi

:

NYA dan NYY.

2. Pipa dan Fitting.

a. Pipa PVC dari jenis Hight Impact atau Double H dengan tebal minimal

0,5 mm dan diameter tidak kurang dari ø 20mm untuk dalam bangunan.

b. pipa harus dilengkapi dengan fiting-fiting berupa socket, elbow, tulles,

doos percabangan dan lain-lain.

c. Untuk pasangan di bawah lantai, dan dalam tanah / halaman

menggunakan pipa Galvanished kelas medium dan pipa PVC kelas 8

kg/ cm 2 lengkap fiting-fitingnya berupa socket, elbow dan lain-lain

d. Pipa flexible bahan alumunium bilamana diperlukan untuk tempat-

tempat tertentu.

3. Hanger dan rak kabel.

Hanger dan rak kabel horizontal di atas plafond.

Rak kabel di shaft atau rackriser.

4.

Kotak atau CTB. Type wall mounted. Bahan besi pelat tebal minimal 1 mm untuk CTB. Kotak diberi pelindung anti karat dan dicat bakar warna sesuai warna dinding/kolom. Ukuran sesuai standard pabrik dengan kapasitas kelipatan 20 pairs. Bahan terminal strip bakelite, porcelein atau polyester resin.

3.5.2 Peralatan atau Equipment.

1. Pesawat telephone. Pesawat Telephone biasa Type desk Multi Frequency Pushbutton.

2. Terminal Box. Badan terminal box ( local ) lengkap terminal strip. Terminal box dengan pintu memakai kunci. Kapasitas disesuaikan gambar.

3.6 SPESIFIKASI PEMASANGAN.

1. Persyaratan Pemasangan.

a) Kontraktor diharuskan meneliti semua dimensi-dimensi secepatnya sesudah mendapat Surat Perintah Kerja ( SPK ). Ajukan usul-usul kepada MK apa yang perlu dirubah atau diatur kembali sehingga semua peralatan dan instalasi dalam sistem dapat ditempatkan dengan baik dan bekerja dengan sempurna.

b) Kontraktor harus membuat gambar kerja yang memuat gambar denah, potongan dan detail mengenai cara pemasangan instalasi dan peralatan sebelum memulai pekerjaan. Gambar-gambar tersebut harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari MK.

c)

Sebelum Pelaksanaan, Kontraktor diharuskan memberi tanda-tanda di proyek tentang jalur kabel dan peletakan peralatan dan harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari MK.

d) Bilamana terjadi perbedaan antara gambar rencana dan gambar kerja dengan keadaan sebenarnya dilapangan, Kontraktor diharuskan memberitahukan kepada MK untuk dapat dicarikan Jalan keluarnya.

e) Kontraktor harus dapat bekerjasama dengan kontraktor lain serta konsultan.

f) Apabila timbul perselisihan antara kontraktor, maka keputusan akhir ada pada KP.

g) Pemasangan instalasi dan peralatan harus sesuai ketentuan RKS/Pabrik.

h) Semua bahan instalasi dan peralatan sebelum dipesan dibeli, masuk site atau dipasang harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari MK.

2.Pemasangan Instalasi dan peralatan .

a) Pada daerah langit-langit dengan plafond, instalasi diklem ke pelat beton atau digantung memakai hanger setiap jarak 100 cm memakai pelindung pipa lengkap fitting-fittingnya. b) Dibawah langit-langit atau plafond instalasi terpasang masuk dalam kolom atau dinding tembok memakai pelindung pipa lengkap fitting - fittingnya. Dalam partisi terpasang tanpa pipa.

c) Dibawah plafond dari TB ke atas plafond instalasi terpasang inbow dalam

dinding tembok atau memakai pelindung pipa lengkap fitting - fittingnya.

d) Dalam shaft instalasi diklem ke rack riser setiap jarak 150 cm memakai pelindung pipa lengkap fitting-fittingnya.

e) Pemasangan Hanger dan rackriser.

Angkur diramset atau difscherplug ke pelat beton untuk hanger horizontal dan dicor ke dinding untuk rackriser. Penggantung besi beton atau besi pelat untuk jalur kabel 1 atau 2 buah sedang union angle untuk jalur 3 atau lebih penggantung di sekrup ke angkur. Rackriser besi siku di sekrup ke angkur dengan murbaut.

f) Terminal box Perumtel terpasang surface mouted pada dinding setinggi 180 cm diatas lantai.

g) Socket outlet telephone tempat penyambungan pesawat telephone terpasang inbow setinggi 30 cm dari ubin lantai pada kolom dinding tembok atau partisi.

h) CTB terpasang mounted ke dalam dinding tembok atau kolom pada ketinggian 180 cm diatas lantai

i) Surge protection dan rectifier terpasang bebas diatas lantai.

j) Battery unit terpasang tersendiri di ruang battery.

k) Semua pesawat telephone terpasang diatas meja dengan perletakan yang tepat akan ditentukan kemudian.

3.7 PENGUJIAN. Selama pelaksanaan instalasi dan peralatan, harus dilakukan pengujian sehingga diperoleh hasil yang baik dan bekerja dengan sempurna sesuai dengan persyaratan RKS, Perumtel dan Pabrik. Tahap - tahap pengujian adalah sebagai berikut

1. Setiap bagian Instalasi yang akan tertutup harus diuji sebelum dan sesudah bagian tersebut tertutup sehingga diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan.

2. Setiap satu lantai selesai dilaksanakan, harus dilakukan pengujian sehingga dicapai hasil yang memenuhi persyaratan.

3. Tahapan / impedansi instalasi harus sesuai dengan persyaratan perumtel dan pabrik.

4. Peralatan harus memenuhi persyaratan spesifikasi yang diminta dan dapat bekerja secara sempurna.

5. Peralatan-peralatan yang lain harus sesuai spesifikasi dan persyaratan Perumtel.

:

3.8 PENYERAHAN DAN PEMELIHARAAN

1. Penyerahan dilakukan dengan berita acara proyek disertai lampiran - lampiran sebagai berikut :

a. Gambar terpasang / As built drawing.

b. Brosur.

c. Operation dan maintenance manual dalam bahasa Indonesia.

d. Surat Kerja hasil baik Instalasi dari Perumtel.

e . Surat garansi yang ditujukan kepada pemilik bangunan.

2. Setelah penyerahan tahap I, Kontraktor telephone diharuskan melakukan pemeliharaan

selama 3 bulan, sehingga Instalasi dan peralatan tetap bekerja dengan baik.

Segala kerusakan yang timbul dan bukan karena kesalahan pemakai oleh pemilik

bangunan harus diperbaiki dan bilamana perlu harus diganti.

3. Setelah penyerahan tahap I, Kontraktor telephone harus melatih dan mengajar operator

Pemilik Bangunan menjalankan dan memperbaiki kerusakan.

4. Setelah penyerahan tahap I, Kontraktor telephone harus memberi garansi terhadap

instalasi dan peralatan selama 3 ( tiga ) bulan tetap dalam keadaan bekerja dengan

sempurna.

3.9 MERK PRODUK

Instalasi – ITC 2 x 2 x 0.6 mm 2 dalam conduit merek Belden, Jembo, Supreeme atau setara

BAB IV PEKERJAAN SYSTEM ISYARAT BAHAYA KEBAKARAN ( FIRE ALARM )

UMUM

1. Pemborong wajib mengikuti / memenuhi semua persyaratan-persyaratan yang ditulis

dalam buku ini, juga wajib mengikuti / memenuhi persyaratan lain yang dikeluarkan oleh

MK/Pengawas Lapangan.

2. Pemborong wajib menyertakan tenaga ahli yang ditunjuk oleh pabrik pembuat peralatan

yang dipasang untuk mengawasi, memeriksa dan menyetel peralatan-peralatan

sehingga sistem beroperasi dengan sempurna.

3. Dalam pekerjaan ini Pemborong juga harus mempunyai PAS INSTALATUR, yang masih

berlaku pada saat pelaksanaan.

4.

Dalam pekerjaan ini pemborong juga harus mempunyai PAS INSTALATUR PLN ( Perusahaan Listrik Negara ), yang masih berlaku pada saat pelaksanaan.

5. Jika Pemborong menemukan kesalahan dalam gambar perencanaan atau spesifikasi teknisnya, maka Pemborong wajib memberitahu kepada MK/Pengawas Lapangan secara tertulis untuk mendapatkan penjelasan.

6. Pemborong harus membuat gambar-gambar kerja instalasi yang diperlukan untuk diperiksa dan disyahkan oleh MK/ Pengawas Lapangan (Shop Drawing).

7. Pemborong wajib menyerahkan contoh peralatan/bahan yang akan dipasang kepada MK/ Pengawas Lapangan atau katalog untuk disetujui.

8. Semua peralatan/bahan/instalasi dalam pekerjaan ini harus baru, dirancang khusus untuk daerah tropis dan pengujian pada instansi yang bersangkutan.

9. Peralatan/bahan yang dipasang harus memenuhi persyaratan pengujian, yaitu pengujian pabrik dan pengujian pada instansi yang bersangkutan.

10. Jika dikarenakan pekerjaan, pemborong harus membongkar, membobok, menggali dan lain-lain Pemborong harus mengembalikan ke keadaan seperti semula.

11. Pemborong harus memperhitungkan adanya pembobokan dinding atau bagian-bagian bangunan lainnya untuk pemasangan instalasi pemadam kebakaran dan instalasi isyarat-isyarat bahaya kebakaran.

12. Pemborong harus membersihkan lingkungan kerja setelah pemasangan.

13. Pemborong wajib menyediakan seorang tenaga ahli yang ditempatkan di site.

14. Pemborong harus melakukan koordinasi dengan pemborong lain (Pemborong sipil, dsb), atas petunjuk MK Pengawas Lapangan, sehingga diperoleh hasil kerja yang baik dan memuaskan.

15. Jika dikarenakan kesalahan atau kelalaian Pemborong menyebabkan Instalasi yang terpasang berbeda dengan “SHOP DRAWING” yang sudah disetujui atau peralatan- peralatan yang dipasang tidak memenuhi syarat, maka pemborong harus membongkar, memperbaiki, mengganti peralatan / bahan dan mengembalikan keadaan sekelilingnya. Biaya-biaya yang di timbulkan hal diatas menjadi tanggung jawab Pemborong.

16. Pemborong wajib menyerahkan gambar terpasang ( As Built Drawing ) kepada MK/ Pengawas Lapangan dengan jumlah rangkap yang akan di tentukan kemudian, untuk semua pekerjaan yang telah dilaksanakan.

17. Setelah pemasangan sistem selesai, pemborong wajib mengadakan pengetesan/ percobaan untuk menunjukan bahwa sistem dipasang dengan baik dan benar, memenuhi persyaratan dan bekerja dengan baik. 18. Untuk mendapatkan hasil pekerjaan instalasi pemadam kebakaran dan isyarat-Bahaya Kebakaran yang memuaskan dan baik, maka persyaratan peralatan dan instalasi harus sesuai dengan Pedoman Plumbing Indonesia, PUIL dan ketentuan dari Dinas Kebakaran. 19. Pemborong Wajib mengajarkan/melatih tenaga-tenaga pemelihara (Maintenance) yang ditunjuk oleh pemberi Tugas, hingga pemakai bisa menggunakan sistem pada kemampuan puncak. Pemborong harus membuat buku “Petunjuk Operasi” dalam bahasa Indonesia yang jelas, 3 (tiga) set dan meyerahkan tool kit kepada MK/ Pengawas Lapangan.

4.2 LINGKUP PEKERJAAN INSTALASI BAHAYA KEBAKARAN

Pekerjaan instalasi isyarat bahaya kebakaran ( fire alarm ) ini meliputi :

1.

Pengadaan dan pemasangan Panel Control Isyarat Bahaya Kebakaran.

2.

Pengadaan dan pemasangan power supply.

3.

Pengadaan dan pemasangan Alarm Bell, Manual Pus button, Indicator lamp.

4.

Pengadaan dan pemasangan detector panas dari jenis kombinasi rate of rise dan fixed temperature.

5.

Pengadaan dan pemasangan Instalasi perkabelan dari system Isyarat Bahaya Kebakaran.

4.3

KETENTUAN-KETENTUAN TEKNIS DARI PERALATAN

I.

Peraturan dan Ketentuan Semua ketentuan-ketentuan dalam perencanaan dan pelaksanaan dari pengadaan dan pemasangan instalasi Isyarat Bahaya Kebakaran dan Pemadam Kebakaran harus memenuhi :

1. Perda setempat tentang ketentuan penanggulangan Bahaya Kebakaran dalam wilayah setempat

2. Buku Pedoman Instalasi Alarm Kebakaran Otomatik, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja , Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

3. F.O.C. sebagai pelengkap.

4. N.F.P.A. sebagai pelengkap.

II. Isyarat Bahaya Kebakaran ( Fire Alarm )

1. Panel Control Isyarat Bahaya Kebakaran. a. Panel Control Fire Alarm, berfungsi menerima signal dari Manual Call Point, Heat Detector dan Smoke Detector, yang selanjutnya membunyikan alarm bell.

b. Komponen-komponen dari Panel Control Fire Alarm, harus dari semi Conduktor dan system Modulator.

c. System tegangan rendah ( 24 volt AC ).

d. Panel Control Fire Alarm, dilengkapi dengan

:

- Lampu alarm (merah) dan lampu trouble (kuning) disetiap zone module.

- Lampu power “ON” yang menyatakan system bekerja atau tidak.

- Lampu AC power failure yang menyatakan kegagalan power PLN.

- Lampu ground foult, yang menyatakan adannya ketidak beresan (short circuit pada ground ).

- Lampu minical Disconect yang menyatakan putusnya hubungan dengan Dinas Pemadam Kebakaran.

- Lampu Low Battery yang menyatakan bahwa stand by batteries sudah tidak normal.

- Lampu Bell Circuit Trouble yang menyatakan adanya ketidak beresan pada rangkaian bell.

- Lampu Common Alarm, yamg menyatakan terjadinya troble atau tidak di sistem tersebut.

- Reset Switch yang berfungsi untuk menormalkan system setelah terjadinya trouble.

- Silence Switch yang berfungsi untuk mematikan buzzer atau bell bila buzzer atau bell itu berbunyi.

- Alarm Lamp Test Switch yang berfungsi untuk mengadakan pengecekan, apakah lampu-lampu alarm masih berfungsi.

2. Fire Supply

a. System ini harus beroperasi dengan baik dengan menghubungkan pada sumber daya listrik yang berkarakteristik 1 phase,. 220 volt AC, 50 Hertz dan dilengkapi dengan battery dan battery chargernya

Battery Charger.

Battery dipakai sebagai sumber tenaga cadangan jika sewaktu-waktu sumber utama (PLN) padam. Jenis battery yang dipakai harus dari jenis recharge able battery type Nikel Cadmium. Battery ini harus bertegangan normal sesuai tegangan sistem ( 24 Volt ) dengan kapasitas kebutuhan ( Ampere Hour ) yang sanggup memberikan supply secara normal dan continue kepada sistem selama 48 jam stand by dan 30 menit alarm.

3. Alarm Bell Alarm bell yang dipakai harus dari jenis yang bergetar (bukan pukulan tunggal) dan harus beroperasi dengan sumber daya tegangan 24 Volt DC atau sumber daya cadangan dari battery alarm kebakaran. Juga harus mempunyai genta dengan diameter min 150 mm, sehingga menghasilkan sound pressure level 85 - 95 dB/m, gangguan pada alarm bell tidak boleh menghambat berlangsungnya suatu alarm. Rangkaian harus diamankan dengan sebuah sekring (fuse) yang sesuai dengan besarnya arus.

4. Smoke Detector

Yang dipakai adalah detector Asap tetap yang dikombinasikan dengan Rate of Rase. Asap tersebut harus menyebabkan alarm bell bekerja/berbunyi

5. Instalasi Fire Alarm Instalasi kabel yang dipakai adalah 2 ( NYA 1,5 mm2 ) dilindungi dalam pipa high impact conduit dengan diameter min 20 mm, setiap belokan pipa mempunyai jari-jari belokan yang cukup besar untuk memudahkan penarikan kabel tanpa cacat atau memakai kotak penarikan. Penyambungan kabel boleh ada hanya dalam kotak sambungan. Sambungan kabel dalam pipa /socket tidak diperbolehkan. Penyambungan harus memakai terminal penyambungan tidak boleh dengan ikatan

4.4 PEMASANGAN

1. Kombinasi fixed temperature dengan rate of rise ( heat detector ), panel control fire alarm harus terpasang kokoh pada langit-langit plafond/dinding.

2. Saluran-saluran kabel didalam pipa harus dipasang sejajar/tegak lurus dengan dinding bagian struktur / pertemuan bidang-bidang vertikal dengan langit. Atau yang sudah tertera dalam gambar perencana .

4.5 TESTING DAN COMISIONING.

Pengujian sistem diselenggarakan setelah seluruh pekerjaan ini selesai. Sebelum pengujian dilaksanakan Pemborong harus mengajukan Jadwal dan prosedure pengujian kepada MK/ Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Selama pengujian pemborong harus memperlihatkan dan mendemonstrasikan bahwa semua peralatan dapat bekerja secara memuaskan sebagai suatu sistem.

4.6 LAIN-LAIN

1. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan walaupun tidak digambarkan/disebutkan dalam spesifikasi harus disediakan Pemborong sehingga Instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan .

2. Sebagai standard mutu untuk dasar kwalitas Fire Alarm System yang dipakai adalah

3. Produk dari : Horinglih, Appron, Nohmi, Nittan, setara

BAB V

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN SISTEM TATA SUARA

1. PERSYARATAN UMUM Persyaratan umum dan persyaratan khusus termasuk instruksi kepada peserta pelelangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari isian uraian pekerjaan dan persyaratan pelaksanaan ini Spesfikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian dan syarat-syarat dalam hal penyediaan dan pemasangan semua peralatan serta bekerjanya semua instalas sistem Tata Suara baik yang terpasang di bangunan dan di luar bangunan seperti yang tertera pada gambar-gambar atau pada bagian lain dari spesifikasi teknis ini.

5.1 Gambar-gambar

1).

Suara dalam Dokumen Tender ini adalah gambar-gambar dengan nomor kode gambar TS. 2). Pemborong wajib memeriksa design terhadap kemungkinan kesalahan/ ketidak cocokan baik dari segi besaran-besaran listriknya maupun pemasangan dan lain-lain. Hal-hal di atas harus diajukan dalam bentuk tertulis atas gambar pada waktu penjelasan tender aanwijzing. 3). Sebelum pekerjaan diserahkan seluruhnya ataupun secara bertahap. Pemborong wajib menyerahkan kepada PENGAWAS sebanyak 4 (empat) set gambar yang disebut "as built drawing" yaitu gambar dari semua material dan instalasi sistem Tata Suara.

Gambar-gambar rencana yang termasuk lingkup pekerjaan instalasi Tata

5.2 Standard/ Peraturan

Semua material maupun instalasi dalam pekerjaan ini harus memenuhi Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000, SPLN dan standar international yang berlaku di negara Republik Indonesia untuk sistem Tata Suara.

5.3 Nama Pabrik/ Merk Yang Ditentukan Apabila pada spesifikasi teknis ini disebutkan nama pabrik/merk dari satu jenis bahan maka Pemborong wajib menawarkan dan memasang sesuai dengan yang ditentukan. Apabila pada saat pemasangan bahan/ merk tersebut tidak/ sukar diperoleh maka PENGAWAS/ Perencana akan menunjuk merk lain tapi dengan spesifikasi yang sama dan setara.

5.4 Contoh Bahan

1).

Untuk bahan yang disebutkan di bawah ini Pemborong wajib memperhati-kan

2).

contoh bahannya sebelum pemasangan pada Perencana/ PENGAWAS untuk disetujui. Apabila dianggap perlu oleh PENGAWAS/ Perencana dan hal itu

3).

memungkinkan maka Pemborong wajib mempelihatkan contoh kepada PENGAWAS/ Perencana. Apabila contoh-contoh tersebut ditolak oleh PENGAWAS/ Perencana maka Pemborong harus mengganti dan memperlihatkan yang sesuai dengan spesifikasi untuk disetujui. Kualitas teknis/listrik, merk/ pabrik karakteristik kerja besar fisik dan kualitas

4).

estetika dari contoh material/bahan maupun instalasi yang telah disetujui adalah mengikat. Biaya pengadaan contoh material adalah menjadi tanggungan dan biaya Pemborong, contoh bahan harus diserahkan kepada PENGAWAS/ Perencana tidak lebih dari 14 (empat belas) hari kalender setelah dikeluarkannya SPK.

5.5 Klausal Yang Disebutkan Kembali Apabila dalam Dokumen Tender ini ada klausal-klausal yang disebutkan kembali pada item/ ayat lain maka ini bukan berarti menghilangkan item tersebut tetapi dengan pengertian lebih menegaskan masalahnya.

Kalau terjadi hal yang saling bertentangan antara gambar atau terhadap spesifikasi

maka yang diambil sebagai

atau yang mempunyai bobot biaya yang paling tinggi.

patokan adalah yang mempunyai bobot teknis dan

5.6 Pembebasan Claim Pemilik proyek dibebaskan dari patent dan lain-lain untuk segala macam pengadaan bahan dan cara pemasangan, Pemilik bebas dari segala claim atau tuntutan terhadap hak-hak khusus seperti patent dan lain-lain.

5.7 Koordinasi Pada waktu pengadaan material dan pemasangan, Pemborong instalasi Tata Suara wajib mengadakan koordinasi dengan bagian-bagian pekerjaan/ Pemborong lain atau petunjuk PENGAWAS/ Perencana Apabila ada item pekerjaan oleh Pemborong lain maka pemborong wajib menyiapkan/menyerahkan bahan-bahan tersebut dan penjelasan untuk pemasangan. Selama pemasangan oleh Pemborong lain maka menjadi kewajiban Pemborong Tata Suara untuk hadir dan memberi petunjuk bersama PENGAWAS/ Perencana sehingga hasilnya akan sesuai dengan kebutuhan instalasi

5.8 Gambar Kerja/ Shop Drawing

Setiap

pelaksanaan

sebelum

pemasangan

instalasi

atau

pengadaan

material

pemborong wajib mengajukan pada PENGAWAS/ Perencana untuk disetujui gambar kerja/ shop drawing paling lambat 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak dikeluarkannya SPK.

5.9 Instruksi Pemakaian, Operasi Peralatan dan Cara-cara Pemeliharaan

Peralatan. Pemborong wajib menyerahkan kepadá Pemilik, 1 (satu) bulan sebelum serah terima, sebanyak 4 (empat belas) set instalasi/ manual untuk menjalankan menggunakan/ mengoperasikan dan pemeliharaan/ maintenance semua peralatan. Juga termasuk Pemborong harus mendidik orang-orang yang ditunjuk oleh Pemilik

untuk menjadi operator, untuk menjalankan dan pemeliharaan alat-alat tersebut. Segala ongkos-ongkos tersebut adalah menjadi tanggungan Pemborong.

5.10 Training Mendidik operator atau orang-orang yang ditunjuk oleh pemilik untuk menjalankan, mengoperasikan pengujian dan maintenance seperlunya terhadap instalasi. Segala biaya-biaya tersebut adalah menjadi tanggungan Pemborong

5.11 Masa Jaminan Semua pekerjaan instalasi tata suara harus dijamin akan bekerja dengan sempurna. Semua peralatan yang termasuk dalam lingkup pekerjaan tata suara harus diberi pemeliharaan cuma-cuma selama 12 (dua belas) bulan setelah penyerahan tersebut selesai, garansi selama ± 1 (satu) tahun.

2. LINGKUP PEKERJAAN

2.1. Pengadaan dan pemasangan instalasi Mixer Power Amplifier, Program Input, Monitor Desk Power Amplifier, T Mic, Speaker dan lain-lain accessories.

2.2. Pengadaan dan pemasangan instalasi kabel sistem tata suara serta accessories- accessories lainnya.

2.3. Mengadakan testing dan trial run serta balancing secara menyeluruh semua sistem sehingga diperoleh sistem performance yang berfungsi dengan tepat dan benar.

3. PERALATAN UTAMA TATA SUARA Public Address

Peralatan utama pada ruang operator/ kontrol melayani Area Publik diuraikan sebagai berikut :

3.1. Power Amplifier

1).

Chanel

: 12 Ch

2).

Power Supply

: 220/ 240 V, 50 hz

3).

Daya Output

: 240 Watt rata-rata

4).

Tanggapan Frequensi

: 20 – 20.000 Hz 1 dB

5).

Input

: 1 Terminal input, 1 direct input

6).

Output Balance

: 8

, 50 – 100 V

7).

Jumlah Unit

: Sesuai gambar

3.2. Ceiling Speaker

1).

Power handling capacity : 120 W

2).

Tegangan input

: 12 V

3).

Frekwensi range

: 75 – 11.000 Hz

4).

Sound Pressure Level

: 65 dB pada 1W, max 95 dB pada 3W

5).

Type

: Circular (bulat) dan flush mounting pada

4.

langit-langit (ceiling) atau sesuai gbr

perencanaan.

6).

Inpedance

3.3. DVD/CD Player

: 6 Ohm

Pemasangan

4.2. Kabel-kabel speaker dan relay pagging di instalasi ketiap Terminal Box (TB) yang ada pada setiap lantai melalui shaft. Kabel distribusi dimasukkan di dalam pipa konduit. Dari Terminal Box (TB) ke speaker di tiap-tiap lantai saluran kabel melalui

conduit PVC baik yang ditanam dalam beton maupun yang terletak pada langit- langit. Setiap penyambungan ataupun pembelokkan harus dilengkapi junction box.

4.3. Semua Terminal Box (TB) harus ditanahkan atau grounded dengan baik dan benar.

4.4. Semua conduit PVC yang masuk ke panel dan junction box harus diberi ulir dan diikat denga "Lock-nut" yang terbuat dari brass atau nickel plated. Sedangkan conduit PVC yang keluar dari Terminal Box (TB) pada permukaan atau TB harus dilengkapi dengan brass atau nickel plated compression gland. Seluruh pengadaan dan pemasangan conduit PVC dan junction box serta peralatan untuk penggantungan ceiling speaker dilaksanakan oleh kontraktor/ sub-kontraktor dengan koordinasi bersama pihak lain yang terlibat pada pelaksanaan proyek ini.

5.

BAHAN/ MATERIAL

No.

M a t e r i a l

M e r k

1

Power Amplifier

TOA

2

Cabinet Rack

lokal

3

Casatte Player & CD/IMP

Teac, LG, Panasonic, Polytron, atau setara

4

Ceiling Speaker

TOA, atau setara

5

Wireless microphone

TOA, atau setara

6

Kabel Distribusi

Supreme, Jembo, Sinar atau setara

70

Dynamic microphone

TOA atau setara

BAB VI PEKERJAAN AIR BERSIH DAN AIR KOTOR

6.1

Umum. Pekerjaan ini menjelaskan mengenai pekerjaan instalasi plumbing yang harus dikerjakan oleh pemborong untuk proyek ini.

a. Pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan plumbing :

b. Pekerjaan instalasi pemipaan.

c. Pekerjaan material pipa, valve dan material bantu.

d. Pekerjaan pompa Distribusi air bersih.

Perbedaan Dokumen :

Adanya perbedaan dokumen pada topik/maksud yang maka selalu diambil kapasitas, ukuran, size, uraian yang terbaik / terbesar dari beberapa dokumen yang ada yaitu :

Spesifikasi, gambar

diagram,

gambar

site

plan

&

section,

bill

of material dan

 

quantity.

6.2.

Uraian Sistem.

a. Sistem Distribusi air bersih berasal dari Bak penampung air atau Ground reservoir. Dengan Pompa Booster air bersih didistribusikan langsung ke toilet - toilet atau ruangan yang memerlukan

b. Pemipaan antara air kotor dan air bekas dipisahkan. Kedua pemipaan ini secara gravitasi mengalir ke STP dan untuk air kotor dan Saluran untuk air bekas, setelah diproses di STP air bekas dibuang ke saluran drainase kota / drainage site.

6.3

Lingkup Pekerjaan.

a. Pengadaan dan pemasangan pemipaan dari Pompa ke Jaringan instalasi pipa.

b. Pengadaan dan pemipaan air bersih, air kotor, air bekas, venting.

c. Melaksanakan pekerjaan yang diuraikan dalam gambar dan spesifikasi teknis.

d. Melaksanakan pengetesan / test tekan untuk pipa air bersih selama 24 jam tanpa penurunan tekanan.

e. Melaksanakan test rendam selama 24 jam untuk pipa air bekas dan air kotor.

f. Pengadaan Pompa Air Bersih termasuk Pemipaan dari Ruang Pompa ke Roof Tank.

g. Pembongkaran Instalasi Lama termasuk pembersihan lokasi.

6.4

Instalasi Pemipaan.

1. Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi, kontraktor diwajibkan mengajukan contoh material, Gambar kerja untuk disetujui MK.

2. Instalasi pemipaan yang terpasang harus sesuai dengan gambar kerja yang telah disetujui. Apabila dalam pelaksanaan tersebut terdapat hambatan yang menyebabkan adanya perubahan terhadap sebagian dari shop drawing, maka Pemborong harus minta persetujuan dari Pengawas lapangan mengenai perubahan tersebut.

3. Sparing pipa Gambar dan lokasi sparing pipa dibuat gambar detail dan disetujui. Pekerjaan ini harus telah siap sebelum pekerjaan struktur yang berkaitan dimulai.

4. Fabrikasi. Khusus untuk instalasi

Ruang Pompa, Maka gambar

secara

detail

mengenai pemipaan tersebut harus dibuat oleh pemborong dan disetujui oleh Konsultan perencana. Pada pipa header untuk bagian cabangnya harus memakai fitting dan pada ujungnya harus ditutup dengan flange.

5. Persyaratan yang lain. Pemasangan pipa digantung dengan suport penggantung khusus, dipasang dengan dyna bolt. Penggantung terbuat dari besi beugel diameter 8 mm. Pemasangan pipa tidak boleh digantungkan ke pipa lain.

6. Pengujian.

a. Setelah selesai pemasangan instalasi dan sebelum dipasang Sanitary fixtures. Seluruh distribusi air harus diuji dengan tekanan hidrostatik satu setengah kali tekanan kerjanya (working pressure) dalam waktu cukup lama dengan tanpa mengalami kebocoran.

b. Sedangkan pengujian Sistem Perpipaan Air Kotor adalah sebagai berikut :

Seluruh sistem pembuangan air harus mempunyai lubang-lubang yang dapat ditutup ( plugged ) agar seluruh sistem tersebut dapat diisi dengan air sampai lubang “ vent “ tertinggi. sistem tersebut harus dapat menahan air yang diisikan seperti tersebut diatas minimal selama 60 menit dan penurunan air selama waktu tersebut tidak lebih dari 10 cm.

c. Kerusakan atau kegagalan uji Apabila pada waktu pemeriksaan atau pengujian ternyata ada kerusakan atau kegagalan dari suatu bagian instalasi atau suatu bahan dari instalasi, Maka Pemborong harus mengganti bagian atau bahan yang rusak / gagal tersebut dan pemeriksaan / pengujian dilakukan lagi sampai disetujui KP

Standard Pemakaian Material

JENIS PEKERJAAN

JENIS PEKERJAAN PRODUK

PRODUK

JENIS PEKERJAAN PRODUK

1.

Pipa air bersih

PPR PN 10 Westpex, Tigris, Toro

2. Pipa air bekas, airkotor PVC AW class.

Rucika, Wavin, Banlon, Pralon

3. Fitting – fitting

Disesuaikan product

4. Pompa

EBARA,Versa,

5. Valve-valve

Disesuaikan Produk PPR

6. Tangki Tekan

GAE, setara

BAB VII

PEKERJAAN SISTEM TATA UDARA

7.1 Umum

a. Merk yang dapat dipakai adalah Panasonic, Daikin, LG Single Split Wall Type. Type dan kapasitas disesuaikan dengan kebutuhan untuk ruangan perkantoran yang meliputi seluruh pekerjaan pengadaan dan pemasangan unit peralatan air conditioning secara lengkap dari sistem pengkodisian tata udara didalam bangunan termasuk perlengkapan-perlengkapan dan sarana-sarana penunjang, sehingga seluruh system dapat dikontrol, diuji, dibalance, serta dapat bekerja dengan baik, aman dan juga mudah dalam pemeliharaan (maintenance) selama masa pakai.

b. Hal-hal yang belum tercantum agar mengikuti spesifikasi standard yang berlaku dalam pelaksanaan pekerjaan, peragaan, pengadaan dan pemasangan Air Conditioining seperti:

- ASHRAE; Amerika Society of Heating, Refrigeration and air conditioning Engineers.

- SMACNA ; Sheet Metal and Air Conditioining Contractor National

Association.

- ASTM : America Standard of Testing and materials.

- JIS : Japan Industrial Standard.

- Pedoman Plumbing Indonesia tahun 1979.

- SNI-03-6572-2001 : Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung.

- SII : Standard Industri Indonesia.

- PUIL : Peraturan Umum Instalasi Listrik – 2000.

- Peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, peraturan pemerintah daerah – DKI No. 3 tahun 1992, PLN, Dinas Pemadam Kebakaran dan lain – lain.

7.2 Lingkup Pekerjaan

Pemborong wajib membuat penawaran . Pekerjaan instalasi ini meliputi seluruh pekerjaan, pengadaan dan pemasangan instalasi air conditioning, ventilasi mekanis secara lengkap termasuk semua perlengkapan dan sarana penunjangnya, sehingga diperoleh suatu instalasi yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama dan siap dipergunakan. Lingkup pekerjaan instalasi ini secara garis besarnya adalah sebagai berikut :

a. Peralatan Utama. Pengadaan, pemasangan dan penyetelan semua peralatan utama Air Conditioning sebagaimana tertera pada daftar peralatan AC/Bill of Quantity.

b. Pengadaan, pemasangan dan penyetelan semua peralatan peralatan kontrol otomatis lengkap dengan thermostat da pengkabelannya.

c. Pengadaan dan pemasangan panel AC lengkap dengan pengkabelan dari panel ke peralatan AC OUTDOOR UNIT dan dari OUT DOOR UNIT ke INDOOR UNIT

7.3 Pengadaan dan pemasangan kabel feeder untuk panel AC.

a

Pembuatan shop drawings dan menyerahkan kepada pengawas dalam rangkap 3 (tiga) . Pelaksanaan pekerjaan seara pisik tidak diperkenankan dimulai sebelum gambar shop drawings yang dibuat ini disetujui oleh Pengawas. b. Pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan sipil seperti pembuatan pondasi peralatan AC lengkap dengan peredam getaran dan saluran pembuangan air dari peralatan AC. Pelaksanaan pekerjaan seperti pembobokan, pembongkaran, penutupan kembali seperti semula terhadap dinding-dinding, lantai dan sebagainya, serta perbaikan kembali (revisi) atas kerusakan pekerjaan-pekerjaan pihak lain. Melaksanakan pekerjaan testing, adjusting dan balancing dari seluruh instalasi yang terpasang, sehingga seluruh instalasi dapat bekerja dengan sempurna, sesuai dengan criteria perancangan. Pemborong harus menyerahkan 1 set asli dan 1 set copy. Buku petunjuk dan pemeliharaan dan cara operasinya. Buku tersebut harus dijilid rapi dengan sampul tebal dan diberi judul didepannya, serta harus memuat :

c

Uraian secara umum dari sistem dan peralatan instalasi Sistem kerja masing-masing unit. Cara mengoperasikan setiap equipment. Cara menentukan dan memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil yang mungkin timbul. Gambar revisi yaitu gambar-gambar terakhir sebagaimana dilaksanakan (As built Drawings) 1 (satu) set diatas kalkir dan 1 (satu) set blue print. Petunjuk pemeliharaan dari semua peralatan yang memuat tugas pemeliharaan secara umum, berkala dan daftar suku cadang.

d. Mendidik petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemilik mengenai cara-cara menjalankan dan memelihara instalasi ini, sehingga petugas tersebut betul-betul dapat menjalankan dan memelihara instalasi ini secara baik.

e. Melakukan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan.

f. Memberi garansi terhadap peralatan atau mesin yang dipasang untuk instalasi sistem ini selama minimal 1 (satu) tahun, terhitung saat penyerahan pertama.

g. Melengkapi dan memasang perlatan-peralatan yang sewajarnya dipasang, walaupun tidak secara nyata disebutkan dalam spesifikasi atau tertera dalam gambar rencana.

h. Pipa drain harus dilengkapi dengan trap yang serviceable dan merupakan sistem tersendiri dari sistem plumbing serta sampai dengan pembuagan terakhir.

i. Pemasangan floor drain lantai lengkap dengan U trap.

7.4 Pembersihan, Pengujian dan Penyetelan.

a. Pemborong diwajibkan memasang semua peralatan utama dan peralatan AC sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan oleh manufacturer. Pemasangan pipa-pipa refrigerant harus dilakukan sedemikian rupa sehingga menghindari kotoran-kotoran yang mungkin masuk kedalam circuit refrigerant ini. Pemasangan pipa drain harus dilakukan dengan mempergunakan pipa-pipa PVC type AW lengkap dengan trap dan clean out yang diklem pada permukaan lantai/tembok sejauh yang tidak merusak tampak exterior daripada bangunan dan harus extruded polythelene foam untuk menghindari kondensasi.

b. Semua jaringan pipa refrigerant harus dilapisi isolasi armaflex, thermaflex atau setaraf. Koefisen perpindahan panas konduksi 0,23 BTU in/ft 2 .hr.°F. permeabilitas 0,1 permin dan tidak brasap kalau dibakar. Bagian luar harus dilapisi dengan water proof vapour barrier aluminium foil.

c. Secara umum pemborong harus menyediakan peredam getaran (vibration eliminators) dan suara untuk melindungi bangunan dari suara berisik dan getaran yand ditimbulkan oleh peralatan.

d. Pemborong harus menyediakan dan memasang semua dudukan (support) atau penggantung (hanger), pondasi untuk peralatan, alat-alat, pipa-pipa dan ducting yang diperlukan. Untuk menyesuaikan dengan kondisi setempat, dudukan atau penggantung- penggantung tersebut harus dibuat dari konstruksi pipa, profil batang (rod) atau strip sesuai dengan gambar rencana atau gambar kerja yang telah disetujui oleh Pengawas. Semua dudukan harus mempunyai plat atas (flanges) yang cukup dan dibuat dengan dynabolt pada lantai.

e. Pemborong harus menjamin bahwa instalasi yang dipasang tidak akan menyebabkan penerusan suara atau getaran (vibration dan noise transmission) kedalam ruangan-ruangan yang dihuni. Dalam hal ini penilaian dilakukan oleh Pengawas. pemborong bertanggung jawab atas modifikasi-modifikasi yang perlu untuk memenuhi syarat tersebut.

f. Out door AC unit harus diletakan diatas sesuai gambar atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan. Cover dibuat secara potongan-potongan yang diberi cross broken/diagonal supaya tidak mudah melendut, serta bisa dibuka dan dipasang kembali (pemasangan dengan tapping) pada rak pipanya sesuai gambar detail.

7.5 Pengecatan.

a. Semua penguat duct (duct bracing angles) dan peralatan-peralatan baja lainnya harus bebas karat disikat lebih dahulu dengan sikat baja dan dicat dengan dua lapis primer coating (ICI zinchromate).

b. Pemborong harus mengecat bagian dalam duct “plenum” untuk registers, diffusers dan grille dengan lapis cat yang tidak mengkilap (doft, black paint) atau warna lain yang ditentukan arsitek. Bagian-bagian aluminium tidak boleh dicat apabila dinyatakan lain oleh Pengawas Lapangan.

c.

Semua rangka penggantung dan duct bracing yang terlindung oleh dinding, langit- langit atau bagian lain dari bangunan, harus dicat dengan lapisan yang cukup tebal dengan cat aluminium.

7.6 Pemasangan system pipa.

a. Disesuaikan dengan ASHRAE atau peraturan lainnya yang berhubungan dengan Tata Udara. b. Pipa-piap drain menggunakan bahan pipa type AW Ø minimum 1 ¼” dengan diberi isolasi extruded polyethelene foam, tebal 20 mm dan pada setiap belokan yang dekat dengan indoor unit AC harus dilengkapi dengan suatu system clean out/trap yang mudah untuk diperiksa atau dibersihkan bila terdapat kotoran yang menyumbat. c. Semua pipa AC, refrigerant/drain yang berada diatas ceilling harus digantung dengan rap menggunakan tray pipa. Pipa-pipa yang berada dalam shaft harus dibuatkan rack dengan besi siku sesuai standard rack listrik.

d. Isolasi untuk pipa refrigerant setipe Armaflex, Thermaflex

7.7 Pekerjaan Listrik. Penyediaan dan pemasangan kabel power serta control dari panel AC dan atau panel penerangan ke seluruh peralatan AC berikut perlengkapannya, harus dalam pipa PVC type high impact yang di cat warna coklat berselang-seling 1,0 m dengan panjang cat 5,0 cm dan pada setiap belokan/pertemuan.

Material :

1. Semua wiring kabel-kabel listrik dan kontrol harus dipasang dalam PVC type high impact diklem dengan klem aluminium (lico), kabel jenis NYY ex kabelindo, kabel metal, Supreme, Tranka Kabel.

2. Kabel-kabel power dan kontrol AC dari unit ke panel AC termasuk scope Pemborong AC. Panel AC termasuk lingkup pekerjaan Pemborong AC dan kabel feeder termasuk pekerjaan pemborong listrik.

3.

Pemasangan kabel feeder ke panel AC dilakukan oleh Pemborong Listrik.

4. Wiring diagram hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan peralatan AC yang bersangkutan.

5. Ditiap tarikan kabel tidak boleh ada sambungan.

6. Penyambungan kabel tersebut pada terminal harus menggunakan sepatu kabel ex. AEG.

7. Ijin/pas Instalasi mengikuti instalatur listrik gedung.

8. Kabel power tidak diperkenenkan adanya sambungan.

7.8 Kelengkapan Serah Terima

1. Instruction / operational manual book dalam bahasa Indonesia 2 set copy (asli + copy). 2. Part book – 2 set (asli + copy).

3

a. Maintenance manual book. b.Schedule program maintenance untuk 1 tahun pertama. c.Surat penawaran kontrak service untuk 1 tahun pertama.

4.

Certificate warranty dari pabrik (asli).

5.

As built drawing 2 (dua) set, 1 set kalkir.

6.

Surat jaminan “After sales sales” dari keagenan peralatan yang dipasang dan pengadaan suku cadang selama 10 tahun.

7.

As built foto.

7.9 Testing Commisioning.

a. Pemborong AC harus melakukan test sesuai petunjuk pabrik, sehingga menghasilkan kondisi ruangan sesuai yang dirancang.

b. Pemborong AC diwajibkan memiliki keahlian dalam pengetesan dengan peralatan- peralatan yang memadai.

c. Biaya atas pengetesan tersebut diatas menjadi tanggung jawab pemborong.

d. Pemborong harus menyerahkan hasil pengetesan kepada Pemberi /Pengawas Lapangan untuk memperleh persetujuan hasil test rangkap 3 (tiga).

e. Segala penggantian material-material yang rusak akibat pengujian menjadi ta

f. tanggung jawab Pemborong yang bersangkutan.

STANDARD PEMAKAIAN BAHAN/MATERIAL

 

JENIS PEKERJAAN

PRODUK

1. Unit Air Conditioning

Panasnic, Daikin, LG Crane, Camble Pralon, Wavin, Banlon Gold (AW) Armaflex setara Supreme, Kabelindo, Kabel metal, Lokal (Aluminium)

2. Pipa refrigerant

3. Pipa drain

4. Isolasi Pipa

5. Kabel poweer,kontrol

7.

Penggantung / rak pipa & kabel