Anda di halaman 1dari 6

BAB IV

PERKEMBANGAN INTELEK, SOSIAL, DAN BAHASA

Pada bab ini menjelaskan hal-hal sebagai berikut :

A. Perkembangan Intelek

1. Pengertian intelek dan intelegensi

Menurut English & English dalam bukunya A Comprehensive Dictionary of


Psychological and Psychoanalatical Terms istiah intellect berarti antara lain : (1) kekuatan
mental di mana manusia dapat berpikir; (2) suatu rumpun nama untuk proses kognitif,
terutama untuk ativitas yang berkenaan dengan berpikir (misalnya menghubungkan,
menimbang, dan memahami); (3) kecakapan, terutama kecakapan yang tinggi untuk berpikir.

Istilah intelegensi dirumuskan sebagai keseluruhan kemampuan individu untuk


berpikirmdan bertindak secara terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai
lingkungan secara efektif. Intelegensi mengandung unsur-unsur yang sama dengan yang
dimaksudkan dalam istilah intelek, yang menggambarkan kemampuan seseorang dalam
berpikir atau bertindak.

2. Hubungan Antara Intelek dan Tingkah Laku

Pikiran remaja sering dipengaruhi oleh ide-ide dan teori-teori yang menyebabkan sikap kritis
terhadap situasi dan orang tua. Setiap pendapat orang tua dibandingkan dengan teori yang
diikuti atau diharapkan. Sikap kritis ini juga ditunjukkan dalam hal-hal yang sudah umum
baginya pada masa sebelumnya, sehingga tata cara, dan adat istiadat yang berlaku di
lingkungan keluarga sering terasa ada pertentang dengan sikap kritis yang tampak pada
perilakunya.

3. karakteristik Perkembangan Intelek Remaja

Intelegensi pada masa remaja tidak mudah diukur, karena tidak mudah terlihat perubahan
kecepatan perkembangan kemampuan tersebut. Pada umumnya 3-4 tahun pertama menu
njukkan perkembangan kemampuan yang hebat, selanjutnya akan terjadi perkembangan yang
teratur. Pada masa remaja kemampuan untuk mengatasi masalah yang majemuk bertambah.
Pada masa awal remaja, kira-kira pada umur 12 tahun, anak berada pada masa yang disebut
msa operasi formal (berpikir abstrak). Pada usia remaja anak sudah berpikir abstrak dan
hipotek. Dalam berpikir operasional formal setidak-tidaknya mempunyai dua sifat yang
penting yaitu : sifat deduktif hipotesis dan berpikir operasional juga berpikir kombinatoris.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Intelek

Menurut Mappiare hal-hal yang mempengaruhi perkembangan intelek itu antara lain :

Bertambahnya informasi yang disimpan (dalam otak) seseorang sehingga mampu


berpikir reflektif
Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga
seseorang dapat berpikir proporsional
Adanya kebebasan berpikir, menimbulkan keberanian seseorang dalam menyusun
hipotesis-hipotesis yang radikal kebebasan menjajaki masalah secara keseluruhan,
dan menunjang keberanian anak memecahkan masalah dan menarik kesimpulan yang
baru dan benar.

a. Peranan Pengalaman dari Sekolah Terhadap Intelegensi

Menurut penelitian anak yang mengalami prasekolah sebelum sekolah dasar , menunjukkan
perbedaan kemajuan dalam rata-rata IQ mereka lebih besar daripada mereka yang tidak
mengalami prasekolah. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh di sekolah
menyumbang secara positif terhadap peningkatan IQ anak.

b. Pengaruh Lingkungan terhadap Perkembangan Intelegensi

Semakin tinggi kualitas lingkungan rumah, cenderung semakin tinggi juga IQ anak.
Penelitian ini menemukan tiga unsur penting dalam keluarga yang amat berpengaruh yaitu
sebagai berikut :

Jumlah buku, majalah, dan materi belajar lainnya yang terdapat dalam lingkungan
keluarga.
Jumlah ganjaran dan pengakuan yang diterima anak dari orang tua atas prestasi
akademiknya
Harapan orang tua akan prestasi akademiknya

5. Perbedaan Individu dalam kemampuan dan perkembangan Intelek

Berdasarkan nilai IQ manusia dapat dikategorikan menjadi 6 kelompok yaitu :


1) Di bawah 70, anak mengalami kelainan mental
2) 71-85, anak di bawah normal (bodoh)
3) 86-115, anak yang normal
4) 116-130, anak di atas normal (pandai)
5) 131-145, anak yang superior (cerdas), dan
6) 145 ke atas, anak genius (istimewa)

Orang yang ber-IQ 120, misalnya akan berpenampilan sama dengan orang-orang lain yang
ber-IQ 120 juga. Kalau ada perbedaan maka hal itu disebabkan oleh faktor-faktor lain di luar
intelegensi seperti : minat, pengalaman, sikap, dan sebagainya.

6. Usaha-Usaha dalam Membantu Mengembangkan Intelek Remaja dalam Proses


Pembelajaran

Yang perlu diusahakan dalam mengembangkan motivasi belajar remaja adalah menimbulkan
minat jangka panjang yang bersifat instrinsik yang mengandung nilai atau makna bagi
remaja. Kita berusaha agar proses belajar mengajar para siswa turut terlibat secar aktif.
Pegembangan menggunakan pendekatan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menentukan sendiri , pendekatan semacam ini dikenal dengan pendektan keterampilan proses
atau metode penemuan dan inkuiri.

B. Bakat Khusus

Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memproses pengetahuan dan keterampilan


yang relatif bersifat umum (misalnya bakat intelektual umum) atau khusus (bakat akademis
khusus). Bakat khusus disebut juga talent. Macam bakat akan sangat tergantung pada konteks
kebudayaan di mana seseorang individu hidup dan dibesarkan. Bakat memungkinkan
seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu, tetapi diperlukan latihan,
pengetahuan, pengalaman, dan dorongan atau motiasi agar bakat itu dapt terwujud.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus seseorang


yaitu anak itu sendiri dan lingkungannya. Setiap anak mempunyai bakat-bakat tertentu, hanya
berbeda dalam jenis dan derajatnya. Tes bakat sangat terikat pada konteks kebudayaan
dimana tes itu disusun, sedang macam-macam bakat juga terikat pada konteks kebudayaan
dimana klasifikasi bakat itu dibuat. Dengan pengenalan bakat yang dimiliki remmaja dan
upaya pengembangannya dapat membantu remaja untuk menentukan pilihan yang tepat dan
menyiapkan dirinya untuk mencapai tujuan-tujuannya.
C. Perkembangan Sosial

Pada jenjang perkembangan remaja, seorang remaja bukan hanya memrluaikn orang
lain untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, tetapi juga berkembangnya tingkat hubungan
antarmanusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. Kehidupan
remaja ditandai dengan menonjolnya fungsi intelektual dan emosional. Perkembangan sosial
dipengaruhi beberapa faktor yaitu : keluarga, status sosial ekonomi keluarga, tingkat
pendidikan, dan kemampuan mental terutama emosi dan intelegensi. Remaja yang telah
mulai mengembangkan kehidupan bermasyarakat, maka telah mempelajari pola-pola sosial
yangs esuai dengan kepribadiannya.

Penciptaan kelompok remaja perlu dikembangkan untuk memberikan rangsangan


kepada mereka ke arah perilaku yang bermanfaat dan dapat diterima khalayak. Kelompok
olahraga, koperasi, kesenian, dan semacamnya di bawah asuhan para pendidik di sekolah atau
para tokoh masyarakat di dalm kehidupan bermasyarakat perlu banyak dibentuk. Khusus di
sekolah perlu sering diadakan kegiatan bakti sosial, bakti karya, dan kelompok-kelompok
belajar di bawah asuhan para guru pembimbing kegiatan ini hendaknya dikmbnag luaskan.

D. Perkembangan Bahasa

Perkembangan bahas terkait dengan perkembangan kognitif , yang berarti faktor


intelek atau kognisi sangat berpengaruh terhadap kemampuan perkembangan bahasa.
Perkembangan bahasa remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat di mana
mereka tinggal. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembnagan bahasa meliputi
umur anak, kondisi lingkungan, kecerdasan anak, status sosial ekonomi keluarga, dan kondisi
fisik. Kemampuan berbahasa dan kemampuan berpikir saling berpengaruh satu sama lain.
Bahwa kemampuan berpikir berpengaruh terhadap kemampuan berbahsa begitu pula
sebaliknya. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat.
BAB V

PERKEMBANGAN AFEKTIF

Pada bab ini menjelaskan hal-hal sebagai berikut :

Emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik.
Pola emosi remaja sam dengan pola emosi masa kanak-kanak. Jenis emosi secara normal
dialami antar lain : cinta, gembira, marah, takut, cemas, dan sedih. Perbedaannya terletak
pada rangsangan yang membangkitkan emosi dan derajatnya, serta pengendalian remaja
terhadap ungkapan emosi mereka. Biehler membedakan ciri-ciri perkembnagan emosi remaja
dalam rentang waktu usia 12-15 tahun dan 15-18 tahun.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi emosi antara lain : kematangan dan belajar
serta kondisi-kondisi kehidupan atau kultur. Emosi mempengaruhi tingkah laku, misalnya
rasa takut menyebabkan seseorang gemetar, sulit berbicara, mmebolos dan sebagainya. Ada
perbedaan individual dalam perkembangan emosi yang sebagian disebabkan oleh keadaan
fisik, taraf kemampuan intelektual, dan kondisi lingkungan. Dalam kaitannya dengan
penyelenggaraan pendidikan, guru dapat melakukan beberapa upaya dalam pengembangan
emosi remaja misalnya : konsisten dalam pengolahan kelas, mendorong anak bersaing dengan
diri sendiri, pengelolaan diskusi kelas yang baik, mencoba memahami remja, dan membantu
siswa untuk berprestasi.

Nilai-nilai kehidupan adalah orma-norma yang berlaku dalam masyarakat atau


prinsip-prinsip hidup yang menjadi pegangan seseorang dalam hidupnya, baik sebagai pribadi
maupun sebagai warga negara. Sedangkan morala adalah ajaran tentang baik, buurk
perbuatan dan kelakuan, akhlak dan sebagainya. Sikap adalah kesediaan bereaksi individu
terhadap sesuatu hal. Keterkaitan antara lain, moral dan sikap tampak dalam pengalaman
nilai-nilai, berdasarkan moral yang dimiliki akan terbentuk sikap dan diwujudkan dalam
tingkah laku yang mencerminkan nilai-nilai yang dianut.

Tingkat perkembangan pasca-konvensional harus dicapai oleh remaja. Menjadi


remaja berarti mengenal nilai-nilai, yang berarti tidak hanya memperoleh pengertian saja
tetapi juga dapat menjalankannya atau mengamalkannya. Orang tua dan orang penting lain di
sekitar remja mempengaruhi perkembangan nilai, moral, dan sikap. Menurut Kohlberg,
disamping interaksi sosial, faktor anak ikut berperan dalam perkembnagan moral. Terjadi
perbedaan individual dalam perkembangan nilai, moral dan sikap, sesuai dengan umur, faktor
kebudayaan, dan tingkat pemahamannya.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pengembangan nlai, moral, dan
sikap remaja adalah menciptakan komunikasi di smaping memberi informasi dan remaja
diberi kesempatan untuk berpartisipasi untuk aspek moral, serta menciptakan sistem
lingkungan yang serasi kondusif.