Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL RENCANA PERCOBAAN PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN

VETSIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN


BIJI KACANG HIJAU

Disusun Oleh :
KELOMPOK 2
Aldila Maulina R. (01)
Dhita Agustin (20)
Rahmat Bintang Y. (09)
Rizqi Nugroho A. (34)
Sonia Meyheskel H. (13)
Widha Alamanda (16)
XII MIPA 2

SMA NEGERI 2 JEMBER


2017/2018
BAB I.PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap mahluk hidup pasti akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan.
Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan biologis berupa pertambahan ukuran, volume,
tinggi, dan massa yang bersifat irreversibel. Sedangkan perkembangan adalah suatu proses
menuju tercapainya kedewasaan. Kedua hal ini memiliki perbedaan, dimana pertumbuhan
dapat diukur secara kuantitatif dalam satuan ukuran panjang dan berat. Sementara
perkembangan tidak dapat diukur secara kuantitatif, tetapi secara kualitatif.
Kacang hijau atau Phaselous aureus berasal dari famili Leguminoseae adalah sejenis
tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan ini memiliki
banyak manfaat sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Dalam tumbuh dan
berkembangnya kacang hijau dipengaruhi oleh dua faktor, faktor internal dan faktor
eksternal.Faktor eksternal adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan dari luar meliputi : nutrisi, suhu, cahaya, air, kelembaban, media tanam, dll.
Faktor internal adalah faktor dari dalam meliputi : gen, dan hormon.
B. Tujuan
Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
2. Mengetahui pengaruh vetsin terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
3. Mengetahui perbedaan pertumbuhan biji kacang hijau di dua tempat berbeda ( tempat
terang dan tempat gelap )
4. Mengetahui faktor faktor yang memengaruhi pertumbuhan di dua tempat
C. Manfaat
Beberapa manfaat yang busa kita peroleh dari percobaan atau penelitian yang kita
lakukan yaitu sebagai berikut :
1. Manfaat bagi siswa dengan adanya praktikum ini yaitu pengetahuan siswa tentang
faktor cahaya dan pengaruh vetsin dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman
khususnya kacang hijau
2. Manfaat bagi guru melalui praktikum ini yaitu guru dapat mengetahui tingkat
pemahaman siswa yang akan melakukan uji praktek, dalam hal ini mengenai
pertumbuhan biji kacang hijau.
BAB II.TINJAUAN PUSTAKA

A. Kacang Hijau
Kacang hijau (Vigna radiata) merupakan tanaman kacang-kacangan ketiga yang
banyak dibudidayakan setelah kedelai dan kacang tanah. Bila dilihat dari kesesuaian iklim
dan kondisi lahan yang dimiliki, Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki
kesempatan untuk melakukan ekspor kacang hijau (Purwono dan Hartono, 2005: 5).

a) Daerah Asal dan Penyebaran


Tanaman kacang hijau sudah lama dikenal dan ditanam oleh masyarakat tani di
Indonesia. Asal usul tanaman kacang hijau diduga dari kawasan India. Nikolai Ivanovich
Vavilov, seorang ahli botani Soviet, menyebutkan bahwa India merupakan daerah asal
sejumlah besar suku Leguminosae. Salah satu bukti yang mendukung pendapat Vavilov
adalah ditemukannya plasma nutfah kacang hijau jenis Phaseolus mungo di India atau disebut
kacang hijau India (Rukmana, 1997: 15).

b) Taksonomi dan morfologi


Klasifikasi ilmiah tanaman kacang hijau adalah sebagai berikut:
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Classis : Dicotyldonae
Ordo : Leguminales
Familia : Leguminosae
Genus : Vigna
Species : Vigna radiata L. (Purwono dan Hartono, 2005: 12)

Kacang hijau (Vigna radiata L.) memiliki sistem perakaran yang bercabang banyak
dan membentuk bintil-bintil (nodula) akar. Nodul atau bintil akar merupakan bentuk
simbiosis mutualisme antara bakteri nitrogen dengan tanaman kacang-kacangan sehingga
tanaman mampu mengikat nitrogen bebas dari udara. Makin banyak nodul akar, makin tinggi
kandungan nitrogen (N) yang diikat dari udara sehingga meningkatkan kesuburan tanah
(Rukmana, 1997: 16)
c) Manfaat Kacang Hijau
Kacang hijau merupakan sumber protein nabati, vitamin (A,B1, C, dan E), serta
beberapa zat lain yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, seperti amilum, besi, belerang,
kalsium, minyak lemak, mangan, magnesium dan niasin. Selain bijinya, daun kacang hijau
muda sering dimanfaatkan sebagai sayuran. Kacang hijau bermanfaat untuk melancarkan
buang air besar dan menambah semangat (Purwono dan Hartono, 2005: 5).

d) Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Hijau


Dalam proses pertumbuhannya, tanaman kacang hijau memerlukan tanah yang tidak
terlalu banyak mengandung partikel liat. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi
sangat cocok untuk tanaman kacang hijau.Tanah berpasir pun dapat digunakan untuk
menanam tanamankacang hijau, asalkan kandungan air tanahnya tetap terjaga dengan baik.
Adapun tanah yang dianjurkan, yaitu tanah latosol dan regosol. Kedua jenis tanah ini akan
lebih baik bila digunakan setelah ditanami tanaman padi terlebih dahulu. Keasaman tanah
(pH) yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal, yaitu antara 5,5- 6,5. Pada tanah dengan
pH di bawah 5,5 perlu diberi pengapuran untuk meningkatkan pH dan menetralisir keracunan
aluminium. Sedangkan untuk pH tanah di atas 6,5 tidak diperlukan perlakuan tersebut.
Kacang hijau (Vigna radiata L.) dapat dibudidayakan pada ketinggian 5700 dpl. Di daerah
dengan ketinggian di atas 700 dpl produktivitas kacang hijau menurun dan umur panennya
pun menjadi lebih panjang. Tanaman akan tumbuh dengan baik pada suhu optimal 25- 270 C
dan tumbuh dengan baik di daerah yang relatif kering dengan kelembaban udara 50- 90%
(Purwono dan Hartono, 2005: 21).

B. Vetsin
Vetsin (monosodium glutamat) adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat
dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu. MSG merupakan suatu
senyawa kimia yang memiliki bentuk kristal yang merupakan jenis garam natrium atau
sodium yang terbuat dari asam glutamate. Pada dasarnya MSG memiliki banyak kandungan
mineral, dan tidak berbahaya bila dikonsumsi setiap hari namun dengan takaran yang pas.
Manfaat MSG untuk tanaman :
1. Menyuburkan dan mempercepat pertumbuhan tanaman.
Manfaat pertama dari MSG untuk tanaman yaitu dapat menambah kesuburan pada
tanaman. Kandungan unsur natrium yang tinggi terkandung dalam MSG dapat
mempengaruhi tingkat kesuburan tanaman. Dengan menyiram tanaman menggunakan larutan
MSG dengan air secara teratur, maka tingkat kesuburan dari tanaman akan menjadi lebih baik
lagi, yang ditandai dengan :
a. Daun tanaman yang lebat.
b. Daun yang lebih hijau.
c. Tanaman menjadi lebih sehat.
2. Memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
Tidak hanya manusia dan hewan, tanaman juga sangat membutuhkan nutrisi yang lengkap
untuk dapat hidup. Biasanya nutrisi untuk tanaman diperoleh dari pupuk yang sering kita
gunakan. Namun demikian ada kalanya harga pupuk yang kurang bersahabat, sehingga anda
cukup menyiramkan larutan MSG. Siramkan air ke tanaman kesayangan agar bisa tumbuh
subur dan asupan nutrisinya terpenuhi dengan baik.
3. Tanaman menjadi tidak mudah mati
Dengan terpenuhinya nutrisi yang diperlukan oleh tanaman, maka sudah pasti tanaman
akan tumbuh dengan subur. Apabila tanaman dapat tumbuh dengan subur dan baik, maka hal
ini akan mengurangi resiko matinya tumbuhan.
4. Meningkatkan kadar air saat musim panas
Natrium yang terkandung pada MSG ternyata memiliki manfaat lain, yaitu mencegah
terjadinya resistensi air, alias mencegah tanaman mengalami kekurangan air terutama pada
saat musim panas atau musim kering. Sudah bukan rahasia umum, hampir seluruh makhluk
hidup membutuhkan air, begitu pula dengan tanaman. MSG membantu mengoptimalkan
penyerapan air pada tanaman, terutama pada musim kering.

5. MSG sebagai pupuk tanaman


Selain dapat digunakan larutan antara MSG dan air untuk menyiram tanaman, MSG juga
dapat dimanfaatkan sebagai pupuk pengganti berbagai pupuk kimia yang ada di pasaran.Hasil
penelitian menyebutkan bahwa pupuk tanaman yang menggunakan MSG ajinomoto memiliki
tingkat kesuburan dan pertumbuhan yang lebih baik pada minggu ke tiga dan minggu ke
empat dibandingkan tanaman yang menggunakan pupuk kimia biasa.
Hal ini didukung oleh kandungan MSG ajinomoto, yang terdiri dari kandungan senyawa
C, H, O, N, dan Na. kelima unsur senyawa yang terkandung dalam MSG ajinomoto ini
merupakan lima unsur senyawa yang diperlukan untuk nutrisi dlam perkembangan tanaman.
Kelima unsur tersebut, terutama unsur N memiliki manfaat yang baik untuk merangsang
pertumbuhan bagian tanaman, seperti batang, cabang dan daun juga proses pembentukan
protein dan lemak, yang dibutuhkan tanaman dalam melakukan proses pertumbuhan.
C. Intensitas Cahaya
Intensitas cahaya matahari adalah kualitas cahaya matahari untuk membantu tanaman
untuk tumbuh dan berfotosintesis. Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi
kehidupan seluruh makhluk hidup didunia. Tanaman memerlukan cahaya matahari tumbuh
hijau. Dengan air tanpa cahaya matahari, tanaman akan tumbuh tinggi dengan cepat, namun
akan terlihat kuning dan kekurangan air, meskipun saat disentuh, daunnya teraba amat basah.
Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan
proses fotosintesis.Sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan, namun
efek lain dari sinar matahari ini adalah menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini
menyebabkan tumbuhan yang diterpa cahaya matahari akan lebih pendek daripada tumbuhan
yang tumbuh di tempat gelap.

D. Air
Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai
saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi.
Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil) tersedia di Bumi. Air sebagian besar
terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak
gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air
tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam objek-objek tersebut bergerak mengikuti
suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah
(runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi
kehidupan manusia.

E. Hasil Penelitian
Menurut Zia Baslinah pada lamannya http://ziabazlinah.blogspot.co.id/2012/08/laporan-
praktikum-pertumuhan-biji.htmlbahwa kecepatan pertumbuhan kacang hijau ditempat gelap
lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan kacang hijau di tempat terang. Tanaman
kacang hijau di tempat gelap lebih tinggi, dari tanaman kacang hijau di tempat terang, namun
dengan kondisi pucat, kurus, dan daunnya tidak berkembang. Sebaliknya, tanaman kacang
hijau yang diletakkan di tempat terang, tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek,
daun berkembang baik, dan berwarna hijau.
Tanaman kacang hijau yang tumbuh ditempat gelap (tidak terkena cahaya) warnanya lebih
pucat, diameter batang kecil dan lemah. Hal ini terjadi karena tanaman yamg ditanam di
tempat yang tidak terkena cahaya, proses fotosintesis yang sangat memerlukan cahaya itu
akan terhambat. Proses fotosintesis adalah proses dasar tumbuhan untuk menghasilkan
makanan. Jika proses fotosintesis terhambat, ketersediaan energi berkurang, maka tanaman
yang dihasilkan pun mempunyai diameter yang kecil, lemah, dan daunnya pucat karena
kekurangan klorofil akibat tidak tersedianya cahaya.
Warna daun pada tanaman kacang hijau yang di tanam di tempat terang berwarna hijau
dan berkembang lebih baik dibandingkan tanaman kacang hijau yang ditanam di tempat
gelap. Hal ini terjadi karena intensitas cahaya yang baik, tanaman memiliki cukup klorofil,
sehingga proses fotosintesis berlangsung secara maksimal.
Secara umum tumbuhan yang hidup di tempat gelap lebih tinggi dibandingkan tumbuhan
yang hidup di tempat terang. Istilah yang berkaitan dengan hal tersebut adalah ETIOLASI.
Etiolasi adalah istilah bagi pertumbuhan tanaman yang tidak normal yang ditandai dengan
tanaman yang tumbuh sangat cepat, batang tinggi, kurus, dan lemah, serta warna daun yang
pucat (tidak berwarna hijau) dan tidak berkembang dengan baik.
Jika pertumbuhan tanaman kacang hijau di tempat gelap dilanjutkan, yang akan terjadi
adalah tanaman akan tumbuh semakin cepat, dan menghasilkan tanaman dengan batang yang
tinggi, pucat, lemah, dan daunnya tidak berkembang dengan baik atau dengan kata lain terjadi
Etiolasi. Hal ini disebabkan karena hormon auksin bekerja secara maksimal. Hormon auksin
adalah hormon yang berperan dalam pertumbuhan. Auksin yang diedarkan ke seluruh bagian
tumbuhan mempengaruhi pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi. Pada tempat gelap,
konsentrasi auksin lebih tinggi sehingga sel akan memanjang lebih cepat dibandingkan
kecepatan pemanjangan sel di daerah yang lebih terang. Selain itu, Proses fotosintesis yang
memerlukan cahaya matahari, sangat menentukan kualitas tanaman yang baik. Jika di tempat
gelap, tidak terkena cahaya maka tanaman yang dihasilkan pun kurang baik, karena proses
fotosintesis terhambat.
Kesimpulan dari praktikum ini adalah Tanaman yang hidup di tempat gelap akan tumbuh
lebih cepat, namun dengan kondisi pucat, kurus dan daunnya tidak berkembang (Etiolasi) jika
dibandingkan dengan tanaman yang hidup ditempat terang dengan intensitas cahaya yang
cukup, menyebabkan tanaman dapat tumbuh dengan baik, sehat, segar, batang terlihat gemuk,
tidak pucat, dan memiliki cukup klorofil, meskipun membutuhkan waktu yang relatif lama.
Tabel hasil pengamatan di tempat terang yang telah dilakukan orang lain

Hari ke-
Tanaman Keterangan

1 2 3 4 5 6
1 2 3 7 15,5 28 30,5
2 0,5 1 2 9,5 18 21
3 0,5 1 5 17 21 23
4 1 2 5,5 17 26 26,2
5 0,4 0,8 1 4 15 16
6 1 1,5 3 7 21 25
7 0,4 0,8 1 2 5 7
8 1,5 2,5 11 23 30,5 32,5
9 1 1,5 3,5 11 23 28
10 2 3 6 12 23 24,5
Rata-rata 1,03 1,71 4,5 12,1 21,05 23,32

Tabel hasil pengamatan di tempat gelap yang telah dilakukan orang lain

Hari ke-
Tanaman Keterangan

1 2 3 4 5 6
1 0,1 0,3 8 11 16 17
2 0,2 0,5 7,5 10 14 14,5
3 0,2 0,5 8 10 13,5 14
4 0,2 0,5 8 11 16 19
5 0,1 0,3 3 5 9 10
6 0,2 0,5 4,5 6 10 11,5
7 0,3 0,7 6,5 10 13,5 15
8 0,1 0,4 5 8 11 12
9 0,1 0,3 0,8 3 6,5 7,5
10 0,1 0,3 0,8 3 7 11
Rata-rata 0,16 0,43 5,21 7,7 11,65 13,15

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap kacang hijau yang diletakkan
di tempat yang berbeda, dapat kita ketahui bahwa intesitas cahaya matahari mempengaruhi
laju pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau.
BAB III. RENCANA PERCOBAAN

A. Waktu Pelaksanaan : Rabu, 26 Juli 2017


B. Tempat pelaksanaan : Perum Sumber Alam blok I no 10
C. Variabel
Variabel bebas : cahaya matahari, vetsin
Variabel terikat : hasil pertumbuhan biji kacang hijau
Variabel kontrol : kacang hijau, kapas, air
D. Alat dan bahan : Alat (Gunting)
Bahan (kacang hijau, vetsin, air, gelas aqua, kapas, lidi, sticky notes)
E. Cara kerja :
1. Siapkan 4 gelas plastik bekas
2. Masukkan beberapa kapas dalam masing-masing gelas
3. Larutkan vestin dengan mencampurkan 50gr vetsin dan air 200ml
4. Isi 2 gelas pertama dengan air sebanyak 2 sendok makan (setara dengan 28 ml) dan 2
gelas yang lain dengan larutan vetsin berkonsentrasi 25%
5. Setelah itu, letakkan 4 butir kacang hijau disetiap gelas, dan beri tanda pada setiap
gelas
6. Letakkan salah satu gelas yang berisi kacang hijau tanpa vetsin dan satu gelas yang
diberi vetsin di tempat yang terkena cahaya matahari
7. Letakkan sisa gelas lainnya di tempat yang gelap.
8. Amati perubahan kacang hijau selama lima hari .
DAFTAR PUSTAKA

Bazlinah,Zia.2012.Pertumbuhan Biji Kacang Hijau.


http://ziabazlinah.blogspot.co.id/2012/08/laporan-praktikum-pertumuhan-biji.html

Wahyu,Aulia.2012.Laporan Hasil Pengamatan "Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan dan


Perkembangan Biji Kacang Hijau". http://awm-menulis.blogspot.co.id/2012/07/laporan-hasil-
pengamatan-pengaruh.html

Ana,Chy.2015. 8 Manfaat Ajinomoto Untuk Tanaman. http://manfaat.co.id/manfaat-


ajinomoto-untuk-tanaman

http://digilib.unila.ac.id/4095/15/BAB%20II.pdf

Sardianto.2013. Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Tanaman.


http://sardianto-aet12.blogspot.co.id/2013/07/intensitas-cahaya-matahari-terhadap.html