Anda di halaman 1dari 3

DAMPAK ENCENG GONDOK TUMBUH BANYAK DI DANAU

jika enceng gondok terlalu banyak dan menutup permukaan sungai , danau dsb. Maka
eceng gondok tersebut akan menghalangi sinar matahari yang akan masuk ke sungai.
Akibatnya tanaman air kesulitan berfotosintesis, karenanya kadar oksigen di dalam air
menurun. Sehingga membunuh ikan-ikan (organisme air) dan mengacaukan ekosistem
dalam air

PENYEBAB ENCENG GONDOK TUMBUH BANYAK DI DANAU

1. air cucian yang mengandung sabun( dari penduduk sekitar danau) karena dalam
sabun terdapat

unsur pospor yang sangat diperlukan oleh tumbuhan enceng gondok.

2. air dari sawah sekitar danau, kaenai air dari sawah ini tentu juga melarutkan pupuk
yang tidak terserap tanaman pertanian.
Penyebab meningkatnya jumlah bakteri pembusuk di ekosisitem sungai?o

Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya polusi dan pencemaran airpada sungai
tersebut. Kebiasaan masyarakat untuk buang hajat di sungaimenjadi salah satu
contohnya. Hal ini akan meningkatkan bakteri bakteripembusuk, terutama E. Coli.
Selain itu, pembuangan sampah sembaranganke sungai juga dapat menyebabkan
meningkatnya populasi bakteripembusuk. Hal ini tentunya akan sangat
mengganggu ekosistem sungaikarena bakteri bakteri ini akan menghasilkan toksin
dalam jumlah besaryang akan mempengaruhi makhluk hidup lainnya.o karena sugai
yang anda tempati itu penuh dengan sampah dan kotorankotoran yang
menyebabkan merangsang para kuman kuman pengurai sepertibakteri, cacing, dll . jadi
misal caranya agar supaya sungai tidak banyak ituadalah dibersihkan sampah dan
kotoran dihilangkan.

Apa efek yang ditimbulkan bakteri pembusuk terhadap organisme lain? apa efek yang
di timbulkan oleh bakteri pembusuk di ekosistem sungai terhadap organisme lain? o
Tugasnya bakteri pembusuk ya membusukkan bahan organik supaya lebih sederhana.
efek yang ditimbulkan terhadap organisme lain tentunya ada yangmenguntungkan ada
yang dirugikan. Organisme tumbuhan tentu sangat diuntungkan oleh bakteri ini, tapi
bagi bagi hewan tertentu atau manusia bisa buat sakti perut. Dalam sistem pencernaan
hewan juga bakteri pembusuk sangat penting untuk mendegradasi bahan makanan.
Efek yang ditmbulkan oleh meningkatnya jumlah bakteri pembusuk di ekosistem sungai
terhadap organisme lain? o Efeknya tidak selalu negatif. Malah banyak positifnya.
Bakteri pembusuk berguna untuk proses pembusukan makhluk hidup atau organnya
yang telah mati. Misalnya bangkai binatang yang mati, daun yang gugur, dan pohon
yang tumbang. Hasil dari pembusukan itu adalah nitrat yang berbau busuk, energi yang
berguna untuk bakteri tersebut, dan zat hara yang berguna untukkesuburan tanah.
Semakin banyak bakteri pembusuk, maka semakin subur pula tanaman di sekitarnya
yang berguna untuk kelangsungan hidup ekosistem hewan dan tumbuhan di sekitarnya.
o efeknya adalah terjadi ketidakseimbangan ekosistem yang akan berimbas pada
organisme lain. Pengaruh ap yg dtimbulkan dri mningkatnya jmlah bakteri pmbusuk
diekosisistem sungai trhadap rantai mkanan?o Salah satu bakteri pembusuk yang sangat
ditakutkan yaitu E.coli bakteri ini dapat menyebabkan disentri,diare. Sebuah penelitian
yang diterbitkan dalam British Medical Journal ditemukan orang yang mengonsumsi air
yang tercemar E.coli memiliki peningkatan risiko terkena tekanan darah tinggi, masalah
ginjal dan juga penyakit jantung di kemudian hari. Tim peneliti dari Lawson Health
Research Institute dan The University of Western Ontario menilai risiko untuk tekanan
darah tinggi, gangguan ginjal dan juga penyakit kardiovaskular terjadi dalam waktu 8
tahun sejak mengalami gastroenteritis (masalah pencernaan) dari air minum yang
tercemar bakteri coli.o Pengaruh dari meningkatnya jumlah bakteri pembusuk dalam
sungai terhadap rantai makanan adalah meningkatnya energi intake didalam ekosistem
tersebut. kita tahu bahwa sungai bersifat open system dimana energi utama datang dari
luar sungai. energi tersebut dapat berupa dedaunanyang jatuh kedalam sungai maupun
(maaf) kotoran yang masuk kedalam

sungai.. material-material organik itu akan dirombak oleh bakteri pembusuk.. semakin
jumlah bakteri pembusuk,, maka akan semakin cepat pula material organik tersebut
dapat dirombak menjadi energi yang terlarut dalam air,, namun jika bakteri ini
berlebihan,, maka makteri tersebut akan mati,, sehingga tidak akan ditemukan suatu
ekosistem sungai yang memiliki bakteri pembupsuk yang dalam konsentrasi jenuh,,